p-Index From 2021 - 2026
11.285
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Record and Library Journal Hasanuddin Law Review Jurnal Studi Al-Qur'an Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Halu Oleo Law Review MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IKRA-ITH EKONOMIKA Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat SIGn Jurnal Hukum Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Indonesia Berdaya Journal Economy And Currency Study (JECS) Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam RIO LAW JURNAL JURNAL BARUNA HORIZON TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal PKM Manajemen Bisnis Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Applied Business and International Management Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Multiverse: Open Multidisciplinary Journal IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Journal of Exploratory Dynamic Problems Tadris: Manajemen Pendidikan Islam AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Warta Penelitian Perhubungan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kepemimpinan Inklusif dan Strategi Komunikasi Bisnis: Studi Kualitatif pada Tokoh Seo Dal-Mi dalam Serial Start-Up Rintaati Putri, Allea; Assita, Rodhatul; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5542

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kepemimpinan inklusif dan strategi komunikasi bisnis yang diterapkanoleh Seo Dal-Mi, tokoh utama sebagai wirausaha muda dalam drama Korea Start-Up, yang berupayamembangun startup berbasis teknologi melalui inspirasi tim, pembangunan kepercayaan investor,dan negosiasi efektif dengan mitra. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi pengaruh gayakepemimpinannya terhadap dinamika tim dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan ketat.Dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis isi, studi ini mengungkap bahwa Dal-Mi menerapkankepemimpinan transformasional yang mendorong motivasi, partisipasi, dan kolaborasi melaluikomunikasi persuasif, termasuk storytelling dan visi yang jelas, untuk memperkuat keterlibatanstakeholder. Namun, pendekatan ini juga menimbulkan ketidakpastian dan konflik internal yangberpotensi menghambat inovasi serta mengancam kelangsungan usaha. Penelitian menyimpulkanbahwa integrasi kepemimpinan inklusif dengan strategi komunikasi bisnis yang efektif berperankrusial dalam memupuk ketahanan dan inovasi di sektor startup yang kompetitif. ABSTRACT This study analyzes the inclusive leadership and business communication strategies employedby Seo Dal-Mi, the central character as a young entrepreneur in the Korean drama Start-Up, whostrives to establish a technology-based startup by inspiring her team, building investor trust, andconducting effective negotiations with partners. The objective is to examine how her leadership styleimpacts team dynamics and business sustainability amid intense competition. Utilizing a qualitativecontent analysis approach, the research reveals that Dal-Mi adopts a transformational leadershipmodel that promotes motivation, participation, and collaboration through persuasivecommunication techniques, such as storytelling and clear vision, to enhance stakeholderengagement. However, this approach also generates internal uncertainty and conflicts that mayimpede innovation and threaten venture viability. The study concludes that integrating inclusiveleadership with effective business communication strategies is essential for fostering resilience andinnovation in the competitive startup sector.
Interpretasi Perilaku Organisasi dalam Budaya dan Etika Kerja pada Film Human Resources (2023) Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad; Arlinda Dwi Ariyani, Diva; Dimisqiyani, Erindah; Gayuh Aji, Gagas; Amalia Sinulingga, Rizky; Amaliyah, Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5543

Abstract

ABSTRAK Dinamika lingkungan kerja kontemporer di hadapkan pada tantangan kompleks yang menuntut pemahaman mendalam mengenai aspek manusiawi dalam organisasi. Studi mengenai perilaku, budaya, dan etika organisasi menjadi relevan untuk dibedah melalui berbagai perspektif, termasuk media populer yang merefleksikan wacana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan representasi perilaku organisasi, budaya, dan etika kerja dalam serial animasi satir Netflix "Human Resources" (2023). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dan metode analisis semiotika Roland Barthes pada adegan-adegan kunci, penelitian ini membongkar makna denotatif dan konotatif dari narasi visual dan verbal serial tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa serial ini secara alegoris menggambarkan konsep-konsep teoretis seperti fungsi manajemen (POAC), level budaya organisasi Schein, dan dilema etika kerja melalui interaksi para makhluk fantasi di lingkungan kantor. Konflik antar departemen, gaya kepemimpinan, dan proses evaluasi kinerja disajikan secara satiris untuk mengkritik disfungsi di tempat kerja modern. Penelitian ini memberikan dampak pada pemahaman bahwa media populer dapat menjadialat analisis yang kuat untuk merefleksikan realitas organisasi dan menekankan pentingnya kemitraan internal yang solid sebagai fondasi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian di masa depan disarankan untuk dapat melakukan analisis komparatif dengan media lain atau mengukur persepsi audiens secara kuantitatif terhadap isu-isu kerja yang direpresentasikan. ABSTRACT The dynamics of the contemporary work environment face complex challenges that demand a deepunderstanding of the human aspects of organizations. The study of organizational behavior, culture,and ethics is relevant to examine through various perspectives, including popular media that reflectssocial discourse. This study aims to interpret the representation of organizational behavior, culture,and work ethics in the Netflix satirical animated series "Human Resources" (2023). Using aqualitative descriptive-interpretive approach and Roland Barthes's semiotic analysis method in keyscenes, this study uncovers the denotative and connotative meanings of the series' visual and verbalnarratives. The analysis shows that the series allegorically depicts theoretical concepts such asmanagement functions (POAC), Schein's levels of organizational culture, and work ethics dilemmasthrough the interactions of fantasy creatures in the office environment. Interdepartmental conflicts,leadership styles, and performance evaluation processes are presented satirically to critiquedysfunction in the modern workplace. This research impacts the understanding that popular mediacan be a powerful analytical tool to reflect organizational realities and emphasizes the importanceof solid internal partnerships as a foundation for achieving the Sustainable Development Goals.Future research is suggested to conduct comparative analysis with other media or quantitativelymeasure audience perceptions of the work issues represented.
Peran Motivasi Meraih Impian Bermusik Tokoh Miguel Dalam Film “Coco” Amalia, Nayla Lisda; Angraeni, Navelsa; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Aji, Gagas Gayuh; Sinulingga, Rizky Amalia
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5544

Abstract

Setiap individu berusaha mencapai tujuan hidup, tetapi jalan ini sering terhambat oleh konflik dalam lingkungansosialnya. Studi ini mengkaji karakter Miguel dalam film Coco untuk menganalisis motivasinya melalui HirarkiKebutuhan Maslow. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif, di mana adegan-adegankunci dalam film dipetakan ke setiap tingkat kebutuhan Maslow. Analisis ini mengungkap sebuah perjalananmotivasi yang sistematis. Kebutuhan dasar Miguel akan rasa aman dalam keluarga pembuat sepatu berfungsisebagai fondasi. Namun, penolakan keluarganya terhadap musik menciptakan konflik dengan kebutuhannya akancinta dan rasa memiliki. Untuk mengatasi hal ini, ia mencari pengakuan yang memenuhi kebutuhan harga dirinyadalam sebuah kompetisi musik. Puncak dari perjalanannya adalah aktualisasi diri, di mana ia tidak hanya menjadiseorang musisi tetapi juga menggunakan bakatnya untuk menyatukan kembali keluarganya. Studi inimenyimpulkan bahwa motivasi seseorang untuk mengaktualisasikan diri sangat dipengaruhi oleh dukungan danvalidasi dari lingkungan sosialnya. Temuan-temuan ini menawarkan wawasan berharga untuk pendidikankarakter. Penelitian di masa depan dapat melakukan studi perbandingan dengan menggunakan teori motivasi lain,seperti Teori Dua Faktor atau Teori Kebutuhan McClelland, untuk memperluas analisis motivasi dalam narasifilm. Every individual strives to achieve life goals, but this path is often hampered by conflicts in their socialenvironment. This study examines the character of Miguel in the film Coco to analyze his motivation throughMaslow's Hierarchy of Needs. The approach used is descriptive qualitative analysis, where key scenes in the filmare mapped to each of Maslow's levels of needs. The analysis reveals a systematic motivational journey. Miguel'sbasic need for security within a shoemaker family serves as a foundation. However, his family's rejection of musiccreates a conflict with his needs for love and belonging. To overcome this, he seeks recognition that fulfills hisself-esteem needs in a music competition. The culmination of his journey is self-actualization, where he not onlybecomes a musician but also uses his talent to reunite his family. This study concludes that a person's motivationto self-actualize is strongly influenced by support and validation from their social environment. These findingsoffer valuable insights for character education. Future research may conduct comparative studies using othermotivational theories, such as the Two-Factor Theory or McClelland’s Needs Theory, to broaden the analysis ofmotivation in film narratives.
Pembentukan Karakter Kepemimpinan Melalui Konflik Identitas dalam Film Enola Holmes Husna, Nawra Aqila; Angraeni, Navelsa; Dimisyqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Aji, Gagas Gayuh; Amaliyah, Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5548

Abstract

Kepemimpinan bukan hanya peran resmi, itu adalah kemampuan esensial untuk menciptakan dampakpositif dan memberdayakan orang. Namun, unsur-unsur sosial dan budaya seringkali memengaruhikepemimpinan, termasuk bias gender yang membatasi peluang perempuan untuk menjadi pemimpin.Masalah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 5 yang menyorotikesetaraan gender dalam peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana konflik identitas memengaruhi pembentukan karakter kepemimpinandalam film Enola Holmes (2020). Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dengan kerangkadeskriptif, menekankan pengamatan langsung terhadap film disertai tinjauan literatur. Datadikumpulkan dari percakapan, penggambaran visual, dan transkrip yang menampilkan perjuanganidentitas dan kualitas kepemimpinan protagonis. Hasil menunjukkan bahwa perjuangan Enola denganidentitasnya berasal dari konflik antara nilai-nilai pribadi seperti kemandirian, keberanian, dankreativitas dengan pengaruh eksternal, termasuk norma sosial, budaya patriarki, dan ekspektasikeluarga. Konflik-konflik ini mendorongnya untuk merenung, mengambil tindakan berani, danmempertahankan keyakinannya. Pada akhirnya, Enola menyadari identitasnya dan menunjukkankepemimpinan sejati berdasarkan integritas pribadi. Penelitian ini menekankan bahwa kepemimpinanautentik dapat muncul dari perjuangan individu melawan batasan-batasan sosial. Studi masa depanmungkin dapat menyelidiki penggambaran kepemimpinan perempuan dalam film-film lain atau budayayang berbeda. Leadership is not just an official role, it is an essential ability for creating positive impact and enablingpeople. Nonetheless, social and cultural elements frequently influence leadership, including gender biasthat limits women's chances of becoming leaders. This issue aligns with the Sustainable DevelopmentGoals (SDGs) number 5 which highlights gender equality in leadership and decision making roles. Thisresearch seeks to examine how identity conflict influences the formation of leadership characters in themovie Enola Holmes (2020). The study utilized a qualitative methodology with a descriptive framework,emphasizing direct observation of the film alongside a literature review. Data were gathered fromconversations, visual depictions, and transcripts showcasing both identity struggles and leadershipqualities of the protagonist. The results demonstrate that Enola’s struggle with her identity stems fromconflicts between her personal values like independence, bravery and creativity and outside influences,including societal norms, patriarchal culture and familial expectations. These disputes prompted herto contemplate, take bold actions, and uphold her beliefs. In the end, Enola recognizes her identity andexhibits genuine leadership based on personal integrity. This research emphasizes that authenticleadership can arise from individual battles with societal limitations. Future studies might investigate the portrayal of female leadership in different films or cultural settings to expand views on how identityconflict influences leadership growth
Representasi Kepemimpinan Karismatik Thomas Shelby dan Loyalitas Kelompok dalam Serial “Peaky Blinders” Nurcholis, Sony Wijaya; Angraeni, Navelsa; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5551

Abstract

Serial televisi Peaky Blinders (2013–2022) telah menjadi fenomena budaya global karena kompleksitaskarakter utamanya, Thomas Shelby, sehingga penelitian ini bertujuan melakukan analisis mendalammengenai bagaimana narasi sinematik dalam serial tersebut merepresentasikan kepemimpinankarismatik dan dinamika loyalitas kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif dengan model analisis interaktif Miles & Huberman, serta menerapkan kerangka teoretisotoritas karismatik Max Weber dan Teori Identitas Sosial untuk membedah sumber kepemimpinan danmekanisme terbentuknya loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karisma Thomas Shelbydibangun dari tiga pilar utama: konstruksi mitos pribadi sebagai pahlawan perang, visi transformatifuntuk mengangkat status keluarganya, serta kemampuan strategisnya yang luar biasa, yang secarakolektif menumbuhkan loyalitas emosional yang kuat dari para pengikutnya. Akan tetapi, penelitian inijuga menyoroti dualisme dari kepemimpinan tersebut, di mana loyalitas absolut yang dituntut seringkali menjadi sumber konflik internal dan memaksa anggota kelompok melakukan kompromi moral.Dengan demikian, studi ini relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 16 tentangperdamaian dan kelembagaan yang tangguh, karena berfungsi sebagai studi kasus alegoris yangmenggarisbawahi bahaya dari kekuasaan karismatik yang tidak terkendali (unchecked power) yangdapat merusak tatanan sosial yang adil. The television series Peaky Blinders (2013–2022) has become a global cultural phenomenon due to thecomplexity of its main character, Thomas Shelby; therefore, this study aims to conduct an in-depthanalysis of how the cinematic narrative represents charismatic leadership and group loyalty dynamics.This research employs a qualitative descriptive approach with the Miles & Huberman interactiveanalysis model, applying the theoretical frameworks of Max Weber's charismatic authority and SocialIdentity Theory to dissect the sources of leadership and the mechanisms of loyalty formation. Thefindings indicate that Thomas Shelby's charisma is built on three main pillars: the construction of apersonal myth as a war hero, a transformative vision to elevate his family's status, and his extraordinarystrategic abilities, which collectively foster a powerful emotional loyalty from his followers. However,the study also highlights the dualism of this leadership, where the absolute loyalty demanded oftenbecomes a source of internal conflict and forces group members into moral compromises.Consequently, this study is relevant to Sustainable Development Goal (SDG) 16 concerning peace andstrong institutions, as it serves as an allegorical case study highlighting the dangers of uncheckedcharismatic power, which can undermine a just social order.
Representasi Gaya Kepemimpinan Transformasional B.J Habibie Dalam Film Rudy Habibie (2016) Aqilah , Nawal; Angraeni, Navelsa; Dimisyqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Aji, Gagas Gayuh; Amaliyah, Amaliyah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5556

Abstract

Kepemimpinan tidak hanya memainkan peran yang penting dalam meningkatkan kinerja organisasitetapi juga berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi yang semakinkompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi kepemimpinan transformasionalyang digambarkan oleh B.J. Habibie dalam film "Rudy Habibie" (2016). Dengan menggunakanmetode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan teknik observasi dan studi pustaka secaramendalam tentang bagaimana kepemimpinan transformasional mempengaruhi dinamikaorganisasinya. Observasi dilakukan melalui pemutaran film berulang kali dan studi pustaka di lakukandengan peninjauan literatur tentang kepemimpinan transformasional. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Rudy Habibie digambarkan sebagai pemimpin yang berintegritas, intelektualisme, inovatif,serta memiliki visi dan misi yang jelas dan mampu menginspirasi serta memotivasi anggota timnya.Pada awalnya, Rudy mendapat banyak penolakan dari anggota timnya dalam menerapkan prinsipkepemimpinannya dan ide-idenya yang inovatif. Namun, Rudy berhasil menanamkan rasa percayadiri dan keyakinan kepada anggota timnya, yang memungkinkan mereka mencapai tujuan organisasiyang lebih besar. Film ini memberikan pemahaman dan wawasan kepada penonton tentang praktiknilai-nilai kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan diorganisasi masa kini. Leadership not only plays a crucial role in improving organizational performance but also plays acrucial role in addressing increasingly complex organizational challenges. This study aims to explorethe representation of transformational leadership portrayed by B.J. Habibie in the film "RudyHabibie" (2016). Using a descriptive qualitative method, this study employed observation techniquesand in-depth literature review on how transformational leadership influences organizationaldynamics. Observations were conducted through repeated screenings of the film and literature review,including a literature review on transformational leadership. The results show that Rudy Habibie isportrayed as a leader with integrity, intellectualism, and innovation, possessing a clear vision andmission, capable of inspiring and motivating his team members. Initially, Rudy faced considerableresistance from his team members in implementing his leadership principles and innovative ideas.However, Rudy succeeded in instilling confidence and belief in his team members, enabling them toachieve larger organizational goals. This film provides the audience with an understanding andinsight into the practice of transformational leadership values that can be applied in the contextof leadership in today's organizations.
Kepemimpinan Visioner Sebagai Penguat Kerja Sama Tim Dalam Mewujudkan Tujuan Kolektif Pada Film 5 Cm Ayudya, Hasna Sima; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Amalia, Rizky; Dewi, Indri Mustika
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5560

Abstract

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain agar mau bekerja samauntuk mencapai tujuan tertentu. Seorang pemimpin tidak hanya mengarahkan, tetapi juga harus mampumemberikan motivasi, inspirasi, serta menjaga komitmen tim. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkantokoh Genta dalam film 5 cm yang menggambarkan kepemimpinan visioner dan perannya dalammemperkuat kerja sama tim ketika menghadapi tantangan mendaki Gunung Semeru. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Pendekatan ini didasarkan padakajian pustaka dari beberapa jurnal yang relevan, serta pengumpulan data melalui adegan dan dialog dalamfilm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genta memperlihatkan gaya kepemimpinan visioner denganmenghadirkan visi besar, memberi motivasi, menjaga kohesi tim, serta mengarahkan anggota agar tetapberkomitmen pada tujuan bersama. Namun, keberhasilan mencapai puncak Mahameru bukan hanya karenaperan pemimpin, melainkan juga buah dari kerja sama tim yang kuat melalui solidaritas, dukunganemosional, dan komitmen kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kepemimpinan visionerdan kerja sama tim menjadi kunci utama dalam pencapaian tujuan besar. Temuan ini sejalan dengan tujuanpembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 16 yang menekankan pentingnya perdamaian, keadilan, sertapenguatan institusi melalui kepemimpinan yang adil dan kolaborasi yang solid. Leadership is the ability of an individual to influence others to work together in order to achieve commongoals. A leader is not only responsible for giving direction but also for providing motivation, inspiration, andmaintaining team commitment. This study aims to interpret the character Genta in the film 5 cm, whichillustrates visionary leadership and its role in strengthening teamwork during the challenge of climbingMount Semeru. The research applies a qualitative method with a descriptive narrative approach. Thisapproach is based on a literature review from several relevant journals, as well as data collection throughscenes and dialogues in the film. The findings show that Genta demonstrates a visionary leadership style bypresenting a clear vision, motivating, maintaining team cohesion, and directing members to remaincommitted to collective goals. However, the success in reaching the peak of Mahameru is not solely due toleadership but also the result of strong teamwork built through solidarity, emotional support, and collectivecommitment. This study concludes that the integration of visionary leadership and teamwork is the key toachieving major goals. These findings are also in line with Sustainable Development Goal (SDG) 16, whichemphasizes the importance of peace, justice, and strong institutions supported by fair leadership and solidcollaboration.
Eksplorasi Gaya Manajemen Konflik Competing dan Collaborating dalam Tim pada Film Moneyball Wardani, Nazhifah; Gayuh Aji, Gagas; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5568

Abstract

ABSTRAK Dinamika organisasi sering kali memunculkan konflik, terutama dalam tim yang bergantung padakolaborasi untuk mencapai tujuan mereka. Dalam tim olahraga, perbedaan pendapat mengenai peran,strategi, dan komunikasi dapat berdampak signifikan terhadap kinerja serta hubungan antaranggota.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gaya manajemen konflik, khususnya competingdan collaborating, ditampilkan dalam film Moneyball (2011) serta bagaimana pendekatan tersebutmemengaruhi dinamika tim. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis konten,penelitian ini menelaah adegan, dialog, dan interaksi Billy Beane, manajer umum Oakland Athletics,terkait penerapan strategi competing dan collaborating. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Beanemenerapkan gaya competing ketika membuat keputusan strategis yang tegas dan menolak metoderekrutmen tradisional, sementara gaya collaborating muncul dalam kerja samanya dengan Peter Branddan para pemain untuk merancang solusi inovatif berbasis data. Kombinasi ini mempercepat perubahanorganisasi sekaligus memperkuat motivasi dan kerja sama tim. Penggunaan yang tepat dari masingmasing gaya memastikan konflik menjadi peluang untuk kreativitas, bukan sumber perpecahan.Penelitian ini menyoroti potensi film sebagai media reflektif dalam memahami perilaku organisasi danmanajemen konflik, yang menjembatani teori dan praktik dengan cara yang menarik. Penelitianselanjutnya dapat mengkaji film manajemen lainnya atau membandingkan strategi manajemen konflikdalam berbagai konteks organisasi untuk memperkaya perspektif tentang kepemimpinan efektif dankolaborasi tim. ABSTRACT Organizational dynamics often give rise to conflicts, particularly in teams that depend on collaborationto achieve their goals. In sports teams, disagreements about roles, strategy, and communication cansignificantly affect performance and relationships among members. This study aims to explore howconflict management styles, specifically competing and collaborating, are portrayed in the film Moneyball(2011) and how these approaches influence team dynamics. Using a qualitative descriptive method withcontent analysis, the research examines scenes, dialogues, and interactions of Billy Beane, the generalmanager of the Oakland Athletics, in relation to his application of competing and collaborating strategies.The findings reveal that Beane applies the competing style when making firm strategic decisions andresisting traditional recruitment methods, while the collaborating style emerges in his cooperation withPeter Brand and the players to design innovative, data-driven solutions. This combination accelerates organizational change while strengthening motivation and teamwork. Proper use of each style ensuresthat conflicts become opportunities for creativity rather than sources of division.The study highlights thepotential of films as reflective media for understanding organizational behavior and conflict management,bridging theory and practice in an engaging way. Future research may examine other management-relatedfilms or compare conflict management strategies across different organizational contexts to enrichperspectives on effective leadership and team collaboration.
Representasi Strategy Budgeting Generasi Sandwich di Perkotaan (Studi Kualitatif pada Film Home Sweet Loan) Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizki Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5629

Abstract

Fenomena sandwich generation semakin nyata dalam kehidupan masyarakat perkotaan, di mana individudituntut untuk memenuhi kebutuhan dirinya sekaligus menanggung beban keluarga. Namun, kondisi ganda inisering menimbulkan tekanan finansial dan emosional yang membutuhkan pengelolaan efektif. Penelitian inibertujuan menganalisis representasi strategi pengelolaan anggaran sandwich generation melalui film Home SweetLoan. Dengan metode kualitatif studi kasus, fokus analisis diarahkan pada tokoh Kaluna yang menggambarkanperjuangan serta ketahanan generasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaluna mampu menghadapitantangan keuangan dengan mengurangi pengeluaran konsumtif, menabung secara konsisten, dan mengutamakankebutuhan keluarga meski harus mengorbankan kepentingan pribadi. Representasi tersebut menegaskan bahwaliterasi keuangan dan disiplin dalam menyusun anggaran merupakan kunci untuk bertahan dalam beban gandasandwich generation. Studi ini juga menyoroti bagaimana strategi kecil namun konsisten dapat membangunketahanan finansial jangka panjang. Dampak penelitian menekankan pentingnya pendidikan finansial dimasyarakat perkotaan. Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pembahasan dengan memasukkan pengalamannyata sandwich generation untuk memperluas penerapan praktis strategi keuangan The sandwich generation phenomenon is increasingly seen as a complex reality in urban life, whereindividuals must support both themselves and their families. However, this dual role often brings financial andemotional pressures that require effective management. This study aims to examine the representation ofbudgeting strategies of the sandwich generation through the film Home Sweet Loan. Using a qualitative casestudy, the analysis focuses on Kaluna, a character who reflects the struggles and resilience of this generation.The findings reveal that Kaluna manages her financial challenges by reducing unnecessary expenses, savingregularly, and prioritizing family obligations, even when it means sacrificing personal interests. These depictionsdemonstrate that financial literacy and disciplined budgeting are key to coping with the double burden faced bythe sandwich generation. The study also shows that small yet consistent financial strategies can build long-termresilience. The impact emphasizes the need for stronger financial education in urban communities. Futureresearch may enrich this discussion by integrating real-life experiences of the sandwich generation to broadenthe practical application of financial strategies.
Representasi Pengendalian Diri melalui Fungsi Manajemen Tokoh Kaluna dalam Film Home Sweet Loan Amalia, Ghaitsaa Zurike; Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5639

Abstract

Pengendalian diri adalah keterampilan penting yang membantu individu mengatur pikiran, emosi,dan tindakan agar konsisten dengan tujuan jangka panjang, meski dalam tekanan. Dalammanajemen, kemampuan ini menjadi dasar untuk bertindak terarah, terkendali, dan produktif dalammencapai sasaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana film Home SweetLoan merepresentasikan pengendalian diri tokoh Kaluna dalam menghadapi konflik keluarga dantekanan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif melaluiobservasi, memakai film Home Sweet Loan sebagai data utama, serta didukung literatur relevan.Temuan penelitian menunjukkan Kaluna menerapkan fungsi manajemen pribadi lewat pengendaliandiri, seperti merencanakan tujuan membeli rumah, mengatur keuangan dengan disiplin, menjagamotivasi menabung, serta menunda keinginan pribadi demi keluarga. Pengendalian diri Kalunaterlihat pada kemampuannya menahan dorongan konsumtif, berpikir matang sebelum bertindak, danmenjaga stabilitas emosional dalam tekanan. Dampak penelitian ini menegaskan bahwapengendalian diri berfungsi sebagai strategi praktis menghadapi tantangan ekonomi dan sosial,karena membantu individu mengambil keputusan bijak dan memprioritaskan tujuan jangka panjang.Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi representasi pengendalian diri pada film laindengan konteks sosial berbeda, serta memperluas analisis melalui psikologi positif dan manajemendiri. Self-control is an essential skill that helps individuals regulate their thoughts, emotions, and actionsto remain consistent with long-term goals, even under pressure. In management, this ability servesas the foundation for acting in a directed, controlled, and productive manner to achieve objectives.This study aims to examine how the film Home Sweet Loan represents the self-control of the maincharacter, Kaluna, in facing family conflict and economic pressure. The method used is qualitativewith a narrative approach through observation, using the film Home Sweet Loan as the primarydata source, supported by relevant literature. The findings show that Kaluna applies personalmanagement functions through self-control, such as planning the goal of buying a house, managingfinances with discipline, maintaining motivation to save, and postponing personal desires for thesake of family needs. Kaluna’s self-control is reflected in her ability to resist consumptive urges,think carefully before acting, and maintain emotional stability under pressure. The impact of thisstudy emphasizes that self-control functions as a practical strategy in dealing with economic andsocial challenges, as it helps individuals make wiser decisions and prioritize goals aligned withlong-term aspirations. Further research is recommended to explore the representation of selfcontrolin other films with different social contexts and to expand the analysis using positivepsychology and self-management approaches.
Co-Authors Abdul Fadhil, Abdul Abdullah, Siti Intan Nurdiana Wong Achmad Achmad Ajeng Rachma Pertiwi, Ajeng Rachma Aji , Gagas Alam, Andi Rifdah Auliyah Alfifto Ali Imron Ali Rahman Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia, Ghaitsaa Zurike Amalia, Nayla Lisda Amaliya Sinulingga, Rizky Ameziziana, Ameziziana Amrizal Amrizal Ananda Lutfitami, Ratu Hemas Titalya Anatasya Permatha Bayu, Jezicka Anggraeni, Novi Dwi Angraeni, Navelsa Annisa, Arini Nur Anwar, Hidan Razan Apsari, Citra Widhi Aqilah , Nawal Aris, Umar Arlinda Dwi Ariyani, Diva Assita, Rodhatul Auliya, Sinta Rahmah Ayudia Arianti, Adhis Ayudya, Hasna Sima Bakti, Fauziah P. Basrowi Basrowi, Basrowi Bilqis Kinanti, Amara Calista, Ellysia Dea Catur Wulandari Chandika Maharani, Vannesya Chandra, Bintang Adi Claresta, Eilen Dany, Ahmad Devi Kristianto Dewi, Indri Mustika Dimisqiyani, Erindah Dimisyqiani, Erindah Dimysiqiyani, Erindah Dwi Ariani, Novita Indah Edi Priyanto Effendi, Muhamad Ridwan Eka Lestari Hafqi Putri Eka Setyawati, Riska Erindah Dimisyqiyani Fahria Herlambang, Ivan Faizal Achmad, Faizal Fajar Arrasyid, Mohammad Fardana, Valdavi Rachma Otta Faridah, Farah Fathiya Salsabila, Naila Ferdian, Fina Ayu Firdaus, Faidzatul Fitria, Nur Fadillah Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh Gayuh, Gagas Hadiyanto, Andy Hakam, Ahmad Hamdani, Khulaifi Haqiu, Dea Tini Hardiansyah, Putri HERI TAHIR Herlambang, Iqbal Septiyan Putra Hernawati Hernawati Hery Widijanto Humaira, Faizza Husna, Nawra Aqila Ilham Rohmatulloh, Sendi Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad Inayatul Matin, Vina Indah Dwi Ariani, Novita Irwan Irwan Izazih, Farizah Kamila, Zulfa Khairullah, Muhammad Alif Akbar Zaki Kinanti, Amara Bilqis Kurniawati, Andi Luthfiya, Anna Lydia Apriliani, Lydia Mada, Ahkamul Ihkam Marischa Resmana, Sheila Marwah Marwah Maskun Mauludina, Nadiya Maysura, Suci Qaulan Meilanda, Nurhidayati Merdeka, Muhamad Monica Monica, Monica Muchsin, Putri Rofifah Nabilah Muhammad Aswan Muhammad Fikri Munawarah Munawarah, Munawarah Mustika Dewi, Indri Nabilah , Ayu Naswar, Naswar Nitit , Petrus Pito Niza Unnavi, Ningrum Nugroho, Dewa Rizky Nur Aulia, Rihlah Nurcholis, Sony Wijaya Nurhidayat, Bella Rahma Nurpratiwi, Suci Nurwijayanti Octavia Trisukma Ayu, Linda Pamungkas Umagafi, Dimitri Pramudita Riwanti Prayoga, Deni Putri Nayla Zahra, Shafira Putri Ramadhani, Dinar Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Dinda Aulia Rahmadani, Kurniati Rahmadani, Putri Nia Rahmat Yuliawan Rahmawati, Zuli Dwi Rani, Luisa Novita Ayu Rifai, Aulia Rintaati Putri, Allea Riyan Sanjaya Rizky Amalia Rizky Hidayatullah Al Huda, Muhammad Ainur Rizky Rizky, Rizky Rizqi Faradisa, Adinda Romadhoni Sasongko, Nandamar Romli, Nada Arina Sahlimar, Nadiya Sahwa Salman Alfarisi Sari Wulandari Sary, Novytha Sauqi Futaqi Savira, Dellis Sedianingsih, Sedianingsih Seisha Hariono, Emely Sinulingga, Rizki Amalia Sinulingga, Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga Sinungga, Rizki Amalia Siti Latifah Subagyo, Mauliza Putri Suhanda, Darmin Sukatin, Sukatin Sulistya, Vira Latifah Surawardi Surawardi, Surawardi Syafiin, Resky Amalia Syafiin, Rezky Amalia Syifa Khairunnisa, Syifa Tari, Najwa Rahmanda Tumangger, Masni Terima Dariani Ulfa, Dita Fachriza Virelita Maharani, Armaniella Wan Rizca Amelia, Wan Rizca Wardani , Nazhifah Wardani, Nazhifah Wijonarko, Gugus Wishelda Izdihar, Damara Yuandina, Radhika Yuliandre, Yuliandre Yuniati, Anggita Dwi Zahra Hasoloan, Hanifah Az Zahroh, Arina Saffanah