p-Index From 2021 - 2026
12.119
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Record and Library Journal Hasanuddin Law Review Jurnal Studi Al-Qur'an Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Halu Oleo Law Review MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI IKRA-ITH EKONOMIKA Warta Penelitian Perhubungan Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat SIGn Jurnal Hukum Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Indonesia Berdaya Journal Economy And Currency Study (JECS) Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam RIO LAW JURNAL JURNAL BARUNA HORIZON TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal PKM Manajemen Bisnis Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Applied Business and International Management Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Multiverse: Open Multidisciplinary Journal IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal of Educational Research and Humaniora (JERH) Journal of Exploratory Dynamic Problems Tadris: Manajemen Pendidikan Islam AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Warta Penelitian Perhubungan Journal of Education and Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Gaya Manajemen Konflik Competing dan Collaborating dalam Tim pada Film Moneyball Wardani, Nazhifah; Gayuh Aji, Gagas; Amaliyah, Amaliyah; Dimisqiyani, Erindah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.5568

Abstract

ABSTRAK Dinamika organisasi sering kali memunculkan konflik, terutama dalam tim yang bergantung padakolaborasi untuk mencapai tujuan mereka. Dalam tim olahraga, perbedaan pendapat mengenai peran,strategi, dan komunikasi dapat berdampak signifikan terhadap kinerja serta hubungan antaranggota.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gaya manajemen konflik, khususnya competingdan collaborating, ditampilkan dalam film Moneyball (2011) serta bagaimana pendekatan tersebutmemengaruhi dinamika tim. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis konten,penelitian ini menelaah adegan, dialog, dan interaksi Billy Beane, manajer umum Oakland Athletics,terkait penerapan strategi competing dan collaborating. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Beanemenerapkan gaya competing ketika membuat keputusan strategis yang tegas dan menolak metoderekrutmen tradisional, sementara gaya collaborating muncul dalam kerja samanya dengan Peter Branddan para pemain untuk merancang solusi inovatif berbasis data. Kombinasi ini mempercepat perubahanorganisasi sekaligus memperkuat motivasi dan kerja sama tim. Penggunaan yang tepat dari masingmasing gaya memastikan konflik menjadi peluang untuk kreativitas, bukan sumber perpecahan.Penelitian ini menyoroti potensi film sebagai media reflektif dalam memahami perilaku organisasi danmanajemen konflik, yang menjembatani teori dan praktik dengan cara yang menarik. Penelitianselanjutnya dapat mengkaji film manajemen lainnya atau membandingkan strategi manajemen konflikdalam berbagai konteks organisasi untuk memperkaya perspektif tentang kepemimpinan efektif dankolaborasi tim. ABSTRACT Organizational dynamics often give rise to conflicts, particularly in teams that depend on collaborationto achieve their goals. In sports teams, disagreements about roles, strategy, and communication cansignificantly affect performance and relationships among members. This study aims to explore howconflict management styles, specifically competing and collaborating, are portrayed in the film Moneyball(2011) and how these approaches influence team dynamics. Using a qualitative descriptive method withcontent analysis, the research examines scenes, dialogues, and interactions of Billy Beane, the generalmanager of the Oakland Athletics, in relation to his application of competing and collaborating strategies.The findings reveal that Beane applies the competing style when making firm strategic decisions andresisting traditional recruitment methods, while the collaborating style emerges in his cooperation withPeter Brand and the players to design innovative, data-driven solutions. This combination accelerates organizational change while strengthening motivation and teamwork. Proper use of each style ensuresthat conflicts become opportunities for creativity rather than sources of division.The study highlights thepotential of films as reflective media for understanding organizational behavior and conflict management,bridging theory and practice in an engaging way. Future research may examine other management-relatedfilms or compare conflict management strategies across different organizational contexts to enrichperspectives on effective leadership and team collaboration.
Representasi Strategy Budgeting Generasi Sandwich di Perkotaan (Studi Kualitatif pada Film Home Sweet Loan) Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizki Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5629

Abstract

Fenomena sandwich generation semakin nyata dalam kehidupan masyarakat perkotaan, di mana individudituntut untuk memenuhi kebutuhan dirinya sekaligus menanggung beban keluarga. Namun, kondisi ganda inisering menimbulkan tekanan finansial dan emosional yang membutuhkan pengelolaan efektif. Penelitian inibertujuan menganalisis representasi strategi pengelolaan anggaran sandwich generation melalui film Home SweetLoan. Dengan metode kualitatif studi kasus, fokus analisis diarahkan pada tokoh Kaluna yang menggambarkanperjuangan serta ketahanan generasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaluna mampu menghadapitantangan keuangan dengan mengurangi pengeluaran konsumtif, menabung secara konsisten, dan mengutamakankebutuhan keluarga meski harus mengorbankan kepentingan pribadi. Representasi tersebut menegaskan bahwaliterasi keuangan dan disiplin dalam menyusun anggaran merupakan kunci untuk bertahan dalam beban gandasandwich generation. Studi ini juga menyoroti bagaimana strategi kecil namun konsisten dapat membangunketahanan finansial jangka panjang. Dampak penelitian menekankan pentingnya pendidikan finansial dimasyarakat perkotaan. Penelitian selanjutnya dapat memperkaya pembahasan dengan memasukkan pengalamannyata sandwich generation untuk memperluas penerapan praktis strategi keuangan The sandwich generation phenomenon is increasingly seen as a complex reality in urban life, whereindividuals must support both themselves and their families. However, this dual role often brings financial andemotional pressures that require effective management. This study aims to examine the representation ofbudgeting strategies of the sandwich generation through the film Home Sweet Loan. Using a qualitative casestudy, the analysis focuses on Kaluna, a character who reflects the struggles and resilience of this generation.The findings reveal that Kaluna manages her financial challenges by reducing unnecessary expenses, savingregularly, and prioritizing family obligations, even when it means sacrificing personal interests. These depictionsdemonstrate that financial literacy and disciplined budgeting are key to coping with the double burden faced bythe sandwich generation. The study also shows that small yet consistent financial strategies can build long-termresilience. The impact emphasizes the need for stronger financial education in urban communities. Futureresearch may enrich this discussion by integrating real-life experiences of the sandwich generation to broadenthe practical application of financial strategies.
Representasi Pengendalian Diri melalui Fungsi Manajemen Tokoh Kaluna dalam Film Home Sweet Loan Amalia, Ghaitsaa Zurike; Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5639

Abstract

Pengendalian diri adalah keterampilan penting yang membantu individu mengatur pikiran, emosi,dan tindakan agar konsisten dengan tujuan jangka panjang, meski dalam tekanan. Dalammanajemen, kemampuan ini menjadi dasar untuk bertindak terarah, terkendali, dan produktif dalammencapai sasaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana film Home SweetLoan merepresentasikan pengendalian diri tokoh Kaluna dalam menghadapi konflik keluarga dantekanan ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif melaluiobservasi, memakai film Home Sweet Loan sebagai data utama, serta didukung literatur relevan.Temuan penelitian menunjukkan Kaluna menerapkan fungsi manajemen pribadi lewat pengendaliandiri, seperti merencanakan tujuan membeli rumah, mengatur keuangan dengan disiplin, menjagamotivasi menabung, serta menunda keinginan pribadi demi keluarga. Pengendalian diri Kalunaterlihat pada kemampuannya menahan dorongan konsumtif, berpikir matang sebelum bertindak, danmenjaga stabilitas emosional dalam tekanan. Dampak penelitian ini menegaskan bahwapengendalian diri berfungsi sebagai strategi praktis menghadapi tantangan ekonomi dan sosial,karena membantu individu mengambil keputusan bijak dan memprioritaskan tujuan jangka panjang.Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi representasi pengendalian diri pada film laindengan konteks sosial berbeda, serta memperluas analisis melalui psikologi positif dan manajemendiri. Self-control is an essential skill that helps individuals regulate their thoughts, emotions, and actionsto remain consistent with long-term goals, even under pressure. In management, this ability servesas the foundation for acting in a directed, controlled, and productive manner to achieve objectives.This study aims to examine how the film Home Sweet Loan represents the self-control of the maincharacter, Kaluna, in facing family conflict and economic pressure. The method used is qualitativewith a narrative approach through observation, using the film Home Sweet Loan as the primarydata source, supported by relevant literature. The findings show that Kaluna applies personalmanagement functions through self-control, such as planning the goal of buying a house, managingfinances with discipline, maintaining motivation to save, and postponing personal desires for thesake of family needs. Kaluna’s self-control is reflected in her ability to resist consumptive urges,think carefully before acting, and maintain emotional stability under pressure. The impact of thisstudy emphasizes that self-control functions as a practical strategy in dealing with economic andsocial challenges, as it helps individuals make wiser decisions and prioritize goals aligned withlong-term aspirations. Further research is recommended to explore the representation of selfcontrolin other films with different social contexts and to expand the analysis using positivepsychology and self-management approaches.
Persepsi Penggemar terhadap Sistem Kepemimpinan Manajemen Idol Group JKT48 dalam Pengambilan Keputusan Chandra, Bintang Adi; Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5641

Abstract

Twitter/X dan platform sejenis kini menjadi medium utama bagi penggemar JKT48 dalammenyampaikan kritik maupun saran kepada manajemen. Ungkapan tersebut lahir tidak sematakarena ketidakpuasan terhadap harga tiket, kualitas acara, atau janji yang tidak ditepati, melainkanjuga karena kepedulian terhadap keberlanjutan grup dalam jangka panjang. Respons manajemencenderung reaktif dan tidak konsisten, biasanya baru muncul ketika kontroversi meluas di ruangpublik, sehingga menurunkan persepsi transparansi dan akuntabilitas. Meski demikian, masukanpenggemar terbukti memengaruhi kebijakan strategis seperti pemilihan lagu maupun pengelolaanevent dan menegaskan posisi penggemar sebagai pemangku kepentingan aktif, bukan sekadarkonsumen. Loyalitas emosional yang tetap terjaga meski disertai kekecewaan menegaskan peranganda penggemar sebagai pengkritik sekaligus penjaga legitimasi. Oleh karena itu, diperlukanmekanisme komunikasi yang transparan dan partisipatif untuk memperkuat kepercayaan, menjagalegitimasi, serta memastikan keberlanjutan jangka panjang. Studi komparatif pada ekosistem idoladi Asia Tenggara dapat membantu menilai apakah dinamika ini bersifat kultural atau memilikirelevansi global. Platforms such as Twitter/X have emerged as the dominant medium through which JKT48 fansarticulate criticism and suggestions toward management. These expressions arise not only fromdissatisfaction with ticket prices, event quality, or unmet commitments, but also from a genuineconcern for the group’s long-term sustainability. Management responses, however, are largelyreactive and inconsistent, often appearing only when controversies escalate publicly, therebyweakening perceptions of transparency and accountability. Even so, fan input demonstrably shapesstrategic decisions ranging from song selection to event policies positioning fans as activestakeholders rather than passive consumers. The persistence of emotional loyalty amiddissatisfaction illustrates their dual role as critics and sustainers of legitimacy. Establishingtransparent and participatory communication mechanisms is thus essential for building trust,maintaining legitimacy, and ensuring sustainable growth. Comparative studies within SoutheastAsian idol ecosystems may further illuminate whether these dynamics are culturally specific orglobally resonant.
Representasi Kepemimpinan Transformasional dalam Memotivasi Kerja Karyawan pada Film The Intern Auliya, Sinta Rahmah; Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5642

Abstract

Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.Seorang pemimpin tidak hanya berperan dalam memberikan arahan, tetapi juga dalam menumbuhkan motivasi,semangat, dan kepercayaan diri sehingga anggota tim mampu menghadapi tantangan bersama. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis penerapan kepemimpinan transformasional yang ditampilkan oleh tokoh Ben dalamfilm The Intern. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif, menggunakanpengamatan terhadap adegan dan dialog yang merepresentasikan gaya kepemimpinan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Ben berhasil menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional, yaitu pengaruhideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Perilaku teladan serta dukungan yangia berikan tidak hanya membantu Jules, selaku pemimpin perusahaan, untuk kembali percaya diri, tetapi jugamendorong karyawan menjadi lebih partisipatif, percaya diri, dan optimis dalam bekerja. Film ini menekankanbahwa kepemimpinan sejati tidak semata ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh integritas, empati, dankemampuan untuk memberi inspirasi. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa setiap individu memilikipotensi untuk menjadi pemimpin transformasional yang mampu menciptakan perubahan positif, baik dalamkonteks organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Leadership is an important factor in creating a positive and collaborative work environment. Leaders not onlyplay a role in providing direction, but also in fostering motivation, enthusiasm, and confidence so that teammembers are able to face challenges together. This study aims to analyze the application of transformationalleadership displayed by the character Ben in the film The Intern. The study was conducted using a qualitativeapproach through descriptive analysis, using observations of scenes and dialogues that represent leadershipstyles. The results show that Ben successfully applied the four dimensions of transformational leadership, namelyideal influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individual consideration. His exemplarybehavior and support not only helped Jules, as the company's leader, regain her confidence, but also encouragedemployees to be more participatory, confident, and optimistic in their work. This film emphasizes that trueleadership is not solely determined by position, but by integrity, empathy, and the ability to inspire. These findingsprovide an understanding that every individual has the potential to become a transformational leader capable ofcreating positive change, both in an organizational context and in everyday life.
Representasi Navigasi Ketidaktahuan dan Adaptasi Risiko Karakter Yuri Orlov dalam Film “Lord of War” Nugroho, Dewa Rizky; Zahra Hasoloan, Hanifah Az; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5644

Abstract

Penelitian ini menelaah lebih dalam bagaimana film "Lord of War" merepresentasikan strategiadaptasi cepat Yuri Orlov sebagai bentuk menavigasi ketidaktahuan (navigating ignorance) untukmengelola risiko dalam lingkungan yang tidak pasti. Dengan menggabungkan konsep rasionalitasterbatas (bounded rationality), pemaknaan (sensemaking), dan heuristik, menavigasi ketidaktahuanmenjadi strategi bertahan hidup yang mengandalkan adaptasi, intuisi, dan pemahaman cepatterhadap situasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif pada film "Lord ofWar" (2005), penelitian ini menerapkan analisis konten tematik untuk menginterpretasikan adeganadegankunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi strategi menavigasi ketidaktahuanYuri Orlov diwujudkan melalui serangkaian tindakan adaptif yang melampaui manajemen risikokonvensional, yang juga berfungsi sebagai kritik naratif. Pada akhirnya, film "Lord of War"menggambarkan Yuri Orlov bukan sebagai penyebab utama ketidakstabilan, melainkan sebagaigejala dari sistem dunia yang cacat, di mana kesuksesannya menjadi dakwaan atas kegagalaninstitusi global. This study delves deeper into how the film "Lord of War" represents Yuri Orlov's rapid adaptationstrategy as a form of navigating ignorance to manage risk in an uncertain environment. Bycombining the concepts of bounded rationality, sensemaking, and heuristics, navigating ignorancebecomes a survival strategy that relies on adaptation, intuition, and a swift understanding of thesituation. Using a qualitative approach with descriptive analysis on the film "Lord of War" (2005),this study applies thematic content analysis to interpret key scenes. The results show that therepresentation of Yuri Orlov's strategy of navigating ignorance is manifested through a series ofadaptive actions that transcend conventional risk management, which also functions as a narrativecritique. Ultimately, the film "Lord of War" portrays Yuri Orlov not as the main cause of instability,but as a symptom of a flawed world system where his success serves as an indictment of the failureof global institutions.
Interpretasi Gaya Kepemimpinan Transformasional oleh Tokoh Genta pada Film 5cm Kinanti, Amara Bilqis; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan gaya kepemimpinan transformasional yangditunjukkan oleh tokoh Genta dalam film 5 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptifkualitatif dengan pendekatan naratif, melalui observasi adegan yang merepresentasikan empatdimensi kepemimpinan transformasional: idealized influence, inspirational motivation, intellectualstimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genta mampumenjadi teladan, memberikan motivasi, mendorong pemikiran kritis, serta memperhatikankebutuhan individu anggota kelompok. Keempat dimensi tersebut berperan penting dalam menjagakekompakan dan semangat kelompok hingga berhasil mencapai puncak Mahameru. Temuan inimembuktikan bahwa kepemimpinan transformasional tidak hanya relevan dalam organisasi formal,tetapi juga dapat diaplikasikan dalam dinamika sosial sehari-hari, termasuk dalam narasi film. This study aims to interpret the transformational leadership style demonstrated by Genta in the film5 cm. The research method used is descriptive qualitative with a narrative approach, focusing on theobservation of scenes that represent the four dimensions of transformational leadership: idealizedinfluence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. Thefindings indicate that Genta serves as a role model, provides motivation, encourages criticalthinking, and shows concern for the individual needs of group members. These four dimensions playa crucial role in maintaining group cohesion and enthusiasm, enabling them to reach the peak ofMahameru. This study highlights that transformational leadership is not only relevant in formalorganizations but can also be applied in everyday social dynamics, including within film narratives.
Representasi Kesadaran Gender dan Budaya Patriarki Jawa Melalui Analisis Naratif pada Film Kartini 2017 Rizky Hidayatullah Al Huda, Muhammad Ainur; Kinanti, Amara Bilqis; Dimisyqiyani, Erindah; Aji, Gagas Gayuh; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5656

Abstract

Film berperan sebagai media visual yang kuat yang tidak hanya menghibur tetapi juga berfungsisebagai alat edukasi dan platform untuk refleksi sosial dan budaya, khususnya terkait isu kesadarangender. Film Kartini (2017) menggambarkan perjuangan historis Raden Adjeng Kartini melawanbudaya patriarki Jawa yang mengakar yang membatasi peran, kebebasan, dan akses pendidikanperempuan. Karya sinematik ini menyoroti baik representasi simbolis maupun naratif tentang relasigender dalam masyarakat tradisional serta mengungkap kompleksitas emansipasi perempuan ditengah keterbatasan budaya. Namun, penelitian-penelitian sebelumnya cenderung lebih berfokuspada perlawanan pribadi dan sikap ideologis Kartini, sering kali mengabaikan analisis menyeluruhterhadap strategi visual dan naratif film yang merepresentasikan kesadaran gender dan budayapatriarki secara holistik. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakanpendekatan analisis naratif kualitatif untuk mengeksplorasi bagaimana film Kartini membangun danmenyampaikan kesadaran gender serta dinamika patriarki Jawa melalui alur cerita, pengembangankarakter, dan mise-en-scène. Dengan mengintegrasikan teori sosial-budaya dan naratologi, studi inidiharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana representasisinematik berkontribusi memperluas kesadaran masyarakat tentang kesetaraan gender serta secarakritis menantang norma patriarki dalam masyarakat Jawa. Temuan penelitian diharapkan dapatmengembangkan diskursus dalam kajian media, representasi gender, dan kritik budaya, sekaligusmenegaskan relevansi film sebagai media perubahan sosial di Indonesia. Film serves as a potent visual medium that not only entertains but also functions as an educationaltool and a platform for social and cultural reflection, especially regarding issues of genderawareness. The 2017 film Kartini portrays the historical struggle of Raden Adjeng Kartini againstthe entrenched Javanese patriarchal culture that restricts women's roles, freedoms, and access toeducation. This cinematic work highlights both the symbolic and narrative depictions of genderrelations within a traditional society and sheds light on the complexities of female emancipationamid cultural constraints. However, prior studies tend to concentrate predominantly on Kartini'spersonal resistance and ideological stance, often overlooking a comprehensive analysis of the film'svisual and narrative strategies that represent gender consciousness and patriarchal culture in aholistic manner. This research aims to fill this gap by employing a qualitative narrative analysisapproach to explore how the film Kartini constructs and conveys gender awareness and Javanesepatriarchal dynamics through its storyline, character development, and mise-en-scène. Byintegrating socio-cultural theory with narratology, this study seeks to offer a nuanced understandingof how cinematic representations contribute to broadening public awareness of gender equality andcritically challenge patriarchal norms in Javanese society. The findings are expected to advancediscourse in media studies, gender representation, and cultural critique, underscoring the relevanceof film as a medium for social change in Indonesia.
Representasi Sifat Kepemimpinan (Trait of Leadership) Pada Tokoh Willy Wonka dalam Film “Wonka 2023” Fikri, Muhammad; Amaliyah, Amaliyah; Dimisyqiyani, Erindah; Sinulingga, Rizki Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5662

Abstract

Kepemimpinan merupakan faktor krusial yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalammencapai visi dan misi yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi sifatkepemimpinan pada tokoh Willy Wonka dalam film Wonka (2023), serta mengidentifikasi karakteristikdominan yang membentuk kepribadiannya sebagai pemimpin. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasipengaruh sifat-sifat kepemimpinan tersebut terhadap dinamika sosial yang berkembang dalam narasi cerita.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode deskriptif.Data diperoleh melalui observasifilm, dokumentasi visual, dan studi literatur, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles danHuberman. Hasil temuan menunjukkan bahwa tokoh Wonka menampilkan sejumlah karakteristik utamadalam teori sifat kepemimpinan, seperti kepercayaan diri, integritas, kecerdasan emosional, serta ketekunandalam merealisasikan visinya. Kepemimpinan yang diperlihatkan mencerminkan figur yang mampumenginspirasi, membangun hubungan sosial yang positif, dan mempertahankan nilai-nilai moral dalamsituasi yang penuh tantangan. Temuan ini mendukung asumsi bahwa kualitas personal dapat menjadi fondasiutama dalam membentuk efektivitas kepemimpinan. Namun demikian, pendekatan sifat dalamkepemimpinan kerap dikritik karena berpotensi menimbulkan bias individualistik dan mengabaikanpentingnya pembelajaran, pengalaman, serta adaptasi terhadap sosial dan budaya yang terus berubah.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan teori kepemimpinan lainnya guna memberikanpemahaman yang lebih adaptif terhadap realitas sosial yang terus berubah. Leadership is a crucial factor that determines the success of an organization in achieving itsestablished vision and mission. This study aims to analyze the representation of leadership traits in thecharacter of Willy Wonka in the film Wonka (2023), and to identify the dominant characteristics that shapehis personality as a leader. In addition, this research explores how these leadership traits influence the socialdynamics that unfold throughout the narrative. The study employs a qualitative approach with a descriptivemethod. Data were collected through film observation, visual documentation, and literature review, andanalyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings indicate that the character ofWonka demonstrates several key attributes of trait theory of leadership, such as self-confidence, integrity,emotional intelligence, and perseverance in realizing his vision. The portrayed leadership reflects a figurecapable of inspiring others, fostering positive social relationships, and upholding moral values in the face ofchallenges. These findings support the assumption that personal qualities can serve as a fundamental basisfor effective leadership. However, the trait-based approach to leadership has often been criticized for itspotential to promote individualistic bias and for overlooking the importance of learning, experience, andadaptation to evolving social and cultural contexts. Future research is recommended to integrate otherleadership theories in order to provide a more adaptive and contextually grounded understanding ofleadership in complex social realities.
Representasi Gaya Kepemimpinan Tokoh Raya Pada Film Raya And The Last Dragon Terhadap Perilaku Organisasi Di Era Modern Dwi Ariani, Novita Indah; Dimisyqiyani, Erindah; Amaliyah, Amaliyah; Sinulingga, Rizky Amalia; Aji, Gagas Gayuh
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5667

Abstract

Dalam konteks organisasi modern, kepemimpinan dianggap sebagai faktor strategisdalam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perbedaan generasi. Studi inimenganalisis representasi gaya kepemimpinan Raya dalam film Raya and The LastDragon dan relevansinya dengan praktik kepemimpinan kontemporer. Menggunakanmetode kualitatif dan analisis konten, data utama diperoleh dari film animasi Disney(2021), yang menggambarkan dinamika kepemimpinan, kolaborasi, dan perilakuorganisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Raya mewakili keberanian dalampengambilan keputusan, konsistensi dalam mencapai tujuan, motivasi kelompok,apresiasi terhadap anggota lain, dan kemampuan belajar dari kesalahan. Temuan inisejalan dengan kebutuhan organisasi modern yang menekankan kepercayaan, empati, dankolaborasi lintas generasi. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis, memperkaya studikepemimpinan dengan perspektif media populer, dan praktis, memberikan inspirasi bagiorganisasi untuk membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif. Studilebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan representasi kepemimpinan diberbagai media budaya guna menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. In the context of modern organizations, leadership is considered a strategic factor infacing the challenges of globalization, digitalization, and generational differences. Thisstudy analyzes the representation of Raya's leadership style in the film Raya and The LastDragon and its relevance to contemporary leadership practices. Using qualitativemethods and content analysis, the main data was obtained from the Disney animated film(2021), which depicts the dynamics of leadership, collaboration, and organizationalbehavior. The results show that Raya represents courage in decision-making, consistencyin achieving goals, group motivation, appreciation for other members, and the ability tolearn from mistakes. These findings are in line with the needs of modern organizationsthat emphasize trust, empathy, and cross-generational collaboration. The implications ofthis research are theoretical, enriching leadership studies with a popular mediaperspective, and practical, providing inspiration for organizations to build an adaptive,collaborative, and innovative work culture. Further studies are recommended to comparerepresentations of leadership in various cultural media to produce a more comprehensiveunderstanding.
Co-Authors Abdul Fadhil, Abdul Abdullah, Siti Intan Nurdiana Wong Achmad Achmad Ajeng Rachma Pertiwi, Ajeng Rachma Aji , Gagas Alam, Andi Rifdah Auliyah Alfifto Ali Imron Ali Rahman Amalia Sinulingga , Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia, Ghaitsaa Zurike Amalia, Nayla Lisda Amaliya Sinulingga, Rizky Ameziziana, Ameziziana Amrizal Amrizal Ananda Lutfitami, Ratu Hemas Titalya Anatasya Permatha Bayu, Jezicka Anggraeni, Novi Dwi Angraeni, Navelsa Annisa, Arini Nur Anwar, Hidan Razan Apsari, Citra Widhi Aqilah , Nawal Aris, Umar Arlinda Dwi Ariyani, Diva Assita, Rodhatul Auliya, Sinta Rahmah Ayudia Arianti, Adhis Ayudya, Hasna Sima Bakti, Fauziah P. Basrowi Basrowi, Basrowi Bilqis Kinanti, Amara Calista, Ellysia Dea Catur Wulandari Chandika Maharani, Vannesya Chandra, Bintang Adi Claresta, Eilen Dany, Ahmad Deni Darmawan Devi Kristianto Dewi, Indri Mustika Dimisqiyani, Erindah Dimisyqiani, Erindah Dimysiqiyani, Erindah Dwi Ariani, Novita Indah Edi Priyanto Effendi, Muhamad Ridwan Eka Lestari Hafqi Putri Eka Setyawati, Riska Erindah Dimisyqiyani Fahria Herlambang, Ivan Faizal Achmad, Faizal Fajar Arrasyid, Mohammad Fardana, Valdavi Rachma Otta Faridah, Farah Fathiya Salsabila, Naila Ferdian, Fina Ayu Firdaus, Faidzatul Fitria, Nur Fadillah Futaqi, Sauqi Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh Gayuh Aji , Gagas Gayuh Aji, Gagas Gayuh, Gagas Hadiyanto, Andy Hakam, Ahmad Hamdani, Khulaifi Haqiu, Dea Tini Hardiansyah, Putri HERI TAHIR Herlambang, Iqbal Septiyan Putra Hernawati Hernawati Hery Widijanto Humaira, Faizza Husna, Nawra Aqila Ilham Rohmatulloh, Sendi Imam Mubaligh Gaffar, Muhammad Inayatul Matin, Vina Indah Dwi Ariani, Novita Irwan Irwan Izazih, Farizah Kamila, Zulfa Khairullah, Muhammad Alif Akbar Zaki khusnul khotimah Kinanti, Amara Bilqis Kurniawati, Andi Luthfiya, Anna Lydia Apriliani, Lydia Mada, Ahkamul Ihkam Marischa Resmana, Sheila Marwah Marwah Maskun Mauludina, Nadiya Maysura, Suci Qaulan Meilanda, Nurhidayati Merdeka, Muhamad Monica Monica, Monica Muchsin, Putri Rofifah Nabilah Muhammad Aswan Muhammad Fikri Munawarah Munawarah, Munawarah Mustika Dewi, Indri Nabilah , Ayu Naswar, Naswar Nitit , Petrus Pito Niza Unnavi, Ningrum Nugroho, Dewa Rizky Nur Aulia, Rihlah Nurcholis, Sony Wijaya Nurhidayat, Bella Rahma Nurpratiwi, Suci Octavia Trisukma Ayu, Linda Pamungkas Umagafi, Dimitri Pramudita Riwanti Prayoga, Deni Putri Nayla Zahra, Shafira Putri Ramadhani, Dinar Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Dinda Aulia Rahmadani, Kurniati Rahmadani, Putri Nia Rahmawati, Zuli Dwi Rani, Luisa Novita Ayu Rifai, Aulia Rintaati Putri, Allea Riyan Sanjaya Rizky Amalia Rizky Hidayatullah Al Huda, Muhammad Ainur Rizky Rizky, Rizky Rizqi Faradisa, Adinda Romadhoni Sasongko, Nandamar Romli, Nada Arina Sahlimar, Nadiya Sahwa Salman Alfarisi Sari Wulandari Sary, Novytha Savira, Dellis Sedianingsih, Sedianingsih Seisha Hariono, Emely Sinulingga, Rizki Amalia Sinulingga, Rizky Amalia Sinulingga, Rizqy Amalia Sinulingga Sinungga, Rizki Amalia Siti Latifah Subagyo, Mauliza Putri Suhanda, Darmin Sukatin, Sukatin Sulistya, Vira Latifah Surawardi Surawardi, Surawardi Syafiin, Resky Amalia Syafiin, Rezky Amalia Syifa Khairunnisa, Syifa Tari, Najwa Rahmanda Tumangger, Masni Terima Dariani Ulfa, Dita Fachriza Virelita Maharani, Armaniella Wan Rizca Amelia, Wan Rizca Wardani , Nazhifah Wardani, Nazhifah Wijonarko, Gugus Wishelda Izdihar, Damara Yuandina, Radhika Yuliandre, Yuliandre Yuliawan, Rahmat Yuniati, Anggita Dwi Zahra Hasoloan, Hanifah Az Zahroh, Arina Saffanah