p-Index From 2021 - 2026
12.877
P-Index
This Author published in this journals
All Journal POSITRON Jurnal Neutrino : jurnal fisika dan aplikasinya Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Islam Futura Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kamaya: Jurnal Ilmu Agama KABILAH : Journal of Social Community Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Usrah : Jurnal Al-Ahwal As-Syakhsiyah At-Tafkir Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Unes Law Review Journal of Humanities and Social Studies Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prologia MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Risenologi AUTOCRACY: Jurnal Otomasi, Kendali, dan Aplikasi Industri AL-Ishlah : Jurnal Ilmiah Hukum Jurnal Darma Agung Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam LEGAL BRIEF Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Journal Of Human And Education (JAHE) PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Journal of Student Research QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Sufiya Journal Of Islamic Studies Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Student Research Journal Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa IIJSE Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Tabayyun : Journal of Islamic Studies Tabayyanu : Journal of Islamic Law Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Fatih: Journal of Contemporary Research Mesada: Journal of Innovative Research Albayan : Journal of Islam and Muslim Societies Jurnal Hukum Keluarga Jurnal Abdimas Sains Jurnal Teologi Islam At-Tadris: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Di KUA Medan Marelan: Kajian Empiris Pelaksanaan Kepdirjen Bimas Islam No. 172/2022 Diniyati, Diniyati; Firmansyah, Heri
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 14 No. 3 (2025): Maqasid Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v14i3.28901

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin di KUA Medan Marelan, pandangan peserta tentang pentingnya program, faktor yang mendukung dan menghambat, serta langkah perbaikan yang realistis. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan pendaftaran dan administrasi sudah sesuai aturan, namun sejak 2024 pelaksanaan lebih banyak memakai metode mandiri berdurasi sekitar 30 menit dengan fokus latihan ijab qabul dan materi dasar, sementara metode tatap muka dan virtual belum berjalan; konten bimbingan tetap mengikuti lima materi pokok resmi. Persepsi peserta umumnya positif: 55% menilai program sangat penting dan 35% penting karena memberi bekal pengetahuan, kesiapan mental–spiritual, dan keterampilan praktis berumah tangga. Faktor pendukung utama adalah kompetensi narasumber, kejelasan modul nasional, dan komunikasi yang terarah; hambatan utama meliputi keterbatasan anggaran dan sarana serta rendahnya kehadiran akibat benturan jam kerja. Rekomendasi mencakup mengaktifkan kembali sesi tatap muka, menambah opsi virtual/hybrid dengan jadwal fleksibel, meningkatkan kapasitas fasilitator, dan menerapkan monitoring–evaluasi sederhana berbasis umpan balik. Kontribusi penelitian adalah menawarkan paket langkah praktis yang dapat langsung diadopsi KUA, mendorong penguatan dukungan pendanaan dan kolaborasi lintas sektor, serta menyediakan rancangan penilaian operasional sederhana untuk memantau mutu layanan bimbingan perkawinan di lingkungan perkotaan. Kata Kunci: Bimbingan Perkawinan; Calon Pengantin; KUA; Kepdirjen Bimas Islam 172/2022.
Analysis of Islamic Law and Positive Law on Marriage Due to Violation of Moral Norms Muhammad Sya’ban Siregar; Syafruddin Syam; Heri Firmansyah
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 2 (2025): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i2.6512

Abstract

Violations of moral norms often have significant social impacts, one of which is marriage which is carried out as a form of resolving moral conflicts in society. This article aims to analyze marriage due to violations of moral norms in Pematang Siantar City based on the perspective of Islamic law and positive law in Indonesia. In Islamic law, marriage is often considered a solution to normalize social relations after the occurrence of a violation, although there are requirements and principles that must be met. Meanwhile, positive law in Indonesia emphasizes the formal legality aspect and does not explicitly regulate the obligation to marry in such situations. This study also discusses various social implications that arise as a result of this phenomenon, such as social pressure on the individuals involved, as well as its impact on household stability. Using a normative-juridical approach, this article reviews how the two legal systems view this phenomenon, as well as providing an overview of the integration efforts between religious, legal, and cultural values in resolving this problem. The results of the analysis show that a comprehensive approach is needed to handle marriage cases due to violations of moral norms, in order to ensure justice for all parties involved.
Penalaran Hukum (Istinbāṭ) Walimatul ‘Ursy dalam Fikih Syafi’iyah dan Relevansinya terhadap Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Marpaung, Mukhlis Tri Mulya; Heri Firmansyah
Albayan Journal of Islam and Muslim Societies Vol. 2 No. 02 (2025)
Publisher : Albayan Journal of Islam and Muslim Societies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walīmat al-ʿurs constitutes an important socio-religious practice in Islamic marriage, particularly within Muslim societies that adhere to the Shāfiʿī school of law. This article examines the legal reasoning (istinbāṭ) employed by Shāfiʿī jurists in determining the legal status of walīmat al-ʿurs and analyzes its relevance to Indonesia’s Compilation of Islamic Law (Kompilasi Hukum Islam/KHI). Employing a normative legal research method with conceptual and comparative approaches, this study analyzes classical Shāfiʿī legal texts alongside statutory Islamic family law in Indonesia. The findings demonstrate that Shāfiʿī jurists derive the ruling of walīmat al-ʿurs through an integrative mode of legal reasoning that combines textual commands of the Prophet, contextual indicators (qarāʾin), and functional considerations of marriage publicity (iʿlān al-nikāḥ), resulting in its classification as sunnah muʾakkadah. Meanwhile, the absence of explicit regulation on walīmat al-ʿurs in the KHI reflects a legislative choice to prioritize administrative and juridical aspects of marriage over ritual-social practices. This study argues that walīmat al-ʿurs remains epistemologically, normatively, and functionally relevant to the KHI as a form of living Islamic law that complements codified legal norms. The article contributes to Islamic legal scholarship by highlighting the continued relevance of classical Shāfiʿī legal reasoning in understanding and evaluating contemporary Islamic family law in Indonesia.
Persepsi dan Praktik Masyarakat terhadap Zihar dalam Perspektif Fiqh Munakahat: Studi Kasus di Desa Simangambat, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara Isman Nuddin Ritonga; Heri Firmansyah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 02 (2026): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i02.8933

Abstract

This study aims to analyze public perceptions of zihar, examine its practice in domestic life, and explain its legal and social implications from the perspective of fiqh munakahat. The study employed a qualitative approach with field research conducted in Simangambat Village, North Padang Lawas Regency. Data were obtained through in-depth interviews with religious leaders, community leaders, village officials, and married couples. Data were analyzed thematically by comparing social practices and normative provisions of Islamic law. The results reveal a clear gap between the norms of fiqh munakahat and social reality, where zihar is perceived as an emotional expression or a joke without legal consequences. This finding indicates a weak internalization of Islamic family law and the potential for injustice in marital relations. This study emphasizes the importance of strengthening contextual and sustainable fiqh munakahat education at the community level.
Fenomena laki-laki Gen Z takut menikah akibat standarisasi finansial tinggi oleh calon wanita (Analisis Tafsir Q.S An -Nur ayat 32) Noer Zaini Khalis; Heri Firmansyah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9111

Abstract

The phenomenon of reluctance or fear of marriage (marriage phobia) among Generation Z men in Indonesia is increasingly on the rise. One of the main determining factors is psychological pressure due to the high financial standards set by prospective female partners or their families. This often clashes with the economic reality of Gen Z, who are at the early stages of their careers, causing anxiety about their inability to meet material expectations. This study uses a qualitative method with a library research approach. Analysis was conducted using interpretative and thematic methods on Q.S. An-Nur verse 32 as an analytical tool to address the issue of financial anxiety. Data were collected from classical and contemporary exegesis literature, as well as sociology journals related to Gen Z marriage behavior. This study aims to reconstruct understanding regarding Allah's assurance for those who intend to marry in order to protect their personal dignity. The analysis results show that Q.S. An-Nur verse 32 conveys an optimistic message that marriage is a gateway to sustenance, not a burden that must wait for absolute financial stability. This verse emphasizes that poverty is not a barrier to the legitimacy of marriage, but rather an encouragement for society to help facilitate the process. This interpretation offers a theological solution for Gen Z men to shift their focus from financial fears to mental preparedness and measured efforts, while also serving as a critique of the shift in marriage values that tend to be materialistic in the modern era.
Anomali Pernikahan: Determinasi Weton dalam Pernikahan Tradisi Jawa Persfektif Hukum Keluarga Islam Willy Zulfan; Heri Firmansyah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9121

Abstract

The weton tradition is part of the local wisdom of Javanese society and continues to influence social practices, including determining marital compatibility. In practice, determining the birth date of a prospective partner through weton calculations is often used as a basis for proceeding with or canceling marriage plans. This phenomenon creates an anomaly when the weton tradition clashes with the principles of Islamic family law, which emphasize the pillars and requirements of marriage derived from the Quran and Hadith. This article aims to analyze the role of the weton tradition in marriage from the perspective of Islamic family law and examine the limits of tolerance between custom and sharia. The research method used is qualitative research with a normative-juridical and sociological approach. The results of the study indicate that the weton tradition is acceptable as long as it does not conflict with the principles of faith and is not used as a determining factor in determining the validity of a marriage.
Wali Adhol in Islamic Family Law and Its Relevance to Indonesian Marriage Law Fillah , Zamzam Al-Fathoni; Adly, Muhammad Amar; Firmansyah, Heri; Yahya, Mariati
Jurnal Hukum Keluarga Vol. 3 No. 01 (2026): Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : PT. Ratu Bilqis Azzahira bekerjasama dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63731/jhk.v3i01.23

Abstract

This article examines the concept of wali adhol (reluctant or refusing guardian) within Islamic family law and analyzes its relevance and institutionalization in Indonesian marriage law. A wali adhol refers to a marriage guardian who unjustifiably refuses to solemnize the marriage of a woman under his guardianship despite the fulfillment of Islamic legal requirements. Employing a normative juridical method with conceptual and comparative approaches, this study analyzes classical fiqh doctrines, statutory regulations, and judicial practices in Indonesia. The findings demonstrate that the doctrine of wali adhol has been systematically incorporated into Indonesian positive law through Article 23 of the Compilation of Islamic Law (KHI) and relevant regulations of the Ministry of Religious Affairs. The Religious Courts are vested with the authority to determine the status of wali adhol and to appoint a wali hakim (judicial guardian) as a substitute, thereby safeguarding women’s rights to marriage. This study argues that the regulation of wali adhol reflects a substantive harmonization between Islamic law and national law, grounded in principles of justice, legal certainty, and the protection of human rights.
Problematika Tawkil Wali Dalam Perkawinan Kontemporer Tara, Nurmalia; Firmansyah, Heri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3392

Abstract

Tawkil wali merupakan salah satu mekanisme penting dalam pelaksanaan akad nikah yang memungkinkan wali untuk mewakilkan kewenangannya kepada orang lain. Dalam konteks perkawinan kontemporer, praktik tawkil wali menghadapi berbagai problematika, baik dari aspek syar'i maupun hukum positif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika tawkil wali dalam perkawinan kontemporer, kedudukan hukumnya dalam perspektif fiqh dan hukum positif Indonesia, serta solusi yang dapat ditawarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika tawkil wali meliputi: ketidakpahaman masyarakat tentang syarat dan rukun tawkil, penyalahgunaan wewenang oleh wakil wali, ketidakjelasan status wali dalam kondisi tertentu, dan benturan antara hukum adat dengan hukum Islam. Solusi yang ditawarkan meliputi peningkatan edukasi hukum perkawinan Islam, penguatan peran KUA, dan harmonisasi hukum positif dengan syariat Islam.
Mahar dalam Akad Nikah Menurut Perspektif Fikih Syafi’iyyah Utama, Bagus Wahyuda; Firmansyah, Heri
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gy0cb534

Abstract

Mahar (ṣadāq) merupakan salah satu konsekuensi hukum yang melekat pada akad nikah dalam Islam dan berfungsi sebagai hak ekonomi istri yang wajib dipenuhi oleh suami. Dalam fikih mazhab Syafi‘i, mahar memiliki kedudukan strategis meskipun tidak termasuk rukun nikah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep mahar dalam akad nikah menurut perspektif fikih Syafi‘iyyah dengan menelaah landasan normatif, kedudukan hukum, bentuk dan kadar mahar, serta implikasi hukumnya terhadap relasi suami istri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan normatif-doktrinal. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab fikih mazhab Syafi‘i yang mu‘tabar, didukung oleh literatur hukum Islam berbahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahar dalam fikih Syafi‘iyyah dipahami sebagai hak absolut istri yang lahir secara otomatis akibat akad nikah atau hubungan suami istri yang sah. Fleksibilitas penentuan mahar, pengaturan mahar mitsil, serta perlindungan hak istri dalam pelaksanaannya mencerminkan orientasi keadilan dan perlindungan perempuan dalam hukum keluarga Islam. Konsep mahar dalam mazhab Syafi‘i juga memiliki relevansi yang kuat dengan sistem hukum perkawinan Islam di Indonesia.
Konsep Kafaah dalam Hukum Perkawinan Islam: Telaah dari Kitab Fathul Muin Manalu, Agus Salim Boang; Firmansyah, Heri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p8wh2y17

Abstract

Konsep kafā’ah (kesetaraan atau kecocokan) dalam hukum perkawinan Islam merupakan prinsip normatif yang bertujuan menjaga keharmonisan dan keberlangsungan rumah tangga. Namun demikian, penafsiran dan penerapannya kerap menimbulkan perdebatan, terutama dalam konteks masyarakat modern yang menekankan kesetaraan gender dan perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kafā’ah dalam hukum perkawinan Islam berdasarkan perspektif fikih klasik, khususnya dalam kitab Fath al-Mu‘īn karya al-Imām al-Ramlī, serta menelaah relevansinya dalam konteks hukum dan sosial masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab-kitab fikih klasik, terutama Fath al-Mu‘īn, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur ilmiah kontemporer, artikel jurnal, dan peraturan perundang-undangan terkait hukum keluarga Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif-analitis untuk mengungkap makna normatif dan kontekstual dari konsep kafā’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafā’ah dalam hukum perkawinan Islam menekankan kesetaraan dalam aspek agama, akhlak, nasab, status sosial, dan kualitas pribadi guna mencegah terjadinya konflik dalam perkawinan. Namun, penerapan kafā’ah tidak bersifat mutlak dan perlu dipahami secara kontekstual. Dalam praktik kontemporer di Indonesia, kafā’ah lebih berfungsi sebagai pertimbangan etis daripada syarat hukum yang kaku, seiring dengan berkembangnya perspektif mengenai hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kafā’ah tetap relevan dalam hukum perkawinan Islam, namun penerapannya perlu disesuaikan dengan dinamika sosial modern agar tetap mencerminkan keadilan, keharmonisan, dan perlindungan hak individu dalam perkawinan.
Co-Authors Achmadi, Ridho Adji Prasetia Adly , Mhd Amar Adly, Amar Adly, M. Amar Adly, Mhd Amar Ahmad Fathan Aniq Ahmad Fathan Aniq Ahmad Zaky Nauval Aisah Akmaluddin Syahputra Alfian, Ady Amar Adly Amar Adly, Muhammad andi_89, heri Anna Muwaffika Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah Ardiansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariyanti, Shallu Fidhah Astri Mutiar Aulia Fahira Hanan Ayu Permata Sar Sari Azwani Lubis Bahagia, Marthin Virgo Dahanum, Wani Dalimunthe, Said Hasan Al-Khindawi Delvira, Shania Dewanti, Kunti Dewi Muliyati Diki Ardian Saputra Diniyati Diniyati, Diniyati Erika Nurul Hidayah Faisar Ananda Arfa Faishal Faishal Fathurrahman, M. FATIMAH FATIMAH Fatkhurrohman, Abdau Fauzi, Lutfi Febrianti, Yana Fillah , Zamzam Al-Fathoni Ghafar, Taufik Hadi Nasbey Haidir, Haidir Hamid, Ikmal hamsah hudafi Hanan, Aulia Fahira Harahap, Hasyim Thahara Hasibuan, Ahmad Ridoan Heni Purnama Heriamsyah Simanjuntak Hermanta, Catur Anthony Hersaputra, Nugraha Hidayah, Erika Nurul Imam Yazid Indah Amani Lubis Indah Amani Lubis Irham Dongoran Irwan Irwan Isman Nuddin Ritonga Jumita Riska Juni Arnisa Napitupulu Kasanova, Aldi Khairatun Nisa Khairul Amri Khan, Shak Rhuk Kumala, Wati Laila Suhada Laila Syuhada Lestari, Intan Rachmawati Lubis, Partaonan Manalu, Agus Salim Boang Mardina Ratna Sari Ritonga Marpaung, Mukhlis Tri Mulya Masniari Munthe Mhd Amar Adly Mhd. Amar Adly Milhan Milhan MUHAMMAD ABIDIN Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly, Muhammad Amar Muhammad Arif Muhammad Fadli Nasution Muhammad Hajatoleslam Siregar Muhammad Hizbullah Muhammad Muhazzir Muhammad Rusydi Muhammad Saputra Muhammad Sya’ban Siregar Mulyatno, Mulyatno Munthe, Masniari Muthiah, Alya Nas, Zulkifli Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi Nasution, Saphira Husna Nazlyany Hasibuan Noer Zaini Khalis Nur Asrima NUR FATIMAH Nur Suci Alawiyah Nurmala Dewi Lubis Nurul Fitri, An Nisa Nuvus, Afiva Riyatun Pagar, Pagar Prasetia, Adji Rachmat Husein Rambe Rahmad Fauzi Rahmadhani Simatupang Rahmadi, Fuji Rahmah Aulia Ramadhan, M. Khairi Ramdhan, Muhammad Rofiid RATNA KOMALA DEWI Reza, Muhammad Fahmi Rezkia Zahara Lubis Rima Rahmayani Tanjung Rizka, Jamilah Rizki Syahputra Nasution Rudi Pratama Rudi Pratama Sabila, Dila Saldy Saputra, Achmad Fadhlih Salsa Selfiani Nasution Saphira Husna Nasution Sarah Aulia Br. Ginting Septa, Fikry Nur Sinulingga, Achmad Yasir Sinulingga, Achmad Yazid Siregar, Muhammad Hajatol Eslam Sofwan Atsauri SUBEKTI, FAJAR Sukiati Sukiati Sulastri Daulay Supriyadi, Rizky Syafruddin Syam Syahputra, Akmaluddin Syahril Efendi Tara, Nurmalia Taryudi Taryudi, Taryudi Taufik Ghafar Taufikh Umar Umar Umar Umar Utama, Bagus Wahyuda Wahyuni Syahfitri Wahyuni, Iip Wardani, Jihan Kusuma Widodo, Aan Widyaningrum Indrasari Willy Zulfan Yahya, Mariati Yansyah, Muhammad Syafri Yenni Samri Juliati Nasution Yosi Syahfitri Siahaan Z, M Yakub Zainul Aziz Nasution Zulfadly, Muhammad Ichwan Zulmi, Febrian