Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM UNREGISTER DI DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN TAHUN 2024 Habeahan, J.S. Hamonangan; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Hutajulu, Johansen; Dakhi, Rahmat Alyakin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.21439

Abstract

Program unregister adalah jaminan pelayanan kesehatan, bagi masyarakat yang tidak memiliki identitas namun berdomisili atau tinggal di Kota Medan. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari kelurahan yang ada di Kota Medan dan merupakan warga kurang mampu di buktikan dengan surat keterangan kurang mampu dari Dinas Sosial Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan cara observasi, wawancara mendalam dan pengumpulan dokumentasi kepada informan penelitian. Pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan informasi program ini belum semua warga Kota Medan mengetahuinya. Sumber daya manusia dalam mengelola Program Unresgister di Dinas Kesehatan masih tertumpuk pada satu orang, dukungan anggaran dan fasilitas belum optimal. Struktur organisasi sudah ditetapkan, prosedur kerja ada. Namun, komitmen pimpinan dan petugas melaksanakan program unregister belum terbangun dengan baik Kesimpulan bahwa komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap, struktur organisasi, serta dukungan dinas kesehatan belum sepenuhnya berjalan baik, Saran agar dilakukan pembinaan yang lebih intens, berkelanjutan dan berkualitas terhadap puskesmas, RSUD Dr.Pirngadi, Dinas Sosial dan Kelurahan di Kota Medan.
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024 Debora Daeli; Donal Nababan; Rinawati Sembiring; Rahmat Alyakin Dachi; Johansen Hutajulu
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya. Tujuan: untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting di Kabupaten Nias Barat. Metode: kuantitatif analitik dengan metode korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, mulai dari April hingga Oktober 2024, di wilayah Kabupaten Nias Barat. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh balita usia 24–59 bulan yang melakukan pemeriksaan di posyandu dan tercatat dalam data posyandu. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 158 balita usia 24–59 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan wawancara, serta didukung oleh data sekunder dari Profil Kesehatan Kabupaten Nias Barat. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square, dengan memperhatikan nilai p dan Odds Ratio (OR) sebagai ukuran kekuatan hubungan antar variabel. Hasil: menunjukkan bahwa beberapa faktor berisiko terhadap kejadian stunting, antara lain: riwayat pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), usia ibu saat hamil, jarak antar kelahiran, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, serta status imunisasi. Simpulan: untuk meningkatkan intensitas penyuluhan kepada masyarakat, khususnya terkait pentingnya pemberian ASI eksklusif dan jenis-jenis MP-ASI yang tepat. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai usia ideal untuk kehamilan dan persalinan guna mencegah terjadinya stunting di masa mendatang.
Pengaruh Pelatihan Keterampilan Dasar Posyandu Terhadap Pengetahuan : Studi Quasi Eksperimen pada Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2024 Endang Kartini; Toni Wandra; Johansen Hutajulu; Donal Nababan; Frida Lina Tarigan
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1201

Abstract

The role of health workers as supporters and trainers in improving performance, providing motivation for Posyandu cadres to always be involved in all Posyandu activities. The level of knowledge of health workers in assessing basic Posyandu skills will greatly determine the quality of services provided. The formulation of the problem in this study through preliminary research conducted on health workers in 10 health centers in Medan City showed that the average value of their knowledge about Posyandu was 63.5 (target ≥ 70). This study aims to determine the effect of health worker training conducted by the Medan City Health Office. The study was conducted using a quasi-experimental method. The number of research samples was 30 people. The material provided was the latest concept and regulation on the integration of primary services at Posyandu. With interactive lecture training methods, group discussions, role play and field practice. The results showed that the mean pre-test value was 72.52 while the mean post-test value was 92.56, there was an increase in value of 29.81 and after being tested with Wilcoxon the p-value was <0.001. The results show that there is a significant difference in the knowledge of training participants about integrated health posts. Knowledge variables according to age, gender, education, work unit, length of service are not factors that influence the pre-test and post-test scores of health workers. It can be concluded that the training that has been given has increased the knowledge of health workers from the post-test assessment conducted. The results of this study are expected to be a medium for evaluating the implementation of basic competency training for integrated health posts for health workers so that the next training period can provide better results.
Determinan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Dalam Menjalani Pengobatan di UPT. Puskesmas Simalingkar Tahun 2024 Nanda Isabel Barus; Kesaktian Manurung; Johansen Hutajulu; Toni Wandra; Vierto Irennius Girsang
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1386

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that remains a major global and national public health problem, with Indonesia ranking second among countries with the highest TB burden worldwide. Non-adherence to treatment is one of the main barriers to successful TB control, as it may lead to treatment failure, drug resistance, and increased morbidity and mortality. At the Simalingkar Community Health Center (UPT Puskesmas Simalingkar), the specific factors determining treatment adherence among pulmonary TB patients have not been extensively studied. Objective: This study aimed to analyze the determinants of treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at the Simalingkar Community Health Center in 2024. Methods: This study employed an analytical cross-sectional design. The study population consisted of all pulmonary TB patients undergoing treatment at the Simalingkar Community Health Center, with a total sample of 90 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and medical records, and analyzed using univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate (logistic regression) analyses, with a significance level of p < 0.05. Results: A total of 77.8% of patients were adherent to treatment. Bivariate analysis showed significant associations between education (p < 0.001), employment status (p = 0.004), knowledge (p = 0.006), and health care services (p = 0.011) with treatment adherence. Age, sex, and family support were not significantly associated with adherence. Multivariate analysis indicated that the most dominant factor associated with treatment adherence was educational level (OR = 9.004; 95% CI: 2.58–31.49), followed by employment status (OR = 5.59; 95% CI: 1.48–21.12), and health care service support (OR = 3.99; 95% CI: 1.09–14.56). Conclusion: The significant determinants of treatment adherence among pulmonary TB patients at the Simalingkar Community Health Center were educational level, employment status, and health care service support, with education being the most dominant factor. It is recommended that TB control programs place greater emphasis on interventions aimed at improving health literacy, socio-economic support, and the quality and accessibility of health care services to enhance treatment adherence.
Co-Authors AIPNI, Pengurus Amila Amila Bancin, Dewi R. Bancin, Dewi Rismauli Barus , Apriani Novaria Bevy Gulo, Adventy Riang Br. Brahmana, Nettietalia Daeli, Debora Daniel Ginting Debora Daeli Dewi Mustikani Saragih Dicky Yuswardi Wiratma Donal Nababah Donal Nababan Donal Nababan E Sitorus, Mido Edriyani Simanjuntak Edriyani Yonlafado Simanjuntak Edy Winarno Elidatati, Elidatati Elisabeth Purba, Ivan Endang Kartini Evarina Sembiring Evawani Martalena Silitonga Fahrozi, Wawan Febri Putra Sukurman Zalukhu Fransisca Fransisca Frida Liharis Saragih Frida Lina Tarigan Gogor Christmass Setyawan Gultom, Rumondang Habeahan, J.S. Hamonangan Hassan, Hafizah Che Herliyandu Soraya Gultom Heru Santoso Hikmah Sikutiro Hutauruk, Ricardo Ignasius Simamora J. Sitorus, Mido Ester Janno Sinaga Jesindo Saragih Joharuddin, Joharuddin Jon Carlos Tobing Kalgis Zebua Karnirius Harefa Kembaren, S.Otniel Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Ketaren, Otniel Ketaren, Sinar Otniel Kraugusteeliana Kristian Adesaputra Zendrato Lyenta Simanullang Malemta Tarigan Manurung, Kesaktian Mariani Siregar, Laura Marlina, Supina Juni Marpaung, Jon Kenedy Masdalina Masdalina Masdalina Pane Masyitah, Cut Mesri Elisabet Mido Ester J. Sitorus Mindo Tua Siagian Muchamad Arif Al Ardha MYRNAWATI CRIE HANDINI Mz, Miftahul Qurnaini Nanda Isabel Barus Napitupulu, Wince Evtaria Narwastu Sianturi, Isabel Nisa El Hasanah Novita Aryani Novita K Simanjuntak Nurhayati Marbun Nurlima N. Nababan Nurul Ikawati Octavianus Panjaitan, Triwil Ompusunggu, Tanti Y. Ompusunggu, Tanti Yosepha Otniel Kateren Otniel Ketaren Otniel Ketaren Parida Sipayung, Normi Pranata, Roby Purba, Maria Montessori Rahmat Alyakin Dakhi Ramanda, Bima Rifky Lana Rahardian Rinawati Sembiring Rohana Sinaga, Taruli Roza, Nelli Sadestina Br. Sembiring Saragih, Frida L. Sarah Angelina Claudia Damanik Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Siagian, Mindo Tua Sikutiro, Hikmah Simamora, Marthalena Simanjuntak, Edriyani simanjuntak, edriyani yonlafado Simanjuntak, Novita K Simanjuntak, Yunida T. Simanjuntak, Yunida Turisna Sinaga, Arman Bemby Sinarsi Meliala Sipayung, Rosetty Siregar, Laura Siregar, Laura Mariati Sitorus, Mido Ester Sopiyan, Muhammad Yogie Pratama Sri Handayani Surbakti, Suhartati Suriani Suriani Syafitri , Henny Syafitri Lubis, Putri Nur Syamsuryanita Syamsuryanita Syapitri, Henny Tampubolon, Claudia Yonika Tanti Yosepha Ompusunggu Tarigan, Yenni Gustiani Taruli Marito Silalahi Taruli Rohana Sinaga Tiara Rajagukguk Toni Wandra Toni Wandra Tua Siagian, Mindo Vierto Vierto Irennius Girsang Warouw, Sonny Priajaya Winda Ningsih Sitompul Wisnu Hidayat Yonlafado Simanjuntak, Edriyani Yonlafado, Edriyani Yunida Turisna Octavia Zubaidah Mastura Daulay