Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dan Status Gizi Dengan Hemoglobin Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Kota Medan Harahap, Juliandi; Sri Andayani, Lita; Dwi Aprianti Lubis, Nenni; Keumala Sari, Dina; Amelia, Rina
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2421

Abstract

Pada masa kehamilan gizi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan gizi untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin. Pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan kebutuhan gizi selama proses kehamilan. Kekurangan gizi saat hamil dapat menyebabkan berbagai risiko komplikasi pada ibu hamil, seperti anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan juga resiko melahirkan bayi dengan masalah gizi yang menjadi faktor resiko kejadian stunting di masa mendatang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Hubungan Pengetahuan ibu hamil tentang gizi wanita hamil dan status gizi dengan hb ibu hamil di Kota Medan.Disain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang berada di beberapa wilayah di Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 157 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling yaitu yang memenuhi kriteri inklusi dan eklusi. Penentuan pengetahuan menggunakan instrument tingkat pengetahuan ibu hamil tentang gizi, untuk penilaian status gizi yaitu dengan antropometri berdasarkan Berat badan dan Tinggi badan pasien, untuk pemeriksaan hb menggunakan intrumen pemeriksaan hb portable. Analisis data menggunakan Uji Chi square dengan menggunakan SPSS. Pengetahuan Ibu hamil tentang gizi wanita hamil adalah baik sebanyak 112 orang (71.3%), 22 orang ibu hamil yang mengalami anemi (14,0%), status gizi ibu hamil mayoritas gizi normal sebanyak 80 orang (59.3%). Hasil Uji chi square menyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan Hb ibu (p<0.05), tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan anemi pada ibu hamil (p>0.05)
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Karies Gigi Anak Balita di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa Tahun 2019 Chairani, Chairani; Harahap, Juliandi; Zein, Umar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2834

Abstract

Masalah karies merupakan penyakit yang sangat luas penyebarannya, dan penderita terbanyak adalah kelompok umur anak-anak. Provinsi Aceh merupakan Provinsi urutan ke-7 dari keseluruhan Provinsi yang ada di Indonesia dengan penduduk yang bermasalah terhadap gigi dan mulut yaitu 30,5%. Sedangkan di lihat dari kelompok usia 1-4 tahun mencapai 10,4%6. Data dari Dinas Kesehatan Kota Langsa pada tahun 2017 angka prevalensi karies gigi pada balita 2-5 tahun adalah sebanyak 306 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan karies gigi anak balita di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa Tahun 2019. Jenis Penelitian menggunakan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang mengalami karies gigi di TK Perkebunan Nusantara I Kota Langsa. Sampel penelitian diambil dari populasi sebanyak 89 orang dengan masing-masing strata (proportional startifed sampling) dan sampel sebanyak 73 responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan hubungan pola asuh ibu berdasarkan dimensi kontrol (p-value 0,001), dimensi kehangatan (p- value 0,000), dan jenis pola asuh ibu (p-value 0,002) terhadap karies gigi pada anak. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sub variabel dimensi kehangatan menjadi penyebab utama karies gigi dengan nilai OR sebesar 13,349 dan IK 3,386-52,632. Saran penelitian ini diberikan kepada orang tua agar memperhatikan pola asuh terhadap anak untuk pencegahan terjadinya karies sejak dini, terutama memberikan motivasi dan perhatian serta contoh perilaku kepada anak untuk selalu menjaga kebersihan gigi. Serta diadakan program penyuluhan dari institusi kesehatan agar informasi tentang perawatan gigi anak dapat diketahui orang tua untuk mengatasi kasus karies.Kata kunci : Karies Gigi, Dimensi Kontrol, Dimensi Kehangatan, Jenis Pola Asuh.The problem of caries is a very widespread disease, and most sufferers are children in the age group. Aceh Province is the 7th province of all provinces in Indonesia with a population with oral and dental problems, namely 30.5%. Whereas seen from the age group 1-4 years it reaches 10.4% 6. Data from the Langsa City Health Office in 2017, the prevalence rate of dental caries in children 2-5 years old was 306 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal parenting and dental caries in children under five at Kindergarten Perkebunan Nusantara I Langsa City in 2019. This type of research used analytical survey with cross sectional design. The population of this study were all children who had dental caries in TK Perkebunan Nusantara I Langsa City. The research sample was taken from a population of 89 people with each strata (proportional started sampling) and a sample of 73 respondents. Data analysis techniques used univariate, bivariate and multivariate analysis using logistic regression tests. The results showed a significant influence on the relationship between maternal parenting based on the control dimension (p-value 0.001), warmth dimension (p-value 0.000), and the type of parenting style (p-value 0.002) on dental caries in children. The conclusion of this study shows that the sub-variable of the warmth dimension is the main cause of dental caries with an OR value of 13.349 and CI 3.386-52.632. Suggestions for this study are given to parents to pay attention to child care patterns to prevent caries from an early age, especially to provide motivation and attention as well as examples of behavior for children to always maintain dental hygiene. As well as an extension program from health institutions so that information about children's dental care can be known by parents to deal with caries cases.Keywords: Dental Caries, Control Dimension, Warm Dimension, Type of                       Parenting.
Faktor - faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Haji Medan Alviani, Aisyah; Harahap, Juliandi; Asriwati, Asriwati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2835

Abstract

Rumah Sakit merupakan sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dan merupakan institusi penyedia jasa. Pelayanan yang kompleks perlu dikelola secara profesional oleh sumber daya manusianya. Pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesiapan Sistem pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) adalah suatu organisasi pelayanan kesehatan dan proses manajerial untuk meningkatkan kemampuan klinis perawat dan bidan di rumah sakit dan puskesmas. Model ini sudah diperkenalkan di beberapa kabupaten di Indonesia karena telah mendapat dukungan pimpinan institusi dimana SPMKK telah diterapkan. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui hubungan  kesiapan kinerja klinis perawat  terhadap kesiapan penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) di ruang rawat inap Rumah Sakit Haji Medan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei  analitik deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini  seluruh perawat di  ruang rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan Sumatera Utara sebanyak 91 orang dan sampel berjumlah 74 orang. Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap < 0,05. Berdasarkan hasil uji chi-square dengan faktor yang mempengaruhi adalah pengetahuan, motivasi, monitoring.dan sikap dan analisis multivariat diperoleh bahwa variabel monitoring paling berpengaruh terhadap kesiapan  penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) Di RS Haji Medan 2022. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, motivasi, monitoring dan  sikap terhadap kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK) dan variabel yang memiliki peluang lebih tinggi diurutkan yaitu: faktor Monitoring, Motivasi, Pengetahuan dan Sikap.Kata Kunci        : Kinerja klinis perawat, Kesiapan Penerapan Sistem Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (SPMKK)Hospital is a health effort facility that organizes health service activities and is a service provider institution. Complex services need to be managed professionally by human resources. Health services in Indonesia. Readiness The clinical performance management development system (SPMKK) is a health service organization and managerial process to improve the clinical skills of nurses and midwives in hospitals and health centers. This model has been introduced in several districts in Indonesia because it has received support from the leadership of the institution where the SPMKK has been implemented. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' clinical performance readiness and readiness for the application of the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) in the inpatient ward of Medan Haji Hospital. The research design used in this study was a descriptive analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all nurses in the inpatient room at Haji General Hospital Medan, North Sumatra as many as 91 people and a sample of 74 people. Data analysis was carried out with univariate analysis, bivariate with chi square and multivariate tests. The results showed that the variables of knowledge, motivation, monitoring and attitude <0.05. Based on the results of the chi-square test with the influencing factors are knowledge, motivation, monitoring, and attitudes and multivariate analysis, it is found that the monitoring variable has the most influence on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) at Haji Hospital Medan 2022. The conclusion in this study is that there is an influence of knowledge, motivation, monitoring and attitudes on the readiness to implement the Clinical Performance Management Development System (SPMKK) and the most influential variable is monitoring. Keywords     :Nurse's clinical performance, Readiness of Application of Clinical                     Performance Management Development System  (SPMKK)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAKTU TUNGGU HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK DI RSUD Dr RM ‘DJOELHAM KOTA BINJAITAHUN 2020 Yuansyah, Romi; Harahap, Juliandi; Begum Suroyo, Razia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1799

Abstract

ABSTRAKManfaat hasil pemeriksaan laboratorium bagi para klinisi untuk membantu menegakkan bahkan dapat memastikan diagnosa pasien sehingga dengan ini dapat meminimalkan pengobatan/terapi yang tidak diperlukan. Menurut Menkes 2008 waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratoriun minimal kurang dari 140 menit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium klinik di RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas laboratorium klinik diRSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai tahun 2020 dengan jumlah 32 orang yang seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian. Sampel kualitatif dilakukan dengan 3 orang informan.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam.Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel fasilitas dan peralatan, transportasi spesimen, dan stabilitas listrik dengan nilai p<sig-α 0,05, sedangkan kualifikasi petugas, permasalahan pre-analitik, analitik dan pasca-analitik dengan nilai p>sig-α 0,05. Hasil analisis univariat diketahui bahwa fasilitas dan peralatan serta stabilitas listrik merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh fasilitas dan peralatan, transportasi spesimen dan stabilitas listrik dengan waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratirum, sedangkan kualifikasi petugas, permasalahan pre-analitik, analitik dan pasca-analitik tidak memiliki pengaruh yang bermakna.Diharapkan kepada pihak manajemen RSUD. Dr. R.M. Djoelham agar meningkatkankan pelatihan kepada tenaga analis laboratorium secara rutin agar memiliki kinerja yang lebih baik, menata ulang sarana dan prasana ruang laboratorium seperti memiliki laboratorium satelit yang letaknya tidak jauh dari IGD rumah sakit, mengevaluasi kelayakan fasilitas dan peralatan yang digunakan di laboratorium.Kata Kunci    : Waktu Tunggu, Pemeriksaan Laboratorium 
Faktor Penentu Minat Berkunjung Ulang Pasien Tuberkolosis Di Poliklinik Paru Di Rumah Sakit Pirngadi Di Medan Mustika Sari, Yulin; Harahap, Juliandi; Lubis, Masnelly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.075 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i1.1030

Abstract

Sistem atau cara pelayanan yang optimal otomatis bisa memunculkan kepercayaan pasien pada instansi kesehatan. Jenis penelitian adalah dengan Cross Sectional dengan tujuan untuk mengetahui faktor penentu minat berkunjung ulang pasien tuberkulosis di Poliklinik Paru Rumah Sakit Pirngadi Medan dengan populasi penelitian adalah 1397 pasien TB yang berobat jalan dan sampel diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 93 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehandalan memiliki nilai sig-p 0,300 > 0,05, jaminan sig-p 0,008 < 0,05, bukti fisik sig-p 0,221 < 0,05, empati sig-p 0,028 < 0,05, daya tanggap sig-p 0,034 < 0,05 dan kepuasan pasien sig-p 0,008 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh jaminan, empati, daya tanggap dan kepuasan pasien terhadap minat kunjungan ulang pasien tuberkulosis, sedangkan kehandalan dan bukti fisik tidak memiliki pengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien tuberkulosis. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan pasien menjadi lebih baik seperti memberikan rasa peduli kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Comparison between Local Infiltration Combination of 1% 200 mg Lidocaine and 10 mg Dexametason with 0.75% 150 mg Ropivacaine on Degree of Pain in Post-Caesarian Operative Wounds Simamora, Veronica; Bangun, Chrismas Gideon; Hamdi, Tasrif; Harahap, Juliandi
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15851/jap.v13n3.3673

Abstract

Introduction: Local anesthetic wound infiltration reduces postoperative pain, promotes early mobilization, and shortens hospital stay after cesarean section. Lidocaine is widely used, and the addition of dexamethasone may prolong its analgesic effect. Ropivacaine provides longer-lasting analgesia but is more expensive and less accessible in many hospitals. This study aimed to compare the analgesic effects of local wound infiltration using 0.75% ropivacaine 150 mg versus 1% lidocaine 200 mg combined with 10 mg dexamethasone on postoperative pain following cesarean section.Methods: This randomized, double-masked, controlled clinical trial involved 38 patients undergoing cesarean section under spinal anesthesia. Participants were randomly allocated using a computer-generated sequence to receive wound infiltration with either 1% lidocaine (200 mg) plus dexamethasone (10 mg) or 0.75% ropivacaine (150 mg). Patients and outcome assessors were blinded to group allocation. Postoperative pain intensity was assessed using the Numeric Rating Scale (NRS) at rest and during passive movement at 2, 6, 12, and 24 hours after surgery.Results: The ropivacaine group had significantly lower NRS scores at rest and during passive movement at 2, 6, and 12 hours postoperatively compared with the lidocaine–dexamethasone group (p < 0.05). At 24 hours after surgery, no significant difference in pain intensity was observed between groups (p>0.05).Conclusion: Local wound infiltration with 0.75% ropivacaine 150 mg provided superior analgesia during the first 12 hours after cesarean section compared with lidocaine combined with dexamethasone. The lidocaine–dexamethasone combination remains a practical alternative where ropivacaine is unavailable.
Relationship between TIM-3 Immune Response Expression and Nasopharyngeal Carcinoma Histopathology Harahap, Vina Andita; Farhat, Farhat; Nursiah, Siti; Yudhistira, Ashri; Sitompul, Ramlan; Harahap, Juliandi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11659

Abstract

Nasopharyngeal carcinoma is a malignancy of the nasopharyngeal epithelium that is often diagnosed at an advanced stage and is associated with impaired immune regulation in the tumor microenvironment. T-cell immunoglobulin and mucin domain-3 (TIM-3) is an immune checkpoint molecule that plays a role in suppressing the antitumor immune response. This study aims to analyze the relationship between TIM-3 immune response expression and the histopathological type of nasopharyngeal carcinoma. An analytical study with a cross-sectional design was conducted on 40 paraffin blocks of nasopharyngeal carcinoma patients at H. Adam Malik General Hospital, Medan, selected by consecutive sampling. TIM-3 expression was analyzed using real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) with the calculation of ΔCT values against the control gene β-actin. Univariate analysis was used to describe the characteristics of the subjects, while bivariate analysis used the Kruskal–Wallis test to assess the relationship between TIM-3 expression and histopathological type. The majority of subjects were male (65%) with a mean age of 48.2 ± 11.1 years. The most common histopathological type was non-keratinizing squamous cell carcinoma (90%). The mean TIM-3 expression was 4.3 ± 1.6 with a median of 4.8 (−0.1–6.7), and 97.5% of samples showed increased expression. The Kruskal–Wallis test showed no significant correlation between TIM-3 expression and histopathological type (p = 0.452). It was concluded that TIM-3 expression is generally increased in nasopharyngeal carcinoma, but is not significantly associated with histopathological type. Further research is needed to evaluate the biological role and therapeutic potential of TIM-3 in this disease.
Communication-Based Tuberculosis Transmission Prevention in Indigenous Communities in South Nias Regency Amirah, Asriwati; Harahap, Juliandi; Khairatunnisa, Khairatunnisa; Siregar, Dian Maya Sari; Bazikho, Senang Hati; Gea, Kasrin Purnamasari; Maharani, Nurul; Siahaan, Yosi Gloria Br; Bohalima, Serfistra
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jucep.v5i3.813

Abstract

The current Tuberculosis Detection Target in Indonesia for 2024-2025 has not been fully achieved. Many challenges remain to be overcome. Some patients do not complete treatment and discontinue treatment prematurely, which can lead to relapse, further transmission, and the emergence of drug resistance (MDR-TB or XDR-TB). Patients do not understand the importance of completing treatment even though they feel healthy and the dangers of MDR-TB if treatment is discontinued. The Community Service Method used in this community service activity consists of several systematic stages: preparation (Pre-Activity), socialization, interactive lectures, focused discussions or Focus Group Discussions (FGDs), evaluation, and follow-up. The results of this community service activity showed an increase in knowledge, attitudes, and actions in indigenous communities in preventing tuberculosis transmission. It is recommended that health workers always involve community leaders in TB prevention through an active communication approach as traditional leaders serve as role models in decision-making.
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan dengan Kejadian Malaria di Wiayah Kerja Puskesmas Pulau Tello Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan Mendrofa, Yeni Christina; Siregar, Jelita; Harahap, Juliandi; Daulay, Rini Savitri; Adriztina, Indri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.21923

Abstract

ABSTRACT Malaria still poses a global and national health problem, with 511,548 cases in Indonesia in 2024; a significant spike occurred in South Nias Regency, which recorded 1,267 cases and 13 deaths, where the Puskesmas Pulau Tello reported 408 cases and 5 deaths after previously reporting no cases since 2020. A preliminary survey in Sifitu Ewali Village showed that 15 out of 20 residents still associate the cause of malaria with mystical factors, reflecting a low level of knowledge and possibly contributing to the high incidence rates. X The purpose of this research is to analyze the relationship between community knowledge and actions with the incidence of malaria in the working area of the Pulau Tello Health Center, Batu Islands District, South Nias Regency. This study is an observational analytical quantitative study with a case control design conducted from April to June 2025 in the working area of the Puskesmas Pulau Tello, South Nias District. The sample consisted of 55 cases (malaria patients) and 55 controls (non-malaria sufferers), selected through simple random sampling and matched based on age and village domicile. Data were collected through a questionnaire to measure knowledge and action levels, as well as secondary data from the Puskesmas concerning malaria status. Analysis was performed bivariately using chi-square tests with a p-value 0.05 and odds ratio (OR) calculations to assess the strength of the relationship between variables. There is a significant relationship between knowledge and actions with the incidence of malaria (p-value = 0.0001 for both). Individuals with good knowledge have a much lower risk of contracting malaria (OR = 0.065; 95% CI: 0.023–0.178), while individuals with poor preventive actions have almost 6 times higher risk of contracting malaria (OR = 5.961; 95% CI: 2.614–13.590). This research shows that community knowledge and actions are significantly related to the occurrence of malaria; good knowledge can reduce the risk, while poor preventive actions significantly increase the risk of contracting malaria. Therefore, it is recommended to improve education and outreach to the community about malaria and encourage the implementation of good preventive measures, such as the use of mosquito nets, maintaining environmental cleanliness, and access to healthcare services, in order to reduce the incidence of malaria. Keywords: Malaria, Knowledge, Action, Islands.  ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan 511.548 kasus di Indonesia pada tahun 2024; lonjakan signifikan terjadi di Kabupaten Nias Selatan yang mencatat 1.267 kasus dan 13 kematian, dimana Puskesmas Pulau Tello melaporkan 408 kasus dan 5 kematian setelah sebelumnya nihil kasus sejak 2020. Survei pendahuluan di Desa Sifitu Ewali menunjukkan bahwa 15 dari 20 warga masih mengaitkan penyebab malaria dengan faktor mistik, yang mencerminkan rendahnya tingkat pengetahuan dan kemungkinan berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian. Tujuan penelitian ini adalah penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan tindakan masyarakat dengan kejadian malaria di wilayah kerja Puskesmas Pulau Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain case control yang dilakukan pada April hingga Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Pulau Tello, Kabupaten Nias Selatan. Sampel terdiri dari 55 kasus (penderita malaria) dan 55 kontrol (tidak menderita malaria), yang dipilih secara simple random sampling dan dimatching berdasarkan usia serta domisili desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan tindakan, serta data sekunder dari Puskesmas untuk status malaria. Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dengan p-value 0,05 dan perhitungan odds ratio (OR) untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tindakan dengan kejadian malaria (p-value= 0,001 untuk keduanya). Individu dengan pengetahuan yang baik memiliki risiko jauh lebih rendah terkena malaria (OR = 0,065; 95% CI: 0,023–0,178), sementara individu dengan tindakan pencegahan yang kurang baik memiliki risiko hampir 6 kali lebih tinggi terkena malaria (OR = 5,961; 95% CI: 2,614–13,590). Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan tindakan masyarakat berhubungan signifikan dengan kejadian malaria; pengetahuan yang baik dapat menurunkan risiko, sedangkan tindakan pencegahan yang kurang baik meningkatkan risiko terkena malaria secara signifikan. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang malaria serta mendorong penerapan tindakan pencegahan yang baik, seperti penggunaan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan, guna menekan angka kejadian malaria. Kata Kunci: Malaria, Pengetahuan, Tindakan, Pulau
Co-Authors Afriadi Afriadi Alharbi, Olayan Alia, Dina Alona, Ivana Alviani, Aisyah Alvionita, Vinny Amelia, Putri Amirah, Asriwati Aprianti Lubis, Nenni Dwi Ardiana Ardiana, Ardiana Asriwati, Asriwati Aznan Lelo Bangun, Chrismas Gideon Bazikho, Senang Hati Begum Suroyo, Razia Beni Satria Bohalima, Serfistra Chairani Chairani Damayanti, Heditya Destanul Aulia, Destanul Dewi, Ika C. Dimyati, Yazid Dwi Aprianti Lubis, Nenni Effendy, Ismail ELMAN BOY Erawati, Susina Farhat, Farhat Fathia Meirina, Fathia Fitriani, Arifah Devi Fujiati, Isti Ilmiati Gea, Kasrin Purnamasari Hamdi, Tasrif Hanidi, Hanidi Harahap, Erika Maryanti Harahap, Vina Andita Haryuna, Tengku Siti Hajar Hendri Wijaya, Hendri Hidayatul Fitria Indri Adriztina Irina, Rr Sinta Jamaluddin Jamaluddin Jenny Bashiruddin Kathy, Kathy Keumala Sari, Dina Khairatunnisa Khairatunnisa Khairun Nisa Kiking Ritarwan Kusumawati, R. Lia Lestari, Tria Diana Lita Sri Andayani Lubis, Andriamuri Primaputra Lubis, Mahrani Lubis, Masnelly Lubis, Nenni Dwi Aprianti Maharani, Nurul Mayangsari, Ika Dwi Mayasari, Dyah Fitrah Mendrofa, Yeni Christina Miadi, Yesindi Nakita Mukhtar, Fatima AS. Mustika Sari, Yulin Nasution, Ramadhani Syafitri Nursiah, Siti Olga R. Siregar, Olga R. Priyono, Harim Putri Chairani Eyanoer, Putri Chairani Putri, Monica Dwi Qalbi, Kamila Harisah Ranakusuma, Respati Ridho, M Rina Amelia Rini Savitri Daulay, Rini Savitri Rita Evalina Rohana Sofyana, Cut Saing, Johannes Harlan Samodra, Yoseph Leonardo Samosir, Fauzan Azmi Hasti Habibi Santi Syafril, Santi Sembiring, Rosita Juwita Siahaan, Yosi Gloria Br Silitonga, Nency Respina Simamora, Veronica Sinaga, Bintang Yinke Magdalena Siregar, Dian Maya Sari Siregar, Jelita Siska Mayasari Lubis, Siska Mayasari Siswahyudianto Sitompul, Ramlan Soetjipto, Damayanti Sosmira, Eri Sri Sumartiningsih Suistaya, Novi A. Supartono, Natasha SUROYO, RAZIA BEGUM Syamsidah Lubis, Syamsidah Syaputra, Adhika Tako, Frida Welhelmina Tamin, Susyana Tanjung, Ika Citra Dewi Tanjung, Sri Maryani Tarigan, Amira Permatasari Theo, Deli Umar Zein Umar Zein Wahyuni, Arlinda Sari Warli, Syah Mirsya Warto, Nirza Widayat Alviandi Wijaya, Vincent Wisman Dalimunthe, Wisman Yetty Machrina Yuansyah, Romi Yudhistira, Ashri yulia, Luh Anggreni Yunanda, Yuki Yuniati Yuniati Yusni Yusni Zachreini, Indra Zebua, Markus Sastra Eli Zizlavsky, Semiramis