p-Index From 2021 - 2026
7.248
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Implementing the Independent Curriculum in Shaping an Innovative Generation in Indonesia Vitasari, Dian; Noviani, Dwi; Anggraini, Lisa; Safitri, Desy; Hile, Abdulhafiz
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v7i2.415

Abstract

Abstrak The Independent Curriculum, as one of the government's efforts to improve the quality of education in Indonesia, is expected to produce a generation that is innovative and adaptable to the changing times. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the Independent Curriculum in shaping an innovative generation in Indonesia. Using a qualitative approach, this research involves teachers, students, and school principals as informants. The findings indicate that the Independent Curriculum holds significant potential in shaping an innovative generation. The curriculum's flexibility allows teachers to tailor learning materials to students' interests and talents, while also promoting active and student-centered learning. Furthermore, the project-based learning characteristic of the Independent Curriculum provides opportunities for students to develop creativity and problem-solving skills. However, the implementation of the Independent Curriculum faces several challenges, including insufficient teacher preparedness, limited facilities and infrastructure, and a lack of coordination among stakeholders. Therefore, more intensive efforts are needed to address these challenges to ensure the Independent Curriculum can be implemented effectively and optimally.
Surah Luqman Ayat 13-19 Sebagai Landasan Pedagogis Untuk Pendidikan Akhlak dalam Pendekatan Pembelajaran Agama Islam Gunadi, Fahrul; Noviani, Dwi; Arjaya, Rio
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i1.3649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Surah Luqman ayat 13-19 sebagai landasan pendidikan akhlak dalam pendekatan pembelajaran agama Islam. Surah Luqman memberikan pedoman moral yang meliputi tauhid, menghormati orang tua, kesabaran, rendah hati, serta pentingnya hubungan sosial yang baik, yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam. Melalui metode kualitatif dengan analisis tafsir dan studi literatur, penelitian ini mengkaji relevansi ajaran akhlak dalam ayat tersebut untuk pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak yang berbasis pada Surah Luqman dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan karakter di era modern. Disarankan agar nilai-nilai akhlak dalam Surah Luqman diintegrasikan lebih dalam dalam kurikulum pendidikan Islam dengan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Surah Luqman, Pembelajaran Agama Islam, Karakter, Tafsir.
Pemberdayaan UMKM Desa Gelebak dalam melalui edukasi keuangan syariah dan penguatan nilai ekonomi Islam Choiriyah, Choiriyah; Noviani, Dwi; Nopriansyah, Waldi; Juleha, Juleha; Sari, Emilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31607

Abstract

AbstrakRendahnya literasi keuangan syariah menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM di Desa Gelebak Dalam dalam mengakses sistem keuangan yang adil, halal, dan sesuai syariat. Pemberdayaan melalui edukasi keuangan syariah diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keuangan Islami di tingkat desa. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan observasi kebutuhan, pelatihan langsung, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi. Materi meliputi prinsip dasar keuangan syariah, pengenalan akad mudharabah dan musyarakah, serta pencatatan keuangan sederhana berbasis syariah. Terdapat peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 45% terhadap prinsip transaksi tanpa riba, jenis akad syariah, pencatatan keuangan usaha, dan kewajiban zakat. Peserta juga menunjukkan ketertarikan pada model pembiayaan tanpa bunga yang lebih adil dan transparan. Diskusi kelompok kecil terbukti efektif untuk mendorong pemahaman konsep keuangan syariah secara praktis. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengelola usaha secara halal dan berkelanjutan. Diperlukan pendampingan lanjutan, pelatihan digital sederhana, dan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah agar dampak positif dapat dipertahankan dan diperluas. Kata Kunci: UMKM; keuangan Syariah; edukasi; pemberdayaan; ekonomi Islam. AbstractLow Islamic financial literacy is a major barrier for MSME actors in Gelebak Dalam Village to access fair, halal, and sharia-compliant financial systems. Empowerment through Islamic financial education is needed to improve understanding and financial practices at the village level. This community service used a participatory approach involving needs assessment, direct training, group discussions, case studies, and simulations. Training materials covered the basic principles of Islamic finance, introduction to mudharabah and musyarakah contracts, and simple sharia-based financial recordkeeping. There was an average 45% increase in participants’ understanding of interest-free transactions, types of Islamic contracts, business financial recording, and zakat obligations. Participants also showed strong interest in fairer, interest-free financing models. Small-group discussions proved effective in fostering practical understanding of Islamic financial concepts. The program contributed to increased awareness, skills, and motivation among MSME actors to manage businesses in a halal and sustainable manner. Continued support is needed in the form of follow-up mentoring, basic digital training, and collaboration with Islamic financial institutions to sustain and expand the program’s positive impact. Keywords: MSMEs; Islamic finance; education; empowerment; Islamic economy.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di Era Society 5.0 Sari, Ima; Noviani, Dwi; Hidayat, Taufiq
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 08 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i08.2589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana literasi digital berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik di era Society 5.0. Literasi digital tidak terbatas pada penguasaan penggunaan perangkat teknologi, tetapi mencakup kecakapan dalam mengakses, menyeleksi, menilai, dan mengelola informasi secara cerdas dan bertanggung jawab. Dalam konteks banjir informasi yang terus meningkat, keterampilan berpikir kritis menjadi kompetensi esensial yang memungkinkan peserta didik memilah kebenaran, mengevaluasi data secara objektif, serta mengambil keputusan yang logis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan siswa tingkat menengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang berdasarkan indikator literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Temuan ini memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan literasi digital dapat memperkuat kapasitas intelektual dan sensitivitas peserta didik terhadap kualitas informasi. Oleh karena itu, integrasi teknologi dalam pendidikan perlu diarahkan untuk membangun pemikiran kritis, bukan sekadar keterampilan operasional.
Pelatihan Karya Ilmiah Meningkatkan Minat Mahasiswa Dalam Berkarya Noviani, Dwi; Hilmin, Hilmin; Mustafiyanti, Mustafiyanti; Zaimuddin, Zaimuddin
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v1i2.309

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini membahas tentang pelatihan karya ilmiah dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam berkarya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini membiasakan mahasiswa dalam membuat karya ilmiah sehingga menjadi terbiasa dalam membaca secara efektif dalam menemukan ide. Pelatihan menulis juga perlu ditradisikan sehingga mampu meningkatkan ketertarikan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan baik.
Tinjauan Fiqih Waris Islam Terhadap Anak Angkat Menggunakan Pendekatan Normatif Darmawan, M. Ilham; Rizki, Muhammad; Nadilah; Antyesti; Putri, Meli Anggraini; Vidyasari, Vivid; Sari, Jeni Permata; Noviani, Dwi
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.216

Abstract

This study examines the Islamic fiqh perspective on the status of adopted children in inheritance distribution using a normative approach, focusing on the analysis of rules and legal proofs from the Qur'an and Hadith; in Islam, adopted children do not automatically have inheritance rights because there is no biological lineage, thus solutions such as gifts (hibah) or wills are needed to ensure adopted children receive 2 a fair share without violating Islamic inheritance principles, which emphasize justice, social balance, and the preservation of family values, while demonstrating how Islamic inheritance law systematically accommodates humanitarian values and family harmony even when blood ties are absent
The Role of Islamic Education in Building Digital Wellbeing and Social Media Ethics among Muslim Youth Abror, M.Qusyairi; Noviani, Dwi
West Science Islamic Studies Vol. 3 No. 04 (2025): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v3i04.2303

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in fostering digital wellbeing and social media ethics among Muslim adolescents. In the digital era, social media has become the primary space for youth expression and interaction, yet it also poses challenges such as moral degradation, digital addiction, and the spread of misinformation. Using a qualitative-descriptive approach, this research explores how Islamic values ​​are integrated into PAI learning to cultivate a balance between technological competence and spiritual awareness. The findings indicate that PAI plays a strategic role as an instrument for shaping Islamic digital character through the internalization of values ​​such as amanah (responsibility), tawazun (balance), sidq (honesty), and ihsan (excellence). PAI teachers act as moral exemplars in the digital realm, instilling politeness, responsibility, and communication ethics based on the principle of qaulan ma'rufan (kind speech). Project-based and reflective learning strategies are effective in enhancing students' ethical literacy and social empathy. In conclusion, PAI not only develops religious knowledge but also moral and spiritual awareness, guiding students to use technology wisely, productively, and ethically thus realizing digital wellbeing grounded in Islamic values ​​that embody rahmatan lil 'alamin (mercy to all creation).
Rekonstruksi Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Ekopedagogi dan Moderasi Agama Noviani, Dwi; Marfuah, Siti
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi arah baru pengembangan Pendidikan Islam dengan mengintegrasikan paradigma ekopedagogi dan moderasi beragama sebagai respon terhadap tantangan globalisasi, krisis lingkungan, dan dinamika sosial-keagamaan kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas bahwa Pendidikan Islam selama ini cenderung berfokus pada dimensi kognitif-doktrinal dan ritualistik, sehingga kurang menekankan pada aspek praksis yang membentuk kesadaran kritis peserta didik terhadap isu ekologis dan keberagaman sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta pengujian kredibilitas melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekopedagogi dalam Pendidikan Islam berpotensi menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik, namun implementasinya masih bersifat parsial dan seremonial. Demikian pula, moderasi beragama mulai diajarkan melalui berbagai kegiatan sekolah, tetapi lebih banyak berhenti pada tataran kognitif-simbolik dan belum membentuk kesadaran praksis. Masih ditemui pandangan eksklusif siswa yang mengindikasikan lemahnya pendekatan dialogis dalam pembelajaran PAI. Selanjutnya, integrasi ekopedagogi dan moderasi beragama dalam Pendidikan Islam masih pada tahap konseptual, belum menjadi paradigma utama dalam kurikulum maupun budaya sekolah. Padahal, keduanya memiliki keterhubungan yang erat dalam membentuk generasi muslim yang ramah lingkungan, toleran, inklusif, dan berkeadilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pengembangan Pendidikan Islam berbasis ekopedagogi dan moderasi agama merupakan kebutuhan mendesak. Strategi integrasi dapat dilakukan melalui kurikulum kontekstual, pembelajaran dialogis, dan pengalaman praksis berbasis proyek. Dengan demikian, Pendidikan Islam berpotensi melahirkan generasi muslim progresif yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan sosial dan ekologis dalam membangun peradaban rahmatan lil-‘alamin.
DIMENSI-DIMENSI ISLAM: AKIDAH, ISLAM, DAN IHSAN DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS Shera, Shera; Destyaningsi, Rosalina; Noviani, Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6389

Abstract

At this time, the value of spirituality in a person is still considered lacking and vulnerable, through the main dimensions in Islam, namely the dimensions of faith, Islam and ihsan, which have their respective roles are needed because they can increase individual spirituality which can help bring closer to God, strengthen faith, and provide peace of mind. This journal analyzes the main dimensions of Islam, namely creed, Islam, and ihsan, and their relationship in the perspective of spirituality in a person. In the Islamic view, belief is related to faith, which is a sincere belief in al-arkan al-iman. Islam itself means obedience to Allah SWT and following His laws sourced from the Qur'an and as-sunnah. Meanwhile, the ihsan dimension in Islamic teachings includes various actions such as helping each other, cooperating, giving alms, upholding justice and truth, and showing other positive attitudes that involve interactions between individuals. This study aims to explore the relationship between these three dimensions and how they influence the formation of a Muslim's spiritual personality. Using a desk research approach, this study shows that the incorporation of these three dimensions not only strengthens faith, but also deepens spiritual experiences that can improve one's quality of life.  The result of this study is that the dimensions of Islam which include ABSTRAKPada saat ini, nilai spiritualitas dalam diri seseorang masih dianggap kurang dan rentan, melalui dimensi-dimensi utama dalam islam yaitu dimensi akidah, islam dan ihsan yang memiliki peran masing-masing sangat diperlukan karena dapat menambah kespirtiualitasan individu yang dapat membantu mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat iman, dan memberikan ketenangan jiwa. Jurnal ini menganalisis dimensi-dimensi utama dalam Islam, yaitu akidah, Islam, dan ihsan, serta keterkaitannya dalam perspektif spiritualitas pada diri seseorang. Dalam pandangan Islam, akidah berkaitan dengan iman, yang merupakan keyakinan tulus terhadap al-arkan al-iman. Islam sendiri berarti ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti hukum-Nya yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-sunnah. Sementara itu, dimensi ihsan dalam ajaran Islam mencakup berbagai tindakan seperti saling membantu, bekerja sama, memberi sedekah, menegakkan keadilan dan kebenaran, serta menunjukkan sikap positif lainnya yang melibatkan interaksi di antara individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketiga dimensi tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian spiritual seorang muslim. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka, studi ini menunjukkan bahwa penggabungan ketiga dimensi ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga memperdalam pengalaman spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.  Hasil dari penelitian ini menghasilkan yaitu dimensi-dimensi Islam yang meliputi akidah, Islam, dan ihsan merupakan aspek yang sangat penting dalam konteks spiritualitas, yang mencakup elemen-elemen seperti pikiran, nafsu, jiwa, dan hati. Tujuan utamanya adalah untuk membangun fondasi iman dan keyakinan seseorang kepada Allah SWT yang memainkan peran penting dalam menjalin hubungan antara manusia dan pencipta mereka.
MENGGALI NILAI-NILAI HAKIKI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Noviani, Dwi; Destyaningsi, Rosalina; Yunika, Dhea; Rosalia, Meta
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6429

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping individuals who are not only intellectually superior but also spiritually and morally strong. This study begins with the importance of rediscovering the essential values within the Islamic education system, whose meaning is often diminished. The primary focus of this research is to investigate essential values such as the nature of life as worship, the goal of education to achieve happiness in this world and the hereafter, and self-purification (tazkiyah) and the attainment of perfection (ihsan). Using library research methods, this study collected and analyzed data from various scientific journals to explore these key concepts. Key findings indicate that core values such as faith, piety, noble character, and humanity are integral foundations of the Islamic education process. Furthermore, this study found that the Quran, Hadith, and scholarly traditions such as madrasas and Islamic boarding schools (pesantren) are the primary foundations for shaping character and morals. In conclusion, the holistic integration of these essential values is key to improving the quality of Islamic education and producing a generation of noble character capable of fulfilling their role as caliphs on earth. ABSTRAKPendidikan Islam memegang peranan fundamental dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral. Studi ini berangkat dari latar belakang pentingnya penggalian kembali nilai-nilai hakiki dalam sistem pendidikan Islam yang seringkali tereduksi maknanya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menginvestigasi nilai-nilai esensial seperti hakikat kehidupan sebagai ibadah, tujuan pendidikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, serta penyucian diri (tazkiyah) dan pencapaian kesempurnaan (ihsan). Menggunakan metode penelitian pustaka, studi ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal ilmiah untuk mendalami konsep-konsep kunci tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai-nilai inti seperti keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kemanusiaan adalah fondasi yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan Islam. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an, Hadis, serta tradisi keilmuan seperti madrasah dan pesantren merupakan dasar utama yang membentuk karakter dan moral. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai-nilai hakiki ini secara holistik merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia yang mampu menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi.