Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Karya Ilmiah Meningkatkan Minat Mahasiswa Dalam Berkarya Noviani, Dwi; Hilmin, Hilmin; Mustafiyanti, Mustafiyanti; Zaimuddin, Zaimuddin
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v1i2.309

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini membahas tentang pelatihan karya ilmiah dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam berkarya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini membiasakan mahasiswa dalam membuat karya ilmiah sehingga menjadi terbiasa dalam membaca secara efektif dalam menemukan ide. Pelatihan menulis juga perlu ditradisikan sehingga mampu meningkatkan ketertarikan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan baik.
Tinjauan Fiqih Waris Islam Terhadap Anak Angkat Menggunakan Pendekatan Normatif Darmawan, M. Ilham; Rizki, Muhammad; Nadilah; Antyesti; Putri, Meli Anggraini; Vidyasari, Vivid; Sari, Jeni Permata; Noviani, Dwi
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 4 (2025): Juni: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafijurnalilmiahmahasiswa.v2i3.216

Abstract

This study examines the Islamic fiqh perspective on the status of adopted children in inheritance distribution using a normative approach, focusing on the analysis of rules and legal proofs from the Qur'an and Hadith; in Islam, adopted children do not automatically have inheritance rights because there is no biological lineage, thus solutions such as gifts (hibah) or wills are needed to ensure adopted children receive 2 a fair share without violating Islamic inheritance principles, which emphasize justice, social balance, and the preservation of family values, while demonstrating how Islamic inheritance law systematically accommodates humanitarian values and family harmony even when blood ties are absent
The Role of Islamic Education in Building Digital Wellbeing and Social Media Ethics among Muslim Youth Abror, M.Qusyairi; Noviani, Dwi
West Science Islamic Studies Vol. 3 No. 04 (2025): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v3i04.2303

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) in fostering digital wellbeing and social media ethics among Muslim adolescents. In the digital era, social media has become the primary space for youth expression and interaction, yet it also poses challenges such as moral degradation, digital addiction, and the spread of misinformation. Using a qualitative-descriptive approach, this research explores how Islamic values ​​are integrated into PAI learning to cultivate a balance between technological competence and spiritual awareness. The findings indicate that PAI plays a strategic role as an instrument for shaping Islamic digital character through the internalization of values ​​such as amanah (responsibility), tawazun (balance), sidq (honesty), and ihsan (excellence). PAI teachers act as moral exemplars in the digital realm, instilling politeness, responsibility, and communication ethics based on the principle of qaulan ma'rufan (kind speech). Project-based and reflective learning strategies are effective in enhancing students' ethical literacy and social empathy. In conclusion, PAI not only develops religious knowledge but also moral and spiritual awareness, guiding students to use technology wisely, productively, and ethically thus realizing digital wellbeing grounded in Islamic values ​​that embody rahmatan lil 'alamin (mercy to all creation).
Rekonstruksi Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Ekopedagogi dan Moderasi Agama Noviani, Dwi; Marfuah, Siti
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 10 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i10.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi arah baru pengembangan Pendidikan Islam dengan mengintegrasikan paradigma ekopedagogi dan moderasi beragama sebagai respon terhadap tantangan globalisasi, krisis lingkungan, dan dinamika sosial-keagamaan kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada realitas bahwa Pendidikan Islam selama ini cenderung berfokus pada dimensi kognitif-doktrinal dan ritualistik, sehingga kurang menekankan pada aspek praksis yang membentuk kesadaran kritis peserta didik terhadap isu ekologis dan keberagaman sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta pengujian kredibilitas melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekopedagogi dalam Pendidikan Islam berpotensi menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik, namun implementasinya masih bersifat parsial dan seremonial. Demikian pula, moderasi beragama mulai diajarkan melalui berbagai kegiatan sekolah, tetapi lebih banyak berhenti pada tataran kognitif-simbolik dan belum membentuk kesadaran praksis. Masih ditemui pandangan eksklusif siswa yang mengindikasikan lemahnya pendekatan dialogis dalam pembelajaran PAI. Selanjutnya, integrasi ekopedagogi dan moderasi beragama dalam Pendidikan Islam masih pada tahap konseptual, belum menjadi paradigma utama dalam kurikulum maupun budaya sekolah. Padahal, keduanya memiliki keterhubungan yang erat dalam membentuk generasi muslim yang ramah lingkungan, toleran, inklusif, dan berkeadilan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rekonstruksi pengembangan Pendidikan Islam berbasis ekopedagogi dan moderasi agama merupakan kebutuhan mendesak. Strategi integrasi dapat dilakukan melalui kurikulum kontekstual, pembelajaran dialogis, dan pengalaman praksis berbasis proyek. Dengan demikian, Pendidikan Islam berpotensi melahirkan generasi muslim progresif yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan sosial dan ekologis dalam membangun peradaban rahmatan lil-‘alamin.
DIMENSI-DIMENSI ISLAM: AKIDAH, ISLAM, DAN IHSAN DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS Shera, Shera; Destyaningsi, Rosalina; Noviani, Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6389

Abstract

At this time, the value of spirituality in a person is still considered lacking and vulnerable, through the main dimensions in Islam, namely the dimensions of faith, Islam and ihsan, which have their respective roles are needed because they can increase individual spirituality which can help bring closer to God, strengthen faith, and provide peace of mind. This journal analyzes the main dimensions of Islam, namely creed, Islam, and ihsan, and their relationship in the perspective of spirituality in a person. In the Islamic view, belief is related to faith, which is a sincere belief in al-arkan al-iman. Islam itself means obedience to Allah SWT and following His laws sourced from the Qur'an and as-sunnah. Meanwhile, the ihsan dimension in Islamic teachings includes various actions such as helping each other, cooperating, giving alms, upholding justice and truth, and showing other positive attitudes that involve interactions between individuals. This study aims to explore the relationship between these three dimensions and how they influence the formation of a Muslim's spiritual personality. Using a desk research approach, this study shows that the incorporation of these three dimensions not only strengthens faith, but also deepens spiritual experiences that can improve one's quality of life.  The result of this study is that the dimensions of Islam which include ABSTRAKPada saat ini, nilai spiritualitas dalam diri seseorang masih dianggap kurang dan rentan, melalui dimensi-dimensi utama dalam islam yaitu dimensi akidah, islam dan ihsan yang memiliki peran masing-masing sangat diperlukan karena dapat menambah kespirtiualitasan individu yang dapat membantu mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat iman, dan memberikan ketenangan jiwa. Jurnal ini menganalisis dimensi-dimensi utama dalam Islam, yaitu akidah, Islam, dan ihsan, serta keterkaitannya dalam perspektif spiritualitas pada diri seseorang. Dalam pandangan Islam, akidah berkaitan dengan iman, yang merupakan keyakinan tulus terhadap al-arkan al-iman. Islam sendiri berarti ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti hukum-Nya yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-sunnah. Sementara itu, dimensi ihsan dalam ajaran Islam mencakup berbagai tindakan seperti saling membantu, bekerja sama, memberi sedekah, menegakkan keadilan dan kebenaran, serta menunjukkan sikap positif lainnya yang melibatkan interaksi di antara individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketiga dimensi tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian spiritual seorang muslim. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka, studi ini menunjukkan bahwa penggabungan ketiga dimensi ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga memperdalam pengalaman spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.  Hasil dari penelitian ini menghasilkan yaitu dimensi-dimensi Islam yang meliputi akidah, Islam, dan ihsan merupakan aspek yang sangat penting dalam konteks spiritualitas, yang mencakup elemen-elemen seperti pikiran, nafsu, jiwa, dan hati. Tujuan utamanya adalah untuk membangun fondasi iman dan keyakinan seseorang kepada Allah SWT yang memainkan peran penting dalam menjalin hubungan antara manusia dan pencipta mereka.
MENGGALI NILAI-NILAI HAKIKI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Noviani, Dwi; Destyaningsi, Rosalina; Yunika, Dhea; Rosalia, Meta
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6429

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping individuals who are not only intellectually superior but also spiritually and morally strong. This study begins with the importance of rediscovering the essential values within the Islamic education system, whose meaning is often diminished. The primary focus of this research is to investigate essential values such as the nature of life as worship, the goal of education to achieve happiness in this world and the hereafter, and self-purification (tazkiyah) and the attainment of perfection (ihsan). Using library research methods, this study collected and analyzed data from various scientific journals to explore these key concepts. Key findings indicate that core values such as faith, piety, noble character, and humanity are integral foundations of the Islamic education process. Furthermore, this study found that the Quran, Hadith, and scholarly traditions such as madrasas and Islamic boarding schools (pesantren) are the primary foundations for shaping character and morals. In conclusion, the holistic integration of these essential values is key to improving the quality of Islamic education and producing a generation of noble character capable of fulfilling their role as caliphs on earth. ABSTRAKPendidikan Islam memegang peranan fundamental dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral. Studi ini berangkat dari latar belakang pentingnya penggalian kembali nilai-nilai hakiki dalam sistem pendidikan Islam yang seringkali tereduksi maknanya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menginvestigasi nilai-nilai esensial seperti hakikat kehidupan sebagai ibadah, tujuan pendidikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, serta penyucian diri (tazkiyah) dan pencapaian kesempurnaan (ihsan). Menggunakan metode penelitian pustaka, studi ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal ilmiah untuk mendalami konsep-konsep kunci tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai-nilai inti seperti keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kemanusiaan adalah fondasi yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan Islam. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an, Hadis, serta tradisi keilmuan seperti madrasah dan pesantren merupakan dasar utama yang membentuk karakter dan moral. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai-nilai hakiki ini secara holistik merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia yang mampu menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN NASIONALISME DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MANOKWARI PAPUA BARAT Indriyani, Dian; Noviani, Dwi; Imron, Ali
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3935

Abstract

Penelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologisPenelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam melalui Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan Anggraini, Lisa; Noviani, Dwi; Safitri, Desy; Vitasari, Dian
Khazanah Akademia Vol. 9 No. 01 (2025): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v9i01.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui program pengembangan profesional berkelanjutan. Kompetensi guru PAI sangat penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai religius peserta didik. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi program yang tepat guna meningkatkan kompetensi tersebut, terutama di era perubahan yang cepat dan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa sekolah menengah yang telah menerapkan program pengembangan profesional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kompetensi yang efektif mencakup beberapa aspek utama, yaitu: pelatihan berbasis teknologi, kolaborasi antar-guru, pembinaan melalui supervisi akademik, dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Selain itu, keterlibatan kepala sekolah dan pengawas pendidikan sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI. Program pengembangan profesional berkelanjutan yang terencana dan terstruktur mampu meningkatkan pemahaman guru PAI terhadap metode pembelajaran inovatif dan kemampuan dalam menghadapi tantangan di kelas. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Peluang dan Tantangan Aripin, Abdul Malik; Noviani, Dwi
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 1 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i1.5625

Abstract

This article examines the integration of technology in Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. This study uses a literature study method to analyze the opportunities and challenges faced in integrating technology into the PAI curriculum. The results of the study indicate that technology integration can improve the effectiveness of PAI learning, but also requires a careful approach to ensure that Islamic values are maintained.
The Influence of Islamic Education Values in Strengthening Tolerance in a Multicultural Society Adytiya, Adytiya; Noviani, Dwi; Paizaluddin, Paizaluddin; Laksita, Andrini Lita
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.13047

Abstract

This research aims to analyze the role of Islamic educational values, namely rahmah (compassion), ukhuwah (brotherhood), and adl (justice), in strengthening attitudes of tolerance among madrasa and Islamic-based school students in Ogan Ilir Regency, South Sumatra. A quantitative approach was used in this research involving 300 students as samples. Data was collected through questionnaires tested for validity and reliability, and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The results of the research show that the values of rahmah, ukhuwah, and adl have a significant effect on students' tolerance attitudes, with a coefficient of determination (R²) of 48%, which means that 48% of the variation in students' tolerance attitudes can be explained by the application of these values. The value of mercy has the greatest contribution in forming an attitude of tolerance, followed by ukhuwah and adl. However, challenges such as a lack of understanding of pluralism and a less than dialogical teaching approach are still obstacles in optimizing educational tolerance. This research concludes that Islamic education, through applying the values of mercy, ukhuwah, and adal, has great potential in forming a tolerant generation. Therefore, it is recommended that a more inclusive curriculum be developed, teacher training in teaching pluralism strengthened, and collaboration between Islamic and general education institutions increased.