p-Index From 2021 - 2026
7.248
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI PENDIDIKAN NASIONALISME DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MANOKWARI PAPUA BARAT Indriyani, Dian; Noviani, Dwi; Imron, Ali
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3935

Abstract

Penelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologisPenelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam melalui Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan Anggraini, Lisa; Noviani, Dwi; Safitri, Desy; Vitasari, Dian
Khazanah Akademia Vol. 9 No. 01 (2025): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v9i01.428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui program pengembangan profesional berkelanjutan. Kompetensi guru PAI sangat penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai religius peserta didik. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi program yang tepat guna meningkatkan kompetensi tersebut, terutama di era perubahan yang cepat dan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa sekolah menengah yang telah menerapkan program pengembangan profesional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kompetensi yang efektif mencakup beberapa aspek utama, yaitu: pelatihan berbasis teknologi, kolaborasi antar-guru, pembinaan melalui supervisi akademik, dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Selain itu, keterlibatan kepala sekolah dan pengawas pendidikan sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan bagi guru PAI. Program pengembangan profesional berkelanjutan yang terencana dan terstruktur mampu meningkatkan pemahaman guru PAI terhadap metode pembelajaran inovatif dan kemampuan dalam menghadapi tantangan di kelas. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru PAI dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Peluang dan Tantangan Aripin, Abdul Malik; Noviani, Dwi
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 5 No. 1 (2025): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v5i1.5625

Abstract

This article examines the integration of technology in Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. This study uses a literature study method to analyze the opportunities and challenges faced in integrating technology into the PAI curriculum. The results of the study indicate that technology integration can improve the effectiveness of PAI learning, but also requires a careful approach to ensure that Islamic values are maintained.
The Influence of Islamic Education Values in Strengthening Tolerance in a Multicultural Society Adytiya, Adytiya; Noviani, Dwi; Paizaluddin, Paizaluddin; Laksita, Andrini Lita
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v11i2.13047

Abstract

This research aims to analyze the role of Islamic educational values, namely rahmah (compassion), ukhuwah (brotherhood), and adl (justice), in strengthening attitudes of tolerance among madrasa and Islamic-based school students in Ogan Ilir Regency, South Sumatra. A quantitative approach was used in this research involving 300 students as samples. Data was collected through questionnaires tested for validity and reliability, and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The results of the research show that the values of rahmah, ukhuwah, and adl have a significant effect on students' tolerance attitudes, with a coefficient of determination (R²) of 48%, which means that 48% of the variation in students' tolerance attitudes can be explained by the application of these values. The value of mercy has the greatest contribution in forming an attitude of tolerance, followed by ukhuwah and adl. However, challenges such as a lack of understanding of pluralism and a less than dialogical teaching approach are still obstacles in optimizing educational tolerance. This research concludes that Islamic education, through applying the values of mercy, ukhuwah, and adal, has great potential in forming a tolerant generation. Therefore, it is recommended that a more inclusive curriculum be developed, teacher training in teaching pluralism strengthened, and collaboration between Islamic and general education institutions increased.
Pendekatan Metode Utsmani: Strategi Efektif Meningkatkan Literasi Al-Qur'an di SD IT Menara Fitrah mutiah; zainuddin; Noviani, Dwi
Mu'allim Vol 6 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/muallim.v6i2.5142

Abstract

This research aims to find out how the Ottoman method can increase Al-Qur'an literacy at the Menara Fitrah IT Elementary School. The methods used in collecting data in this research were observation, interviews and documentation. The results of this research found that by using the Ottoman method students who do not yet know the hijaiyyah letters or who can read the Qur'an but have not yet mastered reading such as makhrojul letters or where the hijaiyyah letters come out and the properties of the letters, the students are given training and guidance continuously how to read the hijaiyyah letters with the correct reading, so that they are not only able to memorize the hijaiyyah letters and the reading of the Qur'an, but can pronounce them (mahrijul letters and character traits) according to good reading and recitation. So that after learning the Ottoman method, it is very influential so that students are able to read the Qur'an well and correctly according to the reading and the rules of recitation
Problematika Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTAIS) Mardeli, Mardeli; Noviani, Dwi; Choiriyah, Choiriyah; Setyaningsih, Kris
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.5494

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sarana dan prasarana perguruan tinggi swasta di Indonesia yang setara dengan perguruan tinggi yang dijalankan oleh pemerintah. Peran lembaga pendidikan swasta sama halnya dengan negara, yaitu ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan hasil penelitian yang berorientasi pada pengembangan kualitas akademik dalam skala internasional sehingga kebutuhan akademik dan sosial untuk skala nasional dan regional dengan sendirinya terpenuhi; 2) didukung dengan suasana akademik yang baik sehingga upaya peningkatan mutu akademik dapat berjalan lebih cepat dan efektif; 3) menjadi penopang utama internasionalisasi pendidikan Islam yang lebih manusiawi dan membangun jaringan akademik internasional yang luas untuk mendukung sumber daya manusia dalam negeri yang unggul, inovatif dan produktif.
Analysis of the Dynamics of Islamic Educational Law and Policy to Improve Teacher Professionalism in Indonesia Hilmin, Hilmin; Masnila, Masnila; Sunarya, Eva; Noviani, Dwi
ANWARUL Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i4.7036

Abstract

This study examines the dynamics of Islamic education law and policy in Indonesia and their role in enhancing educator professionalism, employing a qualitative method through an extensive literature review. The analysis reveals that Islamic education law and policy in Indonesia are continually evolving to address emerging educational needs and the demands of a rapidly changing social, technological, and global landscape. These legal and policy developments prioritize the enhancement of human resource quality, particularly educators, and exert a significant influence on the national education system through regulatory frameworks that foster character development and academic competence. Professionalism in Islamic education encompasses the advancement of educators' knowledge, skills, and attitudes to effectively navigate the challenges of modern education. The legal framework plays a vital role in supporting this professionalism by establishing competency standards, implementing certification systems, and ensuring legal protection for educators. The study concludes that the synergy between evolving legal frameworks, Islamic education policies, and professional development initiatives is fundamental to improving the overall quality of education in Indonesia.
Peran Guru Dalam Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dan Agama Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Laksita, Andrini; Noviani, Dwi; Adytiya, Adytiya
Jurnal Pendidikan West Science Vol 3 No 01 (2025): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v3i01.1857

Abstract

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Indonesia memerlukan keterlibatan aktif guru dalam menyeimbangkan interpretasi ilmu pengetahuan dan agama. Dalam hal ini, guru berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga mendukung siswa dalam mengaitkan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai agama. Guru diharapkan dapat menjelaskan konsep-konsep ilmiah dengan cara yang relevan dan selaras dengan ajaran agama, sehingga siswa mampu memahami dan menghormati keduanya sebagai bagian penting dari proses pendidikan mereka. Peran guru dalam menginterpretasikan ilmu pengetahuan dan agama sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang holistik dan berintegritas. Dengan pendekatan yang kontekstual, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana siswa didorong untuk berpikir kritis dan kreatif. Hal ini juga mendorong siswa untuk mengeksplorasi pemahaman mereka tentang dunia dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan spiritual. Dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan teknologi, guru yang kompeten akan mampu membimbing siswa untuk menjadi individu yang cerdas, beretika, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. Dengan demikian, peran guru dalam kurikulum merdeka tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pemahaman yang mendalam tentang ilmu pengetahuan dan agama.
PERAN DAN POLA ASUH ORANG TUA PADA TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Juliantika, Lutfia; Husnaini, Nurul; Sabila, Rizky Tania; Windira, Winta; Noviani, Dwi
Jurnal I TIBAR Vol. 7 No. 02 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/itibar.v7i02.583

Abstract

Anak memiliki potensi kepribadian sesuai dengan gaya pengasuhan dan warna lingkungan, sebagai orang tua seudah seharusnya mampu memberikan yang terbaik untuk anaknya, tidak sekedar mencari sekolah yang terbaik untuk anaknya, tetapi memberikan kasih sayang dengan membantu anak mencapai tugas perkembangannya. salah satu tugas perkembangan yang perlu dicapai adalah mengenal diri dan lingkungan. untuk itu peneliti berusaha memaparkan peran orang tua terhadap pola asuh dan tumbuh kembang anak usia dini, metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif bertujuan untuk memaparkan informasi dengan bentuk kata-kata serta diharapkan mampu memberikan informasi dengan jelas, proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua memiliki peran penting terhadap pola asu dan tumbuh kembang anak usia dini, bagaimana pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perkembangan anak kedepannya.
Implementing Religious Activity Programs in Madrasah Tsanawiyah to Develop Students’ Emotional Intelligence and Discipline Aini, Nurul; Noviani, Dwi; Sholihah, Virdatus
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i3.656

Abstract

This This study aims to describe the implementation of religious activity programs in Islamic junior high schools (Madrasah Tsanawiyah) in developing students’ emotional intelligence and discipline. Religious activities such as shalat dhuha, tahfiz al-Qur’an, muhadharah, and mabit are integral parts of character education based on Islamic spiritual values. Through these activities, students are trained not only in cognitive and spiritual aspects but also in emotional control, responsibility, and discipline in fulfilling their obligations. This research employs a descriptive qualitative approach, using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The results indicate that religious activities significantly contribute to improving students’ emotional intelligence, as reflected in their ability to control emotions, respect others, and remain calm in facing challenges. Furthermore, students’ discipline increases through the structured and continuous routines of religious programs. Therefore, the implementation of religious activities in Madrasah Tsanawiyah is proven effective in fostering students’ religious, emotional, and disciplinary character formation.