Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Budaya Lokal dan Program Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang Arman Arman; Nurmiati Muchlis; Nilam Sahratun Nadira; Suharni A. Fachrin; Reza Aril Ahri; Sitti Patimah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12101

Abstract

Stunting is one of the impacts of maternal and child health problems in the long term. Health service programs have not in synergy with the customary patterns and culture of the local community can be an inhibiting factor for the success of the program. The number of stunting cases in South Sulawesi is still quite high. Enrekang Regency is one of the districts with the highest stunting cases. This study aims to analyze the integration of local culture and maternal and child health services in the efforts to deal with stunting in the working area of the Maiwa Health Center. The research design had included qualitative research with a case study approach. The informants in this study were maternal and child health service officers (doctors, nurses, and midwives) including mothers who had children under five years of age and health cadres with the key informant being the head of the Puskesmas. The research location was carried out in the working area of the Maiwa Public Health Center, Enrekang Regency. The results showed that there were efforts to integrate local culture with health service efforts in the form of innovative programs in the community. The existing innovation program has to involve target community groups and health workers including from the private sector. It was hoped that the government, especially the health office as the leading sector, can explore the local potential in each region by involving the local community as the subject, not only as the object of the program. Keywords: local culture; stunting; health service; integration ABSTRAK Stunting merupakan salah satu dampak dari masalah Kesehatan Ibu dan Anak dalam waktu jangka panjang. Program pelayanan Kesehatan yang kurang bersinergis dengan pola kebiasaan maupun budaya masyarakat setempat dapat menjadi faktor penghambat dari keberhasilan program. Jumlah kasus stunting di Sulawesi Selatan dapat dikategorikan masih cukup tinggi. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu kabupaten yang menempati kasus stunting tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi budaya lokal dan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dalam upaya penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Maiwa. Desain penelitian termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah petugas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (dokter, perawat, dan bidan) termasuk Ibu yang memiliki Balita Stunting dan kader Kesehatan dengan informan kunci yaitu kepala Puskesmas. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya integrasi budaya lokal dengan upaya pelayanan Kesehatan dalam bentuk program inovatif di masyarakat. Program inovasi yang ada melibatkan kelompok masyarakat target dan petugas Kesehatan termasuk dari pihak swasta. Diharapkan kepada pihak pemerintah, khususnya dinas Kesehatan sebagai leading sektor dapat lebih menggali potensi lokal yang ada di masing-masing daerah dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai subjek bukan hanya sebagai objek program. Kata kunci: budaya lokal; stunting; pelayanan kesehatan; integrasi
Analisis Biaya Rill dan Tarif INA CBG’s Di Rumah Sakit Umum Bahagia Kota Makassar Agustina Agustina; Basir Palu; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 2 (2020): NOVEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.876 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i2.241

Abstract

Latar belakang: demam tifoid termasuk dalam 10 penyakit terbesar pertama yang memiliki selisih antara biaya riil rumah sakit dan tarif INA CBG’s, dengan rincian biaya yang dikeluarkan rumah sakit sebesar Rp 250.694.748 dan tarif paket INA CBG’S Rp 207.540.800 sehingga terdapat selisih biaya sebesar Rp 43.153.945. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis biaya riil dan tarif INA CBG’s pada demam tifoid kasus ringan, sedang, berat pasien rawat inap diRSU Bahagia Makassar. Metode: jenis penelitian dengan Mix- methode penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan uji beda yaitu Uji one sample T-Test dan uji korelasi sedangkan penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Desain penelitian ini menggunakan sequential explanatory. Lokasi penelitian di RSU Bahagia Makassar. Populasi adalah seluruh biaya kasus tifoid pasien rawat inap. Sampel adalah biaya yang dikeluarkan untuk tifoid kode INA CBG’s A-4-14-III (berat), A-4-14-II (sedang) dan A-4.14-I (ringan) pasien BPJS rawat inap dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil: ditemukan perbedaan signifikan dari total cost untuk dua kasus tifoid berdasarkan tingkat keparahan ringan dan berat. Nilai signifikan bermakna ada perbedaan biaya dimana lebih tinggi tarif INA CBG’s dibanding biaya rill dengan selisih Rp150,387/hari kasus berat, nilai signifikian bermakna ada perbedaan biaya rill, tarif rumah sakit dan tarif INA CBG’s dengan selisih rata-rata Rp 210,000/hari lebih tinggi rumah sakit disbanding tariff INA CBG’s untuk kasus ringan. Hasil uji korelasi bahwa lama rawat memiliki nilai P= 0,017 signifikan yang mempengaruhi perbedaan biaya rill rumah sakit dan tarif INA CBG’s. Sejalan dengan hasil wawancara bahwa lama rawat adalah komponen yang mempengaruhi perbedaan biaya. Kesimpulan: ada perbedaan signifikan antara biaya rill rumah sakit dan tarif INA CBG’s dengan dipengaruhi oleh lama rawat.
Minat Kembali Customer Provider Tukang Gigi dalam Pembuatan Gigi Tiruan di Desa Rappolemba Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Gowa Tahun 2020 Muhammad Anugrah Pratama; Nurmiati Muchlis; Samsualam
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 2 (2020): NOVEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.794 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i2.245

Abstract

Latar Belakang: Pembuatan dan pemasangan gigi tiruan tidak hanyamenjadi wilayah kerja dokter gigi tapi juga tukang gigi dan saat ini banyak tukang gigi yang melakukan praktek medis di bawah standar kedokteran sehingga dapat membahayakan masyarakat. Walaupun dianggap membahayakan, masih banyak masyarakat yangmenggunakan jasa tukang gigi dibandingkan dokter gigi.Berdasarkan hal ini menunjukkan perlunya mengkaji lebih lanjut tentang masalah ini. Apakah ada minat kembali customer untuk membuat gigi tiruan kembali pada tukang gigi walau fakta yang ditemukan bahwa banyak kejadian yang kurang memuaskan yang di alami oleh customer tukang gigi Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung 1 tahun terakhir ke tukang gigi di Desa Rappolemba sebanyak 50 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara Total sampling. Hasil: uji regresi diperoleh nilai ρ = 0,008 dimana ρ< 0,05 yang artinya ada pengaruh signifikan terhadap minat kembali pasien dalam pembuatan gigi tiruan di tukang gigi. Kesimpulan: sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh minat kembali pasien dalam pembuatan gigi tiruan di tukang gigi. Penelitian ini menyarankan agar ada upaya pemerintah dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau
Pengaruh Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan (SILK) Terhadap Mutu Pelayanan Di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar Hasni Latif; Basir Palu; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 2 (2020): NOVEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.934 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v1i2.249

Abstract

Latar belakang: Laboratoryum Information System diakui sebagai alat yang ampuh untuk meningkatkan manajemen data laboratorium secara eksternal di dalam laboratorium dan pelaporan data. Telah banyak digunakan oleh laboratorium medis di negara-negara berpenghasilan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh SILK terhadap mutu pelayanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar tahun 2020. Metode: menggunakan analisis eksplanatori deskriptif secara studi cross sectional, Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.035 orang dan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Hasil: uji statistik Standar Prosedur Operasional (SPO) terhadap mutu pelayanan melalui standar pelayanan minimal adalah sebesar 0,016, sedangkan koefisien pengaruh langsungnya sebesar 0,128. Nilai koefisien pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pada nilai koefisien pengaruh langsung, artinya penerapan SPO tidak mempengaruhi secara tidak langsung terhadap mutu pelayanan melalui standar pelayanan minimal. Sedangkan kompetensi sumber daya manusia terhadap mutu pelayanan melalui standar pelayanan minimal adalah sebesar 0,016, sedangkan koefisien pengaruh langsungnya sebesar 0,362. Nilai koefisien pengaruh tidak langsung lebih kecil daripada nilai koefisien pengaruh langsung, artinya kompetensi SDM tidak mempengaruhi secara tidak langsung terhadap mutu pelayanan melalui standar pelayanan minimal. Kesimpulan; SPO sangat perlu karena salah satu dasar utama untuk menciptakan pelayanan yang baik di BBLK Makassar.
Pengaruh Fasilitas Kesehatan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Pasien Melalui Kualitas Pelayanan Pada Unit Rawat Inap Di RSUD Haji Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Aznira Nurul Hidayah; Nurmiati Muchlis; Rasyidin Abdullah
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.784 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i1.485

Abstract

Background: Measurement of customer satisfaction is an important element in providing better, efficient and more effective service. This study aims to determine the effect of health facilities and work motivation on patient satisfaction through service quality in inpatient units at Haji Makassar Hospital, South Sulawesi Province. Method: The research design used in this study was an analytic survey with a Cross Sectional Study approach. Sampling was done by total sampling method with a total sample of 68 people. Methods of data analysis using statistical analysis calculations using the SPSS program using path analysis. Results: The results showed that from the Sobel test there was a significant and positive effect of the health facility variable at t count 3.984> 1.987 and work motivation t count of 3.011> 1.987 on patient satisfaction through service quality, there was a significant effect of the health facility variable 0.000 <0.005 on satisfaction, no there is a significant effect of work motivation variable 0.155> 0.000 on patient satisfaction, there is a significant influence of the health facility variable 0.000 <0.005 and the work motivation variable 0.001 <0.005 on service quality, and there is a significant effect of the service quality variable 0.000 <0.005 on patient satisfaction. Conclusion: The conclusion of the study shows that there is an effect of health facilities and work motivation on patient satisfaction through the quality of service at Haji Makassar Hospital, South Sulawesi Province. So it is suggested to the hospital to maintain the quality of its service.
Analisis Perilaku Hidup Bersih Dan sehat (PHBS) pada Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Salewangang Kabupaten Maros Reza Aril Ahri; Burhanuddin; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.226 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i2.506

Abstract

Background: Health promotion has a very relevant meaning and meaning. The definition of health promotion is the process of empowering or empowering the community to maintain, improve and protect their health through increasing awareness, willingness and ability, as well as developing a healthy environment.This study aims to analyze the clean and healthy life behavior of health workers at Salewangang Regional General Hospital, Maros Regency. Method: This study uses quantitative methods with a total sample of 100. Statistically, the level of knowledge allocated has a significant and positive effect on the clean and healthy life behavior of health workers at the Salewangang Regional General Hospital, Maros Regency. Results: The value of the regression coefficient is 0.274, -0.011 infrastructure, 0.042 attitude, 1.114 hospital policy. This shows that an increase in knowledge, infrastructure, attitudes, hospital policies by 1% will increase the behavior of clean living on average by 27.4%, meanwhile, infrastructure has no significant effect.
Analisis Kinerja Pegawai Rumah Sakit Pada Pengelolaan Keuangan Sejak Penerapan Blud Di RSUD Salewangang Kabupaten Maros Reza Aril Ahri; Samsuar Samsuar; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.705 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i2.508

Abstract

Background: Based on the results of the survey, while conducting the research, there were some obstacles during the research, which were caused when doing the research, there were some informants who were not willing to be interviewed and there were informants who were not there when doing the research. However, of the 5 people who became informants had provided in-depth information about the performance of employees in the financial division of the Salewangang Regional Hospital, Maros district. This study aims to analyze the performance of hospital employees in financial management since the implementation of BLUD in Salewangang Hospital, Maros Regency. Methods: As for this type of research, it is qualitative, this research was conducted at Salewangang Maros Hospital for 1 month.The informants in this study were 5 informants. Results: of the study showed that from the 5 key informants, information was found that employee performance was influenced by salary.
Implementasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Zahrawi Astrie Ahkam; Nurmiati Muchlis; Samsualam
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.935 KB) | DOI: 10.52103/jmch.v2i2.509

Abstract

Background: SISRUTE is the implementation of health services that regulates the transfer of duties and responsibilities of health services reciprocally, both vertically and horizontally, where the entire referral process is carried out in an integrated manner. SISRUTE is expected to be able to overcome delays in the patient handling process because adequate health service facilities are only in big cities and the a limited capacity of places to handle these patients. Method: The research method used in this research is a qualitative method and a phenomenological approach. Where this research was conducted in the interview stage to find out qualitative data in knowing the implementation of the integrated referral system (SISRUTE) at the Labuang Baji Hospital, Makassar City. Result: The results of this study found that the relationship between hospital variables and policy setting, the relationship between information variables and information recording and reporting, and the relationship between system variables and the use of hardware, software, and the expertise of Information Technology (IT) personnel in terms of definition. the system, human resource expertise, system appearance, features and functions, security, and access rights of informants rated it as well, while in terms of training, the use of the system and the constraints of using informants considered it bad. Conclusion: So it is recommended that Labuang Baji Hospital should provide more than one internet network, for example adding a modem, for referring hospitals and referral recipient hospitals to complete and update the database of resource availability, facilities, and blood banks, and integrate this data into SISRUTE.
Pengaruh Pengetahuan, Motivasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Patient Safety Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna: The Effect of Knowledge, Motivation and Organizational Commitment on Patient Safety in the Inpatient Room of the Muna Regency General Hospital Rahmayanti Tomasa; Samsualam Samsualam; Nurmiati Muchlis
Journal of Muslim Community Health Vol. 3 No. 1 (2022): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v3i1.810

Abstract

Background; The success of implementing patient safety in health services from a hospital is reflected in the satisfaction of the patient or the patient's family. Therefore, strategic hospitals need to apply the principles or dimensions of service quality in accordance with customer needs and expectations. This study aims to determine the relationship between service quality and inpatient patient satisfaction at RSUD Kab. Muna. The general purpose of this study was to analyze the effect of the level of knowledge, motivation, and organizational commitment on the implementation of patient safety in RSUD Kab. Muna. Method: This research is a quantitative survey in the form of a cross-sectional approach. As what is examined in this study is the quality of health services in the inpatient unit of RSUD Kab. Muna. Results; The results showed that there was a relationship between knowledge of patient safety in the inpatient room at RSUD Kab. Muna with a value of p = 0.000 <0.05, there is a relationship between motivation to patient safety in the inpatient ward at RSUD Kab. Muna with a value of p = 0.000 <0.05, there is a relationship between organizational commitment to patient safety in the inpatient ward at RSUD Kab. Muna with p-value = 0.000 < 0.05. Conclusion: From the results of the study, it was found that of the 3 variables all related. To support better physical evidence, the hospital must pay more attention to hospital facilities so that it is more comfortable for every hospital visitor.
PEMBERDAYAAN ANRONG BUNTING SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANAK Nurmiati Muchlis; Nasrudin Nasrudin; Ulfa Sulaeman; Samsu Alam
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.895 KB)

Abstract

Masalah kematian ibu dan anak masih menjadi prioritas dalam isu kesehatan secara nasional. Pemberdayaan masyarakat dianggap menjadi salah satu bagian penting untuk mengatasi masalah Angka kematian Ibu (AKI) dan Anak serta Angka Kematian Bayi (AKI). Beberapa program inovasi yang ada untuk pemberdayaan masyarakat dinilai masih kurang optimal. Salah satu program inovasi inovasi pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu Pemberdayaan Anrong Bunting sebagai upaya penurunan angka Kematian Ibu dan Anak (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Anrong Bunting merupakan istilah dalam bahasa Makassar yang berarti orang yang dipercaya untuk mengurus calon pengantin. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra tentang kesehatan reproduksi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Mitra dinilai sebagai pihak yang berpotensial sebagai mitra penyuluh kesehatan untuk memberikan pengetahuan tentang KIA bagi calon mempelai yang akan membina rumah tangga. Mitra kegiatan pengabdian yaitu Anrong Bunting. Anrong Bunting terdiri dari perias penganti dan pendamping calon pengantin, sehingga terdapat 2 (dua) mitra yaitu kelompok perias pengantin dan pendamping calon pengantin. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan tentang kesehatan reproduksi dan KIA serta pembagian buku saku kesehatan reproduksi dan KIA bagi mitra. Hasil pelatihan menunjukkan adannya peningkatan pengetahuan mitra dai 40% menjadi 65% tentang kesehatan reproduksi dan KIA. Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan dan tokoh masyarakat lainnya juga terlibat dalam sustainabilitas program yang dilaksanakan. Mitra yang mendapatkan pelatihan dapat melakukan diseminasi informasi kepada anrong bunting lainnya. Lokasi pengabdian masyarakat di Desa Sanrobone Kabupaten Takalar.
Co-Authors A, Aan Andrian Saputra A. Rezki Amalia AP A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia A. Rizki Amelia AP A. Rizki Amelia AP Abna, Nurjannah Abna, Nurul Rafiqa Auliyah Achmad Noerkhaerin Putra Agustina Agustini, Tutik Ahmad, Mirna Ahri, Reza Aril Alatas, Idrus Alda Firzia Alfina Baharuddin Alfina Baharuddin Almaida Taurisa Alwi, Muhammad Khidri AM, Amran Rajak Amelia AP, A. Rizki Amelia, A Rizki Amelia, Andi Rizki Amir, Umair Al Amran Razak Amran Razak amrin Anas, Novita Sri Anas, Novitha Sri Andi M. A Yandini Andi Muhammad Multazam Andi Multazam Andi Rizki Amelia Andi Rizki Amelia Andri Anwar angriai, yayu Annissa Faradilla Anniza Fitrah Muhammad AP, A. Rizki Amelia AP, Andi Rizki Amelia AR, Armin Arifin, Hardiyanti Nur Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Azizah, Wafiq Khalifatul Aznira Nurul Hidayah Baharuddin Semmaila Baharuddin Semmaila Basir Palu Bimo Tejomukti Purwanto Burhanuddin Chalid, Lukman Darmianti Dhea Maharani Dian Ayu Lestari Dirgahayu Lantara Een Kurnaesih Eka Wahyuni Eka Wahyuni Elfandari, Enno Ella Andayanie Ervina Faisal AR Pelu, Muhammad Fatmah Afrianty Gobel Fauziah, Khafifahtul Feby Triadi Firzia, Alda Fitrauni, Rika Fratiwi, A. Fira H. M. Tahir Abdullah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairuddin Hamzah, Wardiah Hariani Haruna, Ria Haerani Hasni Latif Hayatun Nufus Idham Idham Igusti, Nuryanggi Ikhram Hardi S Indah Faradiba Fitriana IRDAWATI Isma Hajriati Jasmin Ambar Labibah, Iffat Nurjihan Laksono Trisnantoro Liskha Ayuningrum Ludfia Ulfa M Ikhtiar Mansur Sididi Mansur Sididi Marjuni, Nurmaya Masriadi Mawaddah, Besse Mirna Ahmad Muh. Ikhtiar Muh. Rifo Rianto Muhammad Anugrah Pratama Muhammad Faisal AR Pelu Muhammad Ikhtiar Muhammad Kidri Alwi Muhammad Nusran Muhammad Tahir Abdullah Multazam, A M Multazam, Andi Multazam, Andi Muh. Nadya, Nur Nasrudin Nasrudin Andi Mappaware Nilam Sahratun Nadira Nisa, Azzahra Khaerun Nur Azizah Nur Azizah Fadilah Tunizah Nur Fadilla Nur Fitriany Sari Nur Khafifah Bardi Nur Setiawati Nuraeni Nuraeni Nurbaeti Nurbaety Nurbaety Nurfadilah, Dewi Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurjannah Nurjannah Nurlena, Nurlena Nurul Kusumadewi Nurul Rahmayanty Nurul Susanti Nurul Susanti Nurwanah, Andi Nuryadin, Alfiyana Ramadhani Nusran, Muhammad Palu, Basir Paputungan, Ainun Putri Aighina Chikita Nanda Rahmayanti Tomasa Rahmayanty, Nurul Rahmi Fajarwati Rasyidin Abdullah Razak, Andi Yulinar Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezky Aulia Yusuf Rika Fitrauni Rizki Amelia S, Haeruddin Saman, Ulfa Hi Samsir, Afifah Anan Hardian Samsualam, Samsualam Samsuar Samsuar Sapriadin Saiful Seknun, Amina Shamad, Ishaq Shintia Novotna Katoda Sitti Patimah Sri Rahayu Suparman St. Nurchaliza Damayanti Pratiwi Sudirman, Farah Zhafirah Suharni A. Fachrin Suharni Suharni Sulastri, Armis Suleman, Jihan Friska Putriani Sumarni Sumarni Sundari Sundari Susanti, Anggriani Sutra, Ayu Syamsu, Awaluddin Taslim, Ali Akbar Triana Amaliah Jayanti Triana Amaliah Jayanti Triska Ayu Fitriani Triska Ayu Fitriani Triwahyuningsih, Triwahyuningsih Tsamara, Riqqah Ulfa Sulaeman Ummu Kalsum Muslimin Bando Wahyu Wira Utami, Wahyu Wira Wahyuddin, Ashabul Wahidhan Wiratman, Avita Paradita Yahya, Githa Nurfaridha Yoniko, Vivi Alvionita Yulfikasari YULIATI Yuliati - Yusriani, Yusriani yusuf, Muhammad Rizky adipratama Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zahrawi Astrie Ahkam Zulfarhanah Andi Hamid