Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Buku Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia Kelas XI SMA Hardina; Sakaria; Asis Nojeng
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Kajian Kritis Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v9i1.2781

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah upaya dalam mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik ke tingkat yang lebih tinggi dan berperan penting untuk menyelesaikan suatu persoalan yang kompleks. Oleh sebab itu, implementasi soal-soal HOTS pada pembelajaran terutama dalam buku ajar sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan dan bentuk soal HOTS pada buku Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas XI SMA oleh Rahmah Purwahida dan Maman. Peneliti menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah muatan dan bentuk soal kategori HOTS berdasarkan Taksonomi Bloom Edisi Revisi yang mengacu pada kata kerja operasional (KKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan soal HOTS dominan ditemukan pada tingkatan mengevaluasi (C5). Muatan soal HOTS ditemukan berjumlah 143 soal terdiri atas tiga tingkatan yaitu mengevaluasi (C5) berjumlah 85 soal, menganalisis (C4) ditemukan berjumlah 41 soal, dan terakhir mencipta (C6) ditemukan berjumlah 17 soal. Bentuk soal HOTS diklasifikasikan ke dalam dua bagian yaitu tes subjektif (uraian) adalah soal yang dominan ditemukan berjumlah 130 soal dan tes objektif ditemukan berjumlah 13 soal.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.
Banalities in Kelong Makassar Asis Nojeng; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4955.193-206

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of banality in Makassar kelong, namely the tendency of degradation of meaning due to commercialization, use outside its original cultural context, and the influence of digital media in its distribution. The research method used is a qualitative approach. This research was conducted from May to December 2025. The data sources for this study consist of primary and secondary data. Data collection techniques used are literature study, documentation, observation, data transcription, and data classification. Meanwhile, data analysis is carried out using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions, then the final stage is data validity. The results of the study show that banality in Makassar kelong occurs in several forms, such as simplification of meaning, adaptation that eliminates philosophical values, and dissemination through social media that tends to prioritize entertainment aspects over cultural substance. This phenomenon shows that kelong is no longer only part of a sacred oral tradition, but has also undergone a transformation into a pragmatic popular cultural product. This study provides a theoretical contribution to the field of oral literature by combining semiotics and banality. These findings serve as a reflection to preserve kelong so that it does not lose its depth of meaning in more modern cultural flows. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena banalitas dalam kelong Makassar, yaitu kecenderungan degradasi makna akibat komersialisasi, penggunaan di luar konteks budaya aslinya, serta pengaruh media digital dalam persebarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Mei hingga Desember 2025. Sumber data penelitian ini terdari dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka, dokumentasi, observasi, transkripsi data, dan klasifikasi data,. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penariksan kesimpulan, kemudian tahap akhir adalah keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banalitas dalam kelong Makassar terjadi dalam beberapa bentuk, seperti simplifikasi makna, adaptasi yang menghilangkan nilai filosofis, serta penyebaran melalui media sosial yang cenderung mengutamakan aspek hiburan dibandingkan substansi budaya Fenomena ini menunjukkan bahwa kelong tidak lagi hanya menjadi bagian dari tradisi lisan yang sakral, tetapi juga mengalami transformasi menjadi produk budaya populer yang bersifat pragmatis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam bidang sastra lisan dengan memadukan semiotika dan banalitas. Hasil temuan ini berfungsi sebagai refleksi untuk melestarikan kelong agar tidak kehilangan kedalaman maknanya dalam arus budaya yang lebih modern.
Implementasi Literasi Digital Melalui Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Sakaria Sakaria; Asis Nojeng; Deni Indrawan; Nurfadillah Nurfadillah
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.345

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan literasi digital melalui workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bagi guru Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs). Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis partisipatif yang meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, angket kepuasan peserta, serta analisis produk pembelajaran yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk pengembangan bahan ajar, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Peserta juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap materi dan pelaksanaan workshop. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kompetensi literasi digital guru serta mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs).
PENGARUH PENERAPAN METODE CHAIN WRITING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS VIII SMPN 27 MAKASSAR Nur Afni; Azis; Asis Nojeng
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18042

Abstract

Short story writing is one of the essential competencies in Indonesian language learning because it fosters students' creativity, critical thinking, and language skills. However, the teaching of short story writing in schools still faces several challenges, including students' limited ability to develop ideas, organize plots, and apply appropriate language conventions. This study aimed to describe students' short story writing skills before and after the implementation of the chain writing method and to examine its effect on the short story writing skills of eighth-grade students at SMP Negeri 27 Makassar. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 students selected from a population of 366 eighth-grade students. Data were collected through a short story writing test and classroom observations and were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results revealed that the mean pretest score was 45.30, which fell into the less skilled category, while the mean posttest score increased to 79.20, categorized as skilled. The hypothesis testing showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating that the alternative hypothesis was accepted. Therefore, the implementation of the chain writing method had a significant effect on the short story writing skills of eighth-grade students at SMP Negeri 27 Makassar. These findings suggest that the chain writing method can serve as an effective collaborative learning strategy to improve students' short story writing skills.