Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V ., I Ketut Ardika; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model ARIAS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V di SD Negeri Desa Kalibukbuk tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 134 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan Probability Sampling dengan tehnik simple random sampling. Dari hasil undian diperoleh pasangan SD yaitu SD No 4 Kalibukbuk sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 33 orang dan SD No 3 Kalibukbuk sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 orang. Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan metode tes. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar berupa tes obyektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistic deskriftif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa kelas V di SD No 4 Kalibukbuk yang menggunakan model pembelajaran ARIAS dan hasil belajar IPA siswa di SD No 3 Kalibukbuk yang menggunakan model pembelajaran konvensional Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 22,84 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 17,14. Selain itu analisis uji t diperoleh thit lebih besar dibandingkan dengan ttab (thit 27,14 > ttab 1,99) maka H0 ditolak dan H¬1 diterima. Penerapan ARIAS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : arias, konvensional, hasil belajar This study aimed at knowing the difference of science learning result between students who learned using ARIAS learning model and students who learned using conventional learning model. The type of study was quasi experiment using Post-Test Only Control Group Design. The population of the study was fifth grade students of SD Negeri at Desa Kalibukbuk in academic year 2013-2014 consisting of 134 students. The sample was taken by Probability Sampling using simple random sampling technique. The result of lottery was obtained the pair of SD namely SD Negeri No 4 Kalibukbuk was as experiment class consisting of 33 students and SD Negeri 3 Kalibukbuk was as control class consisting of 34 students. To measure the learning outcomes of students used methods of testing. The data of study were obtained by using multiple choices test of science. The data that collected were analyzed by descriptive statistic analysis and inferential statistic. The inferential statistic analysis used t-test. The result of study revealed that there was significant difference of learning result between fifth grade students at SD Negeri 4 Kalibukbuk that learned using ARIAS learning model and fifth grade students at SD Negeri 3 Kalibukbuk that learned using conventional learning model. The average score of experiment class was 22.84 and 17.14 for the control class. Besides, the t-test analysis obtained thit was bigger if compared with ttab (thit 27.14>ttab 1,99). Therefore, Ho was rejected and H1 was accepted. The implementation of ARIAS learning model has positive effect toward students’ learning result of science. keyword : arias, conventional, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS II KECAMATAN MENDOYO ., Ni Made Okty Purwani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 249 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 66 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 29,72 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 23,03 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,54 > ttabel 2,00) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran heuristik vee dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran heuristik vee menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : model heuristik vee, pemahaman konsep This observation aims to: (1) describe comprehension of student science concept in group experiment which is taught with heuristic vee learning model, (2) describe comprehension of student science concept in control group which is taught with direct learning model, (3) know differences comprehension of science concept among the students that follow heuristic vee learning and students that follow learning with direct learning model. This kind of observation is apparent experiment observation with design post-test only control group design. This observation population is all of fifth grade students in fifth cluster elementary school in Mendoyo sub-district in 2013/2014 in which engange 247 students. Sample that participated in the study were 66 students. Sample that taken by sampling random technique. Science concept comprehension data is gethered by test method, which is wider objective test. Then data will be analyzed by using descriptive statistic analysis technique and t-test. Result of observation points that, (1) average score of student science concept comprehension in group experiment is 29,72 that is different in high category, (2) average score of student science concept comprehension in control group 23,03 that is different in medium category, (3) result of t-test analysis is obtained tcount is bigger than ttable (tcount 5,54 > ttable 2,00) it means that there is significant differences in science concept comprehension among the students who follow the learning by using heuristic vee and students that follow learning with direct learning model. Thus, the group of students who learned with vee heuristic learning model showed a better understanding of the concept compared to a group of students that learned to use direct instructional model.keyword : heuristic vee learning, concept comprehension
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR (INISIASI, KONTRUKSI-REKONTRUKSI, APLIKASI DAN REFLEKSI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Dewa Putu Widiartana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2061

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR, 3) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan post tes only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 158 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penarukan yang berjumlah 36 orang. Tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional tergolong kriteria tinggi dengan rata-rata (M) = 29,00 , 2) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR tergolong kriteria sangat tinggi dengan rata-rata (M) = 31,15, 3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Kontruksi-rekontruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model ( thitung = 6,33 dan ttab = 1,980). Dilihat dari rata-rata hasil belajar matematika, diketahui rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 33,15 dan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 29,00. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model IKRAR, hasil belajar matematika Abstract The research aimed to know about 1) description the result of the math students who join conventional 2) description the result of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) 3) The difference result between of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and the result of the math students who join conventional. This research was about abstract experiments and used Post test only control group design. Populations of this research is five grade students of elementary school cluster II in Buleleng sub-district in academic year 2013-2014 with total value is 158 students. And the students’ examples were used in this observation around 76 people. The examples models of this research was five grade students in SD Negeri 4 Penarukan with total 40 students, and students in SD Negeri 3 Penarukan with total 36 people. The result of learning mathematics test was used descriptive test. Data was analyzed with statistic descriptive and inferential statistic ( test-t ). The result of analysis shown 1) The result of math students who join conventional learning have high classified criteria with average ( M ) = 29,00, 2) The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) have high classified criteria with average ( M ) =31,15, 3) There are significant differences between The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and The result of math students who join conventional learning ( count =6,33 and tab = 1,980 ). From the average of result of mathematic, it’s shown about the experiment group is 33,15 and the average of control group is 29,00. According to that average, it can be concluded that the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) more higher than the groups student who join conventional learning.keyword : Model IKRAR, Mathematic Learning Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS IV KECAMATAN BULELENG ., Ni Made Marteni Dewi; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada hasil belajar kognitif IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional di kelas V SD Tahun pelajaran 2013/2014 di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SDN 1 Alasangker dan kelas VSDN 3 Alasangker. Sampel ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Berdasarkan hasil uji-t, diperoleh t hitung sebesar 4,46, sedangkan t tabel dengan db = 37 pada taraf signifikansi 5% adalah 1,74. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel. Disamping itu, rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran CRH (21,92) lebih tinggi daripada rata-rata skor kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (15,2). Dengan demikian, model pembelajaran CRH berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus IV Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : Model CRH, Hasil Belajar The research aims to determine the existence of significant differences in the cognitive science of learning outcomes between students who learn to follow the group cooperative learning model Course Review Horay (CRH) with a groups of students who learn to follow the conventional model of learning 5th grade elementary school academic year 2013/2014 in cluster IV on Buleleng District. The design of this reseach is Quasi Eksperimen with post test only control group design. Population of this research is all in 5th grade elementary school in cluster 4 Buleleng district. The sample of this research is 5th SDN 1 Alasangker and 5th SDN 3 Alasangker. Sample determin by using simple random sampling. Learning outcomes data were collected using a multiple-choice test answer correct. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistical t-test. The results showed there are significant diffrences on learning outcomes of natural science between students who are learning to follow the model of the Course Review Horay (CRH) cooperative learning type with students who are learning to follow the conventional of learning in 5th grade elementary school academic year 2013/2014 in cluster IV on Buleleng District. Based on the results of the test-t, with tcount amount 4,46 and ttable with db = 37 at signifikan level 5% is 1,74. The calculation results show that tcount is greater from ttable. Beside that, average science achievement scores of between students who learning models CRH (21,92) higher than the average score of the group of student who studied with conventional learning models (15,2). The consclusion, learning model CRH have influence on science learning outcome student of 5th grade elementary school academic year 2013/2014 in cluster IV on Buleleng District.keyword : Model CRH, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TEENIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V ., I Dewa Made Arta Putra; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Teenique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 231 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Kalibukbuk yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,95, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 14,26. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 9,06 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Teenique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Value Clarification Teenique, hasil belajar This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in first semester of SD Cluster XV in Buleleng subdistrict in academic year 2013/2014 and were amounted 231 students. The sample of this research were 39 students of the fifth grade of SDN 1 Anturan as experimental group and 34 students of the fifth grade of SDN 3 Kalibukbuk as control group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23.95, whereas the mean of control group was 14.26. from the result, it was gotten result of th = 9.06. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.00, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : Result of Study, Value Clarification Technique
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CTL BERBASIS BUDAYA BALI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SUKAWANA ., I Kadek Nadiartana; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2448

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Kabupaten bangli. Prosedur penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus Sukawana Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data pemahaman konsep siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda diperluas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan dengan Rata-rata skor pemahaman konsep siswa kelompok eksperimen adalah 31,1 berada pada kategori tinggi sedangkan skor pemahaman konsep siswa kelompok kontrol adalah 24,8 berada pada kategori sedang dengan nilai thitung sebesar 3,215 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CTL berbasis budaya Bali lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : CTL, budaya Bali, pemahaman konsep Abstract The research aims to determine differences in understanding of concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models in class V student of the school year 2013/2014 in the SD group Sukawana district of Kintamani Bangli regency. The research procedure is quasi-experimental studies and using post-test only design with non-equivalent control group design. Popupasi this study were all fifth grade students of elementary schools in the district of Kintamani Sukawana Cluster Academic Year 2012/2013. The sample used in this study amounted to 49 people. Sampling technique is random sampling technique, but the class was randomly assigned. Data obtained with students' understanding of the concept of using extended multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The analysis showed that there were differences in understanding concepts in science among the group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture and the group of students who learned with conventional learning models. This is evidenced by the average score of the experimental group students' understanding of concepts was 31.1 at the high category while scores of understanding the concept of the control group was 24.8 students in middle category with tcount ttab = 3,215 and then 2,021 t greater than ttab. Based on these results it can be said that a group of students who learned with CTL-based learning model Balinese culture is better than the group of students who learned with conventional learning models. keyword : CTL, Balinese culture, understanding concepts
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS DENGAN TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS IV ., I Putu Giri Yuda Putra; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2546

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 1 Gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group desain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel dipilih sebanyak dua sekolah dari delapan sekolah dengan menggunakan teknik “random sampling”. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pencapaian nilai siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing yang tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,9 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata 12,06.Kata Kunci : model pembelajaran tsts, teknik kancing gemerincing, hasil belajar Research was conducted to determine differences in outcome between groups of students learn civic education that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique with students that learned using conventional learning models in grade IV Semester 1 Group cluster XV Buleleng Distric Buleleng Regency Academic Year 2013/2014. The research was quasi-experimental research design using non-equivalent post-test only control group design. Subjects of this research are fourth grade students in the group cluster XV Buleleng distric Buleleng regency. Samples were selected as two schools from eight schools by using the technique of "random sampling". The research data collected using test methods, namely multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The results showed that there were significant differences between students, civic education learning outcomes that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique devided with students that learned using conventional learning models. This is demonstrated by the average achievement of the students that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique is classified as very high with an average of 15.9, while the students that learned using conventional learning model is high with an average of 12.06.keyword : cooperative model tsts, talking chips technique, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V ., Komang Tariani; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3114

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh SD kelas V di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah populasi 206 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling melalui teknik undian, tetapi yang diundi adalah kelas. Dari hasil undian, diperoleh kelas V dari SD N 5 Bungkulan dan SD N 6 Bungkulan sebagai sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep IPA. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) pemahaman konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan rata-rata skor = 11, (2) pemahaman konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing cenderung tinggi dengan rata-rata skor = 32,08, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (thitung = 16,20 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam pemahaman konsep IPA di kelas V SD. Kata Kunci : Kata kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman konsep, IPA. Abstract This present research was aimed to know: (1) the description of students’ Sains Concept comprehension who were taught by Conventional Learning Model, (2) the description of students’ Sains Concept comprehension who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model, (3) the significant different between students who were by Conventional Learning Model and students who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model. The research design for this research was quasi-experimental research with post-test only control group design. The research population was all fifth grade students in Cluster IV Sawan district in Academic Year 2013/2014, which consisted of 206 students. The sample was taken by using random sampling design through class lottery. The sampling result was fifth grade students of SD N 5 Bungkulan and fifth grade students of SD N 6 Bungkulan became the sample of this research. The instrument used for collecting data was Sains Comprehension Test. The obtained data was analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The results of this research were: (1) Students’ Sains Concept Comprehension who were taught by using conventional learning model tended to show low score with the score was 11, (2) Students’ Sains Concept Comprehension who were taugh by using Inkuiri Terbimbing learning model tended to show high score with the score was 32.08, and (3) there was a significant different between who were by Conventional Learning Model and students who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model (tscore = 16.20 > ttable = 2.00). It indicated that Inkuiri Terbimbing Learning Model was better than Conventional Learning Model for Fifth Grade Students’ Sains Concept Comprehension of Eelementary School.keyword : Key words: Inkuiri Terbimbing, conceptual comprehension, Science
PENGARUH METODE HILL CLIMBING (PENDAKIAN BUKIT) BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KARANGASEM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Putu Aurora; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang dibelajarkan dengan metode Hill Climbing (Pendakian Bukit) berbantuan LKS terstruktur dengan kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus I Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas V di Sekolah Dasar No. 3 Seraya Tengah sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V di Sekolah Dasar No. 1 Seraya Tengah sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar matematika dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata skor hasil belajar matematika yang dicapai kelas eksperimen adalah 23,25 atau 77,5% dengan kategori tinggi. Sementara rata-rata skor yang dicapai kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional adalah 18,50 atau 61,7% dengan kategori cukup. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelas yang dibelajarkan dengan metode Hill climbing (Pendakian Bukit) berbantuan LKS terstruktur dengan kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Metode Hill Climbing (Pendakian Bukit), LKS terstruktur, hasil belajar This study aimed at knowing the differences in math learning outcomes between the Math class which was taught by Hill Climbing method with structured worksheet with the class which was taught by conventional method on the fifth grade students of SD Gugus I Karangasem. This study was a quasi experimental study. The population was the fifth grade students of SD No. 3 Seraya Tengah as the experiment group and the fifth grade students of SD No. 1 Seraya Tengah as the control group. The data was collected through the test’s outcomes which were analyzed descriptive statistically and t-test. The result of the study shows that the average score of Math learning outcomes on the experiment class was 23,25 or 77,5% with high category. While the average score of control group which was taught by conventional method was 18,50 of 61,7% with adequate category .Based on the hypothesis’ test, it can be concluded that there were significant differences between the class who was taught by Hill Climbing method with structured worksheet with the class which was taught by conventional method.keyword : Hill Climbing Method, Structured Worksheet, Students’ Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK KNOW-WANT-LEARN (KWL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Ni Luh Widyawati; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif dengan teknik KWL dari pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tembuku Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus III tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 227 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling, pengundian didapatkan kelas V SD N 1 Yangapi sebagai kelas eksperimen dan SD N 6 Yangapi sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dengan teknik KWL pada kategori sangat tinggi (rata-rata sebesar 14,82), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi (rata-rata sebesar 12,54), (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif dengan teknik KWL daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 2,904>ttabel = 2,000). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan teknik KWL berpengaruh terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kooperatif dengan teknik know-want-learn (KWL), konvensional, hasil belajar IPA. The study aimed to determine the difference between the science learning outcomes of students who learned with the cooperative learning model with KWL technique of the group of students who learned with the conventional model of learning in the fifth grade of elementary school students in Cluster III, Tembuku district in Academic Year 2013/2014. This study is a quasi experimental study with the design of a post-test only control group design .The population was fifth grade students in elementary school Cluster III in academic year 2013/2014 with 227 students. Samples were taken by using random sampling, the draw got grade fifth of SD N 1 Yangapi as the classroom experiments and SD N 6 Yangapi as the control class. Science learning outcomes data were collected using a multiple-choice test one correct answer. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics ( t-test). The results found that: (1) science learning outcomes of students who take cooperative learning model with KWL technique in the category of very high (average of 14.82), (2) science learning outcomes of students who take conventional learning at the high category ( average of 12.54), (3) there are significant differences between the learning outcomes of students who take science learning with cooperative learning KWL technique with students who take learning with conventional learning models (tcalculate = 2.904 > ttable = 2.000). The existence of a significant difference suggests that learning using cooperative learning model with KWL technique affected science learning outcomes compared with conventional learning models.keyword : cooperative with know-want-learn (KWL) technique, conventional, science learning outcomes.
Co-Authors . Jamilah ., Arifa Mardyastuti ., Cokorda Istri Mas Maharani ., Dayu Komang Widiaheni ., Desak Komang Setia Purnama Sari ., Desak Made Evha Sukma Wathi ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi ., Drs. Wayan Tirka,M.Pd ., Gede Agus Subawa ., Gede Darmanta ., Gede Darmanta ., I Dewa Gede Wianjana Putra ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd. ., I Gede Agus Ari Andika ., I Gede Arnawa Riana ., I Gede Arnawa Riana ., I Gede Fajar Dian Mahendra ., I GEDE INDRA WIDIADA ., I Gusti Ayu Widya Tri Wahyunita ., I Komang Cahya Trianandika ., I Komang Kardiyasa ., I Made Dwi Wiguna ., I Made Juni Antara ., I Putu Arie Indra Permana ., I Putu Mardika ., I Wayan Harimawan Rahmadi ., I Wayan Heri Sumayasa ., I Wayan Karma ., I Wayan Weda Gustana P ., Ida Ayu Istri Agung Ardyatmika ., Ida Ayu Kade Novia Puspita Dewi ., Inna Nur Khasanah ., Kadek Ayu Darmayanti ., Kadek Bisma Sudarmika ., Kadek Mita Irmayanti ., Kadek Somarasih ., Kadek Urip Kurniawan ., Kadek Urip Kurniawan ., Kadek Yuda Wibawa ., Ketut Prabawardani ., Komang Dina Yanti ., Komang Jumi Rianti ., Komang Setia Adi Kurniawan ., Komang Setia Adi Kurniawan ., Luh Eka Repita ., Luh Gede Dita Ernayanti ., Luh Putu Mina Kusuma Dewi ., Luh Putu Mina Kusuma Dewi ., Made Apri Praditya ., Made Sudiarsini ., Made Sutera Cahhya p ., Made Yogi Budi Astawa ., Muhammad Alfan Juniardi ., Ni Gusti Putu Wahyu Suryastuti ., Ni Kadek Antari ., Ni Kadek Ari Wariani ., Ni Kadek Dwi Sariani ., Ni Kadek Somawati ., NI KADEK TANIA PERMATASARI ., Ni Luh Kadek Diah Puspitasari ., Ni Luh Putu Suaniasih ., Ni Made Ary Astuti ., Ni Made Dani Kusuma ., Ni Made Firma Janayanti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., Ni Made Meita Purnama_mahasiswa Sari ., Ni Made Novia Pramawati ., Ni Made Sri Ayu Lestari ., Ni Made Srimaheni ., Ni Putu Devi Efriani ., Ni Putu Devi Efriani ., Ni Putu Leoni Susiliastana Dewi ., Ni Putu Yuli Artini ., Ni Wayan Anita Dewi ., Ni Wayan Januk Parwati ., Putu Ayu Widiari Suseni ., Putu Desy Santiani ., Rahmawati Utari Abas Oya Abdul Rofiq Adnyana, Made Agus Dwi Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Agung, A. A. Gede Agung, A. A. Gede Akbar, Zulfan Alexander Hamonangan Simamora Amalia, Titah Anak Agung Gede Agung Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Anak Agung Gede Sugianthara Antara, I Gede Wahyu Suwela Antara, I Made Juni Antara, I Made Juni Apriliawan, Putu Andre Ardinata, Kadek Ariana, Anak Agung Gede Bagus Ariani, Komang Rina ariati, ketut juni Arina, Ni Komang Sri Asih Arista Dewi, Ni Putu Arista Dewi, Ni Putu Aritonang, Rido Arnawa, I Ketut Tunas Arnawa, I Ketut Tunas Arsita Novelia Artawan, I Putu Astawa, Made Yogi Budi Astawa, Made Yogi Budi Asti Riandini, Putu Vadia Basilius Redan Werang Budiartini, Ni Nyoman Crisiana, Ni Komang Winda Dear Ramos Damanik ., Dear Ramos Damanik Desak Made Parmika Desak Nyoman Rani Febi Widiastri Dewa Ayu Pamella . Dewa Ayu Puteri Handayani Dewa Bagus Sanjaya Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Ananda Kusuma . Dewa Putu Widiartana . Dewi , Ni Luh Putu Santika Dewi, Nia Satyawati Diana Sari, Ni Luh Sintya Didith Pramunditya Ambara Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Dwi Lestari, Hilmania Efiyanti, Ni Putu Efriani, Ni Putu Devi Efriani, Ni Putu Devi Enung Nurhayati Ermayani, Luh Febriyanti, Dinda Dwi Fredinan Yulianda G.A.P. Suprianti Gede Arif Ardina . Gede Elga Pranata ., Gede Elga Pranata Gede Metta Adnyana ., Gede Metta Adnyana Gede Satya Narendra Arya ., Gede Satya Narendra Arya Gusti Dewi, Vera Rika Handayani, Komang Krisna Handayani, Komang Krisna Hendrayani, Nyoman Rusi I Dewa Gede Putra Widiarta I Dewa Kade Tastra I Dewa Made Arta Putra . I Gde Wawan Sudatha I Gede Agus Suantara I Gede Astawan I Gede Kasih Widana I Gede Margunayasa I Gede Ratnaya I Gusti Agung Ayu Wahyudiantari ., I Gusti Agung Ayu Wahyudiantari I Gusti Agung Made Dana Putra I Gusti Ayu Agung Istri Dwi Yulianthi Kusuma I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ngurah Japa I Kadek Edi Yudiana I Kadek Nadiartana . I Kadek Oka Wira Satria . I Kadek Saputra I Kadek Suartama I Ketut Ardika . I Ketut Gading I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Candiasa I Made Citra Wibawa I Made Kembar I Made Suarjana I Made Sujana I Made Tegeh I Nengah Suba I Nyoman Jampel I Nyoman Wirya I Putu Aurora . I Putu Canda Yoga Pratama I Putu Giri Yuda Putra . I Putu Yogy Adi Pradipta . I Wayan Ardana I Wayan Ariawan . I Wayan Aryadhi ., I Wayan Aryadhi I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Misnawan I Wayan Widiana I Wayan Widnyana Ignatius I Wayan Suwatra Ismawati Jamilah . Jampel, I Noman Jampel, I Noman Jayadiningrat, Made Gautama Kade Ferry Apriyana ., Kade Ferry Apriyana Kadek Ardinata Kadek Ari Wibawa . Kadek Dwi Kusumawati . Kadek Edi Yudiana Kadek Mita Yuniari Kadek Rosdiantini Kadek Siska Wulandari Kadek Yudiana Kamandewi, Komang Ridja ketut juni ariati Ketut Pudjawan Ketut Suciani Ketut Suma Ketut Suprismayanti ., Ketut Suprismayanti Ketut Surya Manik Khasanah, Inna Nur Khasanah, Inna Nur Komang Rina Ariani Komang Tariani . Krismony, Ni Putu Aprilia Krisna Dewi, Kadek Putri Kusuma, I Gusti Ayu Agung Istri Dwi Yulianthi Lestariningsih, Mirawati Dina Luh Ayu Tirtayani Luh Ermayani Luh Komang Yuniari Luh Made Diah Sukmayani ., Luh Made Diah Sukmayani Luh Putu Ayu Laheri Dewi ., Luh Putu Ayu Laheri Dewi Luh Putu Marliawati Luh Putu Sri Widnyani M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. I Nyoman Arcana,SST. . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. Made Aryawan Adijaya Made Ayu Puspita Dewi ., Made Ayu Puspita Dewi Made Mei Yudiari ., Made Mei Yudiari Made Sulastri Made Sumantri Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Manik, Ni Kadek Krisma Devi Yunika Margunayasa, Gede Margunayasa, Gede Maya Hayatun Nupus Misnawan, I Wayan Muliani, Putu Lia Muliyantini, Putu Mutiara Magta Nasfovi, Shelfy Ni Kadek Ena Juliatni Ni Kd Desi Natalia ., Ni Kd Desi Natalia Ni Ketut Suarni Ni Ketut Widiartini Ni Komang Sintya Dewi Ni Komang Sumiantini . Ni Luh Gede Karwina Putri ., Ni Luh Gede Karwina Putri Ni Luh Pande Oki Wardani Ni Luh Purniawati . Ni Luh Putu Libriana Lisna Dewara Ni Luh Widyawati . Ni Made Anik Krisna Dewi ., Ni Made Anik Krisna Dewi Ni Made Marteni Dewi . Ni Made Okty Purwani . Ni Nengah Arsini ., Ni Nengah Arsini Ni Nyoman Budiartini Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Parwati Ni Putu Aprilia Krismony Ni Putu Ayu Puriani . Ni Putu Candra Lestari Ni Putu Heni Dianthi . Ni Putu, Dewi Fitriyanti Ni Wayan Arini Ni Wayan Desi Mariani . Ni Wayan Dyah Endrayanti . Ni Wayan Eka Rippanawati Ni Wayan Misiyanti . Ni Wayan Nia Wijayanti Ni Wayan Sri Widyantari ., Ni Wayan Sri Widyantari Ni Wayan Suniasih Nice Maylani Asril Nida, Dewa Made Adi Andhika Novita Cahyani ., Novita Cahyani Nugraha, A.A. Putu Pradana Yogi Nyoman Dantes Nyoman Jampel Nyoman Jon Sastrawan ., Nyoman Jon Sastrawan Nyoman Maesha Bramanda Nyoman Sutrana, Kadek Erik Apriliawan Paramitha, Ni Luh Putu Ayu Eka Sri Parmika, Desak Made Pasaribu, Marintan Laurentcya Prabawardani, Ketut Prabawardani, Ketut Praditya, Made Apri Praditya, Made Apri Pranata, I Kadek Adi Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Purba, Ezra Elisa Putra, Komang Triana Tantra Putri, Ni Made Lastri Karsiani Putu Aditya Antara Putu Citra Arni Kusumaningrum . Putu Deni Lesmana ., Putu Deni Lesmana Putu Diah Febryani ., Putu Diah Febryani Putu Mira Novita Sari Putu Nanci Riastini Putu Nanci Riastini, Putu Nanci Putu Rahayu Ujianti Putu Sandhita Prayoga Putu Widiadnyana ., Putu Widiadnyana Putu Yadi Santika Dana ., Putu Yadi Santika Dana Rahmayanti, Isna Maulida Ramadinata, I Putu Sabda Rendra, Ndara Tanggu Rendra, Ndara Tanggu Riana, I Gede Arnawa Riana, I Gede Arnawa Riasri, Ni Putu Rudi, I Wayan S.Pd Luh Putu Putrini Mahadewi . Santiani, Ni Putu Ertha Sari, Putu Mira Novita Sariningsih, Komang Ratna Simanjuntak, Ayu Ronauli Sri Mahalia Br Ginting Suaniasih, Ni Luh Putu Suaniasih, Ni Luh Putu Suantini, Ni Nyoman Suarmini, Ni Putu Suarmini, Ni Putu Subarjo, Michael Donny Pradana Suci, Ni Komang Ayu Ari Suci, Ni Komang Ayu Ari Sudarmika, Kadek Bisma Sudarmika, Kadek Bisma Sudatha, I Gede Wawan Sukmawati, Dedek Susilawati, Aay Suwatra, Ign. I Wayan Tarigan, Berwina Ngalemisa Br Tatwi Utaminingsih Tesalonika Trisnawati, Putu Eka Trisnawati, Putu Eka Utama, Kadek Santika Wira Utama, Kadek Santika Wira Utamiani, Ni Made Utaminingsih, Tatwi Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Wahyuningsih, Linda Wayan Tirka Widana, I Gede Kasih Widiada, I Gede Indra Widiada, I Gede Indra Widiarta, I Dewa Gede Putra Widyaiswara, Gede Putu Widyaningrum, Sephia Wiradana, Kadek Agus Wulandari, I Gusti Ayu Agung Manik Yanti, Ni Kadek Diah Kusuma yudyantara Yugakisha, Made Savitri Yulia Astuti Dewi, Ni Luh Putu Yuliani, Ni Putu Yuliani, Ni Putu Yuni Artini, Ni Wayan Yuniari, Kadek Mita