p-Index From 2021 - 2026
6.203
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Reaktor REKA KARSA Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Aceh International Journal of Social Science Jurnal EduBio Tropika Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pencerahan Rekayasa Sipil Khazanah Pendidikan Biocelebes Gravitasi Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Riau Sulesana Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Perikanan Unsyiah Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Konfigurasi : Jurnal Pendidikan Kimia dan Terapan The Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) PEDAGOGIK : JURNAL PENDIDIKAN Sahafa Journal of Islamic Communication ADMINISTRASI PUBLIK Aquasains : Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Jurnal Golden Age JMM UNRAM (Jurnal Magister Manajemen Universitas Mataram) EQIEN - JURNAL EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Kesehatan Indonesia Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Perspektif Pendidikan dan Keguruan Sosiohumanitas: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Syntax Idea Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Algoritma, Logika dan Komputasi Edulead : Journal of Education Management DEDIKASI PKM Mitra Pendidikan: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Manajemen Mandiri Saburai (JMMS) Proceeding Biology Education Conference Proceeding International Seminar of Islamic Studies Labatila: Jurnal Ilmu Ekonomi Islam Jurnal Pengabdian Ilung (Inovasi Lahan Basah Unggul) Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia Jurnal Natural The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Trending: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI Jurnal Ilmiah Kesehatan Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma'had Aly Raudhatul Ma'arif Pusat Publikasi Ilmu Manajemen Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Edulead Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Santri : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Ardhi: Jurnal Pengabdian dalam Negri Transformasi Masyarakat : Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian Jurnal Ilmiah Nusantara Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan Zoologi: Jurnal Ilmu Peternakan, Ilmu Perikanan, Ilmu Kedokteran Hewan Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan Jurnal Pelayanan Masyarakat Jurnal Akuntansi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sulesana

Ilmu Huduri Dan Kesadaran Kesatuan Mistikal (Tinjauan Kritis atas Pemikiran Mehdi Ha’iri Yazdi) Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i1.1272

Abstract

Mehdi Ha’iri Yazdi mengemukakan gagasan segar dalam rangka proyek besar bagi kebangkitan umat yaitu melalui proyek pemikirannya  mengenai hakikat hubungan antara pengetahuan dan subjek yang mengetahui bisa menuntun kepada landasan intelek manusia sendiri dimana kata mengetahui tidak lain berarti mengada. Dalam keadaan ontologis kesadaran manusia ini, dualisme hubungan subjek-objek terkalahkan dan tenggelam dalam suatu kesatuan sederhana dari realitas diri yang tidak lain adalah pengetahuan swaobjek. Mengenai arti kesadaran kesatuan mistikal, dalam filsafat pencerahan hubungan inidisebut “tangga menaik” eksistensi (al-Silsilat al-Shu’udiyah). Seorang mistikus naik ke kesadaran uniter dan bersatu dengan Tuhan dalam pengertian terserap. Masalah besar yang kita hadapi ketika, sebagai filosof, berhadapan dengan teori mistisisme adalah masalah kesadaran “kesatuan” dengan Tuhan. Apa yang sebenarnya dimaksud dengan kata “kesatuan” atau “persatuan” dengan Tuhan, atau dengan diri Universal,  yang secara sepakat digunakan oleh otoritas-otoritas mistisisme, menjadi masalah utama dalam filsafat mistisisme. Menurut berbagai metode penafsiran yang diberikan kepada kata “kesatuan”, terdapat berbagai jawaban bagi pertanyaan ini. Jawaban-jawaban ini bersifat linguistik, filosofis, religius, psikologis, dan lain-lain.
Studi Tentang Modernisme Indonesia Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1274

Abstract

Mengenai gerakan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia telah berkembang secara evolusif sejak permulaan abad XX, ditandai oleh munculnya beberapa tokoh (KH. Ahmad Dahlan, KH. Jamil Djambek, Hamka, H. Abdullah Ahmad dan lain-lain), yang merupakan pengaruh modernisasi Ibnu Taimiyah, Muh. Bin Abdul Wahab, Jamaluddin al-Afgani, selanjutnya Muhammad Abduh di Timur Tengah.Proses modernisasi pemikiran Islam itu, telah berkembang secara dinamis dan juga mempengaruhi munculnya para modernis Islam di permukaan yang lebih brillian, yang menginginkan agar umat Islam menginterpretasikan Islam sedapat mungkin secara  rasional dalam berbagai aspek kehidupan, terutama pada aspek teologi, filsafat dan tasawuf. Masalah wacana dan gerakan yang dikembangkan modernisasi pemikiran Islam Orde Baru oleh Harun dan Nurcholish adalah sebagai berikut:  Wacana pemikirannya dalam melakukan modernisasi pemikiran Islam di Indonesia era Orde Baru adalah masalah rasionalisme, sekularisme,  kebangsaan, pendidikan dan pluralisme dalam tinjauan Islam. Rasionalisasi Islam bagi Harun dan Nurcholish adalah suatu keharusan untuk memahami Islam secara mendalam sebagai agama rasional dan memiliki kebenaran yang absolut dan komprehensif.
KEHADIRAN DAN KEBENARAN YESUS MITRA NABI MUHAMMAD SAW (Suatu kajian Teleologi terhadap misi Keselamatan) Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1315

Abstract

Kehadiran dan kebenaran bukan pada Yesus atau Muhammad saw., tetapi kehadiran hanya sebatas penyampai dan peringatan bukan untuk menjadi Tuhan yang otoriter dan dipertuhankan oleh Umat, karena ia hanya pancaran dan perpanjangan tangan tuhan (agent of wisdom). Akan tetapi Kebenaran itu sendiri adalah bersumber dari pemberi kebenaran yakni Tuhan Allah Swt atau dalam perspektif Katolik Ia adalah Elea Tuhan kita. Tulisan ini membahas tentang bagaimana titi sentuh secara aksiologi antara Katolik dengan Islam tentang keselamatan yang menjadi tujuan hidup manusia.Secara aksiologis tentang upaya aktualisasi kehidupan selamat di antara sesama manusia yang berbeda keyakinan dan keragaman budaya, merupakan unsur keindahan hidup yang senantiasa dirindukan oleh semua orang. Hanya saja perlu diketahui semua unsur manusia, dalam meningkatkan kehidupan yang damai sejahtera, aman dan tentram harus selalu melakukan introspeksi diri pada setiap umat baik yang menyangkut tentang diri, kelompok sosial keagamaaan, maupun budaya masing-masing Keywords Kehadiran dan kebenaran Yesus-Muhammad dan misi keselamatan
HIKMAH AL-ISRAQIYAH: MENELAAH SISI EKSISTENSIALISME TEOSOFI TRANSENDEN MULLA SADRA Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1382

Abstract

Filsafat ditinjau dari perspektif lain terkadang disebut sebagai eksistensialisme. Filsafat ini telah berkembang pesat pada di zaman sekarang. Bentuk eksistensialisme ini menyangkut masalah manusia dan mengacu kepada gagasan bahwa manusia berbeda dengan makhluk lain, tidak memiliki esensi yang definitif dan telah ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan sebelumnya, dan tidak memiliki bentuk yang ditentukan oleh alam. Manusia menentukan dan membangun keberadaannya sendiri.Gagasan ini secara luas dapat dibenarkan dan didukung oleh filsafat Islam, kecuali apa yang disebut sebagai eksistensialisme dalam filsafat Islam tidak berlaku hanya untuk manusia saja, tetapi jug untuk alam semesta. Maka ketika kita berbicara tentang eksistensialisme atau ishalat al-wujud (isme) dalam pengertian realitas substantif atau wujud obyektif, sebagai kebalikan dari eksistensi nominal atau mental (batiniyah). Dan pada saat kita menggunakannya dalam konteks eksistensialisme modern yang direspon oleh Barat, kita menggunakannya dalam pengertian keutamaan atau kelebihdahuluan.
Abû Hâmid Muhamad Bin Muhammad Al-Tûsi Al-Gazâliy dan Metode Ijtihadnya Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1401

Abstract

Ijtihad dalam fikih adalah upaya optimal seorang mujtahid dalam menggali hukum-hukum syarak yang bersifat praktis pada dalil-dalil zhanniy dengan menggunakan metode istimbath (meliputi: metode kebahasaan, metode maqashid al- syari’ah, dan metode tarjih). Upaya tersebut senantiasa lestari dan setiap mujtahid dituntut untuk melakukan ijtihad. Seandainya aktifitas itu tidak dilakukannya, niscaya ia berdosa. Akan tetapi bagi kalangan awam, cukup dengan melakukan ittiba’, yakni mengikuti mujtahid, yang disertai pengetahuan tentang  alasan-alasannya. Untuk mendapatkan solusi hukum suatu permasalahan, maka yang pertama sekali harus diperhatikan adalah nas-nas Alquran dan Sunah Nabi Muhammad saw. Kalau tidak ditemukan solusinya secara langsung dari Alquran dan Sunah Nabi harus menempuh ijtihad yang mapan seperti; ijma’, istishâb, dan aql.  Ijmak yang dapat dilakukan hanya pada ijma para sahabat Nabi, karena sehabis periode sahabat, sudah amat sulit dilakukan ijma’ karena kaum muslim sudah amat terpencar diberbagai penjuru wilayah. Kendati demikian ia menawarkan ijma’ para pakar dalam satu pengetahuan tertentu. Al-Gazali menerapkan istihsâb dan aql tetapi hanya dua bentuk, yakni (1). Istihsâb yang ditunjukkan oleh akal dan syarak tentang kebolehan kelestariannya, (2). Istihsâb al-adam al-asliy, yakni kebebasan asli yang dimiliki oleh manusia di luar taklif yang telah ditentukan oleh syarak.
Co-Authors A. Besse Dahliana A. Ginong Pratikino A. Hadi Mahmud Abdul Ghofur Acihmah Sidauruk Ade Mutia Rahmah Admaja, Alfi Kusuma Ahmad Budi Junaidi Ahmad Hidayat Ahmad Imam Abdullah Ahmad Mustafa Akbar Akbar Ali Sarong Amirullah Amirullah Ana Rusmardiana Andi Novita Paramitha Andika Firmansyah Anggono Wijaya Anggono Wijaya Anggun Majah Annas Jaya Amrullah Annisa Annisa Arini Rahmadani Ariyanti Ariyanti Asmaul Husna Asrawati Nende Aufiana Firda Ayu Andini Harahap Badaruddin Badaruddin Baehaqi Baharuddin Baharuddin Bakti Jos Bashori Bashori Belinda Arabella Syafitri Betty Holiwarni Budiman Haruna Chindi Lainora Choirula Oktavia Nissa Cristine Prestarika Lukito Cut Meurah Meriana Dahlia Dahlia Dahlian Oesman Dandy Yusmar Darul Elmi Desi Salwani, Desi Dewi Ningsih Dewi Umaningrum Dewi Zahrah Diana Sari Dilla Anastasya Aro Dina Rahmawati Dina Yosiana Djufri Djufri Doni Rahmat Wicakso Dwi Putri Liana Dwijanto Dwijanto Dyah Hesti Wardhani Edi Mawardi EKA ASTUTI ELIHAMI, ELIHAMI Elisabeth Yulia Rana Elka Vina Detris Kola'a Elva Yasmi Amran Elvira Lastri Erina Wahyu Erna Diana Fachri Abdau Ramadhan Fadli Fadli Fahmy Armanda fajar muarif muarif Fauji Wikanda Frida Fadwa Gunawan Gunawan H. B. Mat Hadiatul Rodiyah Hajratul Aswah Halim Halim Handayani Handayani Hansri Ar Rasyid Hasanuddin Hasanuddin Herdini , Herdini Heri Cahyono Herpratiwi Herpratiw I Ketut Patra Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan Guntur Ihsanuddin Ihsanuddin Irdalisa Isma Coryanata Jainah Jainah Jaka Darma Jaya Jeffray Enokh Bayoe Jimmi Copriady Joko Rehutomo Jumaidah Jumaidah Kafrawi Kafrawi Karimuddin Karimuddin Karma Karma Kartika Mayang Sari Khairil Khairil Khairil Khairil Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa’ Hamdani Kiki Kiki Kuswarak, Kuswarak La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman Luh Putu Ratna Sundari M A Chozin M Ali S M Ali S M Zardan Araby M. Rifani Al-Ghazali M.Rifqi Aufa Abdika Madani Hatta Maimun Syukri Malia Safriani MARIA BINTANG Maria Elina Maria Erna Marwan Marwan Medyan Riza Melinda Melinda Mella Rosalinda Michael Rahmadita Mimie Saputri Mira Salviana Mochammad Afifuddin Moh Dahlan Th Musa MOH ISMAIL Mohd. Hatta Mubarak Mubarak Muhammad Ali Muhammad Awal Muhammad Fajar Purnama Muhammad Fajar Purnama Muhammad Rusli M. Muhammad Trial Fiar Erawan Muhammadar Muhammadar muhdi muhdi Musafa Sabri Muttaqin Hasan Muzakiruddin Muzakiruddin Nabila Khairunnisa Wahdarohmah Nanda Febriani Mandala Nazar Muhammad Neneng Khoiriah Nesta Netri Nofri Yuhelman Nora Yulita Norfai Norfai Nosy Mayasari Novilia Novilia Nuniek Nizma Fajriyah Nur Atika Nur Fatwa Laudiu Nur Hidayat Nurazizah Nurazizah Nurfadillah Nurfadillah Nurfitria Sari Nurhidayat Nurhidayat Nurmaulida Saragi Nurudin Nurudin Nurul Auliya Nurul Fajriah Nynda Fatmawati Octarina, Nynda Fatmawati Onik Zakiyyah Pagar Pagar Pra Gemini Priskila Fransisca Haryono Putri Hilmayanti Rahmat Yunus Rahmi Auliah Rahmi Khairatul Hisan Ramadhan Wirayudha Rasmiwetti Rasmiwetti Rendra wijaya Resta Andria Putri Riko Sanjaya Rini Fitri Riska Febrilia Rita Astarina Rodiansono Rodiansono Rohini Rohini Sabirin Iskandar Safrida Safrida Sahabuddin Sahabuddin Said Nazaruddin Salmatus Sauda Samsudin Samsudin Sandra Sandra Sari Karmiyati Satria Satria Shirley Wahadamaputera Siti Fatimah Azzahra Sitizalikha Sitizalikha Sitti Maryam Sudirman Numba Sudirman Sudirman Suherman Suherman Sukma Dewi Sulaiman Sulaiman sunardi sunardi Suwandi Suwandi Syaefuddin Syaefuddin Tarkono Tarkono TATI NURHAYATI Tati Yulia Fitri Tengku Riza Zarzani N Teuku Budi Aulia Teuku Fajar Shadiq Tri Anggono Uripto Trisno Santoso Usman, Munadi Usman, Usman Vivi Yunisa Harahap Wahyu Hidayat Wardono Wardono Whindy Randa Wijayanti, Indah Oktari Yasir Nasution Yasmanijar Yasmanijar Yulia Hayati Zainal Mukmin Zaki Dayatul Akbar Zalia Muspita Zohrani - Zulfikurrahman Zulfikurrahman Zulhelmi Andika