Claim Missing Document
Check
Articles

Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa; Kontribusi Karakterikstik Demografi dan Status Psikososial Jauhari, Julianti; Ismail, Nizam; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan smartphone khususnya dikalangan mahasiswa yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kecanduan. Banyak faktor yang diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan status psikososial terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil penelitian ini bermanfaat secara teortis untuk kajian ilmiah dan secara praktis untuk mengurangi dan melakukan pencegahan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Pearson Chi-Square Test) dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan self esteem (p-value: 0,0001; OR: 17,4) merupakan prediktor yang paling dominan mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa self esteem merupakan prediktor paling dominan yang mempengaruhi kecanduan smartphone. Self esteem yang rendah berkontribusi sebesar 19 kali terhadap kecanduan smartphone. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kepercayaan diri dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.
Pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien Ramadhani, Gadis Amaniar; Arlianti, Nopa; Abdullah, Asnawi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1383

Abstract

Latar Belakang: Jumlah tenaga keperawatan di Provinsi Aceh meningkat signifikan antara 2020 dan 2023, komunikasi terapeutik di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh masih belum optimal, sehingga perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi perawat dengan pasien.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dan mengumpulkan data dari 51 pasien wanita yang di rawat di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Antara 18 Juli 2024. Analisis Univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik dan kemampuan komunikasinya. Setelah itu, dilakukan Analisis Bivariat dengan uji Regresi Linear.Hasil: Berdasarkan uji regresi linear diperoleh P-value sebesar 0,040 untuk kemampuan komunikasi dan 0,0001 untuk komunikasi terapeutik yang menunjukkan adanya pengaruh keduanya dengan kepuasan pasien.Kesimpulan: Meningkatkan kualitas layanan keperawatan, perlu adanya peningkatan pelatihan dan pemahaman mengenai komunikasi terapeutik. Penilaian berkelanjutan terhadap kepuasan pasien penting untuk mengetahui area yang perlu diperbaiki dan memastikan komunikasi terapeutik berjalan efektif, sehingga kualitas layanan dan citra profesional keperawatan bisa meningkat
Perancangan sistem aplikasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri Rahma, Viyola; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1654

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan reproduksi pada remaja putri di Indonesia, seperti kehamilan tidak diinginkan, aborsi tidak aman, pernikahan dini, dan penyakit menular seksual, semakin mendesak karena kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang akurat. Banyak edukasi tentang topik ini terhambat oleh stigma sosial yang menganggapnya tabu.Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan di Aceh Selatan dan Banda Aceh dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap 10 informan, kemudian dianalisis menggunakan transkrip wawancara dan analisis konten.Hasil: Penelitian ini menunjukkan remaja putri kesulitan mengakses informasi kesehatan reproduksi akibat stigma sosial dan edukasi terbatas. Diperlukan aplikasi informatif dan interaktif dengan fitur pencatatan siklus menstruasi, konsultasi, diskusi, dan video edukasi. Aplikasi yang dirancang menggunakan flowchart, DFD, dan ERD ini bertujuan memberikan informasi valid, mendukung tenaga kesehatan, serta meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi.Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa remaja putri membutuhkan aplikasi yang menyediakan informasi dan layanan kesehatan reproduksi. Pengembangan aplikasi meliputi perancangan database, desain antarmuka, pengkodean, serta tahap pengujian, penerapan, dan pemeliharaan untuk memastikan fungsi dan kecocokan dengan kebutuhan pengguna.
Pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA di Kota Banda Aceh Novita, Novita; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1154

Abstract

Background: Adolescent mental health is a strategic issue in public health development in Indonesia. One factor proven to have a strong association with anxiety disorders is adverse childhood experiences (ACEs). ACEs are negative experiences experienced by someone in childhood before the age of 18. This issue is important to address in educational settings because it can impact students' mental and academic well-being. Purpose: To analyze the influence of adverse childhood experiences on anxiety in high school students. Method: This quantitative study, with a cross-sectional design, was conducted from January to February 2025 in Banda Aceh City, with high school students as subjects. The sample was selected using stratified random sampling, resulting in 310 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-square tests. Results: Statistical analysis showed that ACEs had the most dominant influence on student anxiety (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Other related factors were school environment (OR=4.28; p=0.0001), academic load (OR=2.24; p=0.012), and coping strategies (OR=2.22; p=0.0001). Multivariate analysis showed that individuals with high-risk adverse childhood experiences (ACEs) and family adaptation had a 35-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.1544), while individuals with a moderately supportive school environment had a 21-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.2191). Conclusion: Adverse childhood experiences (ACEs) were significantly associated with anxiety levels in high school students. The most dominant factor associated with student anxiety was high-risk ACEs, followed by a less supportive school environment and ineffective coping strategies. Suggestion: The results of this study are expected to be the basis for formulating promotive and preventive policies for adolescent mental health in the school environment, as well as being a reference for local governments and educational institutions in developing school-based counseling and psychosocial intervention programs.   Keywords: Adverse Childhood Experiences; Anxiety; High School Students; Mental Health.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang terbukti memiliki hubungan kuat dengan gangguan kecemasan adalah adverse childhood experiences (ACEs). ACEs merupakan pengalaman negatif yang dialami seseorang di masa kanak-kanak sebelum usia 18 tahun. Masalah ini penting ditangani di lingkungan pendidikan karena dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan akademik siswa. Tujuan:  Untuk menganalisis pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 di wilayah Kota Banda Aceh dengan subjek penelitian siswa SMA. Sampel dipilih dengan stratified random sampling dan mendapatkan 310 responden. Analisis data menggunakan univariate dan bivariat Chi-square. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa ACEs memiliki pengaruh paling dominan terhadap kecemasan siswa (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Faktor lain yang berhubungan adalah lingkungan sekolah (OR=4.28; p=0.0001), beban akademik (OR=2.24; p=0.012), dan strategi coping (OR=2.22; p=0.0001). Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa pada adaptasi diri dan keluarga adverse childhood experiences (ACEs) risiko tinggi berpeluang 35 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.1544), sedangkan adaptasi lingkungan sekolah yang cukup mendukung berpeluang 21 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.2191). Simpulan: Adverse Childhood Experiences (ACEs) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan pada siswa SMA. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan siswa adalah ACEs risiko tinggi, diikuti oleh lingkungan sekolah yang kurang mendukung serta strategi coping yang tidak efektif. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan promotif dan preventif kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah, serta menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi pendidikan dalam mengembangkan program konseling dan intervensi psikososial berbasis sekolah.   Kata Kunci: Adverse Childhood Experiences; Kecemasan; Kesehatan Mental; Siswa.
EVALUASI DAN INTERVENSI PROGRAM PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMANNN KOTA BANDA ACEH Sulfira Mulia, Syarifah; Nauval, M. Dharma; Sugisni, Susi; Baharuddin, Dharina; Abdullah, Asnawi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmannn untuk perbaikan berkelanjutan. Penelitian evaluasi formatif dengan pendekatan deskriptif ini dilakukan pada 07-21 Mei 2025 di Puskesmas Baiturrahmann, Kota Banda Aceh. Data kuantitatif program hipertensi dikumpulkan dari dokumen internal puskesmas menggunakan lembar permintaan data baku. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 1 Kepala Puskesmas dan 2 petugas poli PTM (hipertensi). Data dianalisis secara deskriptif (kuantitatif) dan tematik (kualitatif), kemudian diinterpretasikan secara terintegrasi untuk menilai aspek input, proses, output, outcome, dan impact program. Evaluasi input program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmann menunjukkan sumber daya manusia dan anggaran yang relatif stabil namun dengan keterbatasan dukungan fasilitas dan sosialisasi regulasi. Aspek proses memperlihatkan cakupan layanan yang cenderung menurun dan edukasi individual tanpa data terstruktur, meskipun kolaborasi dengan kader cukup baik. Dari segi output, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pasien yang dilayani, frekuensi pemeriksaan tekanan darah, pasien teredukasi, dan rujukan. Namun, tantangan utama teridentifikasi pada kepatuhan terapi dan perubahan gaya hidup pasien yang masih rendah, serta keterbatasan data kuantitatif untuk mengukur secara pasti penurunan prevalensi, komplikasi, dan beban biaya kesehatan sebagai dampak jangka panjang program. Program pengendalian hipertensi di Puskesmas Baiturrahmann menunjukkan peningkatan layanan namun masih menghadapi tantangan pada sumber daya, cakupan, dan kepatuhan pasien.
Analisis faktor tentang psychological distress pada tenaga kesehatan Novianti, Hernia; Ichwansyah, Fahmi; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1115

Abstract

Background: Healthcare workers face various challenges in carrying out their duties, which can impact their psychological condition. Work pressure, demands for professionalism, and situations in the healthcare service environment can affect their mental well-being. This condition requires attention, as it may influence the quality of care provided. Purpose: To analyze the factors associated with psychological distress among healthcare workers. Method: This quantitative study employed a cross-sectional design. The research was conducted in January in Central Aceh District. A total of 300 healthcare workers—including nurses, midwives, environmental health workers, and epidemiologists—participated in this study. The sampling technique used was cluster random sampling. Data were collected using a questionnaire distributed via Google Form. Data analysis was carried out using univariate, bivariate, and multivariate approaches through logistic regression and multiple logistic regression test. Results: Statistical analysis showed that low social support (OR = 10.07; p = 0.037), heavy workload (OR = 30.16; p = 0.0001), severe work fatigue (OR = 159.5; p = 0.0001), shorter duration of work (OR = 10.69; p = 0.0001), and the midwife profession (OR = 3.38; p = 0.007) were significantly associated with psychological distress. The most influential factors were severe work fatigue (AOR = 51.84; p = 0.040), longer duration of work (AOR = 59.83; p = 0.0001), and the profession of nurse (AOR = 8.12; p = 0.031) and midwife (AOR = 9.43; p = 0.031). Conclusion: The variables of social support, workload, work fatigue, length of service, and profession were significantly associated with psychological distress among healthcare workers.   Keywords: Healthcare Workers; Psychological Distress; Workload.   Pendahuluan: Tenaga kesehatan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya yang dapat berdampak pada kondisi psikologis tenaga kesehatan. Tekanan kerja, tuntutan profesionalisme, dan situasi di lingkungan pelayanan kesehatan dapat memengaruhi kesejahteraan mental tenaga kesehatan. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian, karena dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan: Untuk menganailis faktor yang berhubungan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari di Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 300 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, tenaga kesehatan lingkungan, dan epidemiologi menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik dan regresi logistik berganda. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa dukungan sosial rendah (OR = 10,07; p = 0,037), beban kerja berat (OR = 30,16; p = 0,0001), kelelahan kerja berat (OR = 159,5; p = 0,0001), masa kerja baru (OR = 10,69; p = 0,0001), dan profesi bidan (OR = 3,38; p = 0,007) memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress. Faktor yang paling berpengaruh adalah kelelahan kerja berat (AOR = 51,84; p = 0,040), masa kerja lama (AOR = 59,83; p = 0,0001), serta profesi perawat (AOR = 8,12; p = 0,031) dan bidan (AOR = 9,43; p = 0,031). Simpulan: Variabel dukungan sosial, beban kerja, kelelahan kerja, masa kerja, dan profesi memiliki hubungan yang signifikan dengan psychological distress pada tenaga kesehatan.   Kata Kunci: Beban Kerja; Psychological Distress; Tenaga Kesehatan.
Transformasi Sistem Kesehatan Nasional: Narasumber 1- Ketua Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) Abdullah, Asnawi
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.271

Abstract

Setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat bagi pencapaian derajat kesehatan, mendapatkan pelindungan dari risiko kesehatan dan berkewajiban menghormati hak orang lain untuk hidup sehat. Patut disayangkan, energi dan fokus perdebatan UU Kesehatan digiring pada isu-isu curative orang sakit, melupakan 75% orang sehat. Perdebatan strategi menjaga orang sehat tetap sehat seharusnya lebih produktif. Jangan sampai masyarakat yang sehat jatuh sakit. Kelompok masyarakat yang sehat masih kurang mendapatkan liputan dan diskusi-diskusi.
Analisis Keefektifan Penyuluhan Promosi Kesehatan Melalui Media sosial (WhatsApp) Terhadap Perubahan Body Mass Index (BMI) dan Lingkar Perut Pegawai Kantor Bupati Aceh Besar Putri, Anisha Sahfira; Abdullah, Asnawi; Arifin, Vera Nazhira
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 2 (2024): April 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i2.1232

Abstract

Pegawai kantoran merupakan orang yang termasuk jarang memiliki waktu untuk menjaga kesehatan secara optimal sehingga banyak yang mengalami obesitas. Untuk menangani masalah ini maka perlu diberikan penyuluhan promosi kesehatan salah satunya melalui sosial media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penyuluhan promosi kesehatan melalui media sosial (WhatsApp) terhadap perubahan BMI dan lingkar perut pada pegawai Kantor Bupati Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Adapun populasi yaitu seluruh pegawai Kantor Bupati Aceh Besar sebanyak 543 orang. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 55 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,45% pegawai memiliki BMI Overweight, 87,27% memiliki lingkar perut tidak normal, 50,91% berumur 26-45 tahun, 78,18% berjenis kelamin laki-laki. Hasil uji Chi-Square didapatkan bahwa ada hubungan perilaku merokok (P=0,021) dengan Body Mass Index, ada hubungan umur (P=0,009), perilaku merokok (P=0,031) dengan lingkar perut pada pegawai di Kantor Bupati Aceh Besar. Hasil uji paired t-test, tidak ada perubahan antara BMI Baseline dengan BMI bulan ke-3 (P=0,410), Lingkar perut Baseline dengan Lingkar perut bulan ke-3 (P=0,763), BMI bulan baseline dengan bulan ke-6 (P 0,165) dan lingkar perut baseline dengan bulan ke-6 (P=0,783) pada pegawai di Kantor Bupati Aceh Besar.
Analisis Faktor Kejadian Obesitas pada Pelajar Tata Boga di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Kota Banda Aceh Wulandari, Gusti; Abdullah, Asnawi; Arifin, Vera Nazhira
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 1 (2025): Februari 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i1.1572

Abstract

Secara global angka Obesitas pada orang dewasa sekitar 650 juta dan di Indonesia di tahun 2018 terdapat 22% atau 625.000 orang dewasa mengalami obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Obesitas Pada Pelajar. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain Cross sectional study dengan. populasi seluruh siswi Tata Boga di SMKN 3 Kota Banda Aceh. Sampel penelitian sebanyak 68 siswi. Teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 16-25 Mei 2024. Analisis data dengan statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh obesitas 35,3%, pengetahuan tidak baik 23,5%, konsumsi makanan cepat saji (fast food) 57,4%, pengaruh peran teman sebaya 58,5%, uang saku sedikit 55,9%, aktivitas fisik rendah 51,5%, dan penggunaan gadget sering sebesar 61,8%. Kesimpulan penelitian ada hubungan pengetahuan (P-value = 0,001), makanan cepat saji (fastfood) (P-value = 0,001), peran teman sebaya (P-value = 0.012), uang saku (P-value = 0,001), aktifitas fisik (P-value = 0,007), dan pengunaan gadget (P-value= 0.001 dengan obesitas. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Aceh agar memberikan pelatihan dan pemahaman kepada siswi untuk memperhatikan pola makan, dan aktivitas fisik agar dapat mengatasi masalah obesitas.
Sosialisasi Pencegahan Hipertensi dan Diabetes pada Lansia Melalui Pola Makan Sehat dan Aktivitas Fisik Ringan di Desa Blangkula Abdi, Naufal; Erwiyanti, Serly Nurfajri; Maulinasari, Maulinasari; Abdullah, Asnawi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.11257

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus continue to pose significant health challenges, particularly among the elderly. Poor dietary habits and lack of physical activity are major risk factors often overlooked. This community service activity aimed to improve the knowledge of elderly individuals regarding the prevention of hypertension and diabetes through healthy eating patterns and light physical activity. The activity was conducted on Wednesday, July 16, 2025, in Gampong Blangkula, under the jurisdiction of Pidie Health Center. The intervention was delivered through direct verbal and interactive. Pre-tests and post-tests were administered to evaluate the changes in knowledge levels. The results showed a significant increase in the average score from 4.00 (pre-test) to 8.44 (post-test), with an average improvement of 4.44 points. These findings indicate that a simple, communicative approach can effectively enhance elderly individuals’ understanding of NCD prevention. Direct verbal education, delivered in an interactive and participatory manner, was found to be appropriate and impactful. This highlights the importance of routine, contextual nutrition education for the elderly to help them better understand, remember, and adopt healthy lifestyle practices in their daily lives.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi, Naufal Abdul Majid Adamy, Aulina Adilla, Zahara Agustina Aletta, Alma Alfian Alfian Amin Haris, Amin Amin Harris Amiruddin Amiruddin Arifin, Vera Nazhira Ariscasari, Putri Arizin, Vera Nazira Arlianti, Nopa Aryandi Darwis Asrar, Qatratul Aulina Adami Aulina Adamy Azqia, Azqia Baharuddin, Dharina Bakhtiar Bakhtiar Basri Aramico, Basri Cahyani, Amelia Regita Desi Desi, Desi Dharina, Dharina Dian Rahayu Ede Surya Darmawan Ellyani Ellyani, Ellyani Emiliani, Emiliani Erwiyanti, Serly Nurfajri Fahmi Ichwansyah Faisal Abdurahman Fajriana, Eulisa Fauza, Riska Fitri, Rahmi Ayu Fitrini, Tria Anggita Fonna, Zahara Gani, Fitria Widya Hafnidar, Hafnidar Hanis, Nonong Haryati, Wiwin Hasnur, Hanifah Hastuti, Sastri Hayatun Nufus Heramuliati, Heramuliati Hermansyah Hermansyah Hermasnyah, Hermasnyah Hidayat, Melania Iin Fitraniar Irwan Saputra Ismail, Nizam Isnaini Isnaini Isnani, Ayu Jauhari, Julianti Kacandra, Wahyu Kamila, Saufa Tasyaul Karimuddin Abdullah Lawang Khairunnisa Khairunnisa Lahmudinur, Lahmudinur Liana, Leni Lisnayana, Lisnayana M. Erfin Febrian M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal, Maifrizal Maulidayani, Maulidayani Maulidya, Rizki Maulinasari, Maulinasari Mawaddah, Husnul Mega Fatimah Rosana Melfira, Roza Meutia Zahara Miftahul Jannah Milana, Shintya Mudar, Andi Nadir Muhammad Fadhil Muhammad Nasir Muhammad Saleh Muhammad Yasir Munandar Munandar Munandar, Arief Murida, Eva Mursalin . Mustafa Kamal Nauval, M. Dharma Nelli Harisah Novianti, Hernia Novita Novita Novita, Riska Nur Kholis Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Pamaila, Sri Reski Putri Pulungan, Indah Rizky Putri, Anisha Sahfira Rahma, Viyola Raihan, Siti Luluk Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah, Ramadhaniah Rani, Hafnidar Ar Ridwan Amiruddin Rita Mutia Rony, Zahara Tussoleha Rostina Rostina Safriadi Safriadi Saputra, Irwan Siti Fatimah Sugisni, Susi Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulaiman Sulaiman Sulfira Mulia, Syarifah Syaharasyi, Rayyan Syahputri, Evy Syahrul, Fatahillah Tahara Dilla Santi Tari, Nadalia Indah Toguan, Zulfikri Tri Tarwiyani Usalma, Usfiandinata Utama, Imam Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Wulandari, Gusti Yanti, Cut Aini Fauzi Yusuf, Nazira Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah