Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Akses Media Sosial oleh Ibu dengan Cakupan Imunisasi Dasar pada Balita di Indonesia (Analisa Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Nufus, Hayatun; Abdullah, Asnawi; Zakaria, Radhiah
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2017 masih terdapat 6% anak belum pernah mendapatkan imunisasi dasar di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya informasi tentang imunisasi. Salah satu informasi yang mudah diakses saat ini adalah sosial media, dimana hampir 77,6% wanita di Indonesia mengakses media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan akses media sosial oleh ibu terhadap cakupan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 dengan menggunakan desain Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 49.627 Wanita Usia Subur usia 15-49 tahun dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 18.562 wanita usia subur usia 15-49 tahun yang memiliki balita dan sudah pernah menikah. Unit analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang mendapatkan imunisasi lengkap 43,43% dan ibu yang pernah mengakses media sosial 57,32%, dari hasil analisa bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara akses sosial media oleh ibu dengan cakupan imunisasi dasar pada balita (OR=1,51, 95% CI=1,42-1,60, P Value=0,0001), artinya ibu yang tidak pernah mengakses sosial media memiliki peluang 1,51 kali untuk tidak lengkap cakupan imunisasi dasar pada balita dibandingkan dengan ibu yang pernah akses sosial media. Akses sosial media oleh ibu memiliki pengaruh positif terhadap cakupan imunisasi dasar balita, dimana ibu yang pernah akses media sosial memiliki peluang 1,51 kali untuk kelengkapan imunisasi dasar pada balita. Maka diharapkan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan monitoring informasi negatif terkait imunisasi yang ada di media sosial, sehingga dapat mengurangi persepsi negatif masyarakat tentang imunisasi.
Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa; Kontribusi Karakterikstik Demografi dan Status Psikososial Jauhari, Julianti; Ismail, Nizam; Marthoenis, Marthoenis; Abdullah, Asnawi
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 2 (2020): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan smartphone khususnya dikalangan mahasiswa yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan kecanduan. Banyak faktor yang diduga berperan dalam mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan status psikososial terhadap kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil penelitian ini bermanfaat secara teortis untuk kajian ilmiah dan secara praktis untuk mengurangi dan melakukan pencegahan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik, dengan pendekatan cross sectinal study. Pengumpulan data menggunakan instrumen baku yang dilakukan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh, yang berjumlah 2.004 orang. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Pearson Chi-Square Test) dan multivariat (Logistic Regression dengan metode Stepwise). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan ayah (p-value: 0,016; OR: 0,93) dan self esteem (p-value: 0,0001; OR: 17,4) merupakan prediktor yang paling dominan mempengaruhi kecanduan smartphone pada mahasiswa. Hasil analisis multivariat untuk keseluruhan variabel penelitian diketahui bahwa self esteem merupakan prediktor paling dominan yang mempengaruhi kecanduan smartphone. Self esteem yang rendah berkontribusi sebesar 19 kali terhadap kecanduan smartphone. Diharapkan kepada mahasiswa agar meningkatkan kepercayaan diri dan juga kepada orang tua untuk meningkatkan perhatian dan kontrol penggunaan smartphone serta kepada dosen dan pengelola pendidikan untuk membuat aturan penggunaan smartphone di kampus.
Pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien Ramadhani, Gadis Amaniar; Arlianti, Nopa; Abdullah, Asnawi
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1383

Abstract

Latar Belakang: Jumlah tenaga keperawatan di Provinsi Aceh meningkat signifikan antara 2020 dan 2023, komunikasi terapeutik di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh masih belum optimal, sehingga perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi perawat dengan pasien.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional dan mengumpulkan data dari 51 pasien wanita yang di rawat di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Antara 18 Juli 2024. Analisis Univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik dan kemampuan komunikasinya. Setelah itu, dilakukan Analisis Bivariat dengan uji Regresi Linear.Hasil: Berdasarkan uji regresi linear diperoleh P-value sebesar 0,040 untuk kemampuan komunikasi dan 0,0001 untuk komunikasi terapeutik yang menunjukkan adanya pengaruh keduanya dengan kepuasan pasien.Kesimpulan: Meningkatkan kualitas layanan keperawatan, perlu adanya peningkatan pelatihan dan pemahaman mengenai komunikasi terapeutik. Penilaian berkelanjutan terhadap kepuasan pasien penting untuk mengetahui area yang perlu diperbaiki dan memastikan komunikasi terapeutik berjalan efektif, sehingga kualitas layanan dan citra profesional keperawatan bisa meningkat
Perancangan sistem aplikasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri Rahma, Viyola; Abdullah, Asnawi; Arlianti, Nopa
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1654

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan reproduksi pada remaja putri di Indonesia, seperti kehamilan tidak diinginkan, aborsi tidak aman, pernikahan dini, dan penyakit menular seksual, semakin mendesak karena kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang akurat. Banyak edukasi tentang topik ini terhambat oleh stigma sosial yang menganggapnya tabu.Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan di Aceh Selatan dan Banda Aceh dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara terhadap 10 informan, kemudian dianalisis menggunakan transkrip wawancara dan analisis konten.Hasil: Penelitian ini menunjukkan remaja putri kesulitan mengakses informasi kesehatan reproduksi akibat stigma sosial dan edukasi terbatas. Diperlukan aplikasi informatif dan interaktif dengan fitur pencatatan siklus menstruasi, konsultasi, diskusi, dan video edukasi. Aplikasi yang dirancang menggunakan flowchart, DFD, dan ERD ini bertujuan memberikan informasi valid, mendukung tenaga kesehatan, serta meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi.Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa remaja putri membutuhkan aplikasi yang menyediakan informasi dan layanan kesehatan reproduksi. Pengembangan aplikasi meliputi perancangan database, desain antarmuka, pengkodean, serta tahap pengujian, penerapan, dan pemeliharaan untuk memastikan fungsi dan kecocokan dengan kebutuhan pengguna.
Determinants of Mental Health of Fishermen in Coastal Areas Cholila, Cholila; Abdullah, Asnawi; Ichwansyah, Fahmi; Hermansyah, Hermansyah; Aramico, Basri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6320

Abstract

Mental health is an aspect of health that is increasingly receiving global attention because of its significant impact on individual and community health problems. Mental health disorders have increased in coastal areas in the last 5 years. Mental health challenges are becoming increasingly complex in the most dominant jobs in coastal regions, such as in the profession of fishermen. In addition, there are still many people who experience mental disorders. This study aims to analyze fishermen's mental health determinants in the Coastal Area. This study uses a quantitative research type with a cross-sectional design. This study was conducted by interviewing using a questionnaire. The population in this study consisted of fishermen in the coastal area of Mesjid Raya District, especially MNS Keude, with as many as 456 fishermen. The sampling method used simple random sampling with a sample size of 82 respondents. Data were collected using a validated questionnaire. The results showed that there was a most dominant relationship between the number of children >2 (OR = 48.17; 95% CI = 1.68-1377.66; p = 0.024), moderate fatigue level (OR = 26.57; 95% CI = 1.59-444.89; p = 0.023) and age (OR = 0.66; 95% CI = 0.44-0.99; p = 0.049) most dominantly related to mental health disorders in fishermen in coastal areas. Fishermen who have more than two children are the most dominant factor in mental health problems.
The Influence of Infographic Media on Prospective Brides' Knowledge about Reproductive Health Ananda, Nurul; Aramico, Basri; Ichwansyah, Fahmi; Usman, Said; Abdullah, Asnawi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6582

Abstract

Reproductive health is an important aspect that every prospective bride and groom must understand to prepare for a healthy and quality family life. However, the low level of knowledge of prospective brides and grooms is a challenge in efforts to prevent reproductive health risks. This study aims to determine the effect of infographic media on prospective brides and grooms' knowledge of reproductive health. The research design used a quasi-experimental approach with a one-group pretest-posttest. A total of 88 respondents were selected purposively from four Religious Affairs Offices in Banda Aceh City. The instrument in the form of a questionnaire tested for validity and reliability was given before and after the intervention using infographic media. The analysis showed a significant increase in knowledge scores from an average of 9.02 in the pretest to 18.86 in the posttest (p = 0.000). However, multivariate analysis showed that the variables of age, gender, education, occupation, and income did not significantly affect changes in knowledge (p > 0.05). Infographic media has been proven to effectively convey information visually and increase the understanding of prospective brides and grooms regarding basic concepts of reproductive health more easily and attractively.
Determinants of Parental Rejection in Implementing Immunization in Children Post Covid-19 Fitriani, Henni; Ichwansyah, Fachmi; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis; Rani, Hafnidar A
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6607

Abstract

Complete basic immunization coverage in Pidie Regency, Aceh Province, is still very low after the COVID-19 pandemic, which has increased the risk of diseases that can be prevented. This study analyzes the determinants of parental refusal to implement complete basic immunization in children aged 0–2 years. The study used a mixed methods approach with a cross-sectional design for quantitative and in-depth interviews for qualitative. A quantitative sample of 270 respondents was selected using the cluster random sampling method, while qualitative informants were selected using purposive sampling. The analysis showed that the number of children, attitudes, family support, health worker behavior, the role of community and religious leaders, and exposure to information was significantly related to immunization refusal (p <0.05). Qualitative findings revealed that the issue of halal-haram vaccines and the influence of local traditions were the main obstacles. The factors of the number of children (OR=3.47), attitudes (OR=0.19), family support (OR=0.16), and exposure to information (OR=0.24) were the dominant determinants.
Analysis of Determinants of Bullying Tendencies among Urban and Rural Adolescents Mushaddiq, Muhammad; Abdullah, Asnawi; Fahdhienie, Farrah; Marthoenis, Marthoenis; Zakaria, Radhiah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6772

Abstract

Bullying is a serious issue that threatens adolescent mental health and shows a high prevalence in Indonesia. This behavior is influenced by various internal and external factors, yet few studies have comprehensively compared bullying tendencies between adolescents in urban and rural settings. Objective: This study aims to analyze the main determinants influencing bullying tendencies among adolescents aged 12–15 years and to examine interregional differences. A quantitative approach with a cross-sectional design was used. A total of 167 students were selected through cluster random sampling from SMP Negeri 1 Banda Aceh and MTsN 6 Montasik. Data were analyzed using logistic regression and multinomial logistic regression tests. The results showed that parenting style, gender, and self-esteem were significantly associated with bullying tendencies. Authoritarian parenting showed the highest influence (Odds Ratio [OR] = 13.78; p = 0.001), followed by permissive parenting (OR = 6.15; p = 0.043), and self-esteem (OR = 8.81; p = 0.001). Gender also contributed, with males having a higher tendency to engage in bullying than females (OR = 2.54; p = 0.085). In contrast, ethnicity, socioeconomic status, nutritional status (BMI), social skills and popularity, and academic achievement showed no statistically significant associations. The study also found that students in MTsN 6 Montasik (rural area) had higher bullying behavior (25.61%) compared to those in SMP Negeri 1 Banda Aceh (urban area) at 12.94%. These findings affirm the importance of appropriate parenting, healthy self-esteem, and sensitivity to gender differences as key elements in bullying prevention efforts.
Blood Pressure Control Efforts in Hypertension Patients: An Exploratory Study Rasmi, Rika Irma; Aramico, Basri; Maidar, Maidar; Abdullah, Asnawi; Ichwansyah, Fahmi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6929

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs), especially hypertension, are the leading cause of premature death worldwide, with a high prevalence in low- and middle-income countries. In Indonesia, hypertension poses a major health challenge, particularly in coastal areas where diets are high in sodium. This study aims to explore the efforts made by individuals with hypertension in managing their blood pressure. A qualitative study with a case study approach was conducted in Kluet Selatan, South Aceh, in November 2024. Data were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) involving 12 participants, including hypertension patients, family members, health workers, and community leaders. Data were recorded, transcribed verbatim, and analyzed using thematic analysis to identify patterns and key themes related to hypertension management. The results revealed that patients had initiated dietary changes, increased physical activity, and practiced stress management. However, they encountered challenges such as financial limitations, ingrained eating habits, and restricted access to health facilities. Family involvement and the use of traditional remedies were found to support hypertension control. Despite these efforts, persistent social, cultural, and economic barriers hinder sustainable behavior change. Limited health education and lack of access to specialized care also affect long-term hypertension management in this setting.
Pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA di Kota Banda Aceh Novita, Novita; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, Marthoenis
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1154

Abstract

Background: Adolescent mental health is a strategic issue in public health development in Indonesia. One factor proven to have a strong association with anxiety disorders is adverse childhood experiences (ACEs). ACEs are negative experiences experienced by someone in childhood before the age of 18. This issue is important to address in educational settings because it can impact students' mental and academic well-being. Purpose: To analyze the influence of adverse childhood experiences on anxiety in high school students. Method: This quantitative study, with a cross-sectional design, was conducted from January to February 2025 in Banda Aceh City, with high school students as subjects. The sample was selected using stratified random sampling, resulting in 310 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-square tests. Results: Statistical analysis showed that ACEs had the most dominant influence on student anxiety (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Other related factors were school environment (OR=4.28; p=0.0001), academic load (OR=2.24; p=0.012), and coping strategies (OR=2.22; p=0.0001). Multivariate analysis showed that individuals with high-risk adverse childhood experiences (ACEs) and family adaptation had a 35-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.1544), while individuals with a moderately supportive school environment had a 21-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.2191). Conclusion: Adverse childhood experiences (ACEs) were significantly associated with anxiety levels in high school students. The most dominant factor associated with student anxiety was high-risk ACEs, followed by a less supportive school environment and ineffective coping strategies. Suggestion: The results of this study are expected to be the basis for formulating promotive and preventive policies for adolescent mental health in the school environment, as well as being a reference for local governments and educational institutions in developing school-based counseling and psychosocial intervention programs.   Keywords: Adverse Childhood Experiences; Anxiety; High School Students; Mental Health.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang terbukti memiliki hubungan kuat dengan gangguan kecemasan adalah adverse childhood experiences (ACEs). ACEs merupakan pengalaman negatif yang dialami seseorang di masa kanak-kanak sebelum usia 18 tahun. Masalah ini penting ditangani di lingkungan pendidikan karena dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan akademik siswa. Tujuan:  Untuk menganalisis pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 di wilayah Kota Banda Aceh dengan subjek penelitian siswa SMA. Sampel dipilih dengan stratified random sampling dan mendapatkan 310 responden. Analisis data menggunakan univariate dan bivariat Chi-square. Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa ACEs memiliki pengaruh paling dominan terhadap kecemasan siswa (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Faktor lain yang berhubungan adalah lingkungan sekolah (OR=4.28; p=0.0001), beban akademik (OR=2.24; p=0.012), dan strategi coping (OR=2.22; p=0.0001). Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa pada adaptasi diri dan keluarga adverse childhood experiences (ACEs) risiko tinggi berpeluang 35 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.1544), sedangkan adaptasi lingkungan sekolah yang cukup mendukung berpeluang 21 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.2191). Simpulan: Adverse Childhood Experiences (ACEs) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan pada siswa SMA. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan siswa adalah ACEs risiko tinggi, diikuti oleh lingkungan sekolah yang kurang mendukung serta strategi coping yang tidak efektif. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan promotif dan preventif kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah, serta menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi pendidikan dalam mengembangkan program konseling dan intervensi psikososial berbasis sekolah.   Kata Kunci: Adverse Childhood Experiences; Kecemasan; Kesehatan Mental; Siswa.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdi, Naufal Abdul Majid Abdullah Lawang, Karimuddin Adamy, Aulina Adilla, Zahara Afrida, Maina Agustina Ak, Zulkifli Aletta, Alma Alfian Alfian Ali, Marlizar Amin Haris, Amin Amin Harris Amiruddin Amiruddin Ananda, Nurul Arifin, Vera Nazhira Aripin Ahmad, Aripin Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Arizin, Vera Nazira Arlianti, Nopa Aryandi Darwis Aslam Nur Asrar, Qatratul Aulia, Nia Aulina Adami Aulina Adamy Azqia, Azqia Baharuddin, Dharina Bakhtiar Bakhtiar Basri Aramico, Basri Cahyani, Amelia Regita Cholila, Cholila Desi Desi, Desi Dharina, Dharina Dian Rahayu Dorista, Eva Ede Surya Darmawan Ellyani Ellyani, Ellyani Emiliani, Emiliani Erwiyanti, Serly Nurfajri Fahmi Ichwansyah Faisal Abdurahman Faisal Faisal Fajriana, Eulisa Farrah Fahdhienie Fauza, Riska Fitri, Rahmi Ayu Fitrini, Tria Anggita Fonna, Zahara Hafnidar A. Rani Hafnidar, Hafnidar Hajjah, Hajjah Hanis, Nonong Haryati, Wiwin Hasnur, Hanifah Hastuti, Sastri Hayatun Nufus Henni Fitriani Heramuliati, Heramuliati Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermasnyah, Hermasnyah Hidayat, Melania Ichwansyah, Fachmi Iin Fitraniar Irwan Saputra Ismail, Nizam Isnaini Isnaini Isnani, Ayu Jauhari, Julianti Kacandra, Wahyu Kamila, Saufa Tasyaul Khairunnisa Khairunnisa Lahmudinur, Lahmudinur Liana, Leni Lisnayana, Lisnayana M. Erfin Febrian M. Marthoenis Maghfirah Maghfirah Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal, Maifrizal Marlina Maulidayani, Maulidayani Maulidya, Rizki Maulina, Yuli Maulinasari, Maulinasari Mawaddah, Husnul Melfira, Roza Meutia Zahara Miftahul Jannah Milana, Shintya Mudar, Andi Nadir Muhammad Fadhil Muhammad Nasir Muhammad Saleh Muhammad Yasir Munandar Munandar Munandar, Arief Murida, Eva Mursalin . Mushaddiq, Muhammad Mustafa Kamal N. Nurjanah Naimah Naimah Nauval, M. Dharma Nelli Harisah Nisa, Nurul Hafizatun Novianti, Hernia Novita Novita Novita, Riska Noviyanti, Rini Nur Kholis Nurhayati Nurhayati Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurjannah Pamaila, Sri Reski Putri Pulungan, Indah Rizky Putri, Anggre Paramitha Putri, Anisha Sahfira Rahma, Viyola Rahmadiana, Rahmadiana Raihan, Siti Luluk Ramadhani, Gadis Amaniar Ramadhaniah, Ramadhaniah Rani, Hafnidar Ar Rasmi, Rika Irma Ridwan Amiruddin Rita Mutia Rony, Zahara Tussoleha Rostina Rostina Safriadi Safriadi, Safriadi Saputra, Irwan Sari, Shinta Maya Silviana, Rina Siti Fatimah Sugisni, Susi Suhermawan, Suhermawan Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulfira Mulia, Syarifah Syaharasyi, Rayyan Syahputri, Evy Syahrul, Fatahillah Tahara Dilla Santi Tari, Nadalia Indah Toguan, Zulfikri Tri Tarwiyani Usalma, Usfiandinata Usman, Said Utama, Imam Utari, Widya Nada Wardiati, Wardiati Wulandari, Gusti Yanti, Cut Aini Fauzi Yusuf, Nazira Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah Zaluchu, Putri Sion