Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Islamic Circle

Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Timbangan Pada Jual Beli Pepaya Di Kecamatan Hutabargot akhyar, akhyar
Islamic Circle Vol. 4 No. 1 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i1.1637

Abstract

Perdagangan atau jual beli merupakan akad yang diperbolehkan menurut Al-Qur’an, sunnah, dan ijmak ulama, sehingga hukum asal dari kegiatan jual beli adalah mubah atau boleh, Akan tetapi penting untuk diingat bahwa ada batasan dan aturan tertentu yang perlu diikuti dalam konteks perdagangan Islam. Beberapa prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam jual beli menurut perspektif Islam adalah; keadilan, kejujuran, transparansi, dan menghindari riba (bunga) serta unsur-unsur spekulatif yang melanggar prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik jual beli papaya dengan sistem timbangan yang di lakukan oleh masyarakat Hutabargot. Adapaun jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan sifat deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan hukum normatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data yang ditemukan kemudian akan di analisis menggunakan dalil nas dan juga pendapat para ulama. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa praktik jual beli papaya yang di lakukan toke di Kecamatan Hutabargot sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan bias masuk dalam kategori haram. Karena tidak adanya unsur keadilan dan kejujuran dalam hal timbangan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dan kesadaran di kalangan pelaku usaha agar praktik jual beli dapat mematuhi prinsip-prinsip syariah dalam Islam.
Uang Titik as a Land Utilization Contract in Mining: An Analysis of Justice and Legal Certainty from the Perspective of Islamic Economic Law akhyar, akhyar
Islamic Circle Vol. 6 No. 1 (2025): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v6i1.2405

Abstract

The practice of ‘uang titik’ in artisanal gold mining activities in Hutabargot Sub-district is a form of unwritten contract between landowners and miners in land utilisation. The money point is given as an initial permit accompanied by a profit-sharing scheme of 20% for the landowner, while all risks are borne by the miner. This research aims to analyse the justice and legal certainty aspects of the practice of uang titik based on the perspective of sharia economic law. This research uses a qualitative approach with a normative-empirical method, through in-depth interviews, field observations, and literature studies. The results show that in principle, the practice of uang titik is acceptable in Islamic law through the 'urf approach, but there are inequalities in the distribution of risks and profits, as well as the absence of a written contract which creates legal uncertainty and potential injustice. Therefore, it is necessary to reformulate the contract with a fairer and more transparent approach to be in line with the principles of maqashid sharia, namely justice, protection of the rights of related parties, and environmental sustainability. This study recommends strengthening agreement documents and sharia law education for the community as applicable and sustainable solutions
Analisis Hukum Islam Terhadap Sistem Timbangan Pada Jual Beli Pepaya Di Kecamatan Hutabargot akhyar, akhyar
Islamic Circle Vol. 4 No. 1 (2023): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v4i1.1637

Abstract

Perdagangan atau jual beli merupakan akad yang diperbolehkan menurut Al-Qur’an, sunnah, dan ijmak ulama, sehingga hukum asal dari kegiatan jual beli adalah mubah atau boleh, Akan tetapi penting untuk diingat bahwa ada batasan dan aturan tertentu yang perlu diikuti dalam konteks perdagangan Islam. Beberapa prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam jual beli menurut perspektif Islam adalah; keadilan, kejujuran, transparansi, dan menghindari riba (bunga) serta unsur-unsur spekulatif yang melanggar prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik jual beli papaya dengan sistem timbangan yang di lakukan oleh masyarakat Hutabargot. Adapaun jenis penelitian ini adalah studi lapangan dengan sifat deskriptif. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan hukum normatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data yang ditemukan kemudian akan di analisis menggunakan dalil nas dan juga pendapat para ulama. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa praktik jual beli papaya yang di lakukan toke di Kecamatan Hutabargot sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan bias masuk dalam kategori haram. Karena tidak adanya unsur keadilan dan kejujuran dalam hal timbangan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dan kesadaran di kalangan pelaku usaha agar praktik jual beli dapat mematuhi prinsip-prinsip syariah dalam Islam.
Uang Titik as a Land Utilization Contract in Mining: An Analysis of Justice and Legal Certainty from the Perspective of Islamic Economic Law akhyar, akhyar
Islamic Circle Vol. 6 No. 1 (2025): Islamic Circle
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syari'ah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/islamiccircle.v6i1.2405

Abstract

The practice of ‘uang titik’ in artisanal gold mining activities in Hutabargot Sub-district is a form of unwritten contract between landowners and miners in land utilisation. The money point is given as an initial permit accompanied by a profit-sharing scheme of 20% for the landowner, while all risks are borne by the miner. This research aims to analyse the justice and legal certainty aspects of the practice of uang titik based on the perspective of sharia economic law. This research uses a qualitative approach with a normative-empirical method, through in-depth interviews, field observations, and literature studies. The results show that in principle, the practice of uang titik is acceptable in Islamic law through the 'urf approach, but there are inequalities in the distribution of risks and profits, as well as the absence of a written contract which creates legal uncertainty and potential injustice. Therefore, it is necessary to reformulate the contract with a fairer and more transparent approach to be in line with the principles of maqashid sharia, namely justice, protection of the rights of related parties, and environmental sustainability. This study recommends strengthening agreement documents and sharia law education for the community as applicable and sustainable solutions
Co-Authors . Roslidar Abrar, Syahidul Agus Salim Agus Sasmito, Agus Ahmad Alwi Alfarizi Ahmad Syuhada Ahmad, Rivai Ahmad, Syarif Akhyar, Miftahul Alfikri Siregar, Tio Nanda Amiruddin Amiruddin Andri muda Nst Asrul Hamid Aulia, Niza Azwinur Azwinur Bakhtiar Bakhtiar Bimo Sunarfri Hantono Daska Azis Djamani, Rianjuanda Fathurrahman Fathurrahman Fazri Amir Firdaus Firdaus Gunawan Gunawan Haeril, Haeril Hamid, Asrul Harahap, Titi Martini Hasanah Hasanah Hasannuddin, Teuku Hasanuddin, Iskandar hsb, zuhdi Idris Idris Ilham Ilham Ilham Ramadan Ilham Ramadan Siregar, Ilham Ramadan Ilham Zulfahmi Jaswir, Jaswir Joenoes, Ahmad Taufik Jufriadi Jufriadi, Jufriadi Kridawati Sadhana Lubis, Riskiyah Nur M Fahrur razi Magfirah, Rima Malahayati Malahayati Marlinda, Leni Misriana Misriana, Misriana Muda, Andri Muhammad Amin Muhammad Ilham Muhammad Muhammad Muhammad Rizal Fachri Muhammad Sauki Muhjam Kamza Musriandi, Riki Nahari, Lailan Nasution, Khairunnisa Nasution, Suryadi Njotowidjojo, Dyah Muliawati Nst, Nur Aliyah Nur Aminah Nur Masyitah, Nur NURLIANA NURLIANA Nurul Umami R. Rusli Rababah, Mahmoud Ali Rahmad Hidayat Rais, Amien Refnas Raja Ritonga Razali Thaib Risanuri Hidayat RITONGA, SYAIPUDDIN Rizki, Ayana Rizqi, Rahmat Robert Tungadi Roudotul Jannah Ruswandi, Edy Saddami, Khairun Saifuddin Saifuddin Salahuddin Salahuddin Sinaga, Ulva Rasida Siregar, Resi Atna Sari Soraya Hasyim Hasibuan Sri Wahyuni Hasibuan Suaeb, Suaeb Suprijanto, Syoni Suryadi Suryadi Suryani Suryani Syarif Syarif Syukran Syukran Tamarli, Tamarli Tambunan, Jannus Tarmizi Tarmizi Thaib Rizwan, Thaib Tho, Nguyen Huu Tita Nurmalinasari Hidayat Usman Usman Wazir, Khairil Widdha Mellyssa Widodo, Syamsul Bahri Winarty, Asih Yunus, Azwar Zaki, Ammar Zamzami Zuhdi Hasibuan Zulfikar, Teuku Muhammad