Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Bertutur Masyarakat Diglosia dalam Ragam Bahasa Madura Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Firdausy Rohmah; Martutik Martutik; Roekhan Roekhan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertutur ragam bahasa Madura pada masyarakat diglosia Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Orientasi teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik. Data penelitian ini berupa kata atau kalimat dalam tuturan ragam bahasa Madura, sedangkan sumber data penelitian ini adalah masyarakat diglosia Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik rekam. Analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri atas tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian ini menggunakan triangulasi lapangan. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Strategi bertutur yang digunakan oleh masyarakat diglosia menunjukkan adanya keberagaman bahasa Madura yang dimiliki oleh masyarakat Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo dalam setiap tuturan. Bahasa Madura memiliki tiga ragam bahasa, yaitu bahasa Madura Enje’-Iye, Enggi-Enten dan Engghi-Bhunten. Ketiga ragam bahasa Madura tersebut digunakan oleh mayoritas masyarakat Kecamatan Besuki sesuai dengan fungsi penggunaan bahasa yang berbeda sehingga dalam menggunakan ragam bahasa Madura tersebut masyarakat menggunakan strategi berbeda dalam menggunakan tuturan tersebut. Adapun strategi bertutur yang ditemukan pada tuturan ragam bahasa Madura masyarakat diglosia Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo terdapat dua strategi, yaitu strategi langsung dan tidak langsung. Strategi langsung yang ditemukan terdiri atas enam data. Enam data tuturan tersebut memiliki rincian, yaitu (1) strategi bertutur langsung berupa tindak permintaan dengan 3 data, (2) strategi bertutur langsung berupa tindak memuji dengan 1 data, (3) strategi bertutur langsung berupa tindak mengeluh dengan 1 data, dan (4) strategi bertutur langsung berupa tindak melarang dengan 1 data, sedangkan strategi tidak langsung yang ditemukan terdiri atas empat data, yaitu (1) strategi tak langsung berupa tindak permintaan dengan tiga data, dan (2) strategi tak langsung berupa tindak permintaan dengan satu data.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Bondowoso sebagai Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Fantasi untuk Siswa SMP Viga Eka Putri Nurprihardianti; Roekhan; Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3372

Abstract

Bahan ajar memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan bahan ajar digunakan sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar yang tersusun secara sistematis. Bahan ajar dalam penelitian ini memanfaatkan kearifan lokal masyarakat Bondowoso yang dibentuk dalam sebuah cerita pada setiap unit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan kearifan lokal Bondowoso sebagai pengembangan bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa kelas SMP. Fokus penelitian ini adalah bentuk pemanfaatan kearifan lokal dalam bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi. Data penelitian ini berupa kalimat yang terdapat pada bahan ajar menulis cerita fantasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan ajar menulis cerita fantasi berjudul menoreh imajinasi dalam fantasi. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, pemanfaatan kearifan lokal dalam bahan ajar menulis cerita fantasi untuk siswa SMP hanya ditemukan satu jenis kearifan lokal saja, yaitu kearifan lokal berwujud nyata (tangible). Kearifan lokal berwujud nyata tersebut ditemukan pada bab 1, 2 dan 3. Kearifan lokal berwujud nyata yang ditemukan berupa cagar budaya, bangunan, dan karya seni tradisional yang masih dijaga eksistensinya di Bondowoso. Pada bahan ajar tersebut tidak ditemukan jenis kearifan lokal yang tidak berwujud (intangible).
Kalimat Transformasi Siswa Sekolah Menengah Pertama Nurul Laili Rohmatin; Nurchasanah Nurchasanah; Roekhan Roekhan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3447

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perbedaan bahasa ibu atau bahasa pertama pada siswa SMP BSS. Hal tersebut, menyebabkan keterampilan berbahasa secara tulis setiap siswa kelas VII dan VIII SMP BSS berbeda-beda. Kemampuan keterampilan berbahasa secara tulis siswa SMP BSS terlihat kurang mampu produksi tulisan dengan minimal tepat penggunaan tanda baca dan kurang mampu memproduksi kalimat transformasi dengan tepat sehingga bahasa tulis siswa SMP BSS kelas VII dan VIII masih tercampur dengan bahasa lisan yang ditemukan dalam karangan siswa. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pola kalimat transformasi yang telah dan belum dikuasai anak pada kelas VII & VIII SMP BSS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP BSS. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah crosssectional. Hasil karangan siswa-siswi kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kalimat transformasi secara umum. Kemudian, dikategorikan menjadi kalimat transformasi sematan. Hasil menunjukan bahwa terdapat empat jenis kalimat transformasi sematan, yakni klausa relatif, pelengkap frasa nomina, pelengkap frasa adjektiva, dan pelengkap frasa verba. Karakteristik kalimat transformasi semataan yang sering dijumpai dalam karangan siswa kelas VII dan VII SMP BSS meliputi S+yang, P (FV Intrans/Trans wajib pelengkap + untuk), S+sangat, dan P (FV) + b. berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi refrensi bagi peneliti dengan topik sejenis dan hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi bahan ajar dan dikembangkan dalam media pembelejaran bagi guru bahasa Indonesia.
Proses Kreatif Penulisan Novel Cerita dari Lereng Gunung Prau Berdasarkan Cerita Rakyat di Ngluyu Shany, Nadinda Catrine; Roekhan, Roekhan
Hasta Wiyata Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2023.006.02.04

Abstract

AbstrakProses Kreatif Penulisan Novel Cerita dari Lereng Gunung Prau Berdasarkan Cerita Rakyat di Ngluyu bertujuan untuk membahas tentang proses kreatif dalam menulis sebuah novel berdasarkan cerita rakyat di suatu daerah. Penciptaan karya ini dengan menggunakan metode proses kreatif. Jenis penciptaannya adalah penciptaan novel dengan alur dan plot yang longgar, jaringan-jaringan tematiknya pada karakter di dalam cerita. Pengumpulan informasi pada penulisan ini menggunakan teknik wawancara terstruktur dengan beberapa narasumber. Hasil wawancara tersebut dikumpulkan menjadi satu cerita rakyat yang utuh, kemudian oleh penulis diubah menjadi novel dalam buku Cerita dari Lereng Gunung Prau. Manfaat dari menciptakan karya ini adalah penulis membuat buku sebagai sumber bacaan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.
METAFORA WARNA DALAM BUKU TONGGAK: ANTOLOGI PUISI INDONESIA MODERN Rahman, Aziiz Ali; Roekhan, Roekhan
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 7, No 2 (2023): Basindo: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v7i22023p235-255

Abstract

Metafora warna adalah gaya bahasa yang membuat perbandingan warna dengan objek sekitarnya yang memiliki sifat berbeda sebagai jembatan imajinasi penyair dan pembaca. Metafora ini dapat ditemukan dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern yang disusun oleh Linus Suryadi AG. Penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan jenis metafora warna dan alasan penyair dalam pemilihan warna dalam buku Tonggak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan stilistika. Sumber data penelitian ini adalah buku Tonggak 1, 2, dan 3. Penelitian ini menghasilkan jenis-jenis metafora warna terkandung dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern tafsir makna dalam memilih warna dalam puisi.  Metafora warna yang digunakan dalam buku Tonggak: Antologi Puisi Indonesia Modern jilid 1, 2, dan 3 menggunakan warna seperti (1) merah, (2) jingga, (3) kuning, (4) biru, (5) hijau, (6) hitam, (7) putih, (8) cokelat, dan (9) ungu.
Discursive practices instilling the peace values for foreign learners in the BIPA textbook Roekhan, Roekhan; Suyitno, Imam; Andajani, Kusubakti; Martutik, Martutik
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2024): Cakrawala Pendidikan (February 2024)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v43i1.61663

Abstract

Studies to inculcate new values for students, including foreign learners, are necessary, given the high incidence of injustice and bullying. The inculcation of these values in Indonesian language learning for foreign learners (BIPA) is closely related to the cultural learning of Indonesian people who love peace. This study aimed to reveal the discursive practice of embedding values in BIPA textbooks. The data sources were the BIPA textbook published in 2019 by the Indonesian Ministry of Education and Culture for advanced levels. This study used Critical Discourse Analysis (CDA) and Visual Grammar Theory (VGT) to analyze the data. This study found three categories of values related to self, social relations, and environment. Values about caring for society, the environment, and democracy dominated the BIPA textbook. The textbook ignored the discursive practice of instilling inner value. This finding significantly contributes to the authors of language textbooks for foreign learners to consider cultural values that lead to developing more comprehensive subject matter. In addition, these findings also make it clear that foreign language teachers do not teach their language but also need to emphasize learning about values that support students' communicative competence.
Bibliometric Analysis of Character Education in Senior High School Indonesian Textbooks Based on the Merdeka Curriculum Huda, Muhammad Binur; Suyitno, Imam; Pratiwi, Yuni; Roekhan, Roekhan
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 16 No 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5332

Abstract

This study aims to understand the publication trend and research contribution related to character education in Indonesian high school textbooks based on the Merdeka Curriculum from 2015 to 2024. Character education is crucial for student development, and textbooks play a central role. Using bibliometric analysis, the study identified 428 publications from Google Scholar and Scopus, including journal articles, proceedings, reviews, and books. Journal articles dominated with 363 publications, followed by 30 proceedings, 32 books, and three reviews. The study focused on the number of publications and the issues underlying the keyword emergence. While 2023 had the highest number of publications (75), 2018 saw the highest citations (890) and h-index (14), indicating significant influence. The highly cited study "Strategy and Implementation of Character Education in Senior High Schools and Vocational High Schools" had 135 citations. Keyword analysis using VOSviewer revealed that "Indonesian textbook" was the most popular topic, particularly concerning gender representation and basic education. Despite increased productivity, recent publications need higher impact, achievable through improved research quality, appropriate journal selection, online dissemination, collaboration, and scientific community engagement. The focus on gender representation and basic education should be sharpened for inclusive teaching materials and to instill positive values early in Indonesian education. This study provides valuable insights and direction for future research and practice in character education within the Independent Curriculum framework.
Needs Analysis for Developing Exposition Writing Materials Using the DTMT Method for Senior High School Students Wulandari, Indah Astutik; Nurhadi, Nurhadi; Roekhan, Roekhan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.5357

Abstract

Teaching materials that suit students' needs can help them increase their motivation to learn. These teaching materials can also be developed using appropriate methods by considering the learning objectives and skills. One of the methods that can be used in learning to write is the DTMT method. The DTMT method, which stand for (Dari Teks Menuju Teks or From Text to Text) is used to support the structured development of writing skills. In the early stages of product development, it is necessary to conduct a needs analysis to support the development of teaching materials for writing exposition texts using the DTMT method. The needs analysis in this study is part of the development research with the ADDIE model. The research method used in this research is the survey method. Data collection was carried out using observation, interviews, and document analysis. In this research, the data obtained is qualitative. The qualitative data was then analyzed descriptively. The analysis showed that Indonesian language teachers in three schools, SMA PGRI Lumajang, SMAN 1 Kunir, and SMA Muhammadiyah Lumajang need companion books in learning to write, especially on exposition texts. Students can use the companion teaching materials to practice writing exposition texts gradually with a good and structured process. The results showed that (1) the primary teaching materials used by teachers and students have not focused on writing skills, especially writing exposition texts, and (2) companion teaching materials are needed for learning to write exposition texts. This research is expected to be useful for teachers in teaching writing skills and for students. It can be a companion book to improve exposition text writing skills.
Communication Strategies in Delivering Educational Messages on Song Lyrics “Lamunan” and “Lestari” Eka Butsiawan; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 6 (2024): Journal of Pedagogi - December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/jpst3346

Abstract

This research focuses on two songs by Wahyu F. Giri, "Lamunan" and "Lestari," which are popular on various music platforms. The study aims to explore the communication strategies used to convey educational messages in the song lyrics. Employing a pragmatic approach, the research analyzes the lyrics through observation and qualitative methods. The findings reveal that "Lamunan" delivers messages of loyalty, patience, love, and self-reflection, while "Lestari" emphasizes natural beauty, eternal love, loyalty, and tranquility. The communication strategies identified include repetition, audience recognition, factual delivery, and persuasion. These strategies enhance the songs' appeal and effectively impart educational values. Beyond their musicality, the songs teach listeners to appreciate relationships, the beauty of nature, and the pursuit of happiness. This study highlights how music can serve as a medium for education, embedding important values within engaging and emotionally resonant content, making it both enjoyable and meaningful for listeners.
Rekonstruksi Kreatif Cerita Pendek Menjadi Cerita Mini Dwi Ariana Irawati; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3810

Abstract

Penelitian ini berfokus pada proses rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini, sebuah metode yang memungkinkan peningkatan kreativitas dan kepadatan naratif dalam sastra kontemporer. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik-teknik yang efektif dalam mengkondensasi elemen-elemen cerita pendek tanpa mengurangi esensi dan pesan yang ingin disampaikan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati dan menganalisis berbagai cerita pendek yang telah berhasil diubah menjadi cerita mini yang telah dipilih oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi cerita pendek menjadi cerita mini tidak hanya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur naratif, tetapi juga kepekaan terhadap nilai estetika dan ritme bahasa. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan menawarkan panduan praktis bagi penulis yang ingin mengembangkan kemampuan mereka dalam menciptakan cerita mini yang berdampak dan menggugah.
Co-Authors - Martutik Abd. Syukur Ibrahim Abdi Galih Firmansyah Abduh, Amirullah Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali Abdul Syukur Ghazali, Abdul Syukur Abdus Syukur Ghazali Aburizal Sadam Habibi Achmad Komaruddin Agusta Rakhmat Taufani Akhmad Dzukaul Fuad Akhmad Dzukaul Fuad Al Kayyizu Azizin Nisa’ Aldiri Septian Syafiudin Alfin Ari Indria Kusuma Wardani Anang Santoso Anggi Novitasari Annestiana Handini Asri Ismail Astria Prameswari Azizatuz Zahro Azizatuz Zahro’ Azizatuz Zahro’ Derin Aypa Berhama Zega Deshinta Tungga Devi Dewi Ariani Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Dwi Fikriyah Dwi Listyorini Eka Butsiawan Ella Rizky Endryanti Elma Excavanti Tamaya Endah Tri Priyatni Endah Tri Priyatni Endryanti, Ella Rizky Faizal Hadi Nugroho Farghani, Rizki Farizi Ferdinandus Siki Firdausy Rohmah Fitri Anugrah Kilisuci Fiiarum Fuad, Akhmad Dzukaul Gatut Susanto Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Gigih Caesar Wahyu P Habibi, Aburizal Sadam Hamdani, Ardiansyah Yusuf Helmi Wicaksono Heri Susanto Heri Susanto Heri Suwignyo Hilmiati Ida Sari Rahmawati Ida Sari Rahmawati, Ida Sari Ida Tri Wahyuni Imam Suyitno Iriaji Istiqomah Nurzafira Komaruddin, Achmad Kusubakti Andajani Lidya Devega Slamet Mahpi Mahpi Mahpi, Mahpi Martutik Maryaeni Maryaeni Maslakhatu Nurul Ummah Maslakhatu Nurul Ummah Mimin Ernawati Moh. Safii Muakibatul Hasanah Muhammad Binur Huda, Muhammad Binur Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin Nazwa, Venina Nabilla Nisa’, Al Kayyizu Azizin Nita Widiati Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurhadi Nurul Laili Rohmatin Nurul Laili Rohmatin Prameswari, Astria Prastio, Bambang Primardiana Hermilia Wijayati Proklawati, Desy Putri Malinda Nurul Faizah Putri, Yusriani Febrian Ramadani Rahman, Aziiz Ali Rina Novia Wahyuningtyas Rina Novia Wahyuningtyas, Rina Novia Rizki Farizi Farghani SAFRIKI MUNFI`ATIL MAWADDAH Sainee Thampu Sajidah Nur Sako, Yustina Sari, Cut Purnama Shany, Nadinda Catrine Siti Maisaroh Slamet, Lidya Devega Suhardini Nurhayati Sunoto Sunoto Sunoto Sunoto Sutikno, Nonny Rulisty Putri Sutrisno Gustiraja Alfarizi Suyono Suyono Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Tamaya, Elma Excavanti Tamphu, Sainee Ul Aini, Shofa Ulfa Rizqi Putri Ulfa Rizqi Putri Ummah, Maslakhatu Nurul Viga Eka Putri Nurprihardianti Wahyu P, Gigih Caesar Wahyudi Siswanto Wahyudi Siswanto Wardani, Alfin Ari Indria Kusuma Wicaksono, Helmi Wulandari, Indah Astutik Yazid Basthomi Yuni Pratiwi Yustina Sako