Claim Missing Document
Check
Articles

Prediktor Kepemimpinan Mutu dan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Komala Sari; Mitra Mitra; Jasrida Yunita; Budi Hartono; Dedi Afandi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6i1.131

Abstract

Law Republic Indonesia Number 44 of 2009 on Hospitals states health care institutions must improve higher quality and affordable services to highest health level. Quality leadership is continuous work method and process improve service quality, competitiveness and productivity. Health services quality is reference to the ideal level of health services. Hospitals health services quality will be good if the leadership carried out properly. In general hospital there was an absence Performance Report, disintegration and not sinergy between stakeholders in terms of health services quality. There was nothing of a Minimum Services Standards measurement, has not implemented a customer satisfaction based service pattern, service quality has not met national standards, which indicates that service quality is not optimum. Quality control activities not yet implemented, Standard Operational Procedure was also not optimal. Research objective was to know the effect of quality leadership on the quality of health services. Quantitative research type with analytic cross-sectional design. The study conducted in July 2017 in the Outpatient Installation. The population were all medical personnel and health workers with a sample of 100 people. Techniques for collected data using a questionnaire. The variables in this study were exogenous variables of quality leadership and endogenous variables of health services quality. Data analysis used Structural Equation Modeling - Partial Least Square. The results of the study obtained Values, Vision, Inspiration, Innovative, Systems View, Empowering, Customer Focus, were predictors of quality leadership. Professional standards, service standards, codes of ethics and standard operating procedures were predictors of health services quality. The value of T-Statistic 0.669 with a statistical value of 1.96 there was no significant effect of quality leadership on the health services quality.
ANALISIS PERENCANAAN MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI ISATALASI FARMASI RUMAH SAKIT X TAHUN 2024 Renal, Renal; Yunita, Jasrida; Mulya, Adrian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41903

Abstract

Rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang dikembangkan melalui rencana pembangunan kesehatan nasional. Pengembangan rumah sakit di Indonesia sangat bergantung pada kebijakan pembangunan kesehatan yang tertuang dalam program Indonesia Sehat 2010, yang diatur dalam Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit adalah manajemen logistik obat yang efektif, karena berdampak langsung pada ketersediaan obat dan kualitas pelayanan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Informan dalam penelitian ini meliputi Manajer Penunjang Medik sebagai informan pertama, Kepala Instalasi Farmasi sebagai informan kedua, Kepala Gudang Farmasi sebagai informan ketiga, dan bagian pemesanan sebagai informan keempat. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk mendapatkan data yang relevan dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen terkait perencanaan logistik obat. Analisis data menggunakan teknik problem-solving cycle yang mencakup analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, serta penentuan alternatif solusi dengan menggunakan Fishbone Analysis. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kendala dalam perencanaan logistik obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X, antara lain kurangnya pemahaman mengenai manajemen logistik obat, keterbatasan anggaran, tidak diterapkannya Standar Prosedur Operasional (SPO), keterbatasan dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), serta sarana penyimpanan yang belum memadai. Agar perencanaan logistik obat lebih efektif, perlu dilakukan peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan yang terstruktur, kepatuhan terhadap SOP, serta penguatan sistem informasi dan anggaran yang memadai.
PELATIHAN KADER DALAM DETEKSI DINI STUNTING DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT Mitra Mitra; Novita Rany; Jasrida Yunita; Nurlisis Nurlisis
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i3.2450

Abstract

Abstract: Situasi pandemic COVID19 berdampak pada terhentinya aktifitas kegiatan posyandu yang tentunya berpengaruh pada pemantauan pertumbuhan anak untuk deteksi dini stunting. Untuk itu perlu disiasati dengan memberdayakan kader dalam mendeteksi stunting dan mencegah terjadinya stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini stunting dan pencegahan stunting melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan. Kelompok sasaran adalah kader yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru berjumlah 35 orang kader. Tahapan pengabdian pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan mengadakan kerjasama dengan Puskesmas Rumbai, menghubungi Kader, Pelaksanaan Kegiatan, dan Penyusunan Laporan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik. Permasalahan yang ditemui antara lain masih ada warga yang buang air besar sembarangan terutama pada warga yang tinggal di bantaran Sungai Siak, sampah yang menumpuk, beberapa tempat belum ada saluran limbah, pemantauan tumbuh kembang balita belum berjalan sebagai mana mestinya akibat pandemic COVID 19.
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Mayasari, Eva; Yunita, Jasrida; Mitra, Mitra; Leonita, Emy; Mianna, Rika; Sari, Nila Puspita; Amirullah, M. Fadil
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/29qjq237

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun informasi. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi salah satu upaya solutif yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong perilaku preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi tatap muka yang disampaikan oleh tim pelaksana. Materi yang diberikan meliputi penjelasan mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan secara berkala, informasi tentang program PKG yang dapat diakses masyarakat, serta langkah-langkah praktis untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Satu Sehat. Peserta diberikan panduan langsung melalui tampilan layar proyektor, disertai sesi tanya jawab interaktif guna memastikan pemahaman peserta terhadap informasi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Sebanyak 10 peserta berhasil mengunduh aplikasi Satu Sehat, sementara sisanya menyatakan akan meminta bantuan keluarga karena keterbatasan penggunaan smartphone. Peserta merespons positif kegiatan ini dan menyarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kesehatan yang berkelanjutan dan terjangkau.
ANALISIS PENATALAKSANAAN GIZI BALITA STUNTING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS(AHP) DI PUSKESMAS MUARA BASUNG Sumengen, Sumengen; Melati, Rima; Hartono, Budi; Mahyuddin, Meriwati; Yunita, Jasrida
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 6 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.13 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2022.6.2.5621

Abstract

ABSTRACT Nutritional status in children under five is very important, if malnutrition occurs and if not treated immediately it will reduce the quality of human resources resulting in physical disorders, impaired intelligence and productivity. The COVID-19 pandemic increases the risk of an increase in the prevalence of stunting. The purpose of this study was to analyze the nutritional management of stunting toddlers during the COVID-19 pandemic using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method at the X Health centre, Bengkalis Regency based on input, process and output components. Method: This study used a qualitative approach using the analytic hierarchy process method. Data collection methods were carried out by in-depth interviews and observations to 15 informants, consisting of the administrative head of the Health Centre, nutrition officers, MCH coordinator midwife, village midwife, posyandu cadres and mothers of stunting toddlers. Result: showed that at the input stage, health workers such as TPG and village midwives had met the competency requirements, there were no special appointments for stunting cadres and specific technical guidelines for stunting management, as well as the lack of infrastructure for monitoring growth and development in Posyandu. Implemented properly include antenatal care, supplementary feeding, vitamin A administration, the coverage of which is still low is exclusive breastfeeding and visits to Posyandu. In the output element, the prevalence of stunting at the X Health Center in 2020 reached 15.02%Keyword : AHP, Management of stunting, Covid 19
Gambaran Informasi Pada Layanan Publik Penerbitan Rekomendasi Perizinan Rumah Sakit di Dinas Kesehatan Provinsi Riau Meilani, Silvia; Yunita, Jasrida
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6534

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu fungsi yang harus dilaksanakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), adapun bentuk pelayanan publik tersebut dapat berupa pelayanan barang, jasa dan administrasi publik yang dilakukan oleh suatu instansi pemerintah. Perizinan rumah sakit mengharuskan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh rumah sakit untuk memastikan bahwa mereka mematuhi standar yang ditetapkan untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Berdasarkan survey awal perizinan rumah sakit yang seharusnya  menjadi salah satu layanan publik di Dinas Kesehatan Provinsi Riau masih menjadi masalah yang belum sepenuhnya optimal seperti masih kurangnya media informasi yang mudah di peroleh dan di akses bagi rumah sakit yang akan mengajukan rekomendasi perizinan rumah sakit baik itu perpanjangan izin operasional rumah sakit maupun rekomendasi rumah sakit baru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif yang didasarkan atas hasil observasi, penelusuran dokumen terkait dan wawancara mendalam yang penulis lakukan serta memberikan argumentasi atau pendapat terhadap apa yang ditemukan di lapangan. Penelitian di laksanakan dari tanggal 11-28 November 2024 di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Hasil penelitian belum optimalnya informasi dalam penerbitan rekomendasi pelayanan perizinan rumah sakit di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Disarankan kepada Dinas Kesehatan optimalisasi pelayanan publik dalam rekomendasi perizinan rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dimana dapat mempermudah akses pemenuhan data data terkait rekomendasi perizinan rumah sakit.Kata Kunci: Pelayanan Publik, Penerbitan Rekomendasi, Perizinan Rumah Sakit 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA ANGGOTA TNI AU DI RSAU DR. SUKIRMAN TAHUN 2024 Pertiwi, Putri; Yunita, Jasrida; Lita, Lita; Ismaniar, Hetty; Hartono, Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46997

Abstract

Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan terdiri dari faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor pendorong. Laporan bulanan kunjungan pasien menunjukkan adanya penurunan kunjungan pada anggota TNI AU di RSAU dr. Sukirman dalam dua tahun terakhir, dengan jumlah kunjungan ulang lebih sedikit dari kunjungan baru. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak pasien anggota TNI AU yang tidak memanfaatkan ulang pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan terhadap anggota TNI AU di RSAU dr. Sukirman tahun 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2024 dengan jumlah sampel 231 orang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Dari hasil penelitian dan pembahasan didapatkan variabel yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan adalah ketersediaan pelayanan dokter, sarana fasilitas umum, ketersediaan obat, akses dan lokasi rumah sakit, waktu tunggu pelayanan, akses informasi pelayanan, biaya dan dukungan keluarga. Sedangkan variabel usia dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Pada hasil uji multivariat, variabel yang dominan adalah akses informasi pelayanan (POR=4.244) dilanjutkan dengan ketersediaan pelayanan dokter (POR=3.770) dan sarana fasilitas umum (POR=3.605) serta akses dan lokasi rumah sakit (POR=3.558). Kesimpulan pada penelitian ini adalah variabel akses informasi pelayanan menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap minat pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan. Saran yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan program Health-Promoting Hospital (HPH) yang memiliki empat strategi yaitu memenuhi kebutuhan pasien, memfasilitasi hak tenaga kesehatan, mendorong tim manajemen rumah sakit untuk mengembangkan promosi kesehatan, dan merencanakan pemenuhan kebutuhan masyarakat sekitar.
SOSIALISASI PENGELOLAAN POSYANDU KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU: Sosialisasi Pengelolaan Posyandu Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Nurlisis, Nurlisis; Anwir, Harvandy; Kalrosa, Nurva
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1771

Abstract

The Langsat Health Center in Pekanbaru City was not managing the high prevalence of People with Severe Mental Disorders (ODGJ) optimally. This was due to lack of personnel and the absence of a mental health post that was used to provide integrated mental health services. The purpose of community service is to raise awareness of the value of mental health in Posyandu among all medical staff members who work in community health centers. The method was carried out by socialization and mutual commitment to ensure the success of the Mental Health Posyandu program at the Langsat Community Health Center in Pekanbaru City. Every officer at a community health center took part in the socialization process. The activity resulted in the officers' understanding of the concept of Mental Health Posyandu after the socialization process was completed. Additionally, the Community Health Center is committed to making this program one of its programs and would use it as an innovation program for the health center. To continue this activity, interested parties will be contacted, including the Pekanbaru City Social Service, Mental Hospital, Sukajadi Subdistrict Head, Village Head Kampung Tengah, Village Head Kampung Melayu,  Village Jadirejo, and the community as a whole, who will take part as a cadre in Mental Health Posyandu activities. Abstrak Tingginya angka kejadian Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) Berat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru tidak tertangani dengan optimal. Hal ini karena kurangnya tenaga dan belum adanya Posyandu Jiwa yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di puskesmas tentang pentingnya Posyandu Kesehatan Jiwa. Metode kegiatan melalui sosialisasi dan komitmen bersama dalam mensukseskan program Posyandu Kesehatan Jiwa di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Peserta sosialisasi adalah seluruh petugas puskesmas. Hasil kegiatan didapatkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dapat diketahui bahwa para petugas memahami konsep dari Posyandu Kesehatan Jiwa dan Puskesmas berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu program puskesmas dan akan dijadikan program inovasi puskesmas karena belum ada Posyandu Kesehatan Jiwa di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak berkepentingan seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa, Camat Kecamatan Sukajadi, Lurah Kelurahan Jadirejo, Lurah Kampung Tengah, dan Lurah Kampung Melayu, serta Masyarakat yang akan ikut berpartisipasi sebagai kader dalam kegaitan Posyandu Kesehatan Jiwa.
STRATEGI PENINGKATAN KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN MELALUI METODE FISHBONE ANALYSIS DI RSAU DR. SUKIRMAN LANUD ROESMIN NURJADIN Fitra, Rosi Deli; Yunita, Jasrida; Saputra, Kirby
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25782

Abstract

Data jumlah kunjungan pasien di Unit Rawat Jalan RSAU dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin pada tahun 2023 cenderung menurun. Ditemukan banyaknya keluhan pasien tentang proses pelayanan di unit rawat jalan, antara lain dokter yang datang tidak tepat waktu, ruang tunggu yang tidak nyaman, rekam medis yang sering terlambat atau terselip, dan jarak unit penunjang seperti apotek, laboratorium dan radiologi yang saling berjauhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan penyebab turunnya kunjungan pasien di unit rawat jalan RSAU dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin.  Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan sebanyak tujuh orang. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode fishbone. Validitas data dilaksanakan secara triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah kunjungan pasien di unit rawat jalan RSAU dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin disebabkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, Standar Operasional Prosedur (SOP) belum sesuai, SIMRS tidak berjalan maksimal, RME yang belum berjalan, anggaran pada pembayaran insentif tenaga medis dan paramedis tidak tepat waktu serta adanya pos penjagaan militer di pintu masuk akses jalan utama ke rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi dalam peningkatan jumlah kunjungan pasien yang dapat diusulkan antara lain adalah penyusunan dan pembaharuan SOP, memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada petugas di unit rawat jalan secara internal dan low budget serta melakukan pendekatan holistik dengan melibatkan semua pihak yang terlibat atau stake holder agar dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan meningkatkan pelaksanaan kebijakan untuk meningkatkan kunjungan pasien di unit rawat jalan
ANALISIS STATUS AKREDITASI PUSKESMAS DI KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2023 Sari, Risna Puspita; Yunita, Jasrida; Asmarwiati , Septien
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26862

Abstract

Akreditasi Puskesmas Komunitas sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Rokan Hulu. Pada tahun 2023, dari 22 puskesmas komunitas di Kabupaten Rokan Hulu, masih ada 8 yang memiliki status Intermediate, dan 3 belum memperbaiki status akreditasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status akreditasi Puskesmas Komunitas di Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan penelaahan dokumen. Terdapat 7 informan dalam penelitian ini, termasuk Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan, Tim Akreditasi TPCB untuk 3 Puskesmas Komunitas yang tidak memperbaiki status akreditasinya, dan Kepala 3 Puskesmas Komunitas dengan status yang sama. Penentuan masalah prioritas menggunakan teknik USG, dan identifikasi penyebab masalah menggunakan teknik analisis fishbone. Masalah yang diprioritaskan dalam penelitian ini adalah adanya 3 Puskesmas Komunitas yang belum memperbaiki status akreditasinya. Penyebab masalah yang diidentifikasi termasuk pelaksanaan layanan yang tidak memenuhi standar akreditasi, keterbatasan anggaran dan fasilitas, serta ketiadaan peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Kurangnya perencanaan persiapan, pengetahuan yang kurang dari staf mengenai manajemen puskesmas, dan dokumen yang tidak lengkap mengenai semua prosedur layanan dan protokol juga merupakan faktor kontribusi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil akreditasi dan melaksanakan perbaikan serta peningkatan kualitas berdasarkan rekomendasi survei akreditasi.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Reinarti Abidin Aldiga Rienarti Abidin Amirullah, M. Fadil Anggraini, Lola Anwir, Harvandy arief wahyudi Arnawilis Arnawilis Asep Marzuki Asfeni, Asfeni Asmala Sari Asmarwiati , Septien Asmarwiati, Septien ASRIL ASRIL Aulia Astri Bubung Bunyamin, Bubung Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Budi Hartono chaliza bebby ewys Cindy Friskhilia Tarigan Dedi Afandi Dedi Sambudi Dendi Zulheri Donel S ega kartini Elfindri Elfindri Elfindri, Elfindri Ennimay Ennimay Lita Ermanto Ervira Dwiaprini As Syifa EVA MAYASARI Fabiola, Vanny Hilda Fadil Amirullah , Muhammad Fajriyati, Auliya Fitra, Rosi Deli Gusliati, Gusliati Hafizhah Maulia Helda Suryani Munir Henni Djuhaeni henny Djuhaeni Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Heryudarini Harahap Hetty Ismainar ifa, mazdalifa Iin Rodearni Iin Sriderfi Sitompul Ikhtiyaruddin Indra Kurniawan Irwan Muryanto Irwan Muryanto Islamiyah Islamiyah Ismail Marzuki Hasibuan Ismaniar, Hetty Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jepisah, Doni Kalrosa, Nurva Kamal, Yanwir Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kholida Hosni Kirby Saputra Kismiyatul Fitriya Muftika Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komala Sari Leonita, Emy Leonita, Emy Lita Lita, Lita Mahyuddin, Meriwati Maimun, Nur Marlina, Hastuti Marna Dewi Masdalena Masdalena Medy Surtiawaty Megasari, Miratu Meilani, Silvia Mishbahuddin Mishbahuddin Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhamad Dedi Widodo Muhammad Muzakir Fahmi Muhammad Rizul Efendi Mukhtar, Hidayati Mulya, Adrian Nopriadi Novi Nurmayanty Novita Rani Nur Asjeti Nurlisis, Nurlisis Nurmaimun, Nurmaimun Nurmala Sari Jambago Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Petty Rismawati Popi Purnama Sari Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Pertiwi Putri, Syifa Suciana Rabita Rabita Rahayu, Endang Purnawati Rany, Novita Raviola Raviola Renal, Renal renaldi, reno Renaldi, Reno Rika Mianna Rima Melati Riri Julianti Rizal Husfaudin rospita , rospita rahmi RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Miyusliani SANTOSO SANTOSO Sari, Nila Puspita Sari, Risna Puspita satiti rahayu Shanti Veroniga Handayani Sinaga, Rotua Novita Siska Mayang Sari Siti Handam Dewi Sri Desfita, Sri Sri Wardani Suharsanto Suharsanto Sumengen Sumengen Sumengen Sutomo Suparno Suparno Syafrani Syafrani SYAFRANI, SYAFRANI Syamsul Bahri Riva'i Syamsul Bahri Rivaí Tin Gustina Tin Gustina Tin Gustina Tursini Tursini Wahidah Fitri Welly Sando widi yanto Widodo, Dedi Widodo, M. Dedi Widyawati, Erna Wirdaningsih Wirdaningsih Wulan Sari Yanthi, Dami Yanwir Kamal Yanwir Kamal Yasrin, Palji Alpala yeni afriani Yenti Fitri, Yenti Yessi Harnani Yuli Wulandari Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin Zaini Rizaldi Zaman, Kamali Zela Familta Zulfahman Zulfan Saam Zulfikar Zulfikar