This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Health Promotion and Behavior JURNAL PengaMAS JURNAL PHOTON Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Ensiklopedia of Journal Journal of Midwifery and Nursing JOMIS (Journal of Midwifery Science) Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) Menara Ilmu Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Science Midwifery Jurnal Abdidas Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Warta Pengabdian Andalas: Jurnal Ilmiah Pengembangan Dan Penerapan Ipteks Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Media Kesmas (Public Health Media) Jurnal Olahraga dan Kesehatan (Orkes) Jurnal Medika: Medika Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Factors Associated with Accreditation Status of Private Clinics in Pekanbaru City in 2024 Iin Sriderfi Sitompul; Jasrida Yunita; Yessi Harnani; Ahmad Hanafi; Kiswanto
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1613

Abstract

Primary clinics play a crucial role in improving public health through healthcare services, disease prevention, and education. However, the challenges in accreditation preparation include the staff's lack of technical understanding in completing applications, limited facilities such as computers, and insufficient support from clinic leadership and monitoring from the Health Office. This study aims to analyze factors related to the accreditation status of primary clinics in Pekanbaru City in 2024. The population consisted of 198 people, with a sample size of 198 respondents. Data analysis was conducted using univariate, bivariate, and multivariate analyse. There is a relationship between activity standardization (p= 0.000), completeness of clinic facilities (p= 0.000), activity coordination (p= 0.016), leadership support (p= 0.013) and attitude (p= 0.005) with the accreditation status of the Pratama Clinic. There is no relationship between knowledge factors (p= 0.596), competence (p= 0.319), work team support (p= 0.237), ease of access to information technology systems (p= 0.074), motivation (p= 0.826) and support from the Health Office (p= 0.367) with the accreditation status of the Pratama Clinic. The most dominant variable related to the accreditation status of the Pratama Clinic in Pekanbaru City in 2024 is the activity standardization variable (POR= 11.572). Suggestion: The Pratama Clinic needs to routinely evaluate and update operational procedures to ensure compliance with national accreditation standards. In addition, the establishment of an internal monitoring system and additional training on ASPAK applications, DFO, and managerial skills are essential to maintain compliance and improve operational effectiveness.
The Optimization of Budget Absorption in the Use of General Allocation Funds (DAU) for the Health Sector in Bengkalis Regency Hafizhah Maulia; Ermanto; Jasrida Yunita
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/57ctme05

Abstract

This study aims to identify and analyze the factors influencing the low absorption rate of the General Allocation Fund (DAU) for the health sector by the Bengkalis Regency Health Office in 2024. The research employed a qualitative approach using data collection methods such as direct observation, interviews, and document analysis. Data were analyzed using a Fishbone diagram to identify root causes, the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method to determine problem priorities, and the Delphi method to formulate solutions. The findings revealed that by the third quarter of 2024, DAU absorption was only 58%, far below the target. The main issues included poor inter-sectoral coordination, administrative delays, and limited human resource capacity. Proposed strategies include developing SOPs, establishing cross-sectoral teams, and implementing technology-based monitoring systems to enhance efficiency, transparency, and accountability. This study provides practical recommendations for optimizing DAU absorption to support better public health services.
MODEL STRUKTURAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT BERDASARKAN FRAMEWORK HOT-FIT MODEL Sinaga, Rotua Novita; Mitra, Mitra; Yunita, Jasrida; Renaldi, Reno; Efendi, Ahmad Satria
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.2537

Abstract

Hospital Management Information Sistem (HMIS) aims to enhance operational efficiency and healthcare service quality through the integration of patient data, electronic medical records, and resource management. However, its implementation in many hospitals is still hindered by infrastructure limitations, human resource readiness, and sistem interoperability, preventing optimal functionality. Strengthening policies, enhancing human resource capacity, and technological support are essential for effective HMIS implementation. This study aims to develop a structural model of HMIS based on the HOT-fit framework. A quantitative research approach with a cross-sectional design was employed. The study population comprised professionals (doctors, nurses, administrative staff) whose involvement with HMIS met the inclusion criteria, totaling 56 participants. The questionnaire used was validated for reliability and validity. Data were analyzed using SEM-PLS4 for students. The results indicate that service and technology quality significantly impact HMIS effectiveness, providing a basis for hospital management to improve human resource training and technological investment. The HOT-fit framework integrates Human, Organization, and Technology elements to assess the alignment of information sistems with organizational needs. Indirect effects were found, showing that the relationship between human and organizational factors on benefits is mediated by technology. The structural model of HMIS, based on the HOT-fit framework, achieved an SRMR value of 0.073 (<0.08), indicating a good model fit. The study concludes that the structural model of HMIS based on the HOT-fit framework provides a validated approach to improving sistem implementation in hospitals. Future research could focus on evaluating this model across various hospital settings to ensure broader applicability
Faktor Kerja dan Kualitas Tidur sebagai Determinan Kelelahan Kerja pada Perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Fabiola, Vanny Hilda; Santoso, Santoso; Herniwanti, Herniwanti; Yunita, Jasrida; Zaman, Kamali; Asril, Asril
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.126-137.2025

Abstract

Perawat berisiko mengalami kelelahan kerja akibat faktor kerja, tingginya tuntutan, dan kualitas tidur yang buruk. Di IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, jam kerja perawat sering melebihi batas shift (41–46 jam/minggu) dengan beban tinggi, karena satu perawat menangani 7–8 pasien, terutama saat shift malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor kerja dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat IRNA Surgikal RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 81 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik ganda model prediksi. Hasil menunjukkan 69,1% responden mengalami kelelahan kerja. Faktor kerja (beban kerja, masa kerja, dan shift kerja) mempengaruhi kelelahan sebesar 46,5%, sedangkan kualitas tidur sebesar 53,5%. Terdapat pengaruh beban kerja (p=0,005), shift kerja (p=0,041), dan kualitas tidur (p=0,003) terhadap kelelahan kerja, namun tidak terdapat pengaruh usia (p=0,534), status pernikahan (p=1,000), dan masa kerja (p=0,148). Variabel dominan adalah kualitas tidur (POR=6,439) dengan Nagelkerke R Square = 0,395. Disarankan RSUD Arifin Achmad menambah jumlah perawat untuk menyeimbangkan rasio perawat-pasien, memperhatikan pembagian tugas, rotasi kerja, serta menerapkan program pencegahan kelelahan melalui manajemen stres, relaksasi, dan konseling.
PENYULUHAN KELOMPOK KECIL DAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN CAPAIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL) DI PUSKESMAS SIAK Widyawati, Erna; Yunita, Jasrida; Zulfikar, Zulfikar
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i1.7382

Abstract

Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan program prioritas di Puskesmas Siak. Dalam setahun terakhir mengalami penurunan capaian dari 48% pada tahun 2022 ke 45,9% di tahun 2023.  Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Penyuluhan Kelompok Kecil dan Pendampingan Keluarga dalam Peningkatan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Siak yang masih dibawah target. Metode pengabdian masyarakat menggunakan metode penyuluhan secara langsung pada Kelompok Kecil dan pendampingan Keluarga secara berkelanjutan, dimana penyuluhan dilakukan di rumah warga dengan kondisi informal agar lebih efektif. Pemaparan materi dengan berdialog dibantu dengan media lembar balik dapat membuat ibu menyadari pentingnya imunisasi dasar lengkap. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat, menunjukkan tanggapan yang sangat baik dari ibu dengan adanya respon yang positif dari ibu dilihat dari antusiasnya untuk bertanya dan menjelaskan kembali apa yang disampaikan saat penyuluhan Kelompok Kecil juga dan Pendampingan Keluarga dengan melibatkan keluarga secara berkelanjutan di rumah warga. Penyuluhan dan pendampingan ibu dan keluarga melalui pemaparan materi dengan berdialog dibantu dengan media lembar balik pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi ibu sehingga memberikan kemudahan bagi ibu. Kegiatan ini menekankan pentingnya penyuluhan dan pendampingan yang berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program imunisasi. Diharapkan ibu dapat melakukan imunisasi dasar lengkap pada bayinya sehingga capaian imunisasi di Puskesmas Siak dapat meningkat.
MENINGKATKAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA SISWA DI MTSN 3 PEKANBARU Mitra Mitra; Jasrida Yunita; Oktavia Dewi; Ervira Dwiaprini As Syifa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya gizi seimbang melalui edukasi dan permainan interaktif di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi, sedangkan pemahaman siswa diperkuat melalui permainan edukatif “Bingo Gizi”. Peserta kegiatan adalah 35 siswa kelas tujuh. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan terutama pada topik porsi sayur, buah, dan makanan pokok dalam konsep “Isi Piringku”. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari guru serta siswa. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelaksanaan edukasi gizi secara berkelanjutan dan pengembangan media pembelajaran inovatif agar pesan gizi dapat diterima dengan lebih efektif oleh siswa.
Strengthening Integrated Mental Health Services: Implementation of Community Mental Health Wellness Centre in Langsat, Pekanbaru Yunita, Jasrida; Ismainar, Hetty; Niriyah, Sekani; Anwir, Harvandy; Fauziah, Kharisma Yuhana; Wahyuni, Anggi; Nurlisis
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.434-445.2025

Abstract

Integrated Mental Health Services at Langsat Public Health Centre were implemented to address low community awareness of mental health screening, stigma toward individuals with mental disorders or mental health problems, and limited educational and support facilities. This program aimed to enhance the capacity of primary health care staff and community health cadres, strengthen the reporting and service management system, and promote community participation through mental health promotion and screening by establishing the Community Mental Health Wellness Centre. The methods included collaborative discussions, training for health workers and cadres, development of Standard Operating Procedures (SOPs) and service guidelines, and production of educational media and promotional videos. An integrated reporting system using e-Puskesmas and Google Spreadsheets enabled real-time data monitoring. The results included the development of SOPs and an Integrated Mental Health Service Guideline as official references, improved understanding among health workers and cadres regarding service flow, counseling, patient support, and reporting mechanisms, and the availability of educational media disseminated through social media and primary health care waiting areas. The program produced SOPs, service guidelines, educational media (posters and leaflets), and established the Community Mental Health Wellness Centre as a replicable model that strengthens community-based mental health services and enhances community engagement.
ANALISIS PELAPORAN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS HARAPAN RAYA TAHUN 2025 Herdiyanti, Fithri; Yunita, Jasrida; Yanti, Desri Novita; Zaman, M.Kamali
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54275

Abstract

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) merupakan aplikasi berbasis website dan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menanggulangi wabah penyakit menular, sehingga terjadi kewaspadaan dini dan kesiapan menghadapi wabah penyakit menular pada suatu wilayah. SKDR sangat penting dan harus dilaporkan dengan tepat, lengkap dan cepat. Namun yang terjadi adalah masih terjadinya keterlambatan laporan SKDR dari Fasyankes jejaring dan jaringan UPT Puskesmas Harapan Raya. Oleh karena itu, perlu dianalisis lebih lanjut mengenai pelaporan sistem SKDR pada Fasyankes di wilayah kerja UPT Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (problem solving cycle), dimana informan penelitian terdiri dari tiga orang. Sehingga data penelitian dikumpulkan dengan wawancara, dan analisisnya menggunakan analisis kualitatif dan fish bone analysis. Melalui hasil penelitian, diperoleh bahwa bahwa jumlah tenaga pelapor terbatas (satu orang), terbatasnya anggaran karena hanya menggunakan dana BOK, pelaporan yang masih manual, sosialisasi dan edukasi ke Fasyankes masih bersifat situasional, adanya keterbatasan formulir SKDR dan fasilitas komputer yang tidak tersedia, serta kurangnya kurangnya dukungan dan pengawasan pimpinan Fasyankes jejaring serta tidak adanya monitoring dan evaluasi terjadwal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterlambatan laporan SKDR dari Fasyankes jejaring dan jaringan UPT Puskesmas Harapan Raya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor man (sumber daya manusia), money (dana), method (metode), machine (sarana prasarana), material, dan management (manajemen).
Gambaran Kesehatan Mental pada Pekerja Industri Minyak dan Gas (MIGAS) di PT K Indonesia Putri, Ramadhania; Susanto, Arif; Yunita, Jasrida
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.60-67.2026

Abstract

Kesehatan mental merupakan bagian integral dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama pada industri berisiko tinggi seperti minyak dan gas (migas). Tekanan operasional, tuntutan keselamatan, dan pola kerja tidak teratur berpotensi meningkatkan risiko gangguan psikologis pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada pekerja industri migas di PT K Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 226 pekerja berpartisipasi sebagai responden dan data dikumpulkan menggunakan instrumen Depression Anxiety Stress Scale versi 21 (DASS-21). Analisis data dilakukan secara univariat dan komparatif menggunakan uji non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori normal pada seluruh dimensi, namun masih terdapat proporsi pekerja dengan gejala depresi (10,6%), kecemasan (20,4%), dan stres (10,6%) pada tingkat ringan hingga sangat berat. Kecemasan merupakan dimensi dengan proporsi tertinggi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan skor depresi, kecemasan, dan stres berdasarkan umur, jenis kelamin, masa kerja, maupun jabatan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi manajemen risiko psikososial dalam sistem K3 industri migas melalui skrining berkala dan intervensi preventif berbasis organisasi.
Survey Penyebab Rendahnya Keberhasilan Pemberian ASI Pasca Melahirkan di RS M. Sani Hutabarat, Christien Natalia; Yunita, Jasrida; Putri, Tri
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9p3xss20

Abstract

Low rates of successful breastfeeding in the postpartum period remain a public health concern, affecting the nutritional status and health of both mothers and infants, particularly within healthcare facilities. This study aimed to analyze the factors contributing to low postpartum breastfeeding success at RSUD M. Sani Karimun as a basis for developing contextual and applicable interventions. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews involving postpartum mothers and healthcare workers in the maternal and postnatal wards. Data analysis was conducted using the problem-solving cycle approach, including situation analysis, identification and prioritization of problems using the Urgency, Seriousness, and Growth (USG) method, and root cause analysis using a fishbone diagram. The findings indicate that low postpartum breastfeeding success is influenced by limited numbers and competencies of healthcare workers in breastfeeding counseling, suboptimal implementation of early initiation of breastfeeding and lactation support, limited educational media and supporting facilities, low family support, and environmental influences, including the promotion of formula milk. This study concludes that improving postpartum breastfeeding success requires strengthening breastfeeding-friendly services in hospitals through scheduled breastfeeding education, consistent implementation of standard operating procedures, capacity building of healthcare workers, and sustained family involvement and hospital policies.
Co-Authors Abdurrahman Hamid Abidin, Aldiga Rienarti Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Hanafi Ahmad Satria Efendi, Ahmad Satria Aldiga Reinarti Abidin Aldiga Rienarti Abidin Amirullah, M. Fadil Anggraini, Lola Anwir, Harvandy arief wahyudi Arif Susanto Arnawilis Arnawilis Asep Marzuki Asfeni, Asfeni Asmala Sari Asmarwiati , Septien Asmarwiati, Septien ASRIL ASRIL Aulia Astri Baehaqi Bubung Bunyamin, Bubung Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono Budi Hartono chaliza bebby ewys Cindy Friskhilia Tarigan Dedi Afandi Dedi Sambudi Dendi Zulheri Donel S ega kartini Elfindri Elfindri Elfindri, Elfindri Ennimay Ennimay Lita Ermanto Ervira Dwiaprini As Syifa EVA MAYASARI Fabiola, Vanny Hilda Fadil Amirullah , Muhammad Fajriyati, Auliya Fauziah, Kharisma Yuhana Fitra, Rosi Deli Gusliati, Gusliati Hafizhah Maulia Helda Suryani Munir Henni Djuhaeni henny Djuhaeni Herdiyanti, Fithri Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Heryudarini Harahap Hetty Ismainar Hutabarat, Christien Natalia ifa, mazdalifa Iin Rodearni Iin Sriderfi Sitompul Ikhtiyaruddin Indra Kurniawan Indradewa, Rhian Irwan Muryanto Irwan Muryanto Islamiyah Islamiyah Ismail Marzuki Hasibuan Ismaniar, Hetty Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Jepisah, Doni Kalrosa, Nurva Kamal, Yanwir Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kholida Hosni Kirby Saputra Kismiyatul Fitriya Muftika Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komala Sari Leonita, Emy Leonita, Emy Lita Lita, Lita Mahyuddin, Meriwati Maimun, Nur Marlina, Hastuti Marna Dewi Masdalena Masdalena Medy Surtiawaty Megasari, Miratu Meilani, Silvia Mishbahuddin Mishbahuddin Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Mitra Muhamad Dedi Widodo Muhammad Muzakir Fahmi Muhammad Rizul Efendi Mukhtar, Hidayati Mulya, Adrian Nopriadi Novi Nurmayanty Novita Rani Nur Asjeti Nurlisis Nurlisis, Nurlisis Nurmaimun, Nurmaimun Nurmala Sari Jambago Nurvi Susanti Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi, Oktavia Petty Rismawati Popi Purnama Sari Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Putri Pertiwi Putri, Ramadhania Putri, Syifa Suciana Putri, Tri Rabita Rabita Rahayu, Endang Purnawati Rany, Novita Raviola Raviola Renal, Renal renaldi, reno Renaldi, Reno Rika Mianna Rima Melati Riri Julianti Rizal Husfaudin rospita , rospita rahmi RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Miyusliani SANTOSO SANTOSO Sari, Nila Puspita Sari, Risna Puspita satiti rahayu Sekani Niriyah Shanti Veroniga Handayani Sinaga, Rotua Novita Siska Mayang Sari Siti Handam Dewi Sri Desfita, Sri Sri Wardani Suharsanto Suharsanto Sumengen Sumengen Sumengen Sutomo Suparno Suparno Syafrani Syafrani SYAFRANI, SYAFRANI Syamsul Bahri Riva'i Syamsul Bahri Rivaí Tin Gustina Tin Gustina Tin Gustina Tursini Tursini Wahidah Fitri Wahyuni, Anggi Welly Sando widi yanto Widodo, Dedi Widodo, M. Dedi Widyawati, Erna Wirdaningsih Wirdaningsih Wulan Sari Yanthi, Dami Yanti, Desri Novita Yanwir Kamal Yanwir Kamal Yasrin, Palji Alpala yeni afriani Yenti Fitri, Yenti Yessi Harnani Yuli Wulandari Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin Zaini Rizaldi Zaman, Kamali Zaman, M.Kamali Zela Familta Zulfahman Zulfan Saam