Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PEMBERIAN IMUNISASI BAYI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hutari Puji Astuti; Andari Wuri Astuti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i2.449

Abstract

Latar Belakang: Salah satu pelayanan  kesehatan esensial yang tetap menjadi prioritas utama untuk dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini adalah pelayanan imunisasi bayi atau anak. Untuk melaksanakan prioritas tersebut, dilakukan beberapa tindakan penting dalam memastikan bayi atau anak yang merupakan kelompok paling rentan menderita PD3I dapat  terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya.Tujuan Review: untuk mereview evidence mengenai implementasi  pemberian imunisasi bayi  pada masa  pandemi COVID-19.Metode: Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey & O'Malley yang terdiri dari 5 tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan scoping review dengan framework PICO; mengidentifikasi artikel yang relevan dengan menentukan kriteria inklusi dan eksklusi; mencari literatur melalui database yang relevan, yaitu Pubmed, Science Direct, ProQuest dan EBSCO, sedangkan Grey Literatur diakses melalui  Google Scholar; proses seleksi artikel ini peneliti menggunakan prisma flow  chart   untuk   mendeskripsikan   secara   transparan   bagaimana proses   yang   sudah dilakukan; melakukan Critical Appraisal untuk menilai kualitas artikel; melakukan data charting; menganalisa artikel, membuat mapping tema dan melakukan pembahasan pada artikel yang diperoleh.Hasil: Berdasarkan 10 artikel yang diperoleh, didapatkan 3 artikel dengan grade A, 6 artikel grade B dan 1 artikel grade C. Selanjutnya didapatkan 4 tema yaitu Dampak pelayanan Imunisasi bayi, hambatan dalam pelayanan imunisasi bayi. harapan dan kebutuhan dalam pelayanan imunisasi bayi, dan upaya dalam pelayanan imunisasi bayi di masa pandemi COVID-19.Simpulan: Implementsi pemberian imunisasi bayi di beberapa Negara berkembang mengalami penurunan kunjungan namun ada dua daerah di Indonesia yang masih stabil. Sedangkan hasil penelitian di Negara maju (Amerika) juga mengalami penurunan kujungan imunisasi selama pandemic COVID-19 ini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yayu Yuliarti; Mohammad Hakimi; Andari Wuri Astuti; Yuli Isnaeni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.528

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah mengganggu sistem kesehatan di seluruh dunia dan salah satu pelayanan kesehatan yang terdampak pandemi COVID-19 adalah terganggunya sistem pelayanan imunisasi. Perubahan prioritas layanan yang difokuskan pada pelayanan pasien COVID-19, adanya kebijakan physical distancing dan pada akhirnya menyebabkan penurunan promosi dan layanan imunisasi, kurangnya permintaan imunisasi karena orangtua tidak membawa bayi ke pelayanan kesehatan, hal ini menyebabkan ketidaktepatan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kasihan II Bantul. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan melalui survei offline pada Juni 2021-Juli 2021 terhadap 56 responden di Puskesmas Kasihan II Bantul dengan mematuhi protokol kesehatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan ketepatan pemberian imunisasi dasar adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan dukungan keluarga. Faktor yang paling dominan menyebabkan ketepatan pemberian imunisasi adalah pengetahuan (0,032). Simpulan: Dapat mengoptimalisasi kegiatan sosialisasi terkait pentingnya ketepatan pemberian imunisasi dasar pada anak dengan menggunakan media visual pada saat kegiatan imunisasi berlangsung guna meningkatkan cakupan imunisasi dan ketepatan jadwal pemberian imunisasi..
SUPPORT, ACCESS AND ANTENATAL CARE TO WOMEN WITH A HISTORY OF PREECLAMPSIA IN PREGNANCY Evi Diliana Rospia; Andari Wuri Astuti; Retno Mawarti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i2.681

Abstract

Background: Preeclampsia and eclampsia are the second direct cause of maternal death worldwide, estimated to complicate 2-8% of all pregnancies, the global prevalence of preeclampsia is around 4.6%. The purpose of this scoping review is to provide an overview of studies related to antenatal support, access, and services to mothers with a history of preeclampsia in pregnancy. Method: the authors identify studies that explain preeclampsia in pregnancy from several databases, namely PubMed, ProQuest, EBSCO, and Springer Link. Searches are limited to studies published in English and present data for the 2009-2019 period. The identified research was reviewed using the PRISMA Flowchart. Studies with qualitative and quantitative designs that explore the experiences of pregnant women regarding antenatal support, access, and services were selected for review. In contrast, studies that were not experience related to prenatal support, access, and services to mothers with a history of preeclampsia in pregnancy were excluded. Results: A total of twelve articles were reviewed, which obtained three sub-themes of support, namely the support of husband, family, and health workers, from the theme of access obtained three sub-themes, namely information search, modification programs and the availability of health workers. From the idea of antenatal care, four sub-themes are found, namely unsustainable care, lack of information, screening, and feeling empowered. Conclusion: Pregnant women with preeclampsia need support from a partner or family and health workers. Information and screening need to be improved in antenatal care. 
PARTISIPASI SUAMI YANG MENIKAH PADA USIA REMAJA DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI Lidia Febrianti; Andari Wuri Astuti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.734

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini adalah pernikahan pada masa remaja yang seharusnya tidak dilaksanakan karena belum adanya kesiapan baik secara jasmani dan rohani. Pernikahan dini membawa dampak negatif tidak hanya bagi ibu dan anaknya, tetapi juga pasangan. Salah satu dampak negatifnya adalah ketidaksiapan menjadi kepala keluarga dan juga ketidaksiapan secara psiko-sosial dan finansial.Pasangan yang menikah pada usia dini memiliki resiko untuk tidak mendapatkan akses layanan kontrasepsi.Tujuan Review: untuk menggali bukti ilmiah terkait pengalaman suami yang menikah pada usia remaja dalam penggunaan kontrasepsi.Metode: Penelitian ini merupakan Scoping review dengan menggunakan Framework Arkshey & O’Malley dan PRISMA-ScR Checklist. Pencarian literature pada penelitian ini menggunakan 4 database yaitu Pubmed, Proquest, Wiley Online Library, Science Direct. Grey literature didapatkan dari mesin pencarian yaitu google scholar dan situs yang mendukung. Kata kunci yang digunakan adalah suami, kontrasepsi, pengalaman dan scoping review. Penelitian ini menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP) untuk menilai kualitas artikel. Terdapat 419 artikel yang didapatkan pertama kali dari pencarian yang selanjutnya dipilih menjadi 8 artikel yang eligibel untuk proses review selanjutnya. Kriteria inklusi dari kriteria artikel yang dipilih adalah artikel yang publish mulai tahun 2016-2021, artikel dari grey literatur dan situs resmi yang relevan, artikel ilmiah berbahasa inggris dan/ bahasa Indonesia. Penelitian yang terpilih berasal dari 5 negara berbeda, 8 artikel yang eligible menggunakan desain penelitian kualitatif sebanyak 7 artikel dan artikel kuantitatif sebanyak 1 artikel.Hasil: Berdasarkan 8 artikel yang diperoleh, didapatkan 6 artikel dengan grade A, 2 artikel grade B . Selanjutnya didapatkan 3 tema yaitu pengalaman suami yang berusia remaja dalam penggunaan kontrasepsi, dukungan dan stigma, serta akses pelayanan kontrasepsiSimpulan: Suami yang menikah pada usia remaja memiliki pengalaman positif dan negatif dalam penggunaan kontrasepsi. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh banyak hal yaitu dukungan keluarga dan masyarakat, pengetahuan suami terkait kesehatan reproduksi, pengaruh paham agama, budaya, dan akses pelayanan kontrasepsi. Pengalaman positif timbul dari motivasi diri sendiri sebagai suatu kesadaran bahwa diri nya telah menjadi seorang ayah sehingga harus merubah diri menjadi teladan yang baik. Sedangkan, pengalaman negatif ini muncul sebagai akibat ketidaksiapan menjadi seorang ayah secara psiko social, spiritual dan ekonomi. Hal ini yang mendorong adanya tekanan emosional bahkan sampai pergaulan bebas. Perlunya dukungan dari semua pihak termasuk keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan dalam meminimalisir dampak negatif yang timbul. 
Dampak Stigma dan Diskriminasi pada Penderita Tuberkulosis: The Impact of Stigma and Discrimination on Tuberculosis Patients Diana, Gimanda Nahdiah; Marlinton, Septi; Damayanti, Eka; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v2i2.1175

Abstract

Upaya untuk menurunkan angka kejadian dan kematian penyakit tuberkulosis membutuhkan langkah-langkah holistik untuk mengatasi kesenjangan kesehatan dan stigma yang menghambat akses ke layanan. Stigma negatif sering kali berawal dari rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini, sehingga mereka sulit mengakses layanan yang tepat. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk mengidentifikasi dampak stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB dan mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mengatasi stigma dan diskriminasi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur.  Artikel dicari melalui database seperti PubMed, ScienceDirect, Wiley, dan pencarian manual di Google Scholar. Artikel yang ditinjau diterbitkan pada tahun 2023 dan 2024. Artikel disaring menggunakan Mendeley dan dinilai kualitasnya dengan bantuan alat penilaian JBI. Sebanyak 115 artikel berhasil diidentifikasi. Setelah disaring menggunakan Mendeley dan dinilai kualitasnya dengan alat penilaian JBI, 7 artikel yang memenuhi kriteria diikutsertakan dalam tinjauan. Stigma, diskriminasi dan isolasi sosial secara signifikan menghambat kepatuhan pengobatan pada pasien TB, memperburuk kesehatan mental dan meningkatkan risiko resistensi obat. Keyakinan budaya dan kurangnya informasi yang akurat memperburuk stigma, menyebabkan penundaan pengobatan dan merugikan upaya pengendalian penyakit. Intervensi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pendidikan kesehatan kolaboratif dapat membantu mengurangi stigma, memperbaiki kondisi psikologis pasien, dan meningkatkan partisipasi dalam skrining dan pencarian pengobatan dini. Direkomendasikan bahwa kampanye pendidikan kesehatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dukungan psikososial dan intervensi untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien, harus dilakukan dengan melibatkan pemerintah, institusi akademik, LSM dan masyarakat setempat. Selain itu, penting untuk melatih petugas kesehatan yang terlibat dalam program TB untuk membantu mengedukasi pasien secara efektif dan efisien.
Preconception care focusing on parenting preparedness among future parents: a scoping review Sari , Siti Nurul Fadhilah; Astuti, Andari Wuri; Rosida, Luluk
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 20 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.3695

Abstract

Promoting preconception health care is a crucial public health strategy that promotes the development, growth, and well-being of child. However, awareness and knowledge of the importance of preconception care are still lacking among future parents. The purpose of this study was to identify information about implementation of preconception care focusing on parenting preparedness among future parents, including relevant sources of evidence from each article that has been found. The scoping review used the Arkey and O'Malley approach. Article search used three databases, such as PubMed, ScienceDirect and Wiley, published between 2019-2023. Results A total of 1,767 were then selected into 12 relevant articles. Several things that must be considered in providing preconception care in preparation for becoming parents to prospective bride and groom couples, namely the importance of physical, mental/psychological, and economic preparation and equality in sharing the role of parents in raising children. Creating good care for children is influenced by several factors, namely good knowledge, education, information access, and healthcare providers needed by prospective couples for providing preconception care in preparation for becoming parents. Examining policy frameworks that facilitate the provision of preconception care at local and national levels, including financing sources and provider guidelines, is necessary to improve understanding and implementation of effective preconception care strategies
Edukasi tentang makanan pendamping asi (mpasi) menggunakan leaflet meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI pada bayi usia 6-12 bulan di Magelang Kolin, Maria Octaviani Try Lestari Tuto; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.267

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi guna untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian makanan pendamping ASI ini merupakan proses perubahan asupan air susu menuju makanan yang memiliki jenis, tekstur, jumlah dan frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experiment yang memiliki rancangan one grup pre-test post-test di Wilayah Magelang. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan rumus slovin. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Intervensi menggunakan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI. Data di analisis dengan uji analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Prevalensi ibu sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan yang memiliki pengetahuan baik terdiri dari 26 responden (86,6%) kemudian kategori pengetahuan cukup terdiri dari 2 responden (6,7%), dan yang terendah pada kategori kurang yaitu 2 responden (6,7%). Sedangkan hasil setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan responden tentang pemberian makan pendamping air susu ibu tertinggi kategori pengetahuan baik terdiri dari 29 responden (96,7%) dan kategori pengetahuan cukup terdiri dari 1 responden (3,3%). Terdapat hubungan antara pengaruh edukasi dengan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping asi pada bayi usia 6-12 bulan dengan hasil uji Wilcoxon 0,001. Simpulan: terdapat hubungan antara pengaruh edukasi tentang MP-ASI dengan tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan bagi ibu memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI bayi pada saat usia lebih dari 6 bulan. Background: In order to fulfill an infant's nutritional demands in addition to breast milk, complementary food for breast-milk (MP-ASI) is given to the child. The provision of complementary food for breast-milk is the process of switching from milk consumption to food that has the type, texture, amount, and frequency according to the demands of the baby's body is known as. Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge of complementary feeding practices and breast milk production. Methods: This study employed a quasy experiment which had a one-group pre-test post-test design. This research was conducted in the working area of the Sawangan 2 Primary Health Center, Magelang. The number of subjects in this study were 30 respondents who were selected by purposive sampling with the slovin formula. The data was collected using a questionnaire. Data then were analyzed with univariate analysis test and bivariate analysis using Wilcoxon test. Results: Before knowledge counseling was conducted, there were 26 respondents (86.6%) who reported having strong knowledge, 2 respondents (6.7%) who reported having sufficient information, and 2 respondents (6.7%) who reported having less knowledge. After the counseling, it was discovered that the respondents' knowledge of giving complementary foods to breast milk was at its highest in the categories of good knowledge, which included 29 respondents (96.7%), and sufficient knowledge, which included 1 respondent (3.3%). The Wilxocon test result of 0.001 shows a relationship between the influence of education and mothers’ knowledge level in giving complementary food to infants aged 6 to 12 months. Results: There is a relationship between mother's level of knowledge and education regarding complementary food. Mothers are required to provide breast milk for their infants exclusively for six months, after which they are to start giving them complementary foods.
Pemberian ASI eksklusif menurunkan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Kebumen, Jawa Tengah Sihotang, Jenny Puspita Milenia Tsani; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.263

Abstract

Latar belakang: Diare didefinisikan sebagai tidak normalnya buang air besa rata meningkatnya frekuensi dan jumlah tinja dengan konsistensi yang lebih cair dari biasanya. Air Susu Ibu (ASI) adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Dampak yang terjadi apabila bayi mengalami diare yaitu mereka akan lebih beresiko terkena dehidrasi dan komplikasi lainnya jika tidak langsung ditangani. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Mirit, Kebumen, Jawa Tengah. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 bayi berusia 0-6 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini mengadopsi dari penelitian sebelumnya, serta untuk analisis data menggunakan uji korelasi Non Parametrik Chi Square. Hasil: Uji statistic korelasi Non Parametrik Chi Square memperoleh nilai p value (sig) 0,018 ≤ 0,05 dengan nilai Correlation Coefficient atau keeratan hubungan sebesar 0,237. Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Semakin meningkatnya pemberian ASI eksklusif maka kejadian diare akan menurun.
Professional health support in the success of exclusive breastfeeding: A scoping review Fitriani, Dyah Ayu; Astuti, Andari Wuri; Utami, Fitria Siswi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i1.154

Abstract

Latar belakang: Dua tahun pertama kehidupan manusia merupakan masa emas untuk membentuk fondasi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan dalam jangka panjang, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa anak usia 0-2 tahun mendapatkan nutrisi yang optimal. Upaya yang lebih mudah dan lebih murah untuk mencapainya adalah dengan memberdayakan ibu dalam pemberian ASI Eksklusif dan terus memberikan ASI hingga 2 tahun, serta makanan pendamping yang berkualitas. Tujuan penelitian: Mereview evidence terkait dukungan tenaga kesehatan pada ibu dalam keberhasilan ASI Eksklusif. Metode: Scoping review ini menggunakan framework dari Arksey dan O’Malley. Hasil: Berdasarkan 8 artikel terseleksi, diperoleh 3 artikel dengan grade A dan 5 artikel dengan grade B, 1 artikel dari negara berkembang dan 7 artikel dari negara maju. Tiga tema muncul sebagai hasil dari scoping review yaitu jenis dukungan tenaga kesehatan, Respon ibu terhadap dukungan tenaga kesehatan, dan manfaat dukungan tenaga kesehatan dalam keberhasilan ASI Eksklusif. Simpulan: Dari 8 artikel yang ditelaah ditemukan bahwa dukungan tenaga kesehatan adalah salah satu faktor yang terkait dengan pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang menyusui. Secara khusus, ibu yang menerima dukungan tenaga kesehatan yang memadai memiliki manfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kepuasan ibu serta dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu dalam ASI Eksklusif.
Perbedaan pengaruh comprehensive sexuality education terhadap pengetahuan, sikap, dan gaya berpacaran pada remaja laki-laki dan perempuan Hartati, Devi; Emilia, Ova; Wuri Astuti, Andari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i1.1311

Abstract

Co-Authors Afri Juliandari, Kriska Agusta, Nabila Seilla Agustin, Dinar Ajeng Viska Icanervilia Amalia, Fiki Amrina Nur Rohmah Andini, Dwi Margareta Anggraeni, Witriani Susasi Aninda Ayu Putri Fuspita Sari Anisa, Lulu Anjarwati Anjarwati Anjarwati Anjarwati Annisa, Pariqa Antika Maulida Rahayu Aprilia, Resya Arifin, Siti Roshaidai Mohd Artiani, Litri Askuri Asri Hidayat Aulia Putri Awaliyah, Hardiyanti Fitrah Ayu Tirta Sari Baros, Wan Aisyah Binti Mohd Arifin, Siti Roshaidai Binti Mohd Arifin Br Karo, Deliana Christiana, Indah Cindy Putri Febrianti Cindy Putri Febrianti De Moniz, Maria Fatima Desy Nuri Fajar Ning Tyas Devi Hartati Dewi Andariya Ningsih Dewi Anggraini Padmaningtyas Dhesi Ari Astuti, Dhesi Ari Diana, Gimanda Nahdiah Dinar Agustin Dinar Agustin Dini Asrika Devi Djauhar Ismail Doni Marisi Sinaga Dwi Ernawati Dwi Ernawati Dwi Kartika Cahyaningtyas Dwi Margareta Andini Dwi Margareta Andini Dyah Anantalia Widyastari Eka Damayanti Elsy juni andri kariny Emiliana, Emiliana Endang Koni Suryaningsih, Endang Koni Enny Fitrihadi Eva Nurhayati Ewang Sewoko Faidullah, Hilmi Zadah Fatimah, Okta Zenita Siti Febrianti, Cindy Putri Febriyanti, Maya Fifi Musfirowati Fitria Siswi Utami Fitriahadi, Enny Fitriani, Dyah Ayu Fitriya, Yuni Fitriyani Bahriyah Gana Rendra Winarti Hakimi, Mohammad Hamado, Hasiati Hardiyanti Fitrah Awaliyah Hardiyanti Fitrah Awaliyah Herlin Fitriana Kurniawati Herlin Fitriani Kurniawati Hidayat, Asri Hutari Puji Astuti Hutari Puji Astuti Hutari Puji Astuti Hutari Puji Astuti Indah Wulandari, Dwi Islamiyatur Rokhmah Ita Suryani Jaya, Vanny Oktaviani Jesus, Helena Marques De Juliandari, Kriska Afri Jumiati, Raodiatul kariny, Elsy juni andri Kartikasari, Indah Kartikasari, Indah Dwi Kartini, Farida Khairani, Nur KHUSNUL HOTIMAH Kit, Ayano Kolin, Maria Octaviani Try Lestari Tuto Lantiar Winda Oktari Pondawati Lidia Febrianti Lilik Hanifah Lilik Hanifah Litri Artiani Lukman, Sesaria Lukmi Wulandari Lulu Annisa Luluk Rosida Machfudloh Machfudloh Machfudloh, Machfudloh Mahardya, Rizki Tsalatshita Khair Mahardya, Rizky Tsalatshita Khair Mamnuah, Mamnuah Manurung, Khaterina Kristina Marlinton, Septi Mochamad Anwar Moh. Ali Imron, Moh. Moh. Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Moniz, Maria De Fatima Mufdlillah Mufdlillah Mufdlillah, Mufdlillah Nafisah, Khilda Durrotun Nelli Yendena Nisa, Rizqi Maulan Noor Anisa Nova, Wahyuni Idvia Novita Andriani, Novita Nur Laeli Rokhmah Nurbaity, Nurbaity NURUL HIDAYAH Okta Zenita Siti Fatimah Ova Emilia Pariqa Annisa Pohan, Sakinah Yusro Pramesti, Sekar Ajeng Pratika Wahyuhidaya Prihatiningsih, Dwi Rahayu, Antika Maulida RAHAYU, WIDYA Ratnaningrum, Asti Resya Aprillia Resya Aprillia Resya Aprillia Retno Mawarti Retno Mawarti, Retno Rini Nur Diana Ririn Ririn Riska Awalia Nur Rizqi Aulia Purnamasari, Arryan Rodliah Rosyad, Shelly Rofika, Ana Rohani Rohani Rosemary Morgan Rospia, Evi Diliana Safitri, Juliana Sakinah Yusro Pohan Samosir, Yohana Saraswati, Putu Ayu Dina Sari , Siti Nurul Fadhilah Sari, Siti Nurul Fadhilah Savitri, Mila Septiana Ade Amalia Sesaria Lukman Sewoko, Ewang Shelly Rodliah Rosyad Sigalingging, Muslimah Sihotang, Jenny Puspita Milenia Tsani Siregar, Dedy Revelino Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Khotimah Siti Mukarromah Siti Nurul Fadhilah Sari Sofro, Zaenal Muttaqien Sri Handayani Sri Hawari Jannati Sri Ratna Ningsih Sri Ratna Ningsih, Sri Ratna St. Mukarromah Sugiantoro, Hari Akbar Sumarni Sumarni Surabhi Sharma Suriani Suriani Tamela Zahra Tima Hajar Arofah Ummah, Tammimin Umu Hani Utami, Fitria Siswi Vanny Oktaviani Jaya Viska Icanervilia, Ajeng Wantonoro Wantonoro, Wantonoro Warsiti Warsiti Winarti, Gana Rendra Witriani Susasi Anggraeni Wiyanti, Zulvy Wulandari, Lukmi Yayu Yuliarti Yayuk Puji Lestari Yekti Satriyandari Yolanda, Sholihah Gustavia Yuli Isnaeni Yuni Purwati Zahra, Tamela