Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF ENVIRONMENTAL CHARACTER THROUGH THE REDUCE, REUSE, RECYCLE (3R) PROGRAM Wiwid Sekar Utami; Desy Safitri; Sujarwo
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 2 No. 02 (2024): MAY 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Character development is an effort that is sustainable on the foundation of character education that has been carried out, the form of character development varies, it is in accordance with the eighteen values of character education in Indonesia, and the focus of this research is the character of environmental love. The character of environmental love carried out at SMPN 45 Jakarta can be developed through one program among other programs, namely through Reduce, Reuse, Recycle activities. The purpose of this study is to further describe 3R activities can develop the character of environmental love of SMPN 45 Jakarta students. The research method used in this research is descriptive quantitative, and the final results of this study indicate that the development of environmental love character carried out by SMPN 45 Jakarta is well implemented, this is supported because of the dominance of reinforcement by teachers, and rules at school. but it is unfortunate that the environmental love behavior implemented by students is only limited to compulsion, not fully aware of environmental sustainability and running wholeheartedly.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DITINJAU DARI KETERPAAN MEDIA ELEKTRONIK SISWA SMA Chantika Auliya; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidikan dalam pembangunan suatu bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata, dan kualitasnya sangat bergantung pada pengalaman belajar yang ditawarkan. Di era digital saat ini, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah merevolusi cara pendidikan disampaikan dan diterima. Dalam konteks ini, geografi muncul sebagai mata pelajaran yang dapat mengambil manfaat besar dari alat pembelajaran digital. Geografi, yang erat kaitannya dengan dunia nyata, memberikan peluang ideal untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan hasil pembelajaran. Dengan adopsi pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran media pembelajaran digital dalam pendidikan geografi. Analisis literatur yang cermat diharapkan memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi pendidikan dan para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan hasil pembelajaran geografi. Melalui integrasi media pembelajaran digital dalam pendidikan geografi, harapannya adalah meningkatkan efisiensi sistem pendidikan, memperdalam pemahaman konsep geografi siswa, dan membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru dalam pembelajaran yang inovatif dan inklusif di era digital ini.
MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM SISTEM PATRIARKI Ustutifa Qorry; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marginalisasi perempuan dalam sistem patriarki merupakan isu yang masih relevan hingga saat ini karena terus hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Patriarki sebagai sistem sosial dan budaya menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan, yang menyebabkan perempuan mengalami keterpinggiran dalam akses pendidikan, pekerjaan, politik, hingga kehidupan sosial. Melalui pendekatan literatur review terhadap berbagai jurnal ilmiah dan teori relevan, ditemukan bahwa perempuan mengalami ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, budaya, media, dan ranah domestik. Nilai dan norma yang diwariskan oleh tradisi, adat, dan bahkan tafsir agama memperkuat dominasi laki-laki dan menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Hal ini menciptakan ketimpangan struktural yang membatasi perempuan dalam mengembangkan potensi diri secara individu maupun kolektif. Marginalisasi tersebut tidak hanya terjadi secara kasat mata, namun juga bersifat simbolik dan sistemik, yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap peran gender. Ketimpangan ini berdampak luas terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian komprehensif untuk mengungkap pola marginalisasi yang dialami perempuan agar dapat mendorong perubahan nilai sosial dan menciptakan keadilan gender secara menyeluruh. Penelitian ini menekankan pentingnya transformasi nilai sosial dan budaya serta keterlibatan laki-laki sebagai bagian dari solusi untuk mencapai kesetaraan gender yang berkelanjutan.
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tsania Luthfiani Salma; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan di Indoensia merupakan warisan yang harus dilestarikan. Dimana keberagaman yang ada terdiri atas budaya, suku, etnis, bahasa, agama, dan ras yang seringkali menimbulkan konflik di masyarakat akibat beberapa faktor salah satunya prasangkan terhadap kelompok lain dan masuknya budaya asing ke Indonesia. Hal tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang dinamis namun harmonis, oleh karena itu diperlukan pendekatan sistematis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini menngunakan metode studi literatur dengan menggunakan referensi penelitian-penelitian terdahulu. Pendidikan multikultural adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan sebagai upaya menumbuhkan sikap toleransi dan saling merhargai sejak dini khusunya integrasinya dalam Pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS dipilih karena merupakan ilmu terpadu yang menggabungkan berbagai ilmu sosial seperti sosiologi, geografi, antropologi, humaniora, sejarah dan ekonomi. Dimana kita ketahui bahwa ilmu-ilmu tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari terutama mengenai nilai-nilai kebudayaan, sehingga mudah untuk diimplementasikan dan sesuai dengan prinsipnya yaitu kontekstual. Tulisan ini mengungkapkan tentang bagaimana integrasi nilai-nilai multikultural dalam Pembelajaran IPS dan tantangan yang terjadi dalam implementasinya.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI TINGKAT SMP Salman Al Farisi; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program dari kurikulum merdeka, program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melasanakan kegiatan yang dilakukan dalam meneliti sebuah topik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu dengan menyesuaikan nilai-nilai pancasila. Tujuan dari P5 ialah agar peserta didik mendapatkan pengetahuan serta keterampilan diluar pembelajaran dan menyesuaikan dengan isu penting di lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, peneliti mengumpulkan jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu di internet dengan menyesuaikan topik penelitian, peneliti meneliti penelitian sebelumnya mengenai hambatan serta kendala dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Hasil penelitian menemukan beberapa hambatan yang seringkali terjadi di beberapa sekolah terutama sekolah menengah pertama (SMP) antara lain: kurangnya keterlibatan aktif peserta didik, kurangnya sosialisasi mengenai P5, keterbatasan fasilitas, keterbatasan anggaran, keterbatasan alokasi waktu penerapan P5. Temuan ini memberikan informasi mengenai hambatan yang seringkali terjadi sehingga kedepannya sekolah dapat melakukan evaluasi agar mendapatkan solusi dari hambatan-hambatan tersebut, upayanya agar hambatan-hambatan tersebut tahun berikutnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari berbagai hambatan.
Intervensi Media Sosial Dalam Pembentukan Gaya Hidup Konsumtif Remaja: Fenomena Celebrity Endorsement Di Tiktok Elsa Suci Ramadhanti; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menjadi elemen penting dalam kehidupan anak remaja, khususnya melalui platform TikTok yang menyediakan hiburan sekaligus berfungsi sebagai saluran pemasaran suatu produk yang terkadang menggunakan selebriti sebagai endorser untuk mengiklankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fenomena celebrity endorsement di TikTok berkontribusi pada terbentuknya gaya hidup konsumtif di kalangan remaja. Dengan menerapkan metode studi pustaka, penulis meneliti berbagai sumber literatur yang relevan guna memahami cara pengaruh selebriti dalam keputusan belanja remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap konten celebrity endorsement mendorong perilaku konsumsi yang impulsif, yang dipicu oleh daya tarik simbolis, penawaran diskon, kemudahan akses, dan keinginan untuk mendapat pengakuan sosial. Dalam jangka panjang, ini berkontribusi pada pola pikir konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi edukasi, regulasi, dan partisipatif seperti literasi media, literasi finansial, pengawasan orang tua, dan pengaturan konten iklan sebagai langkah pencegahan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam memahami dan menangani efek negatif media sosial terhadap perilaku konsumsi anak remaja.
Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Budaya Lokal pada Masyarakat Taqiyyatus Syakhsiyyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi sebagai fenomena multidimensional telah memberikan dampak signifikan terhadap budaya lokal di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan nilai, identitas, dan praktik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap budaya lokal dengan fokus pada pergeseran pola pikir generasi muda, homogenisasi budaya, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik terkait globalisasi dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah menggeser nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kekeluargaan ke arah individualisme dan konsumerisme. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya global daripada budaya lokal, mengakibatkan penurunan minat terhadap bahasa daerah, tradisi, dan seni lokal. Selain itu, dominasi budaya asing melalui media digital mempercepat homogenisasi budaya, mengancam keberagaman budaya Indonesia. Namun, globalisasi juga membuka peluang revitalisasi budaya lokal melalui teknologi dan promosi internasional. Kesimpulannya globalisasi menuntut strategi adaptasi yang bijak, melibatkan peran pemerintah, pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya lokal. Pendidikan berbasis budaya, perlindungan kekayaan intelektual, dan inovasi dalam pelestarian budaya menjadi kunci untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia di tengah arus globalisasi
A Social Science: PENDIDIKAN IPS SEBAGAI POROS ILMU GLOBAL Muhammad Zacky; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social studies is a very important domain in education because it helps the scope of the social sciences field of knowledge to be able to understand and overcome global challenges. In the current era of globalization and complexity of world problems, social science knowledge is becoming increasingly relevant. This article will discuss how IPS can understand various global issues such as climate change, international trade, migration issues, and international conflicts. Social studies not only provides knowledge about these issues, but also teaches the analytical, critical, and problemsolving skills necessary to participate in global discussions. In addition, this article will highlight the importance of a global perspective in teaching social studies. Expert theory also emphasizes that learning social studies from a global perspective can also help increase intelligence, tolerance and cross- cultural cooperation. By understanding differences and similarities around the world, students can become more conscious global citizens and contribute to solutions to global problems. In short, social studies in a global perspective is an important component in education that helps students understand global issues, develop analytical skills, and encourage cross-cultural understanding. This article will discuss the importance of social studies in the context of globalization and how teaching social studies can help students become more informed world citizens and engage in global issues. Keywords : Global Issues, Expert Theory, Social Studies. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ranah yang sangat penting dalam pendidikan karena membantu lingkup bidang ilmu dari IPS mampu memahami dan mengatasi tantangan global. Pada era globalisasi dan kompleksitas masalah dunia saat ini, pengetahuan IPS menjadi semakin relevan. Artikel ini akan membahas bagaimana IPS dapat memahami berbagai isu global seperti perubahan iklim, perdagangan internasional, isu migrasi, dan konflik internasional. IPS tidak hanya memberikan pengetahuan tentang isu-isu ini, tetapi juga mengajarkan keterampilan analisis, kritis, dan pemecahan masalah yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam diskusi global. Selain itu, artikel ini akan menyoroti pentingnya perspektif global dalam pengajaran IPS. Teori ahli juga menekankan bahwa pembelajaran IPS dalam perspektif global juga dapat membantu mempromosikan kecerdasan, toleransi, dan kerja sama lintas budaya. Dengan menguatkan literasi ilmiah mengenai memahami perbedaan dan kesamaan di seluruh dunia, seseorang dapat menjadi warga dunia yang lebih sadar dan berkontribusi pada solusi masalah global. Dalam ringkasan, IPS adalah wawasan global dengan komponen penting dalam bidang ilmu yang membantu seluruh manusia dalam memahami isu-isu global, mengembangkan keterampilan analitis, dan mendorong pemahaman lintas budaya. Artikel ini akan membahas pentingnya IPS dalam konteks globalisasi dan bagaimana pengajaran IPS dapat membantu siswa menjadi warga dunia yang lebih terinformasi dan terlibat dalam isu-isu global. Kata Kunci : Isu Global, Teori Ahli, IPS
Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial: Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Padmasari, Azizah; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning using audiovisual media is an alternative in learning using media that contains elements of sound and images, which involves the senses of sight and hearing. Learning media has an important role in improving elementary school student learning outcomes. Using audio-visual media can help in the Social Sciences learning process for elementary school students. The aim of this research is to find out the benefits of using audio-visual media in social studies learning for elementary school students. The social studies learning process is usually focused on the teacher, because there is a lack of improvisation so there is no other improvisation which causes students to tend to feel bored and only listen to the main material. So teachers need to use interesting learning media in order to improve the quality of students' learning outcomes in social studies scores. This research is based on the researcher's curiosity about the use of audiovisual learning media in junior high schools. The use of audiovisual based learning media is based on the problem of low student learning outcomes in the learning process which causes students to be less active in paying attention to lessons. This research uses qualitative descriptive research with the Literature Review research type. data obtained by analyzing journals related to the researcher's title, namely the use of audiovisual media in social studies learning on student learning outcomes in junior high schools. Keywords : Learning Media, Audio Visual, Social Studies learning Abstrak Pembelajaran menggunakan media Audiovisual adalah salah satu alternatif dalam pembelajaran dengan menggunakan media yang mengandung unsur suara dan gambar, di mana melibatkan Indera penglihatan dan pendengaran. Media pembelajaran mempunyai peran penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar. Dengan penggunaan media audio visual dapat membantu dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa manfaat menggunakan media audio visual dalam pembelajaran IPS bagi siswa sekolah menengah pertama. Proses pembelajaran IPS biasanya terfokus pada guru, karena kurangnya improvisasi sehingga tidak adanya improvisasi lain yang menyebabkan siswa cenderung merasa bosan dan hanya terpaku pada materi pokok saja. Maka guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik agar dapat meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik dalam nilai IPS. Penelitian ini didasari oleh ke ingin tahuan peneliti dalam pemanfaatan media pembelajaran audiovisual di SMP, Pemanfaatan media pembelajaran berbasis audio visual didasari adanya masalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang menyebabkan peserta didik kurang aktif dalam memperhatikan pelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian Literature Review. data yang didapatkan dengan menganalisis jurnal yang berkaitan dengan judul peneliti yaitu Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran IPS terhadap hasil belajar siswa di SMP. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Audio Visual, Pembelajaran IPS
Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial: URGENSI PEMBELAJARAN IPS DALAM MENINGKATKAN ASPEK KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI ERA GLOBALISASI DAN TEKNOLOGI Arina Alva Sinta; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Globalization and technology are very much at bringing positive and negative changes and influences. This can be felt in all aspects of life including education. The positive influence of globalization and technology is actually true we can feel the efficacy in education, but we can not deny that the negative impact of globalization and technology is also as much as the positive influence of felt. The negative effects of globalization and technology can cause social problems of learners, for example such as emerging egoism, more condensing towards individualism, lack of effective communication skills, low of empathy of human beings, decreased sense of responsibility, low discipline, and less work together in interacting in social life. In this problem, IPS learning has a very important role in improving aspects of social skills learners. IPS learning is designed to educate learners know the concepts of social life that will be useful in their lives in the community environment. In addition, IPS learning focuses on the values of humanitarian social skills in the institutions and relationships between humans and the environment. This social skill is very important for each individual because of social skills is a need to build and also maintain positive relationships with the community environment. By mastering social skills, learners are expected to socialize well in the era of globalization and technology. To realize the purpose of IPS learning also requires effective learning model for learners to easily understand the material given and can apply it in real life. The method used in this research is literature review or literature review. The data source used in this research is the book, journals, articles and other relevant scientific works.  Keywords : Globalization, technology, social skills, IPS learning.    Abstrak  Globalisasi dan teknologi banyak sekali membawa perubahan dan pengaruh positif maupun negatif. Hal ini dapat dirasakan di segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Pengaruh positif dari globalisasi dan teknologi benar benar dapat kita rasakan kebermanfaatannya dibidang pendidikan, akan tetapi tidak dapat kita pungkiri bahwa dampak negatif dari globalisasi dan teknologi ini juga sama besarnya dengan pengaruh positif yang dirasakan. Pengaruh negatif globalisasi dan teknologi dapat menimbulkan masalah  sosial peserta didik, contohnya seperti timbulnya egoisme, lebih condong ke arah individualisme, kurangnya keterampilan komunikasi yang efektif, rendahnya empati sesama manusia, menurunnya rasa tanggung jawab, rendahnya tingkat disiplin, dan kurang dapat bekerja sama dalam berinteraksi di kehidupan sosial. Dalam permasalahan ini, pembelajaran IPS mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan aspek keterampilan sosial peserta didik. Pembelajaran IPS dirancang untuk mendidik peserta didik mengenal konsep-konsep kehidupan sosial yang nantinya akan bermanfaat di kehidupan mereka di lingkungan bermasyarakat. Selain itu, pembelajaran IPS berfokus pada nilai-nilai keterampilan sosial kemanusiaan dalam institusi dan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Keterampilan sosial ini sangat penting bagi masing masing individu dikarenakan keterampilan sosial merupakan suatu kebutuhan untuk membangun dan juga memelihara hubungan positif dengan lingkungan masyarakat. Dengan menguasai keterampilan sosial, peserta didik diharapkan mampu bersosialisasi dengan baik di era globalisasi dan teknologi. Untuk mewujudkan tujuan dari pembelajaran IPS juga memerlukan model pembelajaran yang efektif agar peserta didik mudah memahami materi yang diberikan dan dapat menerapkannya di kehidupan nyata. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu literature review atau tinjauan pustaka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku, jurnal, artikel dan karya ilmiah lain yang relevan.    Kata Kunci : Globalisasi, Teknologi, Keterampilan sosial, Pembelajaran IPS.           
Co-Authors abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adam Centuryo Santoso Adi Putra Adinda Anisa Ramadhani Afriandini Aisyah Afrilyanti Aftian Nur Oktavia Agil Syakhirotul Rizkiyah Aidil Pahmi Aisha Fadia Salsabilla Albertus Dias Pamungkas Alifia Zahro Aini Alisha Zahra Sa’diyah Almadina Puspita Dewi Alya Nabilah Salistya Amirah Zahra Muthi Anbiya Nur Hibatullah Ani Kurniawati Setiawan Anisa Surya Lestari Aradea Ferescky Ardilla Septiawati Arifin Maksum Arina Alva Sinta Arita Marini Arohmawati, Arohmawati Audrey Afralia Ayu Atiyah Kulsum Ayudhia Nur Luthfia Azlea Mayasya Aziz Cahya Adrevi Chantika Auliya Choirul Umam Azhari Cindyaningsih Kurniawan Corree Nathalia Tarigan Damayanti Damayanti Deana Amelinda Kriswanto Devi Mayanti Magdalena Manullang Devi Melana Dhaniar Rafida Dinda, Adinda Anisa Ramadhani Dyan Fahira Ellena Evelyn Elok Mely Miskiyah Elsa Suci Ramadhanti Emi Sulistri Emilio, Aldwyn Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Erliana Dwi Mutiara Ersya Pricyliana Esya Fitria Sani Fa Akhbar Fadilla Fahma Fadillah, Muhamad Sofian Faisal Achmadhani Fajriyanti, Aura Fuji Ochtaulia Gadis Eka Fitri Sibarani Hanifa Sekar Ayunda Hasan Kusuma Wardhana Hayati, Mutiara Herisa Sintia Hilmi Tazkia Ibnu Mustopo Jati Indah Rarasati Indi Rahmawati Indira Nazwa Fazrina Izky Kusumaningrum Izzulhaq Satrio Izzulhaq Satrio Diandono Jeri Saputra Jihan Nafilah Joshua Oktavianus Julius Sagita Kharisma Fitrianinda Kurniasari, Shanti Lailati El Fithria Lailati El Fithria Latif Admadi Leola Dewiyani LIDIA DESIANA Lidya Rahmawati Martini Martini Martini Martini Maulisa Arianti Maulydia Anggraini Meilinda Agustina Mertika Mertika Miftahur Rohmah Mohamad Firdaus Nasori Mohammad Noval Muhamad Rizqi Seputro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Alfarid Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Aqshal Wiranata Muhammad Dicky Suandy Muhammad Fikra Firdaus Muhammad Harvani Firmansyah Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Zacky Mulyadi Mulyadi Musril Zahari Nabila Putri Wahiddiyah Nadia Putri Ayu Nadira Choirunnisa Nandi Kurniawan Natasya Natasya Nevin Sebastian Nathanael Nilam Ardiningrum Novi Rahmadani Novita Sari Elisabet Sihite Nuraida Rezeki Fadhilah Nuralifa Yasmin Budiyanti NURUL ISTIQOMAH Nurzengky Ibrahim Padmasari, Azizah Putri Adinda Raraswati PUTRI WULANDARI Rahma Agistia Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rania Tinesia Alifa Ratih Kusumastuti Resha Putri Fadhilla Resta Agustiani Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizqi Awalul Rijal Roby, Roby Roro Ayu Sri Arimbi Sabrina Widya Vernanda Saffana Alzahra Saipiatuddin Saipiatudin Saipiatudin Salman Al Farisi Sephia Ananda Putri Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Sri Nuraini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Syarifa Yusni Putri Syefira Dian Ariani Syifa Annisa Azzahra Taqiyyatus Syakhsiyyah Taufik Rihatno Tri Wina Handani Trioctavia, Trioctavia Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Veriana Vika Maharani Wening Nurul Laily Witri Azkia Wiwid Sekar Utami Yashinta Aulia Sanjaya Yoas Raditya Prasti Saputra Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zifa Nabilla Zahra Zulela