p-Index From 2021 - 2026
18.028
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DITINJAU DARI KETERPAAN MEDIA ELEKTRONIK SISWA SMA Chantika Auliya; Desy Safitri; Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 3 (2024): Mei 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pendidikan dalam pembangunan suatu bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata, dan kualitasnya sangat bergantung pada pengalaman belajar yang ditawarkan. Di era digital saat ini, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah merevolusi cara pendidikan disampaikan dan diterima. Dalam konteks ini, geografi muncul sebagai mata pelajaran yang dapat mengambil manfaat besar dari alat pembelajaran digital. Geografi, yang erat kaitannya dengan dunia nyata, memberikan peluang ideal untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan hasil pembelajaran. Dengan adopsi pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran media pembelajaran digital dalam pendidikan geografi. Analisis literatur yang cermat diharapkan memberikan wawasan yang berharga bagi praktisi pendidikan dan para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan hasil pembelajaran geografi. Melalui integrasi media pembelajaran digital dalam pendidikan geografi, harapannya adalah meningkatkan efisiensi sistem pendidikan, memperdalam pemahaman konsep geografi siswa, dan membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru dalam pembelajaran yang inovatif dan inklusif di era digital ini.
ANALISIS DAMPAK MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI SISWA Rangga Trilaksana; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial TikTok kini telah menjadi media pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Dengan fitur-fitur yang dimilikinya, dapat membuat siswa memiliki hasrat dan keinginan untuk belajar. Namun, media sosial TikTok memiliki dampak positif dan negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak media sosial TikTok terhadap pembelajaran dan motivasi belajar siswa serta strategi yang efektif dalam memanfaatkan TikTok. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) atau studi literatur. Pendekatan ini digunakan untuk menilai, mengevaluasi, dan menginterpretasikan semua penelitian yang relevan dalam suatu bidang masalah tertentu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa media sosial TikTok memberikan dampak yang signifikan terhadap pembelajaran dengan memiliki fitur-fitur yang kreatif dan inovatif sehingga siswa memiliki motivasi belajar siswa. Namun, media sosial TikTok memiliki dampak negatif terhadap moral anak sehingga, perlu adanya pengawasan dan bimbingan yang tepat dari orang tua dan guru sangat penting untuk memastikan penggunaan TikTok yang positif. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat ditindaklanjuti secara mendalam pada aspek-aspek tersebut agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
ANALISIS FENOMENOLOGI PENGGUNA AKTIF INSTAGRAM BAGI GENERASI Z Evant Anwar fahrezi; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas makna penggunaan Instagram dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z melalui pendekatan fenomenologi, dengan fokus pada pengalaman subjektif pengguna aktif terhadap media sosial tersebut. Generasi Z yang lahir dan tumbuh di era digital menjadikan Instagram tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang ekspresi diri, pembentukan identitas, serta interaksi sosial. Studi ini dilakukan melalui metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan besar dalam membentuk citra diri, memengaruhi kepercayaan diri melalui validasi digital, dan menciptakan bentuk interaksi sosial baru yang tidak lepas dari simbol digital seperti like dan komentar. Namun, intensitas penggunaan Instagram juga berdampak negatif, seperti munculnya kecemasan sosial, perasaan rendah diri akibat perbandingan sosial, serta ketergantungan emosional yang dapat mengganggu kesehatan mental. Fenomena seperti FOMO (Fear of Missing Out), overthinking, dan tekanan untuk tampil sempurna menjadi isu penting dalam dinamika penggunaan Instagram oleh Generasi Z.
ANALISIS DAMPAK POLUSI DI JAKARTA BAGI KEBERLANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT Wildan Taqiyudin; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu mengenai buruknya kualitas udara di Jabodetabek, khususnya Jakarta, menjadi sorotan publik setelah viralnya unggahan di media sosial oleh seorang content creator. Jakarta, sebagai pusat ekonomi nasional, mengalami penurunan kualitas udara signifikan, dengan indeks rata-rata mencapai 159 IQ Air US pada 2023, jauh di atas standar kualitas udara baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama polusi udara di Jakarta serta merumuskan solusi strategis. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) yang mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber terpercaya, termasuk laporan resmi dan studi ilmiah terkini. Pembahasan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab utama polusi, yaitu tingginya jumlah kendaraan pribadi akibat urbanisasi yang pesat, aktivitas industri dan pembangunan gedung, pembakaran sampah yang tidak terkendali, serta faktor alam seperti angin muson. Dampak polusi udara tidak hanya menyerang kesehatan manusia, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, tetapi juga merusak ekosistem dan mempercepat kerusakan infrastruktur fisik kota. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang diusulkan meliputi edukasi publik tentang pengelolaan sampah, promosi penggunaan kendaraan ramah lingkungan, perbaikan sistem transportasi publik, serta konservasi hutan dan lahan basah. Kesimpulannya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial untuk mengurangi polusi udara, melalui kebijakan uji emisi kendaraan dan perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup lebih ramah lingkungan. Tindakan kolektif ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara Jakarta di masa depan.
PELESTARIAN NILAI BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Najwa Sabila; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai aspek terhadap nilai-nilai budaya lokal, mengakibatkan erosi identitas kultural, penurunan penggunaan bahasa daerah, dan pergeseran preferensi generasi muda terhadap budaya asing. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan, baik formal maupun nonformal, dalam menjaga eksistensi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi mengancam keberlangsungan budaya lokal melalui homogenisasi nilai, komersialisasi budaya, dan marginalisasi tradisi. Pendidikan yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi solusi efektif untuk melestarikan jati diri bangsa. Dengan pendekatan pendidikan berbasis budaya yang adaptif terhadap teknologi dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga identitas kultural di tengah arus globalisasi serta pelestarian budaya dapat dijadikan bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang cinta terhadap tanah air dan budayanya.
MARGINALISASI PEREMPUAN DALAM SISTEM PATRIARKI Ustutifa Qorry; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marginalisasi perempuan dalam sistem patriarki merupakan isu yang masih relevan hingga saat ini karena terus hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Patriarki sebagai sistem sosial dan budaya menempatkan laki-laki sebagai pusat kekuasaan, yang menyebabkan perempuan mengalami keterpinggiran dalam akses pendidikan, pekerjaan, politik, hingga kehidupan sosial. Melalui pendekatan literatur review terhadap berbagai jurnal ilmiah dan teori relevan, ditemukan bahwa perempuan mengalami ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, budaya, media, dan ranah domestik. Nilai dan norma yang diwariskan oleh tradisi, adat, dan bahkan tafsir agama memperkuat dominasi laki-laki dan menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Hal ini menciptakan ketimpangan struktural yang membatasi perempuan dalam mengembangkan potensi diri secara individu maupun kolektif. Marginalisasi tersebut tidak hanya terjadi secara kasat mata, namun juga bersifat simbolik dan sistemik, yang membentuk cara pandang masyarakat terhadap peran gender. Ketimpangan ini berdampak luas terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan politik. Oleh karena itu, penting dilakukan kajian komprehensif untuk mengungkap pola marginalisasi yang dialami perempuan agar dapat mendorong perubahan nilai sosial dan menciptakan keadilan gender secara menyeluruh. Penelitian ini menekankan pentingnya transformasi nilai sosial dan budaya serta keterlibatan laki-laki sebagai bagian dari solusi untuk mencapai kesetaraan gender yang berkelanjutan.
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tsania Luthfiani Salma; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajemukan di Indoensia merupakan warisan yang harus dilestarikan. Dimana keberagaman yang ada terdiri atas budaya, suku, etnis, bahasa, agama, dan ras yang seringkali menimbulkan konflik di masyarakat akibat beberapa faktor salah satunya prasangkan terhadap kelompok lain dan masuknya budaya asing ke Indonesia. Hal tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang dinamis namun harmonis, oleh karena itu diperlukan pendekatan sistematis dalam mengatasi permasalahan tersebut. Artikel ini menngunakan metode studi literatur dengan menggunakan referensi penelitian-penelitian terdahulu. Pendidikan multikultural adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan sebagai upaya menumbuhkan sikap toleransi dan saling merhargai sejak dini khusunya integrasinya dalam Pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS dipilih karena merupakan ilmu terpadu yang menggabungkan berbagai ilmu sosial seperti sosiologi, geografi, antropologi, humaniora, sejarah dan ekonomi. Dimana kita ketahui bahwa ilmu-ilmu tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari terutama mengenai nilai-nilai kebudayaan, sehingga mudah untuk diimplementasikan dan sesuai dengan prinsipnya yaitu kontekstual. Tulisan ini mengungkapkan tentang bagaimana integrasi nilai-nilai multikultural dalam Pembelajaran IPS dan tantangan yang terjadi dalam implementasinya.
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI TINGKAT SMP Salman Al Farisi; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program dari kurikulum merdeka, program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melasanakan kegiatan yang dilakukan dalam meneliti sebuah topik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu dengan menyesuaikan nilai-nilai pancasila. Tujuan dari P5 ialah agar peserta didik mendapatkan pengetahuan serta keterampilan diluar pembelajaran dan menyesuaikan dengan isu penting di lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, peneliti mengumpulkan jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu di internet dengan menyesuaikan topik penelitian, peneliti meneliti penelitian sebelumnya mengenai hambatan serta kendala dalam mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Hasil penelitian menemukan beberapa hambatan yang seringkali terjadi di beberapa sekolah terutama sekolah menengah pertama (SMP) antara lain: kurangnya keterlibatan aktif peserta didik, kurangnya sosialisasi mengenai P5, keterbatasan fasilitas, keterbatasan anggaran, keterbatasan alokasi waktu penerapan P5. Temuan ini memberikan informasi mengenai hambatan yang seringkali terjadi sehingga kedepannya sekolah dapat melakukan evaluasi agar mendapatkan solusi dari hambatan-hambatan tersebut, upayanya agar hambatan-hambatan tersebut tahun berikutnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari berbagai hambatan.
Intervensi Media Sosial Dalam Pembentukan Gaya Hidup Konsumtif Remaja: Fenomena Celebrity Endorsement Di Tiktok Elsa Suci Ramadhanti; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial kini menjadi elemen penting dalam kehidupan anak remaja, khususnya melalui platform TikTok yang menyediakan hiburan sekaligus berfungsi sebagai saluran pemasaran suatu produk yang terkadang menggunakan selebriti sebagai endorser untuk mengiklankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fenomena celebrity endorsement di TikTok berkontribusi pada terbentuknya gaya hidup konsumtif di kalangan remaja. Dengan menerapkan metode studi pustaka, penulis meneliti berbagai sumber literatur yang relevan guna memahami cara pengaruh selebriti dalam keputusan belanja remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap konten celebrity endorsement mendorong perilaku konsumsi yang impulsif, yang dipicu oleh daya tarik simbolis, penawaran diskon, kemudahan akses, dan keinginan untuk mendapat pengakuan sosial. Dalam jangka panjang, ini berkontribusi pada pola pikir konsumsi yang tidak sehat dan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi edukasi, regulasi, dan partisipatif seperti literasi media, literasi finansial, pengawasan orang tua, dan pengaturan konten iklan sebagai langkah pencegahan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam memahami dan menangani efek negatif media sosial terhadap perilaku konsumsi anak remaja.
Dampak Globalisasi Terhadap Perubahan Budaya Lokal pada Masyarakat Taqiyyatus Syakhsiyyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi sebagai fenomena multidimensional telah memberikan dampak signifikan terhadap budaya lokal di Indonesia, terutama dalam konteks perubahan nilai, identitas, dan praktik budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak globalisasi terhadap budaya lokal dengan fokus pada pergeseran pola pikir generasi muda, homogenisasi budaya, serta tantangan dan peluang dalam pelestarian budaya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber akademik terkait globalisasi dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah menggeser nilai-nilai tradisional seperti gotong royong dan kekeluargaan ke arah individualisme dan konsumerisme. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya global daripada budaya lokal, mengakibatkan penurunan minat terhadap bahasa daerah, tradisi, dan seni lokal. Selain itu, dominasi budaya asing melalui media digital mempercepat homogenisasi budaya, mengancam keberagaman budaya Indonesia. Namun, globalisasi juga membuka peluang revitalisasi budaya lokal melalui teknologi dan promosi internasional. Kesimpulannya globalisasi menuntut strategi adaptasi yang bijak, melibatkan peran pemerintah, pendidikan, dan masyarakat dalam memperkuat identitas budaya lokal. Pendidikan berbasis budaya, perlindungan kekayaan intelektual, dan inovasi dalam pelestarian budaya menjadi kunci untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia di tengah arus globalisasi
Co-Authors abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adam Centuryo Santoso Adi Putra Adinda Anisa Ramadhani Affar Tangguh Romadon Afriandini Aisyah Afrilyanti Aftian Nur Oktavia Agil Syakhirotul Rizkiyah Aidil Pahmi Albertus Dias Pamungkas Alifia Zahro Aini Alifiana Alifiana Alisha Zahra Sa’diyah Almadina Puspita Dewi Alya Nabilah Salistya Amirah Zahra Muthi Anbiya Nur Hibatullah Ani Kurniawati Setiawan Anisa Surya Lestari Aradea Ferescky Ardilla Septiawati Ariella Ester Sonya Natalia Arifin Maksum Arina Alva Sinta Arita Marini Arohmawati, Arohmawati Audrey Afralia Ayu Atiyah Kulsum Ayudhia Nur Luthfia Azlea Mayasya Aziz Cahya Adrevi Chantika Auliya Choirul Umam Azhari Cindyaningsih Kurniawan Damayanti Damayanti Devi Mayanti Magdalena Manullang Devi Melana Dhaniar Rafida Dianita Zahra Zafira Dinda, Adinda Anisa Ramadhani Dyan Fahira Ellena Evelyn Elok Mely Miskiyah Elsa Suci Ramadhanti Emi Sulistri Emilio, Aldwyn Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Erliana Dwi Mutiara Ersya Pricyliana Esya Fitria Sani Evant Anwar fahrezi Fa Akhbar Fadilla Fahma Fadillah, Muhamad Sofian Faisal Achmadhani Fajriyanti, Aura Fathiyah Rahmah Fuji Ochtaulia Hanifa Sekar Ayunda Hasan Kusuma Wardhana Hayati, Mutiara Herisa Sintia Hilmi Tazkia Ibnu Mustopo Jati Indah Rarasati Indi Rahmawati Indira Nazwa Fazrina Iqbal Pratama Izky Kusumaningrum Izzulhaq Satrio Izzulhaq Satrio Diandono Jeri Saputra Jihan Nafilah Joshua Oktavianus Julius Sagita Khairida, Khalisa Kharisma Fitrianinda Kurniasari, Shanti Lailati El Fithria Lailati El Fithria Latif Admadi Leola Dewiyani LIDIA DESIANA Lidya Rahmawati Lutfia Alfityanti Lutfia Hapsari Martini Martini Martini Martini Maulisa Arianti Maulydia Anggraini Meilinda Agustina Mertika Mertika Miftahur Rohmah Mohamad Firdaus Nasori Mohammad Noval Muhamad Rizqi Seputro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Alfarid Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Aqshal Wiranata Muhammad Dicky Suandy Muhammad Fikra Firdaus Muhammad Harvani Firmansyah Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Zacky Mulyadi Mulyadi Musril Zahari Nabila Putri Wahiddiyah Nadia Putri Ayu Nadia Putri Sinaga Nadira Choirunnisa Najwa Sabila Nandi Kurniawan Natasya Natasya Nevin Sebastian Nathanael Nilam Ardiningrum Novi Rahmadani Novita Sari Elisabet Sihite Nuraida Rezeki Fadhilah Nuralifa Yasmin Budiyanti NURUL ISTIQOMAH Nurzengky Ibrahim Padmasari, Azizah Putri Adinda Raraswati PUTRI WULANDARI Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rangga Trilaksana Rania Tinesia Alifa Ratih Kusumastuti Resha Putri Fadhilla Resta Agustiani Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizqi Awalul Rijal Roby, Roby Roro Ayu Sri Arimbi Sabrina Widya Vernanda Saffana Alzahra Saipiatuddin Saipiatuddin Saipiatuddin Saipiatudin Saipiatudin Salman Al Farisi Sephia Ananda Putri Sephia Lahma Zuma Kelly Serly Nurharis Jayatri Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Sri Nuraini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Syarifa Yusni Putri Syefira Dian Ariani Syifa Annisa Azzahra Taqiyyatus Syakhsiyyah Taufik Rihatno Tri Wina Handani Trioctavia, Trioctavia Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Veriana Vika Maharani Wening Nurul Laily Wildan Taqiyudin Witri Azkia Wiwid Sekar Utami Yashinta Aulia Sanjaya Yoas Raditya Prasti Saputra Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zifa Nabilla Zahra Zulela