p-Index From 2021 - 2026
18.103
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Dukungan Sosial dalam Mengatasi Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Kajian Literatur Riskika Putri Zulkarnaen; Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter life crisis merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami individu pada masa dewasa awal, terutama mahasiswa tingkat akhir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya perasaan bingung, cemas, tidak yakin, tertekan, dan takut terhadap masa depan. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis karena menghadapi berbagai tekanan seperti tuntutan menyelesaikan skripsi, lulus tepat waktu, mencari pekerjaan, memenuhi harapan keluarga, serta membandingkan diri dengan teman sebaya. Salah satu faktor yang dinilai dapat membantu mengurangi quarter life crisis adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dalam menurunkan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir melalui pendekatan kajian literatur. Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit pada tahun 2016–2026 melalui Google Scholar, Sinta, Garuda, dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, pasangan, dan dosen berperan signifikan dalam menurunkan tingkat quarter life crisis mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki dukungan sosial tinggi cenderung mempunyai kepercayaan diri, regulasi emosi, resiliensi, dan optimisme yang lebih baik terhadap masa depan. Dengan demikian, dukungan sosial menjadi salah satu faktor eksternal penting dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi quarter life crisis.
Ancaman Tenggelamnya Jakarta Akibat Penurunan Permukaan Tanah: Kajian Pustaka terhadap Dampak Sosial dan Lingkungan di Wilayah Pesisir Yosafat Waruwu; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta sebagai ibu kota Indonesia yang terletak di wilayah pesisir menghadapi ancaman serius penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang berpotensi menyebabkan sebagian kota tenggelam. Penelitian ini bertujuan menganalisis ancaman tenggelamnya Jakarta akibat subsidence melalui kajian pustaka terhadap dampak sosial dan lingkungan di wilayah pesisir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis secara deskriptif berbagai jurnal ilmiah, laporan penelitian, data geospasial, serta dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan laju subsidence di Jakarta mencapai 1–15 cm per tahun dan hingga 20–28 cm per tahun di pesisir utara, terutama disebabkan oleh eksploitasi air tanah berlebihan dan pembebanan konstruksi. Dampak lingkungan meliputi perluasan banjir rob, intrusi air laut, serta kerusakan ekosistem pesisir, sementara dampak sosial mencakup kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, migrasi penduduk, dan peningkatan kerentanan masyarakat miskin pesisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan mitigasi terintegrasi antara solusi struktural (seperti Giant Sea Wall/NCICD) dan non-struktural (pengelolaan air tanah dan adaptasi masyarakat) agar mencegah genangan permanen pada tahun 2050.
Tinjauan Literatur Dampak Psikologis Pascabencana Banjir pada Masyarakat DKI Jakarta Gadis Eka Fitri Sibarani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1697

Abstract

Flooding is one of the most frequent disasters in DKI Jakarta and contributes not only to physical and economic losses but also to the emergence of various psychological problems among affected communities. This study aims to analyze the psychological impacts of post-flood disasters, particularly among vulnerable groups such as children and the elderly, and to examine the effects of repeated flood exposure on mental health conditions. This study employs a literature review method with a qualitative descriptive approach through the identification and synthesis of relevant scientific sources. Data analysis was conducted using content analysis to identify patterns, relationships, and trends in research findings. The results indicate that flooding is associated with psychological disorders such as stress, anxiety, depression, and post-traumatic stress disorder (PTSD), with varying levels of severity. Repeated exposure to flooding has been shown to increase individuals’ vulnerability to mental health problems and reduce psychological well-being. However, protective factors such as social support, religiosity, emotional regulation abilities, and adaptive coping strategies play a significant role in strengthening resilience and accelerating psychological recovery. The findings highlight the importance of a holistic disaster management approach that integrates mental health services, strengthens community capacity, and enhances preparedness education to improve the psychological resilience of flood-affected communities.
Analisis peran slow living sebagai strategi adaptasi generasi Z terhadap perubahan sosial di era kontemporer Deana Amelinda Kriswanto; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.286

Abstract

Perilaku hidup lambat di kalangan Generasi Z di era kontemporer membentuk tren, aktivisme sosial, gaya hidup serba cepat, persaingan sosial, dan individualisme dari kehadiran teknologi. Hidup lambat tidak hanya mencakup aspek-aspek praktis, seperti memperlambat ritme kehidupan dan menikmati peristiwa-peristiwa sederhana, tetapi juga mendorong keseimbangan, kebahagiaan, dan hubungan yang lebih dekat dengan alam dan orang lain. Studi ini menggunakan metode pendekatan studi literatur untuk menganalisis peran hidup lambat dalam strategi adaptasi Generasi Z terhadap perubahan sosial di ranah masyarakat kontemporer. Temuan ini menunjukkan bahwa hidup lambat merupakan salah satu strategi adaptasi sosial kehidupan Generasi Z yang berperan dalam menghadapi era modern ini. Kajian ini menggunakan analisis informasi mendalam dari berbagai sumber literatur yang akan memberikan pemahaman, khususnya memberikan pemahaman mendalam tentang peran hidup lambat sebagai strategi adaptasi Generasi Z terhadap perubahan sosial di era kontemporer.
Analisis Cultural Illiteracy pada Generasi Muda Akibat Lemahnya Pendidikan Kebudayaan di Indonesia Corree Nathalia Tarigan; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.298

Abstract

Cultural Illiteracy is a condition where there is a lack of public understanding related to the diversity of traditions, values, norms, and cultural identity of the nation. This phenomenon of cultural illiteracy is one of the challenges for the younger generation in the midst of the development of digital technology and globalization trends. The younger generation tends to understand popular foreign cultures compared to local cultures, such as regional languages, cultural customs or traditions, traditional arts, and cultural values of the archipelago. This condition shows that cultural education in Indonesia is still not running optimally. This study aims to analyze cultural illiteracy in the younger generation due to the weak cultural education in Indonesia. The method used is a literature study, namely by examining relevant sources. The results of the study show that cultural illiteracy in Indonesia is characterized by the lack of knowledge of the younger generation about culture due to the lack of learning and implementation of culture in formal education. Thus, cultural education needs to be improved so that the younger generation is able to understand, and preserve national culture in the modern era.
Co-Authors abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adam Centuryo Santoso Adi Putra Adinda Anisa Ramadhani Afriandini Aisyah Afrilyanti Aftian Nur Oktavia Agil Syakhirotul Rizkiyah Aidil Pahmi Aisha Fadia Salsabilla Albertus Dias Pamungkas Alifia Zahro Aini Alifiana Alifiana Alisha Zahra Sa’diyah Almadina Puspita Dewi Alvin Adam Purnomo Alya Nabilah Salistya Amirah Zahra Muthi Anbiya Nur Hibatullah Ani Kurniawati Setiawan Anisa Surya Lestari Annisa Anastasya Ramadhani Aradea Ferescky Ardilla Septiawati Ariella Ester Sonya Natalia Arifin Maksum Arina Alva Sinta Arita Marini Arohmawati, Arohmawati Audrey Afralia Ayu Atiyah Kulsum Ayudhia Nur Luthfia Azlea Mayasya Aziz Bayu Aji Saputra Hasibuan Cahya Adrevi Chantika Auliya Choirul Umam Azhari Cindyaningsih Kurniawan Corree Nathalia Tarigan Damayanti Damayanti Deana Amelinda Kriswanto Devi Mayanti Magdalena Manullang Devi Melana Dhaniar Rafida Dinda, Adinda Anisa Ramadhani Dyan Fahira Ellena Evelyn Elok Mely Miskiyah Elsa Suci Ramadhanti Emi Sulistri Emilio, Aldwyn Enti Agestia Eppagelia Mesyakh Sipahutar Erliana Dwi Mutiara Ersya Pricyliana Esya Fitria Sani Fa Akhbar Fadilla Fahma Fadillah, Muhamad Sofian Faisal Achmadhani Fajriyanti, Aura Firsa Agustiansyah Fuji Ochtaulia Gadis Eka Fitri Sibarani Hanifa Sekar Ayunda Hasan Kusuma Wardhana Hayati, Mutiara Herisa Sintia Hilmi Tazkia Ibnu Mustopo Jati Indah Rarasati Indi Rahmawati Indira Nazwa Fazrina Izky Kusumaningrum Izzulhaq Satrio Izzulhaq Satrio Diandono Jeri Saputra Jihan Nafilah Joshua Oktavianus Julius Sagita Kharisma Fitrianinda Kurniasari, Shanti Lailati El Fithria Lailati El Fithria Latif Admadi Leola Dewiyani LIDIA DESIANA Lidya Rahmawati Lutfia Hapsari Mariatul Qibtyah Martini Martini Martini Martini Maulisa Arianti Maulydia Anggraini Meilinda Agustina Mertika Mertika Miftahur Rohmah Mohamad Firdaus Nasori Mohammad Noval Muhamad Rizqi Seputro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Alfarid Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Aqshal Wiranata Muhammad Dicky Suandy Muhammad Fikra Firdaus Muhammad Harvani Firmansyah Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Zacky Mulyadi Mulyadi Musril Zahari Nabila Putri Wahiddiyah Nadia Putri Ayu Nadira Choirunnisa Nandi Kurniawan Natasya Natasya Nevin Sebastian Nathanael Nilam Ardiningrum Novi Rahmadani Novita Sari Elisabet Sihite Nuraida Rezeki Fadhilah Nuralifa Yasmin Budiyanti NURUL ISTIQOMAH Nurzengky Ibrahim Padmasari, Azizah Putri Adinda Raraswati PUTRI WULANDARI Rahma Agistia Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rania Tinesia Alifa Ratih Kusumastuti Resha Putri Fadhilla Resta Agustiani Retno Kusumawati Riskika Putri Zulkarnaen Rizki Maulana Ardiansyah Rizqi Awalul Rijal Roby, Roby Roro Ayu Sri Arimbi Sabrina Widya Vernanda Saffana Alzahra Saipiatuddin Saipiatudin Saipiatudin Salman Al Farisi Sephia Ananda Putri Sephia Lahma Zuma Kelly Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Sri Nuraini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Syarifa Yusni Putri Syefira Dian Ariani Syifa Annisa Azzahra Taqiyyatus Syakhsiyyah Taufik Rihatno Tri Wina Handani Trioctavia, Trioctavia Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Veriana Vika Maharani Wening Nurul Laily Witri Azkia Wiwid Sekar Utami Yashinta Aulia Sanjaya Yoas Raditya Prasti Saputra Yosafat Waruwu Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zifa Nabilla Zahra Zulela