p-Index From 2021 - 2026
17.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Educational Research and Evaluation The Indonesian Journal of Social Studies Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Edukasi IPS Jurnal Cahaya Mandalika Mudabbir: Journal Research and Education Studies Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik) Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Jurnal Kabar Masyarakat Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Mutiara : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Ilmiah Research Student Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) Cendikia Pendidikan GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Journal of Humanities and Social Studies Council: Education Journal of Social Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin JIMAD : Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Ekonomi Keuangan Syariah dan Akuntansi Pajak Jurnal Intelek Insan Cendikia Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ragam Pengabdian Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Variable Research Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Self-Reward dalam Budaya Konsumerisme Digital : Studi Literatur tentang Tren Gen Z di Media Sosial Jihan Nafilah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, Generation Z is actively promoting the “self-reward” trend on social media. Self-reward is a form of self-recognition for achievements in the workplace or academic success. Examples of self-reward include vacations, dining out, watching movies, shopping, and more. Self-reward can serve as a reason for Generation Z to adopt a consumerist attitude when using social media. The purpose of this study is to investigate whether the phenomenon of self-reward can lead Generation Z to become consumerist on social media. The research method employed a qualitative approach using literature review. Self-reward can be seen as a reason for Generation Z to shop on social media, often without realizing they are engaging in excessive consumerism. Therefore, to prevent consumptive behavior, one must use social media wisely and prioritize needs over desires.
PERAN KELUARGA: PEMBENTUKAN LITERASI ANAK DALAM PEMBELAJARAN MODERN Ayu Atiyah Kulsum; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting keluarga dalam membangun literasi di era pembelajaran modern. Pembelajaran di abad ke-21 memerlukan kemampuan berpikir analitis, inovasi, komunikasi efektif, dan kerja sama, dengan teknologi sebagai alat utama. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada teknologi tanpa bimbingan yang tepat bisa menghambat perkembangan mental anak. Oleh karena itu, keluarga sebagai lingkungan awal anak memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan budaya literasi sejak usia dini. Kedekatan anak dan orang tua menjadi peran penting dalam menangkal dampak negatif dari perkemabangan teknologi Penelitian ini menerapkan metode studi literatur dengan mengevaluasi berbagai referensi akademik yang relevan dengan topik ini. Temuan studi menunjukkan bahwa pola asuh yang baik, hubungan emosional antara orang tua dan anak, serta kebiasaan membaca dan menulis di rumah memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan literasi anak. Selain itu, tantangan seperti kurangnya kepedulian terhadap literasi dan tingginya pemakaian perangkat digital dapat diatasi dengan pendekatan keluarga yang aktif, kreatif, dan edukatif. Dengan demikian, kolaborasi antara pendidikan modern dan pengasuhan yang tepat dalam keluarga menjadi kunci untuk menciptakan generasi cerdas, kompetitif, dan berkarakter kuat.
UPAYA UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN DI PERGURUAN TINGGI Hasan Kusuma Wardhana; Sujarwo Sujarwo; Desy Safitri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan kesadaran lingkungan di kalangan civitas akademika, khususnya mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan di lingkungan kampus masih rendah, ditandai dengan perilaku seperti membuang sampah sembarangan, merokok di area kampus, dan kurangnya partisipasi dalam menjaga kebersihan. Faktor-faktor yang memengaruhi hal ini meliputi kurangnya pendidikan lingkungan, ketidaktahuan akan dampak negatif dari tindakan tersebut, serta minimnya penegakan peraturan terkait kebersihan. Perguruan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui beberapa strategi, antara lain: (1) mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum, (2) menerapkan konsep Green Campus, (3) memberikan edukasi pengelolaan sampah, (4) berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait, serta (5) memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan. Upaya-upaya ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PADLET TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 JAKARTA Indah Rarasati; Desy Safitri; Achmad Nur Hidayaht
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Padlet terhadap hasil belajar IPS peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu VIII-C sebagai kelas eksperimen dan VIII-D sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 36 peserta didik, dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen berupa tes pilihan ganda sebanyak 28 butir soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (r = 0,947). Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan varians homogen. Uji-t menunjukkan thitung (3,34) > ttabel (1,669), sehingga terdapat pengaruh signifikan penggunaan Padlet terhadap hasil belajar IPS peserta didik.
Analisis Pengaruh Kecanduan Game Gacha terhadap Pola Konsumtif dan Pengelolaan Keuangan Anak di Era Digital Rizki Maulana Ardiansyah; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara anak-anak mengakses hiburan, termasuk melalui game online dengan sistem gacha. Game ini menggunakan mekanisme undian acak yang memicu perilaku adiktif dan konsumtif, terutama di kalangan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan game gacha dengan pola konsumsi dan pengelolaan keuangan anak. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa kecanduan gacha berkaitan erat dengan pemborosan uang jajan, lemahnya kontrol diri, serta ketidakmampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Mekanisme psikologis seperti variable ratio reinforcement, dopamine release, dan FOMO menjadi pemicu utama perilaku konsumtif. Selain itu, rendahnya literasi keuangan dan kurangnya pengawasan orang tua turut memperparah dampak negatif game gacha. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi literasi keuangan sejak dini, regulasi terhadap desain game, serta pengawasan aktif dari orang tua dan pendidik sebagai upaya mitigasi.
FAKTOR PENYEBAB & KONSEKUENSI CYBERBULLYING PADA PELAJAR DI ERA DIGITAL Sephia Lahma Zuma Kelly; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena cyberbullying di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam era digital yang didominasi oleh interaksi daring. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab serta dampak yang ditimbulkan dari cyberbullying terhadap pelajar. Menggunakan pendekatan studi literatur, data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor penyebab cyberbullying meliputi aspek individu (rendahnya empati dan kontrol diri, gangguan kepribadian), sosial (tekanan teman sebaya, norma permisif terhadap kekerasan verbal), keluarga (minimnya pengawasan orang tua), sekolah (kurangnya kebijakan anti-bullying), serta teknologi (anonimitas dan akses tanpa batas). Konsekuensi dari cyberbullying meliputi gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi, penurunan prestasi akademik, serta dampak sosial dan hukum. Studi ini menekankan pentingnya literasi digital, pendampingan psikologis, dan sinergi antara sekolah, keluarga, serta komunitas dalam mencegah dan menangani cyberbullying secara komprehensif.
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Webtoon "Pupus Putus Sekolah" Karya Kurnia Harta Winata Fa Akhbar; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dalam webtoon “Pupus Putus Sekolah” karya Kurnia Harta Winata. Dalam era digital, media populer seperti webtoon menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai moral kepada generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap episode-episode terpilih yang dianggap memuat nilai karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa webtoon ini mengandung berbagai nilai pendidikan karakter yang diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama sesuai dengan rumusan Kemendikbud RI, yaitu nilai pribadi (seperti religius, jujur, dan tanggung jawab), nilai sosial (seperti empati, bersahabat, dan peduli sosial), dan nilai kebangsaan (yang tergambarkan melalui simbol visual seperti batik, kendi, dan produk lokal). Melalui alur cerita, dialog, serta simbol visual, webtoon Pupus Putus Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang dapat memperkuat pendidikan karakter remaja secara kontekstual dan menyenangkan.
Peran Media Sosial Dalam Pembentukan Pandangan Generasi Muda Tentang LGBT Dan Implikasinya Terhadap Moralitas Sosial Vika Maharani; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital abad ke-21 telah memengaruhi cara generasi muda berinteraksi dan memaknai isu-isu sosial, termasuk LGBT. Media sosial kini berperan sebagai ruang diskusi yang membentuk kesadaran bersama dan cara pandang baru terhadap keberagaman seksual. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji dampak media sosial terhadap konstruksi pemikiran generasi muda tentang LGBT serta implikasinya terhadap moralitas sosial di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi LGBT di media sosial mendorong pergeseran nilai moral dari yang sebelumnya konservatif menjadi lebih terbuka, namun juga menimbulkan ketegangan antara kebebasan berekspresi dan norma sosial-kultural yang masih kuat. Ketegangan ini menciptakan polarisasi, konflik identitas, dan perdebatan publik, sehingga dibutuhkan peran keluarga, pendidikan, dan kebijakan publik dalam memberikan literasi digital dan pendidikan karakter. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan informasi dan pelestarian nilai-nilai moral bangsa di tengah gempuran era digital.
Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Sherly Octaviana; Desy Safitri; Sujarwo Sujarwo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa telah menjadi fenomena yang tidak terelakkan, namun membawa dampak kompleks terhadap kesehatan mental. Penelitian studi literatur ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dengan gangguan psikologis mahasiswa, termasuk stres, kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri. Temuan menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi positif dengan berbagai masalah mental, dimana 24,5% mahasiswa mengalami stres sedang hingga sangat parah. Mekanisme utamanya meliputi: (1) perbandingan sosial yang tidak sehat akibat paparan konten terfilter, (2) ketergantungan psikologis pada validasi digital (Instagramxiety), dan (3) isolasi sosial paradoks ("alone together") meski terhubung secara virtual. Faktor risiko diperparah oleh kecenderungan self-diagnose berdasarkan informasi tidak terverifikasi dan minimnya literasi digital. Namun, media sosial juga berpotensi menjadi sarana dukungan mental jika digunakan secara bijak. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan multidimensi melalui: (1) penguatan literasi kesehatan mental di kampus, (2) pengembangan layanan konseling yang mudah diakses, dan (3) edukasi penggunaan media sosial yang berimbang. Temuan ini menyoroti urgensi kebijakan kampus yang proaktif dalam melindungi kesehatan mental mahasiswa di era digital.
Pemberdayaan Bagi Guru Dalam Membuat Educandy Untuk Asesmen Diagnostik Siswa Nurzengky Ibrahim; Desy Safitri; Sujarwo; Arita Marini; Iqbal Pratama; Lutfia Alfityanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kv4knz90

Abstract

Technological developments have penetrated various aspects of life, including education and learning. The development of digital technology can be utilized to facilitate teachers in the learning process and learning assessment. Therefore, teachers need to adapt and improve literacy in utilizing technology for learning purposes in the digital age. Activities that can guide teachers in improving these competencies are needed through community service activities. This community service activity aims to empower teachers in designing and using Educandy as an interactive and effective diagnostic assessment medium to evaluate students' initial understanding. Through this empowerment activity, teachers are introduced to the concept of diagnostic assessment and the technical steps for creating game-based quizzes through the Educandy platform. The method used is providing training and guidance to teachers at SMP Negeri 2 Jakarta. The results of this empowerment activity not only improve teachers' digital literacy but also encourage innovation in learning strategies that are adaptive to students' needs and increase student interest in participating in learning evaluations through a fun approach.
Co-Authors abdul haris Fatgehipon Achmad Nur Hidayaht Adam Centuryo Santoso Adi Putra Adinda Anisa Ramadhani Affar Tangguh Romadon Afriandini Aisyah Afrilyanti Aftian Nur Oktavia Agil Syakhirotul Rizkiyah Aidil Pahmi Albertus Dias Pamungkas Alifia Zahro Aini Alisha Zahra Sa’diyah Almadina Puspita Dewi Alya Nabilah Salistya Amirah Zahra Muthi Anbiya Nur Hibatullah Anggi Saputri Ani Kurniawati Setiawan Anisa Surya Lestari Aradea Ferescky Ardilla Septiawati Arifin Maksum Arina Alva Sinta Arita Marini Arohmawati, Arohmawati Audrey Afralia Ayu Atiyah Kulsum Ayudhia Nur Luthfia Azlea Mayasya Aziz Cahya Adrevi Chantika Auliya Choirul Umam Azhari Cindyaningsih Kurniawan Damayanti Damayanti Devi Mayanti Magdalena Manullang Devi Melana Dhaniar Rafida Dianita Zahra Zafira Dinda, Adinda Anisa Ramadhani Dyan Fahira Ellena Evelyn Elok Mely Miskiyah Elsa Suci Ramadhanti Emi Sulistri Emilio, Aldwyn Eppagelia Mesyakh Sipahutar Erliana Dwi Mutiara Ersya Pricyliana Esya Fitria Sani Evant Anwar fahrezi Fa Akhbar Fadilla Fahma Fadillah, Muhamad Sofian Faisal Achmadhani Fajriyanti, Aura Fathiyah Rahmah Fuji Ochtaulia Hanifa Sekar Ayunda Hasan Kusuma Wardhana Hayati, Mutiara Herisa Sintia Hilmi Tazkia Ibnu Mustopo Jati Indah Rarasati Indi Rahmawati Iqbal Pratama Izky Kusumaningrum Izzulhaq Satrio Izzulhaq Satrio Diandono Jeri Saputra Jihan Nafilah Joshua Oktavianus Julius Sagita Khairida, Khalisa Kharisma Fitrianinda Kurniasari, Shanti Lailati El Fithria Lailati El Fithria Latif Admadi Leola Dewiyani LIDIA DESIANA Lidya Rahmawati Lutfia Alfityanti Maria Oktaviana Martini Martini Martini Martini Maulisa Arianti Maulydia Anggraini Meilinda Agustina Mertika Mertika Miftahur Rohmah Mohamad Firdaus Nasori Mohammad Noval Muhamad Rizqi Seputro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Alfarid Muhammad Almaida Alfarizi Muhammad Aqshal Wiranata Muhammad Dicky Suandy Muhammad Fikra Firdaus Muhammad Harvani Firmansyah Muhammad Rahmat Alwafi Muhammad Zacky Mulyadi Mulyadi Musril Zahari Nabila Putri Wahiddiyah Nadia Putri Ayu Nadia Putri Sinaga Nadira Choirunnisa Najwa Sabila Nandi Kurniawan Natasya Natasya Nevin Sebastian Nathanael Nilam Ardiningrum Novi Rahmadani Novita Sari Elisabet Sihite Nuraida Rezeki Fadhilah Nuralifa Yasmin Budiyanti NURUL ISTIQOMAH Nurzengky Ibrahim Padmasari, Azizah Putri Adinda Raraswati PUTRI WULANDARI Rahma Mudhiyanti Rahma Mudhiyanti Rangga Trilaksana Rania Tinesia Alifa Ratih Kusumastuti Resha Putri Fadhilla Resta Agustiani Retno Kusumawati Rizki Maulana Ardiansyah Rizqi Awalul Rijal Roby, Roby Roro Ayu Sri Arimbi Sabrina Widya Vernanda Saffana Alzahra Saipiatuddin Saipiatuddin Saipiatuddin Saipiatudin Saipiatudin Salman Al Farisi Sephia Ananda Putri Sephia Lahma Zuma Kelly Serly Nurharis Jayatri Shanti Kurniasari Sherly Octaviana Sri Nuraini Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Syarifa Yusni Putri Syefira Dian Ariani Syifa Annisa Azzahra Taqiyyatus Syakhsiyyah Taufik Rihatno Tri Wina Handani Trioctavia, Trioctavia Tsania Luthfiani Salma Ustutifa Qorry Veriana Vika Maharani Wening Nurul Laily Wildan Taqiyudin Witri Azkia Wiwid Sekar Utami Yashinta Aulia Sanjaya Yoas Raditya Prasti Saputra Yuka Azahra Amelya Yusria Isnaina Akbari Zifa Nabilla Zahra Zulela