Claim Missing Document
Check
Articles

Koordinasi Lintas Sektor Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau Guna Mendukung Keamanan Nasional Onggo Cahyo Wibowo; Ernalem Bangun; Bambang Wahyudi; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4338

Abstract

Abstrak Konsep keamanan nasional berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Covid-19 merupakan salah satu ancaman yang dapat mengganggu keamanan nasional. Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama maka judul penelitian ini adalah Koordinasi Lintas Sektor Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi Riau. Metodologi yang digunakan pada penelitian adalah menggunakan metode penelitian kualitatif observatif dengan wawancara mendalam terhadap narasumber melalui kuliah kerja dalam negeri Universitas Pertahanan RI. Hasil dari penelitian ini yaitu Dalam penanggulangan bencana Covid-19, Pemerintah Daerah Provinsi Riau tidak hanya bekerja sendiri. Berbagai stakeholder dalam penangangan Covid-19 di Provinsi Riau ikut serta dimulai dari Pemerintah Daerah, BPBD di setiap Kabupaten/Kota, TNI/POLRI, dan berbagai stakeholder yang ikut membantu serta masyarakat itu sendiri. Setiap stakeholder yang terkait saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana Covid-19 di Provinsi Riau. Dimulai dari tahap pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, maupun pada saat tanggap darurat. Seluruh stakeholder bekerjasama untuk menekan penularan Covid-19 maupun untuk menekan angka kematian yang diakibatkan oleh Covid-19 dengan mempersiapkan penyebaran vaksin maupun mempersiapkan rumah sakit di setiap daerah dalam menangani Covid-19. Kata Kunci: Keamanan Nasional, Koordinasi Lintas Sektor, Covid-19, Provinsi Riau
Peran Pemerintah dan Organisasi non-Pemerintah dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Erupsi Gunung Semeru Adela Oktavia Islami; Pujo Widodo; Ernalem Bangun; Herlina Juni Risma Saragih; Dimas Raka Kurniawan Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4339

Abstract

Abstrak Bencana merupakan salah satu ancaman yang dialami seluruh negara yang dapat mengganggu keamanan nasional. Salah satu bencana yang terjadi di Indonesia adalah erupsi gunung api yang dikarenakan letak Indonesia yang berada di cincin api Pasifik. Gunung semeru termasuk gunung api aktif yang berada di Indonesia yang baru saja mengalami erupsi pada 4 Desember 2021. Dengan adanya erupsi tersebut tentunya mengharuskan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, dikarenakan bencana erupsi Gunung semeru ini termasuk bencana yang besar, pemerintah memerlukan bantuan berbagai pihak salah satunya Organisasi Non- Pemerintah atau Non Government Organization. Maka, penelitian ini memiliki judul Peran Pemerintah dan Organisasi Non-Pemerintah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah Pemerintah berperan aktif dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru. Tidak hanya pemerintah, namun ada juga organisasi non-pemerintah yang membantu pemerintah dalam tahap pasca bencana ini. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan aktifitas masyarakat yang terdampak, dan organisasi non-pemerintah membantu pemerintah dalam membangun hunian sementara agar masyarakat dapat tinggal dilokasi yang sudah dipindah dari zona mera risiko bencana. Kata Kunci: Peran, Pemerintah, Organisasi Non-Pemerintah, Rehabilitasi, Rekonstruksi
Analisis Upaya Mitigasi Pemerintah Jakarta Utara untuk Menanggulangi Bencana Banjir Rob Guna Mendukung Keamanan Nasional Yanoveryarto Setio Putro; I Dewa Ketut Kerta Widana; Sarpono; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Dimas Raka Kurniawan Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4341

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penanggulangan banjir di Jakarta Utara untuk mendukung ketahanan nasional. Bencana merupakan salah satu bentuk ancaman nonmiliter terhadap keamanan nasional. Dalam membangun ketahanan nasional, bencana merupakan salah satu kriteria untuk menilai aman atau tidaknya suatu negara. Bencana mengancam kehidupan sosial masyarakat dominan dan pada gilirannya mengancam keamanan nasional. Ancaman yang dirasakan masyarakat Indonesia adalah meningkatnya frekuensi bencana yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jakarta Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi DKI Jakarta yang terancam banjir bandang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif yang mengkaji literatur sebagai sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk mitigasi yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, pembangunan sungai Kanal Banjir Barat dan Banjir Timur. Pembangunan dua sungai, Kanal Banjir Timur dan Banjir Barat, bertujuan untuk mengurangi kerusakan akibat banjir di Jakarta Utara. Kesimpulan dan rekomendasi dari studi ini adalah bahwa pemerintah perlu meningkatkan rencana kesiapsiagaan banjir mereka dan memastikan mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk melawan banjir di masa depan melalui mitigasi. Kata Kunci: Upaya, Pemerintah, Mitigasi, Banjir
Persebaran Wilayah Rentan Terdampak Perubahan Iklim Global di Kabupaten Lombok Tengah Clara Bilqis Florissa; Adi Subiyanto; Christine Sri Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4428

Abstract

Abstract This study about distribution of vulnerability area climate change impacts in Central Lombok, Indonesia. The design of research is used descriptive methods and qualitative research types. Spatial planning is closely related to disaster. Indonesia is a region that is very vulnerable to disasters, therefore in the preparation of spatial planning must always refer to the potential dangers or threats that exist in an area. One of the disasters that currently threatens Indonesia is climate change. Climate change is a problem that is faced by all people in the world, including Indonesia. Indonesia is an archipelago state, this situation makes Indonesia very vulnerable to the negative impacts of climate change. Climate change not only impacts the environment, but also has a direct impact on human life. Central Lombok is located on a small island which makes its territory more vulnerable to the impacts of climate change. Keywords: Climate Change, Disaster, Spatial Planning, Impact.
Penggunaan Teknologi Pesawat Tanpa Awak Sebagai Alat Pertahanan Perbatasan Indonesia Ahmad Faris Fauzan; Djayeng Tirto S; Achmed Sukendro; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4469

Abstract

Abstrak Perkembangan zaman yang semakin modern memunculkan ancaman-ancaman dengan bentuk baru terhadap keamanan dan pertahanan negara, termasuk di wilayah perbatasan. Adanya operasi mata-mata dengan perangkat satelit, penyelundupan kapal-kapal asing, masuknya terorisme, sabotase hingga penyadapan arus komunikasi dapat terjadi melalui wilayah perbatasan yang tidak dijaga dengan baik. Ancaman-ancaman tersebut mengganggu stabilitas keamanan Indonesia, hal tersebut berdasar karena Indonesia memiliki titik wilayah perbatasan yang cukup kompleks dengan negara-negara tetangga, namun tidak didukung dengan adanya personel cukup untuk menjaga setiap titik perbatasan, Untuk itu sebagai negara yang berdaulat sudah sepatutnya bagi Indonesia membuat strategi terkait pertahanan di wilayah perbatasan dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Penggunaan teknologi pesawat tanpa awak (drone) merupakan salah satu jawaban bagi bangsa Indonesia untuk dapat menjaga wilayah perbatasannya. Untuk itu Tujuan penelitian ini menganalisis sejauh mana penggunaan drone begitu penting dalam menjaga pertahanan perbatasan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan grup diskusi. Kata kunci: Pesawat Tanpa Awak (Drone), Ancaman, Pertahanan, Perbatasan Indonesia Abstract The development of an increasingly modern era has created new forms of threats to national security and defense, including in border areas. There are spying operations with satellite devices, smuggling of foreign ships, entry of terrorism, sabotage and wiretapping of communications can occur through border areas that are not properly guarded. These threats disrupt Indonesia's security stability, this is based on the fact that Indonesia has quite complex border points with neighboring countries, but is not supported by sufficient personnel to guard each border point. For this reason, as a sovereign country, Indonesia should make strategies related to defense in the border region by following the current developments. The use of unmanned aircraft technology (drones) is one of the answers for the Indonesian people to be able to guard their border areas. For this reason, the purpose of this study is to analyze the extent to which the use of drones is so important in maintaining the defense of Indonesia's borders. This study uses qualitative methods with library research data collection techniques and focus group discussions study. Keywords: Unmanned Aerial Vehicle (Drone), Threats, Defense, Indonesian Borders
Mencegah Konflik Antara Kelurahan Toboko-Mangga Dua Guna Mewujudkan Perdamaian Positif yang Berkelanjutan Dewi Oktafia Eka Putri; Ichsan Malik; I Gede Sumertha; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4489

Abstract

Abstrak artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya resolusi konflik yang dapat dilakukan untuk mencegah kemunculan konflik antara kedua kampung toboko dan mangga dua yang mungkin terjadi lagi di masa depan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Maluku Utara, pengumpulan data dilakukakan menggunakan studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian mengatakan bahwa konflik yang terjadi antara Toboko dan Mangga Dua ini begitu dinamis. Dapat dikatakan demikian karena konflik yang awalnya terjadi antara individu, yang saling ejek karena rivalitas pilwako, dan kemudian bereskalasi menjadi konflik antar kampung. Kata Kunci: Konflik, Perdamaian, Abstract This article aims to analyze how conflict resolution efforts can be made to prevent the emergence of conflicts between the two villages of Toboko and Mangga Dua that may occur again in the future. This research approach is qualitative with a descriptive research design. The research location in North Maluku, data collection was carried out using literature studies and documentation. The results of the study said that the conflict that occurred between Toboko and Mangga Dua was so dynamic. It can be said that this is because of the conflict that originally occurred between individuals, which ridiculed each other because of pilwako rivalry, and then escalated into a conflict between villages. Keywords: Conflict, Peace,
Analisa Konflik Lingkungan Hidup pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah ditinjau dari Perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) Dian Anggraini; Arifuddin Uksan; Kusuma; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5833

Abstract

Abstrak Nationally Determined Contribution (NDC) adalah sebuah alat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini sejalan dengan hasil dari Kesepakatan Paris yang disahkan pada tanggal 12 Desember dan diakui melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Kesepakatan Paris terhadap Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memulai Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) melalui Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024.. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Artikel ini akan menganalisa konflik lingkungan hidup pada program Food Estate di Kalimantan Tengah yang akan ditinjau dari perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) serta bagaimana kebijakan yang diterapkan dalam program Food Estate di kawasan hutan. Adapun artikel ini berfokus pada Program Food Estate yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen NDC karena dapat meningkatkan resiko deforestasi secara masif, ekosistem lahan gambut, musnahnya flora dan fauna karena mengonversi hutan menjadi lahan pertanian. Kata Kunci: Food Estate, Konflik Lingkungan Hidup, Nationally Determined Contribution (NDC) Abstract Nationally Determined Contributions (NDC) represent a policy instrument aimed at reducing greenhouse gas emissions. This policy aligns with the outcomes of the Paris Agreement ratified on December 12, as enshrined in Law No. 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. Amidst the Covid-19 pandemic, the government launched the Food Provision Enhancement Program in Central Kalimantan Province as a National Strategic Program (NSP) through the Food Estate Development Program from 2020 to 2024. The method used is qualitative research. This article will analyze environmental conflicts in the Food Estate program in Central Kalimantan which will be reviewed from the perspective of Nationally Determined Contribution (NDC) and how policies are implemented in the Food Estate program in forest areas. This article focuses on the Food Estate Program which is considered not in accordance with NDC commitments because it can increase the risk of massive deforestation, peatland ecosystems, loss of flora and fauna due to converting forests to agricultural land. Keywords: Food Estate, Environmental Conflict, Nationally Determined Contribution (NDC)
Gerakan Separatisme Spanyol Ditinjau dari Hukum Humaniter Internasional Shelvy Nujuliyani; Djayeng Tirto; Yulian Azhari; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5852

Abstract

Abstract Tulisan ini membahas tentang gerakan separatisme yang terjadi di spanyol ditinjau dari hukum humaniter internasional. Hukum ini merupakan seperangkat aturan yang mengatur tentang hukum konflik bersenjata, konflik bersenjata terbagi menjadi dua: konflik bersenjata internasional dan konflik bersenjata non-internasional. Gerakan separatisme termasuk pada konflik bersenjata non-internasional. Dalam bernegara, faktor ekonomi dan faktor politik menjadi penyebab utama atas munculnya gerakan separatisme bersenjata. Spanyol tidak luput dari gerakan separatisme di mana terdapat dua gerakan separatisme yaitu: kelompok Euskadi Ta Askatasuna (ETA) di Basque yang menggunakan cara kekerasan dan Catalonia dengan upaya referendumnya. Gerakan separatisme ini mampu diatasi oleh pemerintah Spanyol baik dengan hard-power atau soft-power dengan memberikan otonomi kepada dua wilayah tersebut. Kata Kunci: Gerakan Separatisme, Konflik, ETA, Referendum Catalonia, Pemerintah Spanyol
Analisis Budaya Damai Suku To Balo dan Masyarakat Desa Bulo Bulo Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Charizatul Janna Asdi Putri; Bambang Wahyudi; Anang Puji Utama; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6452

Abstract

Abstract This study aims to investigate the culture of peace between the Tobalo ethnic group and the community of Bulobulo village in South Sulawesi Province, Indonesia. Employing a qualitative approach, data were gathered through interviews, observations, and literature review. The research findings indicate that despite the Tobalo people's distinctive cultural markers, such as their prominent facial tattoos, they have deeply integrated with the surrounding community. A culture of peace is fostered through mutual respect for ethnic and cultural diversity, non-violent conflict resolution, tolerance for differences, and participation in democratic processes. The integration between the Tobalo ethnic group and the Bulobulo village community not only promotes social harmony but also strengthens the foundation for peaceful and prosperous coexistence. This underscores the importance of understanding and promoting a culture of peace as a basis for harmony among diverse communities. Keywords: Peace Culture, Desa Bulo Bulo, Tobalo Ethnic, Cultural Integration, Social Harmony   Abstrak Penelitian ini bertujuan menginvestigasi budaya damai antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Suku To Balo memiliki ciri fisik yang unik, yaitu pola kulit yang mencolok, mereka telah mengalami integrasi yang mendalam dengan masyarakat sekitar. Budaya damai tercipta melalui penghargaan terhadap keragaman suku dan budaya, penyelesaian konflik tanpa kekerasan, toleransi terhadap perbedaan, dan partisipasi dalam demokrasi. Integrasi yang terjalin antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo tidak hanya menciptakan harmoni sosial, tetapi juga memperkuat fondasi bagi kehidupan bersama yang damai dan sejahtera. Ini menegaskan pentingnya memahami dan mempromosikan budaya damai sebagai landasan untuk harmoni antar masyarakat yang beragam. Kata Kunci: Budaya Damai, Desa Bulo Bulo, Harmoni Sosial, Integrasi Budaya, Suku To Balo
Efektivitas Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Kearifan Lokal (Hukum Adat) di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Julianto Exel Allolayuk; Kusuma; Achmed Sukendro; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6484

Abstract

Abstrak Sebuah ketidaksesuaian terhadap adat-istiadat yang kemudian menjadi sebuah konflik, dapat menjadi ancaman terhadap kedamaian budaya dan adat. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik dapat menjadi cerminan ketahanan wilayah dalam masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal dan eksistensi budaya, kendala dalam implementasi hukum adat serta implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik guna mendukung ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti melakukan prosedur wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu: teori strategi, teori damai, teori konflik, konsep pencegahan konflik, konsep Conflict early Warning and Early Response System (CEWERS), serta konsep pertahanan negara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dipahami bahwa Implementasi hukum adat Masyarakat Mamasa yang meresolusi delik/pelanggaran adat yang berujung konflik ini dipahami sebagai jalur yang tepat sasaran. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang dimaknai akan media yang tidak hanya menyelesaikan masalah namun sekaligus mendamaikan berbagai hal yang saling berkaitan. Implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik adat yang terjadi di Masyarakat Mamasa bukan hanya sekedar memberikan sanksi adat yang membiaskan efek jerah terhadap pelaku, akan tetapi juga memulihkan nilai dan norma yang masyarakat pegang dalam kehidupannya. Kembalinya tatanan nilai dan norma seperti sediakala tentu saja menimbulkan kedamaian bagi kearifan lokal serta eksistensi budaya yang merupakan cerminan suatu ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah yang di dalamnya terdapat aspek sosial budaya inilah yang menjadikan Wilayah adat Rumpun Toraja secara khusus dan Kabupaten Mamasa secara umum dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan nasional. Kata Kunci: Konflik, Hukum Adat, Kearifan Lokal, Kabupaten Mamasa
Co-Authors Abdul Razzaq Matthew Aditya Abyan Baihaqi Achmed Sukendro Adela Oktavia Islami Adityo Santoso Admiral Musa Julius Sipahutar Adnan Madjid Adriyanto, Agus Agus H. Sulistyono Reksoprodjo Ahmad Faris Fauzan akbar dwi putra Akbar Zakaria Alexander Lendie Nicholas Ali Rahmat Alif Fadzilatus Siti Arofah Alif Hanugrah Insan Nanda Pratama Amarulla Octavian Amelia Widya Octa Kuncoro Putri Anang Puji Utama Andi Sutomo Andryman, Andryman Annisa Rahma Dini Anwar Kurniadi Aprianto Trianggoro Putro Argo, Henrikus Jatining Wahyu Arifuddin Uksan Armita Arvanti Bagus Satrio Wicaksono Bambang Wahyudi Bayu Dwi Welasasih BAYU SETIAWAN Berton Suar Pelita Panjaitan Bhakti, Dahan Cendikia bhaskara, muhammad surya Brian Warbung Charizatul Janna Asdi Putri Christine Sri Marnani Clara Bilqis Florissa Deasy Mediawaty Deffi Ayu Puspito Deffi Ayu Puspito Sari Desi Natalia Sihombing Desratri Timur Tresnanti Desta Lesmana Musthofa Dewi Oktafia Eka Putri Dewi Oktafia Eka Putri Dian Anggraini Dian Ayu Ruspita Dian Ruspita Dimas Raka Kurniawan Putra Djayeng Tirto Djayeng Tirto S Djoko Andreas Navalino Dudih Ernawan Dwi Jati Marta Dwi Marliyawati Eko G Samudro Elias Daton Kopong elintia, elintia Enny Astuti Eri Radityawara Hidayat Ernalem Bangun Ester Nataliana Fauzi Bahar Fitri Angelia Hartati Sinambela Gustin Restu Pangestu Halomoan Freddy Sitinjak Alexandra Hana Putra Haryadi Haryadi Hasna Moraina Rizkiyani Hendrin Agus Franciscus Hia Heridadi Heridadi , Heridadi Heridadi Heridadi Herlina J Saragih Herlina JR Saragih Herlina Juni Risma Saragih Heru Yoga Pamungkas I Dewa Ketut Kerta Widana I Gede Sumertha I Gede Sumertha K.Y I Gede Sumertha Kusuma Yanca I Gede Sumertha KY I. Gede Sumertha Ichsan Malik IDK Kerta Widana IDK Kertra Widana Ikhwan Syahtaria Indra Mardeni Inshan Padillah Irwan Triadi Jeko Spastyono Julianto Exel Allolayuk Kadek Deddy Tara Kusuma Kusuma , Kusuma Kusuma Kusuma Kusuma, Kusuma Larissa Jusivani Lasmono Legowo, Endro Lilik Kurniawan M. Adnan Madjid Mahesswara, Kadek Bayu Prabha Mella, Stellar Nube Miftakhudin Ahmad Mochammad Ferdion Firdaus Mohamad Fahmi Mohamad Ikhwan Syahtaria Muh. Ikram Nur Ilahi Muhammad Amiruddin MUYASSAROH Muyassaroh Muyassaroh Nourma Wahyu Andriani Novky Asmoro Nurul Fatin Muhardika Mansyur Nurul Mutmainnah Jamil Onggo Cahyo Wibowo Paji Suwarno Pamungkas Wicaksono Prakoso, Lukman Yudho Priyanto Priyanto Puguh Santoso Ramelan, Michael Sanrio Ras, Abdul Rivai Rasid Priesdiantoro Resmanto Widodo Putro Ridha Ayu Rachmawati Riyadl, Ahmad Rizki Putri Robertus Heru Triharjanto Said, Budiman Djoko Sakinatunnafsih Anna Salsa Firdausiah Sarpono Say Marina Octavia Setiawan, Sony Shelvy Nujuliyani Shofia Rakhma Sihite, Ganda Martunas Siti Sarah Sobar Sutisna Sovian Aritonang Subiyanto, Adi Sugeng Tri Utomo Supriyadi, Asep Adang Susaningtyas Nefo H. Kertopati Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati Suwarno, Panji Syamsul Maarif Syamsunasir Syamsunasir Syamsunasir Thania Novita Damayanti Hutagaol Timbul Siahaan Tri Panca Titis Abriansyah Trismadi Trismadi Uly Maria Ulfah Wely Pasadena Widana, IDK Kerta Widodo Widodo Widodo Widodo Wilopo Wilopo Wilopo Wilopo Wita Agustina Yanoveryarto Setio Putro Yono Reksoprodjo Yuliana Anggun Pertiwi Yunias Dao Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi Yusuf Ali Zhafirah Azzahra Juniusyani Zulfikar Naftali