p-Index From 2021 - 2026
8.355
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Indonesia Nurse Media Journal of Nursing Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal NERS Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Indonesian Journal of Nursing Health Science Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (Indonesian Nursing Scientific Journal) Media Keperawatan Indonesia JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Faletehan Health Journal NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Keperawatan Suaka Insan Jurnal Smart Keperawatan Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Jurnal 'Aisyiyah Medika JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Menara Medika Jurnal Kesmas Asclepius Jurnal Mitra Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research Jurnal Promotif Preventif MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian JRKN Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Jurnal Keperawatan Elevate : The International Journal of Nursing Education, Practice and Research Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Health Gate Holistik Jurnal Kesehatan NERS Jurnal Keperawatan Jurnal Info Kesehatan International Journal Of Pedagogical Novelty (IJOPNOV) Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Edukasi yang Dipimpin Perawat (Nurse-Led) Terhadap Kualitas Hidup Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner: Systematic Review Aprilia, Nita; Nurachmah, Elly; Maria, Riri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14556

Abstract

ABSTRACT Patient management that is led, organized, and carried out by nurses or Nurse-led is proven to be able to improve self-management, prevent rehospitalizations and improve the quality of life in coronary heart disease (CHD) patients. It is necessary to review further the educational interventions provided to improve the quality of life in CHD patients. The aim of this study was to determine the effect of nurse-led educational interventions to improve the quality of life in CHD patients. Systematic review of four databases: PubMed, Scopus, ProQuest and ScienceDirect. Articles spanning the last 10 years with experimental designs were searched. Education led by nurses to explain quality of life in CHD patients is mostly long term, namely more than 6 months. However, all of them can significantly improve the quality of life of CHD patients with significance values of p<0.05 and p<0.001. Nurse-led education has proven to be effective in improving the quality of life in CHD patients. Future research is expected to develop the implementation of continuous nurse-led education to improve functional capacity and quality of life and further reduce the number of disability-adjusted life years (DALYs) in CHD patients. Keywords: Coronary Heart Disease; Coronary Artery Disease; Acute Coronary Syndrome; Myocardial Infarction; Angina; Percutaneous Coronary Intervention ABSTRAK Pengelolaan pasien yang dipimpin, diatur dan dilakukan oleh perawat atau nurse-led terbukti dapat meningkatkan manajemen diri, mencegah kejadian rawat inap berulang dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK), perlu ditinjau lebih lanjut terkait implementasi edukasi yang diberikan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien PJK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi edukasi yang dipimpin oleh perawat untuk meningkatkan kualitas hidup pada pasien PJK. Systematic review pada empat database: PubMed, Scopus, ProQuest dan ScienceDirect. Artikel dalam rentang waktu 10 tahun terakhir dengan desain eksperimental ditelusuri. Edukasi yang dipimpin oleh perawat untuk peningkatkan kualitas hidup pada pasien PJK sebagian besar bersifat jangka panjang, yaitu lebih lebih dari 6 bulan. Meskipun demikian, seluruhnya secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien PJK dengan nilai signifikansi yaitu p<0,05 dan p<0,001. Edukasi yang dipimpin perawat (nurse-led) terbukti efektif untuk meningkatan kualitas hidup pada pasien PJK. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan implementasi edukasi yang dipimpin oleh perawat secara berkesinambungan untuk meningkatkan kapasitas fungsional dan kualitas hidup serta lebih lanjut menurunkan angka disability-adjusted life years (DALYs) pada pasien PJK. Kata kunci: Penyakit jantung koroner; Penyakit arteri koroner; Sindrom Koroner Akut; Infark Miokard; Angina; Intervensi Koroner Perkutan.
Support Group for Patients with Cardiovascular Diseases and How to Build Intimation Within Them: A Literature Review Cahyati, Ai; Nurachmah, Elly; Masfuri, Masfuri; Siregar, Kemal N.
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.17277

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease (CVD) is a deadly disease and patients need to adhere to a self-care management program for the rest of their lives. Many patients fail to maintain their condition and require re-hospitalization which is assumed due to lack of support. Support groups are a continuity of care effort for patients with cardiovascular disease that are useful as a place for sharing, education, and recreation. This paper aims to gather information and analyze evidence-based information regarding the role of support groups for cardiovascular patients and how to build intimacy in these support groups. The method is based on a literature review of relevant databases surrounding intimacy in support groups for patients with cardiovascular disease. The results of the study showed that support group activities can be organized by peer groups or professional groups which are carried out online or offline. The success of a support group as a medium for changing patient behavior depends on the intimacy/closeness that is formed within the group itself. The intimacy that can be seen from members feeling the need for a support group is the potential for support group activities to last a long time. A support group with a climate of intimacy has been formed to provide continuity of care for cardiovascular disease patients. Support groups that have established intimacy between group members are very necessary for patients with CVD to increase compliance and prevent readmission. Keywords: Support Group; Intimacy; Cardiovascular Disease
PENGALAMAN PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSJPD HARAPAN KITA TERHADAP PERAWATAN DIRINYA DI RUMAH: STUDI FENOMENOLOGI Widiastuti, Ani; Nurachmah, Elly; Sekarsari, Rita; Budi, Indra
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i2.5789

Abstract

Gagal jantung menjadi masalah kesehatan yang progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang. Tingginya angka readmission juga menyebabkan tingginya biaya perawatan yang harus dikeluarkan, oleh karena itu diperlukan pendekatan penanganan yang baik dengan meningkatkan efektifitas perawatan diri di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman yang mendalam tentang pengalaman, kebutuhan dan harapan pasien gagal jantung dalam melaksanakan perawatan dirinya (self care) di rumah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan diambil dengan cara purposive sampling sebanyak delapan orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan membuat pertanyaan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah Colaizzi sehingga dapat disimpulkan tema-tema sesuai pengalaman partisipan. Dari hasil analisa data ditemukan dua belas tema utama yaitu : (1) pengetahuan gagal jantung (2) Tanda dan gejala yang dialami (3) respon terhadap penyakit (4) mengatur pola makan (5) mengkonsumsi obat (6) olah raga dan aktifitas (7) kontrol ke dokter (8) hambatan yang dihadapi (9) dukungan keluarga (10) dukungan informasi (11) sumber informasi (12) harapan pasien. Melalui penelitian ini, kebutuhan pasien, kesulitan yang dihadapi serta harapan terhadap perawatan dirinya dapat teridentifikasi dengan jelas. Pasien gagal jantung yang melakukan perawatan diri di rumah membutuhkan dukungan keluarga serta dukungan informasi untuk dapat menjalankan program pengobatan dengan baik. Melalui penelitian ini dapat direkomendasikan untuk disusun media edukasi dan informasi yang dapat memudahkan pasien gagal jantung dalam melakukan perawatan dirinya di rumah sehingga harapan pasien untuk dapat ditangani dengan baik dapat terlaksana.
Peran edukasi terstruktur dalam program discharge planning untuk meningkatkan efikasi diri pada pasien bedah jantung: A systematic review Nisaa, Mariani; Nurachmah, Elly; Maria, Riri; Waluyo, Agung; Adam, Muhamad
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1665

Abstract

Background: Patients undergoing cardiac surgery often experience decreased self efficacy in managing their health condition, which can complicate recovery and reduce quality of life. Structured discharge planning programs provide ongoing support and instruction, which can help patients improve this self-efficacy. Purpose: To examine the role of structured education within discharge planning programs in improving self-efficacy in cardiac surgery patients. Method: This systematic review used PRISMA guidelines and included data published between 2020 and 2025 from the following databases: PubMed (n = 404), Science Direct (n = 24), ClinicalKey for Nursing (n = 769), Sage Journals (n = 47), ProQuest (n = 1063), and Wiley (n = 97). Results: Nine of the ten studies showed that patients who received structured discharge planning interventions, whether through direct instruction, technology (phone, WhatsApp, and augmented reality/AR), or home care, had higher levels of self efficacy. Furthermore, this intervention reduced readmission rates, depression, anxiety, and fatigue. Conclusion: A structured discharge planning program is effective in improving patient self efficacy after cardiac surgery and provides additional benefits on psychological aspects and quality of life. This program can be consistently implemented in patients undergoing cardiac surgery. Suggestion: Further research should be conducted in hospitals in Indonesia to determine the success of structured discharge planning in improving the self efficacy of cardiac surgery patients by linking local culture, family roles, and health systems.   Keywords: Cardiac Surgery; Discharge Planning Program; Patients; Self Efficacy; Structured Education.   Pendahuluan: Pasien yang menjalani operasi jantung sering mengalami penurunan efikasi diri dalam mengelola kondisi kesehatan pasien sendiri, yang dapat mempersulit pemulihan dan menurunkan kualitas hidup. Program rencana pemulangan terstruktur memberikan dukungan dan instruksi yang berkelanjutan, dapat membantu pasien meningkatkan efikasi diri. Tujuan: Untuk mengkaji peran edukasi terstruktur dalam program discharge planning untuk meningkatkan  efikasi diri pada pasien bedah jantung. Metode: Penelitian systematic review menggunakan pedoman PRISMA, diterbitkan dari tahun 2020-2025 dari database: PubMed (n = 404), Science Direct (n = 24), ClinicalKey for Nursing (n = 769), Sage Journal (n = 47), ProQuest (n = 1,063), dan Wiley (n = 97). Hasil: Sembilan dari sepuluh penelitian menunjukkan, bahwa pasien yang menerima intervensi discharge planning terstruktur baik melalui instruksi langsung, teknologi (telepon, WhatsApp, dan Augmented Reality/ AR), atau home care mempunyai tingkat efikasi diri yang lebih tinggi. Selain itu, intervensi ini mengurangi jumlah rawat inap ulang, depresi, kecemasan, dan kelelahan. Simpulan: Program discharge planning dengan edukasi terstruktur efektif dalam meningkatkan efikasi diri pasien pascaoperasi jantung dan memberikan manfaat tambahan pada aspek psikologis dan kualitas hidup. Program ini dapat menjadi implementasi pada pasien yang menjalani operasi jantung secara konsisten. Saran: Penelitian lebih lanjut harus dilakukan di rumah sakit di Indonesia untuk mengetahui keberhasilan discharge planning terstruktur dalam meningkatkan efikasi diri pasien bedah jantung dengan mengaitkan budaya lokal, peran keluarga, dan sistem kesehatan.   Kata Kunci: Bedah Jantung; Edukasi Terstruktur; Efikasi Diri; Pasien; Program Discharge Planning.
The Effect of the Intervention Islamic Resilience Model on Blood Pressure and Spiritual Well-Being of Hypertensive Patients Sukarmin, Sukarmin; Nurachmah, Elly; Yona, Sri; Gayatri, Dewi; Aryani, Ratna; Awaludin, Sidik
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.3.14850

Abstract

Hypertension remains a disease that poses a problem in all countries. WHO reports that there are still 1.28 billion hypertensive patients worldwide. The aim of this study was to determine the effect of Islamic emotional resilience on blood pressure and spiritual well-being. This study used the RCT method involving 100 hypertensive patients, consisting of 50 respondents in the intervention group and 50 in the control group. The intervention group received an Islamic resilience model intervention for 3 weeks, while the control group continued taking antihypertensive medication. The study results showed a significant effect of the Islamic emotional resilience model on systolic blood pressure (p = 0.00), diastolic blood pressure (p = 0.00), and spiritual well-being (p = 0.00). In the control group, there was a significant difference in systolic blood pressure before and after (p = 0.00), diastolic blood pressure (p = 0.00), and spiritual well-being (p = 0.129). Islamic emotional resilience serves as an important complementary measure in the management of hypertensive patients
Experiences and Perceptions of Diabetes Patients and Families in Implementing Diabetic Self-Care: A Qualitative Study Diani, Noor; Nurachmah, Elly; Dahlia, Debi; Martha, Evi; Setyowati, Setyowati; Nafi’ah, Rizka Hayyu; Noor, M. Fakhruddin
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.3.14917

Abstract

Diabetic patients experience various challenges in adhering to self-care practices, such as glucose monitoring, diet management, and physical activity, that require a continuum of care. The study aimed to explore the experiences and perceptions of diabetic patients regarding self-care and the factors that influence their adherence. The study used a qualitative method with a phenomenological approach, involving five participants from South Kalimantan. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and analysed using the Colaizzi method to identify key themes reflecting self-care experiences. The study results showed that the five participants' understanding of self-care was still diverse, especially regarding glucose monitoring and physical activity. Family support was a significant factor in improving self-care adherence, although the family's understanding of diabetes management sometimes hindered these efforts. Other barriers included limited healthcare access, high-cost medication, and monitoring devices. In addition, participants showed optimism towards future health, but were concerned about the sustainability of self-care practices in the long term. The importance of diabetes management programmes that involve education for patients and families, and policies that support more affordable access to healthcare. A comprehensive approach to diabetes management, including family and community support, can improve patient adherence to self-care and quality of life.
Perilaku Keluarga Terhadap Kesehatan dan Keadaan Sakit Elly Nurachmah
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 1 No 4 (1998): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v1i4.86

Abstract

Keluarga merupakan kelompok utama yang mengupayakan pencegahan, dan mempertahankan kesehatan, serta merupakan pemeran utama dalam member asuhan kepada anggotanya yang sedang mengalami sakit.Perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan dianggap telah mengurangi wibawa dan kewenangan keluarga dalam membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan anggota keluarga yang sedang sakit.Pelibatan tim keperawatan secara dini dapat membantu klien kanker payudara dan keluarganya untuk meningkatkan fungsi keluarga dalam mempertahankan tingkat kesehatan keluarga dan dalam mempertahankan hubungan klien – dokter yang seimbang dan dua arah. A family is a main group to prevent, and to maintain the status of family health. The family also is a key role to provide care to its members.The development in health science and technology has been perceived as to decrease family integrity and authority in making important member’s illness related decisions.Early involvement from nurses enables families and patients with breast cancer to increase family functioning in maintaining family health status, and to keep a balanced and two way patient-physician relationship.
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Sukarmin Sukarmin; Elly Nurachmah; Dewi Gayatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

risk  walking  exercise  merupakan  salah  satu  bentuk  moderate  aerobic  exercise  yang direkomendasikan oleh ahli jantung di Amerika dan Eropa sebagai salah satu perubahan  gaya  hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui adanya pengaruh brisk walking exerciseterhadap  tekanan darah pasien hipertensi  di Kudus. Penelitian dilakukan pada  penderita hipertensi  di unit rawat jalan dua rumah sakit di Kudus dengan metode  penelitian eksperimen randomized control trial (RCT) dengan pendekatan pre dan post with control. Penelitian dilakukan pada  42 responden ( 21 responden kelompok kontrol dan 21 kelompok intervensi). Hasil uji paired t test perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok kontrol menunjukan adanya nilai yang bermakna (p= 0,000 dan p=  0,026;   α  =  0,05).  Untuk  itu  perlu  adanya  penerapan brisk  walking  untuk  penatalaksanaan hipertensi di rumah sakit maupun puskesmas (komunitas).
Intervensi Terapi Musik Terhadap Penurunan Tingkat Cemas Pada Pasien Penyakit Kardiovaskular : Systematic Review Haris Fadjar Setiawan; Elly Nurachmah; Anggri Noorana Zahra; Agung Waluyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43064

Abstract

Cardiovascular disease is often characterised by symptoms such as chest pain, palpitations, dyspnoea, excessive sweating, trembling, dizziness, and somatic symptoms such as pain and fatigue. In addition to physical problems, cardiovascular patients also often face psychological disorders, especially anxiety. High levels of anxiety in these patients can hinder the treatment process and worsen their condition. One effective nonpharmacological therapy to reduce anxiety in cardiovascular patients is music therapy, which can help calm and relax patients. Aim: to describe whether music therapy intervention is effective in reducing anxiety levels in cardiovascular patients. Methods: the writing of this article uses a systematic review conducted through a search strategy on 4 databases namely Scopus, scince direct, Pubmed, and Clinical key with a total of 3,824 articles obtained. The articles were then filtered based on inclusion and exclusion criteria to leave 5 articles. A total of 5 articles that met the criteria were then subjected to critical appraisal using the JBI Critical Appraisal Checklist guidelines. Results: In general, this systematic review shows that music therapy intervention is effective in reducing the anxiety level of cardiovascular patients.
Family matters and readiness in disaster training: a descriptive qualitative study on nurses’ willingness to respond Kimin, Amelia; Nurachmah, Elly; Putri, Arcellia Farosyah; Gayatri, Dewi; Lestari, Fatma; Afriyanti, Yati; Supartono, Basuki; Sujianto, Untung
Jurnal Ners Vol. 21 No. 1 (2026): VOLUME 21 ISSUE 1 (FEBRUARY 2026)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v21i1.78266

Abstract

Introduction: The increasing frequency and impact of disasters requires nurses to be adequately prepared and willing to respond. Previous studies have suggested that knowledge and skills alone are insufficient predictors of willingness to respond. This study aimed to explore factors influencing nurses’ willingness to respond to disasters beyond knowledge and skills and to identify strategies to enhance this willingness through disaster training. Methods: A qualitative descriptive study design was used. Data were collected from May to July 2020 through semi-structured interviews (n = 9) and focus group discussions (n = 10) involving nurses with earthquake response experiences in Indonesia. The participants were recruited using purposive and snowball sampling. Data were analyzed manually following Doyle’s qualitative descriptive approach to generate codes, categories, and themes. Results: Two major themes were identified: (1) dilemma in family matters, consisting of professional commitment, family safety, and family support; and (2) readiness to respond, including unprepared feelings and the role of disaster training. Family well-being emerged as a prerequisite for deployment, while realistic and simulation-based disaster training was perceived as essential for strengthening psychological readiness. Conclusions: Nurses’ willingness to respond to disasters is influenced not only by their knowledge and skills, but also by family related considerations and psychological preparedness. Disaster training programs should integrate family preparedness components and realistic simulation-based learning to enhance nurses’ readiness and willingness to respond effectively.
Co-Authors Achmad Rif&#039;at Adam, Muhamad Adang Bachtiar Afriyanti, Yati Agung Waluyo Agus Susanto Ahmad Asyrofi, Ahmad Alfhy Septiana Ningsih Allenidekania Allenidekania Amanah, Dinny Atin Andreiani, Fransisca Yuli Anggri Noorana Zahra Anggri Noorana Zahra Ani Widiastuti, Ani Anjarwati, Nurul APRILIA, NITA Apriyanti, Efa Ariyanti Saleh Arman Harahap Aryani, Denissa Faradita Astuti Yuni Nursasi Azhari Baedlawi Azidin, Yustan Bahua, Jamal Basuki Supartono Bawa, Ngakan Nyoman Rai Bengu Ndona, Maria Fulgensia Bertiana, Bertiana Besral . Bietris Warisyu Budi, Indra Budiharto . Budiharto ., Budiharto Budiharto Budiharto Budiharto Budiharto Budiman Budiman Budiyarti, Yuliani Cahyaningrum, Devy Novita Cahyati, Ai Cholis, Eko Prastyo Cut Sarida Pompey Dahlia, Debi Dahlia, Debie - Dandi Oka Subantara Desmalayati, Desmalayati Deswita Devi Susanti Devi Susanti Devie Dian Wahyuni Devie Dian Wahyuni Dewi Gayatri Dewi, Sasmita Dikha Ayu Kurnia Dudut Tanjung Dwi Novitasari Dwi Novitasari Dwitanta, Sucipto Eddy Rosfiati Edy Soesanto Elfrida Ratnawati Elsye Maria Rosa Elsye Maria Rosa Era Dorihi Kale Ermeisi Er Unja Ernalinda Rosya Erwin Erwin Eryando, Tries Evi Martha Fahmi, Ismail Fakrul Ardiansyah Fakrul Ardiansyah Fakrul Ardiansyah Fatma Lestari Fitri Wulandari Gde Yasa Antarika Gipta Galih Widodo Gitalia Putri Medea Gupta, Prateek Hanny Handiyani Haris Fadjar Setiawan Harmilah Harmilah Hening Pujasari Herawati Azies Heri Kristianto Hilman Syarif Hiryadi Hiryadi Hiryadi, Hiryadi I Made Kariasa I Nengah Adiana Ihsanidar, Yuniyas Imami Nur Rachmawati Ismail Fahmi Ismail Fahmi Janno Sinaga Jaya, Irvantri Aji JOKO NUGROHO Josua Edison Mangole, Josua Edison Junaiti Sahar Kadek Ayu Erika Kemal N. Siregar Kimin, Amelia Latifah Latifah Liya Arista Luciana Kabang Mansyur4, Muchtarudin Maria, Riri Maria, Riri Marlina, Marlina, Masfuri - Mediawati, Ati Surya Meisa Ndari, Arni Budi Muchtaruddin Mansyur Muhamad Adam Muhamad Adam Muhamad Adam Muhamad Adam Muhamad Adam Muhammad Adam Muhammad Adam Muhammad Judha Muhammad Mulyadi Muhammad Syafwani Muhsinin , Muhsinin Muhsinin Muhsinin, Muhsinin Murni, Elita Murtiwi Murtiwi Mustikasari Mustikasari Mutarobin Mutarobin Nafi'ah, Rizka Hayyu Nafi’ah, Rizka Hayyu Nana Rochana, Nana Nandang A. Waluya Neli Mariani Nisaa, Mariani Noor Diani Noor, M. Fakhruddin Nova, Prima Agustia Nuniek Nizmah Fajriyah Nurhasty, Srie Wulan Oktovin, Oktovin Prasestiyo, Hamudi Prima Agustia Nova Prima Agustia Nova Pristya, Ifana Yunike Putri, Arcellia Farosyah Rabikun, Rahmansyah Rai Bawa, Ngakan Nyoman Ramoo, Vimala Ratna Aryani Ratna Aryani Revani Hardika Ridho Kunto Prabowo Ristonilassius Ristonilassius Rita Sekarsari Rita Sekarsari Roma Tao Toba MR Rosakawati Rosakawati Rr Tutik Sri Hariyati Ryandini, Felicia S Notoatmojo S., Chiyar Edison Sabarinah Prasetyo Saharuddin Santi Apriyani Sari Mulyati Sekarsari, Rita Septi Kurniasari Setyowati Setyowati Sidik Awaludin Sidik Awaludin Sidik Awaludin Sigit Mulyono Sitti Syabariyah Solly Aryza Sri Yona Sri Yona St Khadijah Hamid Sukarmin SUKARMIN Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sungkono Surayani As'ad Susilawati Susilawati Sutanto Priyo Hastono Syafwani Syafwani Tori Rihiantoro Tri Cahyo Sepdianto Tris Eryando Tuti Herawati Tuti Herawati Tuti Nuraini Tuti Nuraini Untung Sujianto Veny Hadju Wahadi Wahadi, Wahadi Wardin, Rany Novia Wayunah Wayunah Widaningsih, Widaningsih Wiratmo, Puji Astuti Yanti Cahyati Yeni Agustin Yeni Rustina Yulia Yulia Yuningsih Yuningsih Yuniyas Ihsanidar Yustina, Ina Yuyun Tafwidhah Zulfa Zulfa