Articles
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS OUTDOOR ADVENTURE EDUCATION TERHADAP KECERDASAN SPASIAL
Bigharta Bekti Susetyo;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 12: Desember 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.643 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i12.10326
Spatial thinking close to geography. Geography have fundamental essentials concept, principle and geographycal approach which is part of spatial thinking. It consequence of geographical students have to enhance spatial thinking actually. This reseach to approve influence of Problem Based Learning with Outdoor Adventure Education to geographical spatial thinking. Type of this reseach is quasy experiment. Subject of this reseach is geographycal student class 2015. Measurement of this reseach use gainscore from five essay question of spatial thinking. Result of this reseach showed that gainscore of spatial thinking in control class 11,17 or increase 24,14% and experiment class 18,17 or increase 41,77%. The result also showed that at hipotesis T test, Problem Based Learning with Outdoor Adventure Education influencing geographical spatial thinking.Kecerdasan spasial merupakan suatu hal yang melekat dalam geografi. Pembelajaran geografi memiliki konsep dasar, prinsip dan pendekatan yang terkait dengan spasial/keruangan. Peserta didik seharusnya selain memiliki kecerdasan spasial juga harus mengembangkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Problem Based Learning berbasis Outdoor Adventure Education terhadap kecerdasan spasial geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Pengukuran kecerdasan spasial dilakukan dengan tes esai yang kemudian dianalisis dari hasil gainscore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gain score kecerdasan spasial pada kelas kontrol 11,17 atau meningkat 24,14% dan kelas eksperimen 18,17 atau 41,77%. Pada uji T sebagai uji hipotesis membuktikan bahwa pembelajaran Problem Based Learning berbasis Outdoor Adventure Education memiliki pengaruh terhadap kecerdasan spasial geografi.
Pembelajaran Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal dengan Model Experiential Learning
Bunga Dwi Immaniar;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.398 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12431
Abstract: Environmental damage that occurs on earth is caused by human activities. Human activities that use the environment excessively cause the environment to be damaged. These activities describe human attitudes and behavior that are low in environmental preservation. Low human behavior towards the environment can be improved through education through environmental learning. Environmental learning takes the form of real learning activities to gain knowledge through everyday life. Environmental learning in everyday life is obtained through local wisdom to improve environmental care behavior. The purpose of this study was to determine the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model. The study design included the participation of students using local wisdom-based environmental learning through the Experiential Learning model.Abstrak: Kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang memanfaatkan lingkungan secara berlebihan menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Aktivitas tersebut menggambarkan sikap dan perilaku manusia yang rendah dalam pelestarian lingkungan. Perilaku manusia yang rendah terhadap lingkungan dapat diperbaiki melalui pendidikan melalui pembelajaran lingkungan. Pembelajaran lingkungan berupa kegiatan belajar secara nyata untuk memperoleh pengetahuan melalui kehidupan sehari-hari. Pembelajaran lingkungan dalam kehidupan sehari-hari didapatkan melalui kearifan lokal untuk meningkatkan perilaku peduli lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi peserta didik menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning. Desain penelitian terdapat partisipasi peserta didik yang menggunakan pembelajaran lingkungan berbasis kearifan lokal melalui model Experiential Learning.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA
Aris Yulianto;
A. Fatchan;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.3, Maret 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.479 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i3.8729
The purpose of the research is to increase learning activities and learning outcomes students at MTs Sunan Kalijogo. the research is a class action (class action research) were conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. The samples were students of class VII-A second semester of academic year 2014—2015 MTs Sunan Kalijogo the number of students 25 people. The results showed that the students' learning activeness increased learning from the first cycle to the second cycle. Increased student activity occurs because of the learning by applying the model of project based learning is an active student based lesson study to work on worksheets, preparing and completing project tasks with his group. This shows that the project based learning ability increase learning activities and learning outcomes students.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa di MTs Sunan Kalijogo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri atas tiga pertemuan. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A semester genap tahun pelajaran 2014—2015 MTs Sunan Kalijogo dengan jumlah siswa 25 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan belajar dari siklus I ke siklus II. Peningkatan keaktifan siswa terjadi karena dalam pembelajaran dengan menerapkan model Project Based Learning berbasis Lesson Study siswa aktif untuk mengerjakan LKS, menyusun dan menyelesaikan tugas proyek bersama kelompoknya. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa.
PARTISIPASI MAHASISWA GEOGRAFI TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM KAJIAN KOTA HIJAU (GREEN CITIES)
Noviani Nurkolis;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 11: November 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.416 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i11.10224
Human activities such as the conversion of agricultural land to unsustainable development, forest burning, environmental pollution and environmental indifference are factors of environmental damage. Low knowledge of environmental conservation requires education as a forum to improve the quality of human resources to be environmentally conscious. The purpose of this research is to know the participation of geography student toward environmental conservation through model of project based learning in green city study. The research design is a quasi experiment with observation data collection techniques, interviews and questionnaires analyzed using independet sample t-test. The result of research is the participation of geography student toward environmental conservation through model of project based learning in green city study.Aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan pertanian menjadi pembangunan yang tidak berkelanjutan, pembakaran hutan, pencemaran lingkungan dan sikap acuh terhadap lingkungan menjadi faktor kerusakan lingkungan. Rendahnya pengetahuan terhadap pelestarian lingkungan mengharuskan pendidikan sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia agar peduli lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi mahasiswa geografi terhadap pelestarian lingkungan melalui model project based learning dalam kajian kota hijau. Desain penelitian yaitu eksperimen semu dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan angket yang dianalisis menggunakan independet sample t-test. Hasil penelitian terdapat partisipasi mahasiswa geografi terhadap pelestarian lingkungan melalui model project based learning dalam kajian kota hijau.
Arsitektur Rumah Balla Lompoa Galesong Suku Makassar sebagai Sumber Materi Geografi Budaya
Syamsuriadi Syamsuriadi;
I Komang Astina;
Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13063
Abstract: The purpose of this study was to describe the meaning of the balla lompoa symbol Galesong in the Makassar tribe while still looking at the geographic context behind the shape of the balla lompoa house. This type of research is qualitative descriptive using an ethnographic approach with a perspective of symbolic interaction. The results of this study indicate that the symbols on balla lompoa have a meaning that is guided by the philosophy of the Makassar tribe, namely sulapa appaka (square). The form of balla lompoa Galesong Makassar tribe is also motivated by the location of the Galesong region which is the coastal area of the Makassar Strait. The meaning and value of the balla lompoa is very relevant to be used as a source of material in the Culture Geography Course, Department of Geography, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Makassar State University.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbol balla lompoa di Galesong pada suku Makassar dengan tetap melihat konteks geografi yang melatarbelakangi bentuk rumah balla lompoa itu. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan etnografi dengan perspektif interaksi simbolik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol pada balla lompoa memiliki makna yang berpedoman pada falsafah suku Makassar yaitu sulapa appaka (persegi empat). Bentuk balla lompoa Galesong Suku Makassar juga dilatarbelakangi oleh letak wilayah Galesong yang merupakan wilayah pesisir pantai selat Makassar. Makna dan nilai balla lompoa tersebut sangat relevan untuk dijadikan sumber materi pada matakuliah Geografi Budaya Jurusan Geografi Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar.
Pengaruh Gender terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Program IPS pada Mata Pelajaran Geografi
Wahyu Wardani;
I Komang Astina;
Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.514 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.11786
Abstract: This research was aimed to determine the effect of gender on the ability and the difference of critical thinking skills. Data collection methods used a test of critical thinking skills with essays to 71 students. It consists of 35 male and 36 female students. The analysis of the test result is done using descriptive quantitative. The result shows that gender has a weak effect on critical thinking skills. Gender has a high enough influence on critical thinking skills with correlation coefficient value of 0.421. Female students have better critical thinking skills than male students. Thus, it can be concluded that gender is one of the factors that influence differences in critical thinking skills of male and female students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap kemampuan serta perbedaan berpikir kritis. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dengan soal esai yang diujikan pada 71 siswa, dengan rincian 35 siswa laki-laki dan 36 siswa perempuan. Analisis hasil tes dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan gender pengaruh lemah terhadap kemampuan berpikir kritis. Gender memiliki pengaruh cukup tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,421. Siswa perempuan memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik daripada siswa laki-laki. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gender merupakan salah satu faktor yang memengaruhi perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki dan perempuan.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI PARIWISATA
Arifuddin Abd Muis;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.959 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i11.8068
Learning is good to support the quality of learning. The development of marine ecotourism can be used as a learning resource for the tourism geography courses teaching materials appropriate to the needs of students. This type of research is a case study, with the stages of research done of preliminary studies, surveys and data verification, feasibility analysis and final stage is to do situational analysis (SWOT) to analyze the condition of strategic environmental developments. The results of the feasibility analysis of marine ecotourism in the category Donggala feasible or good for the development of marine ecotourism. Students know the strengths, weaknesses, opportunities and threats, as well as marine ecotourism development priority order by using SWOT analysis.Pembelajaran yang baik dapat menunjang kualitas pembelajaran. Pengembangan ekowisata bahari dapat dijadikan sebagai sumber belajar matakuliah geografi pariwisata untuk bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Jenis penelitian ialah penelitian studi kasus, dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pendahuluan, survei dan verifikasi data, analisis kelayakan dan tahap terakhir yaitu melakukan analisis situational (SWOT) untuk menganalisis kondisi lingkungan strategis kawasan pengembangan. Hasil analisis kelayakan ekowisata bahari Kabupaten Donggala berada pada kategori layak atau baik untuk pengembangan ekowisata bahari. Mahasiswa tahu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya, serta urutan prioritas pengembangan ekowisata bahari dengan menggunakan analisis SWOT.
Penggunaan Media Peta Berbasis Web untuk Pembelajaran Geografi SMA
Diah Wijayanti;
I Komang Astina;
Syamsul Bachri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12421
Abstract: This study aims to produce web-based map learning media and determine the level of media effectiveness in geography subjects in class XI IPS. This research is a research and development that tends to produce products. The resulting product is a web-based map learning media. The instrument used was a questionnaire. This research was conducted with the ADDIE development model. The validation test results are 75%, meaning the media is valid and can be tested. The results of student trials reached a score of 80% and the results of teacher trials reached a score of 83.3%. The trial results indicate an effective level, meaning the media is suitable to be used.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran peta berbasis web dan mengetahui tingkat keefektifan media pada mata pelajaran Geografi kelas XI IPS. Penelitian ini merupakan research and development yang berkecendurungan menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan berupa media pembelajaran peta berbasis web. Instrumen yang digunakan adalah angket. Penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan ADDIE. Hasil uji validasi sebesar 75%, berarti media valid dan dapat dilakukan uji coba. Hasil uji coba siswa mencapai skor 80% dan hasil uji coba guru mencapai skor 83,3%. Hasil uji coba menunjukkan tingkat efektif, berarti media layak dipergunakan.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Kontekstual pada Materi Kearifan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Rachman Evendy;
Sumarmi Sumarmi;
I Komang Astina
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.709 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i2.10568
This research to know feasibility of students worksheets based contextual teaching and learning to the matter wisdom in the use of natural resources. The research is research development use the model development Borg & Gall simplified to seven stage. Based on the research results show that students worksheets based contextual teaching and learning being used in learning geography. The results of the tryouts group small (83,75%) and great clusters (83,54). Study results students do students worksheets in the task of the groups (90,31) and duty individual (83,45). Referring to scores it can be said that students worksheets developed suitable and capable of being understood by students.Penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dari lembar kerja siswa berbasis kontekstual pada materi kearifan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahapan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja siswa berbasis kontekstual layak digunakan dalam pembelajaran geografi. Hasil uji coba kelompok kecil (83,75%) dan kelompok besar (83,54). Hasil belajar siswa mengerjakan lember kerja siswa pada tugas kelompok (90,31) dan tugas individu (83,45). Mengacu pada hasil penilaian tersebut dapat dikatakan bahwa lembar kerja siswa yang dikembangkan layak dan mampu dipahami oleh siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Geografi
Tifani Yuniar Priyandari;
I Komang Astina;
Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 1: JANUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i1.13117
Abstract: Problem solving skills must be possessed by every student to solve problems by involving critical, logical and systematic thinking. This study aims to determine the effect of Experiential Learning on students' problem solving skills. This study used a quasi experiment method with a pretest-posttest control design. The subjects in this study were geography students, with 68 students in total from two homogeneous classes. Data collection technique used instruments in the form of essay test to measure students’ problem solving skills. The results present that there is a significant effect of Experiential Learning on students’ problem solving skills.Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa geografi sebanyak 68 mahasiswa pada dua kelas yang bersifat homogen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa soal esai untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran