p-Index From 2021 - 2026
8.985
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial JURNAL ECONOMIA Jurnal Ilmiah WUNY Media Komunikasi FPIPS Jurnal Pendidikan Indonesia JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Manajemen Pendidikan Al Ishlah Jurnal Pendidikan Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan POLYGLOT QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Manajemen Pendidikan Penelitian Kualitatif Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial NUANSA JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Edukasi IPS Journal of Social Studies (JSS) Jurnal Paedagogy The Innovation of Social Studies Journal Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Didaktika: Jurnal Kependidikan Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Jurnal Wawasan Pendidikan ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial SOSEARCH : Social Science Educational Research Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial (JIES) Jurnal Citra Pendidikan Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Jurnal Ledalero Jurnal Citra Pendidikan Anak Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Jurnal Ekonomi Bisnis dan Manajemen Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Citra Pendidikan Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Curricula: Journal of Curriculum Development Inovasi Kurikulum
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF BERBASIS SOCIOPRENEUR PADA DESA PENGRAJIN GERABAH KASONGAN BANTUL Conita Nilal Muna; Anik Widiastuti; Felicia Anastasya Putri; Anastasya Korokai
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 4 (2026): June
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i4.243

Abstract

ABSTRAK Desa Wisata Kasongan di Kabupaten Bantul merupakan pusat ekonomi kreatif berbasis kerajinan gerabah yang memiliki nilai historis dan sosiologis yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis sociopreneurship serta tantangan keberlanjutannya dalam perspektif Pendidikan IPS di Desa Wisata Kasongan, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas pemilik usaha gerabah, pengrajin, tokoh masyarakat, dan perangkat desa yang memahami perkembangan industri gerabah Kasongan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sociopreneurship di Kasongan berkembang melalui penguatan modal sosial, pembagian kerja berbasis keluarga, pelestarian budaya lokal, serta inovasi produk yang berorientasi pasar. Meskipun demikian, keberlanjutan industri masih menghadapi kendala berupa ketergantungan bahan baku dari luar daerah, perubahan iklim, dan rendahnya literasi pemasaran digital. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai masukan bagi pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam merancang strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif, sekaligus memperkaya kajian akademik mengenai implementasi sociopreneurship pada industri kerajinan tradisional dalam perspektif Pendidikan IPS. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kreatif, Sociopreneur, Gerabah Kasongan, Pendidikan IPS. ABSTRACT Kasongan Tourism Village in Bantul Regency is a center of the pottery-based creative economy, possessing strong historical and sociological value. This study aims to analyze a model of community empowerment through a sociopreneurship-based creative economy, as well as the challenges to its sustainability from the perspective of social studies education in Kasongan Tourism Village, Bantul Regency. The study employs a qualitative approach using a case study design. Research informants were selected using purposive sampling and included pottery business owners, artisans, community leaders, and village officials who understand the development of the Kasongan pottery industry. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that the sociopreneurship model in Kasongan has developed through the strengthening of social capital, family-based division of labor, preservation of local culture, and market-oriented product innovation. Nevertheless, the industry’s sustainability still faces challenges in the form of dependence on raw materials from outside the region, climate change, and low digital marketing literacy. This study offers practical contributions as input for local governments and MSME actors in designing community empowerment strategies based on the creative economy, while also enriching academic research on the implementation of sociopreneurship in the traditional handicraft industry from the perspective of Social Studies education. Keywords: Community Empowerment, Creative Economy, Sociopreneurship, Kasongan Pottery, Social Studies Education.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMEN PADA MAPEL IPS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 5 DEPOK Tantia Amanda; Anik Widiastuti; Riko Septiantoko; Primanisa Inayati Azizah
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i4.7455

Abstract

This study is motivated by the low participation of students in Social Studies (IPS) learning in grade VII at SMP Negeri 5 Depok, which is reflected in the minimal involvement of students in class discussions and activities. This research aims to examine the application of the Teams Games Tournament (TGT) model to increase active participation of students, particularly in Social Studies subjects. Most previous studies on the TGT model have focused on improving cognitive learning outcomes, thus the aspect of student participation in Social Studies learning at the junior high school level remains underexplored, creating a research gap that needs to be addressed. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart model, involving 32 students as research subjects. Data collection techniques used in this study include observation, learning achievement tests, documentation, and interviews, which were then analyzed descriptively and qualitatively. The results indicate that the implementation of the TGT model can improve active participation, learning motivation, and teamwork skills. In addition, the average formative score of the students was 86.5, and the summative score was 84.9, with all students exceeding the Minimum Competency Criteria (KKM). Awarding the group with the highest score as a form of positive reinforcement effectively enhanced student motivation in accordance with behaviorist theory. This study demonstrates that the implementation of the TGT model effectively balances cognitive, affective, and psychomotor aspects in Social Studies learning based on the Independent Curriculum, making it relevant for creating meaningful, collaborative, and enjoyable learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas VII SMP Negeri 5 Depok, yang tercermin dari keterlibatan siswa yang minim dalam diskusi dan aktivitas kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Teams Games Tournament (TGT) guna meningkatkan partisipasi aktif siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPS. Sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai model TGT lebih fokus pada peningkatan hasil belajar kognitif, sehingga aspek partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat SMP masih terabaikan, yang menjadi gap penelitian yang perlu diisi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang melibatkan 32 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT dapat meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta kemampuan kerja sama dalam kelompok. Selain itu, rata-rata nilai formatif peserta didik mencapai 86,5 dan nilai sumatif 84,9, dengan seluruh peserta didik melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pemberian penghargaan kepada kelompok dengan skor tertinggi berfungsi sebagai reinforcement positif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, sesuai dengan teori behavioristik. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT mampu menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam pembelajaran IPS berbasis Kurikulum Merdeka, serta relevan diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan menyenangkan.
SEBERAPA EFEKTIF INTERACTIVE FLAT PANEL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN? TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS : [HOW EFFECTIVE ARE INTERACTIVE FLAT PANELS IN IMPROVING THE QUALITY OF LEARNING? A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW] Rizal Dhiky Hermawan; Anik Widiastuti
Polyglot Vol 22 No 2 (2026): Polyglot: Jurnal Ilmiah
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i2.11013

Abstract

The digital transformation of education is driving the use of Interactive Flat Panels (IFPs) as interactive learning tools capable of improving the quality of learning. Various studies have demonstrated the benefits of IFPs; however, existing findings remain limited and do not yet provide a comprehensive picture of the trends, effectiveness, and factors supporting their implementation. This study aims to analyze trends and the effectiveness of IFP utilization through a Systematic Literature Review (SLR). The method employed is a qualitative approach guided by the PRISMA guidelines. Data were obtained from Google Scholar, SINTA, and Scopus using keywords related to IFP. Of the 85 articles identified, 15 duplicates were removed, 40 were eliminated during the screening phase, and 20 were excluded during the eligibility phase, resulting in 10 articles for analysis. The results indicate that IFP effectively improves student learning outcomes, conceptual understanding, motivation, engagement, and collaboration. The effectiveness of IFP is influenced by teacher competence, digital literacy, learning strategies, and school management support. Teacher training and strengthening the implementation of technology in schools are recommended. In conclusion, IFP effectively enhances learning in cognitive, affective, and social aspects and has the potential to support interactive, innovative, and sustainable education at all levels. Abstrak Bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan efektivitas pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan prosedur SLR melalui tahapan identifikasi, penyaringan, uji kelayakan, dan inklusi berdasarkan alur PRISMA. Data diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Scopus. Dari 85 artikel yang ditemukan, diseleksi hingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IFP efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan sintesis tabel, IFP unggul dalam meningkatkan hasil belajar kognitif melalui visualisasi materi yang konkret, memperkuat pemahaman konsep, serta mendukung pembelajaran interaktif dan inovatif. Pada aspek afektif, IFP meningkatkan motivasi belajar, motivasi intrinsik, serta keterlibatan dan keaktifan siswa. Integrasi dengan model seperti gamifikasi dan Project-Based Learning juga meningkatkan kolaborasi siswa. Namun, efektivitas IFP dipengaruhi oleh kompetensi dan literasi digital guru serta manajemen sekolah. Oleh karena itu, direkomendasikan pelatihan guru dan penguatan implementasi berbasis teknologi. Kesimpulannya, IFP efektif meningkatkan kualitas pembelajaran secara komprehensif dengan dukungan sistem yang memadai.
Eksistensi dan Perkembangan Tradisi Mubeng Ringin dalam Pernikahan di Mbah Bregas Seyegan sebagai Bentuk Pelestarian Nilai Budaya dan Identitas Lokal Masyarakat Anik Widiastuti; Zulfaa Nabila Fauziyyah; Najla Labibah Alfath
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul, makna filosofis, proses pelaksanaan, serta dinamika perkembangan Tradisi Mubeng Ringin di wilayah Seyegan, termasuk peran masyarakat dan pengalaman pelaku tradisi dalam menjaga keberlangsungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini diturunkan dari pitutur leluhur yang berkaitan dengan sosok Mbah Bregas, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan runtuhnya Majapahit serta proses penyebaran Islam di Jawa melalui tokoh-tokoh seperti Sunan Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tradisi ini memiliki makna filosofis sebagai sarana penanaman nilai-nilai kehidupan, khususnya sebagai pengingat bagi pasangan pengantin untuk menjalankan kewajiban terhadap orang tua, agama, dan negara yang disimbolkan melalui prosesi mengelilingi pohon beringin sebanyak tiga kali. Selain itu, proses pelaksanaannya melibatkan tahapan tertentu yang mengandung unsur simbolik dan religius dengan peran penting juru kunci serta partisipasi masyarakat. Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami penyesuaian seiring perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai utama yang diwariskan
Implementasi Sociopreneurship dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Nilai Sosial: Studi Kasus Smart Batik Indonesia Farida Nurul Azizah; Wening Nur Fadhillah; Anik Widiastuti
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4233

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan sosial menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat nilai-nilai sosial. Praktik sociopreneurship dalam berwirausaha telah berkembang sebagai strategi penting untuk pengembangan bisnis. Seiring dengan perkembangan tersebut, banyak entrepreneur yang bertransformasi menjadi sociopreneur, salah satunya adalah Smart Batik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Smart Batik Indonesia mengimplementasikan konsep sociopreneurship dalam kegiatan usahanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa implementasi konsep sociopreneurship dalam kegiatan usaha Smart Batik Indonesia, sementara subjek penelitian yaitu pendiri atau owner Smart Batik Indonesia. Informan tersebut dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada keterlibatan dan pengetahuan terhadap aktivitas sociopreneurship yang dijalankan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara sebagai sumber data primer serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Batik Indonesia mengalami transformasi dari entrepreneur menjadi sociopreneur yang diwujudkan melalui pemberdayaan masyarakat, terutama pada ibu rumah tangga dan lansia di wilayah Kulon Progo dan Gunungkidul. Dalam penguatan nilai sosial, Smart Batik Indonesia menjalin kerja sama dengan asosiasi guru, komunitas, serta mengembangkan motif batik yang berkaitan dengan isu-isu aktual di masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep sociopreneurship dapat menjadi model pengembangan usaha yang efektif dalam menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi dan dampak sosial, sehingga berpotensi menjadi alternatif solusi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan informan dengan melibatkan para pembatik dan berbagai pihak yang terlibat dalam praktik sociopreneurship guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak yang dihasilkan.
PEMBENTUKAN IDENTITAS SOSIAL BUDAYA PADA LORONG BETWEEN TWO GATES DI KAMPUNG PURBAYAN SEBAGAI KAMPUNG PUSAKA DI YOGYAKARTA Bidayatul Hidayah; Hanum Putri Rahmadewi; Anik Widiastuti
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v5i2.8139

Abstract

This study aims to analyze the formation of socio-cultural identity in the Between Two Gates area in Purbayan Village, a heritage village in Yogyakarta. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, documentation, and literature review, then analyzed using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions with triangulation techniques to ensure data validity. The results show that socio-cultural identity in Purbayan Village is formed through the integration of historical aspects, physical space, and ongoing social practices. The Between Two Gates area serves as a social space that represents the collective identity of the community through traditional settlement patterns, intense social interactions, and the values ​​of harmony and mutual cooperation. Cultural identity is also reflected in the combination of material elements such as traditional house architecture and village landscapes, as well as non-material elements in the form of values, norms, and traditions passed down from generation to generation. This area functions as a living heritage that connects the past with the present through adaptation practices, such as the use of traditional spaces for social activities and cultural tourism.
Integrated social studies in the Kurikulum Merdeka: Challenges and strategies Alvionita Sekar Nur Jayanti; Anik Widiastuti; Taat Wulandari
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.90637

Abstract

While the curriculum faces challenges in disseminating and utilising knowledge, it has led to transformative and empowering experiences for teachers and students. This study aims to identify the challenges encountered in implementing effective strategies and to explore teachers' strategies for addressing them. Integrating social studies into the Kurikulum Merdeka presents challenges and benefits, emphasising the importance of teacher preparedness. Teacher preparedness and continuous training are crucial for the successful implementation of the Kurikulum Merdeka, ensuring it meets the diverse needs of students and prepares them for global challenges. This research uses a qualitative case study approach. Findings reveal three primary challenges: teacher competence, student characteristics, policies, and access to direct learning resources. These challenges can be addressed through strategies such as enhancing teacher capabilities through training, workshops, seminars, and discussions with other educators. Additionally, teachers provide motivation, individualised support, and supervision for students. Teachers can also foster creative learning environments to support adequate social studies education.    Abstrak Meskipun kurikulum menghadapi tantangan dalam penyebaran dan pemanfaatan pengetahuan, penerapannya telah menghasilkan pengalaman yang transformatif dan memberdayakan bagi guru serta murid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran yang efektif serta menelaah strategi guru dalam mengatasinya. Integrasi pembelajaran IPS dalam Kurikulum Merdeka menghadirkan tantangan sekaligus manfaat, yang menekankan pentingnya kesiapan guru. Kesiapan dan pelatihan berkelanjutan bagi guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka agar mampu memenuhi kebutuhan beragam murid dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan tiga tantangan utama, yaitu kompetensi guru, karakteristik murid, serta kebijakan dan akses terhadap sumber belajar langsung. Tantangan tersebut dapat diatasi melalui strategi seperti peningkatan kemampuan guru melalui pelatihan, lokakarya, seminar, dan diskusi dengan sesama pendidik. Selain itu, guru memberikan motivasi, pendekatan individual, dan pengawasan kepada murid. Guru juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang kreatif untuk mendukung pembelajaran IPS yang optimal. Kata Kunci: kurikulum merdeka; pendidikan IPS; strategi guru; tantangan pendidikan
Formalisasi pembelajaran berbasis inkuiri dalam Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Ontario: Analisis komparatif kurikulum ilmu pengetahuan sosial Tasya Lutfiah; Glori Sonata Damayanti Purba; Anik Widiastuti
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 5 No. 2 (2026): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v5i2.650

Abstract

The low 2022 PISA scores for Indonesia in literacy and reasoning have catalyzed national curriculum transformation through the implementation of Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the synchronization and characteristics of inquiry formalization in the Kebijakan Kurikulum IPS Indonesia (Panduan 2025) and compare them with those of the Ontario Curriculum 2023 in Canada. The rationale for this research is to provide a theoretical and practical foundation for strengthening the implementation of inquiry process skills to address the learning crisis. The research method employed is a comparative study using content analysis of the curriculum policy documents of both countries as secondary data sources. Research findings indicate a significant methodological convergence, whereas Indonesia has begun adopting systematic inquiry steps aligned with international standards. However, differences exist in the degree of autonomy. Ontario Curriculum positions inquiry as a standalone framework for critical issues, while Indonesia remains in a transitional phase, emphasizing teacher guidance and local wisdom. This study concludes that the formalization of inquiry is a crucial instrument for pedagogical transformation, yet it requires strengthening in the evaluation of source credibility and in students' methodological independence.
Master's students’ perceptions of cultural diversity in junior high social studies textbooks Intan Nur’ainiza Sitorus; Amika Wardana; Anik Widiastuti; Agustina Tri Wijayanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.128

Abstract

Indonesia’s cultural diversity demands fair and inclusive representation in educational materials, especially in junior high school Social Studies (IPS) textbooks. This study aims to examine the representation of cultural diversity in IPS textbooks and explore the perceptions of Social Studies Education master’s students, both those with and without teaching experience. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire developed from relevant literature and validated by experts. The data were analyzed using a Likert scale and presented in percentages to identify students’ perception trends. The results show that IPS textbooks include narratives on cultural diversity, mainly related to religion and respect for differences. However, the students perceive that cultural representation remains uneven, particularly in terms of ethnicity, traditions, local languages, and regional perspectives. The textbooks tend to emphasize dominant cultures while underrepresenting minority ones. Multicultural values are mostly presented in general terms, lacking inclusive and detailed content. This highlights the need to enrich the narratives to better reflect the true diversity of Indonesian society.   Abstrak Keberagaman budaya yang sangat kaya di Indonesia menuntut adanya representasi yang adil dan inklusif dalam materi pembelajaran, khususnya dalam buku teks Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menggali representasi keberagaman budaya dalam buku teks IPS serta menelaah persepsi mahasiswa magister Pendidikan IPS terhadap materi tersebut, baik yang telah mengajar maupun yang belum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket terstruktur yang disusun berdasarkan kajian literatur dan divalidasi oleh pakar untuk memastikan relevansi dan keterukuran butir pertanyaan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan skala Likert, kemudian hasil diklasifikasikan dan dipersentasekan untuk mengetahui kecenderungan persepsi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks IPS SMP telah memuat narasi keberagaman budaya, terutama terkait agama dan ajakan untuk menghargai perbedaan. Namun, menurut mahasiswa magister Pendidikan IPS, representasi keberagaman budaya dalam buku tersebut masih belum merata, khususnya dalam aspek etnis, adat, bahasa daerah, dan perspektif lokal. Buku cenderung menonjolkan budaya dominan dan kurang memberi ruang pada budaya minoritas. Nilai-nilai multikultural lebih banyak disampaikan dalam bentuk pernyataan umum, bukan dalam konten yang benar-benar inklusif, sehingga masih diperlukan perluasan dan pendalaman narasi agar dapat mencerminkan keberagaman sosial masyarakat Indonesia secara utuh. Kata Kunci: buku teks; keberagaman budaya; pendidikan IPS; persepsi mahasiswa
Good citizenship and educated citizens: Social studies curricula comparison in Indonesia-England Ines Alifah Wachidatun Chasanah; Anik Widiastuti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.192

Abstract

The primary objective of social studies education is to develop citizens with civic skills and the ability to analyze social issues critically. This study aims to examine the comparative orientation of the objectives of the social studies curriculum in Indonesia, which emphasizes the formation of good citizenship character, and the orientation of the curriculum in England, which emphasizes the profile of educated citizens. This study is important to understand the philosophical differences underlying how each country conceptualizes social studies education. This study employs a content analysis method to objectively, systematically, and comprehensively analyze the contents of texts and curriculum documents in both countries. This study analyzed 11 curriculum documents from both countries, comprising five from Indonesia and six from England, using the Atlas.In their application, researchers analyzed the learning objectives, social studies content, and learning approaches using search keywords. The results of the content analysis of the curriculum documents indicate that the objectives of the social studies curriculum in Indonesia are oriented towards strengthening national identity through values, character, and morals (good citizenship), while in England, they are oriented towards developing students' capacity to play an active role in a democratic and global society (educated citizens). This suggests that the development of social studies in both countries aligns with the curriculum's needs and objectives.   Abstrak Tujuan utama dari pendidikan IPS adalah untuk membentuk warga negara yang memiliki keterampilan kewargaan dengan analisis kritis tehadap isu-isu sosial. Studi ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan orientasi tujuan kurikulum IPS di Indonesia yang menekankan pada pembentukan karakter good citizenship dan orientasi tujuan kurikulum di Inggris yang menekankan pada profil educated citizens. Studi ini penting untuk memahami perbedaan filosofis yang mendasari bagaimana setiap negara mengkonseptualisasikan pendidikan IPS. Studi ini menggunakan metode analisis konten untuk menganalisis isi teks dan dokumen kurikulum di kedua negara secara objektif, sistematis, dan generalisis. Studi ini menganalisis 11 dokumen kurikulum dari kedua negara, yang meliputi 5 dokumen kurikulum di Indonesia dan 6 dokumen kurikulum di Inggris. Dengan menggunakan aplikasi atlas.ti, peneliti melakukan analisis terhadap tujuan pembelajaran, konten materi social studies, dan pendekatan pembelajaran dengan menggunakan kata kunci pencarian. Hasil analisis konten terhadap dokumen-dokumen kurikulum menunjukan bahwa tujuan kurikulum IPS di Indonesia berorientasi pada penguatan identitas bangsa melalui nilai, karakter, dan moral (good citizenship), sementara di Inggris berorientasi pada pengembangan kapasitas siswa dalam berperan aktif pada masyakarat demokratis dan global (educated citizens). Hal ini menunjukan bahwa pengembangan social studies di kedua negara bersifat kontekstual, sesuai dengan kebutuhan dan orientasi tujuan kurikulum yang ingin dicapai. Kata Kunci: kewarganegaraan yang baik; kurikulum IPS; studi perbandingan; warga negara yang terdidik
Co-Authors -, Lailatussakdiah Abshor, Faqih Ulil Agata, Jovita Wahyu Agatha Saputri Agus Riadi Agus Sudarsono Agustina Tri Wijayanti Ahmad Fikri Aryaputra Ahmed, Touheed Aina, Farin Nurul Ainun Habibah Aji, Sawaldi Waskito Alfi Lakhana Labib Alfiyani, Nur Alvionita Sekar Nur Jayanti Amelia Eka Hariani Amelia Nurulisa Amika Wardana Anandari, Yeni Apriana Anastasya Korokai Andjasmara, Adhietya Eka Anggit Maulud Dina Anissa Siti Nurhayati Annas, Amarudin Aqilah Laila Azkiya Ardi Mahmudin Aziz Ardiantoro, Ardiantoro Arifin, Ahmad Zaenal Aura Rahmi Faadillah Ayudiana, Tista Veris Bhismantara, Bramanti Sancaka Bidayatul Hidayah Bilqist, Nabila Putri Bima Purba Budiman - Conita Nilal Muna Daffa Fakhri Maulana Daffa Raihan Allamsyah Deo Varas Desy Safitri Diana Ayu Pamungkas Dina, Anggit Maulud Dinda Dwi Utami Disman Disman Disman, Disman Edwanto, Maulidia Nuraini Eki Yulia Susanti Elisa Prima Sari Elsa Aulia Emir Arrasyid Endang Mulyani Erlang Dwi Fitrianta Fadli, Muhammad Rijal Fahira, Sausan Azzah Fahma Fitroti Fahmi Kurniawan Kurniawan Fahmi MR, Moh Irsyad Farida Nurul Azizah Faujian, Ares Febriani, Putri Febronia Lelis K Felicia Anastasya Putri Fikrar rahma Syah Putra Ghaisani, Larasati Glori Sonata Damayanti Purba Hadisaputra Hadisaputra Hanum Putri Rahmadewi Hartati, Putri Ria Indah Hawa Putri Zulfarani Hety Mustika Ani Ines Alifah Wachidatun Chasanah Intan Nur’ainiza Sitorus Irwansyah, Parulian Iskandar, M. Yakub Isna Khoirun Nisa Karmel, Febronia Lelis Khotrunada, Vida Korokai, Anastasya Kurniawan, Fahmi Kurniawan Kusumaningrum, Khafifah Novitasari Kusumawati, Astrian Lilia Pasca Riani M Dihan M. Khoiri Nursalim M.R., Moh. Irsyad Fahmi Maratus Sholihah Marhumah Marhumah Meiliani Aulia Melati, Ersa Metro Lingga Moh Irsyad Fahmi MR Mohammad Syawaludin MR, Moh. Irsyad Fahmi Muna, Nuzaela Nafisatul N Alfiana Nabila Fadilah Zhafarina Najla Labibah Alfath Nana Supriatna Nasiwan nasiwan Nikmah, Mila Kholidatun Nisa Trilestari Noveles, Aditya Indit nurul khotimah Pajar Hatma Indra Jaya Poerwanti Hadi Pratiwi Prawoto, Sri Bagus Wahyu Primanisa Inayati Azizah Pujianto - Purwaningsih , Dyah Putri, Milka Aletea Eka Rahma Talita Syahada Rahmah, Nida'ur Rahmawati, Mita Danik Raras Gistha Rosardi Ridho Ryanto Riko Septiantoko Rizal Dhiky Hermawan Rohmah, Yunita Laila Rokhim, Hanif Nur Ruhama, Ashfia S Sukidin Saliman Saliman Saliman Saliman Saliman Saliman Salma Durrotunnisha Samsudin, Norsamsinar Satriyo Wibowo Sekarini, Onitiya Septiawan, Wahyu Setiawan, Johan Seviana, Ranida Shahzeb, Shahzeb Siregar, Firda Siti Nurbayani Siti Nurbayani K Sofia Mumtaz Sri Rahmawati Rahayuningsih Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sudrajat Sulistia Safitri Supardi Supardi Susanti, Afifah Rizqi Aida Suwarjo Suwarjo Syamsul Kurniawan Syifa Miftahul Amalia Syukri Fathudin Achmad Widodo Taat Wulandari Talitha Tiara Anindya Tantia Amanda Tasya Lutfiah Virnanda Septiana Putri Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Yuyun Sri Wening Nur Fadhillah Wijayanti, Hendrika Tri Yaacob, Norazlan Hadi Yuyun Puspita Ningtyas Yuyun Sri Wahyuni Zalfa Alya Faradila Zulfaa Nabila Fauziyyah