Claim Missing Document
Check
Articles

Tempat Sampah Berbahan Dasar Bambu Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Bersih Dan Sehat Masyarakat Di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hasyim; Suteja, I Wayan; Yuniarti, Ratna; Widianty, Desi; Salehudin; Saidah, Humairo; Salsabila, Fera Fitri; Negara, I Dewa Gede Jaya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.7631

Abstract

Kurangnya tempat pembuangan sampah di Desa Kuripan Utara menjadi salah satu penyebab mengapa sampah masih merupakan masalah yang sulit teratasi. Sampah masih menjadi salah satu masalah utama yang ada di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Di desa ini banyak sampah yang ditemukan di sungai, selokan, serta di kebun warga, terkadang juga di halaman rumah warga yang kurang kesadaran pentingnya kebersihan dan kesehatan, sehingga sampah dapat mencemari lingkungan sekitar. Hal tersebut terjadi karena kurangnya sarana tempat pembuangan sampah di desa ini. Sehingga perlu dilakukan pengabdian tentang pembuatan tempat sampah berbahan dasar bambu sebagai penguatan budaya hidup bersih dan sehat masyarakat. Pohon bambu yang ditanam oleh warga desa ini juga cukup banyak, sehingga sangat tepat sekali jika bambu ini dijadikan tempat sampah sehingga bernilai ekonomis. Pelaksanaan program pengabdian dilaksanakan di Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan kabupaten Lombok Barat dan dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu persiapan, penyuluhan, pelaksanaan pembuatan dan distribusi. Edukasi mengenai dampak buruk dari pembuangan sampah sembarangan, bersama dengan pemberian solusi berupa pembuatan tempat sampah yang sesuai, memberikan kontribusi positif dalam merubah perilaku masyarakat.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos di Desa Jelantik Kabupaten Lombok Tengah Saidah, Humairo; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Budianto, Muh. Bagus; Widianty, Desi; Hasyim; Karyawan, Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Seniari, Ni Made
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.7775

Abstract

Jelantik Village faces environmental problems, especially waste generation from agricultural and household activities. The main livelihood of the people of Jelantik Village is livestock and farming. Because farming is the main livelihood, the people of Jelantik Village really need fertilizer for their agricultural needs, so it is very profitable if they are able to process organic waste into fertilizer. However, the people of Jelantik do not yet understand how to use waste to make fertilizer. This activity aims to help the people of Jelantik Village understand how to process waste, especially organic waste from agriculture, livestock, the tofu and tempeh industry, and household waste, into useful compost. The socialization was carried out using counselling methods and the direct practice of making compost using straw and an EM4 activator. The counselling was attended by at least 25 participants in a warm atmosphere and without any difficulties. The team has been able to share knowledge with the Jelantik Village community about the principles and stages of making proper compost fertilizer, so it is hoped that this can reduce the waste problem while producing quality compost fertilizer.
Upaya Mendorong Pencapaian SDGs-12 melalui Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik menjadi Eco Enzyme pada Masyarakat Desa Jelantik Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Wiradharma, Lalu Wirahman; Suroso, Agus; Supriyadi, Anid; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Rohani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.8996

Abstract

The Jelantik Village community still faces environmental problems, especially the problem of waste generation that disrupts environmental comfort. The limited capacity of the village government and the low level of community knowledge in processing waste are the main causes of this problem. So, this community service activity aims to disseminate information about processing organic waste into eco enzyme, which is beneficial and simple in procedures. Socialization is carried out using a counseling method on how to make eco enzyme using fruit/vegetable waste mixed with sugar and water in a ratio of 3:1:10. This counseling has eco enzyme carried out and attended by at least 30 participants. The team has delivered counseling on how to select materials, the process of making eco enzyme, and how to utilize it. The team informed the Jelantik Village community about the principles and stages of making eco enzyme correctly so the community can practice it to process their waste at home. This activity is expected to increase community knowledge while reducing waste problems, producing beneficial eco enzyme, and promoting SDGs-12 achievement.
Penerapan Metode Irigasi Tetes Guna Mendukung Kegunaaan Air yang Efisien di Desa Ketangga Kecamatan Suwela Kabupaten Lombok Timur Hermawan, Hendri; Alawiyah, Tutik; Imani, Nuansa Putty; Saidah, Humairo; Irawan, Almira Ursula; Zamharia, Martiana; Ardhanareswari, Putu Diah; Aini, Rohadatul; Kencana, Ida Bagus Adi; Natalia, Elya; Widyasari, Ni Made Cahya Devi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9019

Abstract

Water scarcity and rainfall uncertainty in Ketangga Village is one of the adversities in developing rainfed agriculture. This condition causes the agricultural land then more often left not planted during the dry season. Ketangga Village is located on the slopes of Mount Rinjani and has very fertile land and the best quality agricultural products. For this reason, the Mataram University Real Work Lecture Team (K.K.N.) held the introduction of Drip Irrigation to the Swela Village community so that villagers can still grow crops even with limited water. The activity was carried out in two stages, namely socialization, whereby resource persons from agricultural extension workers were presented, and drops of irrigation demonstrations were made on the land of one of the residents. Counseling and demonstrations have been carried out and are running well. The community was very enthusiastic about welcoming this activity, as seen from the many participants who attended counseling. The Swela community feels happy because those who previously did not know about drip irrigation technology now know how to make their drips using simple and accessible materials to find in the market. While spreading information about appropriate technology for agriculture businesses on dry land, this activity is also expected to stimulate community creativity in overcoming difficulties in providing irrigation water for their agricultural businesses.  
Pengenalan Cara Kerja Irigasi Sistem Tetes Pada Masyarakat Kelompok Tani Di Desa Segala Anyar Kabupaten Lombok Tengah Negara, I Dewa Gede Jaya; Supriyadi, Anid; Wiradarma, Lalu Wirahman; Setiawan, Agustono; Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Saidah, Humairo; Rohani; Suparjo; Pracoyo, Atas; Salehudin; Eniarti, Miko
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9146

Abstract

Masyarakat Desa Segala Anyar merupakan masyarakat yang berada di perbukitan sebelah selatan Pelabuhan Lembar, dengan kondisi medan berlereng. Sebagian besar Masyarakat memiliki lahan pekarangan dan kebun walaupun tidak begitu luas dengan kondisi berterasering. Sumber air Masyarakat berasal dari Sumur bor di lahan pribadi. Memperhatikan potensi lahan usahatani warga dengan kondisi rata-rata datar dan musim kemarau kesulitan akan air irigasi, maka perlu diberikan pengetahuan bagaimana caranya memanfaatkan air terbatas untuk usahatani dengan sistem irigasi yang efisien seperti dengan pemanfaatan irigasi tetes. Masyarakat perlu diberi pengenalan cara irigasi tetes memberikan air pada tanaman dengan media tanam polybag yang sederhana , sehingga nantinya dapat dipilih sebagai alteratif dalam mendukung usahatani di musim kemarau pada sawah tadah hujan yang ada. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengenalan cara irigasi yang efisien dengan sistem tetes sehingga dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat sawah tadah hujan di desa Segala Anyar dan mendukung penyediaan bahan pangan kebutuhan KEK Mandalika. Tahapan pengabdian dilakukan terdiri dari survey lokasi, tinjauan lahan pertanian, pengenalan irigasi tetes, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Pengabdian ini telah berhasil memberi pengetahuan penggunaan irigasi tetes pada 15 kelompok tani di Desa Segala Anyar, penyuluhan telah memberi wawasan dan pengenalan cara irigasi tetes memberikan air pada titik tanaman pada peserta. Dengan demikian diharapkan Masyarakat nantinya dapat memilih sistem irigasi yang mungkin dipilih disesuaikan dengan potensi sumber air yang tersedia.
Increasing the Utilization of Bamboo for Rainwater Capture Networks in Batu Jaran Hall, Batulayar Village Yasa, I Wayan; Hasyim, Hasyim; Karyawan, I Dewa Made Alit; Jayanegara, I Dewa Gede; Saidah, Humairo; Rohani, Rohani; Agastya, Dewandha Mas
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2024): December
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i4.753

Abstract

The problem of clean water for people in the highlands always arises every dry season. Getting clean water every day requires a lot of effort to find a water source that is very far away. Some people even have to spend additional money to get clean water. This is also the case with people in Batulayar sub-district who live in the highlands, especially in the mountains. Surface water sources are not available so that it becomes a routine problem every year. In overcoming this problem, some people make rainwater reservoirs either in groups or individually. The reservoir is made with several materials in the form of a reservoir by making a hole in the ground surface covered with plastic or tarpaulin and a reservoir made of brick/brick masonry. The method of capturing water is directly from the ground surface by making a channel and there is by making a reservoir from local materials in the form of bamboo which then the captured water is channeled into the reservoir. The use of local materials in the form of bamboo is very potential to be used because in the Batulayar area, especially in the mountains, the availability of bamboo is very abundant. Bamboo with an age of 3 years already has quite high strength both for water flow materials and as construction materials. The weakness that is still faced by the community in utilizing bamboo is the connection method which is still very simple, so that when it rains with high intensity the connection comes loose. In using bamboo as a rainwater catchment network, it is very important to socialize the right connection model to be used in capturing rainwater.
EVALUASI DEBIT PUNCAK BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE WEDUWEN, HASPERS, MELCHIOR, HSS NAKAYASU DAN HSS GAMA-1 PADA DAS CABANG: Evaluation of Design Flood Peak Discharge using the Weduwen, Haspers, Melchior, Nakayasu and Gama-1 Methods in Cabang Watershed Akbari, Gilang Zulfa; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.391

Abstract

Analisis debit puncak banjir sangat diperlukan dalam perencanan bangunan air. Penentuan debit puncak banjir yang tepat akan menghasilkan dimensi bangunan air yang lebih efektif dan ekonomis. Studi ini menguji keakuratan metode Weduwen, Haspers, Melchior, Nakayasu, dan Gama 1 dalam menghasilkan debit banjir rancangan yang sesuai untuk DAS Cabang. Data karakteristik DAS dibutuhkan untuk memperkirakan besarnya debit puncak banjir rancangan yang kemudian akan dibandingkan terhadap debit banjir observasi data debit. Berdasarkan hasil analisis didapatkan besar debit banjir rancangan yang beragam dengan metode Weduwen, Melchior, Haspers, Nakayasu dan Gama 1 menghasilkan debit puncak banjir periode ulang 100 tahun yakni : Weduwen = 451,073 m³/dtk, Haspers = 160,964 m³/dtk, Melchior = 990,711 m³/dtk, Nakayassu = 512,631 m³/dtk, dan Gama 1 = 633,333 m3/dtk. sedangkan debit banjir observasi adalah 156,921 m³/dtk. Berdasarkan evaluasi kelima metode, Haspers menghasilkan debit banjir rancangan yang paling mendekati debit banjir observasi segabai nilai yang menjadi acuan. Dengan nilai statistik terkecil yakni : VE = 31,581 %, RE = 6,161 %, dan RMS = 12,260. Adapun metode Melchior dan metode Hidrograf Gama 1 kurang andal jika digunakan pada DAS Cabang.
Pemamfaatan Sampah Plastik Sebagai Kerajinan Bunga Sakura di Desa Peresak Kecamatan Batukeliang Kabupaten Lombok Tengah Hasyim; Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Negara, I Dewa Gede Jaya; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo; Wiradarma, Lalu Wirahman; Suteja, I Wayan; Salehudin; Yuniarti, Ratna
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13405

Abstract

Desa Peresak merupakan salah satu daerah penghasil pangan di Lombok Tengah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian. Namun, berdasarkan hasil observasi, Desa Peresak masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah plastik yang cukup tinggi, sementara pemanfaatannya masih sangat minim. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik sekaligus mengubahnya menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Sasaran utama program ini adalah masyarakat, khususnya remaja desa, agar mereka dapat memahami bahwa sampah plastik bukan sekedar sampah, tetapi dapat didaur ulang menjadi karya yang indah dan bermanfaat. Hasil program menunjukkan bahwa keberadaan bunga sakura plastik mampu menambah estetika lingkungan Desa Peresak. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dengan pendekatan kreatif. Program ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru berupa kerajinan tangan berbasis daur ulang sampah plastik.
Implementasi Tempat Sampah Bambu Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah Rohani; Karyawan, I Dewa Made Alit; Hasyim; Suteja, I Wayan; Negara, I Dewa Jaya; Yuniati, Ratna; Sideman, IAO Suwati; Salehudin; Saidah, Humairo; Yasa, I Wayan; Widianty, Desi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13407

Abstract

Salah satu Desa di Lombok Tengah yang berada di Kecamatan Pringgarata adalah Desa Pemepek. Desa ini memiliki potensi wisata alam yang indah dan sangat menarik jika dilihat dari sisi keasrian ataupun keasliaan alam Desa Pemepek. Namun hal tersebut tidak luput dari permasalahan sampah terutama sampah plastik. Hingga kini belum ada aturan yang memuat tentang pembuangan sampah plastik. Akibatnya, banyak sekali sampah plastik yang tampak berserakan di pinggir jalan bahkan di beberapa tempat wisata yang seharusnya memiliki nilai estetika tinggi dan menarik bagi wisatawan, tapi jadi malah kelihatan kumuh dan kurang bisa menarik simpati wisatawan karena adanya sampah plastik. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dalam menyelesaikan bersama persoalan desa Pemepek yakni keberadaan sampah-sampah yang mengganggu nilai estetika tempat wisata tersebut. Tim pengabdian dibantu oleh mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Pemepek mengadakan program kerja pembuatan tempat sampah dari bambu, yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat lokal dan wisatawan mengenai pentingnya pembuangan sampah pada tempat yang tepat untuk pelestarian alam sehingga dapat menciptakan suasana desa dan tempat wisata menjadi bersih, indah, asri dan sehat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat tempat sampah dari Bambu sehingga bisa digunakan untuk tempat pembuangan sampah.
Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana dalam Upaya Mitigasi Bencana di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara Karyawan, I Dewa Made Alit; I Wayan Yasa; Hasyim; Rohani; I Dewa Gede Jaya Negara; Eko Pradjoko; Humairo Saidah; Ida Ayu Oka Suwati Sideman; Made Mahendra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13539

Abstract

Santong Village, located in North Lombok Regency, has a high level of vulnerability to natural disasters such as strong winds, landslides, and earthquakes. The community’s limited understanding of these hazards increases the risk of casualties and material losses. This community service program aimed to enhance local disaster preparedness through community-based disaster response training and simulations. The activities were conducted in Santong Village on July 19, 2025. The methods included public awareness sessions, evacuation training, and disaster response simulations involving local residents and village officials. The results showed a significant improvement in participants’ understanding of disaster mitigation and evacuation procedures, along with a plan to establish a Village Disaster Response Team after the program. This initiative made a meaningful contribution to strengthening community capacity and supporting the realization of a Disaster-Resilient Village in Santong.
Co-Authors - - Akmaluddin Abdi Fadillah Adhitya Halim .P Agastya, Dewandha Mas Agung Budi Muljono Agus Soroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agus Suroso Agustono Setiawan AGUSTONO SETIAWAN Aini, Rohadatul Akbari, Gilang Zulfa Akmaludin Akmaludin, Akmaludin Alawiyah, Tutik Ali, Ahmad Muhammad Ali, AM Alit, I Dewa Made Anid Supriyadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi ANID SUPRIYADI ANID SUPRIYADI Anid Supriyadi ANNISA HUMAYRA DIRGANTARA Aprilestari, Nadia Ardhanareswari, Putu Diah Atas Pracoyo ATAS PRACOYO Aulani, Haniatul Azizah, Fitri Azizah, Hayatul Bagus Widhi Dharma S Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hariyanto Bawu, Mario Alfredo Budianto, M Bagus BUDIANTO, M. BAGUS Budianto, Muh Bagus Budianto, Muh. Bagus Desi Widianty Desi Widiyanti Dewandha Mas Agastya Dewandha Mas Agastya DEWANDHA MAS AGASTYA DIANA PUSPITA DEWI Didi Supriyadi Agustawijaya Didik Agusta Wijaya Eko Pradjoko Eniarti, Miko Ery Setiawan Ery setiawan Ery Setiawan Ery Setiawan ERY SETIAWAN Faeruzza Athiya Farhan, Agil Fera Fitri Salsabila Firdaus FITRAH RIZAL DWIASMORO Hanesfa, Hafiz Rahman Hanifah, Lilik Hardiyanti, Ernita Hartana Hartana, Hartana Hasim Hasyim Hasyim Hasyim hasyim, hasyim Hendri Hermawan Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono, Heri Heri Sulistyono Heri Sulistyono Hidayat, Syamsul Hijriati, Awwalus Sanatil I D G Jaya Negara I D G JAYA NEGARA I Dewa Gede Jaya Negara I Dewa Gede Jaya Negara I Dewa Gede Jaya Negara I DEWA GEDE JAYA NEGARA I DEWA GEDE JAYA NEGARA I DEWA GEDE JAYA NEGARA I Dewa Gede Jayanegara I DEWA GEDE JAYANEGARA I Dewa Jayanegara I Kade Wiratama I Wayan Suteja I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa I Wayan Yasa, I Wayan I.D.G Jayanegara IAO Suwati Sideman Ida Ayu Oka Suwati Sideman Ida Ayu Sri Adnyani IDG Jaya Negara IDG Jaya Negara Imani, Nuansa Putty Irawan, Almira Ursula Irwan Irwan Isnaniar Jauhar - Fajrin Jauhar Fajrin, Jauhar Jaya Negara, I Dewa Gede JAYANEGARA, I DEWA GEDE Junaidin, Junaidin KAMTIKA, MIA JULIA Karyawan, Dewa Made Alit Karyawan, I Dewa Made Alit Kencana, Ida Bagus Adi KHAIRUDIN KHAIRUDIN Khalil, Lutfhi Riza Kusuma, Lalu Dea Maulana Diendy Lalu Dwiki Axela Andriawan Lalu Wirahman Lalu Wirahman Wiradarma Lia Hidayaturrohmi Lilik - Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah Lilik Hanifah LILIK HANIFAH Lilik Hanifah M Bagus Budianto M Bagus Budianto M. BAGUS BUDIANTO M. BAGUS BUDIANTO Made Mahendra Mahendra, Made Merdana, I Nyoman Muh Bagus Budianto Muh Bagus Budianto Muh Bagus Budianto MUH BAGUS BUDIANTO Muh Syahid Muh. Bagus Budianto Muh. Bagus Budianto MUH. BAGUS BUDIANTO Muh. Bagus Budianto Muhajirah Muhammad Bagus Budianto N. Nurchayati Natalia, Elya Natsir, Abdul NEGARA, I D G JAYA Negara, I Dewa Jaya Negara, IDG Jaya Niam, Siti Nur Dian Nufalia Hidayati Nugroho, Riko Salim Nur Chayati Nurrachman PRACOYO, ATAS Purwangsa, Herdi Putra, I Ketut Perdana Putra, IB Giri Putra, Rizki Pradana Qarina, Husnul RAI K W, I G AGUNG NGURAH Ratna Yuniarti Ratna Yuniarti Ratna Yuniati Rohani Rohani Rohani Rohani Rohani Rohani Rostihanji rosyadi, gusman Saiful Anwar Salehuddin Salehuddin Salehuddin Salehuddin, Salehuddin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin, Salehudin Salsabila, Fera Fitri Seniari, Ni Made Shofia Rawiana Shofia Rawiana Sideman, IAO Suwati Sofia - Rawiana Srikus Saptaningtyas, Rini Sulistyono, Heri Suparjo Suparjo Suparjo Supriadi, Anid SUPRIYADI, ANID Supriyatna Suyasa, I K Agus Teti Handayani Tri Rachmanto Tri Rachmanto Tri Rachmanto Veithzal Rivai Zainal Waiduri, Siti Zuhara Faradisa Wardana, I G A N K Widyasari, Ni Made Cahya Devi WIRADARMA, LALU WIRAHMAN WIRADHARMA, LALU WIRAHMAN Wirahman, Lalu Yuli Yani, Puji Rizki Yuniati, Ratna Yusron Saadi Zamharia, Martiana Zelvia Salsabila