Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN STORY TELLING BERBANTUAN ENGLISH CARTOON STORY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MINAT BAHASA INGGRIS SISWA Rima Rahmania; Muhammad Hudri; Ilham Ilham; Hijril Ismail; Moh. Fauzi Bafadal; Irwandi Irwandi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36876

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Bahasa Inggris merupakan keterampilan penting yang perlu diasah sejak dini, namun banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara dan kurang memiliki minat belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris melalui pendampingan story telling berbantuan English cartoon story. Mitra sasaran adalah 34 siswa SMPN 17 Mataram, yang dipilih berdasarkan rekomendasi sekolah sebagai perwakilan siswa dengan kebutuhan peningkatan keterampilan berbicara. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan metode ceramah dipadukan diskusi interaktif serta praktik story telling secara individu dan kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan siswa secara signifikan, nilai rata-rata pre-test 72.06 meningkat menjadi 77.94 pada post-test, dengan standar deviasi menurun dari 13.933 menjadi 13.034, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Secara kualitatif, siswa menjadi lebih aktif, berani berbicara dalam bahasa Inggris, dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa English cartoon story efektif sebagai media pendamping story telling, mampu meningkatkan kemampuan berbicara dan minat belajar bahasa Inggris, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah. Kata kunci: Story telling; English cartoon story; Kemampuan berbicara; Minat belajar. ABSTRACTEnglish is an important skill that needs to be honed from an early age, but many students have difficulty speaking and lack interest in learning. This community service activity aims to improve English speaking skills and interest in learning through storytelling assistance using English cartoon stories. The target partners are 34 students from SMPN 17 Mataram, who were selected based on school recommendations as representatives of students who need to improve their speaking skills. The activity was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation, using a combination of lectures, interactive discussions, and individual and group storytelling practice. The evaluation results showed a significant improvement in student abilities, with the average pre-test score of 72.06 increasing to 77.94 on the post-test, with the standard deviation decreasing from 13.933 to 13.034, and the Wilcoxon Signed Rank Test yielding Z = -5.830, p = 0.000 < 0.05. Qualitatively, students became more active, dared to speak in English, and showed high enthusiasm during the activities. These findings indicate that English cartoon stories are effective as a companion medium for storytelling, capable of improving speaking skills and interest in learning English, and can be applied continuously in schools. Keywords: Storytelling; English cartoon stories; Speaking skills; Interest in learning.
MEMBANGUN KESADARAN MASYARAKAT DESA TENIGA AKAN PENTINGNYA LINGKUNGAN SEHAT DAN BERSIH Dedi Yusuf; Supriyadi Supriyadi; Hijril Ismail; Ilham Ilham; Hidayati Hidayati; Abdul Kadir; Edi Edi; Lukman Lukman; Etika Ariyani
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.21140

Abstract

ABSTRAKKebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga masyarakat. Lingkungan yang sehat mencerminkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin terjaganya kesehatan setiap individu. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan di daerah ini adalah pencemaran lingkungan, yaitu sampah organik dan anorganik berupa limbah rumah tangga yang dapat merusak kebersihan lingkungan. Adapun tujuan pengabdian ini bertujuan untuk  meningkatkan  kepedulian  masyarakat Desa teniga terhadap pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan pelaksanaan sosialisasi perihal pemilahan sampah yang tepat. Aksi lapangan diataranya dengan kegiatan pembagian plastik sampah sebagai wadah sementara yang di bagikam di rumah rumah masyarakat Desa Teniga, memonitoring tiga kali dalam satu minggu guna mengetahui masyarat telah tepat dalam pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik dan Anorganik memanfaatkan sampah menjadi bahan kreasi atau kerajinan tangan untuk sampah anorganik dan Pembuatan gumelang  untuk proses pembuatan kompos bagi sampah organik. Mengajak masyarakat gotong royong bersama membersihkan lingkungan di sekitar desa teniga. Kegiatan pengabdian dapat terlaksana dengan baik atas dukungan antusias dan kontribusi dari masyarakat di Desa Teniga.Kata Kunci: Kesadaran, Masyarakat,bersih  ABSTRACT Environmental cleanliness is the responsibility of every citizen. A healthy environment reflects the quality of life of society and ensures the maintenance of the health of each individual. This community service program was carried out in Teniga Village, Tanjung District, North Lombok Regency. One of the problems that needs to be considered in this area is environmental pollution, namely organic and inorganic waste in the form of household waste which can damage environmental cleanliness. The aim of this service is to increase the awareness of the Teniga Village community regarding the importance of environmental cleanliness and health. The method used in this service is by carrying out socialization regarding proper waste sorting. Field actions include distributing plastic waste as temporary containers which are distributed in the homes of the people of Teniga Village, monitoring three times a week to find out if the community is correct in sorting waste. Sorting organic and inorganic waste, using waste to make creative materials or handicrafts for inorganic waste and making gumelang for the process of making compost for organic waste. Inviting the community to work together to clean the environment around Teniga village. Community service activities can be carried out well with enthusiastic support and contributions from the community in Teniga Village. Keywords: Awareness, society,clean
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMAN USAHA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASAP YANG BERKELANJUTAN DI DESA MAPAK INDAH Nur Fitri Hidayanti; Zaenafi Ariani; Siti Lamusiah; Mardiah Hayati; Endang Rahmawati; Ilham Ilham; Muhammad Hudri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31824

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Mapak Indah, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya ikan, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha pengolahan seperti ikan asap. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, terutama terkait keberlanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha melalui pengembangan usaha ikan asap yang berkelanjutan di Desa Mapak Indah. Metodologi program ini melibatkan 18 peserta ibu-ibu pelaku UMKM ikan asap dan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Desa Mapak Indah, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, penerapan teknologi pengasapan yang ramah lingkungan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pendampingan dan monitoring berkala. Tahapan kegiatan dilakukan oleh Tim dari pelatihan proses pengolahan ikan asap yang baik dan tepat, dan dilanjudkan dengan pendampingan manajeman usaha yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 80. Selain itu, rata-rata penjualan UMKM meningkat sebesar 30% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Sebanyak 80% ibu-ibu pelaku UMKM berhasil membuka lapak fisik, dan rata-rata pendapatan bulanan mereka meningkat dari Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 dalam satu minggu setelah pendampingan.Kata kunci: Manajemen Usaha; Ikan Asap; Berkelanjutan. ABSTRACTThe fisheries sector plays a crucial role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia, including in Mapak Indah Village. Its abundant natural resources, especially fish, open up significant opportunities for developing processing businesses like smoked fish. However, this potential often remains underutilized due to limited knowledge and skills in business management, particularly regarding sustainability. This community service program aims to provide business management training and mentoring through the development of sustainable smoked fish businesses in Mapak Indah Village. The program's methodology involved 18 women participants who are micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) owners in the smoked fish sector. It was carried out on May 17, 2025, in Mapak Indah Village, Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation methods included identifying partners' problems and needs, business and financial management training, implementing eco-friendly smoking technology, product marketing and branding training, and regular mentoring and monitoring. The stages of the activity are carried out by the Team from training on the proper and correct process of processing smoked fish, and continued with assistance in business management that is in accordance with community conditions. The program's results showed an increase in participants' knowledge and skills, with the average knowledge score rising from 65 to 80. Additionally, the average MSME sales increased by 30% within three months after the training. A significant 80% of the women MSME owners successfully opened physical stalls, and their average monthly income increased from Rp 400,000 to Rp 700,000 within one week of receiving mentoring.Keywords: Business Management; Smoked Fish; Sustainable. 
KAJIAN PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN NELAYAN TRADISIONAL MELALUI MODERNISASI TEKNOLOGI DAN PENGUATAN KELEMBAGAAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Aryani Rahmawati; Lalu Achmad Tan Tilar Wangsajati Sukmaring Kalih; Hamid Hamid; Luh Gede Sumahiradewi; Sri Agustina; Ilham Ilham
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36875

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan tradisional di Kabupaten Lombok Utara melalui modernisasi teknologi penangkapan ikan dan penguatan kelembagaan kelompok. Mitra terdiri atas 143 nelayan dari lima kecamatan pesisir yang menghadapi keterbatasan penggunaan GPS dan fish finder, lemahnya manajemen organisasi, serta rendahnya akses pelatihan. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap, yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dan difokuskan pada demonstrasi penggunaan teknologi navigasi serta pendampingan penyusunan struktur kelembagaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait penggunaan GPS dan fish finder, serta terbentuknya kesadaran baru mengenai pentingnya tata kelola kelompok yang akuntabel. Evaluasi selama tiga hari setelah kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa pelatihan relevan dan aplikatif. Program ini memberikan dasar kuat bagi pemberdayaan nelayan secara berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa. Kata kunci: Nelayan Tradisional, Teknologi Penangkapan Ikan, Kelembagaan, Pemberdayaan, Lombok Utara. ABSTRACTThis community engagement program aims to enhance the capacities of traditional fishers in North Lombok Regency through the modernization of fishing technology and the strengthening of group institutional management. The partners consisted of 143 fishers from five coastal districts who faced limited use of GPS and fish finders, weak organizational management, and minimal access to training. The implementation consisted of three stages: pre-implementation, implementation, and evaluation. The main training was conducted on 30 October 2025, focusing on hands-on demonstrations of navigation technology and guidance on organizational structuring. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of GPS and fish finder operations, accompanied by increased awareness of accountable group governance. A three-day evaluation showed that most participants found the training relevant and applicable. This program provides a strong foundation for sustainable fisher empowerment and offers a replicable model for other coastal communities with similar characteristics. Keywords: Traditional Fishers, Fishing Technology, Institutional Strengthening, Empowerment, North Lombok.
Rekonstruksi Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Berbasis Teknologi Adaptif untuk Meningkatkan Literasi Akademik Mahasiswa Ilham Ilham; Adi Apriadi Adiansha
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4362

Abstract

Kosakata bahasa Inggris yang memadai merupakan prasyarat fundamental bagi perkembangan literasi akademik mahasiswa di pendidikan tinggi; namun, penguasaannya masih sangat terbatas di kalangan mahasiswa LPTK di Indonesia Tengah akibat dominasi instruksi konvensional yang tidak responsif terhadap kebutuhan belajar individual. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis efektivitas pembelajaran kosakata bahasa Inggris berbasis teknologi adaptif dalam meningkatkan literasi akademik mahasiswa di salah satu LPTK Kota Mataram; dan (2) mengukur besaran peningkatan literasi akademik melalui pendekatan adaptif dibandingkan pembelajaran konvensional. Desain kuasi-eksperimen Non-Equivalent Control Group diterapkan dengan 60 mahasiswa (n = 30 per kelas). Data dikumpulkan menggunakan tes literasi akademik berbasis kosakata tervalidasi (10 butir, skor maksimum 100) dan dianalisis melalui uji Shapiro-Wilk, Levene, uji-t independen, N-Gain, dan Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan skor postes antara kelas eksperimen dan kontrol (t = 9,58; p < 0,001); (2) N-Gain kelas eksperimen g = 0,73 (kategori tinggi) dibandingkan kontrol g = 0,36 (kategori sedang); dan (3) effect size besar (d = 1,43). Simpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi pembelajaran kosakata berbasis teknologi adaptif secara substansial dan berkeadilan meningkatkan literasi akademik mahasiswa LPTK di Kota Mataram.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Abdul Kadir Abdul Kadir Abdul Sakban Abdul Wahab Abdurahman Abdurrahman Adi Apriadi Adiansha Adiman Fariadin Afriza, Jezy Agus Herianto Agus Kurniawan Agustina, Sri Ahmad Afandi Ahmad Afandi Ahmad Hulaimi Akhmad Akhmad Akhmad Syafruddin Aminullah Aminullah Ardyawin, Iwin Ariyani, Etika Aryani Rahmawati Ayun, Zakiyah Qurata Azizah, Asma Bachrudin Musthafa Burhanuddin Burhanuddin Chinta Shaqila Chinta Shaqila Dzulkhairani, Intan edi edi Edi Edi ENDANG RAHMAWATI Enma Oktaviani Etika Ariyani Fauzi Bafadal Fazri Nur Yusuf Febrita Susanti Fira Fira Fira Fira Habiburrahman Habiburrahman Hafiz, Abdul Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Hamid Hamid Hamsaturrahman Hamsaturrahman Hidayati Hidayati Hidayati Hidayati Hidayatullah Hidayatullah Hijril Ismail, Hijril Humaira - Humaira Ilham Zitri Indah Permatasari Indra Atriyana Saputra Inka Nusamuda Pratama Irma Setiawan, Irma irwand irwandi Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Junita Ulhusna Lalu Achmad Tan Tilar Wangsajati Sukmaring Kalih Luh Gede Sumahiradewi Lukman Lukman M Taufik Rachman M. Fauzi Bafadal M. Sobry M. Ulfatul Akbar Jafar M. Yogi Riyantama Isjoni Mahsup Mahsup Mardiah Hayati Mardiyah Hayati Marianah, Marianah Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mizwar, Izur Moh. Fauzi Bafadal Moh. Fauzi Bafadal Muanah, Muanah Mufida Mufida Muhammad Abdul Halim Sani, Ilham - Muhammad Hudri Muhammad Hudri Muhammad Imam Dinata Muhammad Khalis Ilmi Muhammad Salahuddin Muhammad Saleh Muhammad Zaki Muslimin Muslimin Nicole Whitworth Nur Fitri Hidayanti Nurmiwati, Nurmiwati Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Rifaid Rifaid Rima Rahmania Rima Rahmaniah Rima Rahmaniah Rima Rahmaniah Rudi Arrahman Saddam Saddam Sahman Z Samson Olusola Olatunji Saniyatil Wida Sintayana Muhardini Siti Hasanah Siti Lamusiah Sudarta Sudarta Supratman Supratman Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Syaharuddin Syaharuddin Syaifuddin Iskandar Syarifuddin Syarifuddin Trisnawati, Ike Vera Mendalina Wida, Saniyatil Wiwik Handayani Yudhi Lestanata Yulia Isnaini Yusuf, Dedi Yusuf, Siti Agrippina Alodia Zaenafi Ariani Zedi Muttaqin