p-Index From 2021 - 2026
6.867
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK) Al-Mizan (e-Journal) Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Edufisika: Jurnal Pendidikan Fisika SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat TAHKIM Unes Law Review Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) JEKPEND Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Indonesian Journal of Global Health research Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Community Empowerment Management of Zakat and Waqf Journal (MAZAWA)) RIO LAW JURNAL Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN) Jurnal Ar-Ribh New Language Dimensions PROGRESIF Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Indonesian Journal of Community Empowerment AL-KHAZINI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Al-Iftah: Journal of Islamic studies and society IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Inovasi Teknologi Terapan Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Student Journal of International Law Journal of Applied Transintegration Paradigm KATARSIS Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Produktivitas Karyawan melalui Pelatihan dan Pengalaman Kerja Fikri, Fikri; Nursi, Mulyadi
JEKPEND: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jekpend.v8i2.77770

Abstract

This study aims to analyze the influence of organizational culture on employee productivity through training and work experience at CV Risba Production Bandung, West Java. This study used a quantitative approach with a sample size of 100 employees, and data were collected through a questionnaire using a 1–5 Likert scale. Data analysis was conducted using PLS-SEM to test the relationships between variables and the mediation of training and work experience.The results showed that organizational culture had a positive and significant effect on training and work experience. Furthermore, training and work experience had a positive effect on employee productivity. Mediation analysis revealed that organizational culture also had an indirect effect on productivity through training and work experience, with partial mediation. These findings emphasize the importance of an organizational culture that supports employee competency development and experience as a strategy to increase productivity.This study provides implications for company management to continue strengthening an organizational culture that supports training and work experience, and to develop structured employee development programs.
Kontroversi Keabsahan Perwalian Nikah Nonmuslim Perspektif Hukum Keluarga Islam Dihri, Dihri; Hannani, Hannani; Aris, Aris; Haq, Islamul; Fikri, Fikri
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2156

Abstract

Penelitian ini membahas kontroversi keabsahan perwalian nikah non-Muslim dalam perspektif hukum keluarga Islam. Permasalahan penelitian dirumuskan dalam tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana keabsahan wali nikah non-Muslim menurut hukum keluarga Islam, (2) apa faktor yang melatarbelakangi munculnya kontroversi tersebut, dan (3) bagaimana solusi yang dapat diterapkan dalam konteks hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data primer meliputi al-Qur’an, Hadis, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta kitab fikih klasik empat mazhab. Data sekunder berasal dari buku, artikel dan jurnal ilmiah, tesis, disertasi, putusan pengadilan agama, serta fatwa ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pandangan mayoritas ulama fikih dan hukum positif di Indonesia, wali nikah non-Muslim tidak sah menikahkan perempuan Muslimah. Keislaman wali merupakan syarat mutlak karena berkaitan dengan prinsip akidah dan perlindungan maslahat agama, sebagaimana ditegaskan oleh mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, serta tercermin dalam KHI Pasal 20–23. Kontroversi muncul akibat kondisi sosial, seperti pernikahan mualaf dan relasi keluarga lintas agama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan humanis dan dialogis melalui peran KUA dan tokoh agama, agar pengalihan perwalian kepada wali hakim dipahami sebagai upaya menjaga kesesuaian syariat tanpa menafikan ikatan kekeluargaan.
Emotional Analysis of the Main Character in Leiden by Dwi Nur Rahmawati: Implications for Literature Education in the Merdeka Curriculum Saripudin, Agus; Fikri, Fikri; Gunaika, Raka; Angelia, Tassya
Edukasi Vol 12 No 2 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, South Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ejpp.v12i2.32362

Abstract

This study examines the emotional dynamics of the main character in Dwi Nur Rahmawati's Leiden and analyzes how these emotions can inform literature teaching within the Merdeka Curriculum. Employing a descriptive mixed-methods design, the research integrates qualitative literary psychology analysis with quantitative frequency mapping. Data were collected through systematic reading, identification of emotional expressions, structured recording, and coding of 76 emotional quotations from the novel. Analysis followed Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model to classify emotion types, examine narrative contexts, identify patterns, and interpret pedagogical relevance. The findings revealed three significant patterns. First, sadness emerged as the dominant emotion (18.4%), followed by love and fear (14.5% each) and guilt (11.8%), indicating the protagonist's psychological vulnerability characteristic of adolescent development. Second, nonverbal behavior (39.5%) and author narration (35.5%) appeared more frequently than dialogue (25%), demonstrating a "show, don't tell" characterization strategy requiring inferential reading. Third, complex emotions appeared in 10.5% of instances, exclusively through author narration, reflecting psychological nuance demanding higher-order interpretation. These emotional patterns are pedagogically relevant because they mirror adolescents' socioemotional experiences and provide opportunities for developing empathy, emotional literacy, and analytical reading skills. The findings demonstrate that emotional analysis can serve as a foundation for designing character-oriented literature activities aligned with Phase F learning outcomes in the Merdeka Curriculum. The study contributes empirical support for integrating literary psychology into Indonesian literature classrooms through structured emotional mapping and offers practical guidance for teachers seeking to enhance students' character formation and critical comprehension within curriculum frameworks emphasizing competency-based, analytical, and reflective learning.
HAK PEREMPUAN DALAM PENGASUHAN ANAK PASCA PERCERAIAN Aris Aris; Fikri Fikri
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 10 No 1 (2017): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadanah or parenting is something that can not be released in the context of marriage or family law of Islam. This paper discusses the care of children in the perspective of Islamic law. Parenting in marriage is not much of a problem and does not give rise to detailed rules, but parenting with divorced parents is arranged in detail. The conclusion of Islamic jurist shows that the woman or the mother is more entitled to the child to do hadanah.Hak women are associated with the child's age and the nature and character of parents.
DIGITALISASI POTENSI WISATA DESA BASKARA BAKTI MELALUI PEMETAAN DRONE PARTISIPATIF DAN KONSERVASI WARISAN SEKAK Aminah, Siti; Harsyta, Andini; Saparina, Saparina; Novelalahu, Mochi; Tedi, Tedi; Fikri, Fikri; Saputra, Armadi; Habibi, Muhammad; Afriza Fernando, Lucky; Rahman Hakim, Arif; Syafutra, Randi; Hendrik, Maulina; Ramdhani Harahap, Fitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1224-1232

Abstract

Desa Baskara Bakti merupakan rumah bagi Suku Sekak yang memiliki kearifan lokal bahari yang kuat. Namun, pengembangan wisata di desa ini terkendala oleh ketiadaan data spasial (peta) yang informatif dan ancaman degradasi lingkungan pesisir akibat sampah laut. Pengabdian ini bertujuan untuk mendigitalisasi potensi wisata desa melalui teknologi pemetaan dan merevitalisasi kesadaran lingkungan berbasis budaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PMM yang dilaksanakan dengan tiga tahapan terintegrasi: (1) Pelatihan Drone bagi pemuda untuk akuisisi data spasial, (2) Lokakarya "Peta Wisata Impian" yang diawali FGD untuk menentukan titik potensial UMKM dan wisata, serta (3) Kampanye "Laut Bersih, Warisan Sekak" melalui sosialisasi siswa dan aksi bersih pantai. Hasil evaluasi lokakarya terhadap 35 pemuda menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai tata ruang desa (skor post-test 84,3). Luaran kegiatan berupa Peta Wisata dan UMKM yang memuat lokasi pantai, kesenian, dan sentra kuliner lokal dalam format digital (PDF) dan cetak (A0) yang terpasang di depan balai desa, serta pemulihan kebersihan area pesisir melalui tiga aksi kolaboratif. Integrasi teknologi drone dan narasi budaya terbukti efektif dalam memvisualisasikan masa depan desa sekaligus merawat identitas warisan leluhur.
ANALISIS METAFORA KONSEPTUAL KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF DALAM PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP DURIAN DAN TEMPOYAK Gunawan, Anggara; Agreline, Regina Putri; Izzah, Izzah; Fikri, Fikri
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.23773

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa mengonseptualisasikan durian dan tempoyak dalam persepsi linguistik kognitif melalui metafora konseptual. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perbedaan persepsi dan selera siswa terhadap durian sebagai buah segar dan tempoyak sebagai hasil fermentasinya, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap makanan tidak hanya didasarkan pada rasa, tetapi juga pengalaman dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 55 mahasiswa di Sumatera Seatan yang pernah mengonsumsi durian dan tempoyak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durian cenderung dipersepsikan secara positif sebagai sumber kenikmatan sensorik dan rasa, sedangkan tempoyak memiliki persepsi yang lebih beragam karena aromanya yang kuat, namun tetap memberikan pengalaman rasa yang khas. Selain itu, ditemukan adanya selera yang tinggi, yaitu siswa yang menyukai durian tetapi tidak menyukai tempoyak, serta sebaliknya dalam jumlah yang lebih sedikit. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang pendidikan, khususnya dalam kajian linguistik kognitif, dengan menunjukkan bahwa bahasa, pengalaman, dan budaya berperaan penting dalam membentuk cara individu memahami konsep, termasuk dalam konteks kuliner lokal. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa mengkonseptualisasikan durian dan tempoyak dari perspektif linguistik kognitif, khususnya melalui metafora konseptual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perbedaan persepsi dan preferensi siswa terhadap durian sebagai buah segar dan tempoyak sebagai produk fermentasinya, yang menunjukkan bahwa pemahaman tentang makanan tidak hanya dipengaruhi oleh rasa tetapi juga oleh pengalaman dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 55 mahasiswa di Sumatera Selatan yang telah mengonsumsi durian dan tempoyak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durian umumnya dipersepsikan positif sebagai sumber kenikmatan sensorik dan rasa, sedangkan tempoyak menerima respon yang lebih beragam karena aromanya yang kuat, meskipun tetap memberikan pengalaman rasa yang unik. Selain itu, ditemukan konten yang menarik dalam preferensi, di mana beberapa siswa menyukai durian tetapi tidak menyukai tempoyak, dan sebaliknya dalam jumlah yang lebih kecil. Penelitian ini berkontribusi pada bidang pendidikan, khususnya dalam linguistik kognitif, dengan menunjukkan bahwa bahasa, pengalaman, dan budaya memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana individu memahami konsep, termasuk dalam konteks kuliner lokal.
Local Wisdom and Sustainable Fisheries Management in Aceh Province: Customary Law Perspective Fikri, Fikri; Idris, Idris; Catur Siswandi, Ahmad Gusman; Imamulhadi, Imamulhadi
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v10.i1.27335

Abstract

Fisheries resources, especially capture fisheries, are inherently open access; however, without proper management or when exploited excessively, they risk depletion or even extinction. At the global level, fish consumption continues to rise, while production from capture fisheries has shown a steady decline. This situation can be interpreted as evidence of widespread overfishing of capture fisheries resources. If this trend persists, it will pose a serious threat to global food security, particularly within the fisheries sector. Aceh Province is a maritime region surrounded by seas and possesses significant potential for capture fisheries. Nevertheless, illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing presents a serious risk to the sustainability of fisheries resources in the area. At the same time, Acehnese fishing communities are supported by a traditional maritime institution known as Panglima Laot, which, grounded in local wisdom, has played an important role in preserving the sustainability of fisheries resources up to the present. This article examines the role of local wisdom in sustainable fisheries management in Aceh Province. The study employs a normative legal research approach, with data collected by means of an analysis of legal documents. The findings indicate that Aceh Province holds the authority to implement sustainable fisheries management based on both national legislation and Aceh Qanun governing the sector. In addition, fisheries management is conducted through the customary institution of Panglima Laot, which has its own organizational structure and regulatory framework, particularly in overseeing fishing activities at sea. The local wisdom values embedded in this institution include justice, solidarity, and sustainability. In this regard, Panglima Laot has made a significant contribution to resolving conflicts within fishing communities.
Culturally responsive public speaking: Elevating high school students' rhetorical competence through South Sumatran local wisdom Izzah, Izzah; Sholikhah, Hani Atus; Fikri, Fikri; Prasetyo, Chrisnatama Tangguh
Community Empowerment Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15790

Abstract

Public speaking education in high schools often lacks contextual relevance, missing opportunities to connect communication skills with cultural heritage. This community service initiative addresses this gap by enhancing the public speaking competence of SMAN students in South Sumatra, embedding local wisdom as a rich rhetorical foundation to foster regional cultural preservation. The program deployed an educational-participatory framework that integrated interactive training, project-based learning, and hybrid mentoring (blended learning). The intervention yielded a substantial transformation in students' oratorical proficiency, with mean performance scores shifting from a baseline of 2.07 on the pretest to 3.59 on the posttest. The most pronounced advancements were observed in students' ability to weave local pantun (traditional poetry) and proverbs into their speeches, maintain cultural relevance, practice linguistic politeness, and use authentic South Sumatran honorifics. Beyond sharpening technical delivery, the program significantly bolstered students' confidence, deepened their cultural identity, and enabled them to leverage digital media for culturally grounded communication. Ultimately, this culturally responsive public speaking model serves as a highly effective, scalable, and sustainable tool for contemporary communication literacy.
Co-Authors Adi Sutrisno Afriza Fernando, Lucky Agreline, Regina Putri Ahmad Hidayat Ahmad Hidayat Ahmad, Farouq Ali Akhsan, Muhammad Ali Abubakar Alyafi Afwa Amaliyah, Muhibah Angelia, Tassya Arief, Yanwar Arif Rahman Hakim Arifin, Harmina Aris Aris ARIS ARIS, ARIS AYU LESTARI Azwar Azwar Baddu, Nur Lathiefah Bakri, Muhiddin Balqish Saharudin, Nur Izzatun Bambang Santosa Banyusufi, Azizah Mentari Cahyani, Wulan Catur Siswandi, Ahmad Gusman DAMIRAH DAMIRAH, DAMIRAH Deddy Sofyan, Deddy Dhana, Tiara Maharani Alpha Dihri, Dihri Dwi Cahya Rahmadiyah Ekasatya Aldila Afriansyah Etty Rekawati Fadly Anhar Gultom Farradinna, Syarifah Fatmasari, Nor Fauziah Lubis Febrianti, Dilla Ayu Firmansah, Yunus Fitri Fitri Fitri Ramdhani Harahap Fitriani, Dea Ananda Gun Faisal Gunaika, Raka Gunawan, Anggara Gustiawan, Deni Gustina Gustina Habiel, Muhammad Haeruddin Haeruddin Hannani Harsyta, Andini Hasanudin Hasanudin Hasdiansah, Hasdiansah Hendrik, Maulina Henny Permatasari Idris Idris Islamul Haq Izzah, Izzah Jatu Permatasari, Safrieta Jusman Mansyur Kasusilaningrum, Tyas Khairul Khairul, Khairul Khalidurrahman, Ahmad Fauzan Krisma, Novis Laratu, Indah Nurhidayanti Lestari, Liya M. Dzaky Al Muttaqi M. Farhan Damanik M. Yogi Riyantama Isjoni M.Djafar, Supriady Mahfud Mahfud Malik , Adam Marianti, Lusy Masyhud, Luthfiah Megat Khairulazwan, Puteri Noraqilah Mr Imamulhadi Muhammad Ali Rusdi Bedong Muhammad Fauzan Muhammad Habibi Muhammad Kamal Zubair, Muhammad Kamal Mulyadi Mulyadi Munzir, Muhammad mutiara mutiara Mutmainnah, Iin Muzalifah, Muzalifah Nabilla Azzahra Nasohah, Zaini Nasywa Nur Zhafira Noor Sayuti, Muhammad Novelalahu, Mochi Novis Krisma Nur Alam Nur Alam Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurfadilla, Dilla Nursi, Mulyadi Pamungkas, Dimas Fauzi Tri Prasetyo, Chrisnatama Tangguh Puspitasari, Nitta Putri, Elmira Primasari Rahmadiana, Rahmadiana Rahmawati, Rahmawati Rajakqu Aulia Ramadhan, Nurul Fitra Ramawati, Devi Ramdhani, Dedy Ramli Ramli Randi Syafutra Rani, Faisal A Reni Nuraeni Reza, Restu Ridwan, Ridwan Risnawati, Henny Riza Chatias Pratama Rizal Darwis Rizanizarli, Rizanizarli Rosnilam, Rosnilam Rusdaya Basri, Rusdaya Rustiani, Eka Astria Safitri, Anisa Saidah Saidah Salim, Muhyiddin Salmah Salmah Salman Abdul Muthalib Samara, Daud Saparina, Saparina Saputra, Armadi Sari, Hastuti Indra Saripudin, Agus Septiyatik, Dyta Sholikhah, Hani Atus Siah, Fenny Tri Siregar, Amril Ma'ruf Siswahyudianto Siti Aminah Sri Wilujeng Sudirman L, Sudirman Sunuwati, Sunuwati tedi, tedi Tobing, Imelda Margaretha Umamah, Mudhiah Unggul Wahyono Wahidin , Wahidin Wahyu Hidayat Wahyuni Nasir Laratu Wawan Wawan Widya Noerafifah, Dinna Yusriadi, Aditya Zainal Abidin, Raihana Zainal Said Zulkifli Zulkifli Zulmita, Zulmita