p-Index From 2021 - 2026
5.794
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Public Health of Indonesia Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal SOLMA Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Edukasi AUD Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Aulad : Journal on Early Childhood Jambura Journal of Health Sciences and Research Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) MIKIA: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak (Maternal and Neonatal Health Journal) Potret Pemikiran Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam Jurnal Vokasi Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Jurnal Kajian Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Thufuli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi MALANG JOURNAL OF MIDWIFERY (MAJORY) Journal of Integrated Elementary Education Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Indonesian Financial Review Jurnal Abdi Panca Marga Farmasis: Jurnal Sains Farmasi Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Journal of Economic & Business Law Review Innovative: Journal Of Social Science Research Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

DOWN PAYMENT (DP) DALAM PEMBIAYAAN MURABAHAH (PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH) Naimah, Naimah
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.132 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v13i2.176

Abstract

According to the Classical Islamic Literatures, down payment is clearly known as Urban in Arabic, or in Bahasa accepted by Panjar, which means an initial agreed contract into a transaction. Islamic Scholars arguably have different opinions in implementing down payment as a method in the transaction. There are some scholars who do not agree to put down payment as a particular way in the transaction, but others do. However, by exercising the quality of specific reasoning that is applied, and also the fact of the acceptance of the system of transaction, therefore this method of payment is generally accepted.
KONSEP HUKUM ZAKAT SEBAGAI INSTRUMEN DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN UMMAT NAIMAH, NAIMAH
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.014 KB) | DOI: 10.18592/syariah.v14i1.66

Abstract

Zakat is charity of worship and included in the five pillars of Islam, because zakat is the foundation of Islam, in addition to an absolute obligation for a Muslim. It is also fully aware that the charity is a key instrument in growing the economy and improving the distribution tool. Then during the practice of Prophet Muhammad Saw in the compulsory zakat in times of Apostle in Medina, where nishab is set up, and stats is responsible in managing. This study explores how the concept of charity law as an instrument to improve the economy ummah, how positive law in Indonesia, which was formed to be able to institutionalize zakat order to function optimally, huge potential utilization of zakat can be achieved. The findings showed that generally, the presence of act No. 23 of 2011 on the management of zakat was instrumental in the development of the organization or institution of zakat in Indonesia, because the act provides legal certainty for the operational organization of zakat (OPZ), and increased public awareness in regular charity through zakat institution or organization zakat (OPZ). In addition, this act provides the foundation for the implementation of the concept of zakat productive.This law can be important instrument to achieve the goal of zakat as the remover of poverty, reduce unemployment and improve the ummahs economy.
IMPLEMETASI YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN WAKAF PRODUKTIF BERBASIS PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI INDONESIA Naimah, Naimah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i1.2093

Abstract

Wakaf produktif adalah harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi dan hasilnya di salurkan sesuai dengan tujuan wakaf. Seperti wakaf tanah untuk digunakan bercocok tanam, mata air untuk diambil airnya dan lain- lain. Dasar penetapan terhadap status hukum wakaf produktif.dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 adalah ijtihad. Bab V Undang-Undang 41 Tahun 2004 merupakan pengembangan dari Undang-undang wakaf sebelumnya yang mengatur tentang pengelolaan harta wakaf, dimana kewajiban nazir diatur secara gamblang sesuai dengan prinsip syari?ah dan pada pasal 43 ayat 2 dijelaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf ini juga menjadi momentum pemberdayaan wakaf secara produktif sebab di dalamnya terkandung pemahaman yang komprehensif dan pola manajemen pemberdayaan potensi wakaf secara modern.Lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf diarahkan untuk memberdayakan wakaf yang merupakan salah satu instrumen dalam membangun kehidupan sosial ekonomi umat Islam. Wakaf produktif pada dasarnya merupakan implementasi tujuan wakaf yaitu kemaslahatan/ kesejahteraan masyarakat melalui model-model usaha ekonomi yang produktif, sehingga manfaat dari harta wakaf dapat berdaya guna secara optimal dan berkesinambungan. Untuk merealisasikan wakaf produktif maka paling tidak harus mempertimbangkan empat azas, yaitu asas keabadian manfaat, asas pertanggung-jawaban, asas profesionalitas managemen, dan asas keadilan sosial.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENGENAL POLA ABC-ABC MELALUI MODEL TALKING STICK DI KELOMPOK A TK DAMAI BANJARMASIN NAIMAH, NAIMAH
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.884 KB) | DOI: 10.18592/jea.v1i2.2161

Abstract

Latar belakang masalah yang terjadi dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru, aktivitas anak dan rendahnya pengembangan aspek kognitif anak terhadap pembelajaran mengenal pola ABC-ABC di TK Damai Banjarmasin. Hal ini disebabkan karena guru kurang memiliki kreativitas yang bagus dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran serta kurangnya ketersediaan media atau alat peraga yang terbatas. Hal ini mengakibatkan anak kurang memiliki ketertarikan dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan guru, sehingga anak masih belum bisa mengembangkan kemampuan aspek kognitif dalam mengenal pola ABC-ABC secara maksimal sesuai dengan usia perkembangan dan pertumbuhan anak. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setting penelitian adalah anak kelompok A di TK Damai Banjarmasin tahun ajaran 2013/2014, dengan jumlah anak 11 orang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Data yang dikumpulkan antara lain menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui instrument penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan kegiatan anak melakukan aktivitas dan mengembangkan kemampuan aspek kognitif. Sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui lembar kerja yang dikerjakan anak. Analisis data menggunakan teknik naratif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model talking stick dapat mengembangkan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 mencapai 48,33 dengan kategori cukup baik meningkat menjadi 71,67 dengan kategori baik pada pertemuan 2, sedangkan pada siklus II mencapai 96,67 dengan kategori sangat baik. Aktivitas anak dalam mengikuti pembelajaran juga meningkat, keaktifan anak untuk siklus I pertemuan 1 mencapai 36,37% meningkat menjadi 54,54% pada pertemuan kedua, sedangkan, keaktifan anak untuk siklus II mencapai 90,9%. Keberhasilan pada pengembangan kognitif anak pada aspek mengenal pola ABC-ABC pada siklus I pertemuan 1 sebesar 54,55% meningkat menjadi 72,72% pada pertemuan 2, sedangkan siklus II mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa hipotesis yang berbunyi ?jika menggunakan model pembelajaran talking stick dalam menyusun pola ABC-ABC, maka dapat meningkatkan pengembangan aspek kognitif anak di Kelompok A pada TK Damai Banjarmasin? dapat diterima. Dengan ini, diharapkan agar guru-guru dapat menggunakan model talking stick dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan pengembangan kemampuan kognitif, peningkatan aktivitas anak serta peningkatan mutu pembelajaran disekolah masingmasing.Kata Kunci : Mengenal Pola ABC-ABC, Talking Stick
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UAN DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH Naimah, Naimah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8017.258 KB) | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.946

Abstract

National Exam, as a government policy to incrcase the quality of graduales' education in lndonesia has been started since academic year 2002/2003. This policy produces many pros and cons in the society and results in under passing grade students. This is due to different levels educational quality in each region. ln the matter ofjuridisprudence, this national exam policy actually is not in line witl'r the Act no 22 year 1999 about regional sutonomy. The Act states that education matter is a part of regional autonomy so that a region has rights to participate in conducting its education in accordance with its regional potential. 'fo observe this government policy on National Exam, the writer in this paper ernploys two theories; constitrutional and systemic.
Sikap Ibu Hamil Terkait Antenatal Care Dengan Penggunaan Media Maternal Cycle Simulation Naimah, Naimah; Kusuma, Ridzky Berliana
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 2 No 1 (2020): MAJORY
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (State Health Polytechnic of Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.611 KB)

Abstract

Mother's concern before pregnancy to check her nutritional status is still very lacking, this will result in the undetectability of nutritional problems experienced by mothers, such as anemia and chronic energy deficiency. The study aimed to determine the attitudes of pregnant women about antenatal care using the Maternal Cycle Simulation media. The design of this study was pre-experimental with One Group Pre-Test-Post Test design. The sample used was pregnant women aged 22-28 weeks who met the inclusion and exclusion criteria of 27 people with simple random sampling technique. Health education was carried out in three meetings, including pretest and provision of media Maternal Cycle Simulation, explanation of media use, demonstration of media use, re-demonstration by pregnant women using media, re-examination and monitoring using media, and posttest. The results showed 74% of mothers had a negative attitude in antenatal care at the time of the pretest and there was a decrease in the negative attitude rate to 15% after receiving the Maternal Cycle Simulation media with a p value <0.001, which means there was an influence of the use of the Maternal Cycle Simulation media towards the attitude of pregnant women about antenatal care care. Keywords: Maternal Cycle Simulation, Antenatal Care, Attitude of Pregnant Women
IMPLEMETASI YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN WAKAF PRODUKTIF BERBASIS PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI INDONESIA Naimah Naimah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i1.2093

Abstract

Wakaf produktif adalah harta benda atau pokok tetap yang diwakafkan untuk dipergunakan dalam kegiatan produksi dan hasilnya di salurkan sesuai dengan tujuan wakaf. Seperti wakaf tanah untuk digunakan bercocok tanam, mata air untuk diambil airnya dan lain- lain. Dasar penetapan terhadap status hukum wakaf produktif.dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 adalah ijtihad. Bab V Undang-Undang 41 Tahun 2004 merupakan pengembangan dari Undang-undang wakaf sebelumnya yang mengatur tentang pengelolaan harta wakaf, dimana kewajiban nazir diatur secara gamblang sesuai dengan prinsip syari’ah dan pada pasal 43 ayat 2 dijelaskan bahwa pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif. Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf ini juga menjadi momentum pemberdayaan wakaf secara produktif sebab di dalamnya terkandung pemahaman yang komprehensif dan pola manajemen pemberdayaan potensi wakaf secara modern.Lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf diarahkan untuk memberdayakan wakaf yang merupakan salah satu instrumen dalam membangun kehidupan sosial ekonomi umat Islam. Wakaf produktif pada dasarnya merupakan implementasi tujuan wakaf yaitu kemaslahatan/ kesejahteraan masyarakat melalui model-model usaha ekonomi yang produktif, sehingga manfaat dari harta wakaf dapat berdaya guna secara optimal dan berkesinambungan. Untuk merealisasikan wakaf produktif maka paling tidak harus mempertimbangkan empat azas, yaitu asas keabadian manfaat, asas pertanggung-jawaban, asas profesionalitas managemen, dan asas keadilan sosial.
KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UAN DALAM PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH Naimah Naimah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.946

Abstract

National Exam, as a government policy to incrcase the quality of graduales' education in lndonesia has been started since academic year 2002/2003. This policy produces many pros and cons in the society and results in under passing grade students. This is due to different levels educational quality in each region. ln the matter ofjuridisprudence, this national exam policy actually is not in line witl'r the Act no 22 year 1999 about regional sutonomy. The Act states that education matter is a part of regional autonomy so that a region has rights to participate in conducting its education in accordance with its regional potential. 'fo observe this government policy on National Exam, the writer in this paper ernploys two theories; constitrutional and systemic.
THE EFFECTIVENESS OF ROSE FLOWER (ROSA CHINENSIS JACQ) ON CANDIDA ALBICANS COLONIES IN JELLY (SABOURAUD DEXTROSE AGAR) MEDIA Widyana, Erni Dwi; Tarsikah, Tarsikah; Naimah, Naimah
Public Health of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2019): January - March
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.217 KB) | DOI: 10.36685/phi.v5i1.220

Abstract

Background: Approximately 90% of women in Indonesia have the potential to experience fluor albus. Fluor albus is mostly caused by Candida Albicans. Candida Albicans is a fungus that often causes infections on people. Herbal medicine is one alternative that can be used as a raw material for anti-fungial medication of Candida Albicans.Objective: The purpose of this study was to determine effectiveness of rose flower (Rosa Chinensis Jacq) on Candida Albicans colonies.Methods: This research was an experimental study with posttest only control group design, using four repetitions with a concentration of 7.5%, 10%, 12.5%, 15% and 17.5%. The hypothesis test used was One-way ANOVA (Analysis of Variance) with a significance level of 0.05.Results: The result shows that 7.5% concentration, the growth of the colonies was 148.75 CFU/ml; at 10% concentration, the growth of the colonies was 123 CFU/ml; at 12.5%, the growth of the colonies was 86 CFU/ml, at 15%, the growth of the colony was 29 CFU/ml; at 17.5 %, the colony growth was 0, so it can be concluded the higher concentration of rose extract, the lower number of Candida Albicans colonies.Conclusion: Rose extract (Rosa Chinensis Jacq) is effective in inhibiting the growth of the Candida Albicans fungus with minimum killing levels of 17.5%. Further studies on toxicity test on rose extracts on Candida Albicans are necessary.
Pengembangan Rumah Imunisasi dengan My Board in the Village Naimah, Naimah; Triningsih, Reni Wahyu; mas'udah, endah kamila
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v7i2.3860

Abstract

Complete basic immunization is an immunization organized by the government which aims to improve the health status of infants in Indonesia, which is given starting from infants aged 0 to. 18 months. The data shows that the complete basic immunization coverage in Malang Regency is still below the minimum target. The success of fulfilling this coverage cannot be separated from the role of health kader as a bridge between health workers and immunization targets in particular. This community service aims to socialize and train health kader in using the "My Board in the Village" immunization monitoring board in Gondowangi village, Malang Regency. The method of community service activities is divided into 5 sessions, namely 2 sessions for socialization activities using the lecture, discussion, question and answer method, and 3 sessions for demonstrations and redemonstrations by health kader. The results of the activities of all Health kader in Gondowangi village, Malang Regency can demonstrate the procedure for using “My Board in the Village” Immunization House Development with “My Board in the Village” is an activity to empower health kader which should be carried out continuously in collaboration with related parties, so that it is expected to contribute to the realization of an increase in the degree of public health in general and children in particular.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Abdul Kadir Abdul Malik Agustino, Muh Rifki Akbar, Fahrisal Amanda, Dhea Ameliah, Nur Cahya Amin, Isman Andria, Dedi Andriani, Rina anggita, indah sri Annisa Mahfuzah Anshari, Mukhlis Anwari, Muhammad Aqmarina, Nur Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asmara, Jana Asnawi Abdullah Aspadiah, Vica Aspadiah Aspikal, Aspikal Atika Zahra Maulida Baharuddin, Dharina Baru Sadarun Darwis, Aryandi Deni Satria Diana, Raden Rachmy Difi Dahliana Dilma’aarij Agustia Dinata, Rico Arta Elfindri, Elfindri Endah Kamila Mas'udah Erni Dwi Widyana Fachry Abda El Rahman Fahmi Ichwansyah Fajriana, Eulisa Fithriana Syarqawie Fitria, Rosda Ayu Fristiohady, Adryan Gusweni, Mira Hafidzi, Anwar Hamdi Hamdi Helmi, Gilang Firdaus Herawati Mansur Humaira, Ayu Indalifiany, Astrid Iqbal Akbar Asfar, Andi Muhamad Irfan Taufan Asfar, Andi Muhammad Irma Hamisah Jarajap, Inawati Mohammad Jainie Jaslina, Jaslina Jayawarsa, A.A. Ketut Jayen, Fredy Julianto, Tegar Julisman, Julisman Junaidi, Erik Karimullah, Suud Sarim Kertamanggala, Lia Kurniati Kurniati Kusuma, Ridzky Berliana Lael, Muhammad Zaenul Leki, Rofinus Mahsur, Mahsur Mairani, Tiara Marya Yully Christine Maulida, Yuliawati Maulidia, Miftakul Fira Menawati, Menawati Mira Gusweni Muhammad Jafar, Muhammad Munardy, Munardy Munastiwi, Erni Munawar, Rizal Nelda Fitria Anindia Indriani, Lindy Ngaisah, Nur Cahyati Nugraha, Rangga Nur Rizki, Nur Rizki Indah Jaya Nurfadika, A. Ririn Nurfaikah, Nurfaikah Nurhalifah, Nurhalifah Nurjanah, Ayu NURLAELA NURLAELA Nurma Handayani, Nurma Nursyafika, Nursyafika Paradik, Patrick Servanda Grotius Pertiwi, Inggid Senditiya Pranarayanti, Dilla Pratiwi, Isabela Dwi Putri Febriani, Widia Putro, Khamim Zarkasih Rahma, Zahratur Rahmawati, Lovy Fiara Zuninda Ramahdan, Gion Reni Wahyu Triningsih Reynaldi, Reynaldi Riusdi, Riko Rizki, Sulistiawan Rohimah, Yuliatur Sahidin . Said, Dian Riani Sasgita, Nabila Seftyandini, Nadia Septiani, Riza Setiawan, Grace Silvian, Mega Bela Siregar, Parulian Siti Fatimah Soesilo Soesilo Soesilo, Soesilo Sri Sumarni Stefany Fellyciani Ina Aran Sulaiman Sulaiman Sutrisno, Sutrisno Suyadi Suyadi Syahputra, Andri Syaifuddin Syaifuddin Syarifuddin Syarifuddin Taradipa, Maharani Tarsikah, Tarsikah Virli Susanti, Utia Wahyu Setyaningsih wahyuni wahyuni Wardiati, Wardiati Wati, Tita Pertama Wibowo, Eko Prio Yudianti, Ika Zulaiha, Yusifa