p-Index From 2021 - 2026
9.263
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam Al-MARSHAD: Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmu Berkaitan Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Jurnal Jurnalisa : Jurnal Jurusan Jurnalistik Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Jurnal Midwifery MADDIKA: Journal Of Islamic Family Law Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Al-Afaq: Jurnal Ilmu Falak dan Astronomi Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner MIYAH: Jurnal Studi Islam Tahqiqa: Jurnal Pemikiran Hukum Islam An Idea Nursing Journal Madani: Multidisciplinary Scientific Journal Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam AL-BAYAN: JURNAL HUKUM DAN EKONOMI ISLAM Al-fiqh : Journal of Islamic Studies Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Pendidikan Agama Islam Pangulu Abdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan International Journal of Islamic Studies Al-Faruq Media Hukum Indonesia (MHI) HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Jurnal Ar-Risalah ILJS ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Muwafaqat: Journal of Islamic Law Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Al Fuadiy: Jurnal Hukum Keluarga Islam Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERSPEKTIF HADIS Fatmawati Fatmawati
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 8 No 2 (2015): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many groups are calling to apply the Islamic values. Both in social issues, economy, country and politics. But they are not able to create a balancing of the values of Islam itself. Because in general, they actually limit the scope of women's movement. They do not give chance to women to participate in the world holding the reins of supreme leadership.If the excuse put forward is that Islamic values can be applied in general, why not give the right to limit even to women? In fact Islam devoted to men and women.However, when the raging spirit has been created, the power has been awakened, when the women had to roll up his sleeves to participate in social, political and matters relating to life, why the sudden sheet of voiced speech with a loud "O woman returned to the house each of you ", an appeal which it seems so unfair to discredit. Therefore, re-examine the traditions that are considered to discredit the woman, for Hadith Prophet Muhammad saw. ill only textually but also interpreted in context is the right thing to do.
ABORSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Meluruskan Problema Perempuan di Mata Publik) Fatmawati Fatmawati
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2016): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortion is not just a medical problem or public health, but also the social problems that arise because people follow the Western civilization. But the solution must be comprehensive, fundamental, radical, which is essentially the attitude” taqlid” to revoke the West with all the values and institutions of the West in conflict with Islam, and then replaced with the Islamic civilization is humane and fair. For women, abortion is a very frightening because it related to someone living dead. However, under certain conditions, women in a dilemma, love or grief? Continue to maintain trust God, or must be prepared to suffer? Islam is a religion of peace. He attended a reference to human safety. For that reason, Islam Syariat also very flexible and supple. Syariat Islam does not necessarily proscribe something that God has forbidden on certain conditions, but will still refer to the social conditions that encompass these problems.
Kajian Lafaz dalam Teks Hukum Islam: Analisis Dalālat Al-Manṭūq dan Implikasinya terhadap Istinbāṭ Al-Ḥukm Nurmilasari; Abd. Rauf Muhammad Amin; Fatmawati
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1807

Abstract

The analysis of wording (lafaz) in Islamic legal texts occupies a central position in the methodology of Islamic jurisprudence, particularly in the process of legal derivation (istinbāṭ al-ḥukm). Explicit textual meaning (dalālat al-manṭūq) represents the most direct form of legal indication and functions as a primary reference before engaging implicit meanings or analogical reasoning. However, contemporary legal discussions often reveal inconsistencies in understanding the scope and authority of explicit meaning, leading to divergent legal conclusions. This article examines the forms and classifications of dalālat al-manṭūq and analyzes their implications for legal reasoning within the framework of uṣūl al-fiqh. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the discussion is grounded in a critical review of classical and contemporary uṣūl al-fiqh literature. The findings demonstrate that dalālat al-manṭūq al-ṣarīḥ holds strong legal authority due to its clarity and minimal interpretative ambiguity, while dalālat al-manṭūq ghayr al-ṣarīḥ, although still authoritative, requires careful contextual and linguistic analysis. The study highlights the continuing relevance of precise textual interpretation in responding to modern legal challenges and emphasizes that methodological rigor in understanding explicit meaning is essential to ensure legal rulings remain aligned with the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharīʿah).
Konsep Gender Perspektif Hukum Islam Fatmawati Fatmawati
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2024): Islamic Law: Jurnal Siyasah, September 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/iljs.v9i2.984

Abstract

The concept of gender in Islamic perspective emphasizes balance and justice between men and women. Islam teaches that both have equal roles and responsibilities in various aspects of life, including worship, social, economic, and political spheres. Despite biological differences, Islam underscores that a person's status is determined by their piety and deeds, not by their gender. This article explores the concept of gender in Islam, interpretations of sacred texts related to gender, and their implications in modern life. Using normative and contextual analysis approaches, the article also examines how Islamic teachings provide space for women's empowerment without violating the principles of Sharia. Furthermore, it discusses the challenges and opportunities in achieving gender equality in an increasingly complex society, offering new perspectives on understanding gender issues from an Islamic viewpoint.
Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP (Platelet Rich Plasma) Perspektif Kaidah Al- Ḍararu Yuzāl (Studi Kasus ZAP Klinik Makassar) Shabrina Syifa Salsabila; Abd. Rauf Muhammad Amin; Abdul Wahid Haddade; Kurniati; Fatmawati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.363

Abstract

Tujuan pokok penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penggunaan plasma darah pada perawatan kecantikan PRP (Platelet Rich Plasma) perspektif kaidah al-Ḍararu Yuzāl studi kasus ZAP klinik Makassar. Adapun tujuan dari sub masalah, yaitu: 1) Untuk Menganalisa Urgensi Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. 2) Untuk Menganalisa Praktik Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. 3) Untuk Menganalisa Kaidah al-Ḍararu Yuzāl Dalam Penggunaan Plasma Darah Pada Perawatan Kecantikan PRP. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Studi lapangan dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain data yang diperoleh dari lapangan, diperkuat juga dengan data berupa literatur seperti buku, dan artikel-artikel ilmiah yang membahas berkaitan dengan permasalahan ini. Kemudian, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Perawatan kecantikan PRP menggunakan plasma darah sebagai media utamanya. PRP ini telah melalui proses istiḥālah yaitu perubahan dari darah utuh menjadi plasma yang sudah dipisahkan oleh alat sertigugasi maka hukum penggunaan plasma darah pada perawatan kecantikan PRP setelah istiḥālah adalah suci 2) PRP (Platelet Rich Plasma) yang dilakukan di ZAP Klinik Makassar memiliki perawatan kecantikan yang hygenis dan aman. Perawatan PRP (Platelet Rich Plasma) merupakan proses konsentrasi trombosit (platelet) yang digunakan untuk perawatan dermatologi dan estetika, seperti kebotakan, peremajaan kulit, dan pemulihan bekas luka. 3) Perawatan kecantikan PRP ini hasilnya sangat bergantung pada kualitas darah pasien perawatan kecantikan itu sendiri bahkan berpotensi membawa kemudaratan jika terdapat ketidakcocokan.
Kualitas Hewan Kurban Pemakan Sampah di TPA Antang Kota Makassar: Sebuah Telaah Hukum Islam Ativa Nurhadi; Usman Jafar; Fatmawati; Halim Talli; Kurniati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.367

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Studi lapangan dilaksanakan dengan mengumpulkan data primer melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Selain data yang diperoleh dari lapangan , diperkuat juga dengan data berupa literatur seperti buku, dan artikel-artikel ilmiah yang membahas mengenai penelitian ini. Kemudian, teknik pengolahan dan analisi data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1)Peran Pemerintah telah dilihat dengan mengeluarkan kebijakan, bahwasanya penggembalaan sapi di TPA itu dilarang, karena makanan yang di konsumsi oleh sapi tidak layak, namun hal demikian dihiraukan oleh penggembala, aturan telah dijelaskan pada UU kesehatan hewan ternak, dan ancaman penyakit pada hewan ternak. Adapun Aturan pemerintah daerah pada pencegahan penyakit pada hewan kurban yang akan dikurbankan pasal 21A. 2)Penggembalaan sapi di TPA Juga berdampak pada masyarakat baik dari segi kesehatan dan lingkungan, banyak dari mereka yang merasa khawatir karena adanya daging sapi yang berasal dari TPA, Dalam hasil penelitian juga dijelaskan oleh Dokter Hewan bahwa banyaknya zat-zat yang terkontaminasi pada sapi yang ada di TPA, seperti plastik, zat-zat logam berat, yang dapat menyebabkan bahaya pada manusia. 3)Islam memerintahkan melakukan ibadah kurban haruslah sesuai dengan syariat yang telah ditentukan baik itu bersifat sunah maupun wajib. Hewan kurban yang tidak sesuai kriteria yang ditentukan seperti, yang sudah tidak sehat dagingnya tidak sah dijadikan kurban. Begitu pula dengan hewan yang hidup ditempat yang tidak layak dan mengkonsumsi makanan yang tidak sesuai dengan sapi pada umumnya seperti sapi yang ada di TPA Antang.
Hak Politik Perempuan Perspektif Muslimah Wahdah Islamiyah Di Kota Makassar (Analisis Siyasah Syar’iyyah) Ade Ihwana Ilham; Sitti Aisyah Kara; Fatmawati; Usman; Zulfahmi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hak politik perempuan perspektif muslimah wahdah islamiyah di kota Makassar (Analisis siyasah syar’iyyah). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan teologi normatif dan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hak politik  perempuan Muslimah Wahdah Islamiyah memiliki hak untuk memilih dan Hak Amar ma’ruf Nahi Mungkar. Perempuan boleh ikut berpartisipasi dalam politik dengan menggunakan hak suara. Sedangkan Perempuan untuk di pilih menjadi pemimpin wahdah Islamiyah tidak merekomendasikan untuk Waliyul amr, Adapun untuk calon legislatif perempuan, maka belum direkomendasikan melihat belum adanya kebutuhan yang mendesak akan hal tersebut, disamping pertimbangan maslahat dan mudaratnya dari berbagai sisi, dan fakta belum adanya SDM dan logistik yang memadai kaum perempuan. Perempuan Wahdah Islamiyah menjalani peran kepemimpinannya dalam scope tertentu, menjadi ketua lembaga tertentu yang ada di masyarakat atau komunitas, yang di dalamnya terdapat kaum perempuan saja, karena tidak ingin bercampur baur dengan kaum laki-laki dan akan menghindarinya menurut kesanggupannya, tidak mencari-cari jalan untuk bercampur dengan laki-laki dan tidak mendorong orang lain melakukannya.
Analisis Ushuliyyah terhadap Lafaz Ṣarīḥ dan Kināyah dalam Penetapan Hukum Talak Digital Nur Afifa Maharani; Fatmawati; Zainal Abidin
Dirosah Islamiyah Vol 1 No 3 (2026): Juli
Publisher : Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital communication technology has transformed the practice of legal communication in Islamic family law, including the pronouncement of divorce (ṭalāq) through electronic media such as WhatsApp, Telegram, SMS, e-mail, and voice note. This phenomenon raises legal issues concerning the interpretation of divorce expressions, the intention of the speaker (qaṣd al-mutakallim), and the evidentiary value of digital communication. This study aims to analyze the application of the theory of dalālah al-alfāẓ to ṣarīḥ and kināyah expressions in digital divorce, examine the role of qaṣd al-mutakallim and digital qarīnah in determining legal consequences, and explore their implications for evidentiary practices in the Indonesian Religious Courts. This research employs normative legal research using a library research approach. Data were collected from classical works of uṣūl al-fiqh, statutory regulations, and recent scholarly publications, and were analyzed through qualitative content analysis. The findings demonstrate that digital media do not alter the legal classification of divorce expressions because legal validity depends primarily on the clarity of linguistic meaning rather than the communication platform. Explicit (ṣarīḥ) expressions directly produce legal consequences, whereas implicit (kināyah) expressions require proof of the speaker's intention supported by authentic digital qarīnah, including chat histories, metadata, voice recordings, screenshots, and digital forensic evidence. The study concludes that the theory of dalālah al-alfāẓ remains methodologically relevant for interpreting digital divorce while providing a systematic framework that integrates classical Islamic legal theory with contemporary digital evidence in Religious Court proceedings.
Metodologi Penunjukan Makna Ushul Fikih Dalam Menjawab Problematika Keumatan Hesti Rahma; Fatmawati; zainal abidin
Dirosah Islamiyah Vol 1 No 3 (2026): Juli
Publisher : Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalālah is an important concept in ushul fiqh that explains the relationship between wording and meaning as the basis for the process of istinbāṭ al-ahkām. This study aims to examine the concept of dalālah, the forms of indicating meaning according to the Hanafi school of thought, and its relevance in addressing contemporary community issues. This study uses a library research method with a descriptive-analytical approach through a study of ushul fiqh literature and related scientific sources. The results show that dalālah al-nash is divided into four forms, namely ibārat al-nash, isyārat al-nash, dilālat al-nash, and iqtidhā' al-nash, each of which has its own characteristics in understanding the legal content of the Qur'an and hadith. These four methods remain relevant in addressing various contemporary issues, such as sharia economics, digital transactions, health, and personal data protection. Thus, the concept of dalālah shows that Islamic law is dynamic, adaptive, and remains based on the Qur'an and Sunnah.
Sadd Al- Dzari‘ah Sebagai Instrumen Peninjauan Maqāṣid Al-Syarī‘ah Terhadap Putusan Percobaan Pembunuhan Sebagai Penghalang Kewarisan dalam KHI Muh. Fadliansyah. M; Abd. Rauf Muhammad Amin; Fatmawati
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis latar belakang penetapan Pasal 173 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan bahwa percobaan pembunuhan menjadi penghalang dalam kewarisan, dan (2) menelaah pasal tersebut dalam perspektif maqāṣid al-syari’ah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data diperoleh dari literatur primer dan sekunder berupa kitab klasik, jurnal ilmiah, buku akademik, dan sumber digital yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan percobaan pembunuhan sebagai penghalang waris dalam Pasal 173 huruf (a) KHI didasarkan pada adopsi Pasal 838 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Secara substantif, perumusan KHI mengacu pada sumber hukum Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunnah, serta memperhatikan sistem hukum nasional yang telah berlaku sebelumnya, termasuk KUH Perdata yang diberlakukan sejak 1 Mei 1848, jauh sebelum diresmikannya KHI pada tahun 1991. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, ketentuan tersebut mencerminkan penerapan prinsip sadd al-dzarī‘ah yang bertujuan mencegah kemudaratan. Larangan tersebut dikategorikan sebagai bentuk penjagaan terhadap jiwa (ḥifẓ al-nafs), yang merupakan salah satu dari lima tujuan utama syariat (al-ḍarūriyyāt al-khams). Implikasi penelitian ini meliputi pentingnya fleksibilitas dalam merespons dinamika hukum, serta perlunya perhatian pemerintah terhadap prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dalam perumusan dan evaluasi kebijakan hukum nasional.
Co-Authors A, Ansori A, Merdekawaty Abd Rauf Muhammad Amin Abd. Rauf Muhammad Abdul Rauf Muhammad Amin Abdul Wahid Haddade Achmad Musyahid Idrus Achmad Nasyori Ade Ihwana Ilham Ahmad Izzuddin Ahmad Musyahid Ainun Mardiah, Nur Akhyar, Andi Muh. Ami, Abd. Rauf Muhammad Amin, Abd. Rauf Amrudin Amrudin Andi Halimah Andi Muhammad Akmal Andy Muhammad Ruknanto Andy Anieq Mumthi’ah Al Kautzar Annisa Y Febrianti Arwinni Eka Putri Ahmad Asfira Yuniar ASNI Ativa Nurhadi Audah Mannan Ayu Andira Baso Muhammad Nibras Abiyyu Dahliah Dahliah Dinul Fitrah Mubaraq Dwi Utami Hudaya Nur Eka Syahriani Eri Sarmila F, Faisal Faisal Akib Fathoni, Wildan Fathur Rahman Basir Fitri Ningsih, Fitri Fitriani Kadir Fitrya Ninggi Gazali, Muh. Rakasiwi A. Gurfatil Amin Halim Talli Hamzah Hasan Haq, Fitri Maylan Hesti Rahma Hidayat, Herdi Husnul Khatimah Ikram, Muhammad Furqanul Ismail Alibas Iwan Aprianto J, Jamrizal Juhari, Andi Rezal Kadir, Muh.Awaluddin Kaisar Rahul Kartono, Arsy Fathir Karunia, Khaerunnisa Kasful Anwar Kurniati Lisa Anriani Lizri, Kurniati Ramadhani Lomba Sultan Madina, Siti Marni Marni Marwah, Andi Mirna Yunita Misbahuddin Misbahuddin Muammar Bakri Mubarak, Muhammad Hilal Muh Farid Wadjedy Muh. Fadliansyah. M Muh. Irwan Muh. Nur Muh. Soleh Ridwan Muhammad Didit Dermawan Rola Muhammad Fadhil Muhammad Fitrah Muhammad Qadaruddin Muhammad Shuhufi Muhammad Yahdi Muhammad Yasin N, Nikmah nanaridwan, Mau'idhatul Hasanah Ridwan Nur Afifa Maharani Nur Amalia Nurfaizah Alza, Nurfaizah Nurlina Nurlina Nurmilasari Nurul Fatimah Panji Anugrah Perkasah Pandji Palantei Rahma Amir Rahma Amir Rahmat Farham Rahmatul Qadri Rauf Amin Rian Hidayat Rohim, M. Yusuf Nur Saiyed Amar Achmad Saiyed Amar Ahmad Sanusi, Muh. Nur Taufik Sanusi, Nur Taufiq Saputri, Chandra Ariani Shabrina Syifa Salsabila Sippah Chotban Sitti Aisyah Kara Sri Ujiana Putri Sri Wahyuni Kasim Sultan, Loma Sunusi, Muh. Nur Taufiq Supardin Syatar, Abdul Taher, Muhammad Rafli HI Tantri, Tantri Indar Pratiwi Tasliyah Erlina Ramli Ummul Inayah Usman Usman Jafar W, Wawan Windi Rezani Anas Wulandari, Ulfah Yunita Yoan Febriawan ZAENAL ABIDIN Zulfahmi