Claim Missing Document
Check
Articles

Variasi Waktu Dan Sterilisasi Untuk Anggrek Cattelya sp. Sebelum Penanaman In-Vitro Harahap, Fauziyah; Br Bangun, Edmy Febriani; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Nusyirwan, Nusyirwan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8081

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendapatkan teknik sterilisasi yang terbaik untuk eksplan batang anggrek Cattleya sp. muda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No. 8 Tanah 600 Medan Marelan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dalam mencobakan beberapa teknik sterilisasi. Untuk mengetahui teknik sterilisasi yang tepat, penelitian ini menggunakan eksplan lapang anggrek Cattleya Sp. dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dan ditabulasi menggunakan parameter penelitian hari terkontaminasi, persentase eksplan yang terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan yang membengkak, persentase eksplan yang membentuk bakal tunas dan persentase eksplan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 teknik sterilisasi yang optimal dalam sterilisasi eksplan lapang Anggrek Cattleya Sp. yaitu teknik sterilisasi 2 dan 4. Teknik sterilisasi 2 menggunakan zat sterilan deterjen, akuades steril, Tween-20, benomil 50%, agrimicin, NaOCl 15% 10% dan alcohol 70% kemudian teknik sterilisasi 4 dengan zat sterilan Clorox 1,05%, HgCl 0,02% dan akuades steril merupakan teknik sterilisasi yang tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kontaminasi eksplan dan tampaknya spot-spot hijau pada eksplan dimana eksplan akan mengalami pertumbuhan tunas. Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi pada eksplan Anggrek Cattleya Sp. adalah kurangnya kehati-hatian praktikan pada saat melakukan sterilisasi eksplan lapang, kontaminasi endogenus yang tinggi dan penggunaan zat steril yang kurang tepat
Validity of Research Based Book on Isolation, Amplification, and Visualization Material for Biotechnology Course in Higher Education Rizka, Chairany; Harahap, Fauziyah; Edi, Syahmi
META: Journal of Science and Technological Education Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Aspirasi Masyarakat Intelektual Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biotechnology is a discipline of biology that examines the use of methods or how to utilize living things and its components in terms of increasing the welfare of human existence. Biotechnology courses currently require instructional materials, particularly those pertaining to the application of DNA isolation and amplification. The aim of this study was to determine the level of validity of research based book on isolation, amplification, and visualization material for biotechnology course in higher education. The  parameters  measured were the validity of the research based book from the aspect of material, language, context, and design. This study uses developmental stage that followed Borg and Gall (1989) development model. The results of the validation by experts were obtained using a questionnaire instrument. The research based book on isolation, amplification, and visualization topic passed validation by materials experts, linguists experts, and design experts with scores of 84% (very good), 77% (very good), and 85%. (very good). It can be concluded that research based book on isolation, amplification, and visualization material product is feasible to use for learning in biotechnology course in higher education based on its validity.
Implementasi Discovery Learning dalam Pembelajaran Biologi Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Hewan Manik, Manganju; Harahap, Fauziyah
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol. 3 No. 1 (2021): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v3i1.6529

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari Implementasi Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan hewan di SMA Negeri 3 Medan. Sistem implementasi ini dilakukan dalam dua siklus, masing - masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan (observation) dan refleksi. Terdapat 13 Kelas XI MIA sebagai populasi penelitian, di mana siswa kelas XI MIA-8 yang berjumlah 42 orang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan sebagai subjek penelitian ini. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Peningkatan hasil belajar siswa  mengalami perubahan yakni 85,71% pada siklus ke I dan 97,62% pada siklus ke II. Kesimpulan dari  hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa dan masuk ke dalam kategori tinggi.
Hubungan Kadar Mioglobin Otot dengan Kemampuan Menyelam pada Beberapa Jenis Ikan Air Tawar Selvia, Selvia; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5055

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kadar mioglobin pada beberapa spesies ikan air tawar, (2) menjelaskan hubungan antara kadar mioglobin otot dengan kemampuan menyelam atau bertahan pada kondisi hipoksia, serta (3) mengidentifikasi spesies yang memiliki kadar mioglobin tinggi dan ketahanan menyelam paling lama. Hasil analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan karakter struktural mioglobin antarspesies, yang memengaruhi kapasitas penyimpanan oksigen. Ikan gabus dan lele memiliki kadar mioglobin tinggi serta struktur mioglobin dengan afinitas oksigen kuat, memungkinkan keduanya menyimpan oksigen lebih banyak di jaringan otot dan bertahan lama saat hipoksia. Sebaliknya, ikan nila, gurame, dan ikan mas memiliki kadar mioglobin rendah–sedang sehingga daya tahan menyelam lebih rendah. Temuan ini memperkuat konsep bahwa mioglobin berperan penting dalam adaptasi fisiologis ikan air tawar terhadap kondisi oksigen rendah, dipengaruhi habitat, kebutuhan metabolik, dan struktur respirasi.
Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamate (MSG) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau Berdasarkan Panjang Batang dan Warna Daun Selvia, Selvia; Hasibuan, Hasni Periadi; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5158

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan melalui intensifikasi budidaya, salah satunya dengan penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air dan larutan MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan dua perlakuan, yaitu penyiraman air dan MSG, menggunakan media tanah dalam polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman air menghasilkan pertumbuhan yang lebih stabil, sedangkan pemberian MSG mampu mempercepat pertumbuhan awal tetapi bersifat fluktuatif pada hari berikutnya. Oleh karena itu, penggunaan MSG perlu dikontrol agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan benih non-unggul, pemupukan yang kurang tepat, serta kondisi tanah yang kurang subur. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi kacang hijau melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, kajian mengenai pengaruh MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau dalam skala polybag dan pengamatan harian masih terbatas.
Pengaruh Jenis Tanah pada Percepatan Perkecambahan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Amanda, Putri; Tambunan, Diana Putri Kamila; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4831

Abstract

Pertumbuhan awal tanaman, khususnya fase perkecambahan, sangat dipengaruhi oleh media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis tanah (humus, liat, dan pasir) terhadap percepatan perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal kacang hijau (Vigna radiata L.). Desain yang digunakan adalah eksperimental sederhana dengan satu faktor perlakuan, dan pengamatan dilakukan selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah humus memberikan waktu muncul radikula tercepat (24 jam) dan plumula tercepat (48 jam). Keunggulan ini karena humus memiliki aerasi, bahan organik, dan kapasitas menahan air yang seimbang. Sebaliknya, tanah pasir menunjukkan waktu muncul paling lambat (radikula 48 jam; plumula 72 jam) karena retensi air dan hara yang rendah. Selain itu, tanah humus juga menghasilkan pertumbuhan awal terbaik, dengan tinggi rata-rata 11 cm dan 3 helai daun sejati pada hari ke-7, jauh melampaui tanah liat (7,5 cm) dan pasir (4,2 cm). Kesimpulan menunjukkan bahwa jenis tanah memengaruhi secara signifikan laju perkecambahan dan pertumbuhan awal; tanah humus adalah media tanam yang paling optimal untuk budidaya kacang hijau.
Pengaruh Jenis Air (Air Sumur, Air Mineral, Air EcoEnzim) terhadap Pertumbuhan Daun Tanaman Kacang Hijau Azhari, Muhammad; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya ketersediaan air sebagai jenis aktifator enzim dan hormon yang berperan dalam proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Metode eksperimen digunakan dengan membandingkan tiga jenis air, yaitu air eco-enzyme, air mineral (air galon), dan air sumur. Sebanyak dua belas polybag kacang hijau, masing-masing berisi enam benih, diberikan perlakuan dengan jenis air yang berbeda dan diletakkan pada tempat yang mendapat sinar matahari secara merata selama tujuh hari pengamatan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, ukuran daun, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air eco-enzyme memberikan hasil pertumbuhan terbaik, diikuti air mineral, dan terakhir air sumur. Tinggi tanaman dan ukuran daun terbesar diperoleh pada perlakuan air eco-enzyme. Kesimpulannya, jenis air yang digunakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau, dan eco-enzyme dapat direkomendasikan sebagai alternatif jenis irigasi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas tanaman ini.
Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Ujung, Siti Nuraisah Asma; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Optimasi Sterilisasi Eksplan Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Asal Sidikalang untuk Penanaman In Vitro Simbolon, Yuni Artha Rapima; Harahap, Fauziyah; Malau, Sthevy Graf; Sembiring, Dear Chio; Khairani, Wilda; Sitanggang, Udur Astiona; Nadeak, Santaro Marito
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p5

Abstract

Buah kopi memiliki peran vital sebagai sumber devisa Negara Indonesia karena bernilai ekspor tinggi. Kopi Sidikalang, Sumatera Utara merupakan salah satu kopi spesialti Indonesia. Namun, produksi kopi ini mengalami stagnasi akibat keterbatasan bibit unggul. Kultur jaringan menjadi solusi potensial untuk perbanyakan bibit kopi Robusta secara cepat dan seragam. Keberhasilan teknik ini sangat bergantung pada tahapan sterilisasi eksplan yang tepat guna mencegah kontaminasi tanpa merusak eksplan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dan pola sterilisasi paling optimal untuk eksplan daun kopi Robusta asal Sidikalang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 15 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney 5%. Hasil penelitian menunjukkan pola sterilisasi berpengaruh nyata terhadap waktu terkontaminasi, persentase kontaminasi, browning, dan persentase eksplan berkalus, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu munculnya kalus. Perlakuan P5 sebagai pola sterilisasi paling optimal, dengan persentase kontaminasi 6,6%, browning 0%, dan kalus 93,3%. P5 meliputi pencucian dengan detergen cair, perendaman agrept, benlate, diikuti sterilisasi dalam LAFC dengan tween 20, bayclin bertingkat 10%, 20% dan 30%, alkohol 70% dan asam askorbat. Kata kunci: Kopi robusta, kultur jaringan, sterilisasi, kontaminasi, kalus
Optimasi Sterilisasi Eksplan Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Asal Sidikalang untuk Penanaman In Vitro Simbolon, Yuni Artha Rapima; Harahap, Fauziyah; Malau, Sthevy Graf; Sembiring, Dear Chio; Khairani, Wilda; Sitanggang, Udur Astiona; Nadeak, Santaro Marito
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p5

Abstract

Buah kopi memiliki peran vital sebagai sumber devisa Negara Indonesia karena bernilai ekspor tinggi. Kopi Sidikalang, Sumatera Utara merupakan salah satu kopi spesialti Indonesia. Namun, produksi kopi ini mengalami stagnasi akibat keterbatasan bibit unggul. Kultur jaringan menjadi solusi potensial untuk perbanyakan bibit kopi Robusta secara cepat dan seragam. Keberhasilan teknik ini sangat bergantung pada tahapan sterilisasi eksplan yang tepat guna mencegah kontaminasi tanpa merusak eksplan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dan pola sterilisasi paling optimal untuk eksplan daun kopi Robusta asal Sidikalang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 15 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney 5%. Hasil penelitian menunjukkan pola sterilisasi berpengaruh nyata terhadap waktu terkontaminasi, persentase kontaminasi, browning, dan persentase eksplan berkalus, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu munculnya kalus. Perlakuan P5 sebagai pola sterilisasi paling optimal, dengan persentase kontaminasi 6,6%, browning 0%, dan kalus 93,3%. P5 meliputi pencucian dengan detergen cair, perendaman agrept, benlate, diikuti sterilisasi dalam LAFC dengan tween 20, bayclin bertingkat 10%, 20% dan 30%, alkohol 70% dan asam askorbat. Kata kunci: Kopi robusta, kultur jaringan, sterilisasi, kontaminasi, kalus
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelia, Ichlasul Ajat Sudrajat Amanda, Putri Anisa, Cut Anliana, Anliana Anwar, Syakila Apriliani, Indah Rizka Armaniar, Armaniar Aryeni Aryeni, Aryeni Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Azzahra, Yolanda Putri Baby Arlita Lubis, Baby Arlita Batubara, Wardah Arijah Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani CICIK SURIANI Dalimunthe, Rahmadina Damanik, Jesika Febriani Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dwi Apriliani, Dwi Eko Prasetya, Eko Ely Djulia Eryati Zetkas, Eryati Fachry Abda El Rahman Fajriati, Qisthy Adha Fian Sinaga, Roberi Sepda Fitri Rahmadani, Fitri Fitri, Walida Gultom, Josephine Olivia Gultom, Novayanti Hadinata, Aristo Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Hasanah, Dwi Hasibuan, Hasni Periadi Hasratuddin . Hasruddin Hendro Pranoto Hengki Frengki Manullang, Hengki Frengki Herbert Sipahutar, Herbert Herbet Sipahutar, Herbet I Made Nuada, I Made Idramsa Idramsa, Idramsa Indrayani, Lisa Indriana, Githa Ivan Lauren, Ivan Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Khairani, Wilda Khalisyah, Zhafira Lazuardi Lazuardi Limbong, Forentina Lubis, Anita Agustina Lubis, Khairiza Lubis, Theresia Mahmud Mahmud Malau, Sthevy Graf Manik, Manganju Mardiana Mardiana Mariana Siregar, Mariana Martina Asiati Napitupulu Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nadeak, Santaro Marito Nadhilla, Annisa Nainggolan, Junister Nanda Pratiwi Nasution, Marina Azzahra Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Naura Kamila, Aryediutami Nazwari, Aura Nora, Putri Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nusyirwan . Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Pasaribu, Fadilah PERMATA GINTING, PERMATA Pranoto, Hendro Pribadi, Koko Puji Prastowo, Puji Rahayu, Ari Ramayanti Ramlan Silaban Renny Agustina, Renny Rizka, Chairany Rumapea, Lusiana Ruth Susanty, Revi Said . Iskandar Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Samsul Kamal Sari, Elvira Nanda Satriawati Satriawati, Satriawati Selvia Selvia Sembiring, Dear Chio Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Silitonga , Melva Simbolon, Yuni Artha Rapima Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert Sitanggang, Udur Astiona Sitompul, Naila Zahwa Sitorus, Henry Pangihutan Situmorang, Berri Sohada, Ummi Sri Rahmadani Harahap, Sri Rahmadani Sudibyo , Mufti Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syahmi Edi Syarifuddin Syarifuddin Tambunan, Diana Putri Kamila Tambunan, Maria Cintiana Tambunan, Muhammad Iqbal H. Tanjung, Aura Albizia Tarigan, Wenny Pinta Litna Tini Rosalia Gultom, Tini Rosalia Triyusmidarti, Neni Tumiur Gultom Ujung, Siti Nuraisah A Ujung, Siti Nuraisah Asma Wahida Rahmadani, Wahida Widya, Poppy Andra Yuanita Rachmawati Yusuf, Yusnaeni Zulkifli Matondang Zulpadly Zulpadly, Zulpadly