Articles
Implementasi Program PPK Dalam Membentuk Sikap Sosial Peserta Didik Di SMAN 14
Ayu Purry Purnama;
Irawan Suntoro;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 12 (2018): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to describe the implementation of the PPK program in forming students' social attitudes. The research method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques use interviews, observation and documentation while data analysis uses credibility test with time extension and triangulation. Based on the results of the study it is known that; (1) the process of implementing the PPK program in shaping the social attitudes of students is done by: (a) implementing the principles in the PPK through the principle of PPK development (b) implementing approaches in character education through exemplary by teachers, active and based learning cooperative learning, through refraction and strengthening the PPK program and assessing (c) inserting sources of value in character education that more insert religious values and Pancasila into PPK programs in schools.Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan Implementasi Program PPK Dalam Membentuk Sikap Sosial Peserta Didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji kredibilitas dengan perpanjangan waktu dan triangulasi.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa; (1) proses implementasi program PPK dalam membentuk sikap sosial peserta didik dilakukan dengan cara : (a) menjalankan prinsip-prinsip dalam PPK yaitu melalui prinsip pengembangan PPK (b) menjalankan pendekatan-pendekatan dalam pendidikan karakter melalui keteladanan oleh guru, pembelajaran aktif dan berbasis kooperatif learning, melalui pembiasan dan penguatan program PPK serta melakukan penilaian (c) menyisipkan sumber-sumber nilai dalam pendidikan karakter yang lebih banyak menyisipkan nilai agama dan pancasila ke dalam program-program PPK di sekolah.Kata kunci : penguatan pendidikan karakter, peserta didik, sikap sosial
PERANAN MEDIA REMBUK PEKON DALAM PENYELESAIAN MASALAH SOSIAL PASCA KONFLIK DI PAGELARAN
Mukhlis Effendi;
Hermi Yanzi;
Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 3, No 7 (2015): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The of this objective research was to explain and describe the role of rembuk pekon media in solving the social problem at post conflict. The method used in this study was descriptive qualitative research. Data collection technique was using interview, the observation, and documentation guidelines while analyzing data was using percentage .The results of the study showed that 53 percent of average respondents in every indicator showed that the role of rembuk pekon media was helpful in solving social problems. Based on the result of the research, it can be concluded that the role of rembuk pekon media which was in gemah ripah pekon has an important role in the reduction and conflict resolution. Therefore, it is hoped that the officers be able to participate in the guidance and giving direction conflict in Gemah Ripah pekon to be better.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan mendeskripsikan Peran Media Rembuk Pekon Dalam Penyelesaian Masalah Sosial Pasca konflik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan presentase. Hasil penelitian menunjukan 53% rata-rata responden setiap indikator menyatakan bahwa media rembuk pekon sangat berperan membantu warga dalam penyelesaian masalah sosial ditengah masyarakat dengan berperan sebagai memediasi dalam penyelesaian masalah. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peran media rembuk pekon berada di Pekon Gemah Ripah sangat berperan dengan maksimal terhadap penanggulangan dan penyelesaian konflik. Oleh karena itu diharapkan peran aparatur pemerintah terkait untuk dapat berperan secara maksimal dalam pembinaan dan pengarahan manajemen konflik di Pekon Gemah Ripah menjadi lebih baik.Kata kunci : konflik, masalah sosial, rembuk pekon
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Seri Sudiwito;
Adelina Hasyim;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 9 (2018): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this research are for describe and analyze the factors that influencing teachers in the implementation of enrichment learning in SMPN 3 Terbanggi Besar. The method that used in this research was descriptive method with the quantitative approach. Population in this research is 40 respondents. Data collections techniques using questionnaires and supporting techniques are interview and documentation. Data analysis using the chi square. The results showed that there are three factors that influence the teachers in the implementation of enrichment learning in SMPN 3 Terbanggi Besar that is teachers competence factors that includes teacher pedagogic competence in comprehending enrichment learning and pedagogic competence of teachers in giving enrichment learning, teachers attitude factors and time factor. With the acquisition and the results of the analysis of influence test using chi square formula, shows that time is highest factors that influencing the teachers in the implementation of enrichment learning in SMPN 3 Terbanggi Besar.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam pelaksanaan pembelajaran pengayaan di SMPN 3 Terbanggi Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik penunjang adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi guru dalam pelaksanaan pembelajaran pengayaan di SMPN 3 Terbanggi Besar yaitu faktor kompetensi guru yang mencakup kompetensi pedagogik guru dalam memahami pembelajaran pengayaan dan kompetensi pedagogik guru dalam memberikan pembelajaran pengayaan, faktor sikap guru serta faktor waktu. Dengan perolehan dan hasil analisis uji pengaruh menggunakan rumus Chi Kuadrat, menunjukkan bahwa waktu merupakan faktor tertinggi yang mempengaruhi guru dalam pelaksanaan pembelajaran pengayaan di SMPN 3 Terbanggi Besar. Kata kunci: guru, pembelajaran, pengayaan
ADOLESCENT’S ATTITUDE TOWARD GOVERNMENT REGULATION NO. 23 2002 ABOUT CHILDREN PROTECTION
Resti Febriyanti;
Adelina Hasyim;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 2, No 5 (2013): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research aimed to analyze and explain about the level of knowledge, emotional tendency, and tendency of act of adolescent in SMK Kartikatama I Metro Selatan Kota Metro toward government regulation no. 23 2002 about children protection and describe the message of government regulation no. 23 2002 about children protection. The research used descriptive qualitative research methods with the samples are 95 respondents. The main technique of data collecting used a questionnaire with attitude scale and to analyze the collected data, it is used percentage formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap remaja terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak di kelas X SMK Kartikatama I Metro Selatan Kota Metro untuk indikator kognisi atau tingkat pengetahuan adalah 51% atau 48 responden dari 95 repsonden cukup baik mengenai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Untuk indikator afeksi atau kecenderungan emosional 53,7% atau 51 responden dari 95 responden remaja setuju mengenai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dan untuk indikator konatif atau kecenderungan bertindak, 51,6% atau 49 responden mendukung ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.KATA KUNCI: Sikap, Remaja, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, Perlindungan Anak
PERANAN TOKOH ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN ADAT TUNGGU TUBANG PADA MASYARAKAT SEMENDO
Hasven Stama Dova;
Hermi Yanzi;
Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 4, No 5 (2016): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The aim of this research was to explain the role of Semendo indigenous leaders in maintaining Tunggu Tubang custom in Semendo community during this globalization era. The research method used in this research was descriptive quantitative method. The subjects were people from Semendo ethnic with the total of 238 households. The sample of this study amounted to 48 households that were taken from 20% of householders from Semendo ethnic. Data analysis was using Chi Squared. The main technique in data collection was using questionnaire. The result of the research showed that: the role of indigenous leaders in maintaining Tunggu Tubang custom of Semendo community in the medium category. There is a positive relationship and medium closeness category in the role of indigenous leader in maintaining Tunggu Tubang custom of Semendo community, it means that the bigger role of indigenous leaders the better Tunggu Tubang custom that already exist.Tujuan penelitian untuk menjelaskan bagaimanakah peranan tokoh adat semendo dalam mempertahankan adat tunggu tubang pada masyarakat semendo dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subyek yang diteliti merupakan masyarakat yang bersuku semendo yang berjumlah 238 kepala keluarga. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 kepala keluarga yang diambil dari 20% jumlah kepala keluarga yang bersuku semendo. Analisis data menggunakan Chi Kuadrat. Teknik pokok pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa: peranan tokoh adat dalam mempertahankan adat tunggu tubang pada masyarakat semendo dalam kategori sedang. terdapat hubungan yang positif dan kategori keeratan sedang antara peranan tokoh adat dalam mempertahankan adat tunggu tubang pada masyarakat semendo, artinya semakin berperan tokoh adat semakin baik pula adat tunggu tubang yang telah ada.Kata kunci: adat tunggu tubang, mempertahankan adat, peranan tokoh adat
Pemanfaatan Film Perjuangan untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Bela Negara Siswa
Renita Dean Sari;
Adelina Hasyim;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 7 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study is to describe the ultilization of struggle film to improve understanding of the state defending concept students class 7 SMP Negeri 2 Seputih Mataram. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach with the sample amounted to 26 respondents. The main techniques of data collection by using questionnaires and supporting techniques are documentation, observation and interviews. The result of the research shows that the benefit of struggle film can be used to improve the understanding of the state defending concept students class 7 SMP Negeri 2 Seputih Mataram. It can be seen from the test results that show significant differences before and after watch the struggle film. Based on the results of interviews and observations show the difference in attitude and behavior of students between before watching the struggle film and after watching the struggle film. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan pemanfaatan Film Perjuangan dalam meningkatkan pemahaman konsep Bela Negara siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seputih Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan sampel berjumlah 26 responden. Teknik pokok pengumpulan data dengan menggunakan tes serta teknik penunjangnya adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan film perjuangan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pemahaman konsep Bela Negara siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Seputih Mataram. Hal tersebut dapat di lihat dari hasil tes yang menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan sebelum dan sesudah menonton film perjuangan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap dan perilaku siswa antara sebelum menonton film perjuangan dan sesudah menonton film perjuangan. Kata kunci: pemanfaatan, film perjuangan, konsep bela negara
STUDENT ATTITUDES OF SMA KOSGORO BANDAR SRIBHAWONO TOWARD THE JUVENILE CRIME CASES
umi farida;
Adelina Hasyim;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research was aimed to explain the knowledges, feelings, and responses of SMA Kosgoro Bandar Sribhawono students related to phenomena youth crime cases. This research used descriptive research method with 31 respondents as the sample. The principal techniques of data collecting used questionnaires. To analyze the collected data used Percentage technique. The results of this research showed that the level of knowledge of respondents toward the youth crime cases are well, based on the percentage of 29 respondents (93.5%). Meanwhile respondent's feelings toward youth crime cases are not like/unfavorable based on the percentage of 24respondents (77.4%), and the students' response to youth crime cases are neutral, this is shown by the percentage of 16 respondents (51.6%). Meanwhile general attitude of students towards juvenile crime cases are not support, based on the percentage of 80.6% or 25 of the 31 students who were respondents. Based on the consideration that the deeds / actions / violation was an act that are prohibited by public law or penal law.Key Word : Student Attitudes, Crime Cases.
PENGARUH PELAYANAN ANAK TERLANTAR DI PANTI SOSIAL BINA ASUHAN BANDAR LAMPUNG
Septri Yanti;
Hermi Yanzi;
Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kultur Demokrasi
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The objective of this research is to find the influence of Social Institution guidance to abandoned and dropout children in building self-reliance at Raden Intan Social Institution of Child and Youth Care Bandar Lampung 2014. This research was conducted through descriptive method, because the study is stressed on systematically and factual. The population of this research was the 70 foster children at Raden Intan Social Institution of Child and Youth Bandar Lampung 2014. The result showed that generally the influence of Social Institution guidance in building self-reliance to the foster children was at the high category, it was the service system of social institution including the provision of materials and the facilities were in high level. Meanwhile the types of guidance were giving skills such as make up skills, sewing, electronics and motor service considerable higher level, the effort of character building to foster children also were considerable in higher level.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh pembinaan panti sosial terhadap anak-anak terlantar dan putus sekolah dalam membentuk sikap kemandirian di Panti Sosial Bina Asuhan Anak dan Remaja Raden Intan Bandar Lampung Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena penelitian ini menitik beratkan pengkajian secara sistematis dan faktual. Populasi dalam penelitian ini adalah anak asuh panti sosial bina asuhan anak dan remaja raden intan Bandar Lampung Tahun 2014, yang berjumlah 70 orang anak. Pengaruh pembinaan panti sosial dalam membentuk sikap kemandirian anak asuh panti secara umum berada pada kategori tinggi, yaitu sistem pelayanan panti sosial meliputi pemberian materi dan bentuk fasilitas dalam taraf tinggi, Sementara itu bentuk pembinaan berupa pemberian keterampilan-keterampilan seperti keterampilan tata rias, menjahit, elektronik dan servis motor pada tingkat yang tinggi, upaya pembentukan karakter pada anak asuh juga tergolong tinggi.Kata kunci : kemandirian, panti sosial, pembinaan
PERSEPSI MASYARAKAT PENDATANG TERHADAP SIKAP BELA NEGARA DI KAMPUNG PANARAGAN JAYA INDAH
Nurma Juwita;
Holilulloh Holilulloh;
Hermi Yanzi
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 4, No 1 (2016): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this study was to analyze and describe the transmigrants perception toward the states defense attitude in Kampung Panaragan Jaya Indah Kabupaten Tulang Bawang Barat in 2015. The method used in this research was descriptive method with quantitative approach. The questionnaire was applied to obtain the data. The population of this research was the transmigrants in Kampung Panaragan Jaya Indah Kabupaten Tulang Bawang Barat which amounts of 370 patriarchs andthe 37 respondents (10% of the population) were taken as the sample. The result of this research showed that the transmigrants perceptions toward the states defense attitude was in positive inclined category. It means that they have good understanding, responseand hope towards the states defense attitude in Kampung Panaragan Jaya Indah KabupatenTulang Bawang Barat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi masyarakat pendatang terhadap sikap bela negara di Kampung Panaragan Jaya Indah Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat pendatang di Kampung Panaragan Jaya Indah Kabupaten Tulang Bawang Barat yang berjumlah 370 kepala keluarga dengan sampel yang diambil sebanyak 10% dari populasi yaitu 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pendatang terhadap sikap bela negara berada pada kategori cenderung positif. Hal ini berarti masyarakat pendatang memiliki pemahaman, tanggapan, dan harapan yang baik terhadap sikap bela negara di Kampung Panaragan Jaya Indah Kabupaten Tulang Bawang Barat.Kata kunci:bela negara, persepsi masyarakat pendatang, sikap.
Peran Orang Tua Memanfaatkan Dana Bantuan Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat
Atika Febtiana Sari;
Hermi Yanzi;
Yunisca Nurmalisa
Jurnal Kultur Demokrasi Vol 5, No 4 (2017): JURNAL KULTUR DEMOKRASI
Publisher : FKIP Unila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The purpose of this research to describe the role of parents to utilize the funds assistance social program people with disability heavily in Seputih Agung Sub District Lampung Tengah District. This research using descriptive quantitative methods. Data collection techniques used technique survey and interview. Included in this study were 26 people. The research results show that: (1) The role of parents (X) Dominant in category a role. (2) Use of the funds assistance (Y) Dominant in category fulfilled (3) The results of the study showed there are relationships positive, significant, and the close high and the close high between the role of parents and use of the funds assistance. Based on it, can be concluded that the parents have the role in the utilization of funds assistance social program people with disability heavy.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran orang tua memanfaatkan dana bantuan program asistensi sosial penyandang disabilitas berat di Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) peran orang tua (X) dominan pada kategori berperan. (2) pemanfaatan dana bantuan (Y) dominan pada kategori terpenuhi (3) hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif, signifikan, dan kategori keeratan tinggi antara peran orang tua dan pemanfaatan dana bantuan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran dalam pemanfaatan dana bantuan program asistensi sosial penyandang disabilitas berat.Kata kunci: asistensi sosial, dana bantuan, disabilitas.