p-Index From 2021 - 2026
5.786
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekayasa Proses Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Rotasi METANA Mechatronics, Electrical Power, and Vehicular Technology JURNAL TEKNIK MESIN Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Jurnal Bahan Alam Terbarukan Majalah Ilmiah MOMENTUM Jurnal Manajemen Dayasaing Jurnal Rekayasa Mesin Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Jurnal Akuntansi dan Pajak Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Civil Engineering Journal CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia Journal of Halal Jurnal Rekayasa Proses Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Jurnal Inovasi Teknik Kimia BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Pendidikan Equilibrium Journal of Chemical Engineering Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif International Journal of Business, Economics, and Social Development Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Surakarta Civil Engineering Review Journal of Governance and Social Policy JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Jurnal Profesi Insinyur Indonesia International Journal of Renewable Energy Development Jurnal Teknik Indonesia Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Zat Warna Alami dalam Bentuk Serbuk untuk Mendukung Industri Batik di Indonesia Paryanto; Agus Purwanto; Endang Kwartiningsih; Endang Mastuti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.2454

Abstract

Zat warna sintetis sangat praktis digunakan serta dapat menimbulkan warna yang mencolok pada produk. Namun limbah buangan zat warna sintetis dapat mencemari lingkungan. Saat ini zat warna alami mulai digunakan kembali. Untuk memudahkan pemakaian, zat warna alami berbentuk cair dikeringkan menjadi serbuk. Ekstrak zat warna alami dari biji kesumba dalam penelitian ini dikeringkan menggunakan spray dryer sehingga terbentuk serbuk. Zat warna kesumba diekstraksi dengan pelarut larutan NaOH dan Ca(OH)2. Pengeringan dilakukan dengan laju umpan rata – rata 0,13 ml/detik dengan suhu umpan 70°C dan suhu pengering 120°C. Pelarut NaOH memberikan hasil yang lebih baik dibanding pelarut Ca(OH)2. Kondisi yang relatif baik dicapai pada penggunaan pelarut NaOH 0,4 M, suhu 90C dan waktu 180 men. Serbuk yang dihasilkan 19,6 g/L larutan ekstrak. Kata Kunci : zat warna alam, serbuk, biji kesumba, pengering sembur, batik. Synthetic dyes are very practical to use and can lead to a striking color on the products. However, synthetic dye effluent may pollute the environment. For this reason, currently natural dyes have been used again for coloring. In order to ease the use of natural dyes, the liquid form of the dyes is dried into powder. In the present study, natural dyes extracted from kesumba seeds were dried using a spray dryer to form a powder. The Kesumba dye was extracted in an alkaline solutions of NaOH and Ca(OH)2. Drying was carried out with a feed having an average rate of 0.13 ml/sec at a temperature of 70°C. Meanwhile, dryer temperature was 120C. Experimental results showed that extraction using NaOH solution offered better results than that using Ca(OH)2 solution. The extraction using NaOH solution was optimum at NaOH concentration of 0.4 M, temperature of 90C and duration of 180 min. With this condition, the resulting powder was 19.6 g/L extract solution. Keywords : natural dye, powder, kesumba seed, spray dryer, batik.
Peningkatan Produktivitas Pengrajin Bambu (Prinx Mas dan Pring Gedhe) Paryanto Paryanto
INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v1i1.28795

Abstract

Sasaran program kegiatan ini adalah UKM “Prinx Mas” dan “Pring Gedhe”. Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah  meningkatkan kualitas dan kuantitas produk, meningkatkan tingkat kenyamanan sarana/fasilitas yang dimiliki, dan meningkatkan jaringan pemasaran produk UKM mitra untuk tingkat nasional. Metode yang digunakan adalah dengan menerapkan kegiatan bantuan teknologi serta pelatihan dan pendampingan. Bantuan teknologi berupa peralatan produksi (teknologi tepat guna), penataan showroom, updating website dan peningkatan kemampuan mitra dengan memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan. Peralatan teknologi yang diperbantukan kepada mitra adalah mesin gerinda multi fungsi, dan oven pengering. Sedangkan pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan proses fabrikasi dan  pelatihan penyusunan kontrak drafting. Hasil yang telah dicapai adalah (1) UKM Prinx Mas mengalami peningkatan produktivitas sebesar 11%, peningkatan asset sebesar 4,5%, dan peningkatan omset sebesar 8,75%; (2) UKM Pring Gedhe mengalami peningkatan produktivitas sebesar 8,8%, peningkatan asset sebesar 4,8%, dan peningkatan omset sebesar 7,3%.
KAJIAN KUALITAS AIR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO PLTA WONOGIRI Paryanto Paryanto; Mamok Suprapto; Anang Rosihan; Fendri Ferdian; Angga Dwi Wibowo
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v7i1.6463

Abstract

Bendungan serbaguna Wonogiri selain memiliki fungsi sebagai PLTA juga sebagai sumber air irigasi, sumber air minum, budidaya perikanan dan pengendalian banjir yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis kualitas air dan status mutu air Waduk Wonogiri. Penelitian dilaksanakan di Waduk Wonogiri yang terletak di area Waduk Wonogiri dan Sungai yang masuk ke Waduk Wonogiri. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dan September 2020 (2 semester) dengan melakukan 2 kali pengambilan sampel. Data kualitas air yang didapat dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 82 Tahun 2001. Status mutu air dihitung dan dianalisis menggunakan Indeks Pencemaran (IP) berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Parameter yang melebihi baku mutu di Wilayah Sungai Bengawan Solo PLTA Wonogiri pada semester 1 adalah BOD di titik pengamatan I,II,V, dan VII. Parameter lain yang melebihi baku mutu yaitu minyak dan lemak di titik pengamatan II,IV,V,VII, dan VIII. Status mutu air pada semester 1 di titik I,II,V,VII, dan VIII termasuk dalam kategori tercemar ringan, sehingga pada titik pengamatan tersebut sudah tidak bisa lagi sesuai peruntukan air kelas III. Perlu dilakukan upaya pengelolaan air pada titik tersebut. Parameter yang melebihi baku mutu di Wilayah Sungai Bengawan Solo PLTA Wonogiri pada semester 2 adalah BOD di titik pengamatan VI. Status mutu air pada semester 2 di semuat titik pengamatan termasuk dalam kategori memenuhi baku mutu, sehingga upaya pengelolaan air pada semester 1 di titik  I,II,V,VII, dan VIII termasuk dalam kategori tercemar ringan sudah berhasil. Pada semester 2 di semua titik pengamatan kualitas air masih dapat dimanfaatkan sesuai peruntukan air kelas III yaitu untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang sama dengan kegunaan tersebut.
PEMURNIAN BIOGAS DARI GAS H2S MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI BUAH MANGROVE Wusana Agung Wibowo; Paryanto Paryanto; Rachmi Azizah Lutfiani; Raka Mancini Putra
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v5i1.3393

Abstract

Biogas layak sebagai bahan bakar mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) karena kandungan metana (CH4) yang dimiliki tinggi. Namun, kandungan H2S dalam biogas yang relatif tinggi dapat menyebabkan korosi pada peralatan proses dan berdampak negatif ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk pemisahan H2S dari biogas adalah dengan adsorpsi menggunakan arang aktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pemurnian H2S dalam biogas menggunakan arang aktif dari buah mangrove, serta menentukan konstanta isoterm adsorpsi Freundlich dan Langmuir. Aktivasi adsorben menggunakan larutan KOH 0,5M dan ukuran adsorben pada -3+4 mesh dan -6+8 mesh. Rangkaian alat adsorpsi terdiri dari 3 alat utama yaitu kondenser, flow stabilizer, dan kolom adsorber. Laju alir biogas yang digunakan diatur sebesar 4 liter per menit (lpm) pada suhu ruang dengan tinggi tumpukan adsorben divariasikan pada 6 dan 8 cm. Dari hasil penelitian diperoleh daya adsorpsi maksimum sebesar 0,324 mg/gram dengan efisiensi penjerapan H2S mencapai 83,16% pada ukuran adsorben -6+8 mesh dan tinggi tumpukan 8 cm. Konstanta kesetimbangan adsorpsi H2S dengan metode Langmuir diperoleh sebesar -239,981 dan metode Freundlich sebesar 824,89. Berdasarkan nilai koefisien korelasi (R2), model isoterm Langmuir lebih sesuai untuk adsorpsi H2S dalam biogas dengan arang aktif dari ampas magrove. Kata kunci: Biogas, hidrogen sulfida, buah mangrove, karbon aktif, adsorpsi, adsorben.
KARBON AKTIF DARI AMPAS BUAH MANGROVE SISA PEMBUATAN ZAT WARNA ALAMI MENGGUNAKAN AKTIVATOR H3PO4 Paryanto Paryanto; Wusana A. Wibowo; Ajeng L. Puspitaningrum; Ratri H. Hapsari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2485

Abstract

Ampas buah mangrove (spesies Rhizopora mucronata) merupakan limbah padat yang dihasilkan pada proses pembuatan zat warna alami. Pengurangan jumlah sekaligus peningkatan nilai ekonomi timbulan limbah padat ini dilakukan melalui pembuatan karbon aktif dengan proses pirolisis secara bacth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi aktivator H3PO4 terhadap ukuran pori dan luas permukaan aktif karbon, serta daya jerap iodine. Metode penelitian meliputi proses penyiapan bahan baku yaitu mengambil ampas buah mangrove kering yang berukuran panjang 2 cm dengan diameter 0,75 cm sebanyak 0,5 kg kemudian dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis dengan suhu rata-rata 351,83 ºC hingga semua ampas buah mangrove berubah menjadi karbon. Karbon tersebut kemudian direndam dalam larutan pengaktif H3PO4 250 mL dengan variasi konsentrasi (10%, 29%, 48%, 85%, 85%) selama 21 jam. Kemudian dilakukan pengujian karbon aktif dengan analisa ultimate proximate, analisa morfologi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), dan analisa luas permukaan karbon aktif serta daya jerap iodine. Untuk hasil tertinggi dicapai pada perendaman dengan H3PO4 85% daya jerap iodine sebesar 1.496,251 mg/gram, luas permukaan karbon aktif 1.874,835 m2/gram dan jari-jari pori karbon aktif paling optimum adalah 8,629 µm, ukuran pori yang dihasilkan termasuk dalam struktur mesopori. Kata Kunci : ampas buah mangrove, pirolisis, karbon aktif, aktivator H3PO4
PENENTUAN NILAI KESETIMBANGAN ADSORBSI ZAT WARNA ALAMI KULIT MAHONI KE DALAM KAIN DENGAN PROSES BATCH Paryanto Paryanto; Muhammad Fadilah Arsyad; Muhammad Fardan Ibnu Aji
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v3i2.2482

Abstract

Adsorpsi adalah proses perpindahan massa pada permukaan pori-pori dalam butiran adsorben. Perpindahan massa yang terjadi melalui batas antara dua fasa dan adsorpsi merupakan proses eksotermis. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh analisa data serta menentukan nilai kesetimbangan adsorbsi dari larutan zat warna alami mahoni ke kain dengan variasi konsentrasi zat warna alami sebesar 70%, 50%, 30%, dan 10% dalam suhu ruangan terhadap waktu pencelupan, lalu membandingkannya dengan metode Langmuir dan Freundlich. Zat warna yang telah diuji kadar taninnya ke dalam gelas ukur dan memasukkan kain sebagai media perpindahan massa tanin dari cairan ke padatan. Sampel diambil tiap 10 menit dan diuji kandungan taninnya dengan spektrofotometri (panjang gelombang 745 nm) dan didapatkan harga Ca. Percobaan dihentikan ketika Ca sudah cenderung konstan yang menandakan perpindahan massa sudah setimbang. Percobaan diulangi pada variasi konsentrasi 70%, 50%, 30%, dan 10%. Hasil analisis penentuan adsorpsi kain terhadap zat warna alami yang paling sesuai adalah dengan menggunakan persamaan adsorpsi Freundlich dibandingkan dengan persamaan adsorpsi Langmuir. Hal ini dibuktikan dengan nilai kesalahan persamaan Freundlich lebih kecil dari persamaan Langmuir yang bisa dilihat dari nilai R2 yang mendekati angka 1. Nilai R2 untuk persamaan Freundlich sebesar 0,9905 sedangkan untuk persamaan Langmuir sebesar 0,8963. Nilai konstanta Freundlich diperoleh sebesar 0,1122 L/gr sedangkan nilai konstanta Langmuir diperoleh sebesar 0,0204 L/gr. Kata kunci: adsorbsi, Freunlich, Langmuir, Mahoni, Tanin
4. ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PELAKSANAAN PELAT BETON DENGAN METODE BONDEX DAN KONVENSIONAL Paryanto; Lely Hendarti
Surakarta Civil Engineering Review Vol 1 No 1 (2021): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.902 KB)

Abstract

Pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia dari tahun ke tahun semakin berkembang, baik dari segi desain maupun metode/sistem konstruksi yang dilakukan. Pekerjaan pelat lantai merupahkan salah satu bagian dari konstruksi yang membutuhkan waktu lama dan biaya besar dalam proses pembuatanya. Kemudahan yang umumnya menjadi tuntutan masyarakat adalah konstruksi bangunan yang murah, cepat dan mudah dilakukan tetapi tetap terjamin kekuatannya. Beberapa sistem tersebut antara lain sistemkonvensional dan bondek.Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan biaya pelaksanaan pelat beton dengan metode bondek dan konvensional pada pembangunan gedung kuliah UNISRI Surakarta. Metode yang dilakukan di proyek tersebut adalah sistem konvensional, kemudian direncanakan alternatif berupa metode bondek untuk perbandingan biaya. Data analisa yang diperlukan untuk perbandingan dua metode ini adalah data primer yaitu berupa RAB, gambar kerja, pengamatan dan survey lapangan. Sedangkan untuk perencanaan biayamenggunakan perhitungan analisa dari data lapangan, survey, maupun AHS Surakarta tahun 2020.Adapun analisis perbandingan biaya metode bondek dengan pelat konvensional didapatkan hasil untuk metode konvensional dengan biaya sebesar Rp 632.042.965,65 sedangkan untuk metode bondek sebesar Rp 504.001.741,13 dengan selisih biaya pelaksanaan sebesar Rp 128.041.224,52. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat penghematan biaya sebesar 20,26 % dengan perbandingan biaya pelat bondek sebesar79,74 % terhadap biaya pelat konvensional
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN SPESIMEN PIN ON DISC BERBASIS TEMBAGA UNTUK APLIKASI HIGH SPEED TRAIN Agustinus Dimas Krisna Adi Nugroho; Rusnaldy Rusnaldy; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu moda transportasi yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia adalah kereta api. Badan pusat statistik menyebutkan bahwa pengguna kereta api mencapai angka 15.735 penumpang untuk wilayah Jabodetabek, 3.398 penumpang untuk wilayah Non Jabodetabek (Jawa), dan 305 untuk wilayah Sumatra, dengan total penumpang mencapai 19.438 (data bulan Maret 2022). Kebutuhan akan moda transportasi baru di dunia sangat memungkinkan untuk terbentuknya sebuah kereta cepat. Beberapa negara yang telah menggunakan moda transportasi kereta api cepat diantaranya adalah China, Jepang, Korea Selatan dan Prancis. Di Indonesia sendiri, kereta api cepat masih dalam tahap pengembangan. Target capaian sampai dengan tahun 2024 untuk inovasi teknologi perkeretapian di Indonesia adalah dapat terbangunnya prototipe kereta api antar kota kecepatan 220 km/jam. Kinerja dari kampas rem memiliki pengaruh penting pada kemampuan pengereman dan keselamatan operasional pada kereta api cepat. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai pembuatan spesimen pin kampas rem dengan metode pembuatan yang menggunakan skala lab karena keterbatasan peralatan. Spesimen pin kampas rem dibuat dengan metode powder metallurgy dengan material serbuk yang digunakan meliputi serbuk tembaga (Cu), serbuk besi (Fe), serbuk grafit, serbuk ferokrom (Cr-Fe), serbuk molybdenum disulfida (MoS2), dan serbuk silikon  dioksida (SiO2). Variasi dalam penelitian ini terdapat pada komposisi serbuk molybdenum disulfida dan grafit dengan interval sebesar 0,5% dan dibagi menjadi spesimen A, B, C, D, dan E sesuai dengan variasinya. Spesimen yang telah dibuat kemudian dilakukan pengujian densitas, kekerasan dan keausan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses produksi spesimen pin kampas rem menggunakan skala lab berhasil dilakukan. Proses produksi dengan metode powder metallurgy menghasilkan spesimen dengan densitas tertentu yang akan berhubungan dengan hasil kekerasan maupun keausannya. Spesimen terbaik dengan porositas serta keausan terendah dan kekerasan tertinggi adalah spesimen E.
Penentuan Jenis Baja Scrap sebagai Bahan Baku Proses Pengecoran Logam di IKM dengan Metode Spark Testing Sukis, Muhamad; Rusnaldy, Rusnaldy; Paryanto, Paryanto; Guterres, Natalino Fonseca D.S.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 2 (2021): Volume 16, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i2.2428

Abstract

Pengecoran logam di Indonesia sangat diperlukan di industri manufaktur, salah satu faktor yang sering terjadi adalah proses pemilihan material awal pada pengecoran, terutama mengetahuai unsur yang terkandung didalam baja scrap. Salah satu metode untuk mengetahui kandungan karbon pada baja scrap adalah metode spark testing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi spark pada proses gerinda melalui identifikasi jenis baja scrap berdasarkan panjang spark, sudut spark dan sudut kontak spark. Dimensi dari sampel meliputi 100x50x10 mm, sudut pemakanan adalah 75ᵒ dengan grit size batu gerinda yaitu 36, 60 dan 80. Penekanan menggunakan gaya gravitasi dari spesimen itu sendiri selama 30 detik. Perbedaan volume stream dan bentuk karakterisasi spark dipengaruhi oleh kandungan komposisi kimia baja dan grit batu gerinda. Dengan menggunakan metode ini dapat mempermudah identifikasi awal baja scrap sebelum dilakukan pengecoran logam, sehingga hasil yang didapat adalah material dengan kandungan karbon lebih tinggi menghasilkan sudut spark melebar, kemudian sudut kontak akan mengecil dan ukuran spark semakin pendek. Kandungan karbon 0,54%C telah menghasilkan pancaran burst lebih banyak. Menggunakan ukuran batu gerinda 80 grit (fine) telah menghasilkan jarak pada pancaran burts terjadi melebar di semua material.
Perancangan Sistem Monitoring dan Kontrol Produksi Garam Berbasis Internet of Things Wulandari, Sari Ayu; Ramadhan, Rifky Daffa; Firdausy, Farah Mutia; Maghfi, Risya Ulayyar; Setyawan, Yoga; Paryanto, Paryanto; Muslim, Zulkifli Alif
Indonesia Journal of Halal Vol 4, No 2 (2021): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v4i2.13687

Abstract

Abstrak Garam merupakan salah satu kebutuhan dan komoditas terpenting dalam kehidupan sehingga penyediaan, pengadaan dan distribusi garam menjadi sangat penting. Studi ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring dan kontrol berbasis IoT pada pengukuran kadar garam dan suhu serta kelembapan tempat penyimpanan guna menciptakan proses produksi dan distribusi yang efisien. Uji ketepatan sensor kadar garam terhadap hasil titrasi kadar garam metode argentometri didapatkan hasil rata-rata error 5,00%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang masih membutuhkan perningkatan. Sementara itu, hasil monitoring suhu dan kelembapan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa suhu dan kelembapan berada pada suhu rata-rata 28,9°C dan kelembapan rata-rata sebesar 68,2%. Hal tersebut mengindikasikan kondisi penyimpanan cukup optimal sehingga dapat meminimalisir penurunan kadar yodium. Kata kunci: Garam, IoT, kadar, monitoring, suhu dan kelembapan  AbstrakDESIGN OF SALT PRODUCTION MONITORING AND CONTROL SYSTEM BASED ON THE INTERNET OF THINGS. Salt is one of the most essential necessities and commodities in life, hence the supply, procurement, and distribution of salt is important. This study aims to design an IoT-based monitoring and control system for measuring salt content (purity) and temperature and humidity in storage areas to create an efficient production and distribution process. The accuracy test of the salt purity sensor compared to the results of argentometric titration showed an average error of 5.00%. This showed that the designed system still needed improvement. Meanwhile, the results from temperature and humidity monitoring showed an average of 28.9 oC and 68.2% respectively, indicating sufficient conditions to minimize iodine content reduction.56Keywords: IoT, monitoring, salt, salt purity, temperature and humidity
Co-Authors Aan Ardian Abimanyu, Candra Ade Dwi Utama Adrian Nur AGUS PURWANTO Agus Purwanto Agus Widyianto Agustinus Dimas Krisna Adi Nugroho Ajeng L. Puspitaningrum Alim Harun Pamungkas Alqarni, Wais Aminatun, Tien Anang Rosihan Andhi Nur Rahmadi, Andhi Nur Andrian Riyadi Andrian Wisnu Dewangga Angga Dwi Wibowo Ardianto, Aan Ari Diana Susanti Ari Diana Susanti, Ari Diana Aries Susanty Arrozi, Wahyu Asnawi Asnawi Asri Widowati Azalia Kartika Suri, Azalia Kartika Azhari, Fadlan Azizah, Rifo N Baskoro, Catur Hilman Adritya Haryo Bhakti Baskoro, Sefrian Imam Berkah Fajar TK Busairi, Achmad Cornelius Satria Yudha Desy Sulistyowati, Desy Dewi, Kristina Ratna Dian Retnaningdyah, Dian Dwi Budi Santoso Dyah Kusuma Dewi Eko Riswanto, Eko Endang Kwartiningsih Endang Mastuti F, Nur Kholis Fadillah, Nuzulul Fathika, Rahma N Fauzia Rahmadita Febrianto Amri Ristadi Febrianto Amri Ristadi Felani, Muhamad Iqbal Fendri Ferdian Firdausy, Farah Mutia Firstandika, Leader Gito Sugiyanto Guterres, Natalino Fonseca D.S. Hanifa, Vina Hariana, Hariana Haryanto, Rifqi Hasnan Bachtiar Hermiyanto Hermiyanto Heru Mugiarso Ilham Roy Saputro, Ilham Roy Indrawan, Harry Intan Kusumawati Jati, Andika Seto Kuncoro Joga Dharma Setiawan Laela Khasanah, Isrofiah Lega, Michael Lely Hendarti Lutfiani, Rachmi Azizah M. Yogi Riyantama Isjoni Maghfi, Risya Ulayyar Mamok Suprapto Mansuri, Aly Syariati Margono Margono Maryova, Frieska Maulana, Andra Mochammad Ariyanto Mohammad Samsul Bakhri Mohammad Tauviqirrahman Monot Wicaksono Muhammad Fadilah Arsyad Muhammad Fardan Ibnu Aji Munadi Munadi Munyensanga, Patrick Muslim, Zulkifli Alif Nur Cahyo Nurcahyanti, Desy Nurwijayanti Orlanda Arya Hidayat Penny Rahmawaty Pranolo, Sunu Herwi Pratama, Rakha Rahmadani Prismantoko, Adi Putra, Raka Mancini Putro, Wibisono Handoko Rachmi Azizah Lutfiani Rafindra Trisna Rahmadi, Kristian Jati Rahmanta, Mujammil Asdhiyoga Raka Mancini Putra Ramadhan, Rifky Daffa Ratih Pujiastuti Ratri H. Hapsari Reto Ika Sundari, Reto Ika Ridwan Afandi Rivaldo Zamara Roni Permana Saputra Rossari, Meydiana RR Laksistya Rania Nur Prita Maira Rusnaldy Rusnaldy Rusnaldy Rusnaldy Sachrul Iswahyudi Saputra, Calvin Darma Saputra, Nandika Aji Sarfilianty Anggiani, Sarfilianty Sari Ayu Wulandari Setiawan, Muhammad Farouk SETYAWAN, YOGA Setyawati, Rosana Budi Sigit Mujiarto Simalango, Antonius Simon Dicky Surya Sanjaya Soleh, Mochamad Sudiyatno Sudiyatno Sugeng Riyanto Sukis, Muhamad Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Sunarso . Sunarso Sunarso Sunarta Supriyo Supriyo Surya, Rizqi Diaz Susilo Adi Widyanto Sutrisno AB, Joko Syamsul Mu’arif Subekhi Toriq, Sulthan Totok Apriyanto, Totok Triasdian, Yayak Trismianto, Devout Prakoso Wibowo, Angga Dwi Wijayanto, Ristyan Willy Arafah Willy Arafah, Willy WINARTO Wusana A. Wibowo Wusana Agung Wibowo, Wusana Agung Xander Salahudin Yoga Guntur Sampurno