Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Fraktur Osteoporosis berdasarkan Perhitungan FRAX® Tool tanpa pemeriksaan Bone Mineral Density pada Perempuan Post Menopause Fadhlurrahman Wide Putra; Ardian Riza; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.404

Abstract

Latar belakang: Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan terjadinya pengeroposan mikroarsitektur tulang. Osteoporosis dan fraktur osteoporosis memiliki berbagai faktor risiko, salah satunya adalah indeks massa tubuh yang rendah. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan IMT dengan risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool tanpa pemeriksaan bone mineral density pada perempuan post menopause. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional melalui teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 37 responden. Nilai risiko fraktur dinilai dengan menggunakan hasil skor dari kalkulasi FRAX Tool. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool sebesar 2,4% untuk hip fracture dan 4,95% untuk major osteoporotic fracture. Skor tersebut tergolong ke dalam kategori low-risk. Akan tetapi ditemukan juga bahwa semakin rendah indeks massa tubuh maka semakin tinggi nilai risiko fraktur osteoporosis. Kesimpulan: Indeks massa tubuh memiliki korelasi negatif dengan risiko fraktur osteoporosis berdasarkan perhitungan FRAX Tool tanpa pemeriksaan bone mineral density pada perempuan post menopause.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan SADARI sebagai Deteksi Dini Tumor Payudara pada Remaja Putri di SMA N 3 Padang Vilza Maharani Syahnel; Hasmiwati Hasmiwati; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.412

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada wanita salah satunya adalah kanker payudara. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (SADARI). Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri akan menambah pengetahuan remaja putri sehingga akan meningkatkan status kesehatan mereka. Objektif: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang SADARI dan tumor payudara pada remaja putri di SMA N 3 Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA N 3 Padang tahun ajaran 2020-2021 kelas X dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan menggunakan uji T Test Sample Paired. Hasil. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan rata-rata responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 56 responden (73,7%), pengetahuan baik sebanyak 15 responden (19,7%) dan pengetahuan kurang 5 responden (6,6%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan cukup sebanyak 47 responden (61,8%), pengetahuan baik meningkat menjadi 27 responden (34,5%) dan pengetahuan kurang 2 responden (2,6%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Kesimpulan. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai SADARI berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan sehingga sangat penting dilakukan untuk mendeteksi dini tumor payudara.
Psychosomatic Aspect of the COVID-19 Pandemic Rahmy Nurdin; Arina Widya Murni
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 13 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i13.650

Abstract

A pandemic is an epidemic of an infectious disease that spreads over a wider area, multiple continents, or the entire world at the same time. Since COVID-19 was declared a pandemic on March 11th, 2020, the world has entered a global emergency phase. The COVID-19 pandemic has changed the way of life and become a stressor in this century. Various factors become stressors during a pandemic. Many people experience negative emotions, such as fear, anxiety, and depression, during the COVID-19 pandemic. When negative emotions are no longer controlled, they will have a negative effect on the autonomic nervous system and cerebral cortex, causing psychosomatic and somatic symptoms. Many studies have shown a significant relationship between perceived stress and psychosomatic complaints. Research has also shown that stress during the COVID-19 pandemic is associated with an increase in psychosomatic symptoms. In the future, negative emotions during a pandemic, if not managed properly, can lead to post-traumatic stress disorder (PTSD). Peoples who are vulnerable to mental disorders due to COVID-19 include people with chronic diseases. Stressors during a pandemic can exacerbate anxiety, depression, and chronic stress in people with chronic diseases, causing exacerbations of chronic diseases, increasing somatic symptoms, and decreasing immune responses, resulting in increased infection and mortality risk.
Pengaruh Zikir terhadap Tingkat Stres Mahasiswa Tahun Ketiga Pendidikan Dokter Universitas Andalas Salma Nabilaputri Nadiaskara; Etriyel MYH; Ennesta Asri; Arina Widya Murni
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i2.985

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan dokter sering dikaitkan dengan lingkungan yang penuh stresor bagi mahasiswa. Mahasiswa tahun ketiga mengalami persaingan yang ketat disertai menurunnya dukungan dari teman-temannya. Stres yang berlebihan dapat berdampak pada perasaan rendah diri, gangguan tidur, kesulitan memecahkan masalah, penurunan konsentrasi dan motivasi belajar, peningkatan kecemasan dan depresi. Saat ini, tatalaksana non-farmakologi yang sering dilakukan secara mandiri adalah terapi ventilasi. Tatalaksana depresi, kecemasan, dan stres secara holistik tidak lepas dari aspek spiritual. Islam telah mengajarkan zikir kepada Allah untuk mencapai ketentraman hati. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zikir terhadap tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa tahun ketiga pendidikan dokter. Metode: Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan pretest-posttest with control group. Pengambilan subjek dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah subjek 24 orang per kelompok yang memenuhi kriteria inklusi. Kelompok perlakuan akan dilatih melakukan ventilasi dan zikir, sedangkan kelompok kontrol dilatih melakukan ventilasi saja, selama 7 hari. Data penelitian dianalisis dengan uji Mann-whitney dan Wilcoxon. Hasil: Analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat depresi, kecemasan, dan stres antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi (p=0,000). Pada uji sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan juga didaparkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Kesimpulan: Zikir terbukti berpengaruh dalam menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa tahun ketiga pendidikan dokter.
Peningkatan Peran Caregiver dalam Support System untuk Pasien Kanker Rhandyka Rafli; Yevri Zulfiqar; Fathiya Juwita Hanum; Vina Muspita; Arina Widya Murni; Puja Agung Antonius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8512

Abstract

ABSTRAK Kasus kanker diprediksi akan terus meningkat di masa depan. Kanker menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia saat ini, terutama di Indonesia. Terapi kanker membutuhkan waktu yang lama dan berkelanjutan sehingga diperlukan daya juang yang tinggi dari pasien. Dalam menjalani terapi tersebut perlu adanya peran serta dari caregiver dan support system untuk pasien kanker tersebut. Adapun yang menjadi permasalahannnya saat ini adalah caregiver dan support system belum memiliki pemahaman yang mumpuni dalam hal perawatan, pendampingan, pemberian motivasi untuk pasien kanker. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan pada caregiver dalam memberikan support system kepada pasien dalam hal deteksi dini kanker, perawatan pasien kanker, dan dukungan psikologis terhadap pasien kanker dalam menjalani pengobatan. Sehingga diperlukan penyuluhan yang fokus untuk memberikan pemahaman perihal peranan caregiver dan support system dari berbagai stakeholder yang terlibat dalam penanganan kanker, seperti dokter, organisasi yang terkait kanker, mahasiswa, dan masyarakat umum. Menanggapi permasalahan tersebut, maka diadakanlah penyuluhan dengan konsep talkshow pada 9 februari di Rumah Sakit Universitas Andalas. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan dan latar belakang. Penyuluhan ini menghadirkan empat narasumber yang berperan dalam penanganan kanker. Dengan hasil terdapat peningkatan pengetahuan berdasarkan post-test sebagai tolak ukur keberhasilan penyuluhan. Setidaknya 87.5 persen responden sepakat mengatakan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat. Kata Kunci:  Caregiver, Support System, Kanker  ABSTRACT Cancer cases are predicted to continue to increase in the future. Cancer is one of the deadliest diseases in the world today, especially in Indonesia. Cancer therapy takes a long time and is sustainable, so it requires high fighting power from the patient. In undergoing this therapy, it is necessary to have the role and participation of the caregiver and support system for these cancer patients. The current problem is that caregivers and support systems do not have a qualified understanding of care, assistance, and motivation for cancer patients. The purpose of this community service is to provide knowledge to caregivers in providing a support system for patients in terms of early detection of cancer, care of cancer patients, and psychological support for cancer patients undergoing treatment. Counseling that focuses on understanding the role of caregivers and support systems from various stakeholders involved in cancer management, such as doctors, cancer-related organizations, students, and the general public, is needed. In response to these problems, a talk show concept was held on February 9 at Andalas University Hospital. Various circles and backgrounds attended this activity. This counseling presented four speakers who played a role in cancer treatment. The results show an increase in knowledge based on the post-test as a measure of the success of counseling. At least 87.5 percent of respondents agreed that this counseling was beneficial. Keywords: Caregiver, Support System, Cancer
STRATEGI PARENTAL MEDIATION MEMPENGARUHI TINGKAT SELF DISCLOSURE REMAJA KEPADA ORANG TUA TERKAIT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL? Resti Yuliani; Diny Amenike; Arina Widya Murni
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 7, No 1 (2023): VOL. 7 NO. 1 April 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v7i1.17502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh masing-masing strategi parental mediation terhadap self disclosure remaja kepada orang tua terkait penggunaan media sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif berupa analisis regresi linear berganda. Responden dalam penelitian ini berjumlah 210 remaja berusia 11-15 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan modifikasi alat ukur Perceived Parental Media Mediation (α= .804) dan kontruksi alat ukur self disclosure (α= .867). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari masing-masing strategi active parental mediation dan strategi restrictive parental mediation terhadap self disclosure remaja kepada orang tua terkait penggunaan media sosial. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi berganda dengan koefisien regresi  2.403 dan -.809.
Gambaran Risiko Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Penyintas COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Andalas Wahyuni, Sri; Widya Murni, Arina; Indra, Beni; Gusya Liza, Rini; Koerniati, Isnindiah; Sauma, Eldi
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 10, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. The COVID-19 pandemic has a negative impact on life where sufferers can experience emotional problems such as despair, deep sadness, helplessness, anxiety, and depressive symptoms. Especially in hospitalized COVID-19 survivors, there are sequelae in the form of anxiety, depression, and Post-traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD experienced by COVID-19 survivors will affect the patient’s quality of life in the future. This study aimed to assess the risk of PTSD in COVID-19 survivors who had been hospitalized at Andalas University Hospital. Methods. A cross-sectional descriptive study was conducted among COVID-19 survivors aged ≥15 years who had been hospitalized at Andalas University Hospital. Samples were selected by using total sampling method with inclusion criteria included experiencing mild, severe, or critical clinical symptoms during COVID-19 infection, being discharged from Andalas University Hospital for six months or more, and willing to participate in the study by signing an informed consent. Samples who have met the inclusion criteria completed the Bahasa Indonesia version of PCL-5 (PTSD Checklist for DSM-5) questionnaire which has been tested for its validity and reliability. Respondents were categorized as having PTSD risk if the questionnaire results showed a score of ≥23. The collected data were subsequently analyzed using univariate analysis. Results. A total of 75 respondents were included in the study, of which 9.3% (7) were found to be potentially or at risk of PTSD. The group of respondents who were at risk of PTSD was mostly comprised of females, and all of them experienced the four PTSD symptoms (intrusion/re-experiencing, avoidance, negative alterations in cognition and mood, and hyperarousal). The most common trigger that causes PTSD among respondents was the experience of a previous life-threatening traumatic event (71.43%). In addition, the most frequent clinical symptoms of COVID-19 in the PTSD risk group were severe clinical symptoms (71.43%). Conclusions. COVID-19 survivors who have the potential to experience PTSD are predominantly female survivors with severe clinical symptoms, experiencing all four PTSD symptoms, and having a traumatic life-threatening experience during COVID-19 hospitalization. Keywords: COVID-19 survivors, hospitalization, risk of PTSD
The Assossiation Between Stress During the COVID-19 Pandemic and the Incidence of Dyspepsia Syndrome in The First Year Medical Students Rahmi, Wahida; Yulistini, Yulistini; Murni, Arina Widya
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Dyspepsia syndrome is a collection of symptoms in the upper digestive tract associated with dysregulation of the hypothalamus-hypophysis axis that is triggered by stress. One of the problems faced in the world today is the COVID-19 pandemic which can be a new stressor, especially for students with many changes in the learning process. This study aimed to examine the relationship between stress during the COVID-19 pandemic and the incidence of dyspepsia syndrome.Methods. An analytic obsevasional with cross-sectional design was conducted in April-June 2021 at the Faculty of Medicine, Andalas University. The subjects of this study were the first batch of medical students which were selected by total sampling. Level of stress was measured using a questionnaire adapted from DASS-42, meanwhile dyspepsia syndrome was examined using ROME IV questionnaire. Bivariate analysis was conducted by using Chi-square and Fisher exact test.Results. 68 of 238 students experienced stress with the most stress levels was mild-moderate stress (85.3%) and severe-very severe stress (14.7%). There were 44 students who experienced dyspepsia syndrome from a total of 68 respondents (64.7%). There was no relationship between stress and the incidence of dyspepsia syndrome (p=1,00). However, child’s status were found to be a risk factor for stress stres [p=0.006; OR=13.46 (95%CI 2.134-84.894)].Conclusions. There is no significant relationship between stress during the COVID-19 pandemic and the incidence of dyspepsia syndrome in first-year medical students. However, the results of this study indicate that first child status is a risk for stress to dyspepsia.
Level of Plasma Cortisol in Functional Dyspepsia with Psychosomatic Disorder Murni, Arina Widya
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Lansia di Kecamatan Kuranji Kota Padang Dea Rika Putri Purba; Restu Susanti; Rika Susanti; Hendra Permana; Arina Widya Murni; Eldi Sauma
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 3 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i3.1077

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan angka harapan hidup yang terjadi menyebabkan peningkatan penyakit degeneratif pada lansia, salah satunya hipertensi. Proses penuaan pada lansia menyebabkan lansia mengalami beberapa perubahan fisiologi salah satunya fisiologi tidur, struktur, durasi, kedalaman, dan kontinuitas tidur akan pada lansia. Kualitas tidur buruk dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Objektif: Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia di kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampling from the population using consecutive sampling techniques in the elderly recorded in Kuranji District, Padang City and conducting interviews with PSQI questionnaires and blood pressure measurements directly on the samples. Hasil: Terdapat sebanyak 67 responden (69,1%) memiliki kualitas tidur buruk dan 30 responden (36,1%) memiliki kualitas tidur baik. Sebanyak 62 responden (63,9%) mengalami hipertensi. Hasil analisis data dengan SPSS menggunakan uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,000 < 0.05 ( α = 0,05 ). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada lansia di Kecamatan Kuranji Kota Padang sehingga H1 ditolak.
Co-Authors Abdiana Abdiana, Abdiana Adnil E Nurdin, Adnil E Adnil Edwin Nurdin Afriwardi Afriwardi Agustin, Nia Mitra Aisyah Elliyanti Alexander Kam Alexander Kam Alfitri Alfitri Amel Yanis Andriyan, Aric Frendi Anggi Setiawan Ardian Riza Ariani, Novita Ashal, Taufik Asir, Taufik Rizkian Athiutama, Ari Aulia, Annisa Beni Indra, Beni Bobbi Hemriyantton Dea Rika Putri Purba Dedy Almasdy Delmi Sulastri Desmawati Desmawati Dewi Eka Putri Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Arfan As Bahri Dian Pertiwi Dian Pertiwi Diny Amenike Dita Nelvita Sari Dwitya Elvira, Dwitya Edison Edison Eldi Sauma Elizabeth Bahar Elmatris Sy Emil Huriani Emil Prasetyo Muhammad Ennesta Asri Erlina Rustam Ermayanti, Sabrina Eryati Darwin Esi Afriyanti Eti Yerizel Etriyel Myh Fadella, Annesa Fadhlurrahman Wide Putra Fadrian, Fadrian Gina Matahati Gina Sonia Gusya Liza, Rini Gusyaliza, Rini Hanum, Fathiya Juwita Harahap, Hana Yulia Rahmi Harun Harnavi Hasmiwati Havizur Rahman Havizur Rahman Helmi Arifin Hendra Permana Hendriati, Hendriati Husnil Wardiyah Indah Paradifa Sari Irlaks, Viton Surya Irwadi Irwadi Isnindiah Koerniati Julizar Julizar Julizar Julizar Liandhu Hakim, Sonya Lily Yanti Mardi, Tris Mar’atul Fadhilah Masrul Mona Rahmi Rulianti1 Muhamad Diva Caesar Muhammad Husnul Ikhsan Mustafa Noer Nasrul Zubir Nurhajjah, Sitti Oktarina, Elvi Puja Agung Antonius Putra Rio, Yugo Berri Rahman, Havizur Rahmat Syawqi Rahmat Syawqi Rahmatina B Herman Rahmi, Wahida Rahmy Nurdin RAVEINAL RAVEINAL Raveinal Raveinal Resti Yuliani Restu Susanti Rhandyka Rafli Ridho Berlianto Ridho Pratama Rihaliza Rihaliza Rika Fatmadona Rika Susanti Rina Gustia Rini Gusya Liza, Rini Gusya Rismawati Yaswir Rita Hamdani Rizanda Machmud Rose Dinda Martini Roza Kurniati Roza Kurniati Roza Mulyana Salma Nabilaputri Nadiaskara Saptino Miro Siti Nurhajjah Situmorang, Risna Sari Sri Wahyuni Tasman Tasman Tasman Tasman Tasman Tris Mardi Ulya Uti Fasrini Vania Aresti Yendrial Vilza Maharani Syahnel Vina Muspita Viton Surya Irlaks Vokal Furkano Wardhy Arief Hidayat Widya Deli Satuti Wijaya, Harwin Winda Resvi Juliana Yanni, Mefri Yaslinda Yaunin Yevri Zulfiqar Yoerizta Ratu, An Nissa’ Yovanda, Ryandri Yugo Berri Putra Rio Yui Muya Yulistini Yulistini, Yulistini Yuriko Andre Yutika Jasvita Zelly Dia Rofinda