Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Ansietas dan Depresi dengan Derajat Dispepsia Fungsional di RSUP Dr M Djamil Padang Periode Agustus 2013 hingga Januari 2014 Dita Nelvita Sari; Arina Widya Murni; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.656

Abstract

Dispepsia fungsional merupakan salah satu jenis dispepsia yang paling sering ditemukan pada masyarakat. Banyak faktor yang dapat memicu derajat keluhan pada penderita dispepsia fungsional, salah satunya gangguan psikologis terutama ansietas dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ansietas dan depresi dengan derajat dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien RSUP Dr M Djamil Padang yang berobat dari Agustus 2013 hingga Januari 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 32 orang. Data dari responden dikumpulkan dengan cara wawancara, ansietas dan depresi dinilai dengan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) dan derajat dispepsia fungsional dinilai dengan Skor Dispepsia. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa 37,5% mengalami derajat dispepsia berat, 50% mengalami derajat dispepsia sedang, dan 12,5% mengalami derajat dispepsia ringan. Ansietas dialami oleh 37,5% penderita dispepsia fungsional dan depresi dialami oleh 12,5% penderita dispepsia fungsional. Berdasarkan hasil uji statistik chi square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional (p<0,05) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara depresi dengan dispepsia fungsional (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional tetapi tidak dengan depresi.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dan Jumlah CD4 Terhadap Kualitas Hidup Orang dengan HIV AIDS di Poliklinik Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr M Djamil Padang Rihaliza Rihaliza; Arina Widya Murni; Alfitri Alfitri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1135

Abstract

AbstrakInfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius yang dapat menimbulkan masalah yang cukup luas yakni meliputi masalah fisik, sosial dan emosional. Permasalahan yang dihadapi oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) akan mempengaruhi fisik dan psikologis ODHA itu sendiri sehingga akan berdampak terhadap kualitas hidup. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup (ODHA) di Poliklinik  Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 ODHA yang melakukan kontrol di Poliklinik VCT RSUP Dr M Djamil Padang. Instrumen penelitian menggunakan 2 kuesioner, yaitu WHOQOL-HIV BREF, Simplified Self- Report Measure of Adherence dan studi dokumentasi pada rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna dengan p<0,05 antara kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup ODHA. Simpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar selalu memberikan edukasi tentang pentingnya patuh minum obat ARV secara rutin, sehingga jumlah CD4 di dalam darah berada dalam batas normal sehingga ODHA memiliki fisik sehat yang berdampak pada kualitas hidupnya. 
Hubungan Konsumsi Serat dengan Pola Defekasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand Angkatan 2012 Indah Paradifa Sari; Arina Widya Murni; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.534

Abstract

Abstrak   Setiap individu memiliki pola defekasi berbeda-beda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah asupan serat. Secara fisiologis serat makanan didefenisikan sebagai karbohidrat yang resisten terhadap enzim hidrolisis saluran pencernaan manusia. Berdasarkan data RISKESDAS 2013, Sumatera Barat menempati urutan ketiga terendah konsumsi serat di seluruh provinsi Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara konsumsi serat dan pola defekasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012. Ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 114 responden. Data primer dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan food recall 2x24 jam dan diolah dengan menggunakan Nutrisurvey untuk food recall dan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi Fakultas Kedokteran Unand angkatan 2012 mengkonsumsi serat rendah dan mengalami resiko terjadinya konstipasi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi serat terhadap pola defekasi dengan nilai p > α (0,408 > 0,05).Kata kunci: konsumsi serat, pola defekasi, kuesioner, food recall AbstractEach individual has a different pattern of defecation which is influenced by several factors such as intake of fiber. Dietary fiber is defined as carbohydrates that are resistant to hydrolysis enzymes in human digestive. Based on data RISKESDAS 2013, West Sumatra ranks third lowest fiber intake across Indonesian provinces. The objective of this study was to determine the relationship between fiber intake and defecation pattern in the student of the Faculty of Medicine Unand 2012. This was a cross sectional study that conducted on 114 respondents. Primary data was collected by interviews using questionnaires and food recall 2x24 hours and processed using Nutrisurvey for food recall and  chi-square statistic test. Results of univariate analysis showed that most of the student of the Faculty of Medicine Unand 2012 consume low fiber and the risk of experiencing constipation. Results of bivariate analysis showed no significant association between fiber intake and defecation patterns with p-value > α (0.408> 0.05). Keywords: fiber consumption, defecation pattern, questionnaires, food recall
Hubungan antara Stres Akademik dengan Kecenderungan Gejala Somatisasi pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015 Viton Surya Irlaks; Arina Widya Murni; Rini Gusya Liza
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i3.1366

Abstract

 Stres akademik merupakan suatu keadaan emosional yang paling umum dialami oleh mahasiswa selama masa studi. Stres yang tidak dikontrol dengan baik dapat mempengaruhi terjadinya gejala somatisasi. Tujuan: Menentukan hubungan antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015. Metode: Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah 100 orang mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Medical Student Stress Questionnaire (MSSQ) dan The Somatic Symptom Scale - 8 (SSS-8). Data dianalisis menggunakan uji bivariat Fisher’s exact. Hasil: Penelitian menunjukkan 43 orang (43%) adalah laki - laki dan 57 orang (57%) adalah perempuan. Usia terbanyak adalah 21 tahun (74%) dan paling sedikit 20 tahun (9%). Tingkat stres akademik 56 orang sedang (56%) dan 4 orang sangat berat (4%). Tingkat kecenderungan gejala somatisasi 26 orang sedang (26%) dan 11 orang sangat ringan (11%). Sebanyak 24 orang yang mengalami stres akademik memiliki kecenderungan gejala somatisasi sedang (27,9%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan kecenderungan gejala somatisasi pada mahasiswa program studi kedokteran tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2015.Kata kunci: stres akademik, gejala somatisasi, mahasiswa tingkat akhir
Karakteristik Penderita Dispepsia Fungsional yang Mengalami Kekambuhan di Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat Tahun 2011 Yui Muya; Arina Widya Murni; Rahmatina B Herman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.279

Abstract

AbstrakDispepsia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dokter dalam praktek sehari-hari. Prevalensi dispepsia fungsional di Inggris mencapai 23,8%, sedangkan di Amerika Serikat 15%. Di Indonesia belum terdapat prevalensi penyakit ini secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita dispepsia yang mengalami kekambuhan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat tahun 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 63 data penderita tetapi sampel yang memenuhi syarat hanya 42 penderita. Proporsi tertinggi penderita dispepsia adalah kelompok umur 46-55 tahun (38,1%), jenis kelamin perempuan (64,3%), suku minang (97,6%), agama Islam (100%), tingkat pendidikan akademik/PT (50,0%), pekerjaan ibu rumah tangga (35,7%), dan status telah kawin (71,4%). Kepada praktisi kesehatan atau dokter lini pertama agar dapat memaksimalkan usaha-usaha promosi kesehatan, sehingga masyarakat mendapat pengetahuan terutama mengenai sindrom dispepsia fungsional.Kata kunci: dispepsia fungsional, karakteristik penderita, kekambuhan AbstractDyspepsia is one of the common health problems that found by the doctors in daily practice. Prevalence rate of functional dyspepsia in the England is about 23.8% while in United Stated is about 15%. In Indonesia, there has been no overall disease prevalence. The objective of this study was to investigate the characteristics of hospitalized patients with dyspepsia who have a relapse at Dr M. Djamil Hospital Padang, West Sumatra in 2011. This study uses descriptive cross sectional design. Population data were 63 patients but only 42 samples were taken. The highest proportion of dyspeptic patients was 46-55 years age group (38.1%), female (64.3%), ethnic Minang (97.6%), Moslem (100%), education level Academic (50.0%), Housewife (35.7%), and Married (71.4%). Health practitioners or physician in order to maximize the health promotion efforts, so that people get the knowledge, especially regarding functional dyspepsia syndrome.Keywords: functional dyspepsia, patient characteristics, relapsing
Latihan Pasrah Diri dan Perawatan Luka Modern terhadap Penurunan Depresi Pasien Ulkus Diabetik Winda Resvi Juliana; Arina Widya Murni; Dewi Eka Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.463-474

Abstract

Pasien ulkus diabetik mempunyai resiko mengalami depresi 2 kali lipat dibanding pasien diabetes mellitus tanpa ulkus diabetik. Depresi pada pasien ulkus diabetic dapat memperlambat penyembuhan luka. Diperlukan intervensi keperawatan yang holistic untuk membantu penyembuhan luka ulkus diabetic. Salah satunya adalah kombinasi perawatan luka ditambah latihan pasrah diri.  Latihan pasrah diri merupakan metode perpaduan antara relaksasi dan dzikir dengan fokus latihan pada pernapasan dan makna kata yang terkandung dalam dzikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh latihan pasrah diri dan perawatan luka modern terhadap penurunan depresi pasien ulkus diabetik. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pre dan post test with control group. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 orang (14 orang pada tiap kelompok).  Data dikumpulkan menggunakan kuisiner back depression indeks (BDI II) dan skala battle jansen. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil dari penelitian didapatkan rerata selisih nilai depresi pada kelompok intervensi lebih tinggi dari rerata kelompok kontrol yaitu 11,64 (SD±2,62) pada kelompok intervensi dan 3,43 (SD±2,27) pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Withney diperoleh p value 0.000, dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh latihan pasrah diri terhadap penurunan depresi pasien ulkus diabetik.
Korelasi Karakteristik Individu Terhadap Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Havizur Rahman; Helmi Arifin; Arina Widya Murni
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.7354

Abstract

ABSTRAK Pasien dengan penyakit kronis memiliki kecendrungan mengalami depresi, salah satunya pada pasien gagal ginjal kronis. Tujuan: mengetahui korelasi antara karakteristik pasien gagal ginjal kronis dengan terjadinya depresi. Metode penelitian: cross sectional menggunakan data primer, dengan teknik pengambilan data judgment sampling, pengukuran tingkat depresi menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI- II) dan data dianalisis menggunakan uji korelasi kendall’s tau-b. Hasil: karakteristik umur (sig=0.057), tingkat Pendidikan (sig=0.246), status (sig=0.484), jaminan kesehatan (sig=0.957) dan lama menjalani tindakan hemodialisis (sig=0,396) tidak memiliki hubungan dengan terjadinya depresi sedangkan karaktersitik yang memiliki hubungan dengan terjadinya depresi yaitu jenis kelamin (sig=0.028), pekerjaan (sig= 0.001) dan tindakan hemodialisa (sig= 0.05) dengan korelasi cukup kuat. Kesimpulan: beberapa karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, pekerjaan dan tindakan hemodialisa memiliki korelasi yang cukup kuat terhadap timbulnya depresi pada pasien gagal ginjal kronis. Kata Kunci— korelasi, karaktersitik, depresi  ABSTRACT Patients with chronic diseases have a tendency to experience depression, one of them is in patients with chronic kidney failure. Objective: to determine the correlation between the characteristics of patients with chronic kidney failure with depression. Research methods: cross sectional using primary data, with judgment sampling data collection techniques, measurement of depression levels using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) and data analyzed using the Kendall's tau-b correlation test. Results: age characteristics (sig = 0.057), education (sig = 0.246), status (sig = 0.484), health insurance (sig = 0.957) and length of time undergoing hemodialysis (sig = 0.396) have no relationship with the occurrence of depression while the characteristics of depression which has a relationship with the occurrence of depression, namely gender (sig = 0.028), work (sig = 0.001) and hemodialysis (sig = 0.05) with a strong enough correlation. Conclusion: some of the characteristics of patients namely sex, occupation and hemodialysis have a strong correlation to the onset of depression in patients with chronic kidney failure. Keywords — correlation, characteristics, depression
PENGUATAN PSIKOLOGIS PADA ERA PANDEMI COVID-19 MELALUI EDUKASI DI MEDIA SOSIAL Arina Widya Murni
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.479-486.2020

Abstract

Pandemi Covid-19 adalah tragedi di bidang kesehatan yang sangat menyita emosi baik bagi masyarakat ataupun petugas kesehatan sendiri. Stresor psikologis terjadi ketika berita yang diterima tentang pandemi memberikan kesan sebagai kabar yang menakutkan dan mengancam kehidupan. Berbagai sikap bisa muncul karena stres akibat berita yang tidak benar tentang Pandemi Covid-19. Perlu dilakukan suatu upaya memberikan edukasi yang benar tentang Pandemi Covid-19. Edukasi yang dianggap efektif saat ini adalah melalui media sosial. Pilihan media adalah grup whatss app dengan membuat kegiatan sharing talk yang digagas bersama mahasiswa. Sharing talk ini dilakukan sebanyak sepuluh kali sesuai dengan permintaan peserta dan kelompok mahasiswa yang menghubungi. Rata-rata peserta yang ikut berkisar 200 an peserta di setiap kegiatan. Diakhir sesi peserta berinteraksi dengan menyampaikan pertanyaan, sebagian besar mempertanyakan tentang virus corona, penyebaran virus dan pengaruh stres terhadap imunitas tubuh yang sebenarnya sangat mempengaruhi dalam kemampuan bertahan terhadap serangan corona virus. Animo peserta cukup baik ditandai dengan pertanyaan yang bervariasi dan bisa disiapkan untuk menjadi satu buku Tanya Jawab seputar Covid-19. Edukasi melalui media sosial efektif dalam memberikan pengaruh positif kepada masyarakat sehingga membantu mengurangi beban psikologis masyarakat karena Pandemi Covid -19. Kata kunci: Covid-19, Stres, Edukasi, Media, Efektif ABSTRACT The Covid-19 pandemic is a tragedy in the health sector that has devastated both the public and health workers. Psychological stress occurs when news received about a pandemic gives the impression of being scary and life threatening. Various attitudes can arise due to stress due to untrue news about the Covid-19 Pandemic. An effort is needed to provide proper education about the Covid-19 Pandemic. Effective education is through social media. The choice of media is the whatss app group by creating a sharing talk activity initiated with students who are members of an independent institution. This screening talk is conducted ten times according to the request of the participants and student groups who contacted them. The average number of participants who took part was around 200 participants in each activityies. At the end of the session the participants had a change to interact by asking questions, most of them questioning about the corona virus, the spread of the virus and the effect of stress on immunity which actually greatly affects the ability to survive against the corona virus attack. The participants' interest is quite good, marked by a variety of questions and can be prepared to become a Q&A book about Covid-19. It can be cocluded that education through social media is effective in having a positive influence on society so that it helps reduce the psychological burden on society due to the Covid -19 Pandemic. Keywords: Covid-19, Stress, Education, Media, Effective
Chronic Fatigue Syndrome Ridho Berlianto; Arina Widya Murni
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 6 No. 7 (2022): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v6i7.542

Abstract

Background: Chronic fatigue syndrome is a collection of symptoms characterized by complaints of fatigue that lasts for at least six months or more. It can be accompanied by symptoms of low-grade fever, myalgia, arthralgia, cephalgia, and a sore throat that is sometimes accompanied by enlarged glands. The main psychological symptoms of chronic fatigue syndrome are depression and sleep disturbances. Case Presentation: A 26-year old male patient was treated with a main complaint of feeling tired since 6 months before he was admitted to the hospital. The patient claimed that he was unable to do activities independently because he experienced extreme tiredness. He also complained of a headache that was felt when under stress and was not relieved by rest along with a stabbing-like pain that moved around throughout his body, which also does not decrease with changes in position or rest. He also has heartburn felt since 4 months ago when eating spicy foods, eating late, and especially when experiencing mental stress, which often was accompanied by nausea and vomiting. The results of his physical, laboratory and supporting examinations were all within normal limits. The patient was then diagnosed with chronic fatigue syndrome and functional dyspepsia. Conclusion: Approaches to medical treatment of chronic fatigue syndrome can be done based on general treatment of physical and psychological symptoms experienced. In these circumstances, antidepressant drug therapy and psychotherapy such as cognitive behavioral therapy is needed. In addition, rehabilitation therapy may also be necessary because several studies show that gradual physical exercise yield significant improvement in chronic fatigue syndrome patients.
IDENTIFIKASI MASALAH DAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA LANJUT USIA DI NAGARI SUMANIAK Aisyah Elliyanti; Dian Pertiwi; Arina Widya Murni; Zelly Dia Rofinda; Yulistini Yulistini; Afriwardi Afriwardi; Eti Yerizel; Siti Nurhajjah; Elmatris Sy; Elizabeth Bahar
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.872 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i1.354

Abstract

Pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia (lansia) perlu mendapatkan perhatian khusus, karena lansia rentan terhadap penyakit Tujuan: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit dan memberikan penyuluhan pada kelompok lanjut usia di Kenagarian Sumanik. Metode: Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan lanjut usia dan pengkajian psikologis dengan menggunakan kuisioner DASS 42. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan dengan harapan meningkatkan pengetahuan para lansia sehingga mampu mengidentifikasi tanda bahaya dan mendapat pertolongan lebih awal. Hasil: Kegiatan dihadiri oleh 63 orang warga, 31 orang diantaranya di atas usia 60 tahun. Hasil pemeriksaan ditemukan 22 orang mengalami hipertensi stadium 2, dan 5 orang menderita diabetes yang sebelumnya sudah diketahui akan tetapi kontrol tidak teratur. Pada pemeriksaan mata terdapat 25 orang menderita gangguan refraksi, 5 orang ekstensi lensa dan dirujuk ke RSUD melalui Puskesmas. Dari kajian psikologis didapatkan 5 orang memiliki gejala depresi, 15 orang dengan ansietas dan 48 orang mengalami stress-psikologis. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan sangat diperlukan terutama kelompok lanjut usia supaya lansia dapat mengenal tanda-tanda penyakit sehingga dapat pelayanan kesehatan lebih dini. Aktivitas fisik seperti berolahraga diperlukan namun lansia perlu mengetahui jenis olah raga yang tepat sesuai dengan usia.
Co-Authors Abdiana Abdiana, Abdiana Adnil E Nurdin, Adnil E Adnil Edwin Nurdin Afriwardi Afriwardi Agustin, Nia Mitra Ahmad, Armen Aisyah Elliyanti Akmal M. Hanif Alexander Kam Alexander Kam Alfitri Alfitri Amel Yanis Andriyan, Aric Frendi Anggi Setiawan Ardian Riza Ariani, Novita Ashal, Taufik Asir, Taufik Rizkian Athiutama, Ari Aulia, Annisa Beni Indra, Beni Bobbi Hemriyantton Dea Rika Putri Purba Dedy Almasdy Delmi Sulastri Desmawati Desmawati Dewi Eka Putri Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Arfan As Bahri Dian Pertiwi Dian Pertiwi Diny Amenike Dita Nelvita Sari Dwitya Elvira, Dwitya Edison Edison Eldi Sauma Elizabeth Bahar Elmatris Sy Emil Huriani Emil Prasetyo Muhammad Ennesta Asri Erlina Rustam Ermayanti, Sabrina Eryati Darwin Esi Afriyanti Eti Yerizel Etriyel Myh Fadella, Annesa Fadhlurrahman Wide Putra Fadrian, Fadrian Faheri, Eifel Gina Matahati Gina Sonia Gusya Liza, Rini Gusyaliza, Rini Hanum, Fathiya Juwita Harahap, Hana Yulia Rahmi Harun Harnavi Hasmiwati Havizur Rahman Havizur Rahman Helmi Arifin Hendra Permana Hendriati, Hendriati Husnil Wardiyah Indah Paradifa Sari Irlaks, Viton Surya Irwadi Irwadi Isnindiah Koerniati Julizar Julizar Julizar Julizar Kurniawan, Eka Liandhu Hakim, Sonya Lily Yanti Mardi, Tris Mar’atul Fadhilah Masrul Mona Rahmi Rulianti1 Muhamad Diva Caesar Muhammad Husnul Ikhsan Mustafa Noer Nasrul Zubir Nurhajjah, Sitti Oktarina, Elvi Poedjijo, Yanuar Surya Saputra Puja Agung Antonius Putra Rio, Yugo Berri Rahman, Havizur Rahmat Syawqi Rahmat Syawqi Rahmatina B Herman Rahmi, Wahida Rahmy Nurdin RAVEINAL RAVEINAL Raveinal Raveinal Resti Yuliani Restu Susanti Rhandyka Rafli Ridho Berlianto Ridho Pratama Rihaliza Rihaliza Rika Fatmadona Rika Susanti Rina Gustia Rini Gusya Liza, Rini Gusya Rismawati Yaswir Rita Hamdani Rizanda Machmud Rose Dinda Martini Roza Kurniati Roza Kurniati Roza Mulyana Salma Nabilaputri Nadiaskara Saptino Miro Siti Nurhajjah Situmorang, Risna Sari Sri Wahyuni Tasman Tasman Tasman Tasman Tasman Tris Mardi Ulya Uti Fasrini Vania Aresti Yendrial Vilza Maharani Syahnel Vina Muspita Viton Surya Irlaks Vokal Furkano WAHYUDI Wardhy Arief Hidayat Widya Deli Satuti Wijaya, Harwin Winda Resvi Juliana Yanni, Mefri Yaslinda Yaunin Yevri Zulfiqar Yoerizta Ratu, An Nissa’ Yovanda, Ryandri Yugo Berri Putra Rio Yui Muya Yulistini Yulistini, Yulistini Yuriko Andre Yutika Jasvita Zelly Dia Rofinda