p-Index From 2021 - 2026
9.524
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing Majalah Keperawatan Unpad Sosiohumaniora JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal NERS Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Jurnal Keperawatan Sriwijaya Jurnal Keperawatan BSI Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan Padjadjaran Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Journal of Nursing Care and Biomolecular Holistik Jurnal Kesehatan Aulad : Journal on Early Childhood Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Faletehan Health Journal Journal of Nursing Care Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Journal of Maternity Care and Reproductive Health Media Karya Kesehatan Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Journal of Telenursing (JOTING) JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Lentera Perawat JRKN Journal of Health and Nutrition Research International Journal of Health Science and Technology Jurnal Keperawatan Padjadjaran Acute Care Nursing Journal (PACNJ) Mahakam Nursing Journal (MNJ) Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Medical-Surgical Journal of Nursing Research Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Info Kesehatan Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kebutuhan informasi pada keluarga pasien di intensive care unit: A scoping review Supriyadi, Yadi; Kosasih, Cecep Eli; Nuraeni, Aan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.797

Abstract

Background: The families of patients play a crucial role in supporting the care and recovery process of patients in the Intensive Care Unit (ICU). One critical aspect of this role is the need for comprehensive and relevant information about the patient's condition and care in the ICU. Purpose: To explore the information needs of families of patients in the intensive care unit (ICU). Method: Literature search was conducted in Scopus, PubMed, and CINAHL databases and google scholar search engine. The initial articles found were 12,056, then 9 articles were included in the study. Data were extracted and synthesized to provide a comprehensive picture of the information needs of patient families in the ICU. Results: Families need in-depth information about the patient's condition, the care provided, and the medical team involved in the care. A variety of communication and education methods have been used to meet this information need, including the use of easy-to-understand language and the provision of written or visual materials. Education that is tailored to the family's preferences and needs and pays attention to the language used is key to providing effective support to families of patients in the ICU. Conclusion: Families play a vital role in understanding and addressing the informational needs of ICU patient families. Enhancing communication and education tailored to family needs can improve family involvement in patient care and overall care outcomes.   Keywords: Information Needs; Intensive Care Unit; Patient's Family.   Pendahuluan: Keluarga pasien memiliki peran penting dalam mendukung proses perawatan dan pemulihan pasien di Intensive Care Unit (ICU). Salah satu aspek krusial dalam peran keluarga ini adalah kebutuhan akan informasi yang komprehensif dan relevan tentang kondisi dan perawatan pasien di ICU. Tujuan: Untuk mengeksplorasi kebutuhan informasi keluarga pasien di intensive care unit (ICU). Metode: Pencarian literatur dilakukan di database Scopus, PubMed, dan CINAHL serta search engine Google Scholar. Artikel awal yang ditemukan adalah 12,056, kemudian 9 artikel disertakan dalam penelitian. Data diekstraksi dan disintesis untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan informasi keluarga pasien di ICU. Hasil: Keluarga membutuhkan informasi yang mendalam tentang kondisi pasien, perawatan yang diberikan, dan tim medis yang terlibat dalam perawatan. Berbagai metode komunikasi dan edukasi telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi ini, termasuk penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan penyediaan materi tertulis atau visual. Edukasi yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan keluarga serta memperhatikan bahasa yang digunakan menjadi kunci dalam memberikan dukungan yang efektif kepada keluarga pasien di ICU. Simpulan: Keluarga memiliki peran penting dalam memahami dan memenuhi kebutuhan informasi keluarga pasien di ICU. Memperbaiki komunikasi dan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien serta meningkatkan hasil perawatan secara keseluruhan.   Kata Kunci: Intensive Care Unit; Kebutuhan Informasi; Keluarga Pasien.
Eksplorasi dampak kesepian pada pasien di intensive care unit (ICU): Tinjauan sistematik Setiawan, Deris Riandi; Kosasih, Cecep Eli; Mirwanti, Ristina
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.799

Abstract

Background: Loneliness is a significant emotional challenge for Intensive Care Unit (ICU) patients that is often exacerbated by physical and social isolation due to visiting restrictions. This condition can impact the mental and physical well-being of patients, making it important for healthcare providers to develop a deep understanding of loneliness in ICU patients. Purpose: To explore the impact of loneliness in intensive care unit (ICU) patients. Method: The narrative review research design was derived from quantitative and qualitative studies using the Reporting for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines. The article selection process used questions with a population, concept, and context (PCC) approach including; P: Intensive Care Unit (ICU) patients; C: impact of loneliness; and C: ICU patient outcomes. Inclusion criteria for this narrative review were accessible full-text articles, published in English, articles with both qualitative and quantitative designs, and published within a 5-year period (2019-2024). A search was conducted on three major databases (CINAHL, PubMed, and Scopus) yielding a total of 52 articles and after an elimination process, 5 articles were obtained for review. Results: Loneliness in ICU patients has a significant impact on emotional, physical, and social health, including decreased mental health, quality of life, and increased risk of death. Conclusion: This review emphasizes the importance of a holistic approach in ICU care that includes physical, psychological, and social aspects of patients. Optimal psychosocial support is expected to reduce the negative impact of loneliness and improve the quality of life of ICU patients. Suggestion: Health workers can improve a more holistic approach by paying attention to psychological, social, and emotional support. This is expected to reduce feelings of loneliness experienced by patients and ultimately accelerate the recovery process and improve the quality of life of patients in the ICU environment.   Keywords: Intensive Care Unit (ICU); Loneliness; Patients.   Pendahuluan: Kesepian merupakan tantangan emosional signifikan bagi pasien di Intensive Care Unit (ICU) yang sering diperburuk oleh isolasi fisik dan sosial akibat kebijakan pembatasan kunjungan. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik pasien, sehingga penting bagi tenaga medis untuk mengembangkan pemahaman mendalam mengenai rasa kesepian pada pasien ICU. Tujuan: Untuk mengeksplorasi dampak kesepian pada pasien intensive care unit (ICU). Metode: Desain penelitian tinjauan naratif didapat dari penelitian studi kuantitatif dan kualitatif menggunakan panduan Reporting for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Proses pemilihan artikel menggunakan pertanyaan dengan pendekatan population, concept, dan context (PCC) meliputi; P: Pasien di Intensive Care Unit (ICU); C: dampak loneliness; dan C: outcomes pasien di ICU. Kriteria inklusi pada tinjauan naratif ini adalah artikel full text dapat diakses, dipublikasikan dalam Bahasa Inggris, artikel dengan desain kualitatif dan kuantitatif serta dipublikasikan dalam rentang 5 tahun (2019-2024). Pencarian dilakukan pada tiga database utama (CINAHL, PubMed, dan Scopus) yang menghasilkan total 52 artikel dan setelah proses eliminasi, didapatkan 5 artikel untuk telaah. Hasil: Perasaan kesepian pada pasien ICU berdampak signifikan pada kesehatan emosional, fisik, dan sosial, yang mencakup penurunan kesehatan mental, kualitas hidup, dan peningkatan risiko mortalitas. Simpulan: Tinjauan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan ICU yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial pasien. Dukungan psikososial yang optimal diharapkan dapat mengurangi dampak negatif kesepian dan meningkatkan kualitas hidup pasien ICU. Saran: Tenaga kesehatan dapat meningkatkan pendekatan yang lebih holistik dengan memperhatikan dukungan psikologis, sosial, dan emosional. Hal ini diharapkan dapat mengurangi perasaan kesepian yang dialami pasien dan pada akhirnya mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien di lingkungan ICU.   Kata Kunci: Intensive Care Unit (ICU); Kesepian; Pasien.
Profil keselamatan pasien dalam penggunaan irigasi hangat perioperatif: A literature review Harlasgunawan, Alia Rahmi; Kosasih, Cecep Eli; Nur'aeni, Aan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 5 (2025): Volume 19 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i5.1153

Abstract

Background: Perioperative hypothermia (core temperature < 36 °C) is a frequent complication during surgery and is associated with adverse outcomes such as myocardial ischemia, coagulopathy, surgical site infections, and delayed recovery. One of the contributing factors is the use of large volumes of room-temperature irrigation fluids. Warming irrigation fluids is a simple and effective strategy to maintain perioperative normothermia, but its implementation requires a thorough understanding of patient safety profiles to ensure safe and optimal practice. Purpose: To analyze the patient safety profile in the use of perioperative warm irrigation. Method: A literature review was conducted on relevant literature to analyze the effectiveness and safety profile of perioperative warmed irrigation fluids. The reviewed literature included clinical studies and research discussing the use of warmed irrigation fluids in various surgical procedures, focusing on hypothermia prevention, patient thermal comfort, and safety aspects. Data were analyzed descriptively to identify key findings regarding effectiveness, safety profile, and clinical practice recommendations. Results: Evidence from various clinical studies shows that warmed irrigation fluids improve thermal comfort, reduce the incidence of hypothermia and shivering, and support patient safety. The effectiveness is particularly notable in endoscopic and urologic procedures, and can be enhanced when combined with warmed intravenous fluids. However, the added value of combining multiple warming strategies in short-duration surgeries remains unclear. Importantly, the use of warmed irrigation fluids has not been linked to increased postoperative complications. Conclusion: Warmed irrigation fluids demonstrate an excellent safety profile when implemented optimally. Optimal implementation requires consistent temperature control, reliable warming equipment, and adherence to safety protocols. Further standardization of safety protocols and healthcare professional training in intraoperative fluid warming practices is needed to optimize patient safety outcomes and ensure safe implementation across various clinical settings.   Keywords: Hypothermia; Patient Safety; Perioperative Warm Irrigation.   Pendahuluan: Hipotermia perioperatif (suhu inti tubuh < 36 °C) merupakan komplikasi yang sering terjadi selama pembedahan dan berhubungan dengan berbagai efek merugikan, seperti iskemia miokard, gangguan koagulasi, infeksi luka operasi, serta pemulihan yang tertunda. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah penggunaan cairan irigasi dalam volume besar dengan suhu ruang. Pemanasan cairan irigasi merupakan strategi yang sederhana dan efektif untuk mempertahankan normotermia selama perioperatif. Tujuan: Untuk menganalisis profil keselamatan pasien dalam penggunaan irigasi hangat perioperative. Metode: Tinjauan naratif dilakukan terhadap literatur yang relevan untuk menganalisis efektivitas dan profil keselamatan penggunaan cairan irigasi hangat perioperatif. Literatur yang dikaji mencakup studi klinis dan penelitian yang membahas penggunaan cairan irigasi hangat dalam berbagai prosedur pembedahan, dengan fokus pada pencegahan hipotermia, kenyamanan termal pasien, dan aspek keselamatan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi temuan utama terkait efektivitas, profil keselamatan, dan rekomendasi praktik klinis. Hasil: Bukti dari berbagai studi klinis menunjukkan bahwa cairan irigasi hangat meningkatkan kenyamanan termal, menurunkan kejadian hipotermia dan menggigil, serta mendukung keselamatan pasien. Efektivitasnya sangat menonjol pada prosedur endoskopi dan urologi, dan dapat ditingkatkan dengan kombinasi infus intravena hangat. Namun, manfaat tambahan dari penggabungan beberapa metode pemanasan pada pembedahan berdurasi pendek masih belum jelas. Penting untuk dicatat bahwa penggunaan cairan irigasi hangat tidak dikaitkan dengan peningkatan komplikasi pascaoperasi. Simpulan: Cairan irigasi hangat menunjukkan profil keselamatan yang sangat baik. Ketika diimplementasikan secara optimal membutuhkan kontrol suhu yang konsisten, peralatan pemanas yang andal, serta kepatuhan terhadap protokol. Standarisasi lebih lanjut dalam praktik pemanasan cairan intraoperatif diperlukan untuk mengoptimalkan luaran pasien.   Kata Kunci: Hipotermia; Irigasi Hangat Perioperative; Keselamatan Pasien.
Characteristics Early versus Late Recurrent Ischemic Stroke: A Scoping Review on Timing and Predictors Christina, Mikha; Eli Kosasih, Cecep; Prawesti, Ayu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.494

Abstract

Recurrent ischemic stroke (RIS) is a major global health issue due to its high morbidity, mortality, and economic burden. While numerous studies have explored the timing and pattern of RIS globally, there is a limited understanding of this issue within the Indonesian context. In the absence of sufficient local data, synthesizing global evidence becomes crucial to inform clinical practice and policy development in regions like Indonesia. This review aimed to explore timing patterns of RIS especially early and late phases and estimate risks based on follow-up, to inform evidence-based interventions. A scoping review based on Arksey & O’Malley framework and PRISMA-ScR guidelines. Literature search (2014–2024) in PubMed, Scopus, ScienceDirect, and CINAHL. Nine studies were included and analyzed thematically. From 2,987 articles, 9 met inclusion criteria. RIS risk ranged 4.3–23.4%, with median recurrence time 21–25 days. Early RIS (<90 days) had distinct risk factors (e.g. hypertension, prior stroke, heart disease) compared to late RIS. Modified Rankin Scale (mRS) and National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) were key instruments; follow-ups done via clinics, registries, or surveys. Early (<90 days) and late recurrent ischemic strokes differ in both risk factors and clinical implications. Early post-stroke monitoring is critical to reducing recurrence. To address long-term prevention and support adherence to secondary prevention strategies, technology-assisted monitoring or broader digital health solutions should be considered as potential interventions, particularly in overcoming challenges related to long-term follow-up and patient engagement.
Menelaah Pengaruh Terapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien dengan Gagal Jantung: Scoping Review Solehati, Tetti; Handayani, Audia; Nur’Aini , Erina; Nurul Aulia, Syifa; Islamah, Rachelya Nurfirdausi; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan gagal jantung menjadi salah satu manifestasi penyakit yang paling serius. Gagal jantung berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, sering kali menimbulkan gejala psikologis dan fisik seperti kecemasan, kualitas tidur buruk, dan nyeri. Penatalaksanaan gagal jantung mencakup pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Di antara intervensi non-farmakologis, terapi musik telah diidentifikasi sebagai metode potensial untuk meringankan gejala fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan intervensi terapi musik yang ada yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien gangguan jantung. Penelitian ini menggunakan desain Scoping Review. Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan dengan menggunakan database PubMed, CINAHL (via EBSCO), dan Scopus. Kriteria inklusi mencakup ketersediaan teks lengkap gratis, publikasi antara tahun 2014-2024, studi yang berfokus pada terapi musik untuk mengurangi kecemasan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, dan penelitian primer yang menggunakan uji Randomized Trial Control (RCT), uji klinis, atau desain kuasi-eksperimental. Pencarian awal menghasilkan 1.422 artikel, setelah dilakukan proses penyaringan, tersisa 7 artikel eligible untuk ditelaah menggunakan JBI aprasial tool. Temuan menunjukkan bahwa intervensi terapi musik berpengaruh dalam mengurangi kecemasan dan depresi, mengurangi rasa nyeri, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan pada pasien dengan kondisi jantung. Terapi musik efektif mengurangi kecemasan, nyeri, gangguan tidur dan meningkatkan kualitas hidup pasien jantung. Temuan ini menunjukkan intervensi ini aman dan dapat mendukung perawatan holistik. Penelitian lanjutan dengan metode yang lebih kuat, protokol yang lebih seragam, serta evaluasi efek jangka panjang dan standar diperlukan, termasuk pemanfaatan teknologi inovatif untuk memperluas akses.
ODONTOGENIC INFECTION AS A HIDDEN ROUTE OF GENERALIZED TETANUS IN THE INTENSIVE CARE UNIT: CASE REPORT Nintyas, Felantina Restyar; Anna, Anastasia; Kosasih, Cecep Eli
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 4, No 2 (2025): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pacnj.v4i2.64614

Abstract

Tetanus, an infection caused by Clostridium tetani, remains a global health concern due to its high fatality, morbidity, and mortality rates. Although the spores of this bacterium are commonly found in soil and animal waste, contamination of the oral cavity due to poor oral hygiene and inadequate dental care also presents a significant risk. The aim of this study was to describe the role of dental infection in the incidence of tetanus in the intensive care unit. This study used descriptive study design with case report method. A 67-year-old male patient was admitted for 38 days to the intensive care unit of a government hospital in Bandung due to grade III generalized tetanus, with Ablett grade IV classification and Tetanus Severity Score (TSS) of 7. The patient had a history of stab wounds from wood and multiple plaque (+) in the oral cavity due to poor oral hygiene and had a habit of cleaning teeth using sticks that were not clean and not in accordance with recommended dental care tools.. History of tetanus vaccine with incomplete dose. During treatment, the patient required mechanical ventilator assistance with CPAP-PS mode. Conclusion of this research that the route of entry for tetanus-causing bacteria can be through wounds, including wounds in the oral cavity that often go unnoticed. Therefore, it is very important to maintain oral hygiene through the application of proper oral hygiene and eliminate the habit of cleaning teeth with dirty tools.
Hubungan Kecemasan dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi pada Siswa SMAN 1 Cisarua yang Berlokasi di Zona Merah Sesar Lembang Setiawati, Pipit Fitri; Kosasih, Cecep Eli; Sari, Sheizi Prista
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19390

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a country with a high risk of disasters, including earthquakes. Preparedness is important to reduce the impact of disasters, while anxiety can influence preparedness by fostering motivation. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and earthquake disaster preparedness among SMAN 1 Cisarua students located in the Red Zone of the Lembang Fault. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach involving 95 students as respondents. The instruments used were the Indonesian version of the General Anxiety Disorder (GAD-7) questionnaire to measure anxiety and the LIPI-UNESCO/ISDR (2006) preparedness questionnaire to measure preparedness. The data of the research respondents were analyzed using Spearman rho non-parametric analysis. The results showed that most students had a moderate level of anxiety (58,9%) and a ready level of preparedness (60%). The p-value obtained is 0,013 and the correlation coefficient is 0,255 which indicates that there is a significant relationship between anxiety and earthquake disaster preparedness with a weak relationship strength and positive relationship direction. Anxiety with earthquake disaster preparedness has a positive relationship at a certain level, namely anxiety at a moderate level will contribute to increasing preparedness by fostering encouragement or motivation. Keywords: Anxiety, Disaster Preparedness, Earthquake, Student  ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang berisiko tinggi terhadap bencana, termasuk gempa bumi. Kesiapsiagaan penting untuk mengurangi dampak bencana, sedangkan kecemasan dapat memengaruhi kesiapsiagaan dengan menumbuhkan doroangan atau motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa SMAN 1 Cisarua yang berlokasi di Zona Merah Sesar Lembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuntitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 95 siswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner General Anxiety Disorder (GAD-7) versi bahasa Indonesia untuk mengukur kecemasan dan kuesioner kesiapsiagaan LIPI-UNESCO/ISDR (2006) untuk mengukur kesiapsiagaan. Data responden penelitian dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan jika sebagian besar siswa memiliki tingkat kecemasan sedang (58,9%) dan tingkat kesiapsiagaan siap (60%). Nilai p-value yang didapatkan sebesar 0,013 dan koefisien korelasi 0,255 yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan kekuatan hubungan yang lemah serta arah hubungan yang positif. Kecemasan dengan kesiapsiagaan bencana gempa bumi memiliki hubungan yang positif pada tingkat tertentu, yakni kecemasan pada tingkat sedang akan berkonstribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan dengan menumbuhkan dorongan atau motivasi.  Kata Kunci: Kecemasan, Kesiapsiagaan, Gempa Bumi, Siswa
Disaster Risk Perception and Preparedness: a Cross-Sectional Study of Senior High School Student Mubaroq, Bagja Al; Kosasih, Cecep Eli; Rosidin, Udin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19385

Abstract

ABSTRACT Earthquakes are unpredictable, making disaster preparedness essential. Risk perception is key, but its relationship with preparedness remains inconsistent. To analyze the relationship between risk perception and disaster preparedness. A cross-sectional study with 73 high school students selected via accidental sampling from a population of 1,509. Risk perception was measured using PRISM (S-CVI/ave = 0.9; reliability r = 0.95, p < 0.001), and preparedness using LIPI/UNESCO-ISDR (validity 0.566–0.895; reliability 0.969). Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation. Most students had low-risk perceptions (50.7%) but were categorized as prepared (64.4%). No significant correlation was found (p = 0.1, r = -0.19). Disaster knowledge significantly influenced preparedness (p < 0.05). Disaster knowledge affects preparedness more than risk perception. Schools should integrate disaster education into curricula, collaborate with BPBD, and empower extracurricular programs like PMR and Scouts. Keywords: Earthquake, Preparedness, Risk Perception, Students
Effect of School Community Empowerment Model towards Handwashing Implementation among Elementary School Students in Dayeuhkolot Subdistrict Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Susilawati, Sri; Lukman, Mamat; Paryati, Sayu Putu Yuni
Kesmas Vol. 11, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku mencuci tangan dengan sabun di Indonesia masih menjadi masalah. Penyebabnya dikaitkan dengan kurangnya kesadaran dalam mencuci tangan pakai sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan komunitas sekolah terhadap penerapan mencuci tangan di kalangan siswa sekolah dasar di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest dan posttest serta melakukan analisis deskriptif dan inferensial. Sampel terdiri dari 24 guru, 377 siswa di kelas 4-6, dan 24 dokter kecil. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan usaha kesehatan sekolah terpadu (gabungan model fit for school dan UKS terpilih), yang terdiri dari enam tahap. Instrumen terdiri dari kuesioner pengetahuan, lembar observasi, dan lembar checklist. Cuci tangan pakai sabun dievaluasi selama tiga bulan. Hasil menemukan bahwa terdapat skor meningkat dalam kategori baik untuk keterampilan cuci tangan pakai sabun guru dari 12,5% menjadi 100%, skor dokter kecil dalam kategori baik meningkat pada keterampilan cuci tangan pakai sabun dari 0% sampai 100%, keterampilan dari cuci tangan pakai sabun pada siswa meningkat dalam kategori baik dari 0% menjadi 87,5%. Pemberdayaan komunitas sekolah memengaruhi perilaku mencuci tangan di kalangan siswa SD. Handwashing with soap behavior in Indonesia remains a problem. The cause is associated with lack of awareness in handwashing with soap. This study aimed to determine effect of school community empowerment on handwashing implementation among elementary school students in Dayeuhkolot Subdistrict, Bandung District. This study used quasi experimental design with pretest and posttest, also descriptive and inferential analysis. Samples consisted of 24 teachers, 377 students at 4th – 6th grade and 24 little doctors. The approach method in this study was using integrated school health effort (combined model of fit for school and selected school health effort) consisting of six stages. Instruments were knowledge questionnaires, observation and checklist sheets. Handwashing with soap was evaluated for three months. Results found that score of little doctors in good category increased in skill of handwashing with soap from 0% to 100%, the skill among the students improved in good category from 0% to 87.5%. School community empowerment affects on handwashing behavior among elementary school students.
The Psychological and Sleep-related Impact of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): A Systematic Review Solehati, Tetti; Kosasih, Cecep Eli; Hermayanti, Yanti; Mediani, Henny Suzana
Kesmas Vol. 16, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has had a global impact on mental health and sleeps quality that is unprecedented in the 21st century.This systematic review aimed to assess the psychological impact of COVID-19 and its effect on people’s sleep. Systematic searches were conducted viaPubMed, ScienceDirect, and ProQuest from 2019 to August 2020, following PRISMA guidelines. Articles were selected based on eligibility criteria such as having a cross-sectional study design, assessing the general public’s mental health status or sleep problems, medical workers and non-medical workers duringthe COVID-19 pandemic, and using standardized and validated scales for measurement. The keywords: COVID-19 OR SARS-CoV-2 AND Mental health ORPsychological health AND General population OR General public AND sleep AND Impact of Coronavirus disease 2019. A total of 23 articles were selectedafter being assessed. During the period of the COVID-19 pandemic, medical workers were found to have psychological problems such as anxiety, depression, stress, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), psychological distress, somatization symptoms, suicidal ideation, high risk of severe mental illness, worry, and insomnia. Non-medical workers experienced symptoms of depression. The general public experienced psychological problems: depression, anxiety, stress, bad mood, inability to stop thinking about COVID-19, panic, and experiencing sleep problems such as changing sleep patterns, sleep disturbances, sleep quality, difficulty with sleep initiation, and shortened sleep duration. The COVID-19 pandemic has been associated with psychological problems and sleep disorders for medical workers, non-medical workers, and the general public.
Co-Authors Aan Nuraeni Aan Nuraeni Aat Sriati Aat Sriati Ade Kirana Adila, Raisa Afni Faddilah Taslam Agus Cakrahayat Agus Rahmat agus rahmat Agus Rahmat Agusti, Adriyan Dwi Agustin Agustin Ahmad Yamin Ai Rahmawati Aisha Chaerani Murti Amalia Rizqi Sholihah Amaliah, Lili Anastasia Anna Andini, Melina Rike Anis Imtichan anisah rahmawati Anisah Rahmawati Anita Purnama Anita Setyawati Anwar, Tabihul Apparesya, Nabila Afifah Arifani, Nisa Asep Solahudin Astilia, Astilia Audi Siti Sarah Ayu, Rahadiani Azalia Melati Putri aziz, ari rahmat Azzahra, Meza Belindiani Bilqiis A, Andini Budiman, Ganjar Wisnu Chaerunisa, Nanda Chandra Isabella Hostanida Purba chania, Astilia Chealse Fernanda Christina, Mikha Citra Windani Mambang Sari DaiIa DahIia Rojabani Darmawan, Tasya Alfainninda Putri Darmayanti Darmayanti Dea Aulia Putri Dede Supriyadi Deris Riandi Setiawan Dewi Yulianti Bisri Dheni Koerniawan Dian Triyani Diana Maljuliani Diana Ulfah Dinyatul Arba Ramdhona Donny Mahendra Donny Nurhamsyah Dwi Ningsih Handayani Setianing Budi Eka Afrima Sari Elvi Juliansyah ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Ermiati E Etika Emaliyawati Eva Susanti Faiza Zulfikar Saban Farly Ihsan Fasya Fadillah, Jasmine Firman Dwi Cahyo Fithriyah, Noor Fithriyah, Noor Fitri Sesilia Fitriani Rahayu Frana Andrianur Gihon Jessi Novita Hakiki, Siti Nur Hana Giriutami Handayani, Audia Handayani, Wening Harlasgunawan, Alia Rahmi Hartiah Haroen Hartinah, Siti Harun, Hasniatisari Hasna K, Nisrina Hasniatisari Harun Henny Suzana Mediana Henny Suzana Mediana Henny Suzana Mediani Herman, Regina Yasmine Hidayat, Alegra Asiah Hikmat Rudiyana Hilmi Adillah Hotma Rumohorbo Ida Karyati Ida Nurhidayah Iin Inayah Ilham Taufik Nurilhami Ima Rismawati Imtichan, Anis Iqbal Pramukti Iqroansyah, Rifa Ikbal Irsyadatul Hasanah Islamah, Rachelya Nurfirdausi Iwan Purnawan Jawiah Jawiah, Jawiah Jayusman, Muhamad Ifadh Arifqy Juniar, Shafira Khalishah Salsabila Kharisma, Puji Adi Kinaya Vathia Zalva Niara Kristiano, Yahya Endra Kumalasari, Regina Indah Kurhayati Kurhayati Kurnia Nasrullah Kusman Ibrahim Kusuma, Widya Tresna Lastari, Vina Fuji Lidya Nazhifa Kusumah Lu'lu Nadiyya Samdjaya Lumbantobing, Valentina BM Mamat Lukman Mamat Lukman Mamat Lukman Mardiyono, Mardiyono Marlina, Yani Marlinda, Yani Marlisa M Masela, Victor Carlos Mediana, Henny Suzana Meideline Chintya Melinda, Fera Mila Yudiana Millenika, Valencia Trie Mira Trisyani Mira Trisyani Mubaroq, Bagja Al Muhammad Iqbal Assafa Mujahidah, Gita Muntiq Jannatunna’im Mustakimah, Siti Nabila Fauziah Nur` Aini Nadila Vinri Nanda Amilia Napisah, Pipih Nasya Yuniar Neti Juniarti Nezla Puspita Nia Ratnasari Nintyas, Felantina Restyar Noviani Megatami Novie E Mauliku Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurafni, Ratu Nurasifa, Melani Nurfirdausi Islamah, Rachelya Nurhidayah, Ida Nurul Aulia, Syifa Nur’aeni, Aan Nur’aeni, Aan Nur’Aini , Erina Olivia Qashrina Agni Putri M Oman Hendi Permana, Iwan Permana, Septa Ponpon S Idjradinata Pradnya Paramarta Raditya Rendra Pravidanti, Findhya Rachma Priambodo, Ayu Prawesti Purwanto, Maitza Orita Savita Puspita, Tantri Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Puspitasari, Neneng Ratnanengsih Putwi Rizki Sakinah Rabbani, Hasna Rahmawati, Ai Rahmawati, Syoifa Rais, Yulia Rais, Yulia Ramdhona, Dinyatul Arba Realita, Chikita Regita, Aulia Putri Ria Bandiara Ria Eviyantini Sitorus, Ria Eviyantini Riftania Aulia Puri Riki Kurniawan Rimadania, Deshita Rindiarti, Nadia Amelia Riska Audina Risma Juniarti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Rizka Fauzia Rahmah Rizki Romadona Rizky Meilando Rumahorbo, Hotma Ruqi Muhtadini Rycco Darmareja Sakti, Dimas Wibawa Salaam, Nuursalaamah Abdatus Salsa Syifa Salsabila, Azzahra Santi MuIyani Saparingga Dasti Putri Sari, Citra Windani Mambang Sasmito, Priyo Savitri, Lisa Noviana Sayu Putu Yuni Paryati Sayu Putu Yuni Paryati Selvia Nurfauzan Sely Novianty Setiawati, Pipit Fitri Shabrina, Raden Maghfira Izzany Sheizi Prista Sari Sholihah, Amalia Rizki Sinta Dwi Ananda Siti Fauziah Siti Haiva Alawiyah Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Solihah, Amalia Rizqi Sri Mayang Rahayu Sri Sumartini Sri Susilawati Sugiharto, Firman Sutisna, Fitri Nur Megasari Syoifa Rahmawati T. Abdur Rasyid Tafwidhah, Yuyun Tan, Julianus Yudhistira Tanjung, Rifani Okti Putri Tetti Solehati Tetti Solehati Titin Mulyati Titin Mulyati Titin Mulyati Togatorop, Via Eliadora Triesna, Meuthia Saulikha Trisyani , Yanny Udin Rosidin Urip Rahayu Utari Yunie Atrie Venturini Verawaty, Rotua Rina Y Dodi Setyawan Yadi Supriyadi Yahya Endra Kristiano Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Yayat Hidayat Yayat Hidayat Yudiana, Mila Yulia Sofiatin Yuliana Sri Rahayu Zaenal, Zabina Syaharani