Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi ekstraksi metabolit steroid asal feses dengan proses pengeringbekuan dan tanpa proses pengeringbekuan untuk persiapan analisis hormone= Extraction efficiency of fecal metabolite steroid using lyophilization ... Hera Maheshwari; Puji Astuti; Luthfiralda Syahfirdi; Rivany Widjajakusuma
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.968 KB) | DOI: 10.22146/jsv.342

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efisiensi ekstraksi steroid asal feses yang didahului dengan proses pengeringbekuan dan tanpa proses pengeringbekuan (feses basah). Sebanyak 10 contoh feses babirusa (Babyrousa babyrussa) betina dari Taman Margasatwa Surabaya yang dikoleksi setiap hari. Ekstraksi feses dalam metanol dilakukan dengan 2 metoda, yaitu ekstraksi feses yang didahului proses pengeringbekuan terlebih dahulu dan ekstraksi feses basah. Efisiensi ekstraksi dari masing-masing contoh ditentukan dengan menghitung perolehan kembali (recovery) [3H]-estron terkonjugasi ([3F1]-EIC). Dari hasil perhitungan perolehan kembali [31-1]-EIC, diperoleh rerata efisiensi ekstraksi 79.60 + 4.82 % untuk ekstraksi yang didahului proses pengeringbekuan dan 79.03 + 6.47 % untuk ekstraksi feses basah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses penyiapan contoh feses sebelum digunakan untuk analisis hormon dapat dilakukan balk dengan proses pengeringbekuan terlebih dahulu maupun ekstraksi langsung terhadap feses basah. Namun, berdasarkan pertimbangan kepraktisan, maka proses ekstraksi feses basah adalah yang lebih baik karena memerlukan waktu yang lebih cepat, biaya yang lebih murah dan ketrampilan yang tidak begitu tinggi dibandingkan dengan proses ekstraksi feses yang dikeringbekukan terlebih dahulu.
Morfometri, Morfologi Serta Abnormalitas Spermatozoa Owa Jawa (Hylobates moloch) Asal Ejakulat Pudji Astuti; Tuty Laswardi Yusuf; Dondin Sajuthi; Eric Hayes; Teguh Budipitojo; Luthfiralda Sjahfirji; Hera Maheshwari
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1474.497 KB) | DOI: 10.22146/jsv.486

Abstract

.
Correlation Analysis of Enverontmental Cd Exposure in Liver and Meat of Broiler Chicken Amelia Ramadhani Anshar; Huda Salahudin Darusman; Hera Maheshwari
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 2 NO. 2, JULY 2018
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v2i2.4354

Abstract

Cadmium (Cd) belongs to heavy metal with high anthropogenic pollutant and non-essential to physiological funtion. Regular intake of consuming Cd leads to physiological disorders in poultry animal as well as humans as one who consume it. The aim of this study was to analyze the profile of Cd content in environmental samples (poultry feed and water) and it correlated with the degree of contamination in broiler tissues. In this study, 30 samples of feeds and water samples along with 60 samples of liver and muscle have been examined. The results showed that the feed was indicated to Cd between 0.009-0.202 mg / kg and in the water between 0.0068-0.0096 mg / l. Cd in the livers and muscles was then positively contaminated by Cd between 0.438-0.565 mg / kg and the levels was significantly different (p <0.05) among organs. A strong positive correlation was found between Cd and water levels in liver (r = 0.896). In contrast, a weaker positive correlation (r = 0.596) was found in the water and muscle. In conclusion, Cd contamination in feed and water correlated positively with the increasing amount of the cadmium level in organs.
Determining Image Opacity in Broiler Respiratory Radiographic Using ImageJ and Ansel Adam’s Zone System Ikhwan Wirahadikesuma; Koekoeh Santoso; Hera Maheshwari; Akhiruddin Maddu
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 4 No. 1, JANUARY 2020
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v4i1.8431

Abstract

The diagnosis of diseases of the respiratory, lung, and air sacs generally uses radiographic images by radiologists. Therefore, the results are very subjective, causing differences in the interpretation and diagnosis among different radiologists. A radiographic image reading needs to be made in the form of a simple, fast, and accurate algorithm. The study aimed to reduce subjectivity and be easily carried out by radiology medical personnel, especially veterinarians. This study carried out density measurements by image processing using ImageJ software on 14 radiographic images of broiler chickens. Furthermore, the density value is associated with the Ansel Adam's - grayscale system to determine the opacity of respiratory tract tissues/organs, which were previously inhaled by one of them with chitosan-iopamidol nanoparticles using a nebulizer. The results of density measurements for the category of opacity in radiographic images are that seven spot areas lead brighter (radiopaque) only in chickens that are inhaled mist maker of chitosan-iopamidol nanoparticles. Then the determination of the value range is obtained average value on two ventrodorsal radiographic images, which are inhaled by mist maker of chitosan-iopamidol nanoparticles and chitosan nanoparticle compressor. The conclusion of this study was only in chickens that were infested with mist maker chitosan-iopamidol, whose radiographic image had a radiopaque spot and middle-value area. 
Physiological Status of Stunned and Non-Stunned Broilers: Blood Profile, and Brain Histopathology Aryani Sismin Satyaningtijas; Niken Ulupi; Yulvian Sani; Koekoeh Santoso; Elok Budi Retnani; Hera Maheshwari; Desrayni Hanadhita; Jefri Naldi; Irwan Oktoni; David Anwar; Ainul Khadija Saleema
Jurnal Riset Veteriner Indonesia (Journal of The Indonesian Veterinary Research) VOLUME 4 No. 2, JULY 2020
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jrvi.v4i2.10501

Abstract

Stunning method before slaughtering is considered more animal welfare compared to a non-stunning method and also reduces stress levels in broilers. As for the bleed-out efficiency, testing was done indirectly by blood volume measurement which consists of erythrocyte count, leucocyte count, hemoglobin levels, hematocrit values, and erythrocyte index in broilers.   Brain histopathology was also carried out to see the effect of electrical stunning towards the brain tissues.  The stunning method used is electrical stunning via water bath with the capacity of 146 mAh.  The results showed that the stunning method before slaughtering caused smaller number of erythrocytes and hematocrit values, and the brain histopathology showed that stunning causes encephalopathy.
AKTIVITAS ESTROGENIK EKSTRAK ETANOL 70% HERBA KEMANGI (Ocimum americanum L.) PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) PREMENOPAUSE E.Mulyati Effendi; Hera Maheshwari Hera; Mega Listya M.I
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.062 KB) | DOI: 10.33751/jf.v5i1.190

Abstract

Ocimum americanum L.(Lamiaceae) dikenal sebagai Kemangi di Indonesia,merupakan tanaman semak dengan bau aromatik yang kuat. Bagian daun dan akar secaratradisional digunakan untuk berbagai pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui aktivitas estrogenik ekstrak etanol 70% herba kemangi (Ocimum americanum L.) pada tikus putih betina (Rattus norvegicus) pre-menopause. Sebanyak 20 tikus putih betinadibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing diberi perlakuan dengan etinilestradiol (kontrol positif), CMC-Na 1% (kontrol negatif), ekstrak etanol 70% dosis I, II dan II(0,8g/200gBB, 1,6g/200gBB, 3,2g/200gBB). Siklus estrus, vaskularisasi ovarium dan uterusdiamati untuk mengetahui efek dari masing-masing perlakuan. Perlakuan dosis 0,8g/200g BBdapat memperpanjang siklus estrus, meningkatkan vaskularisasi dan bobot ovariumdibandingkan dengan kontrol negatif dan setara dengan etinil estradiol (910mg/200gBB).
OPTIMISASI SEDIAAN KONSENTRAT EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% Herba kemangi SEBAGAI FITOESTROGEN PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) E. Mulyati Effendi; Hera Maheshwari; Evi Juliati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.911 KB) | DOI: 10.33751/jf.v6i1.750

Abstract

ABSTRAKPerubahan hormonal pada wanita menopause menimbulkan berbagai macam keluhan seperti keluhan vasomotorik, keluhan fisiologis dan psikologis. Untuk menangani keluhan semacam biasanya digunakan terapi sulih hormon estrogenik baik hormon sintetik maupun hormon alami. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, tanaman yang diduga memiliki khasiat estrogenik diantaranya adalah herba kemangi . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui optimisasi dan potensi estrogenik dari sediaan konsentrat ekstrak etanol 70% dan ekstrak etanol 96% herba kemangi pada tikus putih betina (Rattus norvegicus). Ekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% diharapkan dapat menghasilkan dosis yang optimal dibandingkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian dilakukan berdasarkan metode whitten effect menggunakan 32 ekor tikus putih betina yang dibagi dalam 8 kelompok perlakuan (P1 sampai P8), setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. P1 adalah kontrol negatif (perlakuan CMC-Na 0,5%), P2 kontrol positif (perlakuan etinil estradiol), P3 (perlakuan 0.7g/200g BB ekstrak etanol70%), P4 (perlakuan 0,8g/200g BB ekstrak etanol 70%), P5 (perlakuan 0,9g/200g BBekstrak etanol 70%), P6 perlakuan (0,7g/200g BB ekstrak etanol 96%), P7 (perlakuan0,8g/200g BB ekstrak etanol 96%) dan P8 (perlakuan 0,9g/200g BB ekstrak etanol 96%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 0,7g/200g BB sediaan konsentrat ekstrak etanol 96% herba kemangi memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap bertambahnya lama waktu siklus estrus, tingkat vaskularisasi dan peningkatan bobot ovarium-uterus dibandingkan kontrol negatif (P1) serta memiliki pengaruh yang relatif sama dengan kontrol positif (P2).Kata kunci: Optimisasi pelarut, herba kemangi, fitoestrogen
EFEK SAMPING EKSTRAK ETANOL 96% DAN 70% HERBA KEMANGI (Ocimum americanum L.) YANG BERSIFAT ESTROGENIK TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA TIKUS PUTIH E. Mulyati Effendi; Hera Maheshwari; Evi Juliati Gani
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.949 KB) | DOI: 10.33751/jf.v5i2.411

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan, herba kemangi memiliki aktivitas sebagai estrogenik, namun dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, belum diketahui efek sampingnya terhadap kadar asam urat mengingat kemangi merupakan sayuran hijau yang mengandung senyawa purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% dan 96% herba kemangi yang bersifat estrogenik terhadap peningkatkan atau penurunan kadar asam urat pada tikus putih betina. Parameter yang diukur adalah kadar asam urat dalam darah tikus setelah pemberian ekstrak etanol dengan menggunakan metode Bioessay dengan alat Easy Touch. Hewan uji yang digunakan yaitu 24 ekor tikus yang dibagi dalam 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok dosis I ekstrak etanol herba kemangi 70% dengan dosis 0,7g/200g BB, dosis II ekstrak etanol herba kemangi 70% dengan dosis 0,8g/200g BB, dosis III ekstrak etanol herba kemangi 70% dengan dosis 0,9g/200g BB, dosis IV ekstrak etanol herba kemangi 96% dengan dosis 0,7g/200g BB, dosis V ekstrak etanol herba kemangi 96% dengan dosis 0,8g/200g dan dosis VI ekstrak etanol herba kemangi 96% dengan dosis 0,9g/200g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba kemangi tidak berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat selama pemberian 15 hari.Kata Kunci : Asam Urat, Estrogenik, Herba Kemangi (Ocimum americanum L.)
POTENSI ESTROGENIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% HERBA KEMANGI (Ocimum americanum) DAN BUAH ADAS (Foeniculum vulgare) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) BETINA PRE-MENOPAUSE E. Mulyati Effendi; Hera Maheshwari; Husna
EKOLOGIA Vol 15, No 2 (2015): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.062 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v15i2.201

Abstract

At the end of their fertile phase, female under go menopause state where ovaries cease to produce egg cells permanently, causing follicle to stop producing estrogen. The degradation of estrogen concentration in blood has significant undersirable influences on the structure and function of other organs. Some plants believed to have potential estrogenic effect based on several research are herb basil (Ocimum americanum L.) and fennel fruit (Foeniculum vulgare Mill.). This research armed to find out the estrogenic potency and synergic or antagonictic effect of 70% ethanol extract of herb basil and fennel fruit on pre-menopause female rats. Twenty pre-menopause female rats are divide into 5 groups and tested with whitten effect method. Group I as positive control is given peroral ethynil estradiol with 9x10-3g/200g BB, group II as negative control is given peroral CMC-Na 0,5%, group III is given peroral 70% ethanol extract of basil herb 0,35g/200g BB and fennel fruit 0,0725g/200g BB, group IV is given peroral 70% ethanol extract of herb basil 0,35g/200g BB and fennel fruit 0,145g/200g BB and group V is given peroral 70% ethanol extract of herb basil 0,7g/200g BB and fennel fruit 0,0725g//200g BB. The result shows that administration of 70% ethanol extract of herb basil 0,7g/200g BB and fennel 0,0725g/200g BB gave the most significant effect as compared negative control and better than positive control in the improvement of estrous cycle length, the vascularisation of ovarium and uterus, and the increase in ovarium and uterus weight in female rats.Key words : Estrogenic potential, Herb basil, Fennel fruit, Pre-menopause
POTENSI ANDROGENIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DAN BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Galur Sprague Dawley Mulyati Effendi; Hera Maheshwari; Rachmatullah Hadi Purnomo
EKOLOGIA Vol 14, No 1 (2014): JURNAL ILMIAH ILMU DASAR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.258 KB) | DOI: 10.33751/ekol.v14i1.131

Abstract

Sejak jaman dahulu masyarakat kita telah mengenal berbagai macam tanaman obat yang biasa digunakan sebagai obat tradisional, namun masih banyak yang belum dapat dipertanggung jawabkan, akan tetapi manfaat dari tanaman obat telah terbukti dalam hal mengobati berbagai penyakit. Seperti halnya herba kemangi dan buah adas yang diduga memiliki khasiat androgenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas androgenik dari kombinasi ekstrak etanol herba kemangi (Ocimum basillicum L.) dan buah adas (Foeniculum vulgare Mill.) pada tikus putih jantan galur Sprague dawley dan menentukan dosis yang paling efektif sebagai meningkatkan aktifitas androgenik. Kelompok sediaan uji berupa ekstrak etanol herba kemangi dan buah adas yang diencerkan dengan penambahan CMC Na 0,5%. Hewan uji yang digunakan sejumlah 20 ekor tikus putih jantan usia 3-4 bulan, yang di bagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Kelompok I dengan kombinasi dosis ekstrak etanol herba kemangi dan buah adas (0,11g/200gBB : 0,70g/200gBB), kelompok II dengan kombinasi dosis ekstrak etanol herba kemangi dan buah adas (0,22g/200gBB : 0,70g/200gBB), kelompok III dengan kombinasi dosis ekstrak etanol herba kemangi dan buah adas (0,44g/200gBB : 0,70g/200gBB), kelompok IV sebagai kontrol positif dengan pemberian metiltestosteron 3,85mg/200gBB, dan kelompok V sebagai kontrol negatif dengan pemberian CMC Na 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol herba kemangi dan buah adas dosis 3 (0,44g/200g BB : 0,70g/200g BB) merupakan dosis yang paling efektif dalam meningkatkan aktifitas androgenik pada tikus putih jantan galur sprague dawley.Kata Kunci : Potensi Androgenik, Ekstrak Etanol Herba Kemangi, Ekstrak Etanol Buah Adas, Tikus Putih Jantan.
Co-Authors . Herdis . Safrida . Yulnawati A. Suprayogi A. Wijaya A.S. Satyaningtijas ACHMAD FARAJALLAH Agik Suprayogi Agus Wijaya Ainul Khadija Saleema Akhiruddin Maddu Amelia Hana Amelia Ramadhani Anshar Anak Agung Gede Sugianthara Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andhika Yudha Prawira Andre, Daniel Latief Andriyanto Andriyanto Arief Boediono Asmarani Kusumawati Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi Bambang Purwantara Claude Mona Airin D. R. Ekastuti Damhuri Damhuri Damiana Rita Ekastuti Danang Dwi Cahyadi David Anwar Dawanto, Jirfan Debby Jacqualine Jochebed Rayer Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Diah Nugrahani Pristihadi Diani, Yusias Hikmat Dirwan Rahman Divo Jondriatno Divo Jondriatno Dondin Sajuthi Dwi Nurhidayah Zubaidah E Mulyati Effendi, E Mulyati Ekowati Handharyani Elok Budi Retnani ERIC HAYES Ernes Andhesfa Etih Sudarnika Eva Harlina Evi Juliati Evi Juliati Gani F. B. Harlimawan Faisal Tanjung Fitri, Arni Diana Fredi Kurniawan Gandasari, Ira Agustina Dewi Ganjar Maulana Nugraha Ganjar Maulana Nugraha Gilang Kala Maulana, Gilang Kala Hadi S Alikodra Hardiansyah, Muhamad Evans Hendry, Altaff heny Nitbani Herdis - Huda Salahuddin Darusman Huda Salahudin Darusman Huda Shalahudin Darusman Husna Husna, Mar’atul Husna, Rina Siti Nurul I wayan Teguh Wibawan ikhwan wirahadikesuma Ikhwan Wirahadikesuma Irfan Nurhidayat, Irfan Irwan Oktoni Isdoni Bustaman Jefri Naldi Julianto . Juliati Gani, Evi Juliati, Evi Jumadin, La Kasiyati Kasiati koekoeh santoso Kusdiantoro Mohamad Kusuma, Rini Anjarwati La Jumadin Lili Darlian Listya M.I, Mega LUTHFIRALDA SJAHFIRDI Luthfiralda Sjahfirji Luthfiralda Syahfirdi Maneewong, Sattabongkoch Mar’atul Husna Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Fatima Palupi Maria Prihtamala Omega Maryce Agusthinus Walukou Mega Listya M.I Meta Levi Kurnia Mirnawati Bachrum Sudarwanto Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Mozes R. Tolihere MUHAMMAD ADIB MUSTOFA Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Darjat Darulfalah Muhammad Gunawan Muhammad Rizal Muhammad Zhaahir Mulyati Effendi MULYATI EFFENDI Nambut, Yohanes Baptisto Nastiti Kusomorini Nastiti Kusomorini Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI NASTITI KUSUMORINI Niken Ulupi Nikki Aldi Nikki Aldi, Nikki Nugroho, Setyo Widi Nuri Ardiani Ong Huey, Lynette P. Achmadi Perdhana, Ika Satya Permana, Nadine Hanifa Pudji Achmadi Pudji Astuti Pudji Astuti PUDJI ASTUTI Pudji Astuti Pudji Astuti Purnomo, Rachmatullah Hadi Putri Indah Ningtias Putri Krida Gita P. Putri Krida Gita P. Putri, Fatimatus Sa’diyah Putri, Maritrana R. Tarigan Rachmatullah Hadi Purnomo Rahma Anisa Rahman, Muhammad Luthfi Reviany Widjajakusuma Reviany Widjajakusuma Reviany Widjajakusuma Ridi Arif Rina Siti Nurul Husna Risa Tiuria Rivany Widjajakusuma Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rudramurti, Win Satya Safrida Safrida Sandra Hapsari Sandra Hapsari Santoso, Hera Sarmin - Sasmita, Annissa Nuridfi Satvika, Fadhila Siagian, Forman Erwin Slamet Widiyanto Srihadi Agungpriyono Sumiaty Aiba Supratikno . Tarigan, Ronald Teguh Budipitojo Trini Suryowati, Trini Tuty Laswardi Yusuf Umi Cahyaningsih Utami, Dian Maulia W. Manalu Wasmen Manalu Wisnugroho Agung Pribadi Wisnugroho Agung Pribadi Yan, Teo Qin YENI KEZIA BEKALANI Yulnawati - Yulvian Sani Yusfiati Yusfiati Zora, Nelda Fliza