Claim Missing Document
Check
Articles

Anti-Inflammatory Potential of Takokak (Solanum Torvum) Ethanol Extract in Rats Exposed to 7,12-Dimethylbenz[A]Anthracene (Dmba) Nur Rahman; Sri Anna Marliyati; Muhammad Rizal Martua Damanik; Faisal Anwar
Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.787 KB) | DOI: 10.14710/jbtr.v1i1.26

Abstract

Background: Takokak fruit (Solanum torvum) is a type of eggplant containing solasodin, solamargin, solasonin and other phytochemicals components with anti-inflammatory and anti-cancer properties. The purpose of this study was to examine the effects of takokak ethanol extract on TNF-α, IL6, and SOD levels.Methods: Experimental factorial study design, with the effect of takokak extract concentration factor (0, 400 and 800 mg/kgBW), takokak extract administration time factor including preventive (weeks 1-7) and curative (weeks 6-12) administration, and necropsy factor (necropsy in weeks 12 and 16). The data obtained included rats body weight, TNF-α, IL-6 and SOD levels.Results: The result showed that the interaction between takokak concentration and handling has significant effect on the increase of TNF-α levels (p=0.003) and the decrease of IL-6 levels (p=0.000). Interaction between takokak concentration, handling and necropsy has significant effect on the increase of SOD levels (p=0.010).Conclusion: Takokak ethanol extract has significant effect on the increase of TNF-α, and SOD levels, and the decrease of IL-6 levels.
PHYSICOCHEMICAL AND FUNCTIONAL CHARACTERISTICS OF RED PALM OIL Sri Anna Marliyati; Rimbawan; Rini Harianti
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v10i1.20494

Abstract

Pendahuluan: Minyak sawit merah (MSM) diperoleh dari pemurnian crude palm oil (CPO). MSM memiliki warna oranye-merah tua, dan diekstrak dari mesocarp buah pohonkelapa sawit (Elaeis guineensis). MSM telah menarik perhatian dan mulai digunakan untukbeberapa aplikasi pangan.Tujuan: Untuk mengetahui karakteristk fikokimia dan fungsional kualitas minyak sawit merah.Bahan dan Metode: MSM dianalisis kadar air, nilai peroksida,asam lemak bebas (FFA), warna untuk mengetahui sifat fisikokimia, sedangkan profil asamlemak dan kadar β-karoten untuk mengetahui sifat fungsional minyak. Kadar air ditentukandengan menggunakan oven-dry. Bilangan peroksida dan FFA ditentukan dengan metodetitrasi, warna ditentukan dengan skala warna CIE L * a * b *, profil asam lemak dilakukandengan metode kromatografi gas, dan β-karoten dilakukan dengan metode spektrofotometri.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSM memiliki warna merah, kadar air 2,23%,nilai peroksida 4,55 mEq/kg, asam lemak bebas 0,06%, sedangkan profil asam lemakdidominasi oleh asam oleat 36,39%, asam palmitat 34,05%, asam linoleat 9,13%, asamlinoleat 0,26%, dan kandungan β-karoten 214,13 mg/kg. Hasil di atas memainkan perankunci dalam sifat fisikokimia dan kandungan fungsional untuk MSM. Oleh karena itu, hasilini merupakan basis pengetahuan yang berguna untuk penelitian lebih lanjut.Kesimpulan:bervariasi yang cenderung mencerminkan kestabilan dan kualitas minyak sawit. Karakteristikfisikokimia, profil asam lemak, dan kandungan β-karoten MSM juga perlu dimaksimalkanuntuk meningkatkan kualitasnya pada aplikasi produk pangan selanjutnya
EFIKASI SUPLEMEN BESI-MULTIVITAMIN UNTUK PERBAIKAN STATUS BESI REMAJA WANITA Dodik Briawan; Hardinsyah .; Muhilal .; Budi Setiawan; Sri Anna Marliyati
GIZI INDONESIA Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v30i1.39

Abstract

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALESThe study was aimed to analyze the efficacy of supplementation iron-multivitamin for improvingthe iron status of adolescent females through the double-blind trial. Subjects were 224 of the firstgrade university students (IPB) who were randomly allocated to three study groups through adouble blind trial. The first group received only placebo (control group); the second group received60 mg iron, 250 ug folate (B-F group); the third group received 60 mg iron,800 ug folate, 4200 ugretinyl acetate, 500 mg vitamin C, and 16.8 ug vitamin B12 (B-MV group). All supplements weredistributed and consumed weekly during 25 weeks. The mean changes in Hb, STfR and SFamong the groups were tested with Ancova and adjusted with BMI; capsule compliance;food/snack compliance; adequacy of energy, protein, vitamin A, vitamin C, iron; and baselinevalue of Hb, STfR, SF. The results showed the demographics and nutritional characteristics ofsamples were not significantly different. At the baseline, the mean of haemoglobin(Hb=126.2±13.1 g/l) and serum ferritin (SF=18.3±15.9 ug/l) were not significantly different amongthe three groups (p0.05). However, the serum transferrin receptor (STfR) was lower in the control(5.8 ± 3.2 mg/l) than B-F (7.9 ±4.4 mg/l) and B-MV (11.8±5.5 mg/l). After 25 week ofsupplementation, the mean change of hemoglobin was not different among the three groups (10.1g/l; p0.05). The B-MV group significantly lower decreased in STfR (-4.2 mg/l) and higherincreased in SF (+13.4 ug/l) compared to B-F and control group (p0.05). Meanwhile, only theSTfR in B-F group (-1.3 ug/l) was significantly lower than control group (p0.05). This implied theimportant of the multi-vitamin to complement the iron supplementation.Keywords: haemoglobin (Hb), serum transferrin receptor (STfR), serum ferritin (SF), iron status, iron-multivitamin, iron-folate, adolescent female
Kualitas Minyak Goreng dan Produk Gorengan Selama Penggorengan di Rumah Tangga Indonesia Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Ali Khomsan; Sri Anna Marliyati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.165 KB)

Abstract

Minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang berpotensi mengandung asam lemak trans. Konsumsi asam lemak trans berisiko memunculkan penyakit diabetes dan jantung koroner. Di Indonesia kebiasaan menggunakan minyak secara berulang lebih dari dua kali mencapai 24%. Penelitian ini bertujuan mengamati perubahan mutu minyak goreng dan produk setelah digoreng dengan menggunakan teknik rumah tangga. Penelitian ini merupakan eksperimental study dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik menggoreng yang digunakan adalah deep fat frying dengan minyak sebanyak 2 liter. Produk yang digoreng adalah tahu seberat 900 gram dengan suhu 150-165oC selama 30 menit. Penggorengan dilakukan empat siklus pada jam 07.00 dan 11.30 selama dua hari. Analisis yang dilakukan meliputi analisis Free Fatty Acids (FFA), nilai peroksida, profil asam lemak di minyak goreng dan produk. Hasil penelitian menunjukkan kadar FFA dan peroksida minyak tidak berbeda nyata (α > 0.05) antara penggorengan pertama sampai keempat. Asam lemak terbanyak dalam minyak dan tahu adalah asam lemak oleat, linoleat dan palmitat. Rasio asam lemak linoleat dan palmitat tidak mengalami penurunan yang signifikan (α > 0.05) sampai penggunaan minyak keempat. Kadar asam lemak trans produk tahu sampai penggorengan keempat masih dalam batas aman.
Peran Nutrasetikal Galohgor dalam Mempertahankan Berat Badan dan Menurunkan Glukosa Darah pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Firdaus Firdaus; Rimbawan Rimbawan; Sri Anna Marliyati; Katrin Roosita
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.414 KB) | DOI: 10.17728/jatp.29

Abstract

Galohgor merupakan salah satu obat herbal tradisional yang lazim di daerah Bogor, Jawa Barat. Neutrasetikal ini tersusun atas 56 jenis bahan yang komposisinya terdiri dari 38 macam tanaman obat, 5 jenis rempah-rempah, 7 jenis kacang-kacangan dan 6 jenis temu-temuan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek nutrasetikal Galohgor dalam menurunkan kadar glukosa darah dan menjaga kestabilan berat badan  tikus diabetes yang diinduksi Streptozotocin (STZ). Penelitian ini menggunakan desain blok acak, 12 ekor tikus Sprague dawley jantan berumur 6 minggu diinjeksi dengan STZ secara intraperitoneal degan dosis 40 mg/kg berat badan dan diberikan sukrosa 30% secara ad libitum selama 4 minggu (masa induksi diabetes) kemudian dialokasikan secara acak kedalam 3 kelompok kemudian diberi intervensi selama 14 hari dengan perlakuan antara lain ekstrak nutrasetikal Galohgor 0,037 g/kg berat badan (Gal+STZ), metformn 62,5 mg/kg berat badan (Met+STZ), dan kelompok kontrol + STZ (K+STZ). Sebanyak 4 ekor tikus normal (N) tanpa perlakuan pemberian sukrosa dimasukkan kedalam kelompok kontrol normal. Hasil menunjukkan ekstrak nutrasetikal Galohgor (Gal+STZ) mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05) dan dapat membantu menjaga berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ. Kata kunci: Galohgor, streptozotocin, glukosa darah, berat badan, diabetesAbstract              Galohgor is one of the traditional herbal medicinel in Bogor, West Java. The Neutraceutical was prepared from 56 kinds of material consist of 38 medicinal plants, 5 herbs and spices, 7 nuts and 6  rhizomes in composition. The aims of this study was to investigate the effect of Nutraceutical Galohgor in maintenance of body weight and reducing blood glucose on diabetic rats induced by streptozotocin (STZ). The type of this study is randomized block design, a number of 12 male Sprague dawley rats on 6 weeks of age were induced with STZ intraperitoneally with dosage of 40 mg/kg body weight and giving with 30% sucrose ad libitum during 4 weeks (diabetic induction fase) and allocated randomly to three groups and treated for 14 days with i.e . nutraceutical Galohgor extract 0,037 g/kg body weight (Gal+STZ), Metformin 62,5 mg/kg body weight (Met+STZ) and control + STZ (K+STZ) group. Four normal rats were allocated as a normal control (N). Glucose level and body weight was measured every 3 days. The result showed that nutraceutical Galohgor extract (Gal+STZ) helped to maintenance body weight and reduced glucose level in diabetic rats significantly (P<0,05)  in diabetic rats induced with STZ. Key words : Galohgor, streptozotocin, blood glucose, body weight, diabetes
ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT GIZI BURUK PADA BALITA DI BERBAGAI KABUPATEN/KOTA DI LUAR PULAU JAWA DAN BALI Indah Yuliana; Drajat Martianto; Sri Anna Marliyati
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.761 KB)

Abstract

The purpose of this study was to estimate economic lost due to severe underweight amongunderfve children in various cities/regencies outside Java and Bali Islands. A bundle of secondarydata, namely: nutritional status of underfve children from 2007 Riskesdas, demographic data,GDRP (Gross Domestic Regional Product), and poverty level are gathered and analyzed toelaborate the study objectives. All of 314 cities/regencies at outside of Java and Bali Island weretreated as sample of this study. Data processing and analysis were conducted in Bogor, from Mayto July 2010. The study show that the higher poverty level, the higher the prevalence of severeunderweight. On the other hand, the higher the GDRP per capita the lower the prevalence ofsevere underweight. The study showed that economic lost due to severe among underfve childrenin outside Java and Bali Islands was ranged from 0,1% GDRP to 0,45% GDRP (r = 5%) andwas ranged from 0,11% GDRP to 0,51% GDRP (r = 10%). The highest economic lost due tosevere underweight was found in District of Mimika, Papua, and the lowest was Tomohon City,North Sulawesi.
Hubungan Asupan dan Kadar Serum β-karoten, Aktivitas SOD, TNF-α dan 8-isoprostan Serum dengan Ukuran Tumor Payudara Angga Rizqiawan; Sri Anna Marliyati; Rimbawan Rimbawan
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.59-67

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara dapat disebabkan oleh berkembangnya Reactive Oxygen Species (ROS) di dalam sel yang memicu stres oksidatif dan oksidasi pada DNA. DNA akan kehilangan kemampuannya untuk memperbaiki diri dan terjadi mutasi. Mutasi dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan sel tumor. Asupan antioksidan seperti β-karoten pada penderita tumor dimungkinkan dapat menurunkan stres oksidatif dan risiko berkembangnya kanker.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan dan kadar serum β-karoten, aktivitas SOD, TNF-α dan 8-isoprostan serum dengan ukuran tumor payudara.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data baseline dari penelitian utama yang diambil pada bulan November-Desember 2018. Sebanyak 15 orang wanita yang terindikasi tumor payudara dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi diikutsertakan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan spearman.Hasil: Usia subjek berkisar antara 22-52 tahun dengan rata-rata usia 36 tahun. Hasil penelitian menunjukkan asupan β-karoten per hari masih kurang. Terdapat hubungan antara asupan β-karoten dengan aktivitas SOD (p=0,025; r=0,408) dan aktivitas SOD dengan ukuran tumor payudara (p=0,018; r=-0,430). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tidak langsung antara asupan β-karoten dengan ukuran tumor payudara. Kadar serum β-karoten, TNF-α dan 8-isoprostan serum tidak berhubungan signifikan dengan ukuran tumor payudara (p=0,107; r=-0,430 | p=0.061; r=0,347 | p= 0,217; r=0,232).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan β-karoten dengan aktivitas SOD dan aktivitas SOD dengan ukuran tumor payudara.
FORMULASI MINUMAN SINBIOTIK SARI BUAH KERSEN (Muntingia calabura L.) INSTAN DENGAN PENAMBAHAN ENKAPSULATOR DAN PREBIOTIK Farah Fauziyyah; Budi Setiawan; Sri Anna Marliyati
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.282-291

Abstract

Latar Belakang: Buah kersen mengandung serat pangan dan antioksidan, namun belum banyak dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Sari buah berpotensi sebagai bahan dasar minuman sinbiotik. Prebiotik dapat membantu ketahanan bakteri. Maltodekstrin atau gum arab membantu menguragi kelengketan dan menjaga kandungan buah kersen saat proses pengeringan dengan spray dryer. Tujuan: Menganalisis karakteristik fisik, kimia, total bakteri asam laktat (BAL) pada formula minuman sinbiotik sari buah kersen instan dengan penambahan enkapsulator dan prebiotik, serta menentukan formula terbaik. Metode Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan variabel bebas jenis enkapsulator (maltodekstrin, gum arab) dan jenis prebiotik (FOS, inulin). Terdapat empat formula dengan kombinasi masing-masing jenis enkapsulator dan prebiotik. Analisis karakteristik fisik mencakup Aw, pH, sifat rehidrasi (wettability, dispersibility, solubility); karakteristik kimia mencakup proksimat, total gula, serat pangan total, aktivitas antioksidan; serta total BAL. Uji beda antar formula menggunakan ANOVA two-way dan uji lanjut Duncan. Hasil: Sari buah kersen dapat digunakan sebagai bahan dasar minuman sinbiotik instan. Formula dengan enkapsulator gum arab memiliki kadar abu dan serat pangan total signifikan lebih tinggi, serta kadar karbohidrat dan dispersibility signifikan lebih rendah dibandingkan formula dengan enkapsulator maltodekstrin (p value <0,05). Formula kombinasi gum arab dan FOS memiliki nilai wettability tertinggi, sedangkan formula kombinasi maltodekstrin dan FOS memiliki nilai total BAL tertinggi (p value <0,05). Kesimpulan: Produk mengandung serat pangan, antioksidan, serta probiotik. Formula dengan enkapsulator gum arab dan prebiotik FOS merupakan formula terbaik karena kandungan serat yang lebih tinggi, kandungan karbohidrat yang lebih rendah, serta aktivitas antioksidan yang sama, dan total BAL yang tidak jauh berbeda dengan formula lainnya.
Pengaruh Jenis Bubur Buah dan Pemanis terhadap Karakteristik Fisik, Kandungan Gizi, dan Aktivitas Antioksidan Selai Kersen (Muntingia calabura L.) Lembaran Tiara Firstianty Pratiwi; Budi Setiawan; Sri Anna Marliyati
agriTECH Vol 42, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.67143

Abstract

Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan buah yang mengandung antioksidan dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah kersen masih belum banyak dimanfaatkan menjadi suatu produk makanan olahan. Oleh karena itu, dikembangkan produk makanan berbahan dasar kersen seperti selai kersen lembaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bubur buah yang disaring/tidak disaring serta menggunakan fruktosa cair/fruktosa cair+stevia pada selai lembaran, menganalisis karakteristik fisik, kandungan gizi, aktivitas antioksidan, dan kontribusi energi dan zat gizi per takaran saji selai kersen lembaran. Penelitian ini didesain secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama yaitu penyaringan bubur buah meliputi A1 (disaring) dan A2 (tidak disaring), sedangkan faktor kedua yaitu jenis gula meliputi B1 (fruktosa cair) dan B2 (fruktosa cair + stevia). Keempat formula selai lembaran dilakukan analisis karakteristik fisik (total padatan terlarut, warna L, a+, b+, hue, dan chroma), kandungan gizi (kadar proksimat, serat pangan, dan total gula), aktivitas antioksidan, serta kontribusi energi dan zat gizi per takaran saji. Data dianalisis menggunakan uji Two-way Anova dan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil analisis total padatan terlarut, warna L, b+, chroma, hue, kadar proksimat, serat pangan, dan aktivitas antioksidan pada formula selai kersen lembaran, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan untuk hasil warna a+ dan total gula. Formula selai kersen lembaran dengan penyaringan dan penggunaan fruktosa cair + stevia memiliki kandungan energi lebih rendah 30,15-37,9% dan kandungan gula lebih rendah 41,25-47,78% dibandingkan dengan selai buah komersil, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif selingan bagi seseorang yang mengurangi kalori dan asupan gula. Formula ini juga memiliki kandungan serat yang tinggi yaitu sebesar 7,77% atau 2,72 g/35 g.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Kadar Hemoglobin dan Feritin Serum pada Remaja Putri: The Association of Clean and Healthy Living Behavior along with Hemoglobin and Serum Ferritin Levels among Adolescent Girls Suci Amalia; Sri Anna Marliyati; Mira Dewi; Dwinita Wikan Utami
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i1.2023.54-62

Abstract

Background: Clean and healthy life behavior that is not appropriately implemented will cause various infectious diseases that trigger anemia. Islamic boarding schools have a significant role in instilling clean and healthy life behavior in students. Objectives: This study aimed to analyze the relationship between pure and healthy life behavior with hemoglobin and serum ferritin. Hemoglobin and serum ferritin are indicators for diagnosing iron deficiency anemia. Methods: The research design was a cross-sectional study conducted in January – February 2021 at the Al Falak Islamic Boarding School in Bogor. A total of 45 subjects were selected with inclusion criteria, namely students aged 12-20 years, in good health, and being in the dormitory during the study period, while the exclusion criteria were not being in the dormitory for more than two weeks. Anaemia data status was obtained by measuring hemoglobin and serum ferritin levels. Analysis of hemoglobin (Hb) levels used the Cyanmethemoglobin method, while the analysis of ferritin levels in serum samples used the Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA) way. Analysis of the correlation between the dependent variable, namely hemoglobin and serum ferritin, and the independent variable, namely clean and healthy living behavior. Results: Based on the hemoglobin value, 37.8% of the subjects had anemia, while based on the serum ferritin value, as much as 51.1% of the subjects had low iron status. Behavior related to personal hygiene, conduct related to washing hands, and behavior associated with the cleanliness of the subject's residence was classified as good, respectively, at 55.6%, 57.8%, and 44.4%. There was a correlation between personal hygiene-related behavior with hemoglobin (p= 0.042) (r=0.305) and serum ferritin (p= 0.036) (r=0.313). Conclusions: Personal hygiene was related to hemoglobin and ferritin serum in adolescent girls due to maintaining a clean and healthy life in Islamic boarding schools, primarily associated with personal hygiene.
Co-Authors . Mervina Adi Winarto Adistira, Ross Mellyana Ahmad Sulaeman Ahmad Sulaeman Aini Aqsa Arafah Aisyah Aisyah Aisyah Nurhusna Aji Nugraha Ali Khomsan Angga Rizqiawan Ansarullah, Alfia Asep Rusyana Atikah Fajriani Avliya Quratul Marjan Azhari, Salma Widya Azizah, Anisah Nimah Azizi, Elsa Carla Bambang Pontjo Priosoeryanto Bibi Ahmad Chahyanto Budi Iman Santoso Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cahyuning Isnaini, Cahyuning Cassandra Permata Nusa Chairunnisa Utami Pratiwi Clara M Kusharto Clara M. Kusharto Clara Meliyanti Kusharto Dadan Rohdiana Dadang Sukandar Daniel Pratama Sianturi Darningsih, Sri Deddy Muchtadi Deddy Muchtadi Deni Surya Kencana Dewi Anggraini Dewi Angraini, Dewi Dewi Kartika Sari Dewi Ratih Agungpriyono Deya Silviani Dian Ekawati DIMAS ANDRIANTO Dodik Briawan Dondin Sayuthi Drajat Martiano Drajat Martianto Dwi Yanti Winda Pratiwi Dwinita Wikan Utami Dwinita Wikan Utami Ekayanti , Ikeu Ekowati Handharyani Endang Rohmawati Eny Palupi Erlinda, Yuni Esmiati, Catur Endri Evy Damayanthi Fahrul Rozi Faisal Anwar Farah Fauziyyah Fauziyah, A'immatul Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitriyah, Holif Fuadini Therik Gigir, Engelien Milannia Hadi Riyadi Handaru Tri Mulyono Hardinsyah Harianti, Rini Harianti, Rini Herviana Ferazuma Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarief I wayan Teguh Wibawan Ikeu Ekayanti Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Yuliana Iskandar Mirza Iskandar Mirza Iskari Ngadiarti jufri, Nurnashriana Katrin Roosita Khairunnisa, Yunda KHOIRIYAH, ROMYUN ALVY Kusumawaty, Nila Laily, Noer Latifah Darusman Latifah K Darusman Latifah K. Darusman Leily Amalia Lilik Kustiyah Lilik Noor Yuliati MADE ASTAWAN MARDHIATI, RETNO Mega Pramudita Rahayu Megawati Simanjuntak Melly Latifah Mira Dewi Mokhamad Fahrudin Muhamad Rizal Martua Damanik Muhilal . Nadzifatussya'diyah, Nadzifatussya'diyah Nasution, Zuraidah Naufal Muharam Nurdin Neysa Rucita Novitasari, Putri Nur Rahman Nurdin Nurdin Nurjannah Dongoran Nurnashriana Jufri Nurwati, Yuni Prameswari, Fajria Saliha Puspita Purnamasari, Ulfa Purnamasari Rasyid Avicena Reisi Nurdiani, Reisi Reni Novia Retnaningsih Retnaningsih Retno Mardhiati Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Rini Nurindarwati Risti Rosmiati Safitri, Indira Nur Setiawan, Budi Setiawan, Budi Siddiq, Muhammad Nuzul Azhim Ash Siti Madanijah Siti Madanijah Subangkit, Mawar Suci Amalia Sumali M Atmojo TATI NURHAYATI Tetty Herta Doloksaribu Tiara Firstianty Pratiwi Tika Nurmalasari Tommy Marcelino Gantohe Trina Astuti Walneg, Zahrani Fathiyah Wilda Yunieswati Winata, Grace Marlina Wiwin Winarsih Wiwit Estuti Yayat Heryatno Yuni, Sri Yunianto, Andi Eka