p-Index From 2021 - 2026
10.656
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL KONSTITUSI Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Pembaharuan Hukum Jurnal SOLMA Jurnal Ilmu Hukum The Juris Awang Long Law Review Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Ilmu Hukum Prima Syntax Idea Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL USM LAW REVIEW jurnal syntax admiration Jurnal Hukum Lex Generalis Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Abdimas Bina Bangsa Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) SETARA : Jurnal Ilmu Hukum VIVA THEMIS- Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Engineering Science Letter IUS FACTI : Jurnal Berkala Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jurnal Hukum Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) West Science Interdisciplinary Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Singa Podium (JPMSIPO) Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Jurnal Hukum Bisnis West Science Interdisciplinary Studies Socius: Social Sciences Research Journal Blantika : Multidisciplinary Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Pembumian Pancasila : Mewujudkan TRISAKTI sebagai Pedoman Amanat Penderitaan Rakyat The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities Media Hukum Indonesia (MHI) Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Jurnal Sipakatau
Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Terkait Wanprestasi yang Dilakukan Konsumen pada Perjanjian Transaksi Jual Beli Elektronik untuk Mewujudkan Keadilan Alamsyah, Okvyan Kelly Alamsyah; Suhariyanto, Didik; Hartana
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15348

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya transaksi jual beli elektronik yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen melalui sistem kontrak elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk wanprestasi konsumen dalam transaksi elektronik, mengevaluasi perlindungan hukum yang tersedia bagi pelaku usaha, serta mengkaji mekanisme penyelesaian sengketa untuk mewujudkan keadilan bagi para pihak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan kasus melalui analisis putusan pengadilan yang relevan, termasuk putusan No. 79/Pdt.G/2024/PN Jkt.Utr dan 364/Pdt.G/2019/PN Jkt.Utr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanprestasi konsumen dalam transaksi elektronik umumnya berupa kelalaian pembayaran, pembatalan pesanan tanpa dasar hukum, dan tindakan tidak beritikad baik lainnya. Perlindungan hukum bagi pelaku usaha meliputi perlindungan preventif, yaitu pengaturan mengenai kontrak elektronik, kewajiban konsumen, dan tata cara transaksi; serta perlindungan represif, yaitu upaya hukum melalui gugatan wanprestasi, tuntutan ganti rugi, maupun penyelesaian sengketa melalui BPSK atau pengadilan. Penelitian juga menemukan bahwa peraturan perundang-undangan saat ini telah memberikan dasar hukum bagi pelaku usaha untuk menuntut pemulihan hak, namun masih terdapat hambatan dalam implementasi, terutama terkait pembuktian elektronik dan ketidakseimbangan posisi tawar antara pelaku usaha dan konsumen. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perlindungan hukum bagi pelaku usaha terhadap wanprestasi konsumen sangat penting untuk menciptakan kepastian hukum, keadilan, dan keseimbangan dalam transaksi elektronik.
Legal Protection for Victims of Crime with Forced Defense According to Law Number 1 of 2023 of the Criminal Code Anggraeni Puspitarini; Didik Suhariyanto; Gradios Nyoman Tio Rae
Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 16 No. 01 (2026): Fox justi : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law enforcement often shows inconsistencies, where victims of crimes who commit forced defense (Noodweer) can actually become suspects or defendants who cause legal uncertainty and a sense of injustice. This study aims to analyze legal protection and legal justice for victims who are also perpetrators of forced defense crimes. This study specifically highlights Decision Number 1225/ Pid.B /2020/PN- Jkt.Sel , where a wife who stabbed her husband in a situation of threat of physical and verbal violence was sentenced to 4 years in prison for alleged persecution that caused death (Article 351 paragraph (3) of the Criminal Code). The Panel of Judges argued that the defendant's actions could not be categorized as forced self-defense. The research method used is normative juridical law using legislative, conceptual, analytical, and case approaches. The scope of this research is legal protection for victims of criminal acts who commit forced defense (Noodweer) in the perspective of the old Criminal Code (KUHP) and Law Number 1 of 2023 concerning the new Criminal Code (especially Articles 34 and 43). The results of the study show that the defendant's actions were carried out because of force and there was a mental shock constituting a forced defense (noodweer ). The conclusion is that there is a reason for the pardon and the defendant should not be subject to criminal charges as specified in Article 49 Paragraph 1 of the Criminal Code.
Legal Protection For Bank Customers Regarding The Disclosure Of Financial Information By Tax Authorities Based On Law Number 9 Of 2017 And Law Number 27 Of 2022 Banjarnahor, Ewi; Suhariyanto, Didik; Setiawan, Puguh Aji Hari
Ilmu Hukum Prima (IHP) Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL ILMU HUKUM PRIMA
Publisher : jurnal.unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jihp.v9i1.7766

Abstract

This research examines the legal tension between the state’s interest in tax collection and the protection of bank customers’ privacy rights under two regimes: Law No. 9 of 2017 on Access to Financial Information for Tax Purposes and Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection, alongside bank secrecy provisions in Law No. 10 of 1998. The expanded authority of tax authorities to access financial data aims to enhance transparency and compliance but risks infringing privacy rights. Using a normative juridical method with statutory, conceptual, and case approaches, the study analyzes key legal sources, including the 1945 Constitution and Constitutional Court Decision No. 102/PUU-XV/2017. The analysis applies the principle of proportionality, as well as theories of legal protection (Philipus M. Hadjon) and legal certainty (Gustav Radbruch). Findings indicate that legal protection for bank customers remains largely formal and lacks substantive safeguards. Broad access by tax authorities is not matched by clear mechanisms of oversight, accountability, and legal responsibility. Normative overlap between tax disclosure rules and personal data protection obligations creates legal uncertainty for both financial institutions and customers. The study concludes that regulatory harmonization is necessary to resolve these conflicts. It recommends establishing an independent supervisory body and strengthening accountability frameworks to ensure a proportional balance between effective tax enforcement and the protection of citizens’ privacy rights. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum primer meliputi UUD NRI Tahun 1945, UU No. 9 Tahun 2017, UU No. 27 Tahun 2022, serta Putusan Mahkamah Konstitusi No. 102/PUU-XV/2017. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah disharmoni norma dan penerapan asas proporsionalitas dalam pembatasan hak privasi. Pendekatan konseptual digunakan untuk mengkaji teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon dan teori kepastian hukum Gustav Radbruch sebagai pisau analisis terhadap pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap nasabah bank dalam pelaksanaan keterbukaan informasi keuangan masih bersifat formal dan belum substansial. Akses data keuangan oleh otoritas pajak belum diimbangi dengan mekanisme pengawasan, akuntabilitas, dan tanggung jawab hukum yang jelas. Terdapat tumpang tindih antara kewenangan fiskus dalam UU No. 9 Tahun 2017 dan kewajiban perlindungan data pribadi dalam UU No. 27 Tahun 2022, yang menimbulkan ketidakpastian hukum bagi lembaga keuangan dan nasabah. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi dan pembentukan lembaga pengawas independen untuk menjamin keseimbangan antara efektivitas fiskal dan perlindungan hak privasi warga negara.
Initial Public Offering Of PT. Dian Swastika Sentosa Tbk And Its Impact On Coal Mining Productivity Hartana; Didik Suhariyanto
Jurnal Sipakatau: Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sipakatau
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/sipakatau.v3i1.732

Abstract

This study examines the legal aspects of the Initial Public Offering (IPO) of PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. and its relationship with coal mining productivity by analyzing compliance with capital market regulations and mineral and coal mining laws, as well as its implications for corporate operational performance. This research uses an empirical legal approach that combines normative analysis of Law No. 8 of 1995 concerning Capital Markets and Law No. 4 of 2009 concerning Mineral and Coal Mining (as amended by Law No. 3 of 2020), together with empirical data derived from company annual reports, IPO prospectus documents, and related institutional information obtained from relevant agencies and public disclosures. The findings indicate that PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. conducted the IPO process in accordance with applicable capital market provisions, including preparation, submission of registration statements, public offering, and listing on the Indonesia Stock Exchange, as regulated under Article 70 paragraph (1) of the Capital Market Law. From a legal perspective, the IPO does not conflict with Article 93 of the Mineral and Coal Mining Law, as it does not directly alter the ownership structure of entities holding Mining Business Permits (IUP). The study also identifies that regulatory supervision during the IPO period was conducted under the Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (Bapepam-LK), while acknowledging that current capital market supervision is under the Financial Services Authority (OJK). The study indicates a potential relationship between a successful IPO and improvements in coal mining operational capacity, particularly through enhanced capital structure, increased investment capability, and accelerated development of mining concession areas. However, this relationship should be interpreted cautiously as it is based on descriptive empirical evidence rather than statistical measurement.
Co-Authors Abdul Rozak Abraham Prihadi Achmad Choerudin Ade Sathya Sanathana Ishwara Adnan Taufiq Agus Salim Ra’is Aksah Kasim Alamsyah, Okvyan Kelly Alamsyah Allo, Haryanto Tangke Anggraeni Puspitarini Anyan Anyan Aprih Santoso Arbi Dalimunthe Arya Aryadi, Hafiz Augustinus Robin Butarbutar Balogun, Shuaibu Alani Banjarnahor, Ewi Bernadete Nurmawati Bey Abwar, Irsyad Hamdie Budi Sulistiyo Nugroho Budi Waljiman Danial Danial Danial Dendy Derajat Utama Dewi Iryani Dewi, Anggraeni Puspa Dila Erlianti Dona Katarina Ekoprasetyo, Antonius Bintarto Elina, Rindi Elsa Yuniarti Emmi Rahmiwita Nasution Erman I. Rahim Fajar Kurniawan Fajar Muazamsyah Ferdinant Nuru FINDAWATI AHMAD Firman, La Ode Mohammad G. Nyoman Tio Rae Gradios Nyoman Tio Rae Gradios Nyoman Tio Rae H, Hartana Hartana Hartana Hartana Hartana Hartana, Hartana Heppy Lades Sidabutar I Wayan Gede Suacana Ihwan Ghazali Indriyani Indriyani Irsan Irsan Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Ismail Japar, Kasun Jayawarsa, A.A. Ketut Jazuli, H.E. Rakhmat Judijanto, Loso Juri Frasiska Kalijunjung Hasibuan Kasim, Aksah KMS Herman Kurnia, Mega Tri Liani Sari Lisbet Situmorang Loso Judijanto Lumbanraja, Gilbert M Ashraf Ali Mardi Widodo Miharja, Marjan Mohamad Rizki Irmansyah Mudjiyanto, Nia Muhammad Lukman Hakim Mulyadi M, Mulyadi Muslihatul Hidayah4 Musran Munizu Nanang Qosim Nanang Qosim Natalia, Rachel Nia Mudjiyanto Noor Harini Novaria, Novi Novaria, Rachmawati Nugrah Gables Manery Nunung Nurhayati Nurchayati Nurmawati, Bernadete Nurul Hikmah Panda, Daniel Prasetyo Hadi Puguh Aji Hari Setiawan Puguh Aji Hari Setiawan Purba, Boyke Putri, Euginia Natania R. Pattipawae, Dezonda Ramdhani, Wahyu Rasyidi, Para Reja Reza Aditya Ridwan Usman Rudi Hartono Santoso, Niken Larasayu Saparman Saparman Saparman, Saparman Setiawan, Puguh Aji Hari Shohib MUSLIM Sihotang, Roymartin Sinta Dyah Kirana Sri Wanti Belani Sudiyarti Sudiyarti Syamsu Marlin Tamaulina Br Sembiring Taufiq, Adnan Tedy Arman Tio Rae, G. Nyoman Tjahjadi, Hamdani Vina Budiarti Mustika Sari Wahyu Ramdhani Waljiman, Budi