p-Index From 2021 - 2026
4.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Proceedings of Annual International Conference Syiah Kuala University - Social Sciences Chapter Intuisi Jurnal Pencerahan Jurnal Psikologi Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender PSYMPATHIC JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Jurnal Psikologi Integratif Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies MEDIAPSI Jurnal Ilmiah Peuradeun Journal of Islamic Education Policy Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Psychopolytan (Jurnal Psikologi) Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi ANIMA Indonesian Psychological Journal Psychopreneur Journal Indonesian Journal of Global Health research Journal of Psychological Perspective Journal of Community Mental Health and Public Policy INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Narra J International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Jurnal Psikologi Islam Journal Of World Science Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Nanggroe: Journal Of Scholarly Service MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Nanggroe: Journal of Scholarly Service Journal of Educational Management and Learning Syiah Kuala Psychology Journal Holistik Jurnal Kesehatan Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Program Empathic Caring Consultation terhadap Professional Quality of Life Pada Psikolog Anya Asbar; Maya Khairani; Marty Mawarpury
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art3

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the Empathic CaringConsultation (ECC) program on Professional Quality of Life (ProQOL) inpsychologists. This study involved seven psychologists. The researchsample was taken using purposive sampling method. The researchmethod used was one group pretest-post test design. ProQOL is measuredusing the Professional Quality of Life Version V scale, while theimplementation of ECC training refers to the concept of Prawitasari.Analysis using Wilcoxon signed-rank test with a significant value (p) =0.340 (BO); 0.932 (STS); 0.496 (CS) (p> 0.05). The results of the studyshowed that there was no effect of the ECC program on ProQOL onpsychologists. This is because there are several variations of the threeProQOL components before and after treatment.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh programEmpathic Caring Consultation (ECC) terhadap Professional Quality ofLife (ProQOL) pada psikolog. Penelitian ini melibatkan tujuh psikolog.Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposivesampling. Metode penelitian yang digunakan adalah desain one groupprates-paskates. ProQOL diukur menggunakan skala ProfessionalQuality of Life Version V, sedangkan pelaksanaan pelatihan ECCmerujuk pada konsep Prawitasari. Analisis menggunakan wilcoxonsigned-rank test dengan nilai signifikan (p)=0.340 (BO); 0.932(STS);0.496(CS) (p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapatpengaruh program ECC terhadap ProQOL pada psikolog. Hal initerdapat beberapa variasi dari tiga komponen ProQOL sebelum dansesudah pemberian perlakuan.
Kesejahteraan Subjektif Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Berdasarkan Tingkat Pendidikan Nur Afni Safarina; Marty Mawarpury; Kartika Sari
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 1 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.346 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2014.%x

Abstract

Kesejahteraan subjektif adalah evaluasi kognitif dan afektif hidup seseorang termasuk reaksi emosional terhadap berbagai peristiwa yang dialami. Salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif yaitu tingkat pendidikan individu. Tingkat pendidikan yang rendah akan mempersulit individu atau masyarakat menerima dan mengerti informasi kesehatan yang disampaikan, sedangkan dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mempermudah individu untuk menyerap informasi khususnya dalam hal kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesejahteraan subjektif pada penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II berdasarkan tingkat pendidikan. Subjek penelitian ini berjumlah 82 orang dengan karakteristik: pasien dengan diagnosa Diabetes Mellitus tipe II, berusia 21-60 tahun dan sedang berobat jalan di rumah sakit, klinik atau tempat praktek dokter di Banda Aceh. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kesejahteraan Subjektif 29 aitem. Analisis data menggunakan teknik one way ANOVA dengan hasil F yang diperoleh yaitu sebesar 1,573 dengan harga p = 0,203 (p>0,203). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan subjektif pada penderita (DM) tipe II berdasarkan tingkat pendidikan, artinya tinggi atau rendahnya tingkat pendidikan penderita DM tipe II tidak berkontribusi pada kesejahteraan subjektifnya. Kata kunci: Kesejahteraan subjektif, Diabetes Mellitus tipe II, tingkat pendidikan. ABSTRACT Subjective well-being is an affective life and cognitive evaluation in the person. Include emotional reaction against several events occurs. One of factors that influence subjective wellbeing is individual education level. The low educational level will compound the society or individual to accept and understand about informations health. While, higher education level will make easy the person to catch informations health. This research is written to know what the subjective well-being differentiation in Diabetes Mellitus type II patient, based on their education level. Subject of this research is come to 82 peoples and the characteristics are: patient with Diabetes Mellitus diagnosis, aged 21-60 years old, and being treated in the hospital, clinic, or etc. in Banda Aceh.Method of collecting data that is used in this research is 29 aitems Subjective well-being scale. And then, the data analysisuse one way ANOVA technique. The result of data analysis those are F as 1,573 with p= 0,203 (p>0,203). The result shows that there is no subjective well-being differentiation in Diabetes Mellitus type II patient based on their education level. It means that, higher or lower education level of Diabetes Mellitus type II is not contribution subjective well-being. Keywords: Subjective Well-being, Diabetes Mellitus type II, Education Level.
LAYANAN KESEHATAN MENTAL DI PUSKESMAS : APAKAH DIBUTUHKAN? Marty Mawarpury; Kartika Sari; Lely Safrina
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v13i1.578

Abstract

Pada masa berlakunya konflik di Aceh, terutama masyarakat yang langsung bersentuhan dengan konflik mengalami kekerasan dalam berbagai bentuk. Konflik selama lebih dari tiga dekade telah menunjukkan adanya ekses terhadap gangguan mental penyintas konflik. Salah satu rekomendasi dari hasil temuan pada penelitian asesmen kebutuhan psikosisal masyarakat Aceh tahun 2007 adalah kebutuhan investasi berkelanjutan dalam pengembangan jangka panjang sistem kesehatan dan kesehatan mental di Aceh. Kesehatan psikologis menjadi kebutuhan masyarakat, mengingat kesehatan fisik dan psikis menentukan kualitas hidup dan produktivitas individu. Kebutuhan ini telah dianalisis  dan dilaksanakan oleh beberapa kota besar di Indonesia, salah satunya Yogyakarta dengan menempatkan layanan psikologi pada pusat layanan kesehatan dasar (Puskesmas), sehingga jangkauan pelayanan kesehatan mental semakin luas serta sistem rujukan dan diagnosis pasien dapat sesuai dengan tahapan seperti pada pelayanan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi masalah dalam pelayanan kesehatan mental masyarakat di Aceh. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini berlokasi di Aceh Utara. Pengambilan data dilakukan dengan interview petugas kesehatan di puskesmas dan diskusi kelompok pada masyarakat.  Analisis data menghasilkan gambaran layanan kesehatan mental di Puskesmas.Kata kunci: Pelayanan kesehatan mental, Puskesmas, Aceh Utara
Kesepian dan Nomophobia pada Mahasiswa Perantau Zihan Fahira; Zaujatul Amna; Marty Mawarpury; Syarifah Faradina
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.936 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.65827

Abstract

Penggunaan smartphone sebagai upaya pengalihan dari rasa kesepian dapat memicu munculnya nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 513 mahasiswa perantau (terdiri dari 157 laki-laki dan 356 perempuan) yang aktif kuliah di Universitas Syiah Kuala yang berasal dari luar Banda Aceh dan tidak tinggal bersama orang tua atau kerabat keluarga. UCLA Loneliness Scale (Version 3) dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) digunakan sebagai instrumen dalam mengumpulkan data penelitian. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau di Universitas Syiah Kuala (r=0,094; p=0,034). Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi kesepian maka semakin tinggi nomophobia, sebaliknya semakin rendah kesepian maka semakin rendah nomophobia.
Persepsi Pengusaha Muda Terhadap Kesuksesan Menjalankan Bisnis Start-Up Riwanda, Fany; Mawarpury, Marty
Psychopreneur Journal Vol. 5 No. 2 (2021): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v5i2.1915

Abstract

Abstract: Perception of success is an individual's perspective on something related to a meaningful life orientation. A person's perception of success is subjective to each individual. Young business owners have their own criteria about a successful business, thus making the meaning of success different.The purpose of this study is to see how entrepreneurs perceive the success of the business they have lived. Respondents in this study are two Acehnese entrepreneurs who have start-up businesses. Research data obtained through in-depth interviews conducted on each respondent. The questions are structured based on the theory of Perception of Success. The results of the interview show that success is viewed differently according to the meaning of success itself for each individual. Respondent I views a successful business as a wholesome, both from the point of view of the entrepreneur and the company. Meanwhile, respondent II perceive succes as how much profit is obtained, popularity, and job providers. Keywords: perception of success, start-up, success Abstrak: Perception of success merupakan cara pandang individu terhadap sesuatu hal terkait dengan orientasi kehidupan yang bermakna. Persepsi seseorang tentang kesuksesan adalah subjektif pada masing-masing individu. Para pebisnis muda memiliki kriterianya masing-masing terhadap kasuksesan sebuah bisnis, sehingga menjadikan makna sukses berbeda-beda. Tujuanpenelitian ini adalah untuk melihat bagaimana persepsi pengusaha terhadap kesuksesan bisnis yang telah dijalaninya. Responden pada penelitian ini berjumlah dua orang pengusaha Aceh yang memiliki bisnis start-up. Data penelitian didapatkan melalui wawancara mendalam yang dilakukan pada masing-masing responden. Perntanyaan wawancara disusun berdasarkan teori Perception of Success. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kesuksesan dipandang secara berbeda-beda sesuai dengan pemaknaan kesuksesan itu sendiri bagi setiap individu. Responden I memandang sebuah bisnis yang sukses secara keseluruhan, baik dari sudut pandang pengusaha ataupun perusahaannya. Sedangkan responden II memandang kesuksesan dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh, popularitas, dan penyediakan lapangan pekerjaan. Kata kunci: perception of success, start-up, kesuksesan
Pengaruh Program Empathic Caring Consultation terhadap Professional Quality of Life Pada Psikolog Anya Asbar; Maya Khairani; Marty Mawarpury
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss2.art3

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the Empathic CaringConsultation (ECC) program on Professional Quality of Life (ProQOL) inpsychologists. This study involved seven psychologists. The researchsample was taken using purposive sampling method. The researchmethod used was one group pretest-post test design. ProQOL is measuredusing the Professional Quality of Life Version V scale, while theimplementation of ECC training refers to the concept of Prawitasari.Analysis using Wilcoxon signed-rank test with a significant value (p) =0.340 (BO); 0.932 (STS); 0.496 (CS) (p> 0.05). The results of the studyshowed that there was no effect of the ECC program on ProQOL onpsychologists. This is because there are several variations of the threeProQOL components before and after treatment.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh programEmpathic Caring Consultation (ECC) terhadap Professional Quality ofLife (ProQOL) pada psikolog. Penelitian ini melibatkan tujuh psikolog.Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposivesampling. Metode penelitian yang digunakan adalah desain one groupprates-paskates. ProQOL diukur menggunakan skala ProfessionalQuality of Life Version V, sedangkan pelaksanaan pelatihan ECCmerujuk pada konsep Prawitasari. Analisis menggunakan wilcoxonsigned-rank test dengan nilai signifikan (p)=0.340 (BO); 0.932(STS);0.496(CS) (p>0.05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapatpengaruh program ECC terhadap ProQOL pada psikolog. Hal initerdapat beberapa variasi dari tiga komponen ProQOL sebelum dansesudah pemberian perlakuan.
Discharging Mental Health Patients in Aceh: A Preliminary Study Marty Mawarpury; Arum Sulistyani; Karjuniwati; Hasmila Sari; Rachmalia; Yulia Direzkia; Subhan Rio Pamungkas
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 29 No. 2 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 2, 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A high prevalence of mental health patients in Aceh has caused the number of referrals in mental health institutions to rise. An appropriate discharge planning could ensure that patients will be able to continue to treat themselves after they leave the mental health institutions. The objective of this study was to describe the existing discharge planning process of mental health patients in Aceh. Research data was obtained by interviews, observations, and focus group discussions with schizophrenic patients' family members, important figures in the society and in their faith communities, and various officials at Puskesmas (community health centers), RSUD (local hospitals), and RSJ (mental health institutions). Research results show that the process of discharge did not proceed systematically and optimally. Moreover, there is no optimal coordination between mental health institutions and the surrounding communities, resulting in gaps of health services in Aceh. A better and more systematic discharge system are discussed to get the best results. Tingginya jumlah pasien gangguan jiwa menyebabkan rujukan pasien ke RSJ di Aceh meningkat. Suatu perencanaan pelepasan pasien (discharge planning) yang baik dapat menjamin pasien mampu melakukan tindakan perawatan diri sendiri/lanjutan setelah meninggalkan rumah sakit jiwa. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pelepasan pasien gangguan jiwa di Aceh selama ini. Data diperoleh dengan metode wawancara, observasi dan FGD pada keluarga pasien skizofrenia, tokoh agama dan masyarakat, petugas kesehatan di Puskesmas, RSUD, dan RSJ. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan pelepasan pasien tidak berjalan secara sistematis dan optimal. Selain itu koordinasi antara pelayanan kesehatan di RS dan komunitas juga tidak optimal, sehingga menimbulkan kesenjangan pelayanan kesehatan di Aceh. Didiskusikan perlunya pelaksanaan sistem pelepasan pasien yang sistematis dan optimal demi tercapainya hasil yang terbaik.
Nomophobia pada Generasi X, Y, Dan Z Khairani, Maya Khairani; Irmayana, Irmayana; Mawarpury, Marty; Nisa, Haiyun
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2565

Abstract

Telepon seluler atau ponsel merupakan hasil perkembangan teknologi yang dianggap lumrah penggunaannya saat ini. Tanpa disadari penggunaan telepon seluler secara berlebihan menyebabkan berbagai dampak buruk bagi penggunanya. Nomophobia muncul sebagai salah satu masalah perilaku kecanduan terhadap telepon seluler. Beberapa faktor yang memengaruhi nomophobia yaitu jenis kelamin, harga diri, kepribadian, dan usia. Berbagai lapisan usia atau generasi menggunakan telepon seluler dan mengalami nomophobia yang berbeda-beda baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nomophobia antara generasi X, Y dan Z di Aceh. Penelitian ini melibatkan 360 individu yang lahir antara tahun 1960-2007 yang menggunakan telepon seluler cerdas (smartphone) yang dipilih melalui teknik quota sampling. Data dikumpulkan melalui No Mobile Phone Phobia Questionnaire (NMP-Q) dengan koefisien reliabilitas 0,972. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis One Way ANOVA diperoleh nilai p=0,000(p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nomophobia antara generasi X, Y dan Z di Aceh. Perbedaan ini berimplikasi pada kemampuan manajemen diri, dan kecenderungan menjadi candu gawai jika tidak dikelola.
Peran Kekuatan Karakter terhadap Resiliensi Wartawan Putri, Mitha Adisty; Mawarpury, Marty; Dahlia, Dahlia; Iriamanda, Irin
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 15, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v15i1.29662

Abstract

Wartawan seringkali berhadapan dengan berbagai tantangan dan risiko ketika melakukan kegiatan jurnalistik sehingga memerlukan kemampuan resiliensi untuk dapat bertahan. Salah satu faktor untuk mengembangkan resiliensi adalah kekuatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kekuatan karakter terhadap resiliensi wartawan di Aceh. Sejumlah 168 wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh menjadi subjek penelitian melalui metode total sampling. Penelitian menggunakan alat ukur Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 yang diadaptasi dari Ramadhan (2018) dan Virtues in Action (VIA) 72 Scale-short dari VIA Institut. Analisis data menggunakan simple linear regression analysis dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan karakter memiliki peran yang signifikan terhadap resiliensi wartawan (R2 = .367, β1 = .781, p = .000; ≤.05). Kekuatan karakter yang berperan signifikan terhadap resiliensi yaitu curiosity, social intelligence, dan hope. Selain itu, kekuatan karakter dominan yang dimiliki wartawan Aceh yaitu hope, forgiveness, dan appreciation of beauty and excellent. Journalists are often faced with various challenges and risks when carrying out journalistic activities, so they need resilience skills to survive. One factor in developing resilience is character strength. This study aims to determine the role of character strength in the resilience of journalists in Aceh. A total of 168 journalists who were members of the Indonesian Journalists Association (PWI) in Aceh were included in the study using the total sampling method. The study used the Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 adapted from Ramadhan (2018) and the Virtues in Action (VIA) 72 Scale-short from the VIA Institute as the measurement tools. The data were analyzed using simple linear regression analysis, and the results showed that character strength significantly contributed to the resilience of journalists (R2 = .367, β1 = .781, p = .000; ≤.05). The character strengths of curiosity, social intelligence, and hope were found to have a significant impact on the resilience of journalists. Moreover, the dominant character strengths among journalists in Aceh were found to be hope, forgiveness, and appreciation of beauty and excellence Journalists are often faced with various challenges and risks when carrying out journalistic activities, so they need resilience skills to survive. One factor in developing resilience is character strength. This study aims to determine the role of character strength in the resilience of journalists in Aceh. A total of 168 journalists who were members of the Indonesian Journalists Association (PWI) in Aceh were included in the study using the total sampling method. The study used the Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 adapted from Ramadhan (2018) and the Virtues in Action (VIA) 72 Scale-short from the VIA Institute as the measurement tools. The data were analyzed using simple linear regression analysis, and the results showed that character strength significantly contributed to the resilience of journalists (R2 = .367, β1 = .781, p = .000; ≤.05). The character strengths of curiosity, social intelligence, and hope were found to have a significant impact on the resilience of journalists. Moreover, the dominant character strengths among journalists in Aceh were found to be hope, forgiveness, and appreciation of beauty and excellence.
PSYCHOLOGICAL RESILIENCE OF MOUNT SINABUNG ERUPTION SURVIVORS IN NAMAN TERAN DISTRICT OF KARO REGENCY IN NORTH SUMATERA PROVINCE Nuryanti Purba; Nazli; Marty Mawarpury
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v5i3.136

Abstract

The community of victims of the Mount Sinabung eruption in the Naman Teran district of Karo Province of North Sumatra faces a major challenge to mental and emotional stability, experience of trauma, loss, and drastic changes in everyday life that can give profound psychological stress. Nevertheless, the communities in the Naman Teran district affected by the eruption of Mount Sinabung show resilience and ability to recover in coping with stress, trauma, and social psychological change in the community. The research aims to identify the factors that influence the resilience of the survivors of the Mount Sinabung eruption in Naman Teran District, Karo District, North Sumatra Province, Indonesia. The research uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, documentation, and participatory observations. The results show that there are several factors that influence the survivor’s resilience of the Mount Sinabung eruption, including social support, self-confidence, and adaptability. In addition, factors such as trauma, loss of property, and future uncertainty also affect psychological resilience. This research is expected to provide an innovative contribution to the development of volcanology-based natural disaster management programs that can improve the psychological resilience of the survivors of natural disasters.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA Sudharmawan, AA Afifah, Nida Afriani Afriani Afriani Afriani Agung Pranata Aidina, Wenny Anya Asbar Anya Asbar Aprilia, Eka D. Arum Sulistyani Assyifa Amaniyya Cut Aulia Maksum Cut Dhiya Amalina Cut Dhiya Amalina Cut Geubrina Rizky Dahlia Dahlia Delvia Basri, Mira Dewi, Rini Liana Dira Silviana Eka Dian Aprilia Elmeida Effendy Elvin, Said Devi faradina, Syarifah Fauzi, Rezki Fithria, Fithria Friza, Maisarah Hanifah, Rulia Hasmila Sari Imran Imran Indra Jaya Irmayana Irmayana, Irmayana Irwan Sahputra ISHAK Isneini Isneini, Isneini Iyulen Pebry Zuanny Julistya Fernanda Karjuniwati Kartika Sari Kartika Sari Kartika Sari Khairani, Maya Khairani Lely Safrina Lely Safrina, Lely Linda Vitoria, Linda M. Marthoenis Maimun Syukri, Maimun Marwan Ramli Maulana, T Maulidya, Maulidya Maulina, Syanti Maya Khairani Muhammad Adam, Muhammad Nadhifa, Pocut Naidi Faisal, Naidi Nashwa Sifa Safira Nazli Nisa, Haiyun Nizamuddin Nizamuddin Novita Sari Nur Afni Safarina Nurul Ismi Nurul Rizki Nuryanti Purba Putri, Mitha Adisty Rachmad Suhanda Rachmalia Rahayuningsih, Endang Mutiawati Rahmah Johar Ramadhan, Ferry Rani, Cut Athika Renaldi, Teuku Riadhah, Cut Aya Riamanda, Irin Rima Novirianthy Risana Rachmatan Rita Fathya Riwanda, Fany RR. Ella Evrita Hestiandari Rusli Yusuf Sabti, Agus Safira, Diana Safrizan Safrizan Said Usman Saputra, Irwan Saragih, Juwita Sarah Hafiza Sarbulis, Sarbulis Siti Zahrah Soehartati Gondhowiardjo Sofia Sofia, Sofia Sofia, Sofia Sofyan Sufri Subhan Rio Pamungkas SULASTRI Suryana, Elvi Syahrul Syahrul Syarifah Faradina Tri Utami, Rini Viridanda, Wida Yulia Yulia Direzkia Zahra, Zulfa Zahrani, Zahrani Zahrina, Nazila Zaujatul Amna Zihan Fahira Zulkarnain Zulkarnain