p-Index From 2021 - 2026
10.711
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Health Science Journal of Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) JPSriwijaya Jurnal Keperawatan Sriwijaya Public Health of Indonesia Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Policy & Governance Review Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Keperawatan Silampari Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Jurnal Ilmu Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Midpro Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine KESANS : International Journal of Health and Science International Journal of Health Science & Medical Research Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Borneo Community Health Sevice Journal Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Journal of Indonesian Health Policy and Administration Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TELEMEDICINE DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) INDONESIA : LITERATURE REVIEW Lailfasha, Fafirra; Misnaniarti, Misnaniarti; Syakurah, Rizma Adlia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i1.2896

Abstract

Telemedicine merupakan bentuk pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang bertujuan untuk memajukan kesehatan individu dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, tantangan serta peluang layanan telemedicine di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Indonesia. Metode penelitian ini adalah tinjauan literatur yang mengumpulkan artikel dari mesin pencarian jurnal yakni Google Scholar dalam 5 tahun terakhir. Terdapat 12 artikel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ditinjau dalam penelitian ini. Aspek pelayanan telemedicine dilihat dalam pengetahuan, sikap dan niat pasien dalam menggunakan telemedicine, kepuasan pelayanan, kepercayaan penggunaan, dan penggunaan telemedicine oleh tenaga medis. Tantangan penerapan telemedicine seperti keterbatasan stabilitas jaringan internet, perlunya waktu untuk menggunakan aplikasi serta jaminan keamanan data perlu diperhatikan agar telemedicine dapat menjadi solusi strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat pertama.
Identifikasi Pola Makan dan Skrining Status Gizi Anak Sekolah di SDN 129 Palembang Febry, Fatmalina; Misnaniarti, Misnaniarti; Ainy, Asmaripa; Etrawati, Fenny; Maulina Sari, Desri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13205

Abstract

Background: Primary school children need adequate nutrition to avoid deviations in growth and development. The imbalance between intake and nutritional adequacy will cause nutritional problems. This activity aims to determine elementary school children's diet, nutritional status, and knowledge about balanced nutrition. Methods: This service activity is integrated with the Food Consumption Assessment course of Nutrition Study Program students of the Faculty of Public Health Semester V. This activity participants were 5th-grade students of State Elementary School 129 Palembang, totaling 53 people. This activity was carried out in 3 stages: nutritional status screening, interviews related to food intake, and nutrition education. Results: Most of the students had underweight status 81.1% (weight-for-age) and normal nutritional status 69.8% (height-for-age) and 62.3% (BMI-for-age). Most students consumed incomplete meals (79.2%) and a deficit energy adequacy level (67.9%). There was an increase in knowledge at pretest (28.3%) and posttest (56.6%). Conclusion: There is an increase in student knowledge after being given education in the form of lectures and educational games with an additional average score of 8.49 points.
ENHANCING EMPLOYEE HEALTH THROUGH THE SEBUSE PROGRAM: AN EVALUATION AT PERTAMINA REFINERY UNIT III PLAJU Rafiqy, Muhammad; Novrikasari, Novrikasari; Zulkarnain, Mohammad; Misnaniarti, Misnaniarti; Mutahar, Rini; Febry, Fatmalina
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 4, No 2 (2025): August 2025
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v4i2.35245

Abstract

Since 2021, Pertamina has implemented the SeBuSe (Healthy, Fit, and Happy) program as a corporate health and wellness initiative that operationalizes Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) standards. The novelty of this study lies in its strategic integration of the HSSE perspective in evaluating an employee wellness program, its comprehensive application of the SWOT framework for organizational analysis, and its inclusion of participant spouses to capture broader behavioral and motivational dynamics. The program emphasizes holistic well-being through structured activities such as Fat Loss and Move More, designed to support sustained lifestyle improvements. Based on these considerations, this study aims to identify and analyze internal and external factors influencing SeBuSe's effectiveness in improving employee health outcomes using the SWOT analytical approach. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) involving 30 participants and complemented by in-depth interviews with two program managers and four participant spouses to ensure a multi-perspective understanding of program implementation. The SWOT analysis positions SeBuSe in Quadrant I (Aggressive/Growth Strategy), supported by an internal factor score of 3.10 and an external factor score of 3.46, indicating strong institutional capacity and significant opportunities for further development. Overall, the findings generate strategic insights that can strengthen health promotion efforts and reinforce a proactive safety and wellness culture within Pertamina’s industrial environment.Keywords: Health; Improvement; Productivity; Strategy; SeBuSe; Work.
LITERATURE REVIEW : EVALUASI KINERJA PETUGAS PELAYANAN TUBERKULOSIS DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA Amiyarsih, Sri; Misnaniarti, Misnaniarti; Najmah, Najmah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51513

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan dunia. Upaya pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada kinerja petugas kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja petugas pelayanan TBC melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berdasarkan hasil kajian literatur dari berbagai penelitian nasional dan internasional. Data diperoleh dari sepuluh penelitian yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, terdiri atas lima studi nasional dan lima studi internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja petugas meliputi kompetensi, motivasi kerja, dukungan supervisi, pelatihan, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Selain itu, sistem manajemen, koordinasi lintas sektor, dan dukungan kebijakan juga berperan penting dalam peningkatan efektivitas program TBC di tingkat layanan primer. Studi ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja petugas TBC tidak hanya memerlukan penguatan kapasitas teknis, tetapi juga dukungan kelembagaan dan motivasi berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi kinerja petugas TBC melalui strategi peningkatan kompetensi dan dukungan organisasi sangat penting untuk mencapai target eliminasi TBC tahun 2030.
The natural infection rates of vaccine-preventable diseases among children: A literature review Sri Yuliani Frisilia Dewi; Misnaniarti Misnaniarti; Rizma Adlia Syakurah; Najmah Najmah; Nur Alam Fajar
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i6.13054

Abstract

Background: Indonesia currently faces a triple burden of various disease problems, outbreaks of infectious diseases, and an increase in long-standing infectious diseases, new infectious diseases, and non-communicable diseases (NCDs). A report released in 2020 by the United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) and the World Health Organization (WHO) indicated that during the Covid-19 pandemic, the postponement of routine vaccinations resulted in approximately 80 million children aged less than or equal to 12 months being susceptible to diphtheria, measles, and polio.Purpose: To review previous research in analyzing the relationship between incomplete basic vaccination and the occurrence of vaccine-preventable disease (VPD) cases.Method: This study employed a literature review design, conducting a systematic review by selecting relevant articles pertaining to the research objective. The literature study selection process was adapted from the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA-ScR). Inclusion criteria for this research encompassed originality, usage of both English and Indonesian languages, keywords covering basic vaccination, adverse events following vaccination, Integrated Healthcare Centervisits, education, and the role of Integrated Healthcare Centercadres.Results: Generally, community knowledge, attitudes, family support, and the role of cadres correlated with vaccination coverage achievement. However, some studies indicated no correlation between specific variables and the infants' basic vaccination status. To enhance vaccination coverage and client satisfaction, improving community knowledge, attitudes, family support, the role of healthcare workers and Integrated Healthcare Centercadres, as well as increasing vaccine availability and vaccination guidelines, are necessary.Conclusion: To improve vaccination coverage and client satisfaction, enhancements in community knowledge, attitudes, family support, the role of healthcare workers and Integrated Healthcare Centercadres, alongside increased vaccine availability and vaccination guidelines, are essential.Suggestion: It is advisable for the community to enhance knowledge, attitudes, and support for vaccination, especially among mothers and families. The active involvement of cadres in vaccination programs and public dialogue regarding the moral ethics of vaccination also need improvement.
Managing Potential Fraud in Palembang Hospitals’ Health Insurance Implementation: A Qualitative Study in Indonesia Emilya, Melda; Misnaniarti, Misnaniarti; Syakurah, Rizma Adlia; Pratomo, Hadi
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.387

Abstract

Fraud poses a major threat to the integrity of Indonesia’s National Health Insurance–Healthy Indonesia Card (JKN-KIS) program, affecting health financing, hospital quality, and institutional reputation. Despite continuous efforts to combat fraud, allegations persist, particularly in hospitals in Palembang. This study aimed to identify potential fraud in hospitals in Palembang and analyze management countermeasures. Using a descriptive qualitative design with a phenomenological approach, the study was conducted from March to July 2022 and involved three hospitals in Palembang, the City Health Office, and the local branch of the Social Security Administrative Body for Health (BPJS Kesehatan). Data were collected through in-depth interviews with 16 informants representing hospitals, BPJS Kesehatan, and anti-fraud teams, supported by observations and document reviews. Thematic analysis revealed several fraud risks, including diagnosis manipulation, unnecessary treatment, and overcharging. Weak internal and external monitoring mechanisms fostered opportunities for fraud, often driven by financial pressure, revenue targets, and personal motives, and influenced by tenure and position within the organization. Fraud countermeasures remain suboptimal, although BPJS Kesehatan’s management shows potential that requires further improvement. Applying the Hexagon Vousina theory, this study emphasizes the need for a more comprehensive and integrated approach to fraud risk management. Strengthening oversight, professional ethics, inter-agency coordination, and policy enforcement is crucial to maintain the sustainability and effectiveness of the JKN-KIS program.
A Qualitative Study of Referral Back Programme Implementation in Palembang Health Centres for Chronic Disease hasyim, hamzah; Amayu, Rizka; Syakurah, Rizma Adlia; Misnaniarti, Misnaniarti; Windusari, Yuanita; Novrikasari, Novrikasari
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.388

Abstract

Despite the strategic intent of Indonesia’s National Health Insurance (NHI) to strengthen chronic disease management through the Referral Back Programme (PRB), its implementation at primary health centres (Puskesmas) continues to face operational and systemic barriers. This study aimed to analyse the implementation of the PRB for chronic non-communicable diseases in Palembang City. The research team employed a qualitative case study approach to explore key challenges in programme execution. The research team collected data from six purposively selected Puskesmas between July and September 2022, using in-depth interviews, focus group discussions, observations, and document reviews. They selected twenty-one informants—including BPJS Kesehatan officials, physicians, programme coordinators, and patients—using maximum-variation sampling to ensure diverse stakeholder representation. The team conducted a thematic analysis, identifying three key themes. First, organisational capacity constraints, such as staff shortages, dual workloads, inadequate training, and limited funding. Second, there are infrastructural and systemic barriers, including the lack of dedicated service corners, underdeveloped digital systems, medicine stockouts, and restricted distribution of referral tools. Third, communication and coordination gaps exist, including weak inter-agency reporting, inadequate feedback mechanisms, and limited outreach to JKN participants. These themes align with the input–process–output framework: input barriers reflected fragmented resources; process barriers involved absent guidelines and reactive supervision; output challenges included low patient adherence and insufficient reporting. These interlinked factors undermine the gatekeeping function of Puskesmas and disrupt the continuity of care for chronic conditions. Strengthening institutional capacity, aligning resources, and integrating digital infrastructure are crucial for enhancing the effectiveness and sustainability of the PRB, thereby supporting Indonesia's progress toward universal health coverage.
EFFECTIVENESS OF BASIC HSSE TRAINING IN IMPROVING WORKERS’ KNOWLEDGE IN AN UPSTREAM OIL AND GAS COMPANY Agustianto, Nicko; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Misnaniarti, Misnaniarti; Sitorus, Rico Januar; Syakurah, Rizma Adlia
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 1 (2026): February 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i1.35984

Abstract

The oil and gas industry is a sector with a very high risk of occupational accidents due to its operational characteristics, which involve hazardous environments and unsafe worker behavior. Although Basic HSSE Training has become a mandatory standard in the oil and gas industry, evaluating its effectiveness remains urgent to ensure that the training is not merely a formality for regulatory compliance, but is truly aligned with the specific operational risks, work environment, and safety culture of Company. This study uniquely combines a pretest–posttest evaluation of Basic HSSE Training with an analysis of key organizational factors using multivariate statistical methods to identify dominant drivers of knowledge improvement among upstream oil and gas workers. This study aims to evaluate the effectiveness of Basic HSSE Training by measuring differences in workers' knowledge levels before (pre-test) and after (post-test) the training, as well as examining the influence of organizational factors management commitment, safety policies, regulations and procedures, HSSE communication, work environment, and worker involvement on knowledge improvement. A quantitative approach with a pretest–posttest design was employed, involving 303 workers at Company X in the upstream oil and gas sector in South Sumatra Province. Data were collected using Likert-scale questionnaires and multiple-choice tests. The Paired Samples t-test results indicate that Basic HSSE Training is effective in improving workers' knowledge, while Chi-Square and logistic regression analyzes show that organizational factors, particularly communication and work environment, play a dominant role in influencing the effectiveness of the training.
Aspek Penting Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Era Desentralisasi Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak kebijakan desentralisasi mulai diberlakukan di Indonesia, daerah mempunyai keleluasaan untuk menyelenggarakan aspek pemerintahan yang mencakup beberapa sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu aspek yang perlu kita cermati dengan seksama sebagai dampak pelaksanaan desentralisasi di bidang kesehatan adalah dalam hal manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Makalah ini menyoroti beberapa perubahan aspek SDM kesehatan dalam era desentralisasi, dilakukan dengan teknik studi literatur. Peningkatan mutu pelayanan akan berhubungan juga dengan peningkatan kualitas SDM sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan tersebut. Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan mulai dari tahap persiapan hingga pemanfaatan. Pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan di era desentralisasi mencakup tiga unsur utama, yaitu perencanaan, pengadaan dan pendayagunaan SDM kesehatan. Desentralisasi menimbulkan perubahan yang positif pada beberapa fungsi manajemen SDM dalam organisasi dinas tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Diharapkan dengan adanya penulisan semacam ini dapat menjadi bahan masukan dalam pelayanan di institusi kesehatan serta dapat dijadikan sebagai informasi dalam mendukung kebijakan-kebijakan tentang pengembangan SDM dalam meningkatkan pelayanan kepada pasien.Kata kunci : desentralisasi, sumber daya manusia, manajemen
Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan dengan Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) di Puskesmas Merdeka Kota Palembang Virna Widora Saputri; Misnaniarti; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tahun 2008, puskesmas Merdeka memiliki jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan dengan 37 puskesmas lainnya, yaitu 70.532 pasien dengan jumlah tenaga 35 orang dan daya guna staf/hari sebesar 6,7 sehingga jumlah tenaga yang dibutuhkan sebanyak 47 orang. Artinya, terjadi kekurangan SDM kesehatan sebanyak 12 orang. Jumlah SDM kesehatan yang tidak sesuai kebutuhan (kelebihan atau kekurangan) merupakan masalah pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal.Metode : Penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat deskriptif dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Sampel penelitian adalah SDM kesehatan di Puskesmas Merdeka Kota Palembang tahun 2009 pada 5 unit kerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini non probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran kebutuhan SDM kesehatan.Hasil penelitian : Diketahui bahwa waktu kerja tersedia perawat di BP Umum (1350 jam/tahun), bidan di MTBS (1518 jam/tahun), perawat gigi di BP Gigi (1572 jam/tahun), dokter Sp.OG di KIA/KB (684 jam/tahun), dan analis di Laboratorium (1560 jam/tahun). Rata-rata waktu kerja perawat di BP Umum (5,041’), bidan di MTBS (10,762’), perawat gigi di BP Gigi (22,405’), dokter Sp.OG di KIA/KB (215,872’), dan analis di Laboratorium (29,803’). Standar beban kerja perawat di BP Umum (16.068 menit/tahun), bidan di MTBS (8.463 menit/tahun), perawat gigi di BP Gigi (4.210 menit/tahun), dokter Sp.OG di KIA/KB (2.586 menit/tahun), dan analis di Laboratorium (3.141 menit/tahun). Standar kelonggaran perawat di BP Umum (0.07 SDM), bidan di MTBS (0,747 SDM), perawat gigi di BP Gigi (0.18 SDM), dokter Sp.OG di KIA/KB (0,035 SDM), dan analis di Laboratorium (0,085 SDM). Jumlah perawat ideal di BP Umum 3 orang, bidan di BP Anak/MTBS (2 orang), perawat gigi di BP Gigi (3 orang), dokter Sp.OG di KIA/KB (1 orang), dan analis di Laboratorium (2 orang).Kesimpulan : Terjadi kekurangan perawat gigi dan analis masing-masing 1 orang. Saran penelitian ini, sebaiknya dalam perencanaan mendatang Pukesmas Merdeka memiliki sistem informasi ketenagaan yang baik sehingga dapat menjadi landasan dalam mengajukan permintaan penambahan SDM kesehatan.Kata Kunci : Perencanaan SDM kesehatan, WISN, Sumber Daya Manusia (SDM)
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Afandi, Ashar Kholik Affandi, Ashar Kholik Agustianto, Nicko Agustine, Farina Eka Ainun Hafilda, Shafira Aji Muhawarman Alta Fatra Alta Fatra, Alta Alvera Noviyani Amayu, Rizka Amiyarsih, Sri Andodi Andodi, Andodi Andries Lionardo Andries Lionardo Andries Lionardo, Andries Anita Rahmiwati Annisa Rahmawati Annisa Soraya Salsabila Arnita Hotmauli Ashar Kholik Afandi Asmaripa Ainy Asri Maharani Asri Nur Maulidya Azhar Kholiq Affandi Azizah, Shinta Bella, Febriani Dwi Besral . Budi Hidayat Budi Hidayat Cerah Puspinarti Citra Afny Sucirahayu Citrasari Syarkowi Deasi Novia Della Anggraini Putri Desi Aprianti Desi Ratnasari Desi Ratnasari Deslima, Nina Destanti, Ruri Dian Hayati Dian Kartika Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Dumilah Ayuningtyas Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Eka Setiawati Elfi Yennie Elita Sari Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Emilya, Melda Erika Pebriyanti Erna Erna Erna Erna Eva Nanda, Eva Exsan Utomo Fatmalina Febry Febriani Dwi Bella Fenny Etrawati Feranita Utama Feranita Utama Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitrianti Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianto, Aidil Fretty, Heni Gusti Tri Wahyuni Hadi Pratomo Haerawati Haerawati Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Hasanah, Putrie Uswatun Hasbullah Thabrany Heni Marini Henni Febriawati Hilza Novrinda Hisar M Manalu HM Zulkarnain Icon Harizon Idris, Haerawari Ikhsan Ikhsan Indah Fasha Palingga Indah Yuliana Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Ira Fitria Yuniarti Irwan Kurniawan Isnurhadi Isnurhadi Iwan Dakota Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jafar Arifin, Jafar Jeannita Sri Agustini Purba Junadi, Purnawan Juniarti Juniarti Khoirunnisa, Salsabila Kurnia Sari, Wulan Lailfasha, Fafirra Laura Dwi Pratiwi Legiran Legiran Lesmana, Oka Lismayoni Lismayoni M. Zulkarnain M. Zulkarnain Mardiati Nadjib Marisa Rayhani Marisa Rayhani Maryanto, Hendri Mauliana, Resty Maulina Sari, Desri Mawaddah Assupina Mayel, M. Iqbal Mohammad Zulkarnain Mohammad Zulkarnain Monica Tiara Samboina Mufarika, Rully Mufarikha, Muhimatul Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Hasan Muhammad Hasan Mutiara Wahyuliana Nadjib, Mardiati Najmah Maulaya Najmah, Najmah Najwa Nurul Izzah Namira Azzura Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati Nina Deslima Nopi Aprilia Novi Nazilah Novi Nazilah Novia Sri Anda Yani Noviadi, Pitri Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurhasanah Nurhasanah Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha, Nurrobikha Nurul Rahma Nuryasari Mahani Nuryasari Mahani, Nuryasari Oka Lesmana Oktarizal, Hengky Patresia, Retta Pebriyanti, Erika Pitaloka, Rolla Prima Sari Putri Prima Sari Putri, Prima Sari Pujiyanto Pujiyanto Pujiyanto, Pujiyanto Purnamasari, Gita Purnawan Junadi Purwoko, Bambang Putri Kemala Destari Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Rafiqy, Muhammad Rahmat Izwan Heroza Ratih Oktarina Ratih Oktarina Retri Primasari Retri Primasari, Retri Reztia Handayani, Reztia Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Mutahar Risnawati Tanjung Risnawati Tanjung Rizki Nurul Fatimah Rizky Putri Pratiwi Rizma Adlia Syakurah Rizma Adlisyakurah Robiatul Adawiyah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rudi Chendra Rudy Chendra Saleh Saleh Salwa Safirah Samboina, Monica Tiara Samwilson Samwilson Sarri, Merri Nurmala Saskia Rahma Irawan Septiani, Siti Ariffah Sherin Andrea Putri Silvi Ariyanti Siti Halimatul Munawarah Siti Khodijah Parinduri Siti Soleha Sri Agustini Sri Yuliani Frisilia Dewi Suhendra, Ahmad Adi Susanti, Fitria Aryani Sutari Sutari Syafhira, Adinda Thabrany, Hasbullah Tri Utami Dewi Tri Utami Dewi, Tri Utami Tri Wisesa Soetisna Tri Wisesa Soetisna, Tri Wisesa Trihono Trihono Trihono, Trihono Try Any Widyastuti, Try Any Vanya Gita Purnamasari Virna Widora Saputri Virna Widora Saputri Vivi Yulaswati Wahyu Dwi Ari Wibowo Wahyuni, Nenny Wely Trisna Aprinanda Wely Trisna Aprinanda, Wely Trisna Wijaya, Dhandi Windusari, Windusari Yarnis Yarnis Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yulaswati, Vivi Yuliarni Yuliarni Yuni Lasmita Yuni Lasmita yuniarti, ira fitria Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, HM Zulkarnain, Mohammad