p-Index From 2021 - 2026
10.85
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Health Science Journal of Indonesia Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) JPSriwijaya Jurnal Keperawatan Sriwijaya Public Health of Indonesia Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Policy & Governance Review Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Kesehatan Vokasional Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Keperawatan Silampari Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Jurnal Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Health Information : Jurnal Penelitian Jurnal 'Aisyiyah Medika Jurnal Midpro Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Indonesian Journal of Global Health research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine KESANS : International Journal of Health and Science Journal of Current Health Sciences International Journal of Health Science & Medical Research Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Borneo Community Health Sevice Journal Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Keperawatan Riset Informasi Kesehatan Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Journal of Indonesian Health Policy and Administration Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTIVENESS OF BASIC HSSE TRAINING IN IMPROVING WORKERS’ KNOWLEDGE IN AN UPSTREAM OIL AND GAS COMPANY Agustianto, Nicko; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yuanita; Misnaniarti, Misnaniarti; Sitorus, Rico Januar; Syakurah, Rizma Adlia
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 1 (2026): February 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i1.35984

Abstract

The oil and gas industry is a sector with a very high risk of occupational accidents due to its operational characteristics, which involve hazardous environments and unsafe worker behavior. Although Basic HSSE Training has become a mandatory standard in the oil and gas industry, evaluating its effectiveness remains urgent to ensure that the training is not merely a formality for regulatory compliance, but is truly aligned with the specific operational risks, work environment, and safety culture of Company. This study uniquely combines a pretest–posttest evaluation of Basic HSSE Training with an analysis of key organizational factors using multivariate statistical methods to identify dominant drivers of knowledge improvement among upstream oil and gas workers. This study aims to evaluate the effectiveness of Basic HSSE Training by measuring differences in workers' knowledge levels before (pre-test) and after (post-test) the training, as well as examining the influence of organizational factors management commitment, safety policies, regulations and procedures, HSSE communication, work environment, and worker involvement on knowledge improvement. A quantitative approach with a pretest–posttest design was employed, involving 303 workers at Company X in the upstream oil and gas sector in South Sumatra Province. Data were collected using Likert-scale questionnaires and multiple-choice tests. The Paired Samples t-test results indicate that Basic HSSE Training is effective in improving workers' knowledge, while Chi-Square and logistic regression analyzes show that organizational factors, particularly communication and work environment, play a dominant role in influencing the effectiveness of the training.
Aspek Penting Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Era Desentralisasi Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak kebijakan desentralisasi mulai diberlakukan di Indonesia, daerah mempunyai keleluasaan untuk menyelenggarakan aspek pemerintahan yang mencakup beberapa sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu aspek yang perlu kita cermati dengan seksama sebagai dampak pelaksanaan desentralisasi di bidang kesehatan adalah dalam hal manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Makalah ini menyoroti beberapa perubahan aspek SDM kesehatan dalam era desentralisasi, dilakukan dengan teknik studi literatur. Peningkatan mutu pelayanan akan berhubungan juga dengan peningkatan kualitas SDM sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan tersebut. Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan mulai dari tahap persiapan hingga pemanfaatan. Pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan di era desentralisasi mencakup tiga unsur utama, yaitu perencanaan, pengadaan dan pendayagunaan SDM kesehatan. Desentralisasi menimbulkan perubahan yang positif pada beberapa fungsi manajemen SDM dalam organisasi dinas tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Diharapkan dengan adanya penulisan semacam ini dapat menjadi bahan masukan dalam pelayanan di institusi kesehatan serta dapat dijadikan sebagai informasi dalam mendukung kebijakan-kebijakan tentang pengembangan SDM dalam meningkatkan pelayanan kepada pasien.Kata kunci : desentralisasi, sumber daya manusia, manajemen
Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan dengan Metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) di Puskesmas Merdeka Kota Palembang Virna Widora Saputri; Misnaniarti; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tahun 2008, puskesmas Merdeka memiliki jumlah kunjungan tertinggi dibandingkan dengan 37 puskesmas lainnya, yaitu 70.532 pasien dengan jumlah tenaga 35 orang dan daya guna staf/hari sebesar 6,7 sehingga jumlah tenaga yang dibutuhkan sebanyak 47 orang. Artinya, terjadi kekurangan SDM kesehatan sebanyak 12 orang. Jumlah SDM kesehatan yang tidak sesuai kebutuhan (kelebihan atau kekurangan) merupakan masalah pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal.Metode : Penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat deskriptif dengan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Sampel penelitian adalah SDM kesehatan di Puskesmas Merdeka Kota Palembang tahun 2009 pada 5 unit kerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini non probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran kebutuhan SDM kesehatan.Hasil penelitian : Diketahui bahwa waktu kerja tersedia perawat di BP Umum (1350 jam/tahun), bidan di MTBS (1518 jam/tahun), perawat gigi di BP Gigi (1572 jam/tahun), dokter Sp.OG di KIA/KB (684 jam/tahun), dan analis di Laboratorium (1560 jam/tahun). Rata-rata waktu kerja perawat di BP Umum (5,041’), bidan di MTBS (10,762’), perawat gigi di BP Gigi (22,405’), dokter Sp.OG di KIA/KB (215,872’), dan analis di Laboratorium (29,803’). Standar beban kerja perawat di BP Umum (16.068 menit/tahun), bidan di MTBS (8.463 menit/tahun), perawat gigi di BP Gigi (4.210 menit/tahun), dokter Sp.OG di KIA/KB (2.586 menit/tahun), dan analis di Laboratorium (3.141 menit/tahun). Standar kelonggaran perawat di BP Umum (0.07 SDM), bidan di MTBS (0,747 SDM), perawat gigi di BP Gigi (0.18 SDM), dokter Sp.OG di KIA/KB (0,035 SDM), dan analis di Laboratorium (0,085 SDM). Jumlah perawat ideal di BP Umum 3 orang, bidan di BP Anak/MTBS (2 orang), perawat gigi di BP Gigi (3 orang), dokter Sp.OG di KIA/KB (1 orang), dan analis di Laboratorium (2 orang).Kesimpulan : Terjadi kekurangan perawat gigi dan analis masing-masing 1 orang. Saran penelitian ini, sebaiknya dalam perencanaan mendatang Pukesmas Merdeka memiliki sistem informasi ketenagaan yang baik sehingga dapat menjadi landasan dalam mengajukan permintaan penambahan SDM kesehatan.Kata Kunci : Perencanaan SDM kesehatan, WISN, Sumber Daya Manusia (SDM)
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko Terinfeksi PMS di Kalangan Waria Binaan PKBI Sumatera Selatan Retri Primasari; Nur Alam Fajar; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Waria adalah suatu fenomena yang semakin menjamur di Indonesia. Sebagian besar dari waria tersebut berprofesi sebagai penjaja seks komersial (PSK). Tingginya jumlah waria saat ini berdampak pada semakin tingginya angka penularan penyakit menular seksual (PMS) di Indonesia. Oleh karena itu, waria menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko terinfeksi PMS di kalangan waria.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 58 orang, sehingga sampel merupakan seluruh bagian dari populasi.. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Kai Kuadrat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur (p-value = 0,035; RP=3.636), pendidikan (p-value = 0,020; RP=7,083), pengetahuan (p-value = 0,000; RP=19,286), persepsi kerentanan (p-value = 0,000; RP=15,086), dan persepsi tentang keseriusan yang dirasakan (p-value = 0,035; RP=3,636) terhadap perilaku seksual berisiko terinfeksi PMS di kalangan waria. Tidak ada hubungan antara pekerjaan (p-value = 0,799; RP = 1,486) terhadap perilaku seksual berisiko terinfeksi PMS di kalangan waria.Kesimpulan: Saran dari penelitian ini adalah segera dibuatnya peraturan resmi dari pemerintah yang mewajibkan penggunaan kondom di wilayah prostitusi terutama bagi PSK dan pelanggannya. Selain itu perlu juga dilakukan peningkatan informasi dan pengetahuan mengenai perilaku seksual di kalangan waria serta akibat yang ditimbulkan.Kata Kunci: Perilaku, Seksual, Waria , Penyakit Menular Seksual.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Chikungunya di Wilayah Kerja Puskesmas Kutaraya Kabupaten Ogan Komering Ilir Nuryasari Mahani; Misnaniarti; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Demam Chikungunya disebabkan oleh virus famili Togaviridae, genus alfavirus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada September 2009, Kabupaten Ogan Komering Ilir terjadi KLB demam Chikungunya sebanyak 11.598 kasus. Berdasarkan data Puskesmas Kutaraya, demam Chikungunya selalu muncul dari September hingga Desember 2009 sebanyak 45 kasus. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam Chikungunya di wilayah kerja Puskesmas Kutaraya Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2010.Metode : Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan menggunakan studi kasus kontrol. Sampel yang dibutuhkan sebanyak 43 kasus dan 129 kontrol dengan perbandingan 1:3. Selanjutnya, data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square dengan á = 0,05.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pendidikan (ñ-value = 0,017) dengan OR = 2,499 (CI 95% : 1,227-5,090), penggunaan obat anti nyamuk (ñ-value = 0,021) dengan OR = 2,416 (CI 95% : 1,192-4,898), dan kepadatan hunian rumah (ñ-value = <0,0001) dengan OR = 4,961 (CI 95% : 2,363-10,415) terhadap kejadian demam Chikungunya.Kesimpulan : Disarankan untuk meningkatkan hygiene perorangan dan menjaga sanitasi lingkungan yang baik sehingga dapat mengurangi dan mencegah terjadinya demam Chikungunya.Kata kunci : Demam Chikungunya, Sosioekonomi, Perilaku, Lingkungan
Determinan Kejadian Pnemonia pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kemalaraja Kabupaten Ogan Komering Ulu Tri Utami Dewi; Misnaniarti; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pnemonia adalah penyebab nomor satu kematian pada balita di dunia. Cakupan penderita pnemonia terbesar di Kabupaten OKU adalah di wilayah kerja Puskesmas Kemalaraja, yaitu sebesar 21,79% dari 60,87% cakupan penderita pnemonia di Kabupaten OKU. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian pnemonia pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kemalaraja tahun 2010.Metode : Desain penelitian memakai studi kasus kontrol. Sampel minimal yang dibutuhkan sebanyak 30 kasus dan 60 kontrol dengan perbandingan 1:2. Selanjutnya data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-square dengan á = 0,05.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gizi (pvalue = 0,028; OR = 4), pemberian ASI ekslusif (p-value = 0,001; OR = 5,231), kepadatan hunian kamar (p-value = 0,000; OR = 7,5) dan keberadaan anggota keluarga yang merokok (p-value = 0,005; OR = 4,375) dengan kejadian pnemonia pada balita usia 6-59 bulan. Disarankan agar petugas Puskesmas Kemalaraja bersama dengan masyarakat dapat menciptakan lingkungan dan perilaku yang sehat bagi balita seperti tidak merokok di dalam ruangan, memberikan ASI saja sampai usia 6 bulan, memperhatikan kecukupan gizi balita, serta memperhatikan syarat rumah sehat khususnya ruang tidur bagi balita.Kata kunci : Determinan, Pnemonia, Balita
Penerapan Marketing Mix melalui Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih Prima Sari Putri; Nur Alam Fajar; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dalam persaingan di dunia kesehatan khususnya dunia perumahsakitan diperlukan suatu strategi pemasaran yang baik. Suatu strategi pemasaran membutuhkan marketing mix sebagai alat untuk memenangkan persaingan dalam pelayanan kesehatan. Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit AR Bunda telah berusaha menerapkan seluruh unsur marketing mix secara optimal namun tidak diiringi dengan peningkatan jumlah kunjungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan marketing mix di poliklinik kebidanan dan kandungan dalam mencapai target kunjungan pasien.Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan content analysis. Informan berjumlah sebelas orang ditambah satu orang informan ahli yang didapatkan dengan menggunakan teknik snowball sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel place, promotion, physical evidence dan process belum diterapkan dengan baik. Sedangkan variabel price dan people sudah diterapkan dengan baik.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa penerapan marketing mix di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit AR Bunda Prabumulih belum baik. Disarankan bagi pihak humas Rumah Sakit Bunda untuk lebih mengoptimalkan upaya promosi di rumah sakit. Dengan cara lebih aktif lagi melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui seminar-seminar yang dijadikan program rutin rumah sakit dan juga bagi pihak Rumah Sakit Bunda secara keseluruhan untuk lebih memperhatikan kondisi dari Rumah Sakit Bunda dalam hal kebersihan serta kelengkapan fasilitas penunjang.Kata kunci: Marketing mix, Pelayanan Kesehatan
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Program Gizi di Posyandu oleh Ibu yang Mempunyai Anak Balita pada Wilayah Kerja Puskesmas Kertapati Dwi Fatmawati; Fatmalina Febry; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program gizi di posyandu merupakan bagian dari pembangunan kesehatan yang merupakan program pemerintah. Pemanfaatan program gizi di posyandu secara optimal oleh masyarakat secara tidak langsung mampu mengatasi masalah gizi yang terjadi selama ini di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan program gizi di posyandu oleh ibu yang mempunyai anak balita.Metode: Merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara proportional sampling dengan jumlah sampel sebesar 89 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Kai Kuadrat.Hasil Penelitian: Variabel yang secara statistik berhubungan secara bermakna dengan pemanfaatan program gizi di posyandu yaitu variabel: umur balita (p-value=0,01,RP=3,53), pengetahuan (p-value=0,01, RP=3,49), sikap (pvalue=0,02, RP=3,07), persepsi (p-value=0,03, RP=2,84) dan perilaku petugas posyandu (p-value=0,03, RP=2,85). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, perlu adanya peningkatan motivasi dan kualitas pelayanan dari petugas kesehatan pada saat kegiatan posyandu terutama upaya-upaya promosi kesehatan. Kata Kunci: Pemanfaatan, Program gizi, Posyandu
Analisis Perencanaan dan Pengadaan Persediaan Obat Antibiotik melalui Metode ABC Indeks Kritis di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Daerah Besemah Alta Fatra; Misnaniarti; Asmaripa Ainy
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Obat-obatan merupakan salah satu faktor terpenting sebagai penunjang pelayanan pada pasien di rumah sakit. Oleh karena itu rumah sakit harus melakukan perencanaan, pengadaan, dan pengendalian persediaan yang baik dan ketat untuk menghindari terjadinya kekosongan obat yang dapat menghambat proses pelayanan obat.Metode : Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diambil adalah berupa pemakaian obat antibiotik di instalasi Farmasi dan data kuesioner yang dibagikan kepada dokter umum dan spesialis di RSD Besemah. Selain itu juga digunakan penelitian kualitatif, untuk melihat gambaran perencanaan, pengadaaan, penganggaran, dan pengendalian persediaaan obat yang berasal dari data hasil wawancara terhadap informan dan telaah dokumen.Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian didapat bahwa manajemen persediaan obat di Instalasi farmasi RSD Besemah belum berjalan dengan baik, hal ini terlihat dari masih adanya kekosongan obat. Dengan menggunakan Analisis Indeks Kritis ABC didapat kelompok A sebanyak 8 item obat. Pada kelompok B sebanyak 21 item, sedangkan kelompok C sebanyak 32 item. Pengendalian persediaaan dalam pengadaan pada kelompok A Indeks Kritis dilakukan dengan menggunakan model EOQ (Economic Order Quantity) dan ROP (Reorder Poins).Kesimpulan : Secara umum sistem perencanaan dan pengadaan persediaaan obat yang telah dilakukan di RSD besemah belum berjalan dengan baik, hal ini terlihat dengan masih terjadinya kekosongan obat selama periode Januari-Mei 2010 sehingga perlu adanya perencanaan yang lebih efektif dan efisien. Sehingga diharapkan manajemen persediaan obat di Instalasi Farmasi dapat berjalan lebih optimal.Kata kunci : Obat Antibiotik, Investasi, pemakaian, ABC Indeks Kritis, Perencanaaan, Penganggaran, Pengadaaan, Pengendalian.
Hubungan Karakteristik Pejamu terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Klinik DOTS RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja Fenny Etrawati; Asmaripa Ainy; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang kemudian menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Secara Global, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar untuk kasus TB Paru. Berdasarkan konsep segitiga epidemiologi, pejamu merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit termasuk TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pejamu terhadap kejadian Tuberkulosis Paru.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 44 orang, sehingga sampel merupakan seluruh bagian dari populasi. Hasil analisis bivariate akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (pvalue = 0,030; RP = 5,833), pendidikan formal (p-value = 0,041; RP = 4,5), pekerjaan (p-value = 0,034; RP = 6,9) dan status gizi (p-value = 0,016 ; RP = 5,9) terhadap kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara umur (p-value = 1,000; RP = 1,2), status perkawinan (p-value = 0,360; RP = 0,5), penghasilan (p-value = 1,000; RP = 1,1) dan penyakit penyerta (p-value = 0,582; RP = 1,9) terhadap kejadian TB Paru.Kesimpulan: Disarankan bagi penderita untuk memperbaiki faktor risiko yang dapat dikendalikan seperti status gizi yakni dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga ketahanan tubuh.Kata kunci : karakteristik pejamu, tuberkulosis paru
Co-Authors : Samwilson Slamet, : Samwilson Afandi, Ashar Kholik Affandi, Ashar Kholik Agustianto, Nicko Agustine, Farina Eka Ainun Hafilda, Shafira Aji Muhawarman Alta Fatra Alta Fatra, Alta Alvera Noviyani Amayu, Rizka Amiyarsih, Sri Andini, Jeane Andodi Andodi, Andodi Andries Lionardo Andries Lionardo Andries Lionardo, Andries Anita Rahmiwati Annisa Rahmawati Annisa Soraya Salsabila Arnita Hotmauli Ashar Kholik Afandi Asmaripa Ainy Asri Maharani Asri Nur Maulidya Azhar Kholiq Affandi Azizah, Shinta Bella, Febriani Dwi Besral . Budi Hidayat Budi Hidayat Cerah Puspinarti Citra Afny Sucirahayu Citrasari Syarkowi Deasi Novia Della Anggraini Putri Desi Ratnasari Deslima, Nina Destanti, Ruri Dian Hayati Dian Kartika Dian Safriantini Dian Safriantini, Dian Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Dumilah Ayuningtyas Dwi Fatmawati Dwi Fatmawati, Dwi Eka Setiawati Elfi Yennie Elita Sari Elvi Sunarsih Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Emilya, Melda Erika Pebriyanti Erna Erna Erna Erna Eva Nanda, Eva Exsan Utomo Fatmalina Febry Febriani Dwi Bella Fenny Etrawati Feranita Utama Feranita Utama Fitri Ibtiah Fitri Ibtiah, Fitri Fitrianti Fitrianti Fitrianti, Fitrianti Fitrianto, Aidil Fretty, Heni Gusti Tri Wahyuni Hadi Pratomo Haerawati Haerawati Haerawati Idris Haerawati Idris, Haerawati Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Hasanah, Putrie Uswatun Hasbullah Thabrany Heni Marini Henni Febriawati Hisar M Manalu HM Zulkarnain Icon Harizon Idris, Haerawari Ikhsan Ikhsan Indah Fasha Palingga Indah Yuliana Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Ira Fitria Yuniarti Irwan Kurniawan Isnurhadi Isnurhadi Iwan Dakota Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jafar Arifin, Jafar Jeannita Sri Agustini Purba Junadi, Purnawan Juniarti Juniarti Khoirunnisa, Salsabila Kurnia Sari, Wulan Lailfasha, Fafirra Laura Dwi Pratiwi Legiran Legiran Lesmana, Oka Lismayoni Lismayoni M. Zulkarnain M. Zulkarnain Mardiati Nadjib Marisa Rayhani Marisa Rayhani Maryanto, Hendri Mauliana, Resty Maulina Sari, Desri Mawaddah Assupina Mayel, M. Iqbal Mohammad Zulkarnain Mohammad Zulkarnain Monica Tiara Samboina Mufarika, Rully Mufarikha, Muhimatul Muhammad Amin Arigo Saci Muhammad Hasan Muhammad Hasan Mutiara Wahyuliana Nadjib, Mardiati Najmah Maulaya Najmah, Najmah Najwa Nurul Izzah Namira Azzura Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati Nina Deslima Nopi Aprilia Novi Nazilah Novi Nazilah Novia Sri Anda Yani Noviadi, Pitri Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Novrinda, Hilza Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurhasanah Nurhasanah Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha Nurrobikha, Nurrobikha Nurul Rahma Nuryasari Mahani Nuryasari Mahani, Nuryasari Oka Lesmana Oktarizal, Hengky Patresia, Retta Pebriyanti, Erika Permana Putra, Dicky Pitaloka, Rolla Prima Sari Putri Prima Sari Putri, Prima Sari Pujiyanto Pujiyanto Pujiyanto, Pujiyanto Purnamasari, Gita Purnawan Junadi Purwoko, Bambang Putri Kemala Destari Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Rafiqy, Muhammad Rahmat Izwan Heroza Ratih Oktarina Ratih Oktarina Retri Primasari Retri Primasari, Retri Reztia Handayani, Reztia Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Mutahar Risnawati Tanjung Rizki Nurul Fatimah Rizky Putri Pratiwi Rizma Adlia Syakurah Rizma Adlisyakurah Robiatul Adawiyah Rostika Flora Rostika Flora Rostika Flora Rudi Chendra Rudy Chendra Saleh Saleh Salwa Safirah Samboina, Monica Tiara Samwilson, Samwilson Sarri, Merri Nurmala Saskia Rahma Irawan Septiani, Siti Ariffah Sherin Andrea Putri Silvi Ariyanti Siti Halimatul Munawarah Siti Khodijah Parinduri Siti Soleha Sri Agustini Sri Yuliani Frisilia Dewi Suhendra, Ahmad Adi Susanti, Fitria Aryani Sutari Sutari Syafhira, Adinda Syakurah , Rizma Adlia Thabrany, Hasbullah Tri Utami Dewi Tri Utami Dewi, Tri Utami Tri Wisesa Soetisna Tri Wisesa Soetisna, Tri Wisesa Trihono Trihono Trihono, Trihono Try Any Widyastuti, Try Any Vanya Gita Purnamasari Virna Widora Saputri Virna Widora Saputri Vivi Yulaswati Wahyu Dwi Ari Wibowo Wahyuni, Nenny Wely Trisna Aprinanda Wely Trisna Aprinanda, Wely Trisna Wijaya, Dhandi Windusari, Windusari Yarnis Yarnis Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yuanita Windusari Yulaswati, Vivi Yuliarni Yuliarni Yuni Lasmita Yuni Lasmita yuniarti, ira fitria Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnain, HM Zulkarnain, HM Zulkarnain, Mohammad