Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Respon Klinik Kaptopril dan Kombinasi Amlodipin-Kandesartan Pada Pasien Hipertensi Urgensi Nugroho, Agung Endro; Presticasari, Hardiyani; Rahmawati, Fita
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i3.67258

Abstract

Hipertensi urgensi didefinisikan sebagai hipertensi akut parah yang tidak terkontrol tanpa disertai kerusakan organ dengan tekanan darah sistolik ≥180 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥110 mmHg. Kaptopril, Amlodipine dan Kandesartan merupakan obat yang banyak digunakan sebagai terapi hipertensi urgensi dengan target penurunan tekanan darah dalam waktu 24-48 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Kaptopril dan kombinasi Amlodipin-Kandesartan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat maupun bangsal rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cohort retrospektif dan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap catatan medik pasien hipertensi urgensi di salah satu RS pemerintah Kota Magelang periode Januari - Desember 2020. Jumlah subyek penelitian sebanyak 66 pasien, terdiri dari 30 pasien kelompok Kaptopril dan 36 pasien kelompok kombinasi Amlodipine-Kandesartan. Hasil dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan signifikan dalam menurunkan tekanan darah antara Kaptopril dan kombinasi Amlodipin- Kandesartan (p>0,05) pada 24 jam setelah terapi. Kaptopril mampu menurunkan tekanan darah sistolik 205,6±17,14 mmHg menjadi 149,27±20,7 mmHg atau menurun 27,40% dalam waktu 24 jam. Sedangkan,  kombinasi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah sistolik dari 202,36±18,58 mmHg menjadi 149,33±20,95 mmHg atau menurun 26,20% dalam waktu 24 jam. Kaptopril menurunkan tekanan darah diastolik 114,47±8,54 mmHg menjadi 89,17±8,36 mmHg atau menurun 22,10% dalam waktu 24 jam. Sedangkan, kombinsi Amlodipin-Kandesartan menurunkan tekanan darah diastolik dari 116,69±10,95 mmHg menjadi 90,06±11,94 mmHg atau menurun 22,83% dalam waktu 24 jam.
Terapi Pada Pasien COVID-19 derajat berat/kritis Di Salah Satu Rumah Sakit Yogyakarta Luthfiana, Farisa; Nugroho, Agung Endro; Puspitasari, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.70344

Abstract

Pasien gejala ringan sampai sedang banyak mengalami perbaikan setelah mendapatkan pengobatan, akan tetapi pada pasien gejala berat/kritis di ICU memiliki mortalitas yang lebih tinggi walaupun telah mendapatkan terapi. Terapi yang ditemukan dilapangan masih sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pola pengobatan pasien COVID-19 gejala berat/kritis di salah satu rumah sakit Yogyakarta Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk case series pada 10 pasien COVID-19 gejala berat/kritis yang membaik dan 10 pasien COVID-19 gejala berat/kritis yang meninggal, data diambil secara retrospektif melalui rekam medik pasien COVID-19 rawat inap pada periode 1 Januari -31 Juli 2021. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif dalam bentuk rata-rata/persentase untuk mendapatkan gambaran pola penggunaan obat. Penelitian ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi praktisi dan referensi dalam penelitian selanjutnya mengenai pola penggunaan obat pasien COVID-19 gejala berat/kritis. Kelompok pasien meninggal 100 % menggunakan antivirus, 100 %  menggunakan antibiotik, 90% menggunakan antiinflamasi, 80% antikoagulan dan terapi tambahan ( 60 % N-Acetyl Cysteine (NAC), 10% kolkisin). Kelompok pasien membaik 100 % menggunakan  antivirus, 100% menggunakan antibiotik, 80 % menggunakan antiinflamasi, 90% menggunakan antikoagulan, terapi tambahan (90% NAC, 30% kolkisin). Antibiotik dan antivirus merupakan golongan obat yang banyak digunakan pada kedua kelompok dan kelompok pasien membaik dan kelompok pasien membaik mendapatkan terapi tambahan (NAC dan Kolkisin) lebih banyak dibanding kelompok meninggal, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat dari terapi tambahan pada pasien COVID-19 berat/kritis.
Pengaruh Pemberian Leaflet Digital terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Osteoartritis dan Pengobatannya Raditya, Rakta; Nugroho, Agung Endro; Ikawati, Zullies
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.83880

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan salah satu bentuk penyakit artritis yang kerap ditemukan dan berdampak besar dalam masalah kesehatan di masyarakat. Informasi yang jelas dan lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami dibutuhkan sebagai landasan dalam membangun program pengobatannya. Seiring dengan perkembangan media berbasis internet, leaflet digital dapat digunakan sebagai media pemberian informasi tersebut. Penelitian bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan masyarakat dan untuk mengetahui dampak pemberian leaflet digital terhadap peningkatan pengetahuan OA dan pengobatannya. Penelitian kuasi eksperimental dilakukan dengan desain pre-test dan post-test kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang melibatkan 91 peserta dari kalangan masyarakat umum di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 14-28 Desember 2022. Pemberian leaflet digital dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Pengetahuan peserta terkait OA dan pengobatannya diukur menggunakan kuisioner. Rata-rata pengetahuan pre-test peserta (78,90±12,10) menunjukkan bahwa peserta sudah memiliki pengetahuan terkait OA dan pengobatannya. Rata-rata nilai post-test kelompok kontrol (83,19±12,44) lebih kecil dari kelompok perlakuan (87,39±12,59). Peningkatan nilai pengetahuan pada kelompok kontrol (3,40±12,11) juga lebih kecil dari kelompok perlakuan (8,98±10,76). Hasil uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney memperlihatkan pemberian leaflet digital dapat meningkatkan pengetahuan OA dan pengobatannya secara signifikan dalam kelompok perlakuan (p=0,000) tetapi peningkatan nilai pengetahuan kelompok kontrol tidak berbeda signifikan dengan perlakuan (p=0,052).
Profil Penggunaan Granulocyte Colony Stimulating Factor (G-Csf) Pada Pasien Kanker Dengan Neutropenia di RSUP Dr. Kariadi Semarang Ningsih, Diana Rachma; Murwanti, Retno; Nugroho, Agung Endro
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i1.86467

Abstract

Kejadian neutropenia pada pasien kanker disebabkan 90% akibat kemoterapi. Penundaan pengatasan neutropenia dapat menyebabkan risiko terjadinya febril neutropenia sehingga menyebabkan tingginya mortalitas. Pasien kanker dengan neutropenia dapat diberikan terapi granulocyte colony stimulating factor (G-CSF), yang dapat mengurangi kejadian febril neutropenia, lama perawatan, menurunkan jumlah angka kesakitan dan kematian pada pasien kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil penggunaan G-CSF pada pasien kanker dengan neutropenia. G-CSF yang digunakan adalah Filgrastrim dan Lenograstrim. Penelitian ini menggunakan Retrospective Cohort Study dengan observational analitik yang dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Data penelitian dikumpulkan secara retrospektif menggunakan catatan medik pada periode 2019-2022. Sampel penelitian diperoleh 56 subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian pasien kanker dengan neutropenia  lebih banyak terjadi pada pasien kanker non hematologi sebesar (62,5%) dengan rentang usia paling banyak terjadi pada pada 18-60 tahun (78,6%). Grade neutropenia yang diamali pasien paling banyak yaitu neutropenia severe (55,3%), sedangkan pada neutropenia moderatre sejumlah (32,2%), dan neutropenia mild sebesar (12,5%). Profil penggunaan G-CSF pada pasien kanker dengan neutropenia di RSUP Dr. Kariadi yang diteliti yaitu Filgrastrim dan Lenograstrim. Pasien yang diberikan Filgrastrim sejumlah (73,2%) dan yang diberikan Lenograstrim sejumlah (26,8%). 
Comparison Among Proton Pump Inhibitor Inducing Pneumonia in Hospital: Narrative Review Sari, Juwita Permata; Nugroho, Agung Endro; Widyati, Widyati
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.88612

Abstract

Critically ill patients requiring intensive care unit (ICU) are highly vulnerable to the emergence of stress-related gastrointestinal bleeding, a condition closely associated with unfavorable clinical outcomes. Despite advancements in preventive measures, antimicrobial therapies, and supportive medical care, ventilator-associated pneumonia (VAP) and hospital-acquired pneumonia (HAP) continue to effect morbidity and mortality rates significantly. Hospital-acquired pneumonia (HAP) is characterized as a form of pneumonia that does not manifest during the period of hospital admission but rather emerges 48 hours or later after the patient has been admitted. In contrast, VAP occurs after 48 hours of having an endotracheal tube in place. Proton pump inhibitors (PPIs) are used prophylactically to manage stress ulcers in critically ill patients. However, recent scholarly literature has drawn attention to a potential link between using acid-suppressing medications and an increased susceptibility to pneumonia. The precise mechanism through which these acid suppressors might elevate the risk of pneumonia remains unclear. The primary objective of this study was to assess the prevalence of pneumonia associated with different types of proton pump inhibitors. We conducted an extensive literature search using keywords such as "(omeprazole or pantoprazole or lansoprazole or esomeprazole or rabeprazole), ICU, Pneumonia" on two prominent electronic databases: Scopus and PubMed. We identified fourteen articles meeting our inclusion criteria, which were categorized into four groups based on the type of proton pump inhibitor: omeprazole, esomeprazole, lansoprazole, and pantoprazole. The results of this narrative review revealed varying risk levels associated with using different proton pump inhibitors for pneumonia. Esomeprazole had the highest risk level, at 48.84%, followed by lansoprazole at 27.85%, omeprazole at 22.5%, and pantoprazole at 19.94%.
Efektivitas H2-Receptor Antagonist dan Proton Pump Inhibitor sebagai Profilaksis Stress Ulcer pada Pasien dengan Ventilator Mekanik Saroh, Muya; Nugroho, Agung Endro; Pramantara, I Dewa Putu
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.88994

Abstract

Pasien kritis lebih berisiko mengalami stress ulcer yang dikarenakan oleh perubahan perfusi mukosa lambung, penurunan faktor pelindung mukosa dan peningkatan asam lambung, sehingga menyebabkan risiko perdarahan saluran pencernaan bagian atas. Pemberian profilaksis stress ulcer direkomendasikan pada pasien yang memiliki faktor risiko terjadinya perdarahan stress ulcer, terutama pasien dengan penggunaan ventilator mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efikasi PPI dan H2RA sebagai profilaksis stress ulcer pada pasien dengan penggunaan ventilator mekanis.Pada studi kohort retrospektif ini, data diperoleh dari rekam medis pasien ICU dengan penggunaan ventilator mekanis di RSUD Kabupaten Temanggung dari bulan Juni 2021 hingga Mei 2023. Sebanyak 153 pasien menenuhi kriteria inklusi yang terbagi menjadi 81 pasien pada kelompok H2RA dan 72 pasien pada kelompok PPI. Efikasi profilaksis stress ulcer dinilai berdasarkan kejadian perdarahan saluran pencernaan, dikatakan memiliki efikasi yang baik jika tidak terjadi perdarahan. Kejadian perdarahan saluran cerna pada kelompok H2RA adalah 19 (23,5%) dan kelompok PPI adalah 15 (20,8%). Secara statistik tidak terdapat perbedaan efikasi profilaksis stress ulcer H2RA dan PPI dalam mencegah kejadian perdarahan saluran cerna bagian atas pada pasien dengan penggunaan ventilator mekanis (RR 1,126; 95% CI 0,619-2,047; p=0,697).
Kajian Efek Samping Pada Pasien Kanker Payudara Dengan Regimen Paclitaxel-Epirubicin-Fluorouracil di RSUD Kabupaten Temanggung Kustanto, Satya Prima; Murwanti, Retno; Nugroho, Agung Endro
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.89064

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang banyak terjadi dan sering menyebabkan kematian tertingi pada wanita. Kemoterapi merupakan salah satu modalitas terapi yang direkomendasikan pada pasien kanker payudara yang dinilai efektif namun menghasilkan efek samping dan berefek toksik pada sel normal. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui gambaran kejadian efek samping obat hematologi dan non hematologi yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kabupaten Temanggung pada bulan Juni-Juli 2023 dengan rancangan cohort retrospective study melalui data sekunder dari rekam medis dan data laboratorium. Dari 47 pasien yang menjalani kemoterapi mingguan dengan regimen kombinasi paclitaxel 60mg/m2, epirubicin 50mg/m2 dan fluorouracil 300mg/m2 diamati, kejadian efek samping hematologi yang paling banyak dialami oleh pasien adalah anemia sebanyak 70.2%, leukopenia 55.3%, neutropenia 27.7% dan peningkatan SGOT dan SGPT 12.8%. Efek samping non hematologi yang paling banyak terjadi adalah rambut rontok 91.5%, mual 82.9%, stomatitis 61.7%, kuku menghitam 48.9%, reaksi hipersensitivitas 46.8%, neuropati perifer 31.9%, sembelit 27.7% dan diare 10.6%.
Systematic Review: Nanopartikel dari Bahan Obat Tradisional Indonesia Pradana, Theophani Bagas; Nugroho, Agung Endro; Martien, Ronny
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i4.91236

Abstract

Tanaman obat di Indonesia memberikan berbagai manfaat, namun menghadapi kendala dalam aktivitas farmakologi, kelarutan dalam tubuh, dan disolusi obat yang rendah. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penggunaan sediaan nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penelitian sebelumnya tentang pembuatan sediaan nanopartikel dari tanaman obat di Indonesia dan manfaatnya dalam meningkatkan aktivitas farmakologi. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan melakukan pencarian literatur melalui berbagai portal jurnal seperti Google Scholar, Science Direct, dan Scopus, dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis sediaan nanopartikel yang umum digunakan melibatkan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery Systems (SNEDDS), nanoemulsi, dan nanosuspensi. Sediaan nanopartikel dari tanaman obat di Indonesia umumnya memiliki ukuran partikel yang memenuhi standar, berkisar antara 1-1000 nm, dan termasuk dalam golongan monodispersi dengan nilai polidispersitas <0,3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan nanopartikel ini secara signifikan meningkatkan disolusi obat dibandingkan dengan sediaan non-nanopartikel. Peningkatan disolusi obat tersebut berdampak positif pada aktivitas farmakologi dari tanaman obat di Indonesia. Dari tinjauan literatur, dapat disimpulkan bahwa tanaman obat di Indonesia dapat dikembangkan menjadi sediaan nanopartikel, dan penerapan sediaan nanopartikel ini dapat meningkatkan aktivitas farmakologi tanaman obat tersebut.
Analisis Kesesuaian Biaya Medis Langsung Terhadap Tarif INA-CBGs Pada Pengobatan Pasien Bedah Digestif Di Rawat Inap RSUD Undata Riyanto, Ratna Dewi Setiarini; Endarti, Dwi; Nugroho, Agung Endro
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 1, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i1.22497

Abstract

ABSTRAK  Bedah digestif melibatkan prosedur pada organ-organ dalam sistem pencernaan dan seringkali menimbulkan biaya medis yang substansial di rumah sakit. Saat ini, biaya layanan kesehatan bagi pasien BPJS di bawah skema Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) didasarkan pada tarif paket INA-CBGs. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian biaya medis langsung dibandingkan dengan tarif INA-CBGs dalam pengobatan pasien yang menjalani bedah digestif di rawat inap RSUD Undata. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain studi potong lintang, data dikumpulkan secara retrospektif dari catatan medis selama periode Januari 2020 hingga Desember 2023, dengan sampel sebanyak 110 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis perbedaan biaya medis langsung dibandingkan dengan tarif INA CBG's mengungkapkan kerugian signifikan bagi rumah sakit pada berbagai tingkat perawatan (kelas 1, 2, dan 3) dan tingkat keparahan (berat, sedang, dan ringan). Pasien dengan jumlah diagnosis sekunder yang berbeda dan lama tinggal di rumah sakit juga memberikan kerugian yang substansial, yang lebih menekankan beban keuangan pada rumah sakit. Sebagai kesimpulan, pasien bedah digestif menimbulkan beban keuangan yang signifikan bagi rumah sakit, sebagaimana terbukti oleh disparitas yang signifikan antara biaya medis langsung dan tarif INA CBG's   
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Clinical Outcome Nyeri pada Pasien Diabetes Neuropati di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kota Yogyakarta Dirga, Dirga; Nugroho, Agung Endro; Pramantara, Dewa Putu
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v9i2.388

Abstract

The treatment of diabetic neuropathy pain has not possessed an explicit guideline therapy yet, due to the difference perception towards the respond of pain from certain individu. In indonesia, the data regarding factors that could affect clinical outcome of pain are still limited to the meassurement of tolerance, perception, and sensitivity of certain pain. This study aims to describe the clinical outcome of pain along with the affected factors for diabetic neuropathy patients in Internal Medicine Clinics of Yogyakarta City General Hospital. The design of this This study is an analytical descriptive with cross sectional approach to 81 patients of diabetic neuropathy pain. The pain level measurement of patient is conducted with Visual Analog Scale (VAS) Instrument. The obtained data are analyzed statistically by applying Chi Square and logistical regression analysis. The results of this study showed that 60 patients (74,07%) had reached clinical outcome of pain, and 21 patients (25,93%) had not reached clinical outcome of pain. Factors that affecting clinical outcome of pain to diabetic neuropathy patients were BMI non-obesity (p = 0.043), period of diabetic less than 5 year (p = 0.022), anticonvulsant consuming (p = 0.039), and neurotropic vitamin (p = 0.002). According to the result of multivariate analysis by applying logistical regression test, neurotropic vitamin was claimed as the most influential factor towards clinical outcome of neuropathy pain to diabetic neuropathy patients with p = 0.013, OR = 11.109, and Cl = (1,668-73,970).
Co-Authors . Anindyajati Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Rohman Agung Giri Samudra Alexxander Alexxander, Alexxander Amalia, Retno Amir Husni Amprih Martha, Amprih Andita Pra Darma Arief Nurrochmad Arief Rahman Hakim Atharini, Yanita Harliana Awidarta, Kevin Ciptasari, Debora Purwasista Dani Dwi Agistia, Dani Dwi Dewi Wulandari Dirga Dirga Dita Brenna Septhea Djoko Suhardjono, Djoko Doddy Aditya Purnomo Dyaningtyas Dewi Putri Pamungkas Ediati Sasmito Eka Prasasti Nur Rachmani Eka Siswanto Syamsul Endang Lukitaningsih Farisa Luthfiana Fita Rahmawati Fredie Irijanto Gunawan Pamudji Widodo HARI PURNOMO HARI PURNOMO Harno Dwi Pranowo I Dewa Gde Mayun Permana I Dewa Putu Pramantara Ignatius Ryan Adriawan, Ignatius Ryan Ika Nurzijah Ika Puspitasari Ika Yuni Astuti Illian, Didi Nurhadi Isnaini, Puti JOKO TRI WIBOWO Kasih, Nirvane Zefanya Kazutaka maeyama KAZUTAKA MAEYAMA Khoerul Anwar Kiki Damayanti, Kiki Kustanto, Satya Prima Lina Widiyastuti Lini Veriony, Lini M. Djatmiko Marbun, Prajona Marchaban, Marchaban Martien, Ronny Maulana Tegar AdityaNugraha Maulita Cut Nuria Meiyanto, Edy Mohamad Andrie MOHAMAD ASPOLLAH SUKARI Mohamad Aspollah Sukari, Mohamad Aspollah Nanang Fakhrudin, Nanang Ningsih, Diana Rachma Novena Yety Lindawati, Novena Yety Novianti, Feby Galuh Nugroho, Nidhar Ainu Faza Nurul Maziyyah Pamungkas P, Dyaningtyas Dewi Pradana, Theophani Bagas Pramantara, Dewa Putu Presticasari, Hardiyani Priyasana, I Putu Probosuseno Probosuseno, Probosuseno PUGU NOVI ARSITO Puji Astuti Pulungan, Yulianasari Purwantiningsih, Purwantiningsih Putri, Cyndi Yulanda Raditya, Rakta Ratna Asmah Susidarti Ratnawati, Galuh Retno Murwanti Rina Susilowati risha fillah fithria Riyanto, Ratna Dewi Setiarini Riyanto, Sugeng Rizaldy Pinzon Rommy Ronny Martien Santoso, Bilal Subchan Agus Saputra, Yuli Edy Sardjiman . Sari, Juwita Permata Sarmoko Sarmoko Saroh, Muya Siswanto, Soni Sitarina Widyarini Siti Sendari Soraya, Fenthy Soraya, Fenthy Subagus Wahyuono Sudarsono, Sudarsono Sudibyo Martono Sugeng Riyanto SUGENG RIYANTO Sukmarini, Zhafira Supardjan A. Margono Susilowati, Sri Sutji Suwidjiyo Pramono SUWIJIYO PRAMONO Tivanie, Riza Ayu Tri Murti Andayani Umar Anggara Jenie Untari, Meta Kartika Wahyono Wahyono Widyati, Widyati Yance Anas Yose V. Sagala, Yose Yosi Bayu Murti Zamzani, Irfan