Articles
Implementasi Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas V
Syafaah, Dwi Suryaning Nurus;
Nugroho, Aryo Andri;
Nuruliarsih, Nuruliarsih
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiepp.v4i2.482
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan implementasi pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas V di SDN Sambirejo 02. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan tes. Pada Prasiklus menunjukkan hasil belajar peserta didik 56% ketuntasan klasikal. setelah melalui siklus I, menunjukkan hasil belajar peserta didik tingkat ketuntasan klasikal 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 85% peserta didik menyatakan ketuntasan terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan penerapan pendekatan TaRL, karena mereka merasa dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuan individu dan menikmati kerjasama dalam kelompok. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan TaRL dapat efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas V.
Implementasi Model Problem Based Learning Berbantuan Media Visual terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1B
Maula, Naila Rahma;
Nugroho, Aryo Andri;
Prastyo, Kartiko Dian
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiepp.v4i2.483
Pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1B cenderung mendapatkan hasil belajar yang rendah dikarenakan kurangnya melibatkan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran dan masih menggunakan metode yang konvensional (teacher centered). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model pembelajaran problem based learning dengan bantuan media visual dalam meningkatkan hasil belajar kelas 1B SD Supriyadi Semarang. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian tindakan kelas dengan melaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas 1B SD Supriyadi, terdiri atas 17 laki-laki dan 11 perempuan dengan total 28 peserta didik. Data hasil belajar peserta didik didapatkan melalui metode tes berupa isian. Data penelitian kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model problem based learning berbantuan media visual dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dari setiap siklus. Ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar pra-siklus adalah 56 dan ketuntasan belajar 25%. Sikus 1 menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 74 dengan ketuntasan belajar 57%. Hasil belajar siklus 2 menunjukkan peningkatan dengan rata-rata 88 dan ketuntasan belajar 89%.
Analisis Pendidikan Karakter Disiplin Peserta Didik melalui Budaya Sekolah di Sekolah Dasar
Hanifa, Alfirda Nur;
Nugroho, Aryo Andri;
Nuriafuri, Rafika
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiepp.v4i2.486
Pendidikan di Indonesia saat ini menekankan pengetahuan dan tidak menekankan nilai karakter perlu adanya pembiasaan serta keteladanan dalam membentuk karakter peserta didik. Sekolah sudah seharusnya menjadi tempat untuk menanamkan pendidikan karakter peserta didik, karena pendidikan karakter akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar peserta didik melalui penerapan nilai-nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimanakah implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah di SDN Sendangmulyo 02 Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik SDN Sendangmulyo 02 Semarang. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah di SDN Sendangmulyo 02 Semarang dilakukan dengan cara pembiasaan kegiatan rutin, keteladanan, dan pengkondisian. Dengan adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antar warga sekolah merupakan faktor pendukung keberhasilan dalam menanamkan pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi pendidikan karakter disiplin yang dimiliki peserta didik melalui budaya sekolah adalah dari diri sendiri dan kontrol dari orang tua ketika di rumah.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran IPAS Kelas IV di SD
Maula, Naila Rahma;
Nugroho, Aryo Andri;
Prastyo, Kartiko Dian
Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP)
Publisher : ELRISPESWIL - Lembaga Riset dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54371/jiepp.v4i2.502
Seorang pendidik dihadapkan pada beragam tantangan ketika menjalankan proses pembelajaran, termasuk keberagaman karakteristik peserta didik. Salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran adalah kemampuan guru untuk menyesuaikan dengan berbagai karakteristik dan minat peserta didik. Pembelajaran diferensiasi merupakan pendekatan yang mengakomodasi keberagaman dalam gaya belajar murid, di mana guru memfasilitasi sesuai dengan kebutuhan individu. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam tentang bagaimana pembelajaran IPAS yang diferensiasi dilaksanakan dan dampaknya pada pembelajaran deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dengan menggunakan lembar pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat beberapa tahapan yang harus dipenuhi dalam pembelajaran IPAS yang berdiferensiasi. Tahapan tersebut mencakup pemetaan kebutuhan murid melalui asesmen non-kognitif, perencanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, serta evaluasi dan refleksi terhadap proses pembelajaran. Penerapan pembelajaran IPAS yang berdiferensiasi memberikan dampak positif bagi murid, seperti peningkatan semangat dan antusiasme selama pembelajaran berlangsung.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Peserta Didik Sekolah Dasar
Harmika, Akbar Tsabet Al-Bahr;
Ngurah Ayu Nyoman Murniati;
Afina Farkhahani;
Aryo Andri Nugroho
Jurnal Lensa Pendas Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jlp.v9i2.4064
The aim of this research is to determine the effectiveness of the problem based learning model in improving the mathematical literacy skills of elementary school students. This research is quantitative research using a pre-experimental design with one group pretest posttest type. The population of this study was class V students at SDN Sarirejo. Sampling was carried out using a saturated sampling technique. The sample for this research was all class V students at SDN Sarirejo, totaling 28 students. This research data collection technique uses pretest and posttest. The data analysis techniques used in processing the data are the normality test as a prerequisite test and the N-gain test to test the hypothesis. The results of this research show that the problem based learning model is effective in improving the mathematical literacy skills of elementary school students. The results of the N-gain test obtained a value of 0.64 which is in the criteria for increasing moderate mathematical literacy skills. So, learning should be centered on students and the teacher should only be a facilitator. In this way, students can further explore their abilities, including mathematical literacy abilities.
Creative Thinking Process of Kinesthetic Male Students in Solving Mathematics Problems in Elementary School
Ishabu, La Suha;
Nugroho, Aryo Andri
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 25, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Various concepts have been introduced in every lesson to improve students' mathematical analytical ability. This paper introduces a new concept to improve students' creative thinking ability based on kinesthetic learning style in solving math problems. The uniqueness of Kinesthetic male students' creative thinking process in elementary school can be seen when a person can solve problems correctly, use accurate and different approach strategies, create the correct solution process, and produce unique and new products. The primary purpose of this research is to describe the uniqueness of Kinesthetic male students' creative thinking process in solving mathematics problems in elementary school. The method used in this study is qualitative. The subjects in this study were fifth-grade students of SD Negeri 7 Dobo, Aru Islands Regency. The instrument used in this study was a student creativity test on geometry. This research resulted in a valuable lesson that Male Subjects with Kinesthetic Learning Styles have different uniqueness in solving mathematics. The discovery of correct ideas can prove this by presenting more than one different and correct approach and solution strategy and the discovery of a correct and unique (unusual) answer completed by kinesthetic male students at their stage of development or level of knowledge. Keywords: uniqueness of creative thinking process, mathematical problem solving, male subject, kinesthetic learning style. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v25i1.pp313-328
Gaya Belajar (Learning Style) Dalam Pembelajaran PBL Mata Pelajaran Matematika:Studi Kasus di Kelas 2 SD
Fajarsari, Dewi Aprilia;
Wakhyudin, Husni;
Suwarni, Suwarni;
Nugroho, Aryo Andri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14363
Gaya Belajar (Learning Style) merupakan cara atau teknik yang dilakukan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Tentu tiap-tiap peserta didik mempunyai gaya belajar yang beraneka ragam. Masih ditemukan kesulitan pada sejumlah peserta didik saat memahami materi ajar matematika, di mana salah satunya dipicu oleh ketidak akuratan gaya pembelajaran yang diaplikasikan oleh tenaga pendidik. Tujuan dilangsungkannya penelitian ini guna memahami dan mengetahui ketepatan gaya belajar matematika bagi peserta didik. Guna menunjang aktivitas pembelajaran berkualitas, tentu penting bagi guru untuk mengakumulasikan sejumlah informasi yang memiliki keterkaitan dengan gaya belajar peserta didik. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif. Melalui proses penelitian yang telah dilangsungkan, diperoleh hasil bahwa gaya yang akurat bagi peserta didik untuk aktivitas pembelajaran matematika cenderung didominasi dengan gaya belajar kinestik sebesar 46%, sedangkan sisanya memiliki gaya belajar visual sebesar 12% dan auditori 42%. Berdasar pada hasil tersebut, diperoleh simpulan bahwa peserta didik Kelas 2 SD Negeri Sarirejo Semarang mempunyai gaya pembelajaran yang beraneka-ragam dengan kuantitas tidak merata, namun memiliki dominasi bergaya belajar kinestetik. Hal tersebut mengindikasikan bahwa mereka mudah memahami materi dengan pengaruh gerakan atau kinetika.
Keefektifan Bermain Peran dan Keterampilan Bercerita untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Parlinah, Parlinah;
Nugroho, Aryo Andri;
Handayani, Arri
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/mpp.v16i2.13194
Research problems: (1) is role playing effective to improve emotional intelligence of children aged 5-6 years?, (2) is there a difference in emotional intelligence of children aged 5-6 years before and after role playing?, Research objectives: (1) describe increasing emotional intelligence of children aged 5-6 years through role playing, (2) describing the differences in emotional intelligence of children aged 5-6 years before and after role playing. The type of research used is quasi-experimental research or quasi-experimental design. Based on the results of data analysis and discussion, it can be concluded that statistically after being calculated using SPSS 16.0 for windows there is an effective influence of role playing on the emotional intelligence of children aged 5-6 years, this can be seen based on the results of calculations using SPSS 16.0 for windows by comparing between the t value resulting from t count with the t table value. From the table it is known that the value of the Independent Sample t-test (tcount) is 14,331 and the t table is 2,160 with a p value of 0.000. Because the t-count value t-table or ip value 0.05, it is said that there is an average difference between the emotional intelligence of children aged 5-6 years in the experimental group and the control group. So Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there is an effective influence of role playing on the emotional intelligence of children aged 5-6 years and there is a difference before and after role playing on children's emotional intelligence after being calculated using the paired sample test t test with the result 0.00 0.05 then Ha is accepted at TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari Pekalongan City. Besides, the results of the research that the researchers have done can be concluded that role playing can improve the emotional intelligence of children in TK Muslimat NU Masyithoh 08 Kramatsari Pekalongan City.
Pengembangan Media Tas Papan Flanel untuk Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini
Chodijah, Siti;
Nugroho, Aryo Andri;
Purnamasari, Iin
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/mpp.v16i2.13207
This study aims to determine: (1) the need for learning media for Early Childhood Educators (PAUD) in improving language skills in early childhood. (2) Learning Media Development Procedures that are suitable for use in improving early childhood language skills. (3) The implementation of the use of Learning Media using flannel board bags in improving expressive language skills in early childhood. This research method uses the development model developed by Borg Gall. Brog and Gall argues that the Research and Development (RD) approach in education includes ten steps. The main purpose of this research and development method is used to produce products and determine the feasibility of the products developed in the form of flannel board bags. Data collection techniques used interviews, FGD (Focus Group Discussion), observation and validation questionnaires from material experts and media experts. Data analysis technique using validity test, reliability test, effectiveness test, practicality test, descriptive statistical analysis, and Wilcoxon Signed Ranks Test. The conclusion is that learning with flannel board bags can improve expressive language skills in early childhood.Â
PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PROGRAM PENDIDIKAN INDONESIA HERITAGE FOUNDATION (IHF)
Karimah, Fijanatul;
Sagala, Anita Candra Dewi;
Nugroho, Aryo Andri
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 8, No 1 (2022): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp3.v8i1.12972
Pendidikan Anak Usia Dini yang disingkat menjadi PAUD, Merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani. Perkembangan anak yang perlu diperhatikan adalah dalam menumbuhkan perilaku yang memiliki ciri-ciri nilai karakter yang baik yang menjadikan anak mampu menghadapi kehidupan saat dewasanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan nilai-nilai karakter anak diantaranya nilai kejujuran, kesopanan dan nilai kemandirian di TK Muslimat NU Masyithoh 19 “Annisa†Jenggot Kota Pekalongan. Dalam mengembangkan kemampuan nilai-nilai karakter juga diperlukan adanya kerjasama peran orang tua dalam melakukan pembiasaan yang sudah dilakukan disekolahan. Metode pendekatan dalam penelitian ini secara umum adalah menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tujuan untuk memunculkan suatu produk yang baru. Hasil dari penelitian ini adalah Kenaikan hasil kemampuan nilai-nilai karakter dalam program pendidikan Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang dilakukan dengan terintegrasi dalam pembelajaran sekaligus pembiasaan dikehidupan sehari-hari yang mampu memaksimalkan perkembangan kemampuan nilai karakter anak itu sendiri.