Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Induksi Kalus dan Embrio Somatik Tanaman Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Reza Ramdan Rivai; Ali Husni; Agus Purwito
Buletin Agrohorti Vol. 2 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.693 KB) | DOI: 10.29244/agrob.2.1.49-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh protokol yang tepat dalam menginduksi kalus dan embrio somatik tanaman jambu biji merah.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan September 2012 sampai dengan bulan Maret 2013. Penelitian tersusun atas dua percobaan yaitu percobaan pertama merupakan induksi kalus dan percobaan kedua merupakan induksi embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan perlakuan zat pengatur tumbuh R1 (5 mg l-1 2.4-D), R3 (5 mg l-1 2.4-D + 1 mg l-1 BAP) dan R6 (2.5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) merupakan perlakuan terbaik untuk menginduksi kalus kompak pada 4 minggu setelah tanam (MST), sedangkan untuk menginduksi kalus remah didapatkan media dengan perlakuan zat pengatur tumbuh terbaik yaitu R5 (5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP). Embrio somatik primer terbentuk pada perlakuan R2E4 (2.5 mg l-1 2.4-D dipindahkan ke 1 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) dan perlakuan R5E4 (5 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP dipindahkan ke 1 mg l-1 2.4-D + 2 mg l-1 2-iP) masing-masing pada 12 dan 16 MST.
Keragaan In Vitro dan In Vivo Hibrida Somatik antara Solanum melongena cv. Dourga dengan Solanum torvum Sw. Agus Joko Santoso; Ali Husni; Agus Purwito
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.092 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.4.65-74

Abstract

Terung adalah tanaman yang mudah terserang oleh banyak jenis penyakit. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit tersebutadalah dengan mengintroduksi sifat ketahanandari kerabat liarnya melalui fusi protopas. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari keragaan in vitro dan in vivo hibrida somatik hasil fusi protoplas Solanum melongena cv. Dourga dengan Solanum torvum Sw.  Penelitian ini merupakan penelitian faktor tunggal dengan tujuh taraf klon, yaitu Solanum melongena cv. Dourga (SM), Solanum torvum Sw. (ST), dan 5 klon hibrida somatik (SMST1,  SMST2, SMST3, SMST4, and SMST5) yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Peubah yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang tangkai daun, jumlah akar, panjang akar, jumlah buku, warna batang, warna tangkai daun, jumlah duri pada permukaan daun, dan bentuk lobus daun. Pada kondisi in vitro, pertumbuhan Solanum torvum Sw. berbeda sangat nyata dengan kelima klon hibrida somatik. Klon SMST1, SMST2, dan SMST4 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik  dari klon SMST3 dan SMST5. Pada kondisi in vivo, klon-klon yang diuji memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan Solanum torvum Sw.
Manajemen Panen dan Pasca Panen Edible Flower di Cidadap, Kota Bandung Muhammad Reza Zakie; Diny Dinarti; Agus Purwito
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 1 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i1.46577

Abstract

Kegiatan penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Cidadap, Kota Bandung dari 27 Januari hingga 25 Mei 2019. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mengetahui permasalahan panen dan pasca panen edible flower di perusahaan dan dapat menemukan cara penanganan pasca panen yang baik. Edible flower memerlukan aspek pasca panen yang tepat agar tetap terjaga kesegaran dan penampilan bunga hingga sampai di tangan konsumen. Aspek teknis yang dilakukan adalah pemasangan instalasi NFT, pembuatan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Aspek yang dipelajari bagian pengemasan akhir edible flower. Pengujian daya simpan pada tiga jenis edible flower Pansy (Viola x wittrockiana), Viola (Viola tricolor), dan Dianthus (Dianthus caryophillus) pada suhu 10 ℃ dan 20 ℃. Ketiga jenis bunga ini dapat mempertahankan kualitas hingga tujuh hari di penyimpanan suhu 10 ℃ hari dibanding dengan suhu 20 ℃ yang hanya bertahan hingga hari ketiga setelah panen. Kata kunci : hidroponik NFT, kualitas edible flowers, penyimpanan
Induksi Proliferasi Tunas Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) melalui Organogenesis dengan Penambahan IAA dan BAP Ratna Trisnawati; Ni Made Armini Wiendi; Agus Purwito
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 1 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i1.46585

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) merupakan tumbuhan khas Kalimantan Tengah yang digunakan sebagai obat tradisional oleh suku Dayak. Teknologi kultur jaringan dapat digunakan untuk keperluan budidaya Bawang Dayak dalam menghasilkan kualitas benih yang baik dan ketersediaan benih yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mempelajari respon eksplan mata tunas vegetatif dari umbi Bawang Dayak dengan penambahan IAA dan BAP. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh komposisi zat pengatur tumbuh IAA dan BAP yang optimal untuk perbanyakan tanaman Bawang Dayak secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan II, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Oktober 2018 sampai Juni 2019. Penelitian ini terdiri dari 3 percobaan terpisah yang masing-masing menggunakan jenis eksplan dan perlakuan berbeda setiap percobaan. Percobaan I, proliferasi tunas aseptic umbi Bawang Dayak. Percobaan II, induksi proliferasi tunas dengan penambahan IAA dan BAP. Percobaan III, induksi tunas dari umbi ex vitro Bawang Dayak. Percobaan I, eksplan ditanam pada media perbanyakan KC2 dan MS13K. Percobaan II dan III.a disusun menggunakan rancangan perlakuan faktorial disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), terdiri dari 2 faktor, yaitu IAA (0.0, 0.5, 1.0, 1.5 mg L-1) dan BAP (0.0, 1.0, 2.0, 3.0 mg L-1). Percobaan III.b terdiri atas 3 faktor, yaitu IAA (0.0, 0.5, 1.0, 1.5 mg L-1), BAP (0.0, 1.0, 2.0, 3.0 mg L-1), dan GA3 (0.0, 1.0, 2.0, 3.0, 4.0 mg L-1). Media perlakuan KC2 memiliki rataan jumlah tunas lebih tinggi sebesar 1.93 tunas per eksplan dibandingkan dengan media MS13K sebesar 1.42 tunas per eksplan. Media perlakuan IAA 1.0 mg L-1 dan media perlakuan BAP 3.0 mg L-1 berpengaruh sangat nyata dalam pembentukan tunas sebesar 6.5 tunas per eksplan. Subkultur kedua, media perlakuan IAA 1.5 mg L-1 berpengaruh sangat nyata dalam pembentukan tunas sebesar 3.3 tunas per eksplan. Media perlakuan IAA 1.5 mg L-1 + BAP 3.0 mg L-1 berpengaruh sangat nyata dalam pembentukan daun sebesar 5.7 daun per eksplan dibandingkan dengan media perlakuan yang lain. Kata kunci: Benzil Amino Purin, eksplan, Indole Acetic Acid, in vitro
Pengembangan Metode Devigorasi dengan Pengusangan Cepat untuk Menduga Vigor Daya Simpan Benih Jagung (Zea mays L.) Anjani, Imas Galuh; Suhartanto, Muhammad Rahmad; Purwito, Agus
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48432

Abstract

Penurunan mutu benih atau deteriorasi merupakan salah satu penghambat dalam produksi benih jagung dan umumnya terjadi selama penyimpanan benih yang ditandai dengan turunnya viabilitas dan vigor benih sehingga mengakibatkan jeleknya pertanaman serta menurunnya hasil. Pengusangan cepat secara kimia merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui percepatan penurunan kualitas benih dengan memanfaatkan kinerja uap etanol. Pengusangan ini dilakukan oleh APC IPB 77-1 MM yang berfungsi melakukan devigorasi benih baik secara fisik dengan uap panas maupun secara kimia dengan etanol. Hasil dari pengujian ini akan digunakan untuk menduga vigor daya simpan (VDS) benih jagung sehingga pemanfaatan dan pengolahan benih jagung dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Biofisika Benih, Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dari bulan Maret 2019 hingga Agustus 2019. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan. Percobaan pertama yaitu metode pengusangan dengan menyimpan benih pada kelembaban 98% dan suhu 40 oC selama 10 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu varietas jagung. Percobaan kedua yaitu pengusangan cepat benih jagung secara kimia dengan etanol 96% menggunakan APC IPB 77-1 MM. Rancangan yang digunakan adalah RKLT satu faktor varietas jagung. Hasil percobaan menunjukkan alat pengusangan cepat IPB 77-1 MM dapat digunakan untuk menduga penurunan vigor daya simpan pada benih jagung. Pengujian pengusangan cepat secara kimiawi lebih efektif dan efisien dalam menentukan nilai vigor daya simpan karena membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Hasil perbandingan secara deskriptif menunjukkan bahwa APC IPB 77-1 MM dapat menunjukkan urutan nilai vigor daya simpan benih kelima varietas jagung yang sama dengan percobaan pengusangan dengan metode penyimpanan pada suhu dan kelembaban tinggi. Kata kunci: Alat Pengusang Cepat IPB 77-1 MM, etanol, kemunduran benih, penyimpanan terkonrol
Pengelolaan Pemupukan di Perkebunan Pisang Cavendish Klon DM2 Lampung Timur, Lampung Anwar, Syaiful; Dinarti, Diny; Purwito, Agus
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48440

Abstract

Pisang merupakan buah tropis yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, sehingga dibutuhkan peningkatan produksi buah pisang yang tinggi dengan kualitas yang baik melalui manajemen pemupukan. Kegiatan penelitian bertujuan mempelajari pengelolaan pemupukan pisang Cavendish klon DM2 di Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2019. Pengamatan pengelolaan pemupukan meliputi konsep 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) dan evaluasi produksi. Analisis data hasil penelitian menggunakan Uji t-student. Hasil pengamatan di areal dibandingkan dengan standar dari Departemen Research and Development. Pemupukan di kebun telah memenuhi kriteria tepat kerja. Ketepatan realisasi dosis pupuk Urea, Kiesrite, dan ZnSO4 telah tepat dosis, sedangkan pupuk KCl dan Petro cas kurang tepat dosis. Realisasi waktu pemupukan belum memenuhi standar kebun. Ketepatan cara pemupukan Urea, KCl, dan Petro cas telah memenuhi kriteria, namun Kiestrite dan ZnSO4 belum memenuhi standar kebun. Semua jenis pupuk belum tepat tempat saat aplikasi kecuali pupuk ZnSO4. Umur buah rata-rata yang dipanen pada sampel blok pengamatan belum maksimal dengan lebar buah yang masih di bawah standar kebun. Jumlah sisir dan hasil bobot tandan juga masih lebih rendah dibandingkan standar kebun. Kata kunci: pisang, pupuk, produksi, tandan
Produksi Tanaman Anyelir (Dianthus chinensis L.) sebagai Tanaman Hias Pot dan Hamparan di Cianjur, Jawa Barat Prasetyawati , Adinda; Kartika, Juang Gema; Purwito, Agus
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.48533

Abstract

Pembibitan tanaman hias biasanya menghasilkan banyak varietas anyelir. Keragaman morfologi antar varietas (dalam satu spesies) memberikan keleluasaan bagi konsumen dalam memilih produk yang akan dibeli. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai produksi, kriteria panen komoditas anyelir serta mengevaluasi kelayakan usaha tani dari komoditas tersebut. Penelitian dilakukan di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, pada bulan Januari hingga April 2020. Terdapat 2 percobaan, yaitu (1) mengamati perbedaan 2 varietas anyelir yang diproduksi sebagai tanaman hias pot; varietas anyelir yang diamati memiliki kode DNT 417 dan DNT 917; dan (2) mengamati perbedaan 2 varietas anyelir yang diproduksi dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman hamparan, varietas anyelir yang diamati memiliki kode DNT 103 dan DNT 123. Secara umum keempat varietas yang diamati (untuk anyelir pot dan polibag) yang diproduksi dengan menggunakan prosedur standar perusahaan dapat memenuhi standar mutu yang ditetapkan perusahaan. Nilai R/C ratio pada tanaman anyelir pot dan anyelir polibag yaitu 3.47 dan 2.53. Nilai R/C ratio pada komoditas anyelir pot dan anyelir polibag menunjukkan hasil >1 yang berarti usahatani layak dijalankan dan bersifat menguntungkan. Kata kunci: analisis usaha tani, Caryophyllaceae, kriteria panen, R/C ratio
Co-Authors , Asnawatr , Nurhasanah , Rustikawati , Samanhudi , Suharsono , Supenti . LUKMAN A. Dinar Ambarwati Abimantara, Grandisa Cahya Agus Joko Santoso Agus Joko Santoso Alberta Dinar Ambarwati Alberta Dinar Ambarwati Alberta Dinar Ambarwati Ali Husni Ali Husni Ali Husni Ali Husni Ali Husni Ali Husni Alina Akhidaya Ambarwati, Alberta Dinar Ambarwati, Alberta Dinar Amrullah, Rizki Abi Anas D Susila Andri Ernawati Anjani, Imas Galuh Antonius Suwanto Arif Satria Arifin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto ARSYAD, MIRZA ARSIATY ARSYAD, MIRZA ARSIATY Asep Setiawan Atra Romeida Awang Maharijaya Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Branco, Luis Manuel Budi Marwoto Budi Marwoto Budi Winarto Catur Herison Chaireni Martasari Dewi Sukma Dian Puji Rahayu Didy Soepandi Didy Soepandi, Didy Didy Sopandie DINARTI, DINY Dini Dinarti Diny Dinarti DWI ANDREAS SANTOSA Dyah Manohara Dyah Retno Wulandari Dyah Retno Wulandari E. Suryaningsih Endah Retno Palupi Endang Gunawan ENDANG SUHENDANG Enny Sudarmonowati Enny Sudarmonowati Enny Sudarmonowati Eri Sofiari Erni Suminar Fathur Rahmi, Atika Fitri Rachmawati Fitri Yulianti G. A. Wattimena G. A. Wattimenal GA Wattimena GA Wattimena Gustaaf Adolf Wattimena Gustaff Adolf Wattimena Gustav Adolf Wattimena H . M. Machmud HAJRIAL ASWIDINNOOR Hartati, Raden Roro Sri Harti, Heri Herison, Catur Herman, Muhamad Herman, Muhammad I Made Arisudana Putra Ida Hanarida Ika Mariska Ika Mariska Imas Sukaesih Sitanggang Indriati Husain Inez H.S. Loeddin Suharsono Irdika Mansur ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR ISMAIL MASKROMO Ismail Maskromo Iswari S. Dewi J. K. J. Laisina J. M. Pasaribu Juang Gema Kartika Julius D. Nugroho Kalsum Yulifar, Andi Sri Ummi Kartiman, Roni Kartiman, Roni Karyanti ,, Karyanti Kikin H Mutaqin Komang Trisna Wirakusuma Kosasih, Akhmad KRISTIANTO NUGROHO, KRISTIANTO Laela Sari Laela Sari Laela Sari laela Sari, laela LAREKENG, SITI HALIMAH M. Herman M. Machmud Maharijaya, dan Awang Marlin Marlin MASKROMO, ISMAIL Mastur Mastur Matjik, Nurhayati Anshori MATTJIK, NURHAYATI ANSHORI Megayani Sri Rahayu Memen Surahman Meynarti Sari Dewi Ibrahim Meynarti Sari Dewi Ibrahim Meynarti Sari Dewi Ibrahim Mia Kosmiatin Mia Kosmiatin Mia Kosmiatin Mira Humaira Mohamad Prayogi Muhamad Herman Muhammad Alwi MUHAMMAD HERMAN Muhammad Herman Muhammad Mahmud Muhammad Reza Zakie MUHAMMAD SYUKUR Ni Made Armini Wiendi Noor Farid Nur Laela Wahyuni Meilawati Nurhajati Ansori Mattjik NURHAYATI ANSHORI MATTJIK Nurhayati Ansori Mattjik NURITA TORUAN-MATHIUS Nurliani Bermawie Nurul Khumaida Nurwita Dewi Prasetyawati , Adinda Prima Muklisa PUJI LESTARI Purba, Dumaris Priskila Putra, Heriansyah Putri, Halida Adistya Ragapadmi Purnamaningsih RAGAPADMI PURNAMANINGSIH Ratna Trisnawati Ravenska, Nidya Rd. Selvy Handayani Rd. Zainal Frihadian REFLINUR REFLINUR Retno Prihatini Reza Ramdan Rivai Reza Ramdan Rivai Ridho Kurniati Ridho Kurniati Rizki Abi Amrullah Roedhy Poerwanto Roni Kartiman Roni Kartiman Rr Sri Hartati Rr Sri Hartati, Rr Sri Rr. Sri Hartati RR. Sri Hartati Rr. Sri Hartati Rubiyo Rubiyo Rubiyo Rubiyo Rubiyo Rubiyo Rubiyo Rubiyo S. M. Sumaraow S. M. Sumaraw S. Sudarsono Sari, Dewi Citra Sari, Laela SATRIYAS ILYAS Sembiring, Rinawati SIENTJE MANDANG SUMARAW Sientje Mandang Sumaraw SITI HALIMAH LAREKENG, SITI HALIMAH Slamet Susanto Slamet, Alim Setiawan Sobir Sobir Sri Rianawati Sudarmonowati, Enny Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono, dan SUDARSONO, nFn SUDARSONO, nFn SUDARSONO, SUDARSONO Sudirman Yahya Suhartanto , M. Rahmad Suhartanto, Muhammad Rahmad Sukma, Dewi Sumaraow, S. M. Sumaraw, S M Surjono Hadi Sutjahjo Suryanah Suryanah Suryaningsih, E. Suryo Wiyono Susiyanti . Suskandari Kartikaningrum Syaiful Anwar Syarifah Iis Aisyah TRI JOKO SANTOSO Tri Muji Ermayanti Tri Muji Ermayanti Tri Muji Ermayanti Tri Wiji Nurani Warid Warid Willy Bayuardi Suwarno Winarto, dan Budi Wulandari, Dyah Retno Wulandari, Dyah Retno Yopi Kurniawan