Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH AKTIVITAS FISIK SENAM DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU RUMAH TANGGA YANG DIDIAGNOSIS HIPERTENSI DI PUSKESMAS CARENANG KABUPATEN SERANG Ladyani, Festy; Anggunan, Anggunan; Rival, Adrian; Zulkifli, Dede Rifki
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14342

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang merupakan masalah di Indonesia. Hipertensi adalah keadaan dimana seseorang dinyatakan mengalami peningkatan tekanan darah di atas batas normaL. Bagi penderita hipertensi, olahraga dapat membantu sehingga tidak perlu mengonsumsi obat penurun tekanan darah, salah satu olahraga atau aktivitas fisik yang dapat dilakukan adalah senam. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh aktivitas fisik senam dengan tekanan darah pada ibu rumah tangga yang didiagnosis hipertensi di Puskesmas Carenang Kabupaten Serang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 32 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Diketahui Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum aktivitas fisik senam adalah 157.50 mmHg dan 82.81 mmHg. Sesaat setelah senam didapatkan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat menjadi 190.63 mmHg dan  93.44 mmHg. 20 menit sesudah senam mengalami penurunan  kembali menjadi 156.00 mmHg dan 81.25 mmHg. 
Hubungan Kualitas Kuliah Online Dengan Intensitas Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung Angkatan 2020 Darmawan, Ricky; Lestari, Sri Maria Puji; Mustofa, Festy Ladyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16258

Abstract

Pandemi Covid-19 memaksa perguruan tinggi untuk beralih ke sistem pembelajaran online. Pembelajaran online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Intensitas belajar dapat tergantung pada berbagai faktor seperti Kualitas pembelajaran online. Mengetahui hubungan kualitas kuliah online dengan intensitas belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung angkatan 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 91 responden. Analisis data menggunakan uji statistik uji chi-square. Diketahui bahwa dari 91 responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 63 responden (69.2%) sedangkan usia bahwa dari 91 responden sebagian besar berusia 23 tahun sebanyak 60 responden (65.9%). Dan sebagian mahasiswa menilai kualitas kuliah online yang baik sebanyak 65 responden (71.4%). Memiliki intensitas belajar yang baik sebanyak 72 responden  (79.1%). Ada hubungan yang signifikan antara kualitas kuliah online dengan intensitas belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung angkatan 2020 dengan (p-value= 0.000).
Persepsi Masyarakat Mengenai Pemberian Vaksinasi Booster di Wilayah Kerjapuskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Fitrihanny, Leona Ferdha; Yulyani, Vera; Jhonet, Aswan; Mustofa, Festy Ladyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.043 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10480

Abstract

ABSTRACT Covid-19 vaccination is one of the government's efforts to deal with the Covid-19 pandemic in Indonesia, especially booster vaccinations where there is a decrease in effectiveness after the second dose. The Lampung region has very low program achievements. This is influenced by people's perceptions of the vaccine itself. To approach public perception regarding the effectiveness of giving booster vaccinations in the working area of the Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung, in 2022. Qualitative study using a descriptive design with a phenomenological approach, with a purposive sampling technique. The number of informants who were interviewed was 10 people and 1 of them was a key informant. The results obtained from this study are the public's perception of the specifications in the form of perceived benefits, perceived obstacles and incentives to act. Not all people consider that vaccines are effective and useful, some cancel that vaccines are only a condition for travel and a condition for receiving assistance. The people who receive it are also prohibited on government advice. Keyword: Perception, Covid-19 Vaccination, Society  ABSTRAK Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya vaksinasi booster dimana adanya penurunan efektivitas paska dosis dua. Wilayah Lampung memiliki capaian vaksinasi yang masih sangat rendah. Hal ini dipengaruhi oleh persepsi masyarakat mengenai vaksin itu sendiri. Mengeksplorasi persepsi masyarakat mengenai efektivitas pemberian vaksinasi booster di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa indah Bandar Lampung tahun 2022. Penelitian kualitatif rancangan deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Jumlah informan  yang dilakukan wawancara sebanyak 10 orang dan 1 diantaranya sebagai informan kunci. Berdasarkan hasil pada penelitian didapatkan dari penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap adanya vaksinasi berupa persepsi manfaat, persepsi hambatan dan dorongan untuk bertindak. Tidak semua masyarakat menilai bahwa vaksin efektif dan bermanfaat, ada pula yang beranggapan bahwa vaksin hanya sebagai syarat perjalanan dan syarat menerima bantuan. Masyarakat yang menerima vaksin pun didasari atas anjuran pemerintah. Kata Kunci: Persepsi, Vaksinasi Covid-19, Masyarakat
Hubungan Karakteristik Lansia yang Divaksinasi Booster Pfizer Covid-19 Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung Paranggai, Elhi Andi; Yulyani, Vera; Mustofa, Festy Ladyani; Hermawan, Dessy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.089 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10444

Abstract

ABSTRACT The elderly are one of priority groups for vaccine recipients after health worker.  COVID-19 vaccination is an effort to break the chain of COVID-19 transmission of COVID-19. Vaccine booster aims to increase individual protection, because there is a decrease in antibodies after 6 months of receiving the primary dose. However, vaccine booster can cause Adverse Event Following Immunization (AEFI). Rajabasa Indah Health Center is a health service that provides Pfizer COVID-19 booster vaccinations. To know the correlation characteteristics of elderly who had been vaccinated Pfizer booster COVID-19 with adverse event following immuniation in the working ares of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City, 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire. Based on the results, there are correlation between monthly income (p=0,019<0,05) and comorbid history (p=0,048<0,05) over AEFI in elderly and there are no correlation between gender (p=0,956<0,05), age (p=0,380<0,05) and COVID-19 history (p=0,788<0,05) over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. There are correlation between monthly income and comorbid history over AEFI in elderly and there are no correlation between gender, age and COVID-19 history over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. Keyword: Adverse Event Following Immunization, Booster, COVID-19, Elderly  ABSTRAK Lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok prioritas penerima vaksin setelah tenaga kesehatan. Vaksinasi COVID-19 merupakan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19 Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) bertujuan untuk meningkatkan proteksi individu, karena terjadi penurunan antibodi setelah 6 bulan menerima vaksin dosis primer. Namun, pemberian vaksin dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Puskesmas Rajabasa Indah merupakan layanan kesehatan yang melayani vaksinasi booster Pfizer COVID-19. Mengetahui hubungan karateristik lansia yang divaksinasi booster Pfizer COVID-19 dengan kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Banadr Lampung tahun 2022. Penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Pengambilan sampel yang digunakan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 124 responden. Berdasarkan hasil pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p=0,019<0,05) dan riwayat komorbid (p=0,048<0,05) terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,956>0,05), usia (p=0,380>0,05) dan riwayat COVID-19 (p=0,788>0,05) terhadap KIPI di wilayah kerja Puskesmas Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022. Terdapat hubungan antara pendapatan dan riwayat komorbid terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia dan riwayat COVID-19 dengan kejadian KIPI pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022.   Kata Kunci: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,  Booster, COVID-19, Lansia.
Distribusi penyebab hernia nukleus pulposus lumbal Ladyani, Festy; Jannah, Siti Syafitri Raudhatul; Wulandari, Mardheni; Amroisa, Raden Ayu Neilan
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1559

Abstract

Background: Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a common musculoskeletal disorder, particularly in hospitals. HNP occurs when the core of the intervertebral disc (nucleus pulposus) protrudes through a gap in the annulus fibrosus in the lower (lumbar) spine, compressing surrounding nerves. Purpose: To identify the causative factors of lumbar herniated nucleus pulposus (HNP). Method: This descriptive, analytical, cross-sectional study was conducted at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in March with a sample size of 63 respondents. Purposive sampling was used, with data analysis using the Chi-Square test to identify risk factors between variables. Results: The majority of respondents were elderly (44 respondents (69.8%) and older (42 respondents (66.7%), with a BMI of 35 (55.6%) having obesity, and the majority of respondents (47 respondents (74.6%) being employed. Conclusion: The most influential causal factor for lumbar herniated disc (HNP) was age, with an OR of 1.556. Furthermore, gender (OR of 1.734), BMI (OR of 0.873), and occupation (OR of 0.447) were also associated with no risk of developing HNP. Keywords: Herniated Nucleus Pulposus; Lumbar. Pendahuluan: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering ditemukan khususnya di rumah sakit. HNP terjadi akibat kondisi ketika inti dari diskus intervertebralis (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui celah di annulus fibrosus yang terjadi di tulang belakang bagian bawah (lumbal), dan dapat menekan saraf di sekitarnya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung dan dilaksanakan bulan Maret dengan jumlah sampel 63 responden. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk melihat faktor resiko antara variabel. Hasil: Distribusi usia responden mayoritas adalah seorang lansia >50 tahun sebanyak 44 responden (69.8%), laki- laki sebanyak 42 responden (66.7%), dengan IMT obesitas paling banyak 35 responden (55.6%), dan mayoritas responden yang bekerja sebanyak 47 responden (74.6%). Simpulan: Faktor penyebab HNP lumbal yang paling berpengaruh adalah kategori usia dengan nilai OR= 1.556. Selain itu, variabel jenis kelamin dengan nilai OR=1.734, variabel IMT dengan nilai OR=0.873, dan pekerjaan dengan nilai OR= 0.447 (tidak beresiko terkena HNP). Kata Kunci: Hernia Nukleus Pulposus; Lumbal.      
Integrating Gastrointestinal and Dental Management in Analgesic-Associated Dyspepsia Ladyani, Festy; Warganegara, Indramayanti; Fitriyani, Ida; Janah, Wiwin Wildaniatul; Saputra, Yogi Dwi Praja; Purnamasari, Yuli Tri; Pasa, Zada Damar; Nazsiroh, Miftha
Biomedical Research and Theory Letters Vol. 1 No. 1 (2025): Biomedical Research and Theory Letters
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/brtl.v1i1.65

Abstract

Dyspepsia is a prevalent gastrointestinal disorder that manifests as epigastric pain, nausea, bloating, postprandial discomfort, and burning sensations in the upper abdomen, often triggered by irregular eating patterns, stress, or the consumption of irritant foods and beverages such as coffee, spicy meals, and fatty products, but it can also be induced by prolonged use of non‑steroidal anti‑inflammatory drugs (NSAIDs). In Indonesia, self‑medication with analgesics remains widespread, yet its impact on dyspepsia in primary care settings is rarely documented, making this study relevant to highlight the clinical features and therapeutic management of drug‑induced dyspepsia. A 39‑year‑old woman presented to Way Halim II Primary Health Center in Bandar Lampung with persistent nausea, vomiting, epigastric pain, bloating, and retrosternal burning after consuming sodium diclofenac daily for three months to relieve untreated dental pain, combined with frequent coffee intake. Endoscopic and laboratory findings were normal, while dental radiography revealed an impacted molar, indicating the underlying source of chronic analgesic use. Clinical data were obtained through anamnesis, physical examination, laboratory evaluation, and imaging, and management consisted of proton pump inhibitor therapy (omeprazole 20 mg), prokinetic agents (domperidone 10 mg), and lifestyle modification, including avoidance of dietary triggers. The patient was advised to undergo dental extraction to eliminate the primary cause of analgesic dependence but declined due to procedural anxiety. Following therapy, symptoms improved significantly, with reduced nausea and epigastric discomfort, demonstrating the effectiveness of pharmacological intervention combined with behavioral modification. This study emphasizes the novelty of identifying dyspepsia linked to prolonged unsupervised NSAID use in a primary care context, underscoring the importance of early recognition of drug‑induced gastrointestinal disorders, patient education on the risks of self‑medication, and multidisciplinary management that integrates gastrointestinal and dental care. Such an approach is critical to prevent recurrence, improve patient outcomes, and strengthen primary health care responses to common but neglected conditions in resource‑limited settings.
Clinical Management and Lifestyle Intervention for Hypertension in an Elderly Patient at a Primary Health Care Facility in Indonesia Ladyani, Festy; Susi; Mayasari, Yustira; Susanto, Welvin Kurniawan; Anggaraini, Widi; Sari, Widya Karina; Aulia, Wijihan Rusi Nur; Septrihani, Windy; Syväjärvi, Mikael
Biomedical Research and Theory Letters Vol. 2 No. 1 (2026): [Forthcoming Issue] Biomedical Research and Theory Letters
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/brtl.v2i1.82

Abstract

Hypertension remains one of the most prevalent chronic non-communicable diseases worldwide and constitutes a major risk factor for cardiovascular morbidity and mortality, particularly among elderly populations. Despite the availability of effective antihypertensive therapies, blood pressure control remains suboptimal in many patients due to delayed diagnosis, inadequate treatment adherence, and unhealthy lifestyle practices. Primary health care facilities play a critical role in the early detection, management, and long-term monitoring of hypertension, especially in low- and middle-income settings. This study describes the clinical management and outcomes of an elderly patient with poorly controlled hypertension treated at a community-based primary health care center in Bandar Lampung, Indonesia. A 70-year-old woman presented with persistent headaches, dizziness, and fatigue lasting for approximately two weeks. Initial clinical assessment revealed elevated blood pressure of 170/90 mmHg. The patient had a five-year history of hypertension but reported inconsistent use of antihypertensive medication and suboptimal lifestyle behaviors, including frequent caffeine consumption and limited physical activity. Management involved pharmacological therapy using amlodipine at a daily dose of 5 mg, combined with comprehensive non-pharmacological interventions. The patient received individualized counseling focused on lifestyle modification, including dietary salt restriction, reduction of caffeine intake, encouragement of regular physical activity, and routine blood pressure monitoring. Emphasis was also placed on improving medication adherence through patient education and follow-up support. At a two-week follow-up evaluation, the patient demonstrated a clinically meaningful reduction in blood pressure to 150/80 mmHg, accompanied by a marked improvement in reported symptoms. Additionally, the patient showed enhanced understanding of hypertension management and greater adherence to dietary and lifestyle recommendations. These findings underscore the importance of integrated hypertension management strategies in primary care settings, particularly for elderly patients. The combination of appropriate pharmacological treatment, lifestyle modification, and patient education can significantly improve blood pressure control and reduce the risk of long-term complications. Strengthening primary care–based hypertension programs may contribute to better cardiovascular health outcomes at the community level.
Co-Authors Abdul Hafiz Azhari Abdurrohman Izzudin Aditya Aditya Agustina, Rita Ajeng Larasati Ajeng Larasati Akbar, Rizky Akhmad Kheru Alex Leo Saputra Alfarisi, Ringgo Alif Rizky Hafizhdillah Amanda, Adisa Tria Amroisa, Raden Ayu Neilan Andayani, Heny Tri Anggaraini, Widi Anggiani, Julia Anggunan, Anggunan Anisa, Putri Apri Lyanda Arti Febriyani Arti Febriyani Arti Febriyani Hutasuhut Arti Febriyani Hutasuhut Asisah, Sahra Nur Astri Pinilih Aulia, Wijihan Rusi Nur Aziza Bagyayani, Salman Alfarisy Bambang Kurniawan Bambang Rudito Bonita Megamelina Dalfian, Dalfian Dellylah Nurmawati Devi Nilam Laila Safitri Dianing Ayu Yustika Ratu Dwi Sebtelia Dzikra, A Farhan Adz Ega Eryzkia Eko Purnanto Eksa, Dwi Robbiardy Esfandairi, Firhat Fachrurazi Fadilla, Mirafzur Haris Farich, Achmad Febriani Putri, Devita Femina Susanti Fidati Hanifa Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Fitra Editama Fitriani, Dita Fitrihanny, Leona Ferdha Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Ida Fonda Octarianingsih Fonda Octarianingsih Fonda Octarianingsih Shariff Gayatri Putri Kinasih Ghina Salsabilla Hasbie, Neno Fitriyani Hasbie, Neno Fitriyani Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hifta Faradilla Ica Berliana Ika Artini Indra Kumala Ine Ahyar Hasriza Irawan, I Ketut Candra Ismalia Husna Ismalia Husna Janah, Wiwin Wildaniatul Jane Elvina Jannah, Siti Syafitri Raudhatul Jhonet, Aswan Jimbris Kristianto Mombilia Jordy Oktobiannobel Karya, M Ali Afan Kawalis, Yuni Vita Khaerunisa, Hana Nadya Khairunisa Firdani Kurniawan, Agnes Novena Lestari, Sri Maria Puji Lestrari, Sri Maria Puji Maria Ulfa, Ade Mayasari, Yustira Mega, Mega Mohamad Rheza Firmansyah Zamzami Muhamad Ibnu Sina Muhammad Dwi Roynaldo Muhammad Farid Wajdi Muhammad Furqan Satriadi Muhammad Rifky Illahi Muhammad Syobri Muhammad, Miqdad Muslim Kasim Mutia Hoirunnisah Nabella Putri Munggaran Nabila Aurelia Hidayat Nabilah Tarisa Nada Irmilia Sari Nadya Putri Amany Nahlah Fathin Nabilah Nazsiroh, Miftha Nengah Budiarta Ni Ketut Novita Yani Ni Putu Sudiadnyani Nia Trisnawati Nia Triswanti Nia Triswanti Nina Herlina Nina Herlina Novita Putri Nur Fitria Dewi Nur Rohmah Nurmaasari, Yesi nurmalasari, yesi Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Paranggai, Elhi Andi Pasa, Zada Damar Pebriyani, Upik Pinilih, Astri Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Purnamasari, Yuli Tri Purwaningrum, Ratna Putri, Siti Fhatima Novariani Rafie, Rakhmi Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Ratna Purwaningrum Ratna Purwaningrum Renaldy Firdaus Resti Arania Resti Arania, Resti Reychan Gustiawan Putra Ricky Darmawan Rima Nurbaiti Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rival, Adrian Rubby Sacieferra Rusmini, Hetti Sahara, Nita Sani, Nopi Saniyyah Army Gariana Saputra, Yogi Dwi Praja Saputri, Eka Cisilia Sari Rahmada Mulyani Sari, Widya Karina Selvia Anggraeni, Selvia Septrihani, Windy Silvia, Eka Siswandi, Andi Siti Sarah Langki Sjahriani, Tessa Slamet Widodo Sri Maria Puji Lestari Sudiadyani, Ni Putu Sulesa Sulesa Sulistio, Muhammad Supriyati Supriyati Suriadi, Ghulam Muharam Susanto, Welvin Kurniawan Susi Syuhada Syuhada Syväjärvi, Mikael Tiara Dwi Mulyani Toni Prasetia Toni Prasetia Toni Prasetia Tria Yune Triswanti, Nia Tusy Triwahyuni Utami, Githa Erizki Warganegara, Indramayanti Widayanti, Adia Putri Rahma Ayu Woro Pramesti Woro Pramesti Woro Pramesti Wulandari Wulandari Wulandari, Amelia Rizka Wulandari, Mardheni Yessy Nurmalasari Yulyani, Vera Zeni Reviza Safta Firlanda Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhardi, Zulhardi Zulkifli, Dede Rifki