Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kualitas Kuliah Online Dengan Intensitas Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung Angkatan 2020 Darmawan, Ricky; Lestari, Sri Maria Puji; Mustofa, Festy Ladyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16258

Abstract

Pandemi Covid-19 memaksa perguruan tinggi untuk beralih ke sistem pembelajaran online. Pembelajaran online memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Intensitas belajar dapat tergantung pada berbagai faktor seperti Kualitas pembelajaran online. Mengetahui hubungan kualitas kuliah online dengan intensitas belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung angkatan 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 91 responden. Analisis data menggunakan uji statistik uji chi-square. Diketahui bahwa dari 91 responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 63 responden (69.2%) sedangkan usia bahwa dari 91 responden sebagian besar berusia 23 tahun sebanyak 60 responden (65.9%). Dan sebagian mahasiswa menilai kualitas kuliah online yang baik sebanyak 65 responden (71.4%). Memiliki intensitas belajar yang baik sebanyak 72 responden  (79.1%). Ada hubungan yang signifikan antara kualitas kuliah online dengan intensitas belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Malahayati Bandar Lampung angkatan 2020 dengan (p-value= 0.000).
Persepsi Masyarakat Mengenai Pemberian Vaksinasi Booster di Wilayah Kerjapuskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Fitrihanny, Leona Ferdha; Yulyani, Vera; Jhonet, Aswan; Mustofa, Festy Ladyani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.043 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10480

Abstract

ABSTRACT Covid-19 vaccination is one of the government's efforts to deal with the Covid-19 pandemic in Indonesia, especially booster vaccinations where there is a decrease in effectiveness after the second dose. The Lampung region has very low program achievements. This is influenced by people's perceptions of the vaccine itself. To approach public perception regarding the effectiveness of giving booster vaccinations in the working area of the Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung, in 2022. Qualitative study using a descriptive design with a phenomenological approach, with a purposive sampling technique. The number of informants who were interviewed was 10 people and 1 of them was a key informant. The results obtained from this study are the public's perception of the specifications in the form of perceived benefits, perceived obstacles and incentives to act. Not all people consider that vaccines are effective and useful, some cancel that vaccines are only a condition for travel and a condition for receiving assistance. The people who receive it are also prohibited on government advice. Keyword: Perception, Covid-19 Vaccination, Society  ABSTRAK Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya vaksinasi booster dimana adanya penurunan efektivitas paska dosis dua. Wilayah Lampung memiliki capaian vaksinasi yang masih sangat rendah. Hal ini dipengaruhi oleh persepsi masyarakat mengenai vaksin itu sendiri. Mengeksplorasi persepsi masyarakat mengenai efektivitas pemberian vaksinasi booster di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa indah Bandar Lampung tahun 2022. Penelitian kualitatif rancangan deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Jumlah informan  yang dilakukan wawancara sebanyak 10 orang dan 1 diantaranya sebagai informan kunci. Berdasarkan hasil pada penelitian didapatkan dari penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap adanya vaksinasi berupa persepsi manfaat, persepsi hambatan dan dorongan untuk bertindak. Tidak semua masyarakat menilai bahwa vaksin efektif dan bermanfaat, ada pula yang beranggapan bahwa vaksin hanya sebagai syarat perjalanan dan syarat menerima bantuan. Masyarakat yang menerima vaksin pun didasari atas anjuran pemerintah. Kata Kunci: Persepsi, Vaksinasi Covid-19, Masyarakat
Hubungan Karakteristik Lansia yang Divaksinasi Booster Pfizer Covid-19 Dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung Paranggai, Elhi Andi; Yulyani, Vera; Mustofa, Festy Ladyani; Hermawan, Dessy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.089 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10444

Abstract

ABSTRACT The elderly are one of priority groups for vaccine recipients after health worker.  COVID-19 vaccination is an effort to break the chain of COVID-19 transmission of COVID-19. Vaccine booster aims to increase individual protection, because there is a decrease in antibodies after 6 months of receiving the primary dose. However, vaccine booster can cause Adverse Event Following Immunization (AEFI). Rajabasa Indah Health Center is a health service that provides Pfizer COVID-19 booster vaccinations. To know the correlation characteteristics of elderly who had been vaccinated Pfizer booster COVID-19 with adverse event following immuniation in the working ares of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City, 2022. Quantitative study with an analytic approach using a cross-sectional and the instrument used is a questionnaire. Based on the results, there are correlation between monthly income (p=0,019<0,05) and comorbid history (p=0,048<0,05) over AEFI in elderly and there are no correlation between gender (p=0,956<0,05), age (p=0,380<0,05) and COVID-19 history (p=0,788<0,05) over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. There are correlation between monthly income and comorbid history over AEFI in elderly and there are no correlation between gender, age and COVID-19 history over AEFI at working area of Rajabasa Indah Health Center, Bandar Lampung City in 2022. Keyword: Adverse Event Following Immunization, Booster, COVID-19, Elderly  ABSTRAK Lanjut usia (lansia) menjadi salah satu kelompok prioritas penerima vaksin setelah tenaga kesehatan. Vaksinasi COVID-19 merupakan upaya untuk memutus rantai penularan COVID-19 Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (booster) bertujuan untuk meningkatkan proteksi individu, karena terjadi penurunan antibodi setelah 6 bulan menerima vaksin dosis primer. Namun, pemberian vaksin dapat menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Puskesmas Rajabasa Indah merupakan layanan kesehatan yang melayani vaksinasi booster Pfizer COVID-19. Mengetahui hubungan karateristik lansia yang divaksinasi booster Pfizer COVID-19 dengan kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Banadr Lampung tahun 2022. Penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Pengambilan sampel yang digunakan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 124 responden. Berdasarkan hasil pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendapatan (p=0,019<0,05) dan riwayat komorbid (p=0,048<0,05) terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,956>0,05), usia (p=0,380>0,05) dan riwayat COVID-19 (p=0,788>0,05) terhadap KIPI di wilayah kerja Puskesmas Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022. Terdapat hubungan antara pendapatan dan riwayat komorbid terhadap KIPI pada lansia dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia dan riwayat COVID-19 dengan kejadian KIPI pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Kota Bandar Lampung tahun 2022.   Kata Kunci: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,  Booster, COVID-19, Lansia.
Distribusi penyebab hernia nukleus pulposus lumbal Ladyani, Festy; Jannah, Siti Syafitri Raudhatul; Wulandari, Mardheni; Amroisa, Raden Ayu Neilan
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 7 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i7.1559

Abstract

Background: Herniated Nucleus Pulposus (HNP) is a common musculoskeletal disorder, particularly in hospitals. HNP occurs when the core of the intervertebral disc (nucleus pulposus) protrudes through a gap in the annulus fibrosus in the lower (lumbar) spine, compressing surrounding nerves. Purpose: To identify the causative factors of lumbar herniated nucleus pulposus (HNP). Method: This descriptive, analytical, cross-sectional study was conducted at Bintang Amin Hospital in Bandar Lampung in March with a sample size of 63 respondents. Purposive sampling was used, with data analysis using the Chi-Square test to identify risk factors between variables. Results: The majority of respondents were elderly (44 respondents (69.8%) and older (42 respondents (66.7%), with a BMI of 35 (55.6%) having obesity, and the majority of respondents (47 respondents (74.6%) being employed. Conclusion: The most influential causal factor for lumbar herniated disc (HNP) was age, with an OR of 1.556. Furthermore, gender (OR of 1.734), BMI (OR of 0.873), and occupation (OR of 0.447) were also associated with no risk of developing HNP. Keywords: Herniated Nucleus Pulposus; Lumbar. Pendahuluan: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering ditemukan khususnya di rumah sakit. HNP terjadi akibat kondisi ketika inti dari diskus intervertebralis (nukleus pulposus) menonjol keluar melalui celah di annulus fibrosus yang terjadi di tulang belakang bagian bawah (lumbal), dan dapat menekan saraf di sekitarnya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung dan dilaksanakan bulan Maret dengan jumlah sampel 63 responden. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk melihat faktor resiko antara variabel. Hasil: Distribusi usia responden mayoritas adalah seorang lansia >50 tahun sebanyak 44 responden (69.8%), laki- laki sebanyak 42 responden (66.7%), dengan IMT obesitas paling banyak 35 responden (55.6%), dan mayoritas responden yang bekerja sebanyak 47 responden (74.6%). Simpulan: Faktor penyebab HNP lumbal yang paling berpengaruh adalah kategori usia dengan nilai OR= 1.556. Selain itu, variabel jenis kelamin dengan nilai OR=1.734, variabel IMT dengan nilai OR=0.873, dan pekerjaan dengan nilai OR= 0.447 (tidak beresiko terkena HNP). Kata Kunci: Hernia Nukleus Pulposus; Lumbal.      
Gambaran Karakteristik Kasus Vulnus Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RS Bintang Amin Nurdiansyah, Ragil; Ladyani, Festy; Anggunan, Anggunan; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.20911

Abstract

Luka merupakan kondisi terputusnya kontinuitas jaringan yang menyebabkan pemisahan jaringan yang sebelumnya sehat. Setiap kerusakan pada kulit, membran mukosa, atau jaringan di bawahnya dapat dikategorikan sebagai luka, yang dapat berupa luka superfisial sederhana hingga luka kompleks yang melibatkan struktur lebih dalam seperti otot, saraf, dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kasus vulnus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien dengan vulnus pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia dewasa muda 20–45 tahun (86,25%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,75%). Penyebab tersering vulnus adalah kecelakaan kerja (42,5%), diikuti oleh kecelakaan lalu lintas dan penyebab lainnya. Jenis luka yang paling sering ditemukan adalah vulnus laceratum (78,75%). Kesimpulannya, kelompok dewasa muda berjenis kelamin laki-laki merupakan kelompok yang paling banyak mengalami vulnus, dengan kecelakaan kerja sebagai penyebab utama dan vulnus laceratum sebagai jenis luka yang paling dominan.
Analisis perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan HIV/AIDS pada ibu hamil Nur Rohmah; Neno Fitriyani Hasbie; Nopi Sani; Festy Ladyani Mustofa
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1394

Abstract

Background: Examinations during pregnancy, such as HIV/AIDS screening, need to be carried out early. The transmission of the disease from mother to child should be a concern during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. This transmission can be prevented through early testing of pregnant women. The dominant factors influencing HIV/AIDS screening among pregnant women are their level of knowledge and attitudes. Purpose: To analyze differences in knowledge and attitudes of pregnant women regarding HIV/AIDS counseling at the Wede Ar'rachman Primary Clinic in Bandar Lampung. Method: This was a qualitative study using pre-experimental design and pre- and post-test group approaches. The study population was pregnant women. A sample of 30 respondents was selected using a purposive sampling technique. A questionnaire was used as the instrument. Data Analysis Using the Wilcoxon test. Results: Before the counseling session, 17 respondent (56.7%) had poor knowledge and 16 respondent (53.3%) had poor attitudes. After the counseling session, 24 respondent (80%) had good knowledge and 20 respondent (66.7%) had good attitudes. There was a difference in the level of knowledge of pregnant women regarding HIV/AIDS (p-value 0.000) and HIV/AIDS (p-value <0.05), and there was a difference in the level of attitudes of pregnant women regarding HIV/AIDS (p-value 0.000). Conclusion: There is an influence on the level of knowledge and attitudes of pregnant women regarding HIV/AIDS. It is hoped that all pregnant women will undergo HIV testing, and then clinic staff will provide ongoing education about HIV/AIDS.
Perbedaan Indeks Massa Tubuh Pasien Diabetes Melitus Dengan Dan Tanpa Neuropati Diabetik Di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Fahruniza Fahruniza; Festy Ladyani Mustofa; Anggunan Anggunan; Bobby Suryawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.22247

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor yang dapat memperburuk komplikasi kronis pada pasien Diabetes Melitus (DM), termasuk Neuropati Diabetik (ND). Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga berhubungan dengan terjadinya komplikasi neuropati pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan IMT pada pasien DM dengan dan tanpa komplikasi Neuropati Diabetik di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 91 pasien DM. Data diperoleh dari rekam medis, kuesioner Diabetic Neuropathy Symptom (DNS), dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Examination (DNE).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM dengan komplikasi ND paling banyak berada pada kelompok usia 50–59 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Kategori IMT pasien DM dengan ND paling banyak termasuk overweight. Analisis menunjukkan terdapat perbedaan IMT yang signifikan antara pasien DM dengan komplikasi ND dan tanpa komplikasi ND. Nilai mean difference sebesar 5,01 kg/m² dengan 95% confidence interval 3,03–6,99 menunjukkan bahwa rata-rata IMT pasien DM dengan ND lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa ND. Pasien DM yang mengalami komplikasi Neuropati Diabetik memiliki IMT yang secara bermakna lebih tinggi dibandingkan pasien DM tanpa komplikasi. Perbedaan rerata IMT sebesar 5,01 kg/m² mengindikasikan bahwa peningkatan berat badan berpotensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Neuropati Diabetik. Secara klinis, hasil ini menegaskan pentingnya pengendalian berat badan dan pemantauan status gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi neuropati pada pasien DM.
Co-Authors Abdul Hafiz Azhari Abdurrohman Izzudin Aditya Aditya Agustina, Rita Ajeng Larasati Ajeng Larasati Akbar, Rizky Akhmad Kheru Alex Leo Saputra Alfarisi, Ringgo Alif Rizky Hafizhdillah Amanda, Adisa Tria Amroisa, Raden Ayu Neilan Andayani, Heny Tri Anggiani, Julia Anggunan Anggunan Anggunan, Anggunan Anisa, Putri Apri Lyanda Arti Febriyani Arti Febriyani Arti Febriyani Hutasuhut Arti Febriyani Hutasuhut Asisah, Sahra Nur Astri Pinilih Aziza Bagyayani, Salman Alfarisy Bambang Kurniawan Bambang Rudito Bobby Suryawan Bonita Megamelina Dalfian, Dalfian Dellylah Nurmawati Devi Nilam Laila Safitri Dianing Ayu Yustika Ratu Dwi Sebtelia Dzikra, A Farhan Adz Ega Eryzkia Eko Purnanto Eksa, Dwi Robbiardy Esfandairi, Firhat Fachrurazi Fadilla, Mirafzur Haris Fahruniza Fahruniza Farich, Achmad Febriani Putri, Devita Femina Susanti Fidati Hanifa Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Fitra Editama Fitriani, Dita Fitrihanny, Leona Ferdha Fitriyani Fitriyani Fonda Octarianingsih Fonda Octarianingsih Fonda Octarianingsih Shariff Gayatri Putri Kinasih Ghina Salsabilla Hasbie, Neno Fitriyani Hasbie, Neno Fitriyani Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hifta Faradilla Ica Berliana Ika Artini Indra Kumala Ine Ahyar Hasriza Irawan, I Ketut Candra Ismalia Husna Ismalia Husna Jane Elvina Jannah, Siti Syafitri Raudhatul Jhonet, Aswan Jimbris Kristianto Mombilia Jordy Oktobiannobel Karya, M Ali Afan Kawalis, Yuni Vita Khaerunisa, Hana Nadya Khairunisa Firdani Kurniawan, Agnes Novena Lestari, Sri Maria Puji Lestrari, Sri Maria Puji Maria Ulfa, Ade Mega, Mega Mohamad Rheza Firmansyah Zamzami Muhamad Ibnu Sina Muhammad Dwi Roynaldo Muhammad Farid Wajdi Muhammad Furqan Satriadi Muhammad Rifky Illahi Muhammad Syobri Muhammad, Miqdad Muslim Kasim Mutia Hoirunnisah Nabella Putri Munggaran Nabila Aurelia Hidayat Nabilah Tarisa Nada Irmilia Sari Nadya Putri Amany Nahlah Fathin Nabilah Nengah Budiarta Ni Ketut Novita Yani Ni Putu Sudiadnyani Nia Trisnawati Nia Triswanti Nia Triswanti Nina Herlina Nina Herlina Nopi Sani Novita Putri Nur Fitria Dewi Nur Rohmah Nurdiansyah, Ragil Nurmaasari, Yesi nurmalasari, yesi Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Paranggai, Elhi Andi Pebriyani, Upik Pinilih, Astri Prambudi Rukmono Pratama, Sigit Purwaningrum, Ratna Putri, Siti Fhatima Novariani Rafie, Rakhmi Rakhmi Rafie Rakhmi Rafie Ratna Purwaningrum Ratna Purwaningrum Renaldy Firdaus Resti Arania Resti Arania, Resti Reychan Gustiawan Putra Ricky Darmawan Rima Nurbaiti Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rival, Adrian Rubby Sacieferra Rusmini, Hetti Sahara, Nita Sani, Nopi Saniyyah Army Gariana Saputri, Eka Cisilia Sari Rahmada Mulyani Selvia Anggraeni, Selvia Silvia, Eka Siswandi, Andi Siti Sarah Langki Sjahriani, Tessa Slamet Widodo Sri Maria Puji Lestari Sudiadyani, Ni Putu Sulesa Sulesa Sulistio, Muhammad Supriyati Supriyati Suriadi, Ghulam Muharam Syuhada Syuhada Tiara Dwi Mulyani Toni Prasetia Toni Prasetia Toni Prasetia Tria Yune Triswanti, Nia Tusy Triwahyuni Utami, Githa Erizki Widayanti, Adia Putri Rahma Ayu Woro Pramesti Woro Pramesti Woro Pramesti Wulandari Wulandari Wulandari, Amelia Rizka Wulandari, Mardheni Yessy Nurmalasari Yulyani, Vera Zeni Reviza Safta Firlanda Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhardi, Zulhardi Zulkifli, Dede Rifki