Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Ekspresi Enzim Cyclooxygenase-2 pada Pasien Karsinoma Nasofaring Berdasarkan Stadium Dini dan Stadium Lanjut Diflayzer Diflayzer; Sukri Rahman; Hirowati Ali; Yessy Setiawati; Husna Yetti
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.89

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) adalah keganasan yang berasal dari sel epitel nasofaring. Kelangsungan hidup dan prognosis pasien KNF sangat tergantung pada stadium tumor. Pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis dan perkembangan penyakit sangat penting dalam pengelolaan KNF. Salah satu faktor yang berpotensi memainkan peran kunci dalam hal ini adalah enzim cyclooxygenase-2 (COX-2). Peningkatan aktivitas COX-2 dapat memfasilitasi sel-sel tumor untuk memperoleh berbagai kemampuan biologis yang berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan tumor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan ekspresi enzim COX-2 berdasarkan stadium karsinoma nasofaring. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik komparatif numerik tidak berpasangan dua kelompok satu kali pengukuran pada jaringan tumor dalam bentuk blok parafin dari hasil biopsi pasien KNF dan dilakukan pemeriksaan imunohistokimia untuk menilai ekspresi COX-2 pada jaringan tumor KNF yang dibagi menjadi kelompok stadium dini dan stadium lanjut. Data dianalisis secara statistik dengan program komputer dan dinyatakan bermakna jika p<0,05. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan rerata ekspresi COX-2 pada KNF stadium lanjut (69,59±11,75) lebih tinggi dibandingkan dengan KNF stadium dini (47,29±31,04), namun hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,28). Kesimpulan: Terdapat kecenderungan peningkatan ekspresi COX-2 pada stadium lanjut dibandingkan dengan stadium dini, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik.
Diagnosis dan Tatalaksana Squamous Cell Carcinoma Lidah Stadium Dini Fitri Sakinah; Sukri Rahman; Zulda Musyarifah
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.90

Abstract

Latar Belakang: Squamous Cell Carcinoma (SCC) lidah merupakan salah satu keganasan tersering di rongga mulut. Bersifat agresif dengan prognosis yang bervariasi. Meskipun permukaan lidah dapat diperiksa secara langsung, banyak kasus terdiagnosis pada stadium lanjut. Secara global, SCC lidah menyumbang bagian signifikan dari kanker rongga mulut dan memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Secara klinis, kanker lidah bermanifestasi sebagai lesi ulseratif atau infiltratif yang sering menyerupai kelainan jinak sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Laporan Kasus: Telah dilaporkan satu kasus SCC lidah stadium I (T1N0M0) pada seorang perempuan berusia 55 tahun, dilakukan tindakan partial glossectomy kemudian dilanjutkan pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvan pada pasien tersebut. Kesimpulan: Tujuan pengobatan Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma (OCSCC) adalah penyembuhan kanker, memulihkan fungsi dasar seperti berbicara dan menelan, minimalisasi efek samping, serta memperhitungkan risiko kekambuhan. Pembedahan merupakan terapi utama pada kasus SCC lidah stadium dini (T1/T2N0M0). Pemberian radioterapi sebagai terapi adjuvant didasarkan pada hasil batas sayatan pembedahan yang positif atau tipis/dekat (kurang dari 5 mm), invasi perineural, perivaskular serta adanya nodul okulta.
Korelasi Perubahan Kadar Enzim Superoxide Dismutase dan Ambang Dengar pada Penderita Tumor Ganas Kepala Leher yang Mendapat Kemoterapi Cisplatin Rini Yoanita; Rossy Rosalinda; Sukri Rahman; Gestina Aliska; Husna Yetti
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v4i1.92

Abstract

Latar Belakang: Cisplatin dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi untuk induksi atau terapi neoadjuvan pada tumor ganas kepala leher, memiliki berbagai toksisitas yang membatasi dosis dan bersifat kumulatif, bahwa stria vaskularis merupakan awal cedera yang diinduksi oleh Cisplatin. Cisplatin meningkatkan pembentukan reactive oxygen species (ROS) di koklea. Superoksida diubah menjadi hidrogen peroksida baik secara spontan maupun melalui superoxide dismutase (SOD). Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara perubahan konsentrasi enzim antioksidan SOD dan perubahan ambang dengar penderita kemoterapi dengan Cisplatin pada tumor ganas kepala leher. Metode: Penelitian ini menggunakan pretest-posttest one group design pada penderita tumor ganas kepala leher yang mendapat kemoterapi cisplatin dengan dosis 75 mg/m2. Sebelum dilakukan kemoterapi dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni dan pengambilan sampel darah sebagai data awal. Dua minggu sesudah kemoterapi, dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni dan pengambilan sampel darah kembali. Data dianalisis secara statistik dengan program komputer dan dinyatakan bermakna jika p<0,05. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan peningkatan kadar SOD sesudah diberikan kemoterapi cisplatin dengan signifikansi p<0,05. Terdapat peningkatan nilai ambang dengar hantaran tulang pada frekuensi 250, 500, dan 8000 Hz sesudah kemoterapi dengan signifikansi p<0,05. Terdapat korelasi lemah antara kadar SOD dan ambang dengar hantaran tulang pada frekuensi 250, 2000, dan 4000 Hz, dan korelasi sedang pada frekuensi 500, 1000, dan 8000 Hz. Kesimpulan: Pemeriksaan kadar SOD berkorelasi lemah dan sedang terhadap ambang dengar penderita tumor ganas kepala leher yang mendapat kemoterapi cisplatin. Pemeriksaan kadar SOD dapat dijadikan prediktor untuk menilai kondisi stres oksidatif pada kejadian ototoksik sebagai pertimbangan pemberian antioksidan.
Co-Authors Ade Asyari Ade Chandra Ade Chandra Adnani, Syahredi Syaiful Adrian Erindra Afriwardi Afriwardi Ahmad, Baihaqi Aisyah Elliyanti Aisyah Suci Ayudya Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz Al Hafiz Aladin Aladin Almurdi Almurdi Amellya Sucieta Ardiles Arif Fahmi Astri Sentyaningrum Aswin Boy Pratama Aswiyanti Asri Aswiyanti Asri Bambang hermani Beni Indra, Beni Bestari J Budiman Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Cahyono, Arie Danil Armand Debby Apri Grecwin Debby Apri Grecwin Deddy Saputra Defrin Delva Swanda Desmawati Desmawati Dian Noviyanti Diflayzer Diflayzer Dolly Irfandy Dovy Djanas Edward Hariyadi Effy Huriyati Efrida Efrida Eka Nofita Elfira Yusri Elmatris Sy Erlina Rustam Ermayanti, Sabrina Eti Yerizel Eva Decroli Fachzi Fitri Fajar Dirgantara Edward Febri arius sari Firdawati Firdawati Fitra Dwita, Lorensia Fitri Sakinah Gestina Aliska Gestina Aliska Grecwin, Debby Apri Gusti Revilla Hadjat, Fachri Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hafni Bachtiar Hanifatryevi Hanifatryevi Hanum, Fathiya Juwita Hasmiwati Hera Novianti Heru Kurniawan Anwar Kurniawan Anwar Hirowati Ali Hirowati Ali, Hirowati Histawara Subroto Histawara Subroto Husna Yetti I Nyoman Adi Putra Iffah Nisrina Reyatri Ilmiawati, Ilmiawati Irfan Kurnia Irwan Triansyah Irwandanon Irwandanon Jacky Munilson Jacky Munilson Javandi, Muhammad Rayhan Abiyyu Jenny Tri Yuspita Sari Jenny Tri Yuspitasari Karsa, Nadya Dwi Khansa Nihlatiyah Izzati Lili Irawati Lorensia Fitra Dwita M. Abduh Firdaus M. Adib Farhan Malinda Meinapuri Masnadi, Nice Rachmawati Mayetti Mayetti Megawati, Melsi Mela Aryati Melita Husna Melsi Megawati Meuthia Yolanda Mohamad Reza Muhammad Reko Danuwirya Muina Muina Musyarifah, Zulda Nadhifa Naura Reyani Nadya Dwi Karsa Nadya Dwi Karsa Nelvianti Nelson Nirza Warto Novialdi . Novianti, Hera Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nuzulia Irawati Pamelia Mayorita Puja Agung Antonius Putri Rahmawati Rahmadona Rahmadona Rahmi Novira Putri Raina Maghri Jodie Rena Afri Ningsih Restu Susanti Rezi Liawati Rifna Alya Rahman Rifqoh Khotimah Rina Gustuti Rini Yoanita Rizanda Machmud Rizki Saputra Rizki Saputra Roslaili Rasyid Rossy Rosalinda Sagita Yudha Sagita Yudha Sakina Munira Salmiah Agus Salsabilah Arrahman Sara Uzlifah Sari, Jenny Tri Yuspita Selfi Renita Rusjdi Shofi Faiza Siti Nurhajjah Subhan Arif Rahman Syahredi Syaiful Adnani Syamel Muhammad Tika Hakikah Tofrizal Tuti Handayani Udiana Wahyu Deviantari Vaulinne Basyir Widayat Alviandi Yan Edward yandika, kevin rayhan Yayan Akhyar Yenita Yenita Yesi Anggriani Yessy Setiawati Yolazenia Yolazenia Yuliarni Syafrita Yusrawati Yusrawati Yuwono Yuwono Zeino Fridsto Zulda Musyarifah