p-Index From 2021 - 2026
8.838
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Inspiratif Pendidikan Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Perseptual INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Jurnal Psikologi Mandala International Journal of Science and Society (IJSOC) Psyche 165 Journal Journal of Social And Economics Research YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Riwayat: Educational Journal of History and Humanities PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Jurnal Kesehatan Republik Indonesia El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Merpsy Journal journal of social and economic research Jurnal Serina Abdimas Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi)
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA MINDSET DENGAN PEMILIHAN KARIR PADA GENERASI Z Febriyanti, Cindy; Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.27244.2024

Abstract

Pemilihan karir dianggap sebagai sikap inisiatif karena seseorang dapat mengontrol sendiri karir yang ingin mereka jalani. Hal yang dapat diukur dalam melihat kesuksesan seseorang adalah dengan memperhatikan keberhasilan jenjang karir yang dijalankannya. Pemilihan karir yang terencana saat berada dilingkungan sekolah atau kampus memiliki dampak yang luar biasa dalam kesuksesan seseorang. Pada saat ini, generasi Z memiliki kesulitan dalam mencari kerja. Kesulitan pada generasi ini terjadi akibat dari pandemik COVID-19 yang berlangsung kurang lebih selama dua (2) tahun. Mindset adalah rancangan pikiran seseorang atau perspektif yang dimiliki seseorang untuk melihat dan mempelajari berbagai hal yang menurutnya menarik. Seorang individu yang mempunyai fixed mindset memiliki kecenderungan menerapkan tujuan kinerja yang berpusat pada menampilkan kemampuan untuk memenuhi harapan orang lain. Seorang individu yang mempunyai growth mindset memiliki kecenderungan yang berpusat pada tujuan pembelajaran dan mengedepankan perkembangan intelektual serta menyukai tugas yang bersifat menantang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mindset dengan pemilihan karir pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 372 partisipan yang berusia 17 – 24 tahun. Terdapat 2 alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Dweck Mindset Instrument dari Dweck dan Hanson dan Career Decision Scale dari Osipow et al. Analisis data utama diolah dengan menggunakan uji korelasi. Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara mindset dengan pemilihan karir arena hasil korelasi p = 0.877 > 0.05.
HUBUNGAN KUALITAS BERPACARAN DAN KECEMASAN MENIKAH PADA GENERASI Z Intania Mutiasari, Argea; Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.27346.2024

Abstract

Kualitas hubungan adalah hasil evaluasi subjektif mengenai evaluasi negatif atau positif individu kepada pasangannya untuk melihat apakah pasangannya sesuai atau tidak selama menjalani hubungan bersama. Kualitas hubungan yang baik dapat membuat individu lebih bahagia dan menurunkan resiko terkait kesehatan mental seseorang. Sebaliknya ketika individu memiliki kualitas hubungan yang buruk maka dapat mempengaruhi individu dalam menjalani hubungannya yaitu tidak adanya wellbeing antar satu sama lain karena merasa tidak memiliki hal yang akan terasa lebih baik. Kualitas hubungan mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu: (a) Kepuasan (Satisfaction); (b) Kepercayaan (Trust); (c) Komitmen (Commitment); (d) Gairah (Passion); (e) Keintiman (intimacy); (f) Cinta (Love). Semakin tinggi tingkat kualitas hubungannya maka akan semakin rendah tingkat kecemasannya begitupun sebaliknya. Kecemasan adalah perasan ketakutan yang dirasakan oleh individu biasanya ketakutan ini berasal dari naluri manusia yang bersifat realistis maupun tidak realistis dan biasanya hal ini bersangkutan dengan masalah kejiwaan seseorang. Kecemasan biasanya digambarkan didalam kehidupan sehari-hari sebagai perasaan dimana individu merasa kurang nyaman dan tidak menemukan ketenangan dalam dirinya. Aspek-Aspek dari kecemasan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu : (a) Reaksi emosional; (b) Reaksi Kognitif; (c) Reaksi Fisiologis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional yang melibatkan 295 partisipan dengan teknik purposive sampling menggunakan 2 alat ukur yaitu menggunakan Perceived Relationship Quality-Component (PRQ-C) untuk variabel kualitas hubungan dan Taylor Manifest Anxiety Scale untuk variabel kecemasan menikah. Pada hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adanya hubungan negative signifikan antara kualitas hubungan dan kecemasan menikah dimana semak (r = -0,756, p>0,05).
GAMBARAN BODY DISSATISFACTION PADA INDIVIDU DEWASA YANG TERPAPAR KONTEN FITSPIRATION DI INSTAGRAM Lidwina Priscilia; Riana Sahrani
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v8i1.8613

Abstract

ABSTRAK Instagram saat ini menjadi wadah yang dapat menampung berbagai tren global media sosial, salah satunya fitspiration. Fitspiration didefiniskan sebagai sebuah tren yang terdiri dari gambar-gambar yang bertujuan untuk memotivasi orang untuk berolahraga dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Meskipun memiliki tujuan yang baik, gambar-gambar ini justru mendorong seseorang untuk membandingkan bentuk tubuhnya dengan bentuk tubuh ideal orang lain sehingga memicu perasaan tidak puas terhadap tubuh sendiri. Ketidakpuasan tubuh sendiri merujuk kepada perasaan tidak puas dengan penampilan fisik ataupun bentuk tubuh seseorang. Fokus terhadap kepuasan tubuh sangat penting sebagai upaya dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan emosional seseorang. Maka dari itu, penelitian ini ditujukan untuk melihat gambaran ketidakpuasan tubuh individu dewasa. Penelitian ini dilakukan pada 150 individu dewasa dengan rentang usia 18-40 tahun yang memiliki akun Instagram aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Instrumen alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Body Shape Questionnaire (BSQ-34). Selain menggunakan BSQ-34, peneliti juga menggunakan pertanyaan demografi seperti intensitas penggunaan instagram, perasaan kurang nyaman dengan bentuk tubuh dan keinginan untuk mengubah penampilan. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki ketidakpuasan tubuh sedang sehingga hal ini menunjukan bahwa peran fitspiration terhadap ketidakpuasan tubuh kecil. Analisis penelitian juga menemukan bahwa mayoritas jenis kelamin yang mengalami ketidakpuasan tubuh adalah perempuan dengan rentang usia 18-40 tahun. Kata kunci: Ketidakpuasan tubuh, Fitspiration, Instagram, Individu dewasa
PEMAHAMAN ANAK TUNGGAL WANITA DALAM MENGETAHUI GAMBARAN HARDINESS DALAM DUNIA KERJA UNDERSTANDING OF SINGLE DAUGHTERS IN COMPREHENDING THE CONCEPT OF HARDINESS IN THE WORKPLACE Willy, Angelina; Sahrani, Riana; Tasdin, Willy
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 10 No. 2 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v10i2.10284

Abstract

Penelitian yang akan dilakukan dengan judul "Gambaran Hardiness Anak Tunggal Wanita dalam Dunia Kerja" disusun agar peneliti dapat mengetahui dan lebih memahami bagaimana individu yang merupakan anak tunggal dalam keluarga dan berjenis kelamin Wanita dapat mengubah stressor dalam diri menjadi suatu hal yang positif dan membuat individu tersebut dapat mengembangkan dirinya. Dalam penelitian ini, aspek-aspek penelitian yang akan diteliti berfokus pada cara ataupun metode yang digunakan oleh partisipan agar dapat menciptakan kehidupan yang lebih positif dan jauh dari kata “stres” dengan cara meningkatkan dan memperkuat karakteristik hardiness dalam diri partisipan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik purpoisive sampling dan mendapat total partisipan yang diteliti sejumlah 5 partisipan. Sebelum melakukan penelitian, peneliti menyusun pedoman wawancara dengan menggunakan alat ukur Dispositional Resilience Scale (DRS-15) yang dikembangkan oleh Bartone dalam Hystad et al., 2010). Alat ukur ini juga mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Kobasa, et al. pada tahun 1982 terkait hardiness yang memiliki 3 dimensi, yaitu control, challenge, dan commitment. Tidak hanya berfokus pada metode, peneliti juga mengulik lebih lanjut dari pengalaman masa lalu dan juga pola asuh orang tua dalam mendidik dan membangun sang anak tunggal wanita agar memiliki karakter hardiness dalam dirinya untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hardiness yang tinggi dapat ditunjukkan dengan bagaimana individu mampu menghadapi tantangan dalam dunia kerja dan mampu mengubah stressor negatif yang dirasakan menjadi suatu hal yang positif. Namun, tingkat hardiness dalam dunia kerja dapat dikatakan rendah apabila individu tersebut tidak menyukai tantangan dan enggan untuk menghadapinya. The research titled "An Overview of Hardiness in Female Only Children in the Workplace" was designed to enable the researcher to understand and gain deeper insights into how individuals who are female only children in their families can transform internal stressors into something positive, allowing them to develop themselves. This study focuses on aspects related to the methods or approaches participants use to create a more positive life, avoiding "stress," by enhancing and strengthening the hardiness characteristics within themselves. The research employs a qualitative method with purposive sampling techniques, resulting in a total of five participants. Prior to conducting the study, the researcher developed an interview guide using the Dispositional Resilience Scale (DRS-15) developed by Bartone (as cited in Hystad et al., 2010). This measurement tool is also based on the theory proposed by Kobasa et al. in 1982, which identifies three dimensions of hardiness: control, challenge, and commitment. In addition to focusing on methods, the researcher also delved into past experiences and parenting patterns used to nurture and build hardiness in female only children, enabling them to perform well in their jobs. The findings indicate that a high level of hardiness is demonstrated by how individuals face challenges in the workplace and transform negative stressors into positive outcomes. However, low hardiness in the workplace is observed when individuals dislike challenges and are unwilling to confront them.
GAMBARAN REVENGE BEDTIME PROCRASTINATION PADA MAHASISWA Khou, Meryl Adelyn; Sahrani, Riana; Marella, Bianca
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2024): Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v17i1.29995

Abstract

Good quantity and quality of sleep contribute to a healthy sleep condition, while poor quantity and quality of sleep can be caused by revenge bedtime procrastination. Revenge bedtime procrastination is the decision to sacrifice sleep time to free up time from a busy daily schedule. In Indonesia, there is a limited amount of research on the description of revenge bedtime procrastination among students. Therefore, this study aims to explore the behavior of revenge bedtime procrastination among students. The research method applied is a descriptive method with a quantitative approach, utilizing the Bedtime procrastination Scale (BPS) as the research instrument. Based on the research results regarding revenge bedtime procrastination among students, it can be concluded that the majority of students experience a high level of bedtime procrastination (59.5%), followed by a moderate level (39.6%), and a low level (0.9%). The majority of respondents (93.8%) state that a busy daily schedule leads them to delay bedtime. This indicates a significant correlation between a hectic daily schedule and the tendency towards bedtime procrastination. The study also highlights that a significant portion of students (63.2%) delays bedtime due to involvement in specific activities. Factors such as gadget use (26.5%) and difficulty sleeping (10.3%) also make a significant contribution to delaying bedtime. The research findings reveal no significant differences in revenge bedtime procrastination based on gender, age, education level, disturbance with daily schedules, and reasons for delaying bedtime.
The mediating effect of forgiveness on the relationship between spirituality and psychological well-being in adults with history of childhood bullying Theodora, Michelle; Sahrani, Riana; Roswiyani, Roswiyani
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v8i2.17829

Abstract

The long-term effects of childhood bullying on psychological well-being in adulthood have recently gained attention in research. This study examines the complex dynamics of the phenomenon by investigating the role of forgiveness as a mediator in the relationship between spirituality and psychological well-being among individuals who experienced bullying during their childhood. A purposive sample of 202 participants aged 19-40, who were bullied between the ages of 6-18, were recruited. The measurements used in the study included the Ryff Psychological Well-Being Scale (⍺ = .77) to measure psychological well-being; the Heartland Forgiveness Scale (⍺ = .82) to measure forgiveness; the Daily Spiritual Experiences Scale (⍺ = .94) to measure the spirituality of the participants; and the Olweus Bully/Victim Questionnaire (⍺ = .71) as a screening tool to confirm participants' experiences of bullying. Through mediation regression analysis with 5000 bootstrap samples using Macro PROCESS by Hayes, forgiveness emerged as a significant full mediator (β = .318, p < .05, 95% CI:  .212, .438). The study provides evidence that forgiveness enhances psychological well-being, suggesting that implementing a forgiveness program could reduce the long-term effect of childhood bullying.
PELATIHAN MANAJEMEN WAKTU BAGI REMAJA DI GEREJA X Saputra, Mikhael Adam; Febriani, Oki Kartika; Audy, Ervina; Tiatri, Sri; Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30332

Abstract

ABSTRAK Kemampuan manajemen waktu merupakan salah satu bekal keberhasilan di dunia kerja, terlebih lagi di dalam era digital ini, game online menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Di balik keseruannya, para pemain game online sering kali menghabiskan waktu yang lebih banyak dari yang mereka rencanakan. Dan hal ini seringkali memiliki dampak negatif jika tidak diantisipasi dengan baik. Hal ini memicu permasalahan pada komunitas remaja Gereja GKI Graha Raya, yang mengeluhkan akan anggota remajanya kesulitan mengatur waktu antara bermain game dan tanggung jawab lainnya. Menyikapi hal tersebut, tim PKM Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan dengan metoda berupa psikoedukasi yang berfokus pada manajemen waktu bagi remaja. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 20 April 2024, diikuti oleh 21 remaja. Kegiatan dilaksanakan di GKI Graha Raya, yang berlokasi di Jl. Graha Raya, Ruko Cendana Loka Blok G10 No. 6-6A, Kota Tangerang Selatan. Melalui psikoedukasi ini, para remaja diajarkan tentang pentingnya manajemen waktu dengan tiga strategi efektif untuk mengelola waktu mereka yaitu dengan menggunakan teknik prioritas, journaling, dan time blocking. Hasilnya, peningkatan skor pretest dan posttest menunjukkan bahwa kegiatan PKM psikoedukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang prediktor dan dampak bermain game online, serta perencanaan manajemen waktu yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai yang signifikan dari 4,33 menjadi 7,89. Hasil ini menunjukkan bahwa psikoedukasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan peserta dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat membantu para remaja di Gereja GKI Graha Raya untuk mengelola waktu mereka dengan lebih baik dan menghindari dampak negatif dari game online
Hubungan Antara Loneliness dan Subjective Well-being yang Dimediasi oleh Online Social Support dan Self-efficacy pada Individu Dewasa Awal yang Menggunakan Media Sosial di Indonesia Victory, Joan; Sahrani, Riana
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesepian dan kesejahteraan subjektif pada pengguna media sosial dewasa awal di Indonesia, serta peran mediasi dukungan sosial online dan efikasi diri dalam hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan 411 responden dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan instrumen UCLA Loneliness Scale, Skala Kesejahteraan Subjektif Indonesia, Skala Dukungan Sosial, dan Skala Efikasi Diri. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel kesepian memiliki hubungan terhadap subjective well-being (0.641>0.089), namun variabel kesepian tidak berpengaruh terhadap subjective well-being (0.961<0.001), oleh karena itu diperlukan peran efikasi diri dan dukungan sosial online sebagai mediator. Efikasi diri dan dukungan sosial memiliki tingkat pengaruh yang signifikan sebagai mediator kesepian dan kesejahteraan subjektif. Dukungan sosial online memiliki angka yang signifikan melalui uji Hayes Process Macro sebesar 0.242, dan efikasi diri sebesar 0.367, kedua variabel ini memiliki nilai yang berbeda namun tetap signifikan sebagai mediator antara variabel kesepian dan kesejahteraan subjektif. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel efikasi diri lebih efektif sebagai mediator bagi individu yang kesepian untuk mencapai kesejahteraan subjektif. Tingkat efikasi diri yang tinggi dapat mengurangi dampak negatif kesepian terhadap kesejahteraan subjektif, namun temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial dapat menjadi mediator bagi individu yang kesepian untuk mencapai kesejahteraan subjektif melalui platform media sosial.
BASIC PSYCHOLOGICAL NEEDS AND FAMILY HARMONY AS PREDICTORS ON ADOLESCENT’S GAMING ONLINE Audy, Ervina; Tiatri, Sri; Sahrani, Riana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.30511.2024

Abstract

Penelitian ini melibatkan 345 responden berusia 10 hingga 18 tahun dari sekolah-sekolah swasta di Jakarta dan sekitarnya, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui peran kebutuhan psikologis dasar dan keharmonisan keluarga terhadap gaming online pada remaja. Dengan menggunakan metode kuantitatif, BPNS-21 General Scale digunakan untuk mengukur kebutuhan psikologis dasar, FHS-5 untuk mengukur keharmonisan keluarga, dan IOGAQ untuk mengukur tingkat gaming online. Analisis efek langsung dilakukan dengan menggunakan SPSS 23 untuk uji asumsi klasik, dan smartPLS 4 untuk uji korelasi, uji hipotesis, dan evaluasi model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara terpisah dan bersama-sama, pemenuhan kebutuhan psikologis dasar dan keharmonisan keluarga memiliki hubungan negatif dengan gaming online pada remaja.
PERANAN KESEPIAN TERHADAP KEKERASAN SIBER PADA REMAJA PEREMPUAN YANG AKTIF MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Basel, Wiwin Charolina Putri; Fransisca Iriani Roesmala Dewi; Riana Sahrani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i3.31872.2024

Abstract

Kekerasan siber dalam media sosial pada kalangan remaja menjadi fenomena yang serius dan perlu diperhatikan. Berbagai kasus kekerasan siber merupakan masalah kesehatan dalam masyarakat yang terus meningkat. Kesepian memiliki peran dalam terjadinya kekerasan siber di kalangan remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kesepian dapat menjadi faktor resiko terjadinya kekerasan siber. Kekerasan siber merupakan penyerangan terhadap kesejahteraan fisik, psikologis dan emosional individu maupun kelompok. Kesepian adalah kondisi negatif yang dialami individu dan mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik. Tujuan penelitian untuk menguji peranan kesepian terhadap kekerasan siber pada remaja perempuan yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional non-eksperimental. Teknik analisis data penelitian berdasarkan regresi. Partisipan penelitian merupakan 200 remaja perempuan berusia 17-24 tahun, aktif menggunakan media sosial dan pernah menjadi korban kekerasan siber selama kurang dari satu tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Loneliness scale yang terdiri dari 20 pertanyaan dan Experiencing cyber violence scale yang terdiri dari 34 pertanyaan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesepian dan kekerasan siber. Penelitian ini dapat menjadi edukasi untuk remaja perempuan korban kekerasan siber maupun masyarakat dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari kekerasan siber.
Co-Authors Anastasia Putri Leleng Wilis Andri Setia Dharma Anyelir, Nanda Putri Ari Kristiyanto, Andreas Audy, Ervina Aulia Kirana Basel, Wiwin Charolina Putri Bianca Marella Chandra, Callista Christy, Christy Cindy Amelia, Cindy Deasy Suparman Debora Basaria Dewanto, Hajar Dwi Puspita Satriana, Dwi Puspita Dzahabiya, Farras Aisha Edlyn, Jovita Ekawardhani, Nadya Puspita Elizabeth Nasya Fadila, Nurul Farren Septania Audrey Febriani, Oki Kartika Febriyanti, Cindy Fernanda , Brigitta Nicola Fidrian, Natasha Febriani Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Harto, Ivania Rachel Hendra Heng, Pamela Heryanti Satyadi Hody Denilson Hungsie, Olivia Grace Imanuel , Dastin Intania Mutiasari, Argea Iriani Roesmala Dewi, Fransisca Isnaeni Marhani Jessica Jessica Kaseger, Gracia Emmanuelle Venezzia Khou, Meryl Adelyn Kirana, Liuciana Handoyo Koesma, Rismiyati E. Kristiana, Dessy Lahdji, Mona Lianna, Amanda Lidwina Priscilia Listanto, Melvin Lukman, Agnes Victoria Mailani, Indah Mar’at, Samsunuwiyati Marella, Bianca Marfine Margaretha, Ineke Putri Mathilda V. Bolang, Caroline Milleny Caca Mona Lahdji Monika, Sesilia Monty P Satiadarma Muis, Jecika Aprillia Mursalim, Tania Nadine, Nadine Febrina Nelsen, Kevin Leo Novita*, Regina Sharen P. Tommy Y. S. Suyasa Pamela Hendra Heng Pebrianti, Sarah Phung, Mulan Prihardini, Irni Putri, Raisya Anaya Rahmah Hastuti Rasyidi, Ahmad Wahyu Roswiyani Roswiyani, Roswiyani Saputra, Mikhael Adam Saraswati, Laksmiari Sartica, Tasya Satyadi, Heryanti Senjani, Dita Permata Setiawan, Cherry Delfina Sharron Dharmawati Sholihah, Dinda Nabila Soemiarti Patmonodewo Sri Tiatri Stefanny, Stefanny Stephanie Angelina Stephanie Angelina Sudrajat, Zahra Kayla Sulaeman, Budi Tamala, Novi Tasdin, Willy Theodora, Michelle Tiofani, Fionelyssa Tommy Y. S. Suyasa, P. Tumanggor, Raja Oloan Vandhika, Samuel Viani, Theresia Patria Victory, Joan Widiasih, Triani Widiasih Willy Tasdin Willy, Angelina Yantina, Maisi Yohanes Budiarto Yunithree, Meiske