p-Index From 2021 - 2026
8.466
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Gorga : Jurnal Seni Rupa BAHAS ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED EDUTECH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial KEMBARA Panggung TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Basicedu Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education Journal (Birle Journal) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Randwick International of Education and Linguistics Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jenius: Journal Education Policy and Elementary Education Issues V-art: Journal of Fine Art Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Basicedu JS (Jurnal Sekolah) Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Perspektif: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Cendikia Pendidikan Jurnal Generasi Ceria Indonesia Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Abstrak: Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain ALFIHRIS: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman Nilai-Nilai Karakter Terhadap Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Permainan Tradisional Congklak Atau Lumbung Dewi Nurhasanah Nasution; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Motivasi Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpb-widyakarya.v1i4.1940

Abstract

Traditional games are games passed down from ancestors, but traditional games have been marginalized because in the modern era 4.0 the use of technology is very much used in everyday life. The technology that is often used is cellphones. The use of cellphones starts from teenagers, adults and even children who use cellphones like elementary school children. Mobile phones are usually used by children to play online games because children can play online games anywhere and anytime, which results in children not playing with their peers because they are already engrossed and focused on the online games on their mobile phones. This research aims to explore the character values ​​that can be instilled in elementary school students through game congklak or barn. This research uses a qualitative method with a literature review. The results of this research show that the traditional game congklak or lumbung can instill character values ​​in elementary school students such as the values ​​of honesty, discipline, hard work, creativity, curiosity, independence, communicativeness, responsibility and respect for achievement.
Analisis Model Pembelajaran SAVI pada Era Society 5.0 di Madrasah Tsanawiyah Suri, Farida; Saragi, Daulat; Perangin-angin, Reh Bungana Br
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran savi pada era society 5.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil belajar ini merupakan permasalahan utama yang harus diselesaikan karena pembelajaran PPKn sangat penting untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya studi ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan model dan media pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual) dengan bantuan media yang inovatif. Pada era society 5.0. perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yang terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum untuk saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif. Mengembangkan soft skill dan transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hidup bersama, kemampuan menjadi warga negara yang berpikiran global, serta literasi media dan informasi.
Analisis Kebiasaan Belajar Siswa Berprestasi di SD Negeri 107955 Lubuk Pakam Sitorus, Jesika; Ndona, Yacobus; Saragi, Daulat
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 03 (2022): Artikel Riset Edisi Desember 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i03.1889

Abstract

Hasil pendidikan yang terbaik dapat dicapai dengan cara belajar siswa atau kebiasaan belajar yang dilakukan oleh siswa, sehingga siswa memperoleh prestasi dalam pendidikan. Sebagai generasi penerus, setiap siswa perlu mendapat pendidikan yang baik sehingga potensi-potensi dirinya dapat berkembang dengan pesat, tumbuh menjadi manusia yang memiliki kepribadian tangguh dan memiliki berbagai macam kemampuan serta keterampilan yang bermanfaat (Ananda, 2017: 20). Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Bogdan dan Biklen (Ananda & Fadhilaturrahmi, 2018: 15) menjelaskan bahwa “dalam bidang pendidikan, penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistik, karena penelitian ini sering berada di tempat dimana peristiwa peristiwa yang menarik perhatian terjadi secara alamiah”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mencari informasi mengenai kebiasaan belajar siswa berprestasi, dalam penelitian ini dimulai dari pencarian siswa berprestasi secara akademik yang memiliki nilai tertinggi yang masuk rangking tiga besar. Kebiasaan siswa berprestasi saat di sekolah, siswa selalu hadir tepat waktu sebelum proses belajar mengajar dimulai, siswa selalu memperhatikan dan mendengarkan guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas, mencatat materi yang dipelajari, siswa bertanya mengenai materi yang kurang dipahaminya dan siswa konsentrasi dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
Peran Pendidikan Nilai dalam PKn untuk Membentuk Karakter Siswa di Era Digital: The Role of Values PKn to Shape Students' Character in the Digital Era Riska Armianti; Ndona, Yacobus; Saragi, Daulat
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Agustus 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i02.4719

Abstract

The main problem that is a challenge in character formation through civic education is the increasing development of the digital era which changes the mindset and character of students. Therefore, value education in civics is needed to shape the character of elementary school students in the current digital era. This study uses a literature study method by searching for sources such as scientific articles, journals, and documents related to research problems. The data used are secondary data obtained from relevant books, articles, and journals. Data collection techniques include literature studies, listening techniques, and note-taking techniques. Through literature studies and empirical data analysis from several studies, it was found that the role of value education in civics has an important role in building the moral character of students in the digital era. Not only is it able to form good student character, but it also prepares students to face various challenges that arise due to negative content such as cyberbullying, hoaxes, gadget addiction, pornographic sites, and other unethical behavior. In the midst of rapid technological developments, civics aims not only to make students academically intelligent, but also to form a strong, creative, critical, and active moral character. Civic Education provides students with the skills to develop attitudes of tolerance, peace, harmony, and respect for diversity. Value education in Civic Education (PKn) plays a very important role in shaping students' character, especially in the challenging digital era. Digital technology provides broad access to information, but also has negative impacts. Therefore, a structured and innovative approach is needed in learning PKn, which not only educates students about the values ??of Pancasila, but also helps them develop digital literacy and online ethics. The role of families, teachers, and the community is also very crucial in supporting students' character education.
Pengembangan Bahan Ajar Menggunakan Model Cooperative Script Bagi Siswa Kelas III Sekolah Dasar Telaumbanua, Ammi Al-Habiby; Adisaputera, Abdurahman; Saragi, Daulat
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 13, No 3 (2023): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/esjpgsd.v13i3.45220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas bahan ajar berbasis Model Cooperative script pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Subjek dalam penelitian ini yakni siswa kelas III SDN 014667 Air Genting, Kabupaten Asahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, validasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis sesuai dengan analisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis Model Cooperative script: 1) Valid sesuai dengan penilaian ahli materi dan ahli media, 2) Praktis dengan kemudahan penggunaan sebesar 88,08%; serta 3) Efektif dengan ketuntasan belajar sebesar 96,67%. Disimpulkan bahwa, produk pengembangan berupa bahan ajar berbasis Model Cooperative script pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar telah memenuhi tiga kriteria kelayakan yaitu valid, praktis, dan efektif.Keywords: Bahan ajar, cooperative script, sekolah dasar.
Nilai-Nilai Karakter dalam Permainan Tradisional Pecah Piring Umri Rahman Efendi; Daulat Saragi; Yakobus Ndona
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v1i4.758

Abstract

Teachers have used various methods to implement good character education, including demonstration methods, questions and answers, lectures and assignments. It turns out that this still does not have a significant impact on children's character and growth and development, therefore teachers as educators use alternative learning with traditional games which in the learning process are in accordance with the interests of students who always want to play. The game of breaking plates is one of the traditional children's games that is often found in the Medan city area and its surroundings. The sample for this research was all students in class VI A at SDN 101786 Helvetia, totaling 35 students. The instruments used are observation and value surveys. Character values ​​of honesty, religion, discipline/sportsmanship, hard work, responsibility. The results of the research showed that the children in class VI A had demonstrated character values ​​well and were able to implement them during the plate breaking game..
PENERAPAN MOTIF RAGAM HIAS SUMATERA UTARA DI UNDERPASS TITI KUNING KECAMATAN MEDAN JOHOR (STUDI BENTUK, MAKNA DAN WARNA) Putri Ramadhani; Daulat Saragi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2690

Abstract

Sumatera Utara diketahui memiliki 8 etnis dengan keberagaman budaya mulai dari upacara adat, rumah adat serta ragam hiasnya. Pada masa lampau ragam hias hanya diletakkan pada rumah adat namun karena perkembagan zaman ragam hias diletakkan pada bangunan modern pula seperti bangunan underpass Titi Kuning yang memiliki keindahan motif-motif ragam hias Sumatera Utara pada dinding-dinding bangunannya sehingga menjadi sarana revitalisasi budaya kepada masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji asal etnis dan jumlah motif yang diterapkan pada bangunan tersebut serta untuk melihat apakah terjadinya perubahan pada bentuk, warna, makna dan penempatan ragam hias Sumatera Utara yang ada pada bangunan underpass Titi Kuning. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan memakai teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menjelaskan tentang adanya beberapa perubahan bentuk motif namun tidak mengubah bentuk tradisionalnya melainkan hanya lebih disederhanakan. Terdapat pula motif yang mengalami perubahan warna yang sudah tidak megikuti pakem terdahulu. Kemudian terjadi pergeseran makna motif ragam hias akibat peletakkannya secara acak tidak megikuti aturan peletakkan seperti pada rumah adat melainkan mengikuti bidang bangunan.
REPRESENTASI MAKNA RAGAM HIAS PADA RUMAH ADAT SELASO JATUH KEMBAR RIAU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Sularti, Sularti; Daulat Saragi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v3i11.2691

Abstract

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar adalah salah satu rumah adat yang terdapat di Provinsi Riau. Rumah ini menggambarkan keunikan dan kekayaan budaya daerah Riau serta mempunyai ragam hias yang kaya dengan makna simbolik. Ragam hias dipandang sebagai bagian penting dari identitas budaya dan tradisi masyarakat Riau yang tercermin dalam arsitektur rumah adat mereka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi serta mitos yang teridentifikasi dari ragam hias yang terdapat pada rumah adat selaso jatuh kembar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi makna-makna yang terdapat dalam ragam hias pada rumah adat Selaso Jatuh Kembar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis ragam hias yang terdapat pada rumah adat selaso jatuh ini yaitu ragam hias Wajik Kuntum Tak Jadi, Awan-awanan, Tebuk Buih Bersusun, Pakis-pakisan, Lebah Bergantung, Selembayung, Selok Layang, Bintang-bintangan dan Siku Keluang. Ragam hias tersebut memiliki makna dan simbol yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kerukunan, kepemimpinan, kasih sayang, kesuburan dan kelestarian. Melalui analisis semiotika, berbagai elemen ragam hias seperti motif, warna, dan pola, diinterpretasikan sebagai representasi dari nilai-nilai sosial, spiritual, dan estetika yang dianut oleh masyarakat Riau. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat Melayu Riau mengenai makna-makna yang terkandung dalam ragam hias pada rumah adat Selaso Jatuh Kembar. Terutama bagi generasi muda.
PEMBELAJARAN ABAD 21 DALAM PERSPEKTIF ALIRAN PROGRESIVISME Auzi, Cahaya; Saragi, Daulat
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 8, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i1.53750

Abstract

Abstract: The flow of educational philosophy known as the progressivism approach wants transformation in the educational process. Learner-centered education is highly recommended by the progressivism approach. In accordance with the principles of 21st century learning which emphasizes student-centered learning and students are given the opportunity to develop their higher-level thinking abilities and skills. For this reason, the aim of this research is to look at the concept of 21st century learning with the opinion or perspective of progressivism. In this study, researchers examined this discussion using literature review or library research. The results of the discussion that 21st century learning requires students and teachers to be able to move forward in accordance with current developments are very much in line with the opinion of progressivism which clearly requires progress in the learning environment and experience. it is no longer just a mere fantasy in the form of ideas and theories. And it is also in accordance with current learning which raises problems in everyday life into a case method in learning which is also seen in this flow of progressivism. Keywords: 21st Century Learning, Progressivism Abstrak: Aliran filsafat pendidikan yang dikenal sebagai pendekatan progresivisme menginginkan transformasi dalam proses pendidikan. Pendidikan berpusat pada peserta didik sangat dianjurkan oleh pendekatan progresivisme. Sesuai dengan prinsip pembelajaran abad 21 yang menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan peserta didik di beri kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir tingkat tingginya. Untuk itu tujuan penelitian ini ingin melihat konsep pembelajaran abad 21 dengan pendapat atau perspektif aliran progresivisme. Pada penelitian ini peneliti mengkaji pembahasan ini dengan menggunakan kajian literatur atau penelitian kepustakaan. Hasil pembahasan bahwa pembelajaran abad 21 yang menghendaki peserta didik maupun guru dapat bergerak maju sesuai dengan perkembangan zaman sudah sangat sesuai dengan pendapat progresivisme yang jelas menghendaki suatu kemajuan pada lingkungan dan pengelaman belajar. tidak lagi hanya hayalan belaka yang berupa ide-ide dan teori saja. Dan juga sesuai dengan pembelajaran saat ini yang mengangkat permasalahan dalam kehidupan sehari-hhari menjadi sebuah case methode dalam pembelajaran juga di pandang dalam aliran progresivisme ini. Kata Kunci: Pembelajaran Abad 21, Aliran Progresivisme
Analyzing the Need of Leadership Module in Higher Education: A Survey Research Sinaga, Osberth; Saragi, Daulat; Darwin; Yuhdi, Achmad
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v10i1.32331

Abstract

The issue of the quality of student leadership skills in higher education is urgent in this research. Instilling a culture and leadership skills in students is crucial, particularly for future teachers in the context of this research, as it contributes to their character development and future success. This study aims to identify the need for leadership module development and identify problems in the implementation of leadership learning. This research was a survey using 132 university students from the Faculty of Language and Art, State University of Medan. The findings indicated that implementing leadership learning was a moderate problem. Some items, however, indicate a high level of problem. Furthermore, there are no gender differences in the implementation of leadership learning problems or perceptions of student learning experiences. In addition, there is a high demand for leadership modules in universities, and there is no gender difference in the needs or perceptions of these modules based on student learning experiences. Therefore, we should develop the modules to meet the requirements and needs, ensuring the achievement of learning objectives.
Co-Authors Abdurahman Adisaputera Achmad Yuhdi Aman Simare-mare Aman Simare-mare, Aman Amarullah, Khairanda Anam, Ibrahim Annisa Amalia Armianti, Riska Arwira, Tiara Mahdalena Auzi, Cahaya Azhari, Ichwan Br Ginting, Susanna Br Simanungkalit, Priska Nurlia Bungana, Reh Chairin, Nakita Hirda Pasha Chris Tommy Oktafianus Saragih Damanik, Maulidya Hasanah Darwin Deny Setiawan Dewi Nurhasanah Nasution Dzulifah Turnip, Melly Ely Djulia Ernayanti, Syafrida Fitri Hariani Harahap Francius Simanullang, Reno Gloria Deo Friska Nainggolan Halking Halking, Halking Ishaq, Muhammad Junaidi Junaidi Kusumayanti, Dessy Rahmi Lestari, Asdini Indah Lubis, Nurkholila Lubis, Sartika Eka Fitri Masniar Melva Adelia Manurung Muhammad Rizky Fauzy Ndona, Yacobus Ndona, Yakobus Nizmi Putri Novi Astika Rambe Nuraida Nuraida Nuraida Nuraida Nurhayani Osberth Sinaga Paskaria Simbolon Perangin-angin, Debi Servinta Br Perangin-angin, Reh Bungana Beru Perangin-Angin, Reh Bungana Br Priska Nurlia Br Simanungkalit Purba, Araida Putri Ramadhani R. Mursid Raden Burhan Rahman, Anisa Rahmayani, Ulina Reh Bungana Br. Perangin-angin Resty, Muthia Retno Dwi Suyanti Riska Armianti Rizka, Khairunnisa Rizky Wahida Arni Malau Sadrah Mesak Manik Saragih, Cindi Safitra Sari, Tri Indah Shabrina, Anisa Ruhi Sihite, Dorawan Lia Sirait, Cristina Siregar, Adena Nurasiah Siregar, Suhaila Putri Sitorus, Jesika Sri Hartati Sri Yunita Sularti, Sularti Suri, Farida Surya Dharma Syaza Amirah Telaumbanua, Ammi Al-Habiby Tiara Arwira Mahdalena Triana, Nur Wira Umri Rahman Efendi Wildansyah lubis, Wildansyah Winara Winara Wisman Hadi Yacobus Ndona Yakobus Ndona Yanti, Suyanti