p-Index From 2021 - 2026
7.445
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFICATION OF STUDENTS' TECHNO-MATHEMATICAL LITERACIES (TML) ABILITIES: PRELIMINARY RESEARCH Himmi, Nailul; Saragih, Sahat; Hasratuddin
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol. 12 No. 2 (2024): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v12i2.8263

Abstract

The development of digital technology has changed the way humans interact with mathematical information, making Techno-Mathematical Literacies (TML) increasingly crucial in the digital era. The research aims to identify and analyze the TML abilities of students as an initial step in understanding the TML ability profile at the higher education level. The research uses a mixed-method approach with an explanatory sequential design. 31 students from the Civil Engineering program at the University of Riau Islands, selected as research subjects, were chosen using the purposive sampling technique. Data collection used the TML ability test with four dimensions. The content validity score was 0.85 using Aiken's V formula, followed by semi-structured interviews with 6 students. The research results show that the average TML ability of the students is in the low category (35.53%). The analysis of TML components reveals that students perform best in digital mathematical representation (42.78%), digital mathematical literacy (37.08%), digital mathematical validation (34.79%), and have the lowest ability in using mathematical software (24.58%). Thematic analysis identified four main factors influencing the development of TML: the process of technology integration, technical and adaptation barriers, the development of problem-solving skills, and perceptions and attitudes towards TML. These findings imply the need for more intensive and structured learning interventions to enhance students' TML skills, particularly in the aspect of mastering mathematical software. The recommended strategies include a project-based approach and the use of various innovative digital media. Keywords: Higher Education; Mathematics Learning; Premilinary Research; Techno-Mathematical Literacies; Technology Integration
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Tiosagi Clara Sinaga, Hanna; Saragih, Sahat
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.194-199

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran Problem Posing pada siswa SMP Negeri 3 Pulau Rakyat; (2) mendeskripsikan proses jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Jenis Penelitian ini adalah peneleitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek Penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pulau Rakyat sebanyak 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni melalui tes keahlian bernalar kritis matematis, observasi kemampuan guru, dan observasi aktivitas siswa. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa meningkat setelah penerapan model Problem Posing, di mana nilai rata-rata pada tes siklus I sebesar 66,9 meningkat menjadi 80,1 pada proses II. Ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 17 siswa (54,9%) yang mencapai nilai ≥ 70, meningkat menjadi 27 siswa (87,1%) pada siklus II. Peningkatan berdasarkan nilai uji N-gain meningkat dari 0,36 pada siklus I menjadi 0,47 pada siklus II, menunjukkan peningkatan keahlian bernalar kritis dalam kategori sedang; (2) Proses jawaban siswa dalam menyelesaikan tes kemampuan berpikir kritis matematis tergolong baik, yang terlihat dari kemampuan siswa memenuhi indikator berpikir kritis matematis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan paradigma Problem Posing dapat meningkatkan keahlian bernalar kritis matematis siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Pulau Rakyat. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar guru matematika mulai menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti Problem Posing, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, melibatkan siswa secara aktif, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Peneliti lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan penerapan Model Problem Posing pada topik materi lain. 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Angela, Dinda; Saragih, Sahat
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII di SMP Swasta Imelda Medan dalam memecahkan masalah matematika; (2) memaparkan dengan jelas tahapan penyelesaian soal yang dilakukan oleh siswa dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan keterampilan dalam memecahkan masalah matematika melalui implementasi kegiatan belajar kooperatif jigsaw. Responden pada penelitian yang dilakukan terdiri dari 28 siswa kelas VIII di SMP Swasta Imelda Medan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 proses, yang mana pada akhir setiap proses dilakukan tes keterampilan pemecahan masalah matematis untuk mengukur tingkat keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw, dengan rata-rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematis meningkat dari 68,13 pada proses I menjadi 83,52 pada proses II. Ketuntasan klasikal pada proses I juga meningkat, dari 15 siswa (53,57%) menjadi 24 siswa (85,71%) pada proses II; (2) tahapan dalam penyelesaian jawaban siswa pada tes kemampuan dalam memecahkan masalah matematika tergolong baik, terbukti dari pemenuhan indikator kemampuan dalam memecahkan masalah matematika. Dari hasil yang dihasilkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi kooperatif jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
A comparison of computational thinking skills: PBL model vs traditional learning Simanjuntak, Erlinawaty; Saragih, Sahat; Napitupulu, Elvis
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v14i1.13660

Abstract

Computational thinking abilities assist students in solving complex problems, enhancing productivity, and preparing them to face challenges in various fields. The problem-based learning (PBL) model was chosen because it is believed to improve students' computational thinking skills, as well as their critical and creative thinking abilities, which are often difficult to achieve through conventional learning. This research aims to determine the differences in students' computational thinking abilities through the application of problem-based learning and traditional learning methods. The research method was an experiment involving a population of all 2020 Mathematics Education students who took six linear program courses at Medan State University. Sampling was conducted using a random sampling technique, focusing on the PSPM 20B and PSPM 20C classes, totaling 60 students. This study employed a pretest–posttest control group design. Results from previous research indicated that the average computational thinking ability of students in the experimental class was higher than that of the control class, with scores of 82.67 for the experimental class and 69.00 for the control class. From the results of the average difference test, it can be concluded that there is a significant difference in the computational thinking abilities of students taught using the problem-based learning model compared to those taught using the traditional learning model, with PBL being more effective.
Peran Mindfulness dan Kematangan Emosi Terhadap Self Acceptance Pada Suporter Sepakbola Putra, Alvian Puja Permana; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9786

Abstract

This study aims to determine the relationship between mindfulness and emotional maturity with self-acceptance in football supporters. The behavior of football fans is social behavior, both positive and negative. The behavior of supporters that occurs in an environment can cause consequences or changes in subsequent behavior. This negative behavior is usually done because the fans feel disappointed with the match or the fans cannot accept that the team they support has lost. This type of research uses a quantitative approach with correlational methods. Mindfulness scale, emotional maturity and self-acceptance are used as measuring tools in this study. The population of this study were Persebaya Surabaya (Bonek) supporters from the North and East sectors. Sampling used a random sampling technique using the Krejcie table. The data analysis technique used in this study is multiple regression. The results of the data analysis show that there is a significant correlation between the variables of mindfulness and emotional maturity towards self-acceptance. This means that together (Simultaneously) Mindfulness and Emotional Maturity have a positive relationship to Self Acceptance. so that the proposed research hypothesis is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mindfulness dan kematangan emosi dengan self acceptance pada supporter sepak bola. Perilaku suporter sepak bola merupakan perilaku sosial baik itu bersifat positif maupun negatif, Tingkah laku suporter yang terjadi di dalam suatu lingkungan, dapat menyebabkan konsekuensi atau perubahan pada tingkah laku berikutnya. Perilaku negatif ini biasanya dilakukan karena suporter merasa kecewa terhadap pertandingan yang ada atau suporter tidak bisa menerima bahwa tim yang mereka dukung mengalami kekalahan. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Skala mindfulness, kematangan emosi dan self acceptance digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini adalah suporter Persebaya Surabaya (Bonek) dari sektor Utara dan Timur. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling menggunakan bantuan tabel Krejcie. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi ganda, Hasil analisis data menujukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel mindfulness dan kematangan emosi terhadap self acceptance. Artinya secara bersama-sama (Simultan) Mindfulness dan Kematangan Emosi memiliki hubungan positif terhadap Self Acceptance. sehingga hipotesis penelitian yang diajukan diterima.
Perilaku konsumtif pada wanita pengguna produk kecantikan: Apakah berhubungan dengan fear of missing out dan citra tubuh? Anggraini, Rafidah Dwi; Rini, Rr. Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9800

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Body Image with Consumptive Behavior in early adulthood consumers of beauty products. The research method used in this research is quantitative. Subjects were selected using accidental sampling of 111 participants. The data collection instrument used a consumptive behavior scale, a fear of missing out scale, and a body image scale. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26.0 for windows program. The results of the data analysis show that (1) there is a significant relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Body Image with Consumptive Behavior; (2) there is a significant relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Consumptive Behavior; (3) there is no significant relationship between Body Image and Consumptive Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif pada masa dewasa awal pengguna produk kecantikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Subjek dipilih menggunakan accidental sampling sebanyak 111 partisipan. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala perilaku konsumtif, skala fear of missing out, dan skala citra tubuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Perilaku Konsumtif; (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif.
Resiliensi Santri : Bagaimana peran Religious Coping menghadapi Quarter Life Crisis ? Suryadiningrum, Belva Artanti; Haque, Sayidah Aulia'ul; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9831

Abstract

This study aims to determine the relationship between religious coping and resilience in facing a quarter life crisis in students at the Islamic boarding school Assalafi Al Fithrah Surabaya. Resilience is the ability to develop and grow after experiencing loss or trauma. The population in this study was 996 people. This study involved 290 people aged 18-20 years consisting of grade 12 students consisting of male students and female students as research subjects. Data collection using religious coping scale with resilience Sampling technique using non-probability sampling technique by purposive sampling. Conversely, if religious coping is low, the level of resilience of Islamic boarding school students is also low, this proves that the hypothesis proposed by the researcher is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religious coping dan resiliensi menghadapi quarter life crisis pada santri di pondok pesantren assalafi al fithrah surabaya. Resiliensi merupakan kemampuan untuk berkembang dan tumbuh setelah mengalami kehilangan atau trauma. Populasi pada penelitian ini sebanyak 996 orang. Penelitian ini melibatkan 290 orang yang berusia 18-20 tahun yang terdiri dari santri kelas 12 yang terdiri dari santri laki – laki dan santri wanita sebagai subjek penelitian. Pengambilan data menggunakan skala religious coping dengan resiliensi Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probabilty sampling secara purposive sampling. Hasil tersebut menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara religious coping dengan resiliensi pada santri di pondok pesantren. Sebaliknya jika religious coping rendah maka tingkat resiliensi santri pondok pesantren juga rendah hal ini membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima.
Adversity Quotient: Adakah Peranan Self Efficacy, dan, Kepemimpinan Transformasional Ceriputri, Wulan Kusumaning Ayu; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9910

Abstract

This study aims to determine the influence of self-efficacy transformational leadership and adversity quotient on workers. This study uses workers as subject data collection by distributing questionnaires through the Google form. This study involved 104 respondens. The results of the study were tested using multiple regression analysis techniques which showed that there was a significant influence between self-efficacy, transformasional leadership and adversity quotient. Based on the calculation of multiple regression analysis, it was found that the significance value was 0.00 < 0.05. So, it can be concluded that there is an influence between self efficacy, transformasional leadership, and adversity quotient Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara self efficacy, dan kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient pada pekerja. Penelitian ini menggunakan pekerja sebagai subjek, teknik pengambilan data dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google form. Penelitian ini melibatkan 104 responden. Hasil penelitian ini diuji menggunakan teknik analisis regresi berganda yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara self efficacy dan kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient. Berdasarkan dari perhitungan analisis regresi berganda diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self efficacy, kepemimpinan transformasional dengan adversity quotient.
Stres Akademik pada Mahasiswa : Apakah Peranan Problem Focused Coping? Sholihah, Nurul Hidayatus; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9917

Abstract

Academic stress is a condition that exists in students due to academic demands and pressures that must be done and sometimes exceed the individual's ability to deal with these demands which can cause physical and emotional distress. The purpose of this study was to determine the relationship between problem focused coping and academic stress in students. This study uses quantitative research with probability sampling technique, namely simple random sampling. The subjects in this study were active students of the Faculty of Psychology, University of August 17, 1945 Surabaya Class of 2020 involving 122 respondents. This study used a problem focused coping scale and an academic stress scale. Data analysis in this study used Spearman's Rho analysis technique IBM Staticctic Package for Social Science (SPSS) version 25 for windows. The result of this study is that there is a negative relationship between problem focused coping and academic stress in students. That is, the higher the problem focused coping, the lower the academic stress on students. Stres akademik merupakan suatu kondisi yang ada pada mahasiswa dikarenakan adanya tuntutan dan tekanan akademik yang wajib dikerjakan dan terkadang melebihi kemampuan individu dalam menghadapi tuntutan tersebut yang dapat menyebabkan tertekan baik secara fisik maupun emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel probability sampling yaitu simple random sampling. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Aktif Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Angkatan 2020 dengan melibatkan 122 responden. Penelitian ini menggunakan skala problem focused coping dan skala stres akademik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Spearman’s Rho IBM Statisctic Package For Social Science (SPSS) versi 25 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara problem focused coping dengan stres akademik pada mahasiswa. Artinya, semakin tinggi problem focused coping maka semakin rendah stres akademik pada mahasiswa.
Kecemasan pada atlet bola voli di Surabaya: Bagaimana peranan mental toughness dan kohesivitas? Armadi, Amaraditha Oktovia; Rini, Amanda Pasca; Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9930

Abstract

This study aims to determine the relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety in volleyball athletes in Surabaya when facing matches. This study has three hypotheses, which contain: 1) there is a positive relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety; 2) there is a positive relationship between mental toughness and anxiety; 3) There is a positive relationship between cohesiveness and anxiety. This research is quantitative research using correlational research. Data collection was carried out for seven days through the distribution of online mental toughness, cohesivity, and anxiety scale questionnaires to volleyball athletes in Surabaya as many as 160 respondents. The data analysis used was multiple regression analysis with the help of SPSS 26. The results of this study showed 1) There is a positive relationship between mental toughness and cohesiveness with anxiety; 2) There is a positive relationship between mental toughness and anxiety. This means that the higher the mental toughness, the lower the anxiety; 3) There was no positive relationship between cohesiveness and anxiety. That is, high or low cohesiveness does not affect the high or low of anxiety. Therefore, the first and second hypotheses in this study are accepted, while the third hypothesis is not accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan pada atlet bola voli di Surabaya pada saat menghadapi pertandingan. Penelitian ini memiliki tiga hipotesis, yang berisi : 1) terdapat hubungan positif antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan; 2) terdapat hubungan positif antara mental toughness dengan kecemasan; 3) terdapat hubungan positif antara kohesivitas dengan kecemasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Pengambilan data dilakukan selama tujuh hari melalui penyebaran kuesioner skala mental toughness, kohesivitas, dan kecemasan secara online kepada atlet bola voli di Surabaya sebanyak 160 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) Adanya hubungan positif antara mental toughness dan kohesivitas dengan kecemasan; 2) Adanya hubungan positif antara mental toughness dengan kecemasan. Artinya semakin tinggi mental toughness maka semakin rendah kecemasan; 3) Tidak terdapat hubungan positif antara kohesivitas dengan kecemasan. Artinya tinggi atau rendahnya kohesivitas tidak mempengaruhi tinggi atau rendahnya kecemasan. Oleh karena itu, hipotesis pertama dan kedua pada penelitian ini diterima, sedangkan hipotesis ketiga tidak diterima.
Co-Authors Akbar, Putri Indah Nuriya Ali Audah Amanda Pasca Rini, Amanda Pasca Amin Fauzi, Kms. Mhd. Angela, Dinda Anggraini, Rafidah Dwi anim anim Anjar Tri Wibowo Anjarsari, Ayudya Armadi, Amaraditha Oktovia Ayu, Lestari Az-Zahra, Dzakirahsalwa Baihaqi Siddik Lubis Bornok Sinaga Br Marpaung, Apriyanti Kristina Bukhori, Bukhori Ceriputri, Wulan Kusumaning Ayu Chaerul Y, Ricky Damanik, Tamara Dwi Abnita Br Devianti, Chelsea Sandy Dian Armanto E Elvis Napitupulu E. Elvis Napitupulu, E. Elvis Edi Syahputra Eko April Ariyanto, Eko April Elvis Napitupulu, Elvis Faudhiki Yusuf, Arrozi Hiban Febrianti, Shinta Adi Fenanlampir, Anike Friska Ledina Situngkir Grace, Kristina Haque, Sayidah Aulia'ul Hasni Suciawati Hasratuddin Hasratuddin Siregar Hatta , Iha Haryani Hidayatullah, Rizki Maulana Hilliyani, Hilliyani Husnol Khatimah, Sofia Diana hutabarat, yosevin angelina I. V, Vione Sal Sabilla Igaa Noviekayati, Igaa Indah Purnama Sari Indana, Finanin Nur Ismail Hanif Batubara Israil Sitepu Israq Maharani Jelang Hardika Khairani, Nerli Laksono Trisnantoro Lestari, Anisa Indah Mazlan, Mazlan Miftahul Jannah Moch Zainal Arifin, Moch Zainal Mu'awiyah, Indriyani Mulyono Mulyono Murtadha, Ricky Nailul Himmi Hasibuan, Nailul Himmi Napitupulu, E.E Napitupulu, E.Elvis Natallya, Dessy Fitry Nilam Sari Noorwindhi Kartika Dewi, Noorwindhi Kartika Noverica, Sondang Noviekayati, IGAA. Nugraha, Estrite Abigael Ruthe Angel Nur Rahmi Rizqi Nurhasanah Siregar . Panjaitan, Sutrisna Ernawaty Pohan, Dasrin Prasetyo, Danu Dwi Prasetyo, Yanto Purbandhini, Citra Galuh Putra, Alvian Puja Permana Putra, Gunawan Satria Putri Andini, Putri Putriyogatama, Maria Shevanda Shevanda Christiani R, Hesty Utami Rahim, Rani Rahmi Ramadhani RAKIYAH, SITI Ratmo, Satya Ananda Ristiani, Rima Fuji Rizki Maulida, Rizki Rosstiana, Meicha Lady Roswita Roswita Rr. Amanda Pasca Rini, Rr. Amanda Pasca Saputra, Egy Oktadrian Saputri, Ratih Wahyu Setyowati S, Ninda Widya Sholihah, Nurul Hidayatus Simamora, Elmanani Simanjuntak, Erlinawaty Simanjuntak, Sinta Dameria Simanjuntak, Sinta Makito Br Sinta Dewi, Fitri Yuliana Siregar, R.Maisaroh Rezyekiyah Sitanggang, Mariani Sitanggang, Maura Linda Siti Maysarah SUKAMTI . Suroso Suroso Suryadiningrum, Belva Artanti Susandi, Aidil Tiosagi Clara Sinaga, Hanna Umar, Nurul Mahmudah Umar, Nurul Mahmudah Utami R, Hesty wahyuni wahyuni Winarsih ., Winarsih Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Y, Ricky Chaerul Yoniar, Yosefia Putri Yuerita Sarumaha, Yuerita Sarumaha Yusi Anggriani Zaiyar, M Zamirah, Dilly Merdekawati